BOGOR, lensafokus.id – Puluhan bikers yang tergabung dalam Pers Motor Club (PMC) kembali menggelar aksi kopi darat (kopdar) sekaligus ajang Halal bi Halal di Kopi Jurang by Atok, Cibedug, Ciawi, Kabupaten Bogor, pada Rabu (29/04/2026).
Kegiatan diawali dengan konvoi dari titik kumpul di area parkir Eiger Store Siliwangi.
Rombongan yang beranggotakan para jurnalis se-Bogor Raya ini menempuh jalur pedesaan Cigaok, Desa Citapen, yang menyuguhkan pemandangan sawah dan kesejukan udara khas kaki Gunung Pangrango.
Tiba di lokasi, rombongan disambut oleh arsitektur bambu berundak yang menjadi ciri khas Kopi Jurang by Atok. Tak hanya pemandangan, para jurnalis ini langsung dimanjakan dengan sajian legendaris: Ayam Bakar Atok.
Suasana makan malam terasa semakin syahdu dengan iringan live music dari Roby Lavina dan YouSee, ditambah aneka ragam kopi pilihan hasil racikan barista setempat.
"Di tempat ini kami bisa menikmati sajian legendaris Ayam Atok plus aneka kopi berkualitas. Ada dua hal menarik yang bisa dinikmati member PMC sekaligus," ujar Billy Adhiyaksa, Presiden PMC.
Dalam kesempatan tersebut, Billy memaparkan rencana besar PMC untuk tahun 2026. Selain agenda touring rutin, PMC berkomitmen memperkuat sisi kemanusiaan melalui program sosial.
"Ruh dari PMC adalah berkendara bersama, memperkuat silaturahmi, sambil menebar kebaikan. Kami juga berencana ikut mewarnai Hari Jadi Bogor (HJB) 2026 dengan cara tersendiri," tambah Billy.
Owner Kopi Jurang by Atok, Ari Munandar (Akrab disapa Kang Haji Ari), menjelaskan bahwa tempat ini hadir sebagai alternatif bagi mereka yang ingin menikmati kelezatan RM Ayam Bakar Atok namun dengan suasana yang lebih santai dan kekinian.
"Kalau di RM Atok pinggir jalan mungkin terdengar suara bising kendaraan, di sini beda. Lebih adem, dengar suara alam, ada barista kopi, hingga susu murni dari Tapos dan es pala hasil tani lokal," jelas Ari.
Tersedia paket Kopi + Donat hanya seharga Rp15.000.
Khusus untuk menu Ayam Bakar Atok, pengunjung wajib melakukan reservasi terlebih dahulu melalui nomor 0817732473.
Untuk menu kopi dan camilan lainnya, pengunjung bisa langsung datang tanpa reservasi.
Dengan perpaduan kuliner legendaris dan suasana alam yang asri, Kopi Jurang by Atok sukses menjadi titik temu hangat bagi komunitas jurnalis Bogor dalam mempererat solidaritas. (*)
Kota Tangerang, lensafokus.id — Wali Kota Tangerang, Sachrudin, memimpin upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang digelar di SMP Negeri 1 Tangerang, Sabtu (2/5/2026).
Dalam momentum tersebut, Sachrudin menegaskan komitmen Pemerintah Kota Tangerang untuk terus mentransformasi sektor pendidikan melalui semangat “Kolaborasi Semesta”. Tema peringatan tahun ini mengusung “Mewujudkan Kolaborasi Semesta dalam Rangka Meningkatkan Mutu Pendidikan yang Merata”.
Menurutnya, pembangunan sektor pendidikan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah semata, melainkan membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat, khususnya orang tua.
“Pemerintah tidak bisa sendirian. Kita harus membangun komunikasi untuk mendorong kesadaran orang tua agar tidak hanya menitipkan anaknya di sekolah, tetapi juga memberikan perhatian terhadap potensi dan perkembangan anak,” ujar Sachrudin.
Ia juga menegaskan keberhasilan program unggulan Pemkot Tangerang, yakni 3G (Gampang Sekolah), yang bertujuan memastikan akses pendidikan merata bagi seluruh masyarakat, mulai dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi.
“Mulai saat ini tidak ada lagi perbedaan antara sekolah favorit dan nonfavorit. Seluruh sekolah di Kota Tangerang, baik negeri maupun swasta, telah memiliki standar kualitas yang merata. Faktor ekonomi tidak boleh lagi menjadi penghalang bagi anak-anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Wahyudi Iskandar, menambahkan bahwa tantangan pendidikan di era modern, termasuk pengaruh teknologi dan media sosial, harus diimbangi dengan penguatan karakter siswa.
