Banten

Banten (6668)

Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah meminta Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dan pihak lainnya lebih serius menjalankan dan mengevaluasi program percepatan penurunan Stunting. Hal tersebut diungkapkan Wabup Intan saat membuka rapat koordinasi evaluasi dan rencana aksi TPPS tahun 2026 di Ruang Media Center Dinas Kesehatan, Kamis (26/06/26)

"Saya minta kita semua lebih serius terhadap pelaksanaan dan evaluasi program rencana aksi TPPS ini. Kalau perlu perombakan strategi dan metode intervensi di lapangan, segera lakukan agar target penurunan angka stunting dapat dicapai secara riil, bukan sekadar seremonial," tegas Wabup Intan

Dalam arahannya, Wabup Intan menyoroti hasil Elevaluasi di lapangan yang menunjukkan adanya fenomena Lost Contact, di mana orang tua tidak kembali menimbangkan anaknya ke Posyandu setelah menghadiri acara besar seperti Gerebeg Posyandu atau seremonial lainnya.

"Kita harus ubah strategi. Jangan hanya menyuruh mereka datang ke Puskesmas lalu membagikan makanan. Kalau perlu, lakukan metode jemput bola, disamperin ke rumahnya, dipantau langsung, dan didampingi saat makan agar gizinya benar-benar masuk," tandasnya

Lanjut dia, guna memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran, semua pihak lintas sektor harus terus menguatkan sinergi dan kolaborasi bersama dalam pelaksanaan rencana aksi percepatan penurunan Stunting tahun 2026

"Kader Dahsyat, Dapur Dahsyat Dharma Wanita dan PKK, petugas Puskesmas dan pendamping lainnya harus bersama-sama turun ke lapangan. Metode intervensi, pengawasan dan menu gizinya harus kita ubah agar lebih efisien dan berdampak nyata," jelasnya.

Wabup Intan juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang terus bergerak cepat dan responsif dalam mengevaluasi pelaksanaan program Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2026. Dia menginstruksikan Dinas Kesehatan dan Dinas Pengendalian Penduduk dan KB sebagai leading sektor untuk terus mempererat dan memperkuat kolaborasi, baik dari penganggaran maupun program kegiatan rencana aksi TPPS Kab. Tangerang

"Kita akan mengagendakan rapat khusus bersama Bappeda untuk mengunci dukungan penganggaran program ini. Sebagai perpanjangan tangan dari Pak Bupati, saya menugaskan Kepala Dinas Kesehatan dan Dinas KB untuk berkolaborasi menyusun strategi yang jauh lebih efektif," ujarnya

Selain itu, dia juga meminta semua pihak terus memperkuat monitoring, mulai dari tingkat desa melalui rembuk stunting dengan libatkan para camat agar pelaksanaan rencana aksi selanjutnya bisa lebih efektif dan tepat sasaran

"Sya minta seluruh jajaran bisa mendampingi tim survei eksternal yang akan turun pada bulan Agustus nanti agar sampling data yang diambil di lapangan benar-benar akurat dan mencerminkan kondisi riil," pungkas Wabup Infan.

Dia berharap melalui rapat koordinasi tersebut, TPPS Kabupaten Tangerang berkomitmen untuk segera merumuskan rencana aksi baru yang lebih taktis, integratif, dan berbasis penanganan langsung di akar rumput demi mewujudkan Kabupaten Tangerang bebas stunting. (Red)

Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid kembali menggelar dialog yang mengusung konsep kearifan lokal, ngariung bersama masyarakat. Kali ini Bupati Maesyal Rasyid bersama perwakilan OPD ngariung bersama komunitas nelayan di TPI Tanjung Pasir Kec. Teluknaga, Jum'at (26/09/26)

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan bahwa sektor perikanan tangkap bukan hanya sekedar penggerak ekonomi, namun juga menjadi urat nadi kehidupan bagi ribuan kepala keluarga di sepanjang pesisir Kab. Tangerang

"Melalui dialog yang mengusung kearifan lokal seperti ini, pemerintah bersama pihak terkait lainnya hadir lebih dekat kepada masyarakat, khususnya nelayan untuk mendengarkan usulan, aspirasi dan keinginan masyarakat secara langsung dan terbuka tanpa sekat," ujar Bupati Maesyal Rasyid

Dia mengungkapkan bahwa selain bersilahturahmi dan menghimpun aspirasi para nelayan, pihaknya bersama para mitra pemerintah daerah juga memberikan bantuan sebgai bentuk dukungan nyata untuk meningkatkan produktifitas, perlindungan dan pelayanan penerbitan kartu pass untuk kebutuhan barcode BBM bersudsidi serta kegiatan sosial bagi nelayan

"Kami semua bersama hadir juga memberikan bantuan kepada para nelayan untuk meningkatkan hasil tangkap ikannya di antaranya: 10 unit bubu naga, 300 unit bubu rajungan, 15 keranjang ikan dan dibantu juga ada 3 akta notaris AHU untuk kelompok nelayan dan juga 200 sembako anak yatim," ungkapnya.

