Banten

Banten (6087)

Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meninjau langsung lokasi rumah roboh akibat cuaca ekstrem di Kampung Lembur Saung RT 015/005, Desa Pasir Ampo, Kecamatan Kresek, Jumat (30/1/26).

Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi Kapolresta Tangerang serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait guna memastikan penanganan cepat dan menyeluruh bagi warga terdampak.

Rumah milik Eka Rosita roboh rata dengan tanah akibat hujan deras disertai angin kencang yang terjadi pada dini hari. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerusakan rumah tergolong berat dan tidak lagi layak huni untuk ditempati kembali

Pada kesempatan tersebut, Bupati Measyal Rasyid secara tegas menginstruksikan pihak kecamatan dan OPD terkait untuk segera menindaklanjuti penanganan, mulai dari bantuan darurat hingga pembangunan kembali rumah warga yang terdampak.

“Saya minta jangan ditunda. Hari ini semua administrasi dan teknis disiapkan, dan besok rumah ini harus sudah mulai dibangun kembali. Pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat tidak dibiarkan menghadapi musibah sendirian,” tegas Bupati Maesyal Rasyid.

Lanjut dia, Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan respons cepat dalam menghadapi bencana, serta memastikan setiap warga yang terdampak mendapatkan perlindungan dan bantuan secara maksimal.

“Kami pastikan kebutuhan dasar korban terpenuhi, dan pembangunan rumah akan diprioritaskan. Ini bentuk tanggung jawab dan kehadiran negara di tengah masyarakat,” tambahnya.

Pemilik rumah, Eka Rosita, menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas perhatian dan gerak cepat Pemerintah Kabupaten Tangerang yang langsung turun ke lokasi dan membantu untuk segera membangun rumahnya yang roboh

“Saya tidak menyangka Bapak Bupati bisa langsung datang dan membantu kami. Terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Ini sangat berarti bagi kami sekeluarga,” ujar Eka Rosita dengan berkaca-kaca, haru. (Red)

Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid melaksanakan Salat Jumat Keliling (Jumling) bersama masyarakat di Masjid Baiturrohman, Kampung Kedung, Kecamatan Gunung Kaler, Jumat (30/1/26).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa program Salat Jumat berjamaah di desa-desa kembali dijalankan sejak tahun 2025 dan akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan untuk memperkuat silaturahmi sekaligus juga untuk menyerap aspirasi masyarakat.

“Hari ini kami sengaja datang untuk melaksanakan salah satu kewajiban program kami, yaitu salat Jumat berjamaah di desa-desa. Alhamdulillah, mulai tahun 2025 ini kita jalankan lagi silaturahmi ke desa-desa dan kecamatan-kecamatan melalui salat Jumat berjamaah. Insyaallah ini akan kita teruskan sampai seterusnya, selama tidak ada agenda kedinasan pada hari Jumat,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena baru dapat melaksanakan Jumling ke wilayah Gunung Kaler karena berbagai kendala, khususnya banjir yang tidak hanya terjadi di Kab. Tangerang tapi merata di seluruh Indonesia seperti: Aceh, Medan, Padang, Karawang, Bandung Barat hingga Pati.

"Dari 29 kecamatan di Kabupaten Tangerang, sebanyak 27 kecamatan terdampak banjir, sementara dua kecamatan lainnya, tidak mengalami banjir. Kondisi ini menjadi ujian bagi kita semua. Pemerintah daerah terus turun ke lapangan untuk mengunjungi masyarakat sekaligus mencari solusi penanganan banjir. Kita tidak pernah libur dalam melayani masyarakat,” tegasnya.

Lanjut dia, pemerintah daerah juga terus berupaya melakukan langkah teknis, seperti pembangunan pintu air di sejumlah sungai yang meluap akibat tingginya curah hujan. Pihaknya pun mengajak masyarakat untuk kembali menghidupkan budaya gotong royong, khususnya dalam menjaga kebersihan lingkungan, memperbaiki saluran air, serta menertibkan pembuangan sampah.

