Jakarta, lensafokus.id - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengajak anak-anak menyeimbangkan penggunaan teknologi dengan aktivitas fisik, seperti bersepeda, berolahraga, dan berinteraksi langsung dengan teman sebaya. Menurut Meutya, anak-anak perlu memahami bahwa mengisi waktu dengan aktivitas di luar layar dapat menjadi pilihan yang sehat. Kegiatan tersebut juga memberi kesempatan bagi anak untuk membangun pertemanan, melatih konsentrasi, dan mengembangkan minat di luar dunia digital.
“Bukan karena mama papanya enggak sayang kalian. Tapi kita semua bisa mengalihkan energi kita, salah satunya adalah dengan bersepeda,” ujar Meutya Hafid saat berdialog dengan para siswa dalam Sosialisasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS) di Tabanan, Bali, Jumat (09/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Meutya berbincang dengan siswa dari sejumlah sekolah dasar dan menengah pertama di Tabanan. Ia juga berinteraksi dengan komunitas pesepeda yang turut hadir untuk menunjukkan bahwa aktivitas fisik dapat dilakukan bersama orang lain, termasuk lintas generasi.
Meutya Hafid menjelaskan, penggunaan teknologi perlu disesuaikan dengan usia dan kesiapan anak. Ruang digital memang menyediakan kesempatan untuk belajar dan berinteraksi, tetapi juga memiliki risiko yang perlu diantisipasi. Oleh karena itu, pemerintah menerbitkan PP TUNAS untuk melindungi anak dari risiko penggunaan platform digital yang tidak sesuai dengan usia dan tingkat kematangannya. Melalui aturan tersebut, pemerintah menerapkan pembatasan terhadap akses anak di bawah usia 16 tahun pada platform digital berisiko tinggi.
“Bukannya dilarang seumur hidup naik mobil, tapi tunggu mereka siap. Karena jalanan itu berbahaya untuk anak kecil. Demikian juga sosial media, game online yang kita anggap risikonya tinggi,” jelasnya.
Meutya Hafid juga mengingatkan para siswa agar berhati-hati saat berinteraksi dengan orang yang tidak dikenal melalui internet. Risiko di ruang digital dapat berupa penipuan, perundungan, pendekatan yang mengarah pada eksploitasi anak atau child grooming, hingga penggunaan layanan secara berlebihan.
Dalam dialog bersama siswa, muncul cerita tentang pengalaman tertipu saat melakukan transaksi. Pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa anak perlu memahami risiko sebelum berinteraksi atau melakukan aktivitas di ruang digital.
“Perlindungan anak tidak cukup hanya dengan menetapkan batas usia. Anak perlu memahami alasan di balik aturan tersebut agar dapat mengenali risiko dan mengambil keputusan yang lebih aman ketika menggunakan teknologi,” ungkapnya.
Meutya Hafid juga menjelaskan bahwa PP TUNAS menggunakan pendekatan berbasis risiko. Platform digital memiliki tanggung jawab untuk memenuhi ketentuan pelindungan anak sesuai profil risiko layanan mereka. Sementara itu, orang tua dan guru berperan mendampingi anak, menjelaskan batasan penggunaan teknologi, dan membantu mereka menghadapi persoalan yang muncul di ruang digital.
“Sekali lagi saya mengajak orang tua dan tenaga pendidik untuk ikut membangun kebiasaan digital yang sehat. Pendampingan perlu berjalan bersama upaya menciptakan kesempatan bagi anak untuk belajar, bermain, berolahraga, dan berinteraksi secara langsung,” ajaknya.
Melalui sosialisasi PP TUNAS di Tabanan, Kementerian Komdigi mengingatkan bahwa masa anak-anak perlu diisi dengan pengalaman yang mendukung pertumbuhan dan perkembangannya. Anak tetap dapat mengenal teknologi sesuai usia dan kebutuhannya, dengan perlindungan yang memadai serta keseimbangan aktivitas di dalam dan di luar ruang digital. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang sukses menggelar ajang olahraga bertajuk Gemilang KORPRI Night Run 2026 yang dipusatkan di kawasan Gading Serpong, Sabtu (10/10/2026) malam. Acara yang dihadiri ribuan peserta dari berbagai penjuru daerah, baik dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun masyarakat umum, ini berlangsung meriah, penuh energi positif, dan semangat kebersamaan.
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas antusiasme para peserta yang memadati lokasi acara. Ia menegaskan bahwa acara ini bukan sekadar ajang lari untuk mengejar garis finis, melainkan sebuah perayaan energi kebersamaan dengan mengusung tema "Melangkah Pasti untuk Negeri".