Dia berharap berbagi program dan bantuan yang terlah diberikan dapat memberikan manfaat nyata bagi para penerima manfaat serta mampu meningkatkan produktifitas dan kesejahteraan nelayan

Menanggapi usulan dan aspirasi para nelayan terkait normalisasi sungai, PJU dan bantuan perahu, pemecahan gelombang, docking kapal dan akses jalur ke PIK, pihaknya berjanji akan berupaya maksimal membantu secara bertahap sesuai dengan kemampuan dan kewenangan yang dimiliki pemerintah daerah serta terus mendorong pemerintah provinsi dan pusat serta pihak lainnya agar aspirasi masyarakat dapat segera direalisasikan

"InsyaAllah akan kita respon nanti sesuai dengan mekanisme dan kewenangan yang ada di Kabupaten Tangerang. Kita akan bantu nelayan untuk mereka bisa melaksanakan tangkap ikan ke laut, meningkatkan pendapatan dan hasil tangkapnya," ujarnya. (Red)

Tangerang, lensafokus.id — Kepala Desa Cisoka, Satura, bersama seluruh perangkat pemerintahan desa menggelar acara santunan bagi puluhan anak yatim yang berlangsung penuh haru. Acara yang bertepatan dengan momentum 10 Muharram 1448 Hijriah ini digelar langsung di halaman Kantor Desa Cisoka pada Jumat (26/06/2026).

Puluhan  warga terlihat memadati lokasi untuk menyaksikan dan mendukung jalannya kegiatan sosial tahunan tersebut. Tampak hadir di lokasi Danramil, Babinsa,Binamas, Bhabinkamtibmas Desa Cisoka, Pengurus RT dan RW se-Desa Cisoka,Tokoh agama ,ustad dan tokoh masyarakat ,Seluruh staf pemerintahan Desa Cisoka.  

Pemerintah Desa Cisoka menyalurkan santunan dan paket bingkisan kepada 85 anak yatim dan 70 ustad di desa Cisoka . Suasana haru menyelimuti lokasi acara saat prosesi penyerahan bantuan berlangsung. Beberapa warga dan perangkat desa tampak berkaca-kaca melihat kebahagiaan di wajah anak-anak yatim yang menerima santunan tersebut.

IMG 20260626 WA0049

Kepala Desa Cisoka, Satura, menjelaskan bahwa santunan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun bertepatan dengan 10 Muharram, yang dikenal sebagai lebarannya anak yatim. Ia juga menegaskan bahwa kesuksesan acara ini tidak lepas dari gotong royong dan dukungan para donatur lokal.

"Kami dari pemerintah desa mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para mitra dan donatur yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk anak-anak yatim kita. Terima kasih kepada Mitra Top, PT Lemon Spandek, PT Topik Purnama (Bapak Rosid), Bos Adi Baja Ringan, serta PT SSN Pasar Cisoka (Bapak H. Wijaya). Semoga usaha mereka semua semakin maju dan rezekinya terus dilipatgandakan," ujar Satura.

Secara khusus, Kepala Desa juga memberikan apresiasi tinggi kepada pemilik toko sembako lokal yang konsisten membantu setiap tahun.

"Apresiasi mendalam kami sampaikan kepada Bapak Budi dan Bapak Erwin pemilik toko sembako yang setiap tahun selalu setia turut serta membantu menyukseskan acara ini," pungkasnya. (Mala)

Lebak, lensafokus.id – Pelaksanaan Program Bantuan Pemerintah untuk Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026 di SMPN 4 Warunggunung, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, diduga tidak sesuai spesifikasi. Pasalnya Proyek rehabilitasi dengan nilai anggaran mencapai Rp470.000.000 yang bersumber dari APBN tersebut diduga menyisakan sejumlah persoalan di lapangan.

Berdasarkan hasil penelusuran awak media pada Jumat (26/6/2026), pekerjaan yang tengah dilaksanakan meliputi rehabilitasi ringan WC siswa, rumah dinas sekolah, serta mushola. Namun, besarnya nilai anggaran dinilai tidak sebanding dengan volume pekerjaan yang terlihat di lokasi.