“Banjir ini bukan karena tanggul jebol, tetapi karena curah hujan yang tinggi, durasi hujan yang lama, serta kiriman air dari wilayah hulu. Kabupaten Tangerang sebagai wilayah hilir tentu sangat terdampak,” terangnya.

Bupati juga menyampaikan bahwa Gubernur Banten telah melakukan kunjungan dan koordinasi bersama BBWS serta kepala daerah di wilayah Tangerang Raya untuk meminimalisir dampak banjir dan mencari solusi jangka panjang

“Menurut informasi, banjir kali ini merupakan siklus seratus tahunan dengan volume hujan yang sangat tinggi dan merata. Mudah-mudahan dengan kesiapsiagaan dan gotong royong, dampaknya bisa kita minimalisir,” ujarnya.

Dia menyebut, berdasarkan laporan, tercatat sebanyak 102 desa di 27 kecamatan terdampak banjir. Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Sosial dan perangkat daerah terkait telah turun langsung ke lapangan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak.

Usai melaksanakan Shalat Jumat berjamaah di Kecamatan Gunung Kaler, Bupati Tangerang kemudia meninjau langsung lokasi banjir di Kecamatan Kresek, khususnya di wilayah Ponpes Subulussalam.

“Kami ingin memastikan pemerintah hadir di kecamatan dan desa, hadir bersama masyarakat dalam menghadapi persoalan banjir. Mari kita berdoa kepada Allah SWT, hujan adalah rahmat, semoga air segera surut dan Kabupaten Tangerang terhindar dari banjir ke depan,” pungkasnya. (Red)

Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid melakukan panen melon hidroponik terpadu dalam rangka launching Sentra Melon Hidroponik Terpadu “Melenial Hydrofarm” di Desa Curug Wetan, Kecamatan Curug, Kamis (29/1/26).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Tangerang mengapresiasi inisiatif warga, khususnya Ade Putra, yang berhasil mengembangkan budidaya melon hidroponik secara mandiri hingga memasuki masa panen hanya dalam waktu dua bulan.

“Alhamdulillah pagi ini saya bersama jajaran hadir di Desa Curug Wetan untuk melaksanakan panen melon hidroponik. Ini diprakarsai dan ditanam langsung oleh Pak Ade Putra beserta rekan-rekannya. Beliau ini aktivis, tapi mau turun langsung ke lapangan bertani, dan ternyata berhasil,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Dia menjelaskan, dari sekitar 130 pohon melon yang dipanen, dengan harga pasar berkisar Rp40.000 hingga Rp50.000 per kilogram, usaha tersebut mampu menghasilkan pendapatan jutaan rupiah hanya dalam satu kali panen.

“Kalau ini dikembangkan dan diperluas, ditanam lebih banyak lagi, saya yakin bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu saya sudah minta Pak Camat Curug agar desa-desa di wilayah Curug memanfaatkan lahan tidak produktif, baik tanah kas desa maupun lahan kosong milik warga, untuk ditanami melon hidroponik,” tegasnya.

Menurut Bupati, selain bernilai ekonomi, budidaya melon hidroponik juga berdampak positif bagi kesehatan masyarakat karena menghasilkan buah yang kaya vitamin.

“Ini bukan hanya soal ekonomi, tapi juga kesehatan. Buah-buahan seperti melon mengandung vitamin C. Mudah-mudahan ini menjadi berkah bagi masyarakat Desa Curug Wetan, ada aktivitas usaha, ada kepastian pendapatan, dan tentu bisa mengurangi pengangguran,” tambahnya.

Lanjut dia, Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen mendukung penuh pengembangan pertanian modern di berbagai wilayah. Sentra Melon Hidroponik Terpadu “Melenial Hydrofarm” ini menjadi bukti nyata pengembangan sektor pertanian berbasis teknologi sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan, sekaligus mendorong industri pertanian masa depan di Kabupaten Tangerang.

