TANGERANG, lensafokus.id – Suasana penuh antusias dan kebahagiaan mewarnai kegiatan Pengundian Hadiah Umroh yang digelar pihak pengembang Batara Parkview di Marketing Gallery Batara Parkview, Minggu (10/5/2026). Program spesial dari Badak Perkasa Group ini menjadi bentuk apresiasi nyata kepada para konsumen yang telah mempercayakan pilihan hunian mereka di kawasan tersebut.
Acara yang dimulai pukul 14.00 WIB itu dihadiri ratusan konsumen, tamu undangan, serta sejumlah pihak terkait yang turut menyaksikan langsung proses pengundian hadiah umroh. Program ini diperuntukkan bagi konsumen yang telah menyelesaikan pembelian unit dan merealisasikan akad sesuai periode dan ketentuan yang berlaku.
Dari hasil verifikasi data yang dilakukan secara ketat, tercatat sebanyak 113 peserta sah berhak mengikuti pengundian hadiah tersebut.
Untuk memastikan proses berjalan adil dan transparan, pengundian dilakukan menggunakan sistem digital secara real-time dan ditampilkan langsung melalui layar lebar agar dapat disaksikan seluruh peserta yang hadir. Selain itu, kegiatan ini juga disaksikan oleh sejumlah saksi resmi dari berbagai instansi, mulai dari notaris, Dinas Sosial, kepolisian, pihak perbankan, hingga tokoh masyarakat setempat.
Suasana acara berlangsung meriah dan hangat. Para konsumen tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan, mulai dari pembukaan acara, penjelasan mekanisme pengundian, hingga momen penentuan pemenang hadiah umroh yang menjadi puncak acara.
Perwakilan Badak Perkasa Group menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan masyarakat kepada Batara Parkview.
“Program Umroh ini adalah wujud nyata rasa terima kasih kami. Kepercayaan masyarakat memilih Batara Parkview sebagai tempat tinggal adalah kebanggaan terbesar kami. Semoga apresiasi ini membawa manfaat dan keberkahan bagi seluruh konsumen yang telah menjadi bagian dari keluarga besar kami,” ujarnya.
Pihak pengembang juga menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan berbagai program menarik dan bermanfaat bagi konsumen, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan serta pengembangan hunian yang nyaman, aman, dan bernilai tinggi.
Kegiatan pengundian hadiah umroh tersebut ditutup dengan penuh kebahagiaan. Seluruh peserta, baik yang berhasil memenangkan hadiah maupun yang belum beruntung, tetap pulang dengan rasa puas atas perhatian dan apresiasi yang diberikan oleh Batara Parkview. (Red)
Kota Tangerang, lensafokus.id — Proyek rehabilitasi GOR Nambo yang berlokasi di Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, menjadi sorotan masyarakat. Proyek yang bersumber dari APBD Kota Tangerang Tahun Anggaran 2026 dengan nilai mencapai Rp1.439.826.670 itu diduga terhenti tanpa adanya penjelasan resmi dari pihak terkait.
Berdasarkan pantauan di lokasi, aktivitas pekerjaan terlihat tidak berjalan. Kondisi bangunan GOR Nambo pun dinilai belum mengalami perubahan signifikan. Sejumlah bagian bangunan masih tampak usang, sementara pekerjaan yang terlihat hanya sebatas pemasangan keramik pada tiang bagian luar gedung.
“Awalnya memang ada aktivitas pekerjaan, tetapi hanya pemasangan keramik di bagian luar. Setelah itu tidak terlihat lagi adanya pekerjaan sampai sekarang,” ujar seorang warga sekitar yang enggan disebutkan namanya.
Kondisi tersebut memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat. Warga mempertanyakan alasan rehabilitasi kembali dilakukan, mengingat GOR Nambo disebut belum lama diresmikan. Selain itu, terhentinya pekerjaan tanpa kejelasan dinilai menimbulkan dugaan adanya persoalan dalam perencanaan maupun pelaksanaan proyek.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa penghentian pekerjaan diduga berkaitan dengan persoalan teknis dan perencanaan. Namun hingga kini belum ada penjelasan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang.
Diketahui, proyek rehabilitasi tersebut dikerjakan oleh PT Cisadane Makmur Bersama dengan masa pelaksanaan selama 120 hari kalender.
Sejumlah pihak menilai, apabila proyek benar-benar terhenti tanpa alasan yang jelas, Pemerintah Kota Tangerang perlu segera melakukan evaluasi dan memberikan penjelasan terbuka kepada publik. Pasalnya, proyek tersebut menggunakan anggaran daerah yang berasal dari uang pajak masyarakat sehingga pelaksanaannya harus dilakukan secara transparan dan akuntabel.
