Tangerang, lensafokus.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang terus menegaskan komitmennya dalam memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi seluruh pekerja di wilayahnya. Hal tersebut ditunjukkan melalui penyelenggaraan kegiatan Sosialisasi Percepatan Universal Coverage Jamsostek (UCJ) dan Kepatuhan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sektor Jasa Konstruksi APBD Tahun 2026, yang berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) Tigaraksa, Puspemkab Tangerang, Selasa (08/09/26).
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, serta turut dihadiri Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Kadisnaker) Kabupaten Tangerang Rudi Lesmana, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Banten Muhyidin, Assisten Daerah II, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat se-Kabupaten Tangerang, direktur RSUD, serta kepala UPT Puskesmas.
Dalam sambutannya mewakili Bupati Tangerang, Sekda Kabupaten Tangerang Soma Atmaja menyampaikan bahwa dinamika pembangunan di Kabupaten Tangerang tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik seperti jalan, jembatan, dan fasilitas publik, melainkan juga harus menyasar perlindungan bagi tenaga kerja yang berada di balik pembangunan tersebut.
“Pembangunan daerah terwujud berkat kerja keras dan keringat para pekerja. Oleh karena itu, perlindungan jaminan sosial adalah bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembangunan itu sendiri. Pemkab Tangerang berkomitmen penuh mempercepat capaian Universal Coverage Jamsostek agar seluruh pekerja, khususnya pekerja rentan, terlindungi oleh negara,” ujar Sekda Soma.
Sekda Soma menekankan bahwa Pemkab Tangerang telah mengalokasikan program perlindungan bagi 500 ribu pekerja rentan sebuah capaian besar yang setara dengan tingkat provinsi. Tak hanya itu, Pemkab Tangerang juga mengalokasikan anggaran kesehatan sekitar Rp400 miliar guna memastikan seluruh warga terlayani di 4 RSUD dan 44 Puskesmas di wilayah Kabupaten Tangerang.
Sekda Soma juga menginstruksikan kepada seluruh kepala OPD, camat, kepala puskesmas, hingga direktur rumah sakit untuk memastikan setiap proyek pekerjaan daerah termasuk Pengadaan Langsung (PL) mewajibkan para penyedia jasa (vendor) mendaftarkan para pekerjanya ke dalam program BPJS Ketenagakerjaan.
Sementara itu, Kepala Disnaker Kabupaten Tangerang, Rudi Lesmana, menjelaskan bahwa cakupan kepesertaan Jamsostek di Kabupaten Tangerang saat ini telah mencapai 1.063.189 pekerja dari total potensi 1.548.000 pekerja, atau sekitar 68,68 persen.
Untuk mengejar target UCJ sebesar 80 persen, Pemkab Tangerang bersama BPJS Ketenagakerjaan fokus menutup gap sekitar 485.395 pekerja yang belum terlindungi, salah satunya melalui penegakan kepatuhan pada sektor jasa konstruksi yang bersumber dari APBD.
"Dari potensi 80.157 pekerja jasa konstruksi APBD di Kabupaten Tangerang, saat ini baru 4.067 pekerja yang terdaftar. Melalui Sosialisasi dan pengeluaran Surat Edaran (SE) Bupati Tangerang Tahun 2026 ini, kami menegaskan bahwa kepatuhan BPJS Ketenagakerjaan menjadi checklist wajib dalam proses pengadaan barang dan jasa pemerintah," tegas Kadisnaker Rudi.
Kadisnaker Rudi juga mengapresiasi Kecamatan Curug yang tercatat sebagai wilayah dengan tingkat kepatuhan perlindungan pekerja jasa konstruksi APBD tertinggi saat ini. Selain itu, guna mempercepat cakupan kepesertaan, Pemkab Tangerang tengah mematangkan skema inovasi program "1 ASN Melindungi 1 Pekerja Rentan" yang digagas oleh Bupati Tangerang.
Adapun sosialisasi ini merujuk pada regulasi landasan hukum kepatuhan, antara lain:
1. Peraturan Pemerintah No. 44 Tahun 2015
2. Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 5 Tahun 2021
3. Peraturan LKPP No. 12 Tahun 2021
4. Surat Edaran Mendagri No. 400.5.7/5215/SJ
5. Surat Edaran Bupati Tangerang Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Jasa Konstruksi.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Banten, Muhyidin, mengapresiasi langkah progresif Pemkab Tangerang yang menjadi contoh nasional dalam perlindungan pekerja rentan.
"Langkah Pemkab Tangerang melindungi 500 ribu pekerja rentan adalah best practice secara nasional. Melalui kolaborasi dan terbitnya SE Bupati ini, kita bersama-sama menyasar para buruh harian dan pekerja konstruksi, baik pada proyek APBD, APBN, maupun sektor swasta," jelas Muhyidin.
Muhyidin menjelaskan, pekerja sektor jasa konstruksi dilindungi dalam dua program utama, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).
"Jika terjadi risiko kecelakaan kerja, seluruh biaya pengobatan akan ditanggung penuh (unlimited) sampai sembuh di RSUD maupun rumah sakit swasta yang bekerja sama, lengkap dengan layanan ambulans. Penyedia jasa atau vendor tidak perlu lagi mengeluar dana mandiri. Apabila terjadi risiko kematian, hak-hak ahli waris juga dipastikan diterima dengan cepat dan tepat," pungkasnya.
Dengan sinergi antara Pemkab Tangerang, BPJS Ketenagakerjaan, serta pengawasan ketat dari BPKAD, UKPBJ, dan Inspektorat, diharapkan target percepatan Universal Coverage Jamsostek dapat tercapai demi mewujudkan kesejahteraan dan kesetaraan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang untuk menuntaskan program Asrama Pondok Pesantren (Aspontren) dan Sanitasi berbasis Pesantren (Sanitren) kepada 1.100 penerima manfaat selama 3 tahun ke depan.
Hal tersebut diungkapkan Bupati Maesyal Rasyid saat membuka acara fasilitasi pelaksanaan bantuan program Aspontren dan Sanitren di Hotel Lemo, Selasa (08/09/26)
"Kita ingin tuntaskan 1.100 yang mendapatkan program Sanitasi Pondok Pesantren dan juga program Asrama Pondok Pesantren. Jadi nanti untuk tahun 2027 ditambah lagi, saya ingin 3 tahun ke depan itu tuntas semuanya atau jangan terlalu banyak sisanya," ungkap Bupati Maesyal Rasyid
Dalam sambutannya, dia menyebut sekitar 75 pondok pesantren telah mendapatkan bantuan program Aspontren pada tahun 2025. Tahun 2026, penerima bantuan program Aspontren tersebut naik menjadi 150 penerima manfaat.
Menurut dia, Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang terus berusaha dan tidak pernah berhenti untuk melaksanakan pembangunan, khususnya terkait dengan pembangunan sarana pondok pesantren baik asramanya maupun sanitasinya agar lebih aman, nyaman dan sehat serta mampu mendorong peningkatan usaha para santri secara mandiri .
"Tahun 2025 sudah kita bangunkan asrama pondok pesantren sebanyak 75 dan sanitasinya juga sudah kita bangunkan dulu. Sekarang kita bangunkan pondok pesantren asramanya sebanyak 150, naik dua kali lipat dari tahun lalu. Insyaallah mohon doanya dari para kiai dan para ulama, nanti 2027 kita tambah lagi jumlahnya sesuai dengan kemampuan keuangan daerah karena pondok pesantren yang ada di Kabupaten Tangerang kurang lebih ada 1.100," ujarnya.
Lanjut dia, bantuan program Aspontren dan Sanitren merupakan bagian dari pembangunan dan wujud komitmen nyata pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan kualitas pondok pesantren dan sumber daya manusia, khususnya para santri agar para santri ini bisa lebih semangat belajar, mandiri dan mampu memberikan kontribusinya kepada keluarga, masyarakat, umat dan bangsa.
"Program yang muncul dari ide Pak Zaki ini akan terus kita lanjutkan dan tingkatkan. Asrama dan Sanitren ini penting sekali kita perbaiki, kita bangun untuk meningkatkan semangat belajar para santri-santri yang akan melanjutkan perjuangan para kiai, para ustadz, para ustadzah yang ada di Kabupaten Tangerang," imbuhnya.
Dia juga menyampaikan pesan kepada para kiai, pimpinan dan pengurus pondok pesantren untuk terus meningkatkan pembinaan kepada umat dan para santri agar mereka bisa menjadi generasi penerus yang mampu melanjutkan perjuangan dan tugas-tugas mulia para kiai, ustadz dan ustadzah.
"Kepada para kiai, para pimpinan pondok pesantren untuk terus membina umat dan santrinya, supaya bisa mandiri dan semangat belajarnya. Santri itu adalah pimpinan kita yang akan datang, khususnya dalam membimbing, membina umat serta melanjutkan perjuangan dan tugas-tugas para kiai, ustadz dan para ustadzah," imbaunya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maeysal Rasyid membuka kongres Dewan Pengurus Kabupaten Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (DPK-IKAPTK) Kab. Tangerang yang dilaksanakan di Hotel Vega Gading Serpong Kec. Kelapa Dua, Minggu (06/09/26)
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid mendorong IKAPTK Kab. Tangerang sebagai mitra pemerintah daerah dapat terus menguatkan sinergi dan kolaborasi menjadi motor penggerak pembangunan daerah
"Saya mohon IKAPTK Kabupaten Tangerang sebagai mitra pemerintah daerah bisa terus menguatkan sinergi dan kolaborasi jadi motor penggerak pembangunan daerah," ujar Bupati Maesyal Rasyid
Ia berharap semua pengurus seserta anggota IKAPTK Kab. Tangerang bisa bersama-sama menguatkan komitmen agar pelaksanaan kongres berjalan tertib dan lancar.
"Saya berharap kongres ini bisa dilaksanakan secara tertib dan lancar. Terserah nanti kepengurusannya mau secara aklamasi atau melalui pemilihan mekanisme yang berlaku," harapnya
Dia juga menghimbau kepada seluruh peserta kongres IKAPTK Kab. Tangerang mengikuti seluruh rangkaian kongres dan mentaati segala keputusan yang telah ditetapkan.
"Siapapun nanti yang terpilih, itulah kepercayaan kita semua. Syukur-syukur paling senior supaya menjadi panutan, suri teladan dan aktif. Kalau yang muda terpilih yang senior harus membimbing," tegasnya
Selain itu, Bupati juga memberikan pesan kepada ketua dan pengurus yang terpilih nantinya agar bekerja dengan baik dan bertangung jawab, sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing serta terus memperkuat jaringan
"Saya mohon kepada teman-teman yang sudah dipercaya, bekerjalah sesuai kapasitas dan kedudukan yang ada. Bekerjalah dengan baik dan bertanggung jawab. Kedua bangun komunikasi dan bisa berkolaborasi dengan organisasi yang ada di Kabupaten Tangerang," imbuhnya
Sementara itu, Pembina IKAPTK Kab Tangerang, Soma Atmaja mengatakan bahwa agenda kongres tersebut, salah satunya adalah memilih ketua dan pengurus DPK-IKAPTK Kab. Tangerang periode 2026-2031.
"Mudah-mudahan akan terpilih Ketua IKAPTK yang baru periode 2026 2031. Siapapun yang terpilih nanti harus menjadi perekat kita bersama untuk membawa organisasi ini lebih baik lagi, buat organisasi, negara bangsa dan Kabupaten Tangerang," ujar Soma
Pada kongres tersebut akhirnya memilih Supriadi yang juga menjabat Kepala Dinas Pendidikan sebagai ketua DPK IKAPTK Kab. Tangerang periode 2026-2031. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Ia mengungkapkan, sebaran abu vulkanik akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau meluas di sejumlah wilayah Kabupaten Tangerang. Imbauan tersebut disampaikan Bupati Tangerang, Minggu (6/9/26).
“Ya, memang betul. Jadi abu vulkanik Krakatau ini dengan erupsinya sampai ke Tangerang. Buktinya tadi pagi saya bangun, keluar, ternyata itu banyak debu-debu yang ada di atas genteng, di atas kap mobil dan juga ada beberapa tempat yang memang banyak debunya itu dari Krakatau,” ujar Bupati Maesyal Rasyid
Ia meminta masyarakat untuk lebih berhati-hati, khususnya ketika melakukan aktivitas di luar rumah. Penggunaan masker dinilai penting untuk mengurangi risiko menghirup partikel abu vulkanik yang terbawa hingga ke wilayah Kabupaten Tangerang.
“Oleh karenanya, pada momentum hari ini, kami atas nama pemerintah daerah mengajak kepada seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang supaya lebih hati-hati lagi. Dan kalau beraktivitas ke mana-mana menggunakan masker untuk menghindari menghirup abu vulkanik tersebut,” katanya.
Bupati juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama berdoa agar aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau segera mereda dan tidak menimbulkan dampak yang lebih luas.
“Yang jelas, setiap hari sekarang kita harus menggunakan masker sementara ini saat aktivitas di luar. Kita ingin semuanya sehat, semuanya sukses, dan panjang umur,” tuturnya.
Pihaknya juga menghimbau seluruh masyarakat tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan serta terus mengikuti informasi dan arahan resmi dari instansi terkait mengenai perkembangan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau
"Kami dari Pemerintah Kabupaten Tangerang juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta mengikuti informasi dan arahan resmi dari instansi terkait mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan sebaran abu vulkanik," pungkasnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menghadiri peringatan Milad ke-3 Sekolah Islam Terpadu (SIT) Al-A’raf, di Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Minggu (6/9/26).
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid menegaskan bahwa pendidikan merupakan salah satu fondasi utama dalam membangun masa depan daerah dan bangsa. Untuk itu, lembaga pendidikan tidak hanya dituntut memberikan pengetahuan akademik, tetapi juga harus mampu menanamkan nilai agama, akhlak, karakter, kedisiplinan dan kepedulian sosial kepada peserta didik.
“Kita ingin anak-anak Kabupaten Tangerang tumbuh menjadi generasi yang unggul, berkarakter, mandiri, kreatif dan mampu menghadapi berbagai tantangan zaman, namun tetap berpegang teguh pada nilai-nilai agama, moral dan budaya yang baik,” katanya.
Dalam sambutannya Bupati Maesyal menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, yayasan, sekolah, guru, orang tua dan masyarakat dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkualitas. Untuk itu, dia menyampaikan ucapan selamat sekaligus mengapresiasi atas kontribusi SIT Al A’raf dalam pembangunan bidang pendidikan di Kabupaten Tangerang.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang, saya menyampaikan selamat Milad Sekolah Islam Terpadu Al A’raf yang ke-3. Semoga momentum ini menjadi bagian penting untuk melakukan evaluasi, memperkuat kebersamaan, serta meningkatkan kualitas pendidikan dan pembinaan generasi muda di Kabupaten Tangerang,” ucapnya.
Ia memberikan apresiasi kepada para guru dan tenaga pendidik atas dedikasi dan dukungan mereka dalam membentuk karakter anak-anak. Selain itu, dia juga berharap para orang tua terus memberikan pendampingan, keteladanan dan perhatian kepada anak, karena pendidikan utama dimulai dari lingkungan keluarga.
Bupati juga berpesan agar terus belajar, rajin beribadah, menghormati orang tua dan guru serta aktif dalam berbagai kegiatan positif.
“Jadilah generasi yang memiliki cita-cita besar. Gunakan waktu dengan kegiatan-kegiatan yang positif dan jangan mudah menyerah dalam meraih cita-cita,” pesannya.
Ia berharap peringatan Milad ke-3 SIT Al A’raf tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk semakin memperkuat komitmen bersama dalam mencetak generasi penerus Kabupaten Tangerang yang cerdas, sehat, berakhlak dan berdaya saing.
“Semoga Sekolah Islam Terpadu Al A’raf semakin maju, berkembang dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat Kabupaten Tangerang,” pungkasnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Keterbatasan jumlah ruang kelas tak menyurutkan semangat belajar siswa-siswi di SDN Cempaka 3, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang. Puluhan siswa Kelas 5A kini menempati ruangan bekas gudang yang telah disulap menjadi ruang baca sekaligus ruang belajar yang rapi dan nyaman.
Kepala Sekolah SDN Cempaka 3, Bai Sapinah, menjelaskan bahwa penempatan siswa Kelas 5A di ruangan tersebut dikarenakan sekolah belum memiliki ruang kelas tambahan yang memadai. Meski demikian, kendala tersebut dapat diatasi berkat kerja sama yang luar biasa dari semua pihak.
"Memang benar, siswa-siswi Kelas 5A sementara menempati ruang baca ini karena belum mendapatkan ruangan kelas yang layak. Namun saya sangat berterima kasih setinggi-tingginya kepada Bapak/Ibu Wali Kelas serta seluruh siswa-siswi yang ikut bergotong royong membersihkan dan menata ruangan ini, sehingga kini sudah layak digunakan untuk kegiatan pembelajaran," ujar Ibu Bai Sapinah, Senin (7/9/2026).
Dengan semangat kebersamaan, ruangan yang dulunya berdebu dan penuh tumpukan barang kini telah berubah wajah. Dinding dibersihkan, lantai disapu bersih, jendela dibuka lebar agar cahaya dan udara segar dapat masuk, serta meja dan bangku disusun rapi. Hasil kerja keras tersebut menjadikan ruangan sederhana itu terasa nyaman dan menyenangkan untuk belajar.
Kondisi ini membuktikan bahwa keterbatasan fasilitas bukan penghalang untuk menciptakan suasana belajar yang baik. Semangat gotong royong antara pendidik, siswa, dan dukungan orang tua menjadi modal utama agar proses pendidikan tetap berjalan lancar dan bermakna. Pihak sekolah berharap ke depannya dapat tersedia ruang kelas yang memadai bagi seluruh siswa. (Lingga)