"Ini adalah cerminan dari komitmen, keteguhan, dan konsistensi kita untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi bangsa dan negara tercinta," ungkap Bupati.
Bupati juga menjelaskan filosofi mendalam di balik pemilihan waktu pelaksanaan pada malam hari. Menurutnya, lari malam melambangkan semangat pengabdian yang tidak mengenal batas waktu, di mana dedikasi kerap melampaui rutinitas formal demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
"Ajang ini juga menjadi wadah silaturahmi nasional yang mempertemukan berbagai elemen bangsa. Di balik peluh keringat nanti, kita ingin membuktikan bahwa kita semua bugar, sehat, gesit, dan siap berkontribusi secara prima," tambahnya.
Lebih dari sekadar kemeriahan olahraga, Gemilang KORPRI Night Run 2026 juga menghadirkan aksi kepedulian sosial. Di tengah acara, dilakukan penyaluran donasi bagi para korban bencana alam, yang menunjukkan solidaritas sosial tanpa batas.
Kemeriahan dan kesuksesan acara ini juga dirasakan langsung oleh para runner. Firial, salah seorang peserta yang juga merupakan ASN Kabupaten Tangerang, mengaku sangat antusias dan mengapresiasi penyelenggaraan acara yang dinilainya terorganisasi dengan baik dan sangat seru. Meskipun baru pertama kali mengikuti ajang lari, ia berhasil menyelesaikan rute dan meraih medali untuk kategori 5K.
"Dalam momentum peringatan hari jadi Kabupaten Tangerang ini, saya berharap pemerintah daerah dapat terus berinovasi dan lebih baik lagi dalam melayani masyarakat demi Kabupaten Tangerang yang semakin gemilang," pungkasnya. (Red)
KOTA TANGERANG, lensafokus.id — Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono Hasan, mengungkapkan kekagumannya terhadap potensi dan semangat para siswa sekolah dasar yang dinilai memiliki peluang besar menjadi generasi penerus yang membanggakan dan bermanfaat bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Maryono saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SDN 4 Larangan, Kota Tangerang, Sabtu (10/10/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Maryono menyampaikan rasa bangganya melihat kemampuan dan semangat para siswa. Menurutnya, potensi yang dimiliki anak-anak sejak usia dini merupakan modal penting bagi masa depan Kota Tangerang.
“Adik-adik siswa SDN 4 Larangan keren-keren. Saya bangga melihat anak-anak semua. Semoga mereka kelak tumbuh menjadi manusia yang bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Maryono.
Ia menilai, masa sekolah dasar menjadi salah satu fase penting dalam membentuk karakter, menumbuhkan rasa percaya diri, serta mengembangkan kemampuan dan kreativitas anak.
Karena itu, para siswa perlu terus mendapatkan dukungan agar memiliki semangat belajar, berani meraih cita-cita, menghormati guru dan orang tua, serta membiasakan diri melakukan hal-hal positif dalam kehidupan sehari-hari.
Maryono juga menegaskan bahwa keberhasilan seorang anak tidak hanya diukur dari pencapaian akademik, tetapi juga dari karakter, kepedulian sosial, dan kemampuannya memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Menurutnya, kebiasaan baik yang ditanamkan sejak dini dapat menjadi fondasi bagi anak-anak untuk tumbuh menjadi pribadi yang berkualitas dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat di masa mendatang.
“Semoga apa yang dilakukan anak-anak hari ini bisa menjadi sesuatu yang membanggakan dan dikenang, bahkan sampai 20 tahun yang akan datang. Insya Allah, kelak mereka tumbuh menjadi orang-orang hebat yang membawa manfaat bagi banyak orang,” tambahnya.
Momentum Maulid Nabi untuk Menanamkan Akhlak Mulia
Selain menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW, peringatan Maulid Nabi di lingkungan sekolah juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai keislaman dan membentuk karakter peserta didik sejak dini.
Maryono mengajak para siswa untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, di antaranya dengan menjunjung tinggi kejujuran, menumbuhkan kepedulian terhadap sesama, menghormati orang lain, serta memiliki semangat dalam menuntut ilmu.
