TANGERANG, lensafokus.id — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang secara resmi membuka rangkaian seleksi peserta kafilah sebagai langkah awal persiapan menghadapi Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Ke-24 Tingkat Provinsi Banten Tahun 2027 di Hotel Yasmin Binong, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Jumat (7/8/2026).
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Kabupaten Tangerang, Prima Saras Puspa, menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kabupaten Tangerang serta seluruh pihak yang telah bekerja keras menyelenggarakan proses seleksi tersebut.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada LPTQ Kabupaten Tangerang beserta seluruh pihak yang telah bekerja keras menyelenggarakan proses seleksi ini," ujar Prima.
Ia menegaskan, kegiatan seleksi ini tidak sekadar bertujuan untuk memilih peserta terbaik, melainkan juga menjadi momentum strategis untuk meneguhkan komitmen bersama dalam membina generasi Qur'ani. Generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan membaca, tetapi juga memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai luhur Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai informasi, diketahui Kabupaten Tangerang telah mencatatkan sejarah gemilang dengan menorehkan prestasi sebagai Juara Umum MTQ Tingkat Provinsi Banten selama lima kali berturut-turut, mulai dari MTQ ke-19 hingga MTQ ke-23. Capaian luar biasa tersebut merupakan buah dari kerja keras para qori, qoriah, hafizh, hafizhah, pembina, pelatih, pengurus LPTQ, jajaran pemerintah daerah, serta doa dan dukungan seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang.
"Kini, kita memiliki tekad yang sama untuk mempertahankan prestasi tersebut pada MTQ Ke-24 Tahun 2027 mendatang," tegasnya.
Dalam arahannya, Prima juga berpesan kepada para pembina dan tim seleksi agar melaksanakan tugas secara objektif, profesional, dan penuh tanggung jawab. Hal ini agar proses penjaringan benar-benar menghasilkan putra-putri terbaik daerah yang siap mengharumkan nama Kabupaten Tangerang di tingkat provinsi.
Berdasarkan rencana yang telah ditetapkan, dari total 125 peserta yang mengikuti tahap seleksi ini, nantinya akan disaring menjadi 68 peserta terbaik. Para peserta terpilih selanjutnya akan mengikuti program pembinaan secara berkelanjutan dan intensif hingga pelaksanaan MTQ Tahun 2027.
"Saya berpesan agar para peserta mengikuti seluruh rangkaian seleksi ini dengan sungguh-sungguh, penuh kejujuran, disiplin, dan semangat berkompetisi secara sehat. Jadikan seleksi ini sebagai ajang untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus sarana memperbaiki kualitas diri," pesan Prima kepada para peserta.
Pihaknya pun turut mengajak seluruh elemen untuk menjadikan seleksi ini sebagai awal dari perjuangan besar dalam menjaga kehormatan daerah. Kemenangan sejati, lanjutnya, tidak hanya ditentukan oleh suara yang indah atau hafalan yang kuat, melainkan juga melalui keikhlasan hati, kedisiplinan berlatih, serta akhlak mulia yang mencerminkan nilai-nilai Al-Qur'an.
"Semoga setiap langkah ikhtiar kita hari ini menjadi amal ibadah dan mengantarkan Kabupaten Tangerang kembali mengukir sejarah sebagai Juara Umum MTQ Provinsi Banten untuk yang keenam kalinya secara berturut-turut," pungkasnya.
Sementara itu, Sekretaris Umum LPTQ Kabupaten Tangerang, Moh. Iqro, menuturkan bahwa kegiatan seleksi dan pembinaan ini diselenggarakan dengan tujuan utama untuk terus meningkatkan kualitas para peserta.
"Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kualitas peserta dan mempertahankan prestasi terbaik kafilah Kabupaten Tangerang pada MTQ ke-24 tingkat Provinsi Banten tahun 2027," ujar Iqro saat dikonfirmasi mengenai teknis pelaksanaan kegiatan.