Selain itu, kualitas perencanaan proyek juga menjadi perhatian. Masyarakat berharap proyek rehabilitasi fasilitas olahraga milik pemerintah tidak hanya menghabiskan anggaran besar, tetapi juga memberikan hasil nyata yang dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh warga.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dispora Kota Tangerang maupun kontraktor pelaksana belum memberikan tanggapan terkait dugaan terhentinya proyek rehabilitasi GOR Nambo tersebut. (Sumarna)
Jakarta, lrnsafokus.id -- Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menghadiri peluncuran Buku Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Anti Korupsi yang digelar di Sasana Bhakti Praja Kementerian Dalam Negeri, Senin (11/05/26)
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang mendukung penuh dan siap menyukseskan program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI untuk menjadikan pendidikan sebagai salah satu instrumen dalam pembentukan karakter dan kepribadian generasi penerus bangsa sejak dini.
"Kami mendukung penuh dan siap menyukseskan program Kemendikdasmen yang menjadikan pendidikan sebagai bagian untuk menguatkan pembentukan karakter dan kepribadian bangsa di jenjang sekolah dasar dan menengah," ujar Bupati Maesyal Rasyid
Menurut dia, nilai-nilai kejujuran, budi pekerti dan adab harus ditanamkan sejak dini, bukan hanya di lingkungan sekolah namun juga di keluarga dan masyarakat
"Budaya jujur, bersih dan beradab itu harus dimulai sejak dini. Anak didik kita tidak hanya mendapatkan pengetahuan dari kurikulum sekolah tapi juga pengalaman dari lingkungan keluarga dan masyarakat," tandasnya
Pihaknya berharap dengan adanya Buku Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Anti Korupsi tersebut dapat membantu para tenaga pendidik di jenjang pendidikan dasar dan menengah dalam memberikan arah dan metode mengajar yang lebih jelas terhadap penanaman nilai-nilai kejujuran, bersih dan anti korupsi kepada para anak didiknya
"Dengan buku ini diharapkan para guru bisa mendapatkan gambaran dan arah yang lebih jelas untuk mengajarkan nilai-nilai kejujuran, budaya bersih dan anti korupsi yang bermuara pada pembentukan dan penguatan karakter bangsa," ujarnya
Sentara itu, Mendikdasmen RI, Prof. Dr. Abdul Mu'ti mengatakan pihaknya terus berusaha menjadikan sekolah sebagai role model pembentukan karakter dan kepribadian bangsa yang kuat dan tangguh di semua jenjang pendidikan.
"Dengan peluncuran buku panduan tentang pendidikan antikorupsi ini, kami berkomitmen bahwa sekolah dapat menjadi model bagaimana budaya jujur, budaya bersih, budaya antikorupsi itu tidak sebatas hanya pengetahuan tapi menjadi budaya dan peradaban utama," ungkapnya
Lanjut dia, panduan pendidikan antikorupsi tersebut bukan sekedar buku semata, melainkan peta jalan strategis dalam membangun generasi bangsa yang berintegritas. Buku ini dirancang secara sistematis dan berjenjang. Panduan ini menjadi acuan nasional bagi satuan pendidikan dan pemangku kepentingan dalam menanamkan nilai antikorupsi sejak usia dini hingga menengah
"Panduan pendidikan antikorupsi ini menyajikan peta kompetensi yang jelas serta langkah langkah implementatif, sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam menumbuhkan pendidikan antikorupsi yang berkelanjutan," imbuhnya
Ketua KPK, Komjen Pol. (Purn) Setyo Budiyanto Ketua KPK yang juga hadir pada acara tersebut berharap buku panduan pendidikan anti korupsi tersebut bisa semakin memperkuat penanaman budaya bersih dan anti korupsi sejak dini kepada para peserta didik.
"Saya berharap bahwa untuk hari Ini, esok dan masa depan, antikorupsi tidak dimulai dari ruang persidangan tapi dari ruang kelas. Anak cucu kita sejak dini sudah bisa memahami budaya hidup jujur dan bersih serta bagaimana proses pencegahannya," harapnya. (red)
Jakarta Barat, lensafokus.id – SANTORINI Memorial Homes Cilegon menggelar Exclusive Gathering di Restoran Hao Di Fang, P4 Season City, Jakarta Barat, Minggu (10/5/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis perusahaan dalam memperluas kolaborasi sekaligus memperkenalkan konsep kawasan memorial premium kepada komunitas dan organisasi yang tergabung dalam PTK Indonesia.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Owner SANTORINI Memorial Homes Cilegon, Then Bui Phin, Manager Budi Hartono, beserta tim marketing. Turut hadir Ketua Umum PTK Indonesia, Yordanus, bersama jajaran pengurus serta tamu undangan dari berbagai perkumpulan afiliasi PTK Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut, terdapat tujuh agenda utama yang menjadi fokus pembahasan.
Agenda pertama yakni penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara SANTORINI Memorial Homes dengan sejumlah lembaga dan organisasi di bawah naungan PTK Indonesia. Kerja sama ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi anggota komunitas dalam memiliki lahan memorial dengan skema khusus.
Selanjutnya, Manager SANTORINI Memorial Homes, Budi Hartono, memaparkan konsep dan visi perusahaan sebagai legacy memorial park yang mengusung nuansa arsitektur Santorini, Yunani, dipadukan dengan nilai kekeluargaan Indonesia.
“Kami ingin setiap keluarga memiliki tempat peristirahatan terakhir yang indah, tenang, dan terjaga selamanya,” ujar Budi Hartono.
Pada sesi utama, pihak manajemen juga mengupas “9 Pilar SANTORINI” yang menjadi keunggulan kawasan memorial tersebut, meliputi konsep eco living, pemakaman prestisius bertaraf internasional, area makam yang nyaman dan indah, hingga perencanaan finansial agar tidak membebani keluarga di masa depan.
Selain itu, SANTORINI Memorial Homes menegaskan komitmennya untuk memberikan kontribusi kepada komunitas melalui program dana sosial, subsidi pembelian bagi anggota, serta dukungan terhadap berbagai kegiatan organisasi mitra.
Dalam kesempatan itu juga dilakukan pembukaan NUP (Nomor Urut Pemesanan) bagi para tamu undangan yang ingin mengamankan posisi awal pemilihan unit lahan terbaik di kawasan SANTORINI Memorial Homes.
Seluruh peserta gathering turut menerima materi promosi berupa company profile, brosur “9 Pilar SANTORINI”, dan privilege card khusus anggota perkumpulan afiliasi PTK Indonesia.
Acara kemudian ditutup dengan gala dinner dan hiburan musik di Restoran Hao Di Fang yang berlangsung hangat dan penuh keakraban antar mitra.
Owner SANTORINI Memorial Homes, Then Bui Phin, menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan PTK Indonesia dalam menjalin kerja sama tersebut.
“Terima kasih untuk kepercayaan rekan-rekan PTK Indonesia. MoU hari ini adalah awal. Kami berkomitmen menjaga amanah keluarga yang menitipkan legacy di SANTORINI,” tegasnya.
Melalui gathering ini, diharapkan terjalin kerja sama jangka panjang antara SANTORINI Memorial Homes dengan seluruh jaringan PTK Indonesia, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perencanaan memorial yang bermartabat sejak dini. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Sebanyak 25.000 buruh dari berbagai sektor di Kabupaten Tangerang tumpah ruah merayakan puncak peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026, di Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Tangerang, Minggu (10/5/26).
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, hadir langsung di tengah-tengah massa buruh didampingi jajaran Forkopimda, di antaranya Kapolresta Tangerang, Kapolres Metro Tangerang Kota, Kapolres Tangsel, Dandim 0510/Tigaraksa, Dansatradar, serta Kajari Kabupaten Tangerang, dan Sekda.
Dalam keterangannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan rasa syukur atas antusiasme dan kondusifitas para buruh dalam merayakan hari besar mereka. Ia merinci berbagai program yang disiapkan khusus untuk memanjakan para pekerja, mulai dari pekan olahraga, pengajian dan puncaknya mancing bersama dan bakti sosial
"Alhamdulillah, ada sekitar 25.000 buruh yang hadir merayakan puncak May Day di Kabupaten Tangerang. Kami bersama Forkopimda hadir untuk memastikan perayaan ini milik bersama. Berbagai kegiatan kita gelar, mulai dari mancing bersama dengan taburan ikan sebanyak 5 ton, hingga bazar sembako dan pangan murah untuk 3.000 paket," ujar Bupati Maesyal Rasyid.
Selain hiburan, Pemkab Tangerang bersama sektor swasta juga menyalurkan bantuan CSR berupa minyak goreng. Dia menambahkan sisi kemanusiaan tetap menjadi prioritas perayaan dengan adanya layanan cek kesehatan gratis dan donor darah yang dipadati peserta.
"Ini membuktikan kebersamaan antara pemerintah, Forkopimda, dan serikat buruh terus berjalan baik. Semua kegiatan ini murni untuk kepentingan buruh dan masyarakat. Tadi juga ada usulan agar tahun depan porsi olahraganya ditambah, tentu ini masukan yang positif," tambahnya.