Ia berharap, nilai-nilai keteladanan Rasulullah tidak hanya dipahami melalui kegiatan keagamaan, tetapi juga diterapkan dalam perilaku sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
“Semoga melalui Maulid Nabi Muhammad SAW, anak-anak semakin mengenal dan meneladani akhlak Rasulullah, tumbuh menjadi pribadi yang baik, rajin belajar, menyayangi sesama, serta kelak membanggakan keluarga dan membawa manfaat bagi Kota Tangerang,” pungkasnya. (Sumarna)
Tangerang, lensafokus.id – PT. BPR Kerta Raharja Gemilang (Perseroda) menggelar kegiatan Literasi dan Edukasi Keuangan yang diikuti ratusan mahasiswa, akademisi, serta sejumlah pemangku kepentingan sektor keuangan.
Kegiatan dihadiri Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah, Wakil Rektor Universitas Insan Pembangunan Indonesia (UNIPI), perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah Banten, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Tangerang dan kalangan akademisi, yang berlangsung di Auditorium Saba Karya, Sabtu (10/10/2026).
Sebagai bentuk meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai pentingnya literasi keuangan, pengelolaan keuangan secara bijak, serta pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan yang aman dan bertanggung jawab.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut sebagai langkah nyata dalam meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap pentingnya pengelolaan keuangan.
Menurutnya, literasi keuangan menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk membangun kemandirian finansial, menentukan prioritas kebutuhan, membiasakan diri menabung, serta mengambil keputusan keuangan secara tepat di tengah perkembangan teknologi dan layanan keuangan digital.
“Saya mengapresiasi kegiatan literasi dan edukasi keuangan yang diselenggarakan PT. BPR Kerta Raharja Gemilang (Perseroda). Kegiatan ini sangat penting untuk membekali generasi muda dengan pemahaman keuangan yang baik, sehingga mereka mampu mengelola uang secara bijak, membedakan kebutuhan dan keinginan,” ujar Intan.
Wabup Intan berharap kegiatan edukasi semacam ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak kalangan, termasuk ibu-ibu, pekerja buruh, serta masyarakat umum.
"Saya mengajak para mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan menggali pengetahuan sebanyak-banyaknya mengenai pengelolaan keuangan, budaya menabung, serta pentingnya mengenali risiko penipuan dan berbagai tawaran investasi yang tidak memiliki legalitas jelas," kata Wabup Intan.
Sementara itu, Direktur PT. BPR Kerta Raharja Gemilang (Perseroda), Ai Suherlan, menjelaskan bahwa kegiatan literasi dan edukasi keuangan merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan perbankan sekaligus mendorong terciptanya masyarakat yang semakin cerdas dan mandiri secara finansial.
Menurut Ai Suherlan, mahasiswa sebagai generasi muda perlu memiliki pemahaman keuangan sejak dini agar mampu mengatur pemasukan dan pengeluaran, menyusun perencanaan keuangan, serta memahami manfaat dan risiko dari produk maupun layanan keuangan yang digunakan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pemahaman bahwa literasi keuangan bukan sekadar mengetahui produk perbankan, tetapi juga bagaimana seseorang mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak dan bertanggung jawab,” jelas Ai Suherlan.
Ia menambahkan, PT. BPR Kerta Raharja Gemilang (Perseroda) akan terus berupaya mengambil peran dalam mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan melalui kegiatan edukasi, sosialisasi, serta kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan otoritas terkait.
"Melalui sinergi tersebut, perusahaan berharap masyarakat semakin memahami pentingnya perencanaan keuangan, memanfaatkan layanan perbankan sesuai kebutuhan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap praktik keuangan ilegal," ungkapnya.
Salah satu mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut Elva Risi, mengungkapkan bahwa literasi dan edukasi keuangan memberikan wawasan baru mengenai cara mengelola keuangan secara lebih terencana, terutama bagi mahasiswa yang mulai belajar mandiri dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Menurut saya, kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman tentang pentingnya mengatur keuangan sejak masih kuliah. Kami jadi lebih memahami bagaimana membedakan kebutuhan dan keinginan, menyisihkan uang untuk tabungan, serta lebih berhati-hati terhadap tawaran keuangan yang belum jelas kebenarannya,” ungkapnya.
Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, membuka Festival Olahraga Masyarakat Kabupaten Tangerang (FORKAB) Ke-1 Tahun 2026, di kawasan Taman Tugu Titik Nol Tigaraksa, Sabtu (10/10/26). Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya menggemakan semangat olahraga rekreasi, meningkatkan kebugaran, serta melestarikan olahraga tradisional di tengah masyarakat Kabupaten Tangerang.
Dalam sambutannya, Wabup Intan menyampaikan apresiasi kepada Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Tangerang dan seluruh panitia yang telah bekerja keras menyelenggarakan kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa FORKAB bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan momentum untuk mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, dan menanamkan nilai-nilai sportivitas antarwarga.