Iqro menambahkan, proses seleksi sekaligus pembinaan ini diikuti oleh total 213 orang yang terlibat secara aktif. Adapun rincian pesertanya terdiri dari 129 orang calon kafilah Kabupaten Tangerang untuk tahun 2027, 22 orang pembina dari Provinsi Banten, 33 orang pembina dari Kabupaten Tangerang, serta didukung oleh 29 orang panitia pelaksana yang bertugas memastikan seluruh rangkaian acara berjalan dengan lancar. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid berdiaolog interaktif dan secara simbolis menyerahkan bantuan kepada para penyandang disabilitas pada acara Ngariung Bareng Maesyal (NGEMAS) di Aula Kantor Kec. Kosambi, Jumat (07/08/26).
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid didampingi kepala OPD, Camat Kosambi, Teluknaga dan Camat Pakuhaji bersilahturahmi langsung dengan para penyandang disabilitas dengan penuh kehangatan dan berdialog interaktif, mendengarkan aspirasi mereka.
"Alhamdulillah hari ini saya didampingi oleh para kepala dinas, kepala badan juga Pak Camat Teluknaga, Camat Kosambi, Camat Pakuhaji dan para kepala desa untuk hadir bersama silaturahmi dengan penyandang disabilitas orang yang mempunyai kebutuhan khusus. Kita mendengarkan apa-apa yang disampaikan," ungkap Bupati Maesyal Rasyid.
Bupati Maesyap Rasyid mengungkapkan bahwa acara NGEMAS di Kecamatan Kosambi tersebut sangat berbeda dan istimewa. Kalau sebelumnya kegiatan NGEMAS dengan para kelompok tani, nelayan, pelaku UMKM, NGEMAS kali ini Bupati Maesyal Rasyid berdialog langsung dan mendengarkan aspirasi dari para penyandang disabilitas. Ia menandaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen melayani semua masyarakat, tanpa ada perbedaan pengakuan.
"Acara kali ini begitu luar biasa dan instimewa. Ini bagian dari kebersamaan kita, pemerintah daerah, para kepala dinas, camat dan para kepala desa yang ada di Kosambi, Teluknaga, Pakuhaji memberikan perhatian dan kepedulian kepada masyarakat yang menyandang disabilitas. Tidak ada pengakuan yang berbeda kepada mereka yang menjalani kehidupan sehari-hari dengan penuh semangat penuh keceriaan," ungkapnya.
Dia menyebut bantuan yang diberikan kepada para penyandang disabilitas tersebut merupakan bentuk kepedulian dan komitmen nyata pemerintah daerah agar para penyandang disabilitas bisa lebih semangat, percaya diri dan mampu berperan meningkatkan perekonomian keluarganya. Bantuan yang diberikan kepada para penyandang disabilitas dari 3 kecamatan tersebut antara lain: penyerahan KK dan KTP, bantuan sosial tunai dari Dinas Sosial, 6 unit kursi roda, kaki palsu, bantuan beras cadangan pangan, peralatan pengolahan tempe, bantuan usaha, santunan dari BPJS Ketenagakerjaan.
"Untuk saat ini, bantuan diberikan kepada 52 orang. Nanti kita akan upayakan lagi, datang lagi ke tempat-tempat di kecamatan lain. Hari ini di Kosambi, nanti insya Allah akan kita adakan di seluruh Kecamatan," jelasnya.
Menurut dia, fokus utama kepada para penyandang disabilitas tersebut adalah jaminan kesehatan dari pemerintah daerah dan penguatan pemberdayaan penyandang disabikitas dalam memulai usaha untuk kemandiran serta peningkatan ekonomi keluarga.
"Fokus utamanya supaya mereka ini mendapatkan jaminan kesehatan dari pemerintah daerah, tadi sudah difasilitasi, sudah aktif BPJS-nya. Tadi juga sudah dibantu juga permodalan usaha pembuatan tempe. Mereka secara kelompok dibantu alatnya dan kita bantu permodalannya pinjamannya, tanpa bunga nanti dia bisa usaha dan dia juga bisa mandiri," tandasnya.
