Banten

Banten (6287)

Kota Tangerang, lensafokus.id - Wakil Wali Kota Tangerang H. Maryono menghadiri Halal Bihalal dan Pemantapan Bekal Manasik Calon Jamaah Haji KBIHU Nurul Hikmah bin Bakri di Aula Grand El Hajj, Cipondoh, Minggu (29/3/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Maryono menyampaikan ucapan selamat Idulfitri 1447 Hijriah sekaligus mengajak para calon jamaah memanfaatkan momentum Syawal untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat niat beribadah ke Tanah Suci.

“Momentum ini sangat tepat untuk kita saling memaafkan dan mempererat silaturahmi, sekaligus memperkuat niat Bapak dan Ibu sekalian dalam menjemput panggilan Allah ke Tanah Suci Mekah Al-Mukaromah,” ujarnya.

Di hadapan 240 calon jamaah haji, Maryono menekankan pentingnya kesiapan fisik dan mental sebagai bekal utama dalam menjalankan ibadah haji. Ia mengingatkan agar para jamaah menjaga kesehatan, memperkuat keimanan, serta memiliki kesabaran selama menjalani rangkaian ibadah.

Selain itu, pemahaman manasik juga dinilai krusial agar pelaksanaan ibadah berjalan lancar dan khusyuk.

“Selain mengandalkan pembimbing, bapak ibu semua diharapkan memiliki pengetahuan manasik yang mumpuni agar dapat beribadah dengan khusyuk saat berada di Mekah maupun Madinah,” pesannya.

Maryono juga memastikan Pemerintah Kota Tangerang akan terus memberikan dukungan dan doa bagi seluruh calon jamaah.

“Pemerintah Kota Tangerang insyaallah senantiasa mendoakan agar seluruh calon jamaah haji diberikan kelancaran, kesehatan, dan perlindungan selama menjalankan rukun Islam kelima ini, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur,” pungkasnya. (Red)

Kota Tangerang, lensafokus.id – Keberadaan Taman Gajah yang terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Tangerang, terus menarik perhatian masyarakat dari berbagai daerah. Taman yang memiliki ikon patung gajah berukuran besar ini kerap dipadati pengunjung, terutama pada sore hingga malam hari dan saat akhir pekan.

Dari pantauan di lokasi, suasana taman terlihat ramai oleh keluarga yang membawa anak-anak untuk bermain dan bersantai.

Beragam fasilitas permainan disediakan untuk anak-anak, salah satunya trampolin yang menjadi wahana favorit karena mampu memberikan pengalaman bermain yang seru dan aman.

Seorang pengunjung, Yani (29), mengaku senang mengajak anaknya bermain di taman tersebut. “Tempatnya enak buat santai, anak-anak juga banyak pilihan mainannya. Anak saya paling suka trampolin, jadi betah lama di sini,” ujarnya.

Selain wahana permainan, taman ini juga menjadi spot berfoto yang menarik berkat keberadaan patung gajah yang dibuat dari material logam bekas ban dan komponen industri, sehingga terlihat unik dan artistik, terutama saat malam hari dengan pencahayaan lampu taman.

Pengunjung lain yang datang dari luar Kota Tangerang juga menyampaikan kesan positifnya. Mereka menilai taman ini mudah diakses, bersih, dan cocok sebagai tempat rekreasi keluarga tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

Dengan suasana yang nyaman serta fasilitas yang ramah anak, Taman Gajah di Jalan Perintis Kemerdekaan kini menjadi salah satu ruang terbuka hijau yang digemari masyarakat untuk melepas penat sekaligus menghabiskan waktu bersama keluarga. (Sumarna)

Lebak, lensafokus.id – Dugaan pengelolaan wisata tanpa izin di kawasan lahan Perhutani wilayah Penyaungan Timur, Kabupaten Lebak, mencuat dan menuai sorotan tajam dari kalangan aktivis lingkungan. Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH) Penyaungan Timur, Ayi Mahmud, terkesan irit bicara saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp terkait legalitas pengelolaan tersebut, Sabtu (28/03/2026).

Dalam keterangannya yang singkat, Ayi hanya menyebutkan bahwa terdapat tiga lokasi wisata yang berada di lahan Perhutani, yakni Cibobos, Karang Beureum, dan Catangi. Ia menegaskan bahwa pengelolaan wisata tersebut dilakukan langsung oleh pihak Perhutani, termasuk pengelolaan tiket masuk dan parkir.

“Dikelola langsung oleh Perhutani, mulai dari tiket masuk hingga parkiran,” ujar Ayi singkat.

Ia juga mengungkapkan bahwa hasil pendapatan dari lokasi wisata tersebut disetorkan ke kantor Perhutani berdasarkan pendapatan harian. Dalam kondisi ramai, pemasukan disebut bisa mencapai Rp2 juta per hari. Adapun tarif yang dikenakan kepada pengunjung tergolong murah, yakni Rp5.000 per orang untuk tiket masuk, Rp2.000 untuk parkir motor, dan Rp4.000 untuk parkir mobil.

Namun, pernyataan tersebut justru memunculkan tanda tanya besar, terutama terkait aspek perizinan dan kepatuhan terhadap regulasi pengelolaan kawasan hutan untuk kegiatan wisata.

Aktivis Peduli Lingkungan Kabupaten Lebak, Indra Bayu, menilai bahwa pengelolaan wisata di kawasan hutan tidak bisa dilakukan sembarangan dan wajib memenuhi sejumlah ketentuan yang diatur dalam regulasi pemerintah.

“Pemanfaatan lahan Perhutani untuk wisata harus memiliki izin resmi dan tidak boleh mengubah fungsi utama kawasan hutan. Selain itu, pengelola wajib mematuhi prinsip kelestarian lingkungan,” tegas Indra.

Ia menjelaskan, dalam aturan yang berlaku, pemanfaatan kawasan hutan untuk wisata masuk dalam kategori jasa lingkungan, bukan perubahan fungsi lahan. Oleh karena itu, setiap pengelolaan harus melalui proses perizinan berusaha yang sah.

Tak hanya itu, pengelola juga diwajibkan membayar Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar 2,5 persen dari pendapatan kotor sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2024.

“Kalau tidak ada izin, itu jelas pelanggaran. Bahkan bisa berujung pada sanksi administratif, denda, hingga pidana,” ujarnya.

Indra juga menyoroti aspek teknis pembangunan fasilitas wisata di kawasan hutan. Menurutnya, pembangunan harus menggunakan metode ramah lingkungan, seperti pondasi tradisional (umpak, rakit, atau cerucuk) guna meminimalisir kerusakan tanah.

Selain itu, terdapat zona-zona yang tidak boleh dibangun secara permanen, seperti sempadan sungai, area mata air, dan lereng curam yang termasuk dalam kawasan perlindungan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan rinci dari pihak Perhutani terkait status perizinan resmi dari ketiga lokasi wisata tersebut. Minimnya transparansi ini semakin memperkuat dugaan adanya pengelolaan yang belum sepenuhnya sesuai dengan regulasi yang berlaku. (Cecep)

Kota Tangerang, lensafokus.id - Pasca libur Hari Raya Idulfitri, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang bergerak cepat memastikan lingkungan tetap aman dan terbebas dari potensi banjir. Komitmen tersebut ditunjukkan langsung oleh Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, melalui peninjauan ke sejumlah titik rawan banjir di sepanjang aliran Kali Angke dan Kali Pesanggrahan, Kamis (26/03/2026).

Didampingi jajaran Dinas Pekerjaan Umum, aparatur wilayah, serta Satpol PP, peninjauan dilakukan mulai dari Perumahan Taman Cipulir Estate (Larangan-Kreo) hingga kawasan Duren Village, Ciledug. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah konkret Pemkot dalam mengidentifikasi sekaligus merumuskan solusi penanganan banjir yang lebih efektif dan tepat sasaran.

Di sela peninjauan, Sachrudin menegaskan bahwa persoalan banjir tidak dapat dipisahkan dari pengelolaan sampah yang masih menjadi tantangan bersama. Untuk itu, ia mengajak masyarakat agar mulai berperan aktif dari lingkungan terkecil, yakni rumah tangga.

“Mengatasi persoalan sampah sama dengan penanganan banjir, tidak bisa dilakukan secara parsial. Harus dari hulu hingga hilir. Karena itu, saya mengajak masyarakat untuk mulai memilah sampah dari rumah masing-masing, sehingga beban sampah di TPA bisa berkurang dan dampaknya juga terasa pada pengendalian banjir,” ujarnya.

Dalam peninjauan tersebut, wali kota juga memastikan kondisi berbagai sarana dan prasarana pengendalian banjir, mulai dari instalasi pompa, jaringan drainase, tanggul, turap, hingga kisdam. Ia menekankan bahwa setiap titik rawan banjir memiliki karakteristik berbeda, sehingga memerlukan penanganan yang spesifik. Hasil penelusuran di lapangan pun menunjukkan bahwa sejumlah laporan yang beredar tidak sepenuhnya sesuai dengan kondisi aktual.

“Setelah kami cek langsung, ada laporan tanggul jebol, namun ternyata merupakan limpasan air. Ini menjadi catatan penting, sehingga langkah yang perlu dilakukan adalah peninggian tanggul serta normalisasi sungai. Intinya, kita mencari solusi yang paling efektif,” tegasnya.

Selain fokus pada infrastruktur, Sachrudin juga menginstruksikan Satpol PP untuk menertibkan kios-kios liar pedagang kaki lima di sekitar Perumahan Taman Royal, Cipondoh, agar tidak mengganggu fungsi saluran air.

Menutup kegiatan tersebut, wali kota menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mengatasi persoalan banjir secara berkelanjutan.

“Kami ingin selalu hadir di tengah masyarakat. Jika ada persoalan di lingkungan, khususnya terkait sampah dan banjir, mohon segera diinformasikan. Kami sangat membutuhkan masukan, bahkan kritik, agar penanganan yang dilakukan semakin optimal. Dengan kebersamaan, insyaallah persoalan ini bisa kita selesaikan,” pungkasnya. (Red)

Tangerang, lensagokus.id - Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah mengunjungi Rumah Sakit Insan Nusantara Rajeg, Kamis (26/03/26).

Pada kesempatan tersebut, Wabup Intan mengatakan kunjungannya tersebut untuk melihat langsung berbagai jenis layanan dan fasilitas-fasilitas penunjang RS Insan Nusantara yang melayani masyarakat Kec. Rajeg dan sekitarnya

"Hari ini saya mengunjungi Rumah Sakit Insan Nusantara di Kecamatan Rajeg didampingi oleh Sekretaris Dinas Kesehatan, dari UDD PMI, Camat Rajeg. Kami ingin melihat langsung layanan dan kelengkapan fasilitas rumah sakit ini dalam melayani masyarakat Rajeg dan sekitarnya," kata Wabup Intan

Dia mengapresiasi jajaran manajemen RS Insan Nusantara yang telah berkomitmen menjadi salah satu rumah sakit rujukan Puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya di Kec. Rajeg untuk melayani masyarakat.

"Alhamdulillah rumah sakit ini sejak diresmikan bisa menjadi salah satu rujukan Puskesmas yang ada di Kecamatan Rajeg sehingga masyarakat bisa mendapatkan fasilitas kesehatan yang terdekat. Fasilitas di sini sudah cukup lengkap," ungkapnya

Dia juga terus mendorong manajemen RS Insan Nusantara agar mempercepat penerimaan layanan bagi para peserta BPJS agar bisa mendapatkan pelayanan kesehatannya di RS Insan Nusantara

"Kalau tidak salah ada 4 dokter spesialis ada obgyn, anestesi, penyakit dalam dan dokter anak. InsyaAllah untuk melayani maternity melahirkan dan lain-lain dengan kelainan, rumah sakit ini sudah siap sebetulnya. Jadi tinggal nunggu BPJS untuk kerjasamanya dan siap melayani masyarakat di Kabupaten Tangerang," jelasnya

Pihaknya berharap RS Insan Nusantara terus berbenah sehingga bisa terus berkembang dan maju serta mampu bersinergi dan berkolaborasi secara aktif dalam mewujudkan visi dan misi pemerintah, khususnya di bidang kesehatan

"Saya doakan Rumah Sakit Insan Nusantara ini menjadi rumah sakit besar yang bisa juga membantu masyarakat Kabupaten Tangerang dalam melayani kesehatan. Semoga bukan April atau Mei sudah bisa menerima pasien BPJS," pungkasnya. (Red)

TANGERANG, lensafokus.id – Dalam rangka memastikan kelancaran dan keamanan arus mudik Lebaran 1447 Hijriah, Kapolsek Cisoka IPTU Aditya Surya Sakti, S.Tr.K., M.M., mendampingi Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhamad Indra Waspada Amirullah bersama Bhayangkari Cabang Kota Tangerang melaksanakan aksi sosial di sejumlah titik pengamanan, Rabu (18/3/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolresta Tangerang. Rombongan menyambangi sejumlah titik krusial, di antaranya Pos Pelayanan (Posyan) KM 43, Posyan KM 45, hingga Pos Pengamanan (Pospam) Terpadu Citra Raya.

Selain memantau kesiapan personel, rombongan juga membagikan parsel Lebaran sebagai bentuk apresiasi kepada petugas gabungan dalam Operasi Ketupat Maung yang berjaga di lapangan. Tak hanya bagi petugas, aksi kepedulian ini juga menyasar masyarakat sekitar melalui pembagian sembako kepada pedagang kaki lima, petugas kebersihan, serta paket takjil bagi pengguna jalan yang melintas.

“Ini merupakan wujud nyata program Bhayangkari Peduli untuk memberikan semangat kepada personel yang bertugas menjaga keamanan dan kelancaran mudik masyarakat,” ujar Kombes Pol Andi M. Indra Waspada Amirullah.

Di sela kegiatan, Kapolsek Cisoka IPTU Aditya Surya Sakti menambahkan bahwa kehadiran pimpinan di lapangan menjadi dukungan moral yang sangat berarti bagi para anggota yang bertugas selama masa mudik.

“Bapak Kapolresta dan Ketua Bhayangkari ingin memastikan petugas merasa didukung penuh. Kami juga berbagi kebahagiaan dengan warga sekitar melalui pembagian takjil dan sembako. Alhamdulillah, hingga pukul 18.00 WIB situasi terpantau aman dan kondusif,” ungkapnya.

Aksi simpatik ini diharapkan dapat meningkatkan semangat para petugas dalam memberikan pelayanan terbaik, sekaligus membantu meringankan beban masyarakat di tengah suasana bulan suci Ramadan. (Mala)

Page 1 of 629
Go to top