Majukan Potensi Seni Budaya, DKKT Gelar Raker Perdana Periode 2026–2031

Tangerang, lensafokus.id – Dewan Kesenian Kabupaten Tangerang (DKKT) menggelar Rapat Kerja (Raker) perdana periode 2026–2031 di Gedung Serba Guna (GSG) Puspemkab Tangerang, Rabu (22/04/2026).

Raker tersebut menjadi langkah awal dalam merumuskan program strategis guna mendorong kemajuan ekosistem seni dan budaya di Kabupaten Tangerang.

Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas semangat para pengurus DKKT. Ia berharap kepengurusan yang melibatkan lintas sektor, termasuk sembilan anggota DPRD, mampu menghadirkan perubahan signifikan bagi perkembangan seni budaya daerah.

“Hari ini DKKT memulai rapat kerja setelah sebelumnya dilantik. Kami berharap raker ini dapat merumuskan hal-hal krusial demi kemajuan kesenian. Dengan komposisi yang ada, saya optimis kesenian di Kabupaten Tangerang akan semakin menonjol dan berkembang,” ujar Maesyal.

IMG 20260422 WA0063

Ketua Panitia Pelaksana, M. Nur Rojab, mengungkapkan rasa syukur atas kehadiran Bupati yang telah dinantikan. Ia menegaskan bahwa fokus utama kegiatan ini adalah menghasilkan program kerja yang konkret dan berdampak nyata bagi perkembangan seni dan budaya.

“Alhamdulillah, Bapak Bupati dapat hadir sesuai rencana. Fokus kami adalah menyusun program kerja yang jelas dan terarah, sesuai harapan yang telah disampaikan,” ujarnya.

Sementara itu, DKKT periode 2026–2031 dipimpin oleh Aida Hubaedah. Dalam keterangannya, ia menyampaikan bahwa setelah pembukaan, pihaknya akan langsung bergerak ke tahap teknis dengan melibatkan 11 komite yang ada di dalam struktur organisasi.

Komite tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari seni pertunjukan, sastra, dongeng, batik, pencak silat, seni rupa, media, hingga tradisi.

“Kami akan mengumpulkan seluruh ketua komite untuk menyerap aspirasi dan menyusun program kerja, baik jangka pendek maupun jangka panjang untuk lima tahun ke depan,” jelas Aida.

Ia menambahkan, DKKT memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan mengembangkan seluruh potensi sanggar seni di Kabupaten Tangerang, seperti pencak silat, debus, tari, hingga seni dongeng agar tetap eksis dan mampu bersaing.

“Tujuannya agar seni budaya kita tetap hidup, berkembang secara kontemporer, dan dikenal luas, baik oleh generasi muda maupun di tingkat nasional hingga internasional,” pungkasnya. (Mala)

Rate this item
(0 votes)
Go to top