Terkait berbagai usulan dan permohonan dari peserta, pihaknya berjanji akan terus memperjuangkan aspirasi dan permohonan yang disampaikan sesuai dengan kewenangan dan kemampuan pemerintah daerah yang dimiliki.
"Mohon dukungan dan doanya agar apa yang tadi disampaikan bisa kami upayakan, sesuai kemampuan dan kewenangan pemerintah daerah. Apa yang menjadi harapan bapak ibu sekalian akan kami bahas lebih lanjut, kita perjuangkan dan upayakan secara bertahap," ujarnya.
Bupati juga menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak memandang sebelah mata dan menjauhi para penyandang disabilitas di lingkungannya masing-masing.
"Kami atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang apabila di tempat tinggalnya ada penyandang disabilitas bisa memberikan perhatian dan membantunya karena mereka mempunyai hak yang sama dengan masyarakat yang lainnya," pungkasnya. (Red)
Kota Tangerang, lensafokus.id - Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke - 81 Republik Indonesia, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) akan menggelar Firefighter Skill Competition 2026. Ajang ini menjadi wadah bagi para Petugas Pemadam Kebakaran untuk menunjukan kemampuan, ketangkasan, serta profesionalisme dalam penanganan kebakaran dan penyelamatan.
Kompetisi tersebut akan berlangsung pada hari Selasa 11 Agustus 2026 di Stadion Benteng Reborn, Kota Tangerang.Masyarakat diharapkan dapat hadir untuk memberikan dukungan sekaligus menyaksikan secara langsung aksi para petugas pemadam kebakaran yang setiap hari bertugas melindungi keselamatan masyarakat.
"Firefighter Skill Competition akan mempertandingkan berbagai simulasi keterampilan yang menguji kemampuan fisik, kecepatan, ketepatan, dan kerja sama tim.yakni,dengan beberapa kategori, seperti survival, Rescue, hingga hose laying," ujar Kalak BPBD, Mahdiar, jum'at (07/082026).

Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kompetensi serta kesiap siagaan personel Pemadam Kebakaran agar semakin profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kemampuan yang diasah melalui kompetisi ini diharapkan mampu mendukung respon yang lebih cepat dan efektif saat terjadi keadaan darurat.
"Masyarakat juga dapat mengenal lebih dekat tugas dan tantangan yang dihadapi para Petugas Pemadam Kebakaran.Selama ini, mereka tidak hanya menangani kebakaran, akan tetapi juga berbagai operasi penyelamatan, mulai dari evakuasi korban kecelakaan, penyelamatan hewan hingga penanganan situasi daruratlainnya," ujarnya,
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mengajak seluruh masyarakat untuk turut meramaikan acara Firefighter Skill Competition 2026 sebagai bentuk apresiasi kepada para Petugas Pemadam Kebakaran yang telah berdedikasi menjaga keselamatan warga.Kehadiran masyarakat juga diharapkan dapat menumbuhkan semangat para peserta untuk menampilkan kemampuan terbaiknya.
"Ayo saksikan aksi para jagoan Petugas Damka Kota Tangerang dalam Firefighter Skill Competition 2026 dan berikan dukungan terbaik untuk para pahlawan penyelamat kebanggaan Kota Tangerang," ujar Mahdiar. (Sumarna)
Tangerang, lensafokus.id - Polresta Tangerang terus meningkatkan upaya menjaga dan memelihara kamtibmas. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan menyatukan berbagai elemen mulai dari buruh, ojek online (ojol), TNI, pemerintah daerah, hingga tokoh agama dalam Sabuk Kamtibmas.
Hal itu nampak saat Apel Sabuk Kamtibmas di Lapangan Arya Yudhanegara, Kamis (6/8/2026).
"Apel dilaksanakan untuk mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polresta Tangerang," kata Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah.
Menurutnya, Kabupaten Tangerang merupakan daerah yang memiliki dinamika sangat tinggi. Hal itu ditandai dengan pertumbuhan kawasan industri, permukiman, pusat perdagangan, serta mobilitas masyarakat.