“Di Kabupaten Tangerang kita sudah panen jagung pulut di Sukamulya dan Sindang Jaya, panen semangka di Mauk, panen cabai di Legok. Semua difasilitasi oleh Dinas Pertanian untuk kepentingan ketahanan pangan masyarakat. Kalau ketahanan pangan kuat, insyaAllah masyarakat sehat dan sejahtera,” jelasnya.

Pihaknya berharap desa-desa lain di Kecamatan Curug, juga dapat mulai mengembangkan pertanian produktif berbasis teknologi dengan dukungan awal dari pemerintah daerah. Semakin banyak sentra-sentra pertanian produktif, semakin beragam pula jenis dan manfaatnya yang dapat diperoleh masyarakat

“Bibit dan benih akan difasilitasi Pemda. Setelah berhasil, hasilnya diputar kembali secara mandiri. Ini yang kita harapkan, masyarakat berdaya dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Red)

Kota Tangerang, lensafokus.id - Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Banten, Rabu, 28 Januari 2026.

Rakerda yang diselenggarakan di Novotel Tangerang di nahkodai oleh Prianto Indra sebagai Ketua Palaksana, acara tersebut menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku industri pariwisata dalam mewujudkan pembangunan pariwisata.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Eli Susiyanti, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi, Brigjen Pol Drs. Rohmad Nursahid, serta Kepala Dinas Kota Tangerang, Ketua BAZNAS Provinsi Banten Wawan Wahyudin juga Ketua PHRI Provinsi Banten G.S Ashok Kumar dan segenap DPC PHRI se-Provinsi Banten, hadir juga Sudirman Indra Pemerhati Banjir Dan Kekeringan Air.

IMG 20260129 WA0036

Dalam sambutannya, Sudirman Indra selaku pemilik karya Bank Air Dan Toll Air menjelaskan sekilas salah satu tentang kerya nya tersebut.

"Bank air adalah model penampungan air yang terinspirasi dari kearifan lokal dengan teknologi sederhana guna memanfaatkan air hujan yang berlimpah untuk konservasi sumber daya air. Konsep Bank air di yakini dapat melindungi kawasan dari genangan air pada saat curah hujan tinggi, dan memperkaya akan cadangan air, serta meningkatkan kualitas air, memperbaiki struktur tanah, mengatasi pencemaran air di sekitarnya."tutupnya.

Sudirman Indra juga memberi pesan kepada seluruh yang hadir dalam kunjungannya tersebut untuk Wariskanlah Mata Air Untuk Anak Cucu Kita.

Melalui Rakerda ini, diharapkan terbangun kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah dan pelaku usaha pariwisata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata. (Lingga)

TANGERANG, lensafokus.id - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah, menghadiri kegiatan Pengajian Ulama dan Umaro dalam rangka peresmian Gedung Serbaguna (GSG) Desa Bantar Panjang, Kecamatan Tigaraksa yang juga dihadiri oleh anggota DPRD Kabupaten Tangerang, Ketua MUI Kabupaten Tangerang, Camat Tigaraksa, unsur Polsek Tigaraksa, Kepala Desa Bantar Panjang beserta Ketua PKK Desa Bantar Panjang, tokoh ulama, tokoh masyarakat, serta jamaah setempat., Rabu (28/01/26).

Dalam sambutannya, Wabup Intan mengapresiasi seluruh pihak yang telah menginisiasi kegiatan pengajian sekaligus peresmian Gedung Serba Guna Desa Bantar Panjang. Menurutnya, pengajian Ulama dan Umaro merupakan wujud nyata kebersamaan antara pemimpin dan tokoh agama dalam membangun masyarakat yang religius dan harmonis.

“Pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga harus dibarengi dengan pembangunan iman, akhlak, dan kebersamaan. Ketika ulama dan umaro berjalan seiring, InsyaAllah masyarakat akan merasakan manfaatnya, penuh dengan keharmonisan,” ujar Wabup Intan.

Dia juga mengajak masyarakat Bantar Panjang untuk mendoakan masyarakat yang terdampak bencana alam, baik di wilayah Kabupaten Tangerang maupun di daerah lain, agar diberikan ketabahan dan kekuatan. Selain itu, dia juga mengajak warga untuk terus berwaspada terhadap segala kemungkinan bencana serta meningkatkan kepedulian sosial.

