Banten

Banten (7172)

TANGERANG, lensafokus.id — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang terus menggalakkan program deteksi dini untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Salah satunya diwujudkan melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar di Aula Kecamatan Pagedangan pada Jumat (11/09/2026), dengan jumlah peserta yang melampaui target sasaran.

Pelaksanaan layanan CKG di Kecamatan Pagedangan turut ditinjau langsung oleh Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang. Kehadiran jajaran Pimpinan Daerah dan Dinas Kesehatan ini menegaskan komitmen bersama dalam memastikan pelayanan kesehatan primer berjalan optimal hingga ke tingkat kecamatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr. Hendra Tarmizi, menyampaikan bahwa kegiatan pelayanan kesehatan ini mendapat antusiasme yang tinggi. Dari target awal sebanyak 400 orang warga sasaran di Kecamatan Pagedangan, jumlah peserta yang hadir dan terlayani mencapai 429 orang.

"Tujuannya adalah untuk melakukan deteksi dini. Sehingga, jika ditemukan ada bibit penyakit atau gangguan kesehatan sedikit saja, cepat kita obati, cepat kita lakukan pencegahan, dan tetap bisa minum obat untuk terapi sehingga tidak terjadi komplikasi yang tidak kita inginkan," ujar dr. Hendra Tarmizi.

Ia juga menjelaskan bahwa upaya deteksi dini ini dinilai sangat krusial oleh Dinkes Kabupaten Tangerang. Selain pemeriksaan penyakit tidak menular dasar seperti batuk, hipertensi, dan diabetes, program kesehatan yang berjalan saat ini juga difokuskan pada deteksi penyakit menular melalui rontgen paru-paru untuk Tuberkulosis (TBC).

"Secara makro, intervensi dan deteksi dini dari Dinkes juga sukses menekan Angka Kematian Ibu (AKI) di Kabupaten Tangerang yang angkanya terus menunjukkan penurunan signifikan sejak tahun 2024," jelasnya.

Lebih lanjut, dr. Hendra mengimbau agar kesadaran akan pentingnya deteksi dini kesehatan tidak hanya bergantung pada acara seremonial semata. Masyarakat diharapkan proaktif memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang ada secara berkala.

"Kami berharap nanti masyarakat minimal satu kali setahun tetap melaksanakan program cek kesehatan gratis ini. Walaupun boleh tiga bulan sekali atau enam bulan sekali. Tujuannya agar penyakit yang ada bisa cepat terdeteksi, aktivitas tidak terganggu, dan derajat kesehatan masyarakat terus meningkat," tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Kesehatan terus berkomitmen untuk mengoptimalkan pelayanan di setiap puskesmas, rumah sakit umum daerah, hingga bermitra dengan rumah sakit swasta guna memastikan seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Tangerang mendapatkan pelindungan kesehatan yang berkualitas. (Red)

PANDEGLANG, lensafokus.id — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Banten menggelar doa bersama di kawasan Carita, Kabupaten Pandeglang, Sabtu (12/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bentuk solidaritas dan dukungan moral terhadap lima wartawan dan tiga kru speedboat yang dilaporkan hilang kontak saat hendak melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda.

Kedelapan orang tersebut hingga kini masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.

Jajaran PWI Banten hadir langsung ke lokasi dan dipimpin Ketua PWI Banten Rian Nopandra, didampingi Sekretaris PWI Banten Fahdi Khalid serta Wakil Ketua Bidang Organisasi Teguh Akbar Idham.

Sejumlah pengurus PWI kabupaten/kota se-Banten turut hadir, di antaranya Ketua PWI Cilegon Ahmad Fauzi Chan, Ketua PWI Pandeglang Asep Mujahidin, Ketua PWI Lebak RA Sudrajat, serta Ketua PWI Kabupaten Serang Andrea Nanda Saputra.

Turut hadir Seksi Wartawan Industri dan Lingkungan PWI Banten David Nababan serta Seksi Wartawan Hukum dan HAM PWI Banten Raden Dede.

Ketua PWI Banten Rian Nopandra mengatakan, kehadiran jajaran PWI di lokasi posko pencarian merupakan bentuk dukungan moral kepada keluarga dan rekan-rekan wartawan yang hingga kini masih dalam pencarian.

“Kami dari PWI Banten bersama jajaran PWI kabupaten/kota hadir sebagai bentuk solidaritas terhadap rekan-rekan wartawan dan tiga kru speedboat yang masih dalam pencarian. Kami berdoa dan berharap semuanya segera ditemukan dalam keadaan selamat,” ujar Rian.

Rian menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi perhatian utama setiap wartawan ketika menjalankan tugas jurnalistik, terlebih saat melakukan peliputan di wilayah yang memiliki risiko tinggi.

“Berita memang penting, tetapi keselamatan rekan-rekan di lapangan jauh lebih penting. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua agar selalu memperhatikan keselamatan dalam menjalankan tugas jurnalistik,” katanya.

Selain mendoakan lima wartawan dan tiga kru speedboat yang masih dicari, doa bersama juga ditujukan bagi seluruh personel serta unsur yang terlibat dalam operasi pencarian.

PWI Banten berharap seluruh petugas yang berada di lapangan diberikan keselamatan, kesehatan, serta kemudahan dalam menjalankan proses pencarian.

Mansyur Suryana, ayahanda M. Bagus Khoirunnas, salah satu wartawan yang dilaporkan hilang kontak, turut hadir dan menyampaikan harapan kepada rekan-rekan wartawan serta keluarga besar PWI Banten.

Ia berharap operasi pencarian yang dilakukan tim gabungan dapat segera membuahkan hasil dan menemukan keberadaan putranya bersama empat wartawan lainnya dalam kondisi selamat.

“Kami berharap ada kabar baik. Mohon doa dari rekan-rekan semua agar Bagus bersama rekan-rekannya dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat,” harap Mansyur.

Pada kesempatan tersebut, jajaran pengurus PWI se-Banten juga berdialog dengan Kapolda Banten Irjen Pol Hengki di posko pencarian kawasan Carita.

Dalam pertemuan tersebut, Kapolda Banten menyampaikan perkembangan operasi pencarian yang telah memasuki hari kelima.

Menurutnya, armada yang dikerahkan dalam operasi pencarian telah bertambah menjadi 14 unit yang disebar di tujuh lokasi. Sementara personel yang terlibat mencapai sekitar 350 orang dari berbagai unsur.

“Kita akan terus memaksimalkan pencarian rekan-rekan wartawan dan mohon doanya agar dilancarkan,” ujar Irjen Pol Hengki. (C2p)

KOTA TANGERANG, lensafokus.id — Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memastikan ketersediaan air baku di Sungai Cisadane masih dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan pasokan air bersih masyarakat, meski wilayah tersebut tengah menghadapi musim kemarau.

Kepastian itu disampaikan setelah Pemkot Tangerang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Perumda Tirta Benteng, serta pegiat lingkungan melakukan kegiatan susur Sungai Cisadane.

Kegiatan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi debit dan kualitas air sungai, sekaligus meninjau ketersediaan air baku di tengah kemarau panjang serta merespons laporan dan aduan masyarakat terkait kondisi air.

IMG 20260912 WA0002

Wali Kota Tangerang, Sachrudin, mengatakan kondisi ketersediaan air baku saat ini masih berada dalam kategori aman. Berdasarkan pemantauan, pasokan air dari Sungai Cisadane diperkirakan masih mencukupi untuk kