Banten

Banten (7172)

TANGERANG, lensafokus.id — Krisis air bersih mulai dirasakan warga Kampung Kohod, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang. Dalam beberapa hari terakhir, warga mengaku kesulitan memperoleh air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari setelah sumber air tanah di lingkungan mereka mengering.

Kondisi tersebut langsung mendapat respons dari jajaran Polsek Pakuhaji. Setelah menerima laporan masyarakat, kepolisian berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang serta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Pakuhaji untuk mendistribusikan bantuan air bersih kepada warga, Kamis (10/9/2026).

Puluhan warga tampak berdatangan membawa galon, ember hingga berbagai wadah penampung air. Di tengah kondisi sumber air yang disebut semakin sulit didapat, bantuan tersebut menjadi salah satu upaya sementara untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Kapolsek Pakuhaji AKP Prapto Lasono, S.H., M.H., mengatakan langkah tersebut dilakukan setelah pihaknya menerima laporan langsung dari masyarakat mengenai kesulitan air bersih.

“Hari ini kami mendapatkan telepon dari masyarakat bahwa di Kampung Kohod kekurangan air sudah beberapa hari, air tanahnya sudah tidak ada. Sehingga kami berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Tangerang untuk mendistribusikan bantuan air bersih,” ujar AKP Prapto Lasono di lokasi, Kamis (10/9/2026).

Petugas BPBD bersama jajaran kepolisian dan pihak kecamatan kemudian membantu proses pengisian air ke wadah yang dibawa warga. Penyaluran dilakukan secara langsung agar bantuan dapat segera dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga.

Menurut AKP Prapto Lasono, air yang disalurkan diharapkan dapat sedikit meringankan beban warga, terutama untuk kebutuhan MCK dan keperluan sehari-hari lainnya.

“Semoga warga bisa menggunakan air bersih ini untuk kebutuhan MCK (Mandi, Cuci, Kakus) dan kebutuhan harian lainnya,” katanya.

Krisis air bersih tersebut menjadi perhatian karena air merupakan kebutuhan dasar yang tidak dapat ditunda. Karena itu, pemantauan terhadap kondisi Kampung Kohod dinilai penting, terutama apabila sumber air warga belum kembali normal dalam beberapa waktu ke depan.

Polsek Pakuhaji bersama BPBD dan unsur terkait menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi di wilayah tersebut. Koordinasi lintas instansi diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan agar kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama kondisi kekurangan air masih berlangsung. (Sumarna)

TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang kembali menorehkan prestasi di bidang manajemen kepegawaian. Dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Kepegawaian Tahun 2026 yang digelar di Kantor Regional III Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bandung, Rabu (9/9/2026), Pemkot Tangerang berhasil meraih lima penghargaan dan apresiasi dari BKN.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Tangerang, Jatmiko, mengatakan capaian tersebut menjadi bukti komitmen Pemkot Tangerang dalam meningkatkan kualitas tata kelola manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan kepegawaian di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang. Capaian ini tentu merupakan hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah dan ASN,” ujar Jatmiko.

Lima penghargaan yang diraih Pemkot Tangerang meliputi Juara Umum Kategori Indeks NSPK Manajemen ASN untuk wilayah kerja Kanreg III BKN Jawa Barat-Banten, Peringkat Terbaik I Capaian Indeks Kualitas Data Instansi di wilayah Provinsi Banten, serta Peringkat II se-Provinsi Banten atas Pencapaian Skor Arsip ASN.

Selain itu, Pemkot Tangerang juga mendapat penghargaan pada Kategori Indeks NSPK Manajemen ASN serta Kategori Pemanfaatan Aplikasi e-Kinerja BKN untuk Instansi Tipe Sedang di wilayah kerja Kanreg III BKN Jawa Barat-Banten.

Menurut Jatmiko, penghargaan tersebut bukan sekadar bentuk apresiasi, tetapi juga menjadi tantangan bagi Pemkot Tangerang untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas manajemen kepegawaian.

“Yang paling penting adalah bagaimana penghargaan ini dapat menjadi penyemangat untuk terus melakukan perbaikan. Pengelolaan ASN harus semakin profesional, berbasis data, dan mampu mendukung terwujudnya pelayanan publik yang semakin baik,” katanya.

Ia menegaskan, penguatan manajemen ASN menjadi bagian penting dalam membangun birokrasi yang efektif dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Karena itu, BKPSDM Kota Tangerang akan terus mendorong peningkatan kualitas data kepegawaian, pengelolaan kinerja, tata kelola ASN, serta pemanfaatan sistem digital dalam manajemen kepegawaian.

“Ke depan kami akan terus berkolaborasi dengan BKN dan seluruh perangkat daerah untuk memastikan tata kelola kepegawaian di Kota Tangerang semakin baik dan memberikan dampak nyata terhadap kualitas pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.

Capaian lima penghargaan tersebut semakin memperkuat komitmen Pemkot Tangerang dalam membangun manajemen ASN yang profesional, transparan, berbasis kinerja, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital demi mewujudkan pelayanan publik yang semakin berkualitas. (Sumarna)

Kota Tangerang, lensafokus.id - Momentum Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2026 menjadi kesempatan bagi Pemerintah Kota Tangerang untuk memperkuat komitmen dalam membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan. Upaya ini dilakukan melalui pembinaan atlet, peningkatan fasilitas olahraga, serta penyelenggaraan berbagai kompetisi bagi masyarakat dan atlet muda.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang Kaonang menyatakan, komitmen tersebut tercermin dari prestasi olahraga pelajar Kota Tangerang yang kembali meraih gelar juara umum Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XII Banten 2026. Kontingen Kota Tangerang berhasil mengoleksi 106 medali emas, 75 perak dan 84 perunggu dalam ajang tersebut.

”Tak hanya itu, Kota Tangerang juga menjadi juara umum Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA) IX Banten 2026 dengan raihan 17 medali emas, 10 perak, dan tiga perunggu. Capaian ini menunjukkan bahwa pembinaan olahraga terus diarahkan secara inklusif, termasuk bagi atlet pelajar penyandang disabilitas,” ungkap Kaonang, Rabu (9/9/26).

Pada POPDA XII Banten 2026, Kota Tangerang mengirimkan 411 atlet yang bertanding pada 26 cabang olahraga. Para atlet mendapat dukungan dari pelatih, asisten pelatih, manajer dan ofisial sebagai bagian dari persiapan menghadapi kompetisi tingkat daerah hingga nasional.

“Penguatan pembinaan atlet juga dilakukan melalui Pusat Pembinaan dan Latihan Olahraga Pelajar Daerah (PPLPD). Program tersebut menjadi bagian dari strategi menyiapkan atlet sejak usia pelajar agar memiliki kemampuan, pengalaman bertanding, dan mental kompetitif untuk melanjutkan prestasi ke jenjang yang lebih tinggi,” jelas Kaonang.

Di sisi fasilitas, Pemkot Tangerang terus memperluas akses masyarakat terhadap sarana olahraga. Saat ini tersedia 36 gedung olahraga, delapan stadion dan 66 lapangan terbuka yang dikelola untuk mendukung aktivitas olahraga. Sejumlah fasilitas lainnya juga tersedia, seperti sirkuit, panjat dinding, lapangan panahan dan lapangan tembak.

”Pembangunan dan perbaikan lapangan olahraga di kawasan permukiman juga terus dilakukan agar masyarakat dapat berolahraga lebih dekat dengan lingkungan tempat tinggal. Pemanfaatan sejumlah fasilitas olahraga juga semakin mudah melalui Tangerang LIVE dengan fitur Tim Sport,” katanya.

Selain pembinaan dan fasilitas, Kota Tangerang aktif menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan olahraga tingkat daerah, nasional hingga internasional. Penyelenggaraan event tersebut turut membuka peluang pengembangan sport tourism sekaligus memberikan dampak terhadap sektor ekonomi, seperti UMKM, kuliner, transportasi dan akomodasi.

“Melalui Haornas 2026, Pemkot Tangerang menegaskan bahwa pembangunan olahraga tidak berhenti pada pencapaian medali. Pembinaan atlet usia dini, peningkatan fasilitas, kompetisi yang berkelanjutan, serta perluasan partisipasi masyarakat menjadi bagian dari upaya menjadikan Kota Tangerang sebagai Sport City yang sehat, aktif, inklusif dan berprestasi,” tutupnya. (Red)

Kota Tangerang, lensafokus.id - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tangerang siap menggelar Culinary Day 2026 pada Sabtu (12/9/2026) mendatang.

Menghadirkan 83 tenant yang terdiri dari UMKM lokal, kuliner viral, hingga pelayanan publik, ajang tahunan ini menjadi agenda strategis untuk mendorong pertumbuhan usaha lokal dan memajukan potensi wisata kuliner Kota Tangerang.

Kepala Disbudpar Kota Tangerang Boyke Urif Hermawan menerangkan, gelaran tahunan ini dirancang sebagai wadah pelaku UMKM untuk mengenalkan produknya sekaligus meningkatkan pendapatan.

"Culinary Day 2026 bukan sekadar festival kuliner biasa, melainkan panggung nyata pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kami ingin memberikan akses pasar yang luas bagi para pelaku UMKM agar semakin berkembang dan berdaya saing," ujar Boyke.

Selain menghadirkan kuliner legendaris dan kekinian, gelaran ini juga mengikutsertakan berbagai instansi terkait guna memberikan pelayanan prima kepada warga.

Acara ini akan diramaikan oleh ragam kuliner populer, produk UMKM unggulan dari 13 kecamatan, serta dukungan jajaran hotel dan mitra swasta. Selain itu, pengunjung juga dapat memanfaatkan layanan publik terpadu di lokasi acara.

"Kami juga menyiagakan fasilitas pendukung secara optimal. Mulai dari panggung hiburan utama, photobooth, area VIP, hingga layanan darurat seperti posko keamanan, tim medis dan PMI, unit ambulans, serta armada pemadam kebakaran," pungkasnya.

Adapun jajaran tenant yang turut menyemarakkan Culinary Day 2026 di antaranya:

* Kuliner Populer & Industri Makanan: Kuali Bunda Al, Himari Snack, @gebsfoodsss, Mamam by Mican, Laksa Tangerang Mang Toyib, Ngodeng Tangerang, Choco Drink, Cilemboost, Kids Pucok, Pempek Tumpah Zakhyra, Fruity Delight, Say Burger, Omar Hotel, Extrajoss, Bejo Merah, Maxim, Freshcare, Sinde, Chatime, Pecelicious, Kuliner Viral, Stand Coffee Terio Dipo, Kecap SH, Stand Roti UMKM Evi, Stand Kopi Benteng Rio, Alpukat Kocok, hingga Ayoda Melon.

* Perhotelan dan Mitra Industri: Honda Mitra Gemilang Otista, Citadines Connect Airport Jakarta, Pakons Prime, Starradio, bjb, Golden Tulip Essential Tangerang, Howard Johnson by Wyndham Tangerang, Kyriad Hotel Jakarta Airport, Favehotel Hasyim Ashari, Narita, NEO+ Airport Jakarta, dan Novotel Tangerang.

* UMKM Binaan 13 Kecamatan: Stand khusus UMKM dari Kecamatan Karang Tengah, Neglasari, Periuk, Jatiuwung, Cipondoh, Batu Ceper, Benda, Cibodas, Pinang, Karawaci, Ciledug, Larangan, dan Tangerang.

* Pelayanan Publik Terpadu: Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Bapenda, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Kesehatan, serta BAZNAS Kota Tangerang.

Pemerintah Kota Tangerang mengajak seluruh masyarakat Kota Tangerang dan sekitarnya, untuk hadir memadati area acara pada Sabtu (12/9/2026), menikmati aneka jajanan khas, serta mendukung secara langsung geliat perekonomian UMKM lokal. (Red)

TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid memimpin rapat koordinasi penanganan darurat bencana dan antisipasi aktivitas Gunung Anak Krakatau bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tangerang di Gedung Pendopo Bupati Tangerang, Rabu (9/9/2026).

Rapat tersebut digelar sebagai langkah kesiapsiagaan Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama unsur Forkopimda dan perangkat daerah dalam mengantisipasi potensi dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau terhadap masyarakat.

Bupati Maesyal Rasyid mengatakan koordinasi lintas sektor harus terus diperkuat agar seluruh unsur dapat bergerak cepat apabila terjadi peningkatan aktivitas gunung maupun dampak terhadap masyarakat.

“Yang paling utama adalah kesiapsiagaan dan koordinasi. Semua unsur harus mengetahui tugasnya masing-masing dan siap bergerak apabila kondisi di lapangan membutuhkan penanganan,” ujar Bupati Maesyal.

Ia meminta seluruh perangkat daerah dan unsur Forkopimda untuk terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau serta memastikan kesiapan personel dan sarana pendukung di wilayah masing-masing.

Dari sektor kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang telah mendistribusikan masker ke Puskesmas, masyarakat, dan sejumlah tempat umum. Ketersediaan masker di apotek, minimarket, dan supermarket juga dipastikan masih mencukupi untuk mengantisipasi paparan abu vulkanik.

“Tenaga kesehatan juga kita minta tetap siaga di tempat tugas. Kita harus mengantisipasi kemungkinan gangguan kesehatan seperti iritasi mata, ISPA, maupun gangguan kulit akibat abu vulkanik,” katanya.

Sementara itu, BPBD Kabupaten Tangerang bersama Perumdam Tirta Kerta Raharja dan instansi terkait diminta aktif melakukan penyiraman jalan serta mengantisipasi potensi kebakaran lahan dan semak-semak kering. Penyiraman rutin juga dilakukan di area TPA untuk mencegah kebakaran akibat kondisi cuaca kering.

Di sektor pendidikan, Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang telah menerapkan kebijakan pembelajaran jarak jauh bagi sekolah-sekolah yang berada di zona rawan terdampak. Sementara unsur TNI dan Polri bersama perangkat daerah terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan meningkatkan kesiapsiagaan melalui piket harian.

“Semua sektor harus bergerak bersama. Jangan sampai ada yang berjalan sendiri-sendiri. Kita ingin penanganan dan informasi kepada masyarakat bisa cepat, tepat, dan terkoordinasi,” tegasnya

Berdasarkan hasil pemantauan, aktivitas Gunung Anak Krakatau saat ini berada pada Level III atau Siaga (Siaga 3) dan masih terjadi erupsi kecil.

Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah mengatakan, permasalahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta pembuangan sampah liar masih menjadi perhatian utama di Kabupaten Tangerang. Hal tersebut disebabkan masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan dan mencegah potensi kebakaran.

“Beberapa insiden kebakaran telah terjadi di beberapa titik, seperti di wilayah Bojong Nangka, lalu di ICE BSD Kecamatan Pagedangan, serta di Desa Matagara. Untuk itu, pihak kecamatan, kepala desa, dan lurah diminta terus mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan,” ujar Wabup Intan.

Ia menambahkan, kesiapsiagaan pos pemadam kebakaran dan kelengkapannya juga perlu terus dipastikan kesiapannya, termasuk Pos Damkar 2 Pagedangan. Selain itu, para pemulung diimbau tidak masuk dan membakar sampah di area Tempat Pembuangan Akhir (TPA), karena dapat meningkatkan risiko kebakaran yang dapat membahayakan keselamatan serta menghambat aktivitas pemadaman. (Red)

Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah meresmikan Swaka Gedung Serbaguna (GSG) yang berlokasi di Jalan Raya Cisoka-Cangkudu, Rabu (09/09/26)

Dalam sambutannya, Wabup Intan mengucapkan selamat dan mengapresiasi atas selesai dan dibukanya Swaka GSG Cisoka yang berlokasi di kawasan strategis tersebut

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang, saya mengucapkan selamat dan sukses atas dibukanya Swaka Gedung Serba Guna di kawasan strategis Jalan Raya Cisoka Cangkudu ini," ujar Wabup Intan.

Ia mengatakan, Kabupaten Tangerang terus mengalami perkembangan, baik dari sisi infrastruktur, kawasan permukiman maupun sektor ekonomi. Pertumbuhan penduduk dan semakin dinamisnya aktivitas masyarakat turut meningkatkan kebutuhan terhadap sarana pendukung yang memadai.

Menurutnya, Swaka Gedung Serbaguna tersebut menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat akan tempat pertemuan yang lebih representatif seperti: pernikahan, seminar, kegiatan bisnis, kebudayaan, sosial, keagamaan, hingga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi masyarakat.

“Gedung ini sangat diperlukan karena lokasinya cukup strategis dan dapat menjangkau masyarakat dari beberapa kecamatan di wilayah sekitar. Mudah-mudahan keberadaan fasilitas ini bisa memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” katanya.

Lanjut dia, Pemerintah Kabupaten Tangerang senantiasa mendukung keterlibatan sektor swasta dalam menghadirkan ruang-ruang publik yang bermanfaat. Dia menyebut keberadaan Swaka GSG tersebut merupakan bagian investasi yang akan memberikan dampak positif nyata bagi perekonomian lokal.

"Kehadiran tempat ini akan membuka peluang kerja sama bagi para pelaku UMKM lokal seperti jasa katering, dekorasi, hingga dokumentasi. Di samping itu, operasional gedung ini juga turut menyerap tenaga kerja dari warga sekitar serta meningkatkan kualifikasi sarana publik di kawasan ini," imbuhnya.

Wabup Intan juga memberikan apresiasi karena pengelola GSG telah melibatkan masyarakat sekitar sebagai tenaga kerja. Ia berharap pola pemberdayaan tersebut dapat terus dipertahankan sehingga keberadaan investasi dan fasilitas baru di daerah juga memberikan dampak ekonomi langsung kepada warga setempat.

“Tadi saya sempat bertanya kepada pengelola, apakah warga sekitar dilibatkan untuk bekerja. Alhamdulillah, hampir semuanya merupakan warga sekitar. Ini sangat baik, karena selain membangun fasilitas, keberadaannya juga dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” ungkapnya.

Wabup Intan berpesan kepada pihak pengelola agar Swaka Gedung Serbaguna dapat dirawat dan dikelola secara profesional. Aspek kenyamanan dan keselamatan pengunjung harus senantiasa menjadi prioritas dan perhatian utama, selain hubungan yang harmonis bersama masyarakat dan lingkungan sekitar.

“Semoga gedung ini terus berkembang, dikelola dengan baik, dan benar-benar menjadi fasilitas yang memberikan manfaat bagi masyarakat Cisoka dan Kabupaten Tangerang secara luas,” harapnya.

Menutup sambutannya, dia juga mendoakan agar keberadaan Swaka Gedung Serbaguna terus maju dan berkembang serta dapat memberikan kontribusi positif bagi kemajuan masyarakat Cisoka dan Kabupaten Tangerang. (Red)

Page 12 of 718
Go to top