Menurutnya, Pemkot Tangerang terus berupaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman sebagai fondasi dalam membentuk intelektualitas peserta didik.
Ia juga menegaskan bahwa sekolah yang telah menjalankan program “Sekolah Gratis” wajib memberikan layanan pendidikan secara optimal tanpa adanya pungutan.
“Program Sekolah Gratis adalah bentuk komitmen intervensi pemerintah. Jika ditemukan pungutan liar di sekolah yang sudah berkomitmen gratis, kami akan menindak tegas. Kami ingin pendidikan menjadi kebutuhan dasar yang terfasilitasi dengan baik demi mencetak generasi unggul di Kota Tangerang,” pungkas Wahyudi. (Sumarna)
Tangerang, lensafokus.id – Kegiatan Marching Band Inter Siswa/i Competition Tahun 2026 Tingkat Provinsi Banten resmi dibuka di Gedung Kitri Bakti, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Sabtu (2/5/2026).
Ajang bergengsi ini memperebutkan Piala Gubernur Banten, Piala Ketua KORMI Provinsi Banten, serta Piala Ketua KORMI Kabupaten Tangerang.
Kompetisi tersebut menjadi wadah pengembangan bakat, kreativitas, dan sportivitas generasi muda di bidang marching band, sekaligus mempererat silaturahmi antar pelajar dari berbagai daerah di Provinsi Banten.
Ketua Federasi Youth Band Indonesia sekaligus Ketua Pelaksana, Irawan, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tahun ini diikuti peserta dari jenjang SD hingga SMA/sederajat.
“Marching Band Inter Siswa/i Competition 2026 diikuti oleh 40 club marching band dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Banten, dengan jumlah peserta kurang lebih 1.600 siswa. Antusiasme ini menunjukkan bahwa marching band terus menjadi kegiatan positif yang diminati generasi muda,” ujarnya.
Ia menambahkan, kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan, tetapi juga sarana pembinaan karakter melalui disiplin, kekompakan, kreativitas, dan semangat kompetitif yang sehat.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Provinsi Banten, Nur Aini, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut dan berharap ajang ini mampu melahirkan bibit-bibit unggul dari Provinsi Banten.
“Marching band merupakan perpaduan seni, olahraga, dan pembentukan karakter. Melalui kompetisi ini, kita tidak hanya mencari juara, tetapi juga menanamkan nilai disiplin, kerja sama, serta semangat berprestasi kepada generasi muda. Semoga kegiatan ini menjadi agenda berkelanjutan yang mampu melahirkan talenta-talenta terbaik Banten di masa mendatang,” tuturnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum strategis dalam mendorong pengembangan olahraga masyarakat berbasis seni pertunjukan serta memperkuat pembinaan generasi muda di Provinsi Banten. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid bersama Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah menghadiri acara softlauncing Politeknik Ismet Iskandar Indonesia yang berlokasi di Kawasan Central Business Distrik (CBD) Kec. Karang Tengah Kota Tangerang, Sabtu (02/05/26).
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid berharap pihak yayasan dan Civitas Akademika Politeknik Ismet Iskandar Indonesia bisa segera membangun kampusnya di Kabupaten Tangerang.
"Kami harap dan mendambakan nanti mudah-mudahan 2, 3 tahun Politeknik ini bisa mengembangkan sayap kampusnya di Kabupaten Tangerang," ujar Bupati Maesyal Rasyid.
Menurut dia ada, Kabupaten Tangerang yang mempunyai penduduk sekitar 3,5 juta jiwa masih memerlukan adanya pengembangan sarana pendidikan, khususnya pendidikan tinggi. Ada 3 hal yang perlu terus diperkuat dalam penyelenggaraan layanan pendidikan di era global saat ini. Hal tersebut di antaranya: agama, pengetahuan dan kontribusinya, baik untuk orang lain maupun bagi kemajuan daerah.
"Dengan agama orang hidup akan lebih terarah, dengan seni orang akan lebih indah, dengan ilmu orang akan lebih mudah meraih kesuksesan dan dengan kesuksesan itu tidak hanya dapat memberikan kontribusi pada orang lain tapi juga kemajuan daerah," ungkapnya.
Pihaknya mengucapkan selamat dan terima kasih kepada Yayasan Ismet Iskandar atas peluncuran operasional Politeknik Ismet Iskandar Indonesia.