Di tempat yang sama, Gubernur Banten Andra Soni yang turut hadir, memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi yang tercipta di Kabupaten Tangerang. Baginya, ini adalah kali kedua ia hadir secara berturut-turut dalam puncak perayaan May Day di Kab. Tangerang
"Saya mengapresiasi apa yang dilaksanakan oleh serikat buruh dan Bapak Bupati. Peringatan ini bukan sekadar seremoni, tapi ada aksi nyata seperti bakti sosial, cek kesehatan, hingga hiburan memancing yang sangat fenomenal," kata Andra Soni.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, buruh, dan pengusaha sebagai mesin penggerak pembangunan di Provinsi Banten.
"Semoga kolaborasi ini terus berjalan baik sehingga kemajuan Provinsi Banten, khususnya Kabupaten Tangerang, bisa semakin meningkat. Buruh adalah bagian utama dari tumbuh berkembangnya pembangunan di daerah kita," tegasnya.
Acara puncak May Day 2026 tingkat Kabupaten Tangerang ini ditutup dengan ramah tamah dan peninjauan langsung ke lokasi memancing serta posko layanan kesehatan oleh rombongan Bupati dan Gubernur Banten. (Red)
Tangerang, lensafokus.id — Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Tangerang kembali mengambil langkah tegas terhadap wajib pajak yang belum memenuhi kewajiban perpajakannya melalui tindakan pemasangan stiker pada sejumlah restoran di wilayah Kecamatan Kelapa Dua.
Kepala Bapenda Kabupaten Tangerang, Slamet Budi, menyampaikan bahwa langkah tersebut telah sesuai dengan ketentuan Pasal 103 ayat (1) Peraturan Daerah Kabupaten Tangerang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.
“Pemasangan stiker ini merupakan bagian dari upaya penegakan kepatuhan pajak daerah sekaligus bentuk transparansi kepada masyarakat. Kami tegaskan bahwa tindakan ini bukan penyegelan usaha, melainkan penindakan administratif terhadap wajib pajak yang belum menyelesaikan kewajibannya sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Slamet Budi.
Ia menjelaskan, sebelum tindakan pemasangan stiker dilakukan, Bapenda Kabupaten Tangerang telah terlebih dahulu menyampaikan surat teguran kepada wajib pajak yang bersangkutan. Namun hingga batas waktu yang telah ditentukan, belum terdapat itikad baik dari pemilik dan/atau penanggung jawab objek pajak restoran untuk menyelesaikan kewajiban perpajakannya.
“Kami mengimbau seluruh wajib pajak daerah agar kooperatif dan segera memenuhi kewajiban perpajakannya. Pajak daerah memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan dan pelayanan publik bagi masyarakat Kabupaten Tangerang,” tambahnya.
Diketahui, objek pajak restoran yang dilakukan penindakan administratif memiliki total tunggakan pajak daerah berdasarkan dokumen SKPDKB (Surat Ketetapan Pajak Daerah Kurang Bayar) sebesar Rp655.887.145,00 (enam ratus lima puluh lima juta delapan ratus delapan puluh tujuh ribu seratus empat puluh lima rupiah).
Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Wasdal Bapenda Kabupaten Tangerang, Arif, menegaskan bahwa pemasangan stiker, spanduk, papan informasi, plang, maupun media lainnya merupakan bentuk sanksi administratif dan sosial untuk mendorong wajib pajak segera menyelesaikan kewajibannya.
“Alhamdulillah, setelah dilakukan pemasangan stiker pada objek pajak yang memiliki tunggakan pajak daerah, salah satu wajib pajak segera melakukan pembayaran kewajiban pajaknya sebesar Rp124.176.831,00 (seratus dua puluh empat juta seratus tujuh puluh enam ribu delapan ratus tiga puluh satu rupiah),” ungkap Arif.
Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa langkah penagihan melalui pemasangan stiker cukup efektif dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak sekaligus mendorong percepatan realisasi penerimaan pajak daerah.
Arif menambahkan, penerapan penindakan administratif berupa pemasangan stiker, spanduk, papan informasi, plang, atau media lainnya diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi wajib pajak lain agar lebih patuh terhadap kewajiban perpajakan daerah.
“Apabila hingga batas waktu yang ditentukan wajib pajak masih belum melunasi kewajibannya, maka persoalan ini akan diserahkan kepada Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tangerang dan/atau Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) sebagai penegak Peraturan Daerah. Tahapan lanjutan dapat berupa penyegelan, penyitaan, penutupan izin usaha, hingga koordinasi dengan Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang melalui Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Kasi Datun) serta MCP KPK sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” pungkasnya. (Red)