TANGERANG, lensafokus.id — Pemerintah Kabupaten Tangerang terus menggencarkan upaya stabilisasi harga pangan serta pengendalian inflasi di daerah. Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, hadir secara langsung memantau pelaksanaan program Warung Tekan Inflasi (Warteksi) Gemilang Triwulan III Tahun 2026 yang diselenggarakan di wilayah Kecamatan Panongan, Selasa (15/9/2026).
Bupati Maesyal Rasyid, mengatakan Warteksi merupakan program rutin Pemerintah Kabupaten Tangerang yang dilaksanakan empat kali dalam setahun. Melihat tingginya animo masyarakat bahkan memunculkan permohonan agar frekuensi dapat ditambah dan jenis kebutuhan pokok yang dijual lebih bervariasi
“Alhamdulillah, kami bersama dengan Pak Asisten II, bersama dengan Bapak Kepala Dinas dan Staf Ahli, juga dengan Pak Camatnya, bahkan lurahnya juga hadir, untuk melaksanakan program tahunan, yaitu Warteksi atau Warung Tekan Inflasi tahun 2026. Kita laksanakan program ini setahun empat kali, dan tadi ada keinginan dari masyarakat supaya ditambah porsinya,” ujar Bupati Maesyal.
Melalui program tersebut, masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga jauh lebih terjangkau dibandingkan harga di pasaran. Delapan komoditas yang tersedia pada Warteksi Triwulan III tersebut meliputi:
Beras premium 2 kilogram: Rp7.000
Gula pasir: Rp12.000
Minyak goreng: Rp13.500
Bawang merah: Rp20.000
Bawang putih: Rp20.000
Cabai merah keriting: Rp25.000
Cabai rawit merah: Rp50.000
Cabai rawit hijau: Rp30.000
Bupati Maesyal menjelaskan, selisih harga tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Beras premium 2 kilo yang harusnya dibeli masyarakat di pasaran Rp30.200, di sini hanya Rp7.000. Alhamdulillah, dengan program Warteksi ini bisa meringankan beban masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, delapan komoditas tersebut tersedia dengan stok yang mencukupi dan merupakan kebutuhan yang banyak diminati masyarakat. Ke depan, Pemerintah Kabupaten Tangerang juga akan mengupayakan penambahan variasi komoditas, seperti telur dan ayam potong, sesuai dengan aspirasi warga serta kemampuan keuangan daerah.
“Nanti kita usahakan di Triwulan IV bisa lebih bervariasi jenis kebutuhan pokok yang dijual oleh Warteksi ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Mudah-mudahan ini bisa berjalan sampai akhir tahun dan tahun berikutnya kita usahakan bisa bertambah sesuai kemampuan keuangan daerah,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tangerang, Resmiyati Marningsih, mengatakan pelaksanaan Warteksi Triwulan III Tahun 2026 digelar di dua lokasi, yakni Kecamatan Panongan dan Gerai Tangerang Gemilang. Menurutnya, antusiasme masyarakat sangat tinggi karena subsidi yang diberikan Pemerintah Daerah membuat harga delapan komoditas tersebut jauh lebih terjangkau.
“Antusias warga luar biasa. Masing-masing harga ini subsidi dari pemerintah daerah bervariasi, tapi cukup besar. Seperti beras premium cukup dibayar Rp3.500 perkilo, kami jual di sini 2 kilo, jadi cukup dibayar masyarakat Rp7.000 saja,” ujar Resmiyati.
Ia menjelaskan, program tersebut merupakan salah satu langkah Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam menjaga inflasi dan memastikan kebutuhan pokok tetap dapat dijangkau masyarakat. Selain membantu meringankan pengeluaran rumah tangga, Warteksi juga diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat melalui ketersediaan bahan pokok dengan harga yang stabil dan terjangkau.
“Harapannya adalah yang pertama terjadi kestabilan harga. Kita tujuannya adalah menjaga inflasi, jadi kita harapkan dengan kegiatan ini harga tetap stabil dan terjangkau, serta daya beli masyarakat meningkat. Artinya, masyarakat bisa membeli kebutuhan pokok delapan komoditi ini dengan harga murah,” pungkasnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang terus memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui Program Wirausaha Baru (WUB). Sebanyak 12 kelompok wirausaha yang terdiri dari 48 penerima manfaat dari tiga kecamatan menerima bantuan peralatan usaha dari Pemkab Tangerang, Selasa (15/9/26).
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid menekankan bahwa bantuan peralatan usaha yang diberikan pemerintah bukan sekadar bantuan, tetapi harus dimanfaatkan sebagai modal awal untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
“Bantuan peralatan usaha ini jangan hanya dilihat sebagai bantuan semata, melainkan sebagai modal awal untuk membangun kemandirian ekonomi. Saya berharap peralatan yang diterima dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya, dirawat, dan dipergunakan untuk meningkatkan produktivitas serta kualitas usaha secara berkelanjutan,” ujar Bupati Maesyal Rasyid
Ia berpesan kepada para wirausahawan baru penerima manfaat agar terus meningkatkan keterampilan dan melakukan inovasi agar usaha yang dijalankan mampu berkembang dan memiliki daya saing. Pelaku usaha barista didorong untuk mengolah kopi berkualitas dan menghadirkan produk yang mampu bersaing. Sementara pelaku usaha las listrik diingatkan untuk mengutamakan keselamatan kerja serta menjaga kualitas layanan, sedangkan kelompok usaha penjahit alas kaki diharapkan terus berkreasi untuk meningkatkan kualitas dan nilai jual produknya.
“Dengan semakin banyaknya masyarakat yang memiliki usaha dan penghasilan yang mandiri, perekonomian daerah kita akan semakin kuat. Ini sejalan dengan komitmen Pemkab Tangerang untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan berdaya saing,” tegasnya.
Lanjut dia, keberhasilan program pemberdayaan masyarakat tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah, tetapi juga pada kemauan penerima manfaaat untuk terus mengembangkan keterampilan, menjaga kualitas produk, membangun jejaring usaha, dan memanfaatkan peluang pasar yang ada
"Saya apresiasi kepada Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang beserta jajaran, Forkopimcam, serta Pemerintah Desa/Kelurahan yang telah mendukung pelaksanaan Program Wirausaha Baru tersebut," ujarnya.
Adapun bantuan tersebut diberikan kepada 12 kelompok WUB pada tiga bidang keahlian dengan rincian: 4 kelompok usaha las listrik dengan 16 penerima dari Desa Kadu Jaya, Kecamatan Curug, 4 kelompok usaha barista dengan 16 penerima dari Kelurahan Mekar Bakti, Kecamatan Panongan; serta 4 kelompok usaha menjahit alas kaki dengan 16 penerima dari Desa Sentul, Kecamatan Balaraja. (Red)
KOTA TANGERANG, lensafokus.id – Dalam rangka memperingati Hari Kontrasepsi Dunia, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang menggelar Gebyar Pelayanan Keluarga Berencana (KB) Gratis di Puskesmas Manis Jaya, Kelurahan Manis Jaya, Kecamatan Jatiuwung, Selasa (15/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen Pemerintah Kota Tangerang dalam memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan KB yang berkualitas, merata, dan terjangkau, khususnya bagi pasangan usia subur di wilayah Kecamatan Jatiuwung dan sekitarnya.
Kegiatan dihadiri langsung oleh Kepala Bidang KB DP3AP2KB Kota Tangerang, Diyah Utami, S.K.M., M.Kes., bersama jajaran. Turut hadir Lurah Manis Jaya Yanto, Lurah Alam Jaya Rendra Gunawan, dr. Suci, Bidan Ismiyati, serta kader PKK Pokja IV Kelurahan Manis Jaya.

Dalam Gebyar Pelayanan KB Gratis tersebut, masyarakat mendapatkan berbagai pilihan layanan kontrasepsi, mulai dari pil, suntik, IUD, implant, hingga konseling KB yang diberikan oleh tenaga kesehatan Puskesmas Manis Jaya.
Tidak hanya pelayanan medis, kegiatan juga diisi dengan edukasi kepada masyarakat mengenai manfaat program KB, pentingnya mengatur jarak kehamilan, perencanaan keluarga, serta kesehatan reproduksi.
Kepala Bidang KB DP3AP2KB Kota Tangerang, Diyah Utami, mengatakan momentum Hari Kontrasepsi Dunia harus dimanfaatkan sebagai pengingat akan pentingnya perencanaan keluarga.
“Hari Kontrasepsi Dunia mari kita jadikan sebagai pengingat bahwa keluarga berkualitas dimulai dari perencanaan yang matang. Melalui Gebyar Pelayanan KB Gratis ini, kami ingin memastikan tidak ada lagi warga yang terkendala biaya untuk mendapatkan akses KB,” ujar Diyah.

Menurutnya, program KB bukan sekadar upaya mengendalikan jumlah penduduk, tetapi juga bagian dari upaya meningkatkan kualitas kehidupan keluarga.
DP3AP2KB, lanjut Diyah, terus mendorong masyarakat agar dapat menentukan jumlah anak, mengatur jarak kelahiran, serta merencanakan waktu kehamilan dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan dan kemampuan ekonomi keluarga.
Diyah juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran kelurahan, tenaga kesehatan Puskesmas Manis Jaya, serta kader PKK yang secara aktif membantu menyosialisasikan program KB kepada masyarakat.
“Saya berterima kasih kepada Bapak Lurah Manis Jaya, Lurah Alam Jaya, dr. Suci, Bidan Ismiyati, dan khususnya ibu-ibu PKK Pokja IV Manis Jaya. Tanpa gerakan dari bawah, program KB tidak akan berjalan secara optimal. Kader PKK adalah ujung tombak kami di masyarakat sebagai bagian dari dukungan lintas sektor,” katanya.
Dukungan dari berbagai unsur tersebut dinilai penting agar informasi mengenai layanan KB dapat diterima masyarakat secara lebih luas dan mudah dipahami.
Sementara itu, Lurah Manis Jaya Yanto menyatakan kesiapan pihak kelurahan untuk terus mendukung berbagai program pemerintah, termasuk dalam upaya pengendalian penduduk dan peningkatan kualitas keluarga.
Hal senada disampaikan Lurah Alam Jaya Rendra Gunawan. Menurutnya, pelayanan KB gratis sangat membantu masyarakat, terutama warga yang membutuhkan layanan kontrasepsi namun masih memiliki keterbatasan informasi maupun biaya.

Dari sisi pelayanan kesehatan, dr. Suci, tenaga medis Puskesmas Manis Jaya, mengatakan animo masyarakat terhadap kegiatan tersebut cukup tinggi.
“Animo masyarakat cukup tinggi hari ini. Kami melayani akseptor baru dan akseptor ulang. Tim kami bersama Bidan Ismiyati juga memberikan konseling agar ibu-ibu bisa memilih metode KB yang paling sesuai dengan kondisi kesehatannya,” jelas dr. Suci.
Konseling menjadi bagian penting dalam pelayanan agar setiap peserta memperoleh informasi yang memadai sebelum menentukan metode kontrasepsi yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing.
Menutup kegiatan, Diyah Utami mengajak masyarakat Kota Tangerang untuk tidak memandang KB sebagai sesuatu yang menakutkan. Sebaliknya, program KB diharapkan menjadi bagian dari perencanaan kehidupan keluarga dan gaya hidup sehat.
“KB itu bukan menakutkan. KB adalah bentuk cinta kita kepada anak, kepada keluarga, dan kepada masa depan. Mari kita wujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera, dimulai dari diri kita sendiri,” tuturnya.
Melalui kegiatan Gebyar Pelayanan KB Gratis di Puskesmas Manis Jaya, DP3AP2KB Kota Tangerang berharap pelayanan serupa dapat terus diperluas di berbagai wilayah lainnya.
Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keluarga sekaligus mendukung peningkatan cakupan peserta KB aktif di Kota Tangerang menjelang akhir tahun 2026. (***)
Kota Tangerang, lensafokus.id - Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang mendukung penuh gelaran Kejuaraan Gymnastics Kota Tangerang Open 3 Tahun 2026 yang memperebutkan total hadiah sebesar Rp19 juta. Sebanyak 500 peserta dijadwalkan bertanding dalam kategori Artistik dan Aerobik Gymnastics pada 25–30 September 2026.
Ajang yang terbuka untuk umum ini mencatatkan lonjakan partisipasi pada pelaksanaan tahun pertamanya hingga memasuki tahun ketiga penyelenggaraan ini dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang Kaonang menuturkan, komitmen Pemkot Tangerang dalam memfasilitasi wadah kompetisi yang sehat dan berkelanjutan bagi para atlet muda.
"Kehadiran 500 peserta menunjukkan lonjakan yang sangat pesat dan menjadi bukti bahwa olahraga senam makin diminati. Kami berharap ajang ini dapat memotivasi para atlet muda untuk menunjukkan bakat terbaiknya,"tutur Kaonang.
Sementara itu, Ketua Gymnastic Kota Tangerang Sumarti, mengapresiasi tingginya antusiasme pendaftar dari berbagai tingkatan yang ikut berpartisipasi tahun ini.
"Tahun ini merupakan tahun ketiga pelaksanaan Gymnastics Kota Tangerang Open, dan jumlah 500 peserta ini meningkat sangat pesat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Dengan dibukanya kategori dari Level 1 sampai 5, Federasi Gymnastics Indonesia (FGI) Junior putra-putri, hingga Aerobik Gymnastic, kami optimistis kejuaraan ini mampu menjadi sarana pembinaan yang efektif serta melahirkan bibit-bibit atlet senam potensial," ungkap Sumarti.
Menurutnya, kejuaraan ini memperlombakan dua disiplin utama, yakni Aerobik Gymnastic serta Artistik Gymnastic putra-putri yang terbagi mulai dari Level 1 hingga 5 dan kategori FGI Junior.
"Kejuaraan ini diharapkan, tidak hanya menjadi ajang unjuk bakat dan prestasi, tetapi juga memperkuat posisi Kota Tangerang sebagai kota yang ramah dan berkomitmen terhadap kemajuan olahraga nasional, tutupnya. (Red)
TIGARAKSA, lensafokus.id — Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman melaksanakan acara serah terima pelaksanaan kegiatan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (R-RTLH) Tahun Anggaran 2026 di Desa Cileles, Matagara dan Pematang, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Acara berlangsung di Kampung Bendungan, Desa Cileles, dengan penuh khidmat dan kehangatan, pada Senin, 14 September 2026.
Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Tangerang, Staf Ahli Bupati Kabupaten Tangerang, serta unsur Forkopimcam Tigaraksa yang dipimpin langsung oleh Bapak Camat Tigaraksa. Turut hadir Ketua PTS Tigaraksa, Bapak Mad Yunus, Kepala Desa Cileles, Bapak Amanta, serta para tamu undangan dan masyarakat penerima manfaat lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua PTS Tigaraksa, Bapak Mad Yunus, membuka acara sekaligus memaparkan hal-hal terkait teknis pelaksanaan kegiatan, target sasaran, serta mekanisme penyaluran bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni kepada masyarakat yang berhak menerima manfaat.
Sementara itu, Kepala Desa Cileles, Amanta, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang atas terealisasinya program RTLH di wilayahnya.
"Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang yang telah memperhatikan warga Desa Cileles melalui program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni ini. Semoga program ini dapat bermanfaat, meningkatkan kualitas hunian warga, serta menciptakan lingkungan tempat tinggal yang sehat, aman, dan layak," ujar Amanta.
Perwakilan Dinas Perkim Kabupaten Tangerang dan Staf Ahli Bupati juga memberikan stetment pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai rencana, tepat waktu, berkualitas, serta benar-benar tepat sasaran kepada warga yang membutuhkan.