"Kami atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Tangerang mengucapkan terima kasih dan paresiasi kepada bapak Dr. Haji Ahmed Zaki Iskandar dengan Yayasan Ismet Iskandarnya. Mudah-mudahan Politeknik ini bisa terus berkembang dan melahirkan calon-calon pemimpin masa depan," pungkasnya.
Hal yang sama juga diungkapkan Wabup Intan. Dia berharap Politeknik Ismet Iskandar bisa mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) unggul dan tangguh yang mampu memberikan kontribusinya terhadap kemajuan dan pembangunan daerah.
"Mudah-mudahan Politeknik Ismet Iskandar ini bisa mencetak SDM-SDM unggul yang ke depannya bisa juga jadi calon-calon pemimpin di Kabupaten Tangerang serta bisa berkontribusi di pembangunan Kabupaten Tangerang," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pembina Yayasan Ahmed Ismet Iskandar, A. Zaki Iskandar mengungkapkan bahwa Politeknik Ismet Iskandar akan diresmikan pada bulan Juni 2026 mendatang dan memulai tahun akaran baru pada bulan Juli 2026.
"Mudah-mudahan, insyaAllah, minta dukungan doa semuanya untuk kita bisa resmikan nanti di bulan Juni dan menerima tahun ajaran baru di Juli 2026," ungkap Zaki.
Dia menambahkan, pihaknya juga akan membangun gedung baru di wilayah Kec. Legok sekitar 2-3 tahun ke depan. Selain itu, pihaknya juga akan mengembangkan sayapnya untuk membangun kampus Politeknik Ismet Iskandar di Tangerang Utara.
"InsyaAllah, 2-3 tahun ke depan, kampus di wilayah Legok bisa diresmikan dan mudah-mudahan ke depan, kita juga punya rencana untuk membangun kampus yang berada di wilayah Tangerang Utara," imbuhnya.
Pihaknya berharap Politeknik Ismet Iskandar tersebut bisa menyelenggarakan layanan pendidikan yang berkualitas dan terjangkau bagi masyarakat.
"Mudah-mudahan dengan program kita ini, anak-anak Tangerang khususnya dan pada umumnya anak-anak Banten dan Indonesia bisa merasakan program pendidikan yang bisa meningkatan kualitas pendidikan dan juga karya mereka melalui Politeknik Ismet Iskandar," ujarnya. (Red)
Lebak, lensafokus.id — Aktivitas galian pasir kuarsa di Kampung Sawah, Desa Lebakeusik, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, menjadi sorotan. Pasalnya, kegiatan tersebut diduga mengabaikan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta belum memenuhi kewajiban administrasi berupa Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2026.
Berdasarkan pantauan di lapangan, para pekerja terlihat tidak dilengkapi alat pelindung diri (APD) seperti helm pengaman, sarung tangan, dan perlengkapan keselamatan lainnya. Kondisi ini dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pekerja.
“Saya melihat para pekerja tidak menggunakan alat keselamatan kerja. Ini tentu berisiko tinggi terhadap kecelakaan kerja,” ujar Ewok, warga Kabupaten Lebak, Sabtu (02/05/2026).

Selain persoalan K3, Ewok juga menyoroti dugaan belum disampaikannya RKAB tahun 2026 oleh para pengelola tambang, sebagaimana diwajibkan oleh Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (DESDM).
Ia menjelaskan, berdasarkan ketentuan dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 17 Tahun 2025, setiap pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) tahap operasi produksi wajib menyusun dan menyampaikan RKAB paling lambat 15 November kepada Gubernur.
“Diduga para pengusaha galian pasir kuarsa di wilayah Banjarsari belum memenuhi kewajiban tersebut,” katanya.
Ewok menambahkan, apabila terbukti belum mengantongi persetujuan RKAB, izin usaha dapat dicabut oleh Gubernur tanpa melalui tahapan sanksi administratif.
“Dari hasil investigasi di lapangan, pengelola hanya menyampaikan secara lisan bahwa RKAB sudah diurus, namun tidak dapat menunjukkan bukti fisik,” ujarnya.
Sementara itu, Rohman selaku pemilik lahan mengungkapkan bahwa kerja sama dengan pengelola tambang menggunakan sistem bagi hasil (royalti) telah berjalan selama tiga bulan. Ia menyebut aktivitas penambangan dilakukan secara manual.
Dalam satu lokasi galian di Kampung Sawah, lanjut Rohman, terdapat tiga pengelola, yakni Lana, Ahda, dan Armin. Namun, saat dikonfirmasi terkait laporan tahunan dan dokumen RKAB, para pengelola juga belum dapat menunjukkan bukti fisik.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai legalitas operasional maupun kepatuhan administrasi tambang tersebut. (Cecep)