“Mari kita doakan bersama saudara-saudara kita yang mengalami bencana. Saya juga mohon masyarakat Bantar Panjang untuk senantiasa berwaspada terhadap segala potensi bencana serta bergotong royong, membantu mereka yang tertimpa musibah,” ujarnya

Lebih lanjut, dia juga menandaskan bahwa GSG Desa Bantar Panjang yang baru diresmikan merupakan milik bersama dan hendaknya dapat dijadikan sebagai pusat kegiatan sosial, Pendidikan, keagamaan dan berbagai aktivitas lainnya.

“Gedung ini adalah milik bersama. Manfaatkan dan rawat dengan baik juga bersama-sama. Gunakan GSG ini untuk kegiatan yang bermanfaat, seperti pengajian, kegiatan sosial, pendidikan, dan aktivitas kemasyarakatan lainnya,” tandasnya.

Kepala Desa Bantar Panjang, Ujang, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya atas perhatian Pemerintah Kabupaten Tangerang yang telah membangun Gedung Serba Guna sebagai fasilitas masyarakat.

“Terima kasih kepada Bu Wakil Bupati dan seluruh jajarannya yang telah mereaslisasikan pembangunan GSG ini. GSG ini akan dimanfaatkan untuk kegiatan keagamaan, pendidikan, dan kemasyarakatan, serta menjadi simbol sinergi antara ulama, umaro, dan masyarakat,” kata Ujang. (Red)

Tangerang, lensafokus.id – Kecamatan Kelapa Dua menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Kecamatan Kelapa Dua dan berlangsung meriah dengan hiburan musik tradisional tanjidor yang menambah semarak suasana.

Kecamatan Kelapa Dua dikenal sebagai wilayah strategis perekonomian dengan perkembangan kawasan industri, pusat perdagangan, perbankan, jasa, dan perumahan yang pesat. Wilayah ini juga didukung oleh fasilitas kesehatan dan pendidikan yang memadai. Saat ini, jumlah penduduk Kecamatan Kelapa Dua mencapai 179.633 jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk sekitar 4 persen per tahun. Selain itu, tercatat adanya penurunan angka kemiskinan ekstrem pada periode 2023–2024 sebesar 19,8 persen serta penurunan angka stunting dari 622 balita berisiko stunting pada tahun 2024 menjadi 420 balita di tahun 2025.

Camat Kelapa Dua, Dadang Sudrajat, menjelaskan bahwa Musrenbang tahun ini mengusung tema “Optimalisasi Sektor Industri, Perdagangan, dan Ketahanan Pangan Berbasis Berkelanjutan”. Tema tersebut menghasilkan berbagai usulan pembangunan yang dihimpun dari lima kelurahan dan satu desa di wilayah Kecamatan Kelapa Dua.

“Dari hasil pramusrenbang, kami menyimpulkan terdapat lima program utama, yakni penguatan ekonomi, peningkatan kesehatan, pendidikan, infrastruktur, serta pemberdayaan masyarakat. Kelima program tersebut dijabarkan menjadi 50 usulan prioritas yang akan diajukan ke tingkat selanjutnya,” ujar Dadang.

Ia menambahkan bahwa implementasi tema Musrenbang telah mulai diwujudkan melalui langkah konkret, di antaranya dengan memberikan pelatihan kewirausahaan serta membuka peluang usaha baru bagi generasi muda guna meningkatkan perekonomian dan menekan angka kemiskinan ekstrem.

“Alhamdulillah, kami memberikan satu gerobak usaha kepada Karang Taruna sebagai stimulan kewirausahaan. Bahkan lebih menggembirakan, lima anggota DPRD juga berkomitmen memberikan bantuan gerobak usaha serupa, sehingga nantinya setiap kelurahan dan desa akan mendapatkan satu gerobak usaha bagi masing-masing Karang Taruna,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Dadang menyampaikan bahwa Musrenbang Kecamatan yang dilaksanakan setiap tahun merupakan forum strategis untuk menjaring aspirasi masyarakat serta menyelaraskan program pembangunan agar sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan dan sejalan dengan arah kebijakan pembangunan daerah.