Selain itu, awak media juga menemukan sejumlah dugaan kejanggalan dalam pelaksanaan proyek. Di antaranya, material bangunan yang diduga tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB), serta para pekerja yang tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sebagaimana standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

IMG 20260626 WA0037

Kondisi tersebut memunculkan dugaan bahwa pelaksanaan pekerjaan tidak sepenuhnya mengacu pada spesifikasi teknis yang telah ditetapkan pemerintah.

Saat dikonfirmasi, Apini, selaku Komite Sekolah SMPN 4 Warunggunung, mengaku tidak dilibatkan dalam pelaksanaan kegiatan revitalisasi tersebut.

"Saya hanya sebatas mengetahui adanya kegiatan ini, tidak dilibatkan dalam pelaksanaannya," ujar Apini kepada awak media.

Ia juga mempertanyakan besarnya anggaran yang digelontorkan pemerintah.

"Dengan anggaran yang sangat fantastis mencapai Rp470 juta, pekerjaannya hanya rehabilitasi toilet, rumah dinas sekolah, dan mushola," tambahnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 4 Warunggunung, Ade Musoheh, belum berhasil dimintai keterangan. Saat awak media mendatangi sekolah, yang bersangkutan belum berada di lokasi. Upaya konfirmasi melalui pesan WhatsApp juga belum membuahkan hasil karena nomor yang dihubungi tidak aktif.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak sekolah belum memberikan penjelasan resmi terkait dugaan ketidaksesuaian pekerjaan, penggunaan material, maupun penerapan standar keselamatan kerja dalam proyek revitalisasi tersebut.

Awak media masih berupaya meminta klarifikasi dari pihak-pihak terkait, termasuk instansi yang membidangi pelaksanaan program revitalisasi, guna memperoleh penjelasan yang berimbang sesuai prinsip jurnalistik. (C2p)

Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengikuti proses penilaian Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi Banten Tahun 2026 yang diwakili oleh Kelurahan Tigaraksa, Kec. Tigaraksa. Kegiatan penilaian digelar secara virtual di Ruang Rapat Citus, Kantor Bupati Tangerang, Kamis (25/6/26).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid menegaskan optimisme dan kesiapan Kabupaten Tangerang apabila kembali dipercaya mewakili Provinsi Banten pada ajang Lomba Kelurahan tingkat nasional.

"Kami siap apabila ditunjuk mewakili Provinsi Banten di tingkat nasional. Dari pengalaman dan sejarah yang sudah-sudah, Kabupaten Tangerang beberapa kali menjadi wakil Provinsi Banten pada lomba kelurahan tingkat nasional, bahkan pernah masuk lima besar kelurahan terbaik nasional," ujar Bupati Maesyal Rasyid

Ia menegaskan bahwa seluruh indikator yang menjadi bahan penilaian harus benar-benar sesuai dengan kondisi dan capaian nyata di lapangan, sehingga hasil yang diperoleh dapat mencerminkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan yang sesungguhnya.

"Kami berharap penilaian ini bukan hanya bersifat administratif atau seremonial semata, tetapi benar-benar menggambarkan progres dan kenyataan yang ada di lapangan. Apa yang dipaparkan harus sesuai dengan kondisi riil yang menjadi objek penilaian," tandasnya.

Ia menambahkan, Kelurahan Tigaraksa telah melakukan berbagai persiapan dan pembenahan dalam rangka penilaian tingkat provinsi. Berbagai program pemberdayaan masyarakat, inovasi pelayanan publik, serta pembangunan lingkungan terus diperkuat guna mendukung peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

"Kelurahan Tigaraksa sudah siap. Apabila nanti ditunjuk untuk mewakili Provinsi Banten ke tingkat nasional, kami optimistis mampu memberikan yang terbaik dan membawa nama baik Kabupaten Tangerang maupun Provinsi Banten," tegasnya.

Menurutnya, keikutsertaan Kelurahan Tigaraksa pada lomba kelurahan bukan sekadar mengejar prestasi, tetapi menjadi momentum untuk mengukur keberhasilan pembangunan, pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, serta tata kelola pemerintahan yang telah dilaksanakan di tingkat kelurahan.

"Kelurahan Tigaraksa menjadi perwakilan Kabupaten Tangerang setelah berhasil menunjukkan berbagai capaian dan inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat," pungkasnya. (Red)

Tangerang, lensafokus.id – Halaman kantor Pasar Cisoka menjadi pusat perhatian warga pada Jumat (26/6/2026) pagi. Pemerintah daerah bersama Perumda Pasar Niaga Kerta Raharja dan PT SNN menggelar kegiatan "Senam Perdana di Jumat Berkah Bersama". Acara ini sukses menyedot antusiasme ratusan masyarakat serta kader PKK Kecamatan Cisoka.

Kegiatan olahraga bersama ini bukan sekadar ajang kebugaran. Momentum ini menjadi komitmen nyata pemerintah untuk mengembalikan kejayaan Pasar Cisoka agar kembali ramai, tertib, dan kondusif seperti sedia kala.Direktur utama Pasar Niaga Kerta Raharja, Finny Widianti, hadir langsung didampingi Direktur Keuangan Pasya, Direktur Operasional Abdul Haer, serta General Manager PT SNN, William. Sinergi kuat juga terlihat dari kehadiran unsur Muspika, mulai dari Camat Cisoka Sumartono , Kapolsek, Danramil, Kepala Disporabudpar, hingga jajaran Paguyuban Pasar yang dikomandoi oleh Nana (Ketua), Hj. Muhidin (Wakil Ketua), Ust. Yudi (Sekretaris), dan Hj. Nasron (Bendahara) bersama pkk kecamatan Cisoka ikut meramaikan senam bersama di pasar Cisoka.

Langkah tegas penertiban telah diawali dengan turunnya Sekretaris Daerah (Sekda) dan Camat ke lapangan bersama Perumda Pasar serta PT SMN."Arahan dari pimpinan kita, Bapak Bupati Maesyal Rasyid, sudah kami laksanakan. Kami ingin memfungsikan kembali pasar yang sudah ada ini sebagai pusat perbelanjaan utama di Cisoka," ujar Finny Widianti.

IMG 20260626 WA0030

Hingga saat ini, tercatat ada 26 pedagang eks tempat penampungan pasar sementara (TPPS) Megu dan 18 pedagang lapak yang telah memindahkan aktivitas dagang mereka ke dalam Pasar Cisoka. Langkah ini efektif mengurai masalah ketertiban umum, kemacetan, dan penumpukan sampah di jalan raya.

Komitmen Pelayanan dan Kekompakan Lintas Instansi , Direktur admistrasi dan Keuangan Perumda, Fasha, menegaskan bahwa kegiatan senam ini merupakan bentuk dukungan penuh (supporting) dari Perumda.
" Ini adalah wujud pelayanan terbaik bentuk sportifitas perumda kepada seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) di Kecamatan Cisoka untuk bisa kembali menghidupkan dan meramaikan pasar Cisoka".

Dalam kesempatan tersebut Dirut perumda pasar finny Widiyanti menambahkan
"Alhamdulillah, Pasar Cisoka ini diharapkan menjadi contoh bagi pasar-pasar lain. Hubungan antar pimpinan di kecamatan dan Perumda Pasar terbukti sangat kompak, bahu-mahu melakukan kegiatan bersama demi meramaikan pasar,"

Gratis Sewa Lapak hingga Parkir Kabar baik bagi para pedagang dan pengunjung disampaikan oleh General Manager PT SNN, William. Beliau mengapresiasi kebijakan luar biasa dari Bupati Maesyal Rasyid yang sangat berpihak pada pemulihan ekonomi lokal.Pemerintah memberikan berbagai fasilitas gratis, di antaranya:Gratis sewa lapak selama 3 bulan bagi para pedagang terdampak relokasi,Gratis biaya parkir selama 1 bulan penuh bagi para pengunjung pasar,Operasional pasar kini dibuka 24 jam penuh untuk menjamin perputaran ekonomi.

Menutup kegiatan, Dirut Perumda Finny Widianti mengingatkan para pedagang untuk mematuhi aturan zonasi (zoning) dan penataan lapak (floating) yang kini diterapkan. Mengingat pasar sudah beroperasi 24 jam, pedagang wajib menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Selain itu, pemenuhan kewajiban pembayaran harian/bulanan harus tetap berjalan tertib sesuai regulasi yang berlaku demi kenyamanan bersama.

Melalui kegiatan senam di Jumat Berkah ini, seluruh pihak terkait membuktikan kepada masyarakat luas bahwa Pasar Cisoka kini sudah sangat layak, aman, dan nyaman untuk dikunjungi sebagai pusat perbelanjaan keluarga. (Mala)

Page 2 of 667
Go to top