Banten

Banten (6088)

Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid secara resmi membuka Lokakarya Adat Seni Budaya Warga Masyarakat Tangerang yang diselenggarakan oleh Himpunan Masyarakat Majemuk Indonesia (HMMI) di Aula Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kabupaten Tangerang, Kec. Curug, Minggu (18/1/26).

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa Kabupaten Tangerang merupakan daerah yang kaya akan keberagaman, mulai dari adat istiadat, seni tradisi, dan kearifan lokal yang menjadi kekuatan dalam membangun daerah.

“Kabupaten Tangerang memiliki keberagaman adat dan seni budaya yang sangat kaya. Ini merupakan modal sosial yang besar untuk membangun daerah yang harmonis, berkarakter, dan berdaya saing,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Ia menegaskan bahwa adat dan seni budaya bukan hanya warisan masa lalu, melainkan ada nilai-nilai luhur yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda

“Adat dan seni budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi warisan luhur yang mengandung nilai kebersamaan, gotong royong, toleransi, dan saling menghormati. Nilai-nilai inilah yang harus terus kita tanamkan kepada generasi muda agar mereka tidak kehilangan jati dirinya,” tegasnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen mendukung segala upaya pengembangan dan pelestarian seni budaya serta berbagai kearifan lokal lainnya melalui berbagai program dan kolaborasi lintas sektor.

“Pemerintah daerah akan terus hadir dan mendukung pelestarian adat serta seni budaya melalui kebijakan, program, dan sinergi dengan komunitas budaya, dunia pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat,” tandasnya.

Pihaknya berharap lokakarya tersebut dapat menghasilkan rekomendasi yang aplikatif dan program nyata yang dapat menjadi rujukan kebijakan pelestarian budaya daerah nantinya

“Saya berharap dari lokakarya ini lahir gagasan-gagasan konstruktif dan rekomendasi yang dapat kita tindak lanjuti bersama demi kemajuan budaya di Kabupaten Tangerang,” harapnya.

Bupati pun menyampaikan apresiasi kepada HMMI atas terselenggaranya lokakarya tersebut sebagai ruang diskusi dan perumusan langkah konkret pelestarian budaya.

“Saya mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada HMMI yang telah berinisiatif menyelenggarakan lokakarya ini. Kegiatan ini menjadi wadah penting untuk berdiskusi, bertukar gagasan, serta merumuskan langkah nyata dalam melestarikan adat dan seni budaya masyarakat Tangerang,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut dihadiri juga oleh perwakilan unsur Forkopimda, Plh. Sekda Iwan Firmansyah, perwakilan pemerintah provinsi dan daerah, para tokoh adat, tokoh seni dan budaya, budayawan, akademisi, serta berbagai elemen masyarakat yang memiliki perhatian terhadap pelestarian budaya lokal. (Red)

Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah mengajak masyarakat untuk terus memperkuat keimanan dan ketakwaan, serta meneladani kesabaran dan keikhlasan Nabi Muhammad SAW dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Hal tersebut disampaikan Wabup Intan saat menghadiri peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriyah di Majlis Talim Raudlatul Falah, Desa Pasir Muncang Kec. Jayanti, Minggu (18/01/26)

"Marilah kita jadikan momentum peringatan Isra Miraj ini sebagai sarana untuk memperbaiki kualitas ibadah, khususnya shalat, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, maupun di tengah masyarakat. Mari kita tanamkan nilai-nilai keislaman kepada generasi muda agar tumbuh menjadi insan yang beriman, berilmu, dan berakhlakul karimah," ajak Wabup Intan.

Menurut dia, Isra Miraj Nabi Muhammad SAW bukan hanya menunjukkan kebesaran dan kekuasaan Allah SWT, tetapi juga mengandung pelajaran penting bagi kehidupan umat Islam, khususnya tentang perintah shalat sebagai tiang agama dan kebutuhan rohani yang membentuk akhlak dan kepribadian seorang muslim.

"Shalat bukan sekadar kewajiban ritual, melainkan kebutuhan rohani yang membentuk akhlak dan kepribadian seorang muslim. Shalat yang khusyuk akan mencegah perbuatan keji dan mungkar, serta menumbuhkan ketenangan, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat," tandasnya.

Lanjut dia, Pemerintah Kabupaten Tangerang senantiasa mendukung kegiatan keagamaan yang membawa manfaat bagi umat, sebagai bagian dari upaya mewujudkan masyarakat yang beriman, berakhlak mulia, dan sejahtera.