“Hasil Musrenbang tahun 2025 untuk pelaksanaan tahun 2026 banyak yang telah terakomodir dan direalisasikan. Memang tidak seluruh usulan dapat diterima, namun usulan yang belum terealisasi akan kami ajukan kembali pada tahun berikutnya agar permasalahan pembangunan di Kecamatan Kelapa Dua dapat terselesaikan secara bertahap,” tuturnya.

Berbagai aspirasi juga dilayangkan saat acara berlangsung salah satunya pembahasan sampah, Camat Dadang merespon bahwa langkah yang dijalani melalui penanganan dan pengelolaan sampah berbasis lingkungan.

"Kami juga mendorong partisipasi aktif masyarakat melalui edukasi pemilahan sampah, penerapan bank sampah, dan kegiatan kerja bakti rutin sebagai langkah preventif mengurangi penumpukan sampah," tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Kecamatan Kelapa Dua, Dwi Candra Budiman, menambahkan bahwa Kecamatan Kelapa Dua merupakan salah satu sentra ekonomi di Kabupaten Tangerang dan masuk dalam tiga besar wilayah penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Dengan padatnya aktivitas perdagangan dan jasa, tentu dibutuhkan pelayanan dasar yang optimal. Oleh karena itu, peningkatan infrastruktur seperti perbaikan jalan penghubung, drainase, dan penerangan jalan menjadi fokus utama kami demi kenyamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat,” jelas Dwi.

Lebih lanjut, Dwi menjelaskan bahwa dalam sektor ketahanan pangan, Kecamatan Kelapa Dua akan memanfaatkan Situ Kelapa Dua sebagai pusat budidaya ikan air tawar seperti lele dan sejenisnya. Program ini diharapkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan daya tarik kawasan sebagai objek wisata, serta mendorong perputaran roda perekonomian masyarakat.

“Program ketahanan pangan ini juga akan berkesinambungan dengan sektor kesehatan, khususnya dalam penanganan stunting, karena hasil budidaya ikan dapat dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi bagi masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.

Kecamatan Kelapa Dua juga berencana menggandeng program Corporate Social Responsibility (CSR) dari berbagai pihak untuk mendukung dan menyukseskan program-program, seperti menjadi orang tua asuh bagi balita stunting serta menyediakan lapangan pekerjaan yang disesuaikan dengan kebutuhan melalui pelatihan keterampilan, sehingga masyarakat Kecamatan Kelapa Dua dapat semakin sejahtera.

Abdul Kodir salah satu Anggota DPRD Kabupaten Tangerang yang hadir menyampaikan, dukungannya terhadap usulan program Kecamatan Kelapa Dua. Menurutnya, Musrenbang merupakan instrumen penting dalam memastikan pembangunan yang tepat sasaran dan berbasis kebutuhan masyarakat.

“Kami di DPRD Kabupaten Tangerang mendukung dan mengawal usulan Musrenbang RKPD tahun 2027 Kecamatan Kelapa Dua. Dengan posisi sebagai kawasan strategis, program-program yang diusulkan harus benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di bidang infrastruktur, dan pelayanan dasar,” ujar Abdul Kodir.

Musrenbang Kecamatan Kelapa Dua ini dihadiri oleh Anggota DPRD Provinsi Banten, Anggota DPRD Kabupaten Tangerang, perwakilan perangkat daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), tokoh masyarakat, PGRI, serta organisasi kepemudaan dan keagamaan. Kehadiran lintas unsur tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam merumuskan arah pembangunan Kecamatan Kelapa Dua secara partisipatif dan berkelanjutan.

Melalui Musrenbang RKPD 2027 ini, Kecamatan Kelapa Dua berharap seluruh usulan prioritas dapat menjadi dasar perencanaan pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. (Red)

Page 4 of 609
Go to top