Banten

Banten (7167)

Tangerang, lensafokus.id – Sukses dan penuh khidmat, Kecamatan Cisoka merayakan Hari Jadi ke-44 yang digelar di Gedung Serba Guna (GSG) Kecamatan Cisoka pada Rabu, 30 September 2026. Acara tasyakuran ini diisi dengan doa bersama, santunan bagi puluhan anak yatim, dan momen bersejarah berupa peluncuran (launching) Batik Cisoka.

Camat Cisoka, Sumartono, S.STP., M.Si., mengungkapkan rasa syukurnya atas terlaksananya acara yang kental dengan nuansa religius ini. Namun, hal yang paling mencuri perhatian dalam perayaan tahun ini adalah resmi diluncurkannya Batik Cisoka. Camat Sumartono membeberkan bahwa batik tersebut dirancang bersama rekan-rekan KNPI, Karang Taruna, Paskibra, dan Pramuka dengan memadukan sejarah, filosofi, serta kearifan lokal yang kuat melalui 5 unsur utama:
1. Warna Ungu: Melambangkan warna ciri khas dari Kabupaten Tangerang.
2. Bunga Asoka: Diambil dari cerita rakyat tentang asal-usul nama Cisoka, di mana air embun pada bunga Asoka digunakan untuk berwudu pada masa lampau. Selain itu, ada versi cerita perseteruan Ki Daeng dan Ki Laeng yang disatukan oleh Syekh Mubarok hingga meneteskan air mata kebahagiaan (Ci berarti air, Soca/Soka berarti mata).
3. Bunga Cempaka: Berasal dari Desa Cempaka sebagai penyeimbang bunga Asoka. Konon, di sana terdapat makam Nyimas Cempaka, seorang tokoh yang ikut berjuang di wilayah Balaraja, Kabupaten Tangerang, sebelum masa perjuangan Nyimas Melati.
4. Pohon Bambu: Melambangkan kondisi geografis Cisoka, di mana sekitar 27 hingga 30 persen wilayahnya ditumbuhi oleh pohon bambu.
5. Simbol Keagamaan Islam: Berupa relief atau garis-garis simbol yang biasa ditemukan di masjid atau mushala. Unsur ini menonjolkan kearifan lokal Cisoka yang dikenal memiliki banyak kiai, ulama, pondok pesantren, dan santri.

IMG 20260930 WA0018

Lebih lanjut, Camat Sumartono juga mengajak masyarakat untuk melakukan kilas balik sejarah. Secara administratif, Cisoka berdiri sendiri terpisah dari Kecamatan Tigaraksa pada tahun 1983, yang mendasari usia Hari Jadi ke-44 saat ini. Namun, nama Cisoka sendiri sebenarnya sudah ada jauh sebelum itu, tepatnya sekitar tahun 1584 saat Syekh Mubarok menyatukan Ki Daeng dan Ki Laeng hingga menjadi mualaf. "Ini nanti kita tinjau lagi, apakah hari jadi Cisoka itu yang ke-44 atau jauh sebelumnya," tambahnya.

Dukungan penuh juga datang dari Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Kadisporabudpar) Kabupaten Tangerang, Asep Suherman, SH, MBA, MM. Beliau berharap kehadiran batik baru ini mampu mendongkrak sektor ekonomi.

"Launching batik ini dapat menggugah para UMKM di Kecamatan Cisoka. Mudah-mudahan Batik Cisoka dapat menjadi kebanggaan batik daerah, dikenal lebih luas lagi ke luar Cisoka hingga luar kabupaten, menjadi ciri khas daerah, serta meningkatkan ekonomi kreatif khususnya warga Cisoka. Semoga di usia yang ke-44 ini, Cisoka makin maju, berkembang, dan masyarakatnya sejahtera," tutur Asep.

Kebanggaan serupa turut dirasakan oleh Kepala KUA Kecamatan Cisoka, H. Saepul Hupad, S.Ag. Ia menilai inovasi ini melambangkan kemajuan daerah yang nyata.
"Di hari jadi ke-44 ini, kami sebagai warga Cisoka sangat bangga sekali, apalagi dengan diterbitkannya Batik Kecamatan Cisoka. Ini mengungkapkan bahwa Tangerang Semakin Gemilang. Semoga berkah dan membawa kebaikan buat semua," pungkasnya hangat. (Mala)

TANGERANG, lensafokus.id – Komisi II DPRD Kabupaten Tangerang menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Gedung DPRD pada Rabu (30/9/2026). Rapat ini merespons aduan Kepala Desa Telagasari, Kecamatan Cikupa, terkait urgensi relokasi Gedung SD Negeri Telagasari yang dinilai sudah tidak ideal dan tidak aman bagi kegiatan belajar mengajar.

Hadir dalam RDP tersebut Anggota Komisi II dari Fraksi PDI-Perjuangan, Deden Umardani, serta Anggota Komisi II dari Fraksi Partai Nasdem, Yakub, guna mendengarkan langsung keluhan dari pihak desa dan sekolah serta merumuskan solusi konkret bersama Dinas Pendidikan.

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Tangerang, Deden Umardani, mengungkapkan bahwa pertumbuhan penduduk di Desa Telagasari saat ini sudah mencapai lebih dari 17 ribu jiwa (belum termasuk warga kontrakan). Dengan rasio tersebut, idealnya wilayah tersebut memiliki minimal 4 sekolah dasar, namun saat ini baru tersedia 1 sekolah.

Kondisi SDN Telagasari pun dinilai sangat rawan karena berada persis di pinggir jalan raya tanpa jarak aman, di mana pagar sekolah mepet dengan jalur lalu lintas.

"Tahun 2022 lalu sebenarnya sudah dianggarkan untuk pembelian lahan baru. Hanya saja, sampai saat ini belum ada anggaran untuk pembangunan fisik fisiknya," kata Deden seusai rapat.

Deden menjelaskan, pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat menjadi kendala utama terhambatnya pembangunan. Sebagai solusi, Komisi II mendorong pembangunan gedung baru di lokasi yang aman secara bertahap mulai tahun anggaran 2027.

"Kami targetkan tahun depan mulai dibangun bertahap sekitar 2 hingga 3 kelas dahulu. Diharapkan dalam waktu 2-3 tahun ke depan, proses perpindahan total SDN Telagasari ke tempat yang aman dan nyaman bisa selesai," tambahnya.

Selain masalah infrastruktur, RDP ini juga menyoroti masalah krusial lainnya, yaitu krisis kekurangan guru yang terjadi di Kabupaten Tangerang dan berbagai daerah lain. Deden menegaskan, persoalan ini harus disuarakan hingga ke pemerintah pusat karena kewenangan pengangkatan guru berada di ranah pusat.

"Kalau kita bangun gedung tapi gurunya kurang, siapa yang mau mengajar? Lama-kelamaan gedung yang kita bangun malah jadi 'gedung hantu'. Sebaliknya, kalau ada guru tapi tidak ada gedung, kita juga tidak bisa menerima siswa baru," tegas politisi PDI-P tersebut.

Akibat keterbatasan ruang kelas dan jumlah guru, pada penerimaan siswa baru tahun depan, SDN Telagasari diproyeksikan hanya mampu menampung 1 kelas dengan kuota sesuai aturan sebanyak 28 siswa. Padahal, angka kelulusan TK di Desa Telagasari mencapai ratusan anak setiap tahunnya.

"Ini menjadi perhatian khusus kami di Komisi II. Pendidikan adalah investasi luar biasa untuk daerah dan bangsa. Kami akan mengawal pembangunan gedungnya sekaligus memperjuangkan solusi kekurangan guru ini," ujar Deden.

Ia juga menambahkan bahwa Pemkab Tangerang terus berkomitmen menjalankan program sekolah gratis bertahap untuk jenjang SD dan SMP Negeri demi meringankan beban masyarakat.

Sementara itu, Kepala Sekolah SDN Telagasari, Omay Ismaya, membenarkan bahwa sekolah yang dipimpinnya tengah mengalami krisis ruang kelas yang akut sejak empat tahun lalu.
"Kami memiliki 11 Rombongan Belajar (Rombel) dengan total 363 murid. Sementara ruang kelas yang tersedia hanya ada 9. Otomatis kami kekurangan ruangan, dan kondisi ini sudah berlangsung sejak tahun 2022," papar Omay.

Omay mengkhawatirkan, jika rencana relokasi dan penambahan ruang kelas ini terus tertunda, dampak buruknya akan langsung dirasakan oleh anak-anak usia sekolah di Desa Telagasari. Bahkan, akibat keterbatasan daya tampung saat ini, sudah ada indikasi anak-anak di wilayah tersebut yang terpaksa tidak bersekolah.

Pihak DPRD memastikan hasil RDP ini akan dikawal ketat agar usulan relokasi yang sebelumnya sudah masuk dalam Musrenbang tingkat kecamatan tahun lalu, dapat segera terealisasi pada anggaran tahun 2027 mendatang. (Mala)

TANGERANG, lensafokus.id — Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang memastikan tidak ada tindakan penyegelan terhadap rumah ibadah Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) di Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang. Hal tersebut diungkapkan Camat Rajeg, Oman Pariaman, setelah melakukan musyawarah dengwn pengurus dan pendeta di Kantor Kecamatan Rajeg. Senin, (28/09/26)

“Pemerintah Kabupaten Tangerang memastikan tidak ada penyegelan terhadap rumah ibadah GKPI Rajeg. Kami terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak agar situasi tetap aman, kondusif, serta kerukunan antarumat beragama dapat terus terjaga,” ujar Camat Rajeg Oman.

Oman menegaskan bahwa pemerintah daerah terus mengedepankan pendekatan dialogis, komunikasi, serta koordinasi bersama seluruh pihak dalam menjaga ketertiban dan kerukunan antarumat beragama di wilayah Kabupaten Tangerang.

"Pemerintah daerah memastikan setiap persoalan yang berkaitan dengan aktivitas keagamaan disikapi secara hati-hati, dengan mengedepankan ketentuan peraturan perundang-undangan serta menjaga suasana yang aman dan kondusif bagi masyarakat," jelasnya

Pihaknya juga mengimbau seluruh pihak untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, baik di media sosial dan informasi lain yang berkembang dimasyarakat. Masyarakat diharapkan tetap mengutamakan komunikasi dan penyelesaian secara musyawarah apabila terdapat persoalan di lingkungan masing-masing.

"Pemerintah daerah bersama unsur terkait akan terus melakukan pemantauan dan komunikasi guna memastikan masyarakat dapat menjalankan aktivitasnya dengan tertib serta terciptanya kehidupan bermasyarakat yang harmonis di Kabupaten Tangerang," ungkapnya

Koordinator Wilayah (Korwil) Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Jawa Bali, Pendeta Henri Marpaung menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada jajaran pemerintah daerah, khususnya Camat Rajeg dan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), yang telah memfasilitasi pertemuan dan koordinasi bersama unsur pimpinan kecamatan terkait relokasi tempat ibadah bagi jemaat GKPI.

"Terima kasih atas pertemuan kita bersama di sini Pak Camat dan Pak KUA yang telah menyambut kami dengan baik. Dan kami telah menerima kabar baik juga bahwa GKPI telah difasilitasi untuk beribadah di tempat yang layak atau nyaman untuk kami gunakan untuk beribadah," ujar Henri.

Henri menegaskan, pimpinan GKPI berkomitmen menjaga keharmonisan dan persatuan di tengah masyarakat. Terkait peristiwa penghentian ibadah yang sempat terjadi pada pekan sebelumnya, ia memastikan pihak GKPI tidak akan menempuh langkah hukum.

"Jadi secara tegas kami sampaikan Pak Camat, kalau dari GKPI kami ada garis komando. Dengan kejadian yang hari Minggu yang lalu, kita tidak ada niat untuk mengajukan langkah apa pun ke jalur hukum, karena yang kita utamakan adalah ajaran kasih," tegasnya

Lanjut dia, sikap saling mengasihi dan mengampuni jauh lebih baik dari apapun. Dengan sikap yang demikian, semua pihak dapat saling menahan diri dan bisa berjalan beriringan dalam membangun wilayah

Kita saling mengasihi, saling mengampuni, itu jauh lebih baik dari apa pun itu. Ketika kita sudah saling mengampuni, saling mengasihi, saya kira kita dapat berjalan bersama untuk membangun kecamatan kita ini," imbuhnya.

Henri juga menitipkan salam hormat dan ucapan terima kasih kepada pimpinan daerah yang telah memberikan perhatian kepada jemaat GKPI.

"Salam ke Pak Bupati juga yang sangat perhatian dengan kami, dan Pak Camat, dan semua aparat pemerintah kita di daerah ini. Kiranya tempat yang sudah disediakan itu dapat digunakan dengan baik untuk menyembah dan memuliakan nama Tuhan," tutupnya.

Dikutip dari dikutip dari Kompas.com, Senin (28/9/2026), Penatua Rumah Doa Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Rajeg, Surya Sarjono Lumban Gaol mengungkapkan

Rumah Doa GKPI Rajeg direlokasi ke lokasi baru di kawasan Kota Sutera, Pasar Kemis

"Rumah Doa GKPI Tangerang dipindah ke daerah Kota Sutera, Pasar Kemis" ujar Surya Sarjono Lumban Gaol,

Sarjono menyampaikan, seluruh persiapan untuk pelaksanaan ibadah di rumah doa baru telah selesai dilakukan. Menurut dia, rumah doa tersebut siap digunakan kembali untuk peribadatan mulai Minggu pekan ini.

"Persiapan telah dilakukan, ibadah Minggu pekan ini sudah bisa dilakukan di rumah doa baru," ujarnya. (Red)

Kota Tangerang, lensafokus.id - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang baru saja mengamankan sejumlah pasangan tidak sah dalam operasi razia antisipasi pelacuran di wilayah Kecamatan Karawaci dan Neglasari.

Kepala Satpol PP Kota Tangerang Teguh Supriyanto menuturkan, operasi tersebut digencarkan dalam rangka penegakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2005 tentang Pelarangan Pelacuran di Kota Tangerang.

”Kami kembali melancarkan operasi razia tadi malam dengan menyasar sejumlah penginapan, selama operasi razia ada empat pasangan tidak sah atau bukan suami istri yang diamankan petugas,” ujar Teguh, Rabu (30/9/26).

Ia menegaskan, Satpol PP Kota Tangerang menindak tegas para pelanggar Perda dengan memberikan sanksi teguran tegas melalui pembinaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) secara langsung.

”Kami sudah memberikan sanksi teguran tegas untuk ke depannya akan dilakukan pembinaan agar para pelanggar tidak mengulangi perbuatan yang sama,” tambahnya.

Selain itu, Satpol PP Kota Tangerang akan terus menggencarkan operasi razia antisipasi pelacuran di beberapa wilayah lainnya dalam waktu dekat.

”Kami mengajak semua masyarakat berpartisipasi menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan dengan aktif memberikan laporan jika menemukan aktivitas yang terindikasi melanggar Perda,” pungkasnya. (Sumarna)

Kota Tangerang, lensafokus.id - Cabang olahraga gimnastik Kota Tangerang kembali membuktikan dominasinya. Federasi Gimnastik Indonesia (FGI) Kota Tangerang resmi menutup gelaran Kejuaraan Wali Kota Cup III Tahun 2026 yang berlangsung selama lima hari, 25-29 September 2026 di Tangerang Convention Center (TCC).

Ajang ini sukses menyedot perhatian nasional dengan keterlibatan lebih dari 504 atlet dari berbagai daerah di Indonesia.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang Kaonang, mengapresiasi para atlet yang telah bertanding di kejuaraan tersebut. Rekor juara umum berturut-turut pada ajang Pekan Olahraga Daerah (POPDA) maupun Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) menjadi bukti nyata pembinaan gimnastik di Kota Tangerang berjalan sangat solid.

"Prestasi gimnastik Kota Tangerang luar biasa, kemarin di PORPROV juara umum, di POPDA juga juara umum. Selain mendulang prestasi atlet, kejuaraan nasional terbuka seperti Wali Kota Cup ini memberikan efek ganda bagi perekonomian daerah serta memperkuat posisi Kota Tangerang sebagai destinasi sport tourism. Untuk itu, Pemkot Tangerang memberikan apresiasi dengan menyiapkan pembangunan venue khusus gimnastik,” paparnya.

Sementara itu, Ketua FGI Kota Tangerang Sumarti menjelaskan, kejuaraan Wali Kota Cup III 2026 mempertandingkan berbagai disiplin senam, diawali disiplin artistik pada 25 hingga 28 September dan diakhiri dengan disiplin aerobik pada 29 September.

"Tercatat ada 504 atlet yang ikut serta. Peserta tidak hanya dari lokal, tetapi juga dari berbagai kota besar seperti Surabaya, Yogyakarta, hingga Bandung. Kegiatan ini menjadi ajang penting untuk menjaring bibit-bibit atlet potensial," ungkap Sumarti.

Guna mengapresiasi kerja keras para atlet, penyelenggara memberikan piala juara umum serta uang pembinaan berjenjang dari Rp4,5 juta hingga Rp9 juta bagi para peraih juara pertama hingga ketiga.

Melalui kompetisi berkala yang dinilai oleh juri-juri profesional ini, FGI Kota Tangerang optimistis dapat terus melahirkan atlet gimnastik berprestasi tinggi yang siap mengharumkan nama Kota Tangerang di kancah nasional maupun internasional. (Sumarna)

IMG 20260929 WA0073

TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten Tangerang sukses menggelar peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 tingkat Kabupaten Tangerang Tahun 2026 di Gedung Serbaguna (GSG) Puspemkab Tangerang, Selasa (29/09/2026).

Acara yang berlangsung meriah ini mengusung tema “Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045”. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Tangerang, Ketua TP PKK Provinsi Banten, serta Ketua TP PKK Kabupaten Tangerang.

Turut hadir dalam perhelatan tersebut jajaran Forkopimda, Camat dan Kepala Desa se-Kabupaten Tangerang, Lurah se-Kabupaten Tangerang, Kepala Dinas DPMPD H. Yayat Rohiman, S.IP., M.Si., ketua organisasi wanita, lembaga kemasyarakatan, mitra swasta seperti PT Agung Sedayu Group dan PT Paragon, serta seluruh kader PKK se-Kabupaten Tangerang.

Momen peringatan tahun ini menjadi catatan prestasi gemilang bagi Kecamatan Pasar Kemis. Di bawah kepemimpinan Camat H. Nurhanudin, S.IP., M.Si., wilayah ini kembali dinobatkan sebagai Juara Umum tingkat Kabupaten Tangerang untuk kedua kalinya secara berturut-turut (tahun 2025 dan 2026). Prestasi maksimal ini salah satunya disumbangkan oleh Kelurahan Kuta Bumi RW 14 yang berhasil meraih beberapa kategori penghargaan.

"Hari ini Alhamdulillah pada peringatan HKG PKK ke-54, Kecamatan Pasar Kemis, khususnya Kelurahan Kuta Bumi RW 14, mendapat beberapa kategori prestasi maksimal. Tahun ini Kecamatan Pasar Kemis menjadi juara umum yang kedua kalinya, yaitu tahun 2025 dan 2026. Ini prestasi yang cukup membanggakan bagi kami,mendapat apresiasi PKK tingkat kab Tangerang" ujar H. Nurhanudin saat ditemui di lokasi acara, Selasa (29/09/2026).

H. Nurhanudin juga menekankan bahwa esensi gerakan PKK harus melampaui batas kompetisi seremonial. Ia berharap program kerja PKK benar-benar menyentuh aspek riil di tengah masyarakat secara berkelanjutan.

"Pada prinsipnya, gerakan PKK itu diharapkan bukan hanya secara seremonial lomba, tapi menjadi kegiatan yang memang secara nyata dirasakan manfaatnya oleh lingkungan masyarakat. Bukan hanya kegiatan  bina wilayah pembenahan nya tapi betul betul kegiatan di lakukan Dan dirasakan masyarakat dari 10 program  PKK, Mulai dari segi kesehatan, pendidikan ,gotong royong, ketahanan pangan, pengamalan Pancasila, sandang, hingga pangan.

Kedepannya, kegiatan PKK akan terus didorong organisasi mitra pemerintah untuk mengawal seluruh program di wilayah Pasar Kemis, terutama dalam pemberdayaan masyarakat agar terus mendapat perilaku hidup sehat dan bersih," tambahnya. (Mala)

Page 1 of 717
Go to top