"FORKAB Ke-1 ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan momentum penting untuk menggemakan semangat rekreasi, kebugaran, dan pelestarian olahraga tradisional di tengah masyarakat. Melalui olahraga masyarakat, kita tidak hanya mengejar kesehatan fisik, tetapi juga mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, dan menanamkan nilai-nilai sportivitas antarwarga Kabupaten Tangerang," ujar Wabup Intan.
Menurutnya, olahraga rekreasi dan tradisional memiliki peran strategis dalam menjaga kearifan lokal sekaligus memperkuat keharmonisan sosial di tengah pesatnya modernisasi. Melalui berbagai cabang olahraga yang dilombakan, masyarakat dari berbagai usia dan latar belakang dapat berpartisipasi dalam aktivitas yang inklusif, menyenangkan, dan mengedepankan kebersamaan.
"Olahraga masyarakat mengajarkan kita bahwa menjaga kebugaran tidak selalu harus rumit, tetapi bisa diciptakan melalui suasana keceriaan dan kebersamaan," ungkapnya.
Wabup Intan mengatakan, Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen untuk terus mendukung program pembinaan olahraga rekreasi bersama KORMI dan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, tingkat kebugaran masyarakat merupakan modal mendasar dalam membangun daerah yang maju dan berdaya saing.
Ia berharap FORKAB Ke-1 dapat melahirkan pegiat olahraga berprestasi hingga tingkat provinsi maupun nasional. Selain itu, festival ini diharapkan mampu menginspirasi keluarga di Kabupaten Tangerang untuk menjadikan gaya hidup sehat dan aktif sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari.
"Saya berharap ajang FORKAB Ke-1 ini dapat melahirkan pegiat-pegiat olahraga yang berprestasi hingga tingkat provinsi maupun nasional, sekaligus menginspirasi seluruh keluarga di Kabupaten Tangerang untuk menjadikan gaya hidup sehat dan aktif sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari," tegasnya.
Ia juga mendorong agar FORKAB diselenggarakan secara berkelanjutan sehingga dapat menjadi wadah bagi seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi dalam olahraga masyarakat. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan berkontribusi terhadap terwujudnya Kabupaten Tangerang yang lebih sehat, bugar, dan gembira.
Pada kesempatan tersebut, Wabup Intan secara resmi membuka FORKAB Ke-1 Tahun 2026. Ia mengajak seluruh peserta untuk menjaga semangat kebersamaan dan keharmonisan selama mengikuti festival serta menjadikan olahraga sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Ketua Pelaksana FORKAB Ke-1 Tahun 2026, Zainal Muttaqien, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya untuk menumbuhkan budaya berolahraga, meningkatkan kebugaran, melestarikan olahraga tradisional, serta memperkuat silaturahmi dan persaudaraan masyarakat di 29 kecamatan dan lingkungan sekolah se-Kabupaten Tangerang.
Ia menjelaskan, FORKAB Ke-1 Tahun 2026 diikuti 1.764 peserta yang berpartisipasi dalam delapan jenis olahraga masyarakat. Peserta berasal dari 29 kecamatan serta sekolah tingkat SMP/MTs dan SMA/SMK/MA se-Kabupaten Tangerang.
“Adapun delapan jenis olahraga yang dipertandingkan meliputi egrang, terompah panjang, lari balok, dagongan, hadang, bola sundul, e-sport Mobile Legends, dan senam pencegahan osteoporosis,” jelasnya.
Menurut Zainal, penyelenggaraan berbagai cabang olahraga tersebut diharapkan mampu memberikan ruang bagi masyarakat dan pelajar untuk menunjukkan kemampuan, mengembangkan minat, serta membangun semangat kompetisi yang sehat.
FORKAB Ke-1 Tahun 2026 berlangsung selama dua hari, yakni 10–11 Oktober 2026, dengan menggunakan empat lokasi pertandingan, yaitu Gedung Serba Guna (GSG) Tigaraksa, Lapangan Tenis PU, Lapangan Maulana Yudha Negara, serta area dari Kantor Inspektorat hingga Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tangerang.
Ia menambahkan, seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan berdasarkan petunjuk teknis yang telah disiapkan panitia sebagai pedoman pelaksanaan. Dengan demikian, pertandingan diharapkan berlangsung tertib, aman, dan menjunjung tinggi sportivitas.