"Semoga melalui kegiatan ini, kita semua dapat mengambil hikmah Isra Miraj untuk diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Mari teladani kesabaran dan keikhlasan Rasulullah SAW dalam menghadapi berbagai ujian agar senantiasa mendapatkan pertolongan dan kemuliaan dari Allah SWT," ujarnya.

Pihaknya pun mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi segenap panita dan semua pihak yang telah mendukung serta membantu penyelenggaraan kegiatan tersebut.

"Saya mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Panitia Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Majlis Talim Raudlatul Falah yang telah menyelenggarakan kegiatan keagamaan ini. Kegiatan seperti ini sangat penting dalam memperkuat ukhuwah islamiyah serta membangun masyarakat Kabupaten Tangerang yang religius dan berakhlak mulia," pungkasnya. (Red)

Tangerang, lensafokus.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang kembali menyalurkan bantuan logistik ke sejumlah wilayah yang terdampak banjir akibat tingginya curah hujan yang melanda Kabupaten Tangerang dalam beberapa hari terakhir.

Pada Sabtu (17/01/2026), BPBD Kabupaten Tangerang secara serentak mendistribusikan bantuan logistik ke beberapa wilayah terdampak, di antaranya Desa Carenang dan Desa Kandawati Kecamatan Gunung Kaler, Desa Tanjung Pasir Kecamatan Teluknaga, Desa Patrasana Kecamatan Kresek, serta Desa Rawaboni Kecamatan Pakuhaji.

Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik, menyampaikan bahwa pendistribusian bantuan ini merupakan bentuk kehadiran dan kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat yang terdampak bencana.

“BPBD Kabupaten Tangerang terus berupaya merespons cepat kondisi di lapangan. Bantuan logistik ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat terdampak banjir serta memenuhi kebutuhan dasar mereka selama masa tanggap darurat,” ujar Ahmad Taufik.

Adapun bantuan logistik yang disalurkan kali ini meliputi gula pasir 60 Kg, beras ukuran 3.5 Kg sebanyak 350 karung, mie instan 200 Dus, minyak goreng 200 litrr, air mineral 200 dus, sarden 280 kaleng, Teh 120 pack, 25 paket family kids serta 25 paket kids wear.

BPBD Kabupaten Tangerang juga terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan kecamatan dan desa setempat guna memastikan kondisi masyarakat tetap aman serta kebutuhan dasar warga terdampak dapat terpenuhi dengan baik. (Red)

Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah meminta warga Perum Graha Pesona, khususnya warga RW. 10 agar memanfaatkan Gedung Serbaguna (GSG) untuk memperkuat kebersamaan, gotong-royong dan kepedulian sosial demi kemajuan bersama.

Hal tersebut diungkapkan Wabup Intan saat meresmikan GSG Warga RW. 10 Perum Graha Pesona Kel. Mekarbakti Kec. Panongan, Sabtu (17/01/26)

"Saya minta kepada seluruh warga RW. 10 Graha Pesona ini, manfaatkan GSG yang sudah terbangun ini untuk memperkuat kebersamaan, gotong-royong dan kepedulian sosial demi kemajuan bersama seluruh warga," pinta Wabup Intan

Lanjut dia, Pemerintah Kabupaten Tangerang akan terus mendorong dan menguatkan tumbuhnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan dan pemberdayaan, seperti yang telah ditunjukkan oleh warga Graha Pesona RW 10. Dia juga menegaskan bahwa dukungan dan partisipasi aktif dari masyarakat merupakan fondasi kuat suksesnya pembangunan yang berkelanjutan.

"Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Tangerang, saya mengucapkand terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh warga Graha Pesona RW 10 yang telah menjaga nilai luhur gotong royong ini. Nilai inilah yang menjadi kekuatan utama masyarakat kita, sekaligus fondasi dalam membangun lingkungan yang rukun, aman, dan sejahtera," ujarnya

Menurut dia, GSG yang sudah terbangun kokoh merupakan cerminan wajah dan kebanggaan warga RW. 10 serta wujud dari hasil pembangunan yang sesungguhnya dimulai dari, oleh dan untuk semua warga.

"Mari kita jaga dan rawat gedung ini bersama-sama. Karena gedung ini milik kita semua, hasil dari kebersamaan kita, dan akan kembali manfaatnya untuk seluruh warga," tandasnya

Dia juga menambahkan Pemkab Tangerang melalui Dinas Koperasi telah mengadakan program Inkubasi UMKM. Melalui, program inkubasi tersebut, UMKM yang sudah diseleksi akan diberikan bimbingan, pendampingan dan pelatihan serta bantuan lainnya

"Silahkan nanti UMKM yang ada di sini daftarkan ke Dinas Koperasi. Setelah diseleksi nanti UMKM akan diberikan bimbingan, pelatihan, pendampingan dan bantuan lainnya, bagaimana meningkatkan kualitas produk sampai dengan teknik pemasarannya," jelasnya

Dia berharap Gedung Serba Guna ini ke depan dapat menjadi rumah bersama bagi warga seperti tempat bermusyawarah mempererat silaturahmi dan kebersamaan, serta ruang tumbuhnya berbagai kegiatan positif, baik sosial, keagamaan, pendidikan, kepemudaan maupun peningkatan ekonomi warga.

Sementara itu, Ketua RW. 10 Perum Graha Pesona, Ahmad Mulyadi mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah dan anggota DPRD, pihak kecamatan dan kelurahan yang telah merealisasikan pembangunan GSG warga. Menurut dia, GSG tersebut akan menjadi pusat aktifitas warga mulai dari olahraga, sosial dan peningkatan ekonomi warga.

"Terima kasih kepada pemerintah daerah dan anggota DPRD yang telah merealisasikan pembangunan GSG ini. GSG warga Graha Pesona ini selain untuk sebagai pusat aktifitas olahraga, Posyandu dan sosial lainnya tapi juga akan kami gerakan untuk meningkatkan ekonomi warga," ujarnya

Pada peresmian tersebut juga dihadiri oleh anggota DPRD Kab. Tangerang, Plt. Camat Panongan, Forkopimcam, Lurah Mekarbakti, Binamas, Babinsa, ketua RW. 10, para ketua RT dan tokoh masyarakat setempat. (Red)

TANGERANG, lensafokus.id — Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang resmi meluncurkan unit usaha Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Buaran Indah, Kecamatan Tangerang, Kamis (15/1/2026). Kehadiran koperasi ini diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian serta meningkatkan pendapatan masyarakat, khususnya warga Kelurahan Buaran Indah dan Kota Tangerang secara umum.

Peresmian tersebut digelar di Kelurahan Buaran Indah dan dihadiri Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Disprindagkop UMKM) Kota Tangerang, Suli Rosadi, Camat Tangerang Yudhi Pradana, para lurah, kepala seksi, serta staf se-Kecamatan Tangerang.

IMG 20260117 WA0026

Kepala Disprindagkop UMKM Kota Tangerang, Suli Rosadi, mengapresiasi langkah jajaran pengurus KKMP Buaran Indah yang telah menjalankan unit usaha koperasi berupa ritel sembako. Menurutnya, unit usaha tersebut sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat dan memiliki potensi besar untuk berkembang.

“Kami menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran pengurus koperasi yang sudah mulai menggerakkan unit usaha sesuai kebutuhan masyarakat sekitar Buaran Indah khususnya dan Kota Tangerang pada umumnya,” ujar Suli.

Ia menambahkan, dukungan terhadap KKMP Buaran Indah juga datang dari berbagai pihak. Mulai dari Perum Bulog yang siap menyuplai kebutuhan bahan pokok seperti beras, hingga JNE yang akan membantu mendorong layanan ekspedisi pengiriman barang serta penjualan koperasi.

“Tadi kita lihat sudah ada beberapa pihak yang mendukung unit usaha koperasi ini. Semoga ke depan dapat berjalan lancar, produktif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, Camat Tangerang, Yudhi Pradana, menegaskan Pemkot Tangerang mendukung penuh langkah pengurus koperasi dalam mengembangkan unit usaha ritel sembako yang telah mulai beroperasi dan melayani kebutuhan warga.

“Terlebih KKMP Buaran Indah telah resmi menjalin kerja sama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Bulog. Kami akan terus mendorong agar unit usaha koperasi ini berkembang dan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan ekonomi masyarakat Buaran Indah,” kata Yudhi.

Dalam kesempatan tersebut, Camat Tangerang juga menyerahkan kartu anggota koperasi secara simbolis sebagai tanda resmi beroperasinya KKMP Buaran Indah. Ia berharap koperasi ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh warga setempat.

“Kami berharap KKMP Buaran Indah bisa tumbuh dan berkembang secara signifikan, serta mampu menambah penghasilan para anggotanya. Keanggotaannya diharapkan diisi oleh warga Buaran Indah sendiri,” ujarnya.

Pemkot Tangerang pun berharap KKMP Buaran Indah dapat terus beroperasi secara produktif dan berkontribusi besar dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat Buaran Indah khususnya, serta Kota Tangerang pada umumnya. (Sumarna)

Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meninjau langsung titik lokasi banjir di Perumahan Taman Cikande, Desa Cikande, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang. Dalam kunjungannya tersebut, Bupati Maesyal Rasyid tidak hanya menyerahkan bantuan logistik, tetapi juga ikut memasak bersama ibu-ibu di dapur umum serta makan bersama warga terdampak banjir. Jumat, (16/1/26).

Bupati Tangerang hadir didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, serta Camat Jayanti. Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Tangerang tersebut disambut hangat oleh masyarakat setempat.

“Hari ini kami bersama Kepala BPBD, Pak Kadis Bina Marga, Pak Camat, alhamdulillah bisa bertemu langsung dengan masyarakat di Perumahan Taman Cikande, Desa Cikande, Kecamatan Jayanti, untuk melihat secara langsung kondisi banjir yang terjadi di wilayah ini,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.

Dalam dialognya bersama warga, Bupati menyampaikan bahwa masyarakat mengusulkan beberapa langkah penanganan banjir, di antaranya pembangunan tanggul di Sungai Cidurian serta pembangunan pintu air antara Sungai Cidurian dan Sungai Parung Ceri

“Tadi sudah disampaikan oleh warga bahwa penanganannya salah satunya adalah pembangunan tanggul di Sungai Cidurian dan pembuatan pintu air antara Sungai Cidurian dengan Sungai Parung Ceri. Permohonan-permohonan ini akan segera kami bahas dan tindak lanjuti yang terbaik untuk masyarakat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pembangunan tanggul dan pintu air tersebut memerlukan ijin dan koordinasikan lebih lanjut dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), mengingat kewenangan sungai besar berada di pemerintah pusat. Namun demikian, Pemkab Tangerang akan terus berupaya agar pembangunan pintu air dapat direalisasikan lebih cepat.

“Mudah-mudahan ini bisa kita lakukan di tahun 2026, paling lambat 2027. Kami mohon doa dari masyarakat agar upaya ini bisa segera terealisasi sesuai ketentuan yang berlaku,” tambahnya.

Dia juga menyampaikan bahwa dalam beberapa hari terakhir pihaknya terus memantau dan turun langsung ke berbagai wilayah terdampak banjir di Kabupaten Tangerang.

“Sudah lima hari ini, kami turun langsung ke lokasi banjir, mulai dari Kosambi, Teluknaga, Kresek, Pakuhaji, dan hari ini di Jayanti. Kami tidak hanya datang bertemu warga lalu pulang, tetapi mendengarkan aspirasi masyarakat dan menindaklanjutinya,” jelasnya

Lanjut dia, secara keseluruhan banjir melanda 24 kecamatan di Kabupaten Tangerang, mencakup 119 desa dan kelurahan, dengan jumlah terdampak sekitar 14 ribu kepala keluarga atau 62 ribu jiwa.

“Ini menjadi tanggung jawab kita bersama, mulai dari pemerintah daerah, para camat, kepala desa, hingga unsur Muspika dan Muspida. Saya ucapkan terima kasih atas kerja sama dan kerja keras semua pihak,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah, menjelaskan bahwa penanganan banjir di Kabupaten Tangerang tidak bisa dilakukan Pemkab Tangerang sendiri namun harus melibatkan lintas sektor, sesuai kewenangan dan ketentuan perundang-undangan.

“Kami selalu berkoordinasi dengan BBWS C3 karena sungai-sungai besar dan anak sungainya merupakan kewenangan pusat dalam hal ini kementrian PU. Untuk drainase perumahan dan anak sungai kecil, itu menjadi kewenangan pemerintah daerah dan akan terus kami lakukan,” jelas Iwan

Ia menambahkan bahwa banjir tidak hanya disebabkan oleh persoalan drainase, tetapi juga alih fungsi lahan dan berkurangnya daerah tangkapan air di wilayah hulu serta perilaku masyarakat yang kurang peduli lingkungan

“Solusi ke depan bukan hanya normalisasi sungai, tetapi juga pembangunan kolam retensi di wilayah hulu dan tengah. Ini semua akan terus kami koordinasikan dengan pemerintah pusat. Masyarakat juga harus merubah perilakunya agar lebih peduli pada lingkungannya masing-masing,” tutupnya. (Red)

Page 10 of 609
Go to top