Pertumbuhan tersebut, kata dia, membawa dampak positif bagi pembangunan. Namun di sisi lain, juga menghadirkan berbagai potensi gangguan kamtibmas.
"Oleh karena itu, kita tidak boleh bekerja secara sendiri-sendiri. Sinergi dan kolaborasi merupakan kunci utama dalam menjaga wilayah tetap aman, nyaman, dan kondusif," ujarnya.
Dia menerangkan, Apel Sabuk Kamtibmas bukan sekadar kegiatan seremonial. Melainkan bentuk komitmen bersama untuk memperkuat sistem pengamanan wilayah melalui kerja sama lintas sektor dan pelibatan seluruh elemen masyarakat.
Indra Waspada menekankan pentingnya deteksi dini dan pencegahan terhadap setiap potensi gangguan kamtibmas. Dia meminta semua elemen untuk tidak menunggu sebuah permasalahan menjadi besar. Setiap informasi, ujar dia, sekecil apa pun harus menjadi perhatian bersama.
"Untuk itu saya meminta seluruh personel serta seluruh unsur kewilayahan agar terus memperkuat jaringan informasi sampai ke tingkat lingkungan terkecil," ucapnya.
Dengan jaringan informasi yang kuat, lanjut dia, maka akan mampu mendeteksi berbagai potensi gangguan seperti kriminalitas, penyalahgunaan narkoba, tawuran, konflik sosial, radikalisme, hingga bencana alam.
"Saya juga mengajak seluruh peserta apel agar menjadi pelopor persatuan masyarakat, bukan justru menjadi bagian dari kelompok yang memperkeruh suasana," pungkasnya.
Apel tersebut diikuti elemen buruh, tokoh agama, komunitas ojol, ormas, TNI, dan unsur pemerintah daerah. Usai apel dilanjutkan dengan pembagian sembako kepada ojol, tokoh agama, dan buruh. (Mala)
KOTA TANGERANG, lensafokus.id – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Pemerintah Kota Tangerang bersama Perumda Tirta Benteng menghadirkan program spesial berupa diskon 81 persen biaya pemasangan sambungan baru air bersih bagi masyarakat.
Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, mengajak masyarakat memanfaatkan momentum peringatan kemerdekaan dengan menikmati berbagai program keringanan yang telah disiapkan Pemerintah Kota Tangerang, termasuk potongan biaya pemasangan sambungan baru air bersih dari Perumda Tirta Benteng.
"Momentum HUT ke-81 RI ini kami manfaatkan untuk menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Selain program diskon PBB dan BPHTB, ada juga diskon 81 persen biaya pemasangan sambungan baru air bersih. Silakan dimanfaatkan sebaik-baiknya karena ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat," ujar Sachrudin.

Direktur Utama Perumda Tirta Benteng, Doddy Effendy, menjelaskan bahwa biaya pemasangan sambungan baru yang semula sebesar Rp1.250.000 kini cukup dibayar sekitar Rp237.500 setelah memperoleh potongan harga sebesar 81 persen.
"Program ini kami hadirkan sebagai hadiah kemerdekaan bagi masyarakat Kota Tangerang yang belum menjadi pelanggan. Kualitas layanan dan air yang diterima pelanggan tetap sama, memenuhi standar kesehatan, serta proses pemasangan dilakukan paling lambat tujuh hari setelah pembayaran," jelas Doddy.
Menurutnya, program diskon tersebut berlaku sepanjang Agustus 2026 untuk seluruh warga Kota Tangerang. Namun, prioritas pengembangan jaringan perpipaan difokuskan pada Zona 2, yang meliputi Kecamatan Periuk, Jatiuwung, Cibodas, dan Karawaci.
"Kawasan tersebut menjadi fokus pengembangan jaringan perpipaan Perumda Tirta Benteng agar semakin banyak warga memperoleh akses air bersih yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan," katanya.
Sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat, Perumda Tirta Benteng juga menyediakan fasilitas pembayaran secara mencicil bagi warga yang mengalami kendala dalam membayar biaya pemasangan, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah, setelah mengajukan permohonan kepada Perumda Tirta Benteng.