“Kami berharap seluruh peserta dapat bertanding dengan semangat kebersamaan, menghormati keputusan wasit dan juri, serta menjadikan FORKAB ini sebagai ajang untuk memperkuat persaudaraan antarkecamatan dan antarsekolah,” ujarnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id — Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama Kantor Kementerian Agama dan Pengadilan Agama Tigaraksa berkomitmen penuh memberikan perlindungan hukum serta menjamin pemenuhan hak-hak sipil bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya legalitas perkawinan.
Komitmen tersebut diwujudkan secara nyata melalui kegiatan Sidang Isbat Nikah Terpadu yang juga digelar dalam rangka HUT ke-394 Kabupaten Tangerang.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah mengapresiasi kolaborasi erat antarlembaga dalam menyukseskan program pelayanan sidang isbat terpadu yang langsung mendekat ke masyarakat
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan terima kasih sebesar-besarnya atas kolaborasi yang sangat baik dari Pengadilan Agama Tigaraksa, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tangerang, Bagian Kesra Setda Kabupaten Tangerang, para Camat, para Kepala KUA, serta seluruh panitia yang telah bekerja keras memfasilitasi kegiatan ini," ujar Wabup Intan di Aula Kantor Kecamatan Sukamulya, Jumat (9/10/26).
Wabup Intan menandaskan ketiadaan dokumen hukum perkawinan sangat berdampak langsung pada perlindungan hak-hak keluarga, khususnya anak-anak, dalam mengakses berbagai layanan publik dan administrasi kependudukan. Untuk itu, sinergi dan kolaborasi antarlembaga seperti menjadi kunci utama tercapainya kesejahteraan serta pemenuhan hak-hak sipil masyarakat Kabupaten Tangerang secara merata
"Ketiadaan dokumen hukum ini tentunya berpengaruh pada perlindungan hak-hak suami, istri, dan terutama anak-anak, seperti dalam pengurusan akta kelahiran, dokumen kependudukan, hingga akses layanan sosial dan pendidikan," jelasnya.
Lanjut dia, Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama Pengadilan Agama Tigaraksa dan Kemenag Kabupaten Tangerang terus berkomitmen memberikan layanan kepastian hukum secara gratis dan terjangkau hingga ke tingkat kecamatan
"Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat bekerja sama dan berkolaborasi dengan Pengadilan Agama Tigaraksa serta Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tangerang terus berkomitmen menghadirkan pelayanan langsung ke masyarakat melalui Program Isbat Nikah ini," ungkapnya
Pelaksanaan sidang isbat nikah di Aula Kecamatan Sukamulya ini merupakan kelanjutan dari rangkaian program Isbat Nikah Kabupaten Tangerang Tahun 2026 yang sebelumnya telah digelar di Gedung Serba Guna (GSG)
"Pada tahapan kali ini, sebanyak 176 pasangan dari 5 kecamatan berpartisipasi dan resmi mendapatkan pengesahan pernikahan. Kecamatan Sukadiri: 47 pasangan, Gunung Kaler: 31 pasangan, Mekar Baru: 27 pasanga, Sukamulya: 24 pasangan dan Kecamatan Kresek: 7 pasangan," imbuhnya
Wabup Intan menyampaikan ucapan selamat dan doa kepada seluruh pasangan peserta yang telah resmi memilki legalitas hukum atas pernikahan mereka. Ia berharap dengan dimilikinya dokumen perkawinan diharapkan dapat membuat rumah tangga semakin bahagia, sakinah, mawadah dan warahmah
"Kepada para peserta Isbat Nikah yang berbahagia, saya mengucapkan selamat karena status hukum pernikahan bapak dan ibu sekalian telah resmi terdaftar. Semoga rumah tangga yang dibina makin sakinah, mawaddah, warahmah, serta membawa keberkahan bagi keluarga dan anak-anak tercinta," pungkasnya.
Hal yang sama juga diungkapkan Wakil Ketua Pengadilan Agama Tigaraksa, M. Yusuf. Dia menegaskan dampak pernikahan yang belum tercatat sangat nyata dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari pengurusan akta kelahiran anak, Kartu Keluarga, hingga hak waris, tunjangan, dan perlindungan hukum bagi istri dan anak-anak.
"Melalui isbat nikah, hak-hak tersebut dapat terjamin dan status keluarga menjadi jelas, sah, dan terlindungi," tandasnya
Ia menambahkan Mahkamah Agung melalui PERMA Nomor 1 Tahun 2015 telah mengatur pelayanan terpadu sidang keliling. Dengan pola ini, Pengadilan Agama, Kementerian Agama, dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil bekerja bersama sehingga masyarakat tidak perlu berpindah-pindah instansi. (Red)