Acara serah terima kegiatan R-RTLH Tahun 2026 ini berjalan dengan lancar dan diharapkan dapat memberikan dampak positif serta meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat Desa Cileles pada khususnya dan Kecamatan Tigaraksa pada umumnya. (War)
Jakarta, lensafokus.id - Bupati Tangerang menghadiri, sekaligus menjadi narasumber acara Forum Koordinasi Penanganan Permukiman Kawasan Kumuh Terpadu yang digelar di Auditorium Soemitro Djojohadikusumo, Gedung B.J Habibie, Senin (14/09/26).
Dalam paparannya, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan bahwa penataan penanganan kawasan kumuh, khususnya wilayah pesisir memerlukan sinergi dan kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan dari seluruh stakholder, bukan hanya dari pemerintah pusat dan daerah namun juga lembaga, akademisi, swasta dan tentu saja masyarakat setempat.
"Keberhasilan penanganan kawasan kumuh, khususnya wilayah pesisir di Kabupaten Tangerang merupakan hasil sinergi dan kolaborasi, bukan hanya antara pemerintah pusat dan daerah, tapi juga melibatkan banyak pihak. Ada lembaga, institusi pendidikan, akademisi, swasta dan masyarakat itu sendiri terlibat langsung," ujar Bupati Maesyal Rasyid.
Ia menjelaskan bahwa di Desa Tanjung Anom Kec. Mauk tadinya ada sekitar 1,2 hektar wilayah yang sangat kumuh dan tidak tertata. Pemerintah daerah bersama berbagai pihak di antaranya Habitat for Humanity, Koperasi Mitra Dhuafa dan masyarakat nelayan setempat sepakat untuk bersama-sama menata dan membangun kawasan kumuh tersebut menjadi kawasan yang lebih baik dan nyaman.
"Berkat kerja sama dan kolaborasi dari banyak komponen yang memberikan perhatian serius kepada masyarakat nelayan setempat di Desa Tanjung Anom Kecamatan Mauk, sekarang sudah tidak kumuh lagi," ungkapnya.
Lanjut dia, sebagai bentuk komitmen nyata dan kehadiran kepada masyarakat nelayan, Pemkab Tangerang bekerja sama dengan koperasi dan lembaga Habitat for Humanity menata dan membangun kawasan kumuh tersebut menjadi 110 hunian dan memberikan pendampingan serta pelatihan kepada para nelayan.
"Saat ini, alhamdulillah sudah kita bangun lahan yang tadinya tidak produktif dan kumuh menjadi hunian yang sehat bagi para nelayan. Pemerintah daerah juga memberikan kontribusi dengan membangunkan jalannya, saluran airnya, penerangan jalan, juga diberikan kesempatan untuk pelatihan bagi istri para nelayan," jelasnya.
Bupati Tangerang menegaskan pemerintah daerah berkomitmen untuk terus hadir dan memberikan kontribusi terhadap masyarakat Desa Tanjung Anom. Sebagai bentuk implentasinya, Pemkab Tangerang telah menetapkan proram unggulan pembangunan daerah SELARAS (Sistem Lingkungan yang Aman, Ramah dan Berkesinambungan) yang fokus utamanya antara lain: pengelolaan sampah, pengendalian banjir dan pembangunan rumah layak huni.
"Kami sudah memiliki program unggulan pembangunan daerah terkait dengan lingkungan dan pemukiman yang berkesinambungan yaitu Sistem Lingkungan yang Aman, Ramah dan Berkesinambungan (SELARAS)," tuturnya.
Pihaknya berharap dengan dukungan dan kolaborasi lintas sektor yang kuat dan berkelanjutan, penataan kawasan pesisir Kab. Tangerang tidak hanya akan membuat kawasan yang lebih ramah lingkungan, aman, sehat dan nyaman, namun juga mampu mendorong kemandirian serta meningkatkan roda perekonomian masyarakat. (Red)