Untuk mengajukan pemasangan sambungan baru, masyarakat cukup menyiapkan fotokopi KTP, Kartu Keluarga (KK), SPPT PBB, surat keterangan domisili bagi pemilik KTP luar Kota Tangerang, serta satu lembar materai Rp10.000.
Pendaftaran dapat dilakukan dengan mendatangi langsung kantor Perumda Tirta Benteng, melalui aplikasi Si Ganteng, atau menghubungi layanan pelanggan di 0811-6121-095. (Sumarna)
Tangerang, lensafokus.id – Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah meninjau lahan yang direncanakan menjadi lokasi pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Desa Pematang dan Desa Pasir Nangka, Kecamatan Tigaraksa, Kamis (06/08/26)
Dalam peninjauan tersebut, Wabup Intan melihat langsung kondisi lahan, bangunan hanggar, serta fasilitas pendukung yang akan digunakan untuk operasional TPS3R. Ia juga berdiskusi dengan jajaran perangkat daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan unsur TNI mengenai kesiapan sarana prasarana agar pembangunan TPS3R dapat segera direalisasikan.
Wabup Intan mengatakan, kunjungannya tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan lahan sekaligus mempercepat pengembangan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan terintegrasi di Kabupaten Tangerang. Pemerintah Kabupaten Tangerang akan terus mendorong dan memperkuat sistem pengelolaan sampah melalui pemanfaatan teknologi. Saat ini, Kabupaten Tangerang telah memiliki dua unit mesin pengolah sampah Motah yang beroperasi di TPS Cilingok, Kecamatan Pasar Kemis. Ke depan, pemerintah daerah juga mendapat dukungan tambahan dari Kementerian Pertahanan melalui Dandim 0510/Tigaraksa untuk mendukung pengembangan fasilitas pengolahan sampah di wilayah Tigaraksa.
"Kita melihat langsung lokasi rencana TPS3R ini. Alhamdulillah, ada dukungan dari Kementerian Pertahanan melalui Pak Dandim untuk pengembangan mesin Motah di lokasi ini. Harapannya nanti sampah dapat diolah di sini sehingga tidak lagi seluruhnya dibawa dan menumpuk di TPA Jatiwaringin. Mohon doa agar seluruh prosesnya berjalan lancar," ujar Wabup Intan
Dia menambahkan, selain dukungan peralatan, Pemerintah Kabupaten Tangerang juga akan mengalokasikan anggaran pada perubahan APBD untuk memperbaiki hanggar dan melengkapi fasilitas penunjang agar operasional TPS3R dapat berjalan secara optimal.
"Pada perubahan anggaran nanti kita juga siapkan untuk renovasi hanggar. Fasilitasnya akan kita rapikan supaya masyarakat di sekitar sini lebih nyaman dan kegiatan pengolahan sampah bisa berjalan dengan baik," imbuhnya
Wabup Intan juga mengungkapkan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah berkelanjutan tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga harus didukung dengan meningkatnya kepedulian masyarakat dan pengembangan inovasi, salah satunya ecoenzym yang kini telah digunakan oleh PT Charoen Pokphand Indonesia sebagai bagian dari pengelolaan lingkungan.
"Ecoenzym dari Kabupaten Tangerang sudah digunakan oleh Charoen Pokphand. Artinya kualitasnya tidak perlu diragukan lagi. Ini menjadi motivasi bagi kita untuk terus mengembangkan inovasi dalam pengelolaan sampah dan limbah organik agar semakin bermanfaat bagi masyarakat maupun dunia usaha," ungkapnya.
Dia berharap pembangunan TPS3R di Desa Pematang dan Desa Pasir Nangka, pengelolaan sampah dapat dilakukan lebih dekat dengan sumbernya, mengurangi beban TPA Jatiwaringin, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Turut mendampingi Wakil Bupati dalam kegiatan tersebut Dandim 0510/Tigaraksa, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Tangerang, Camat Tigaraksa beserta jajaran, Kepala Desa beserta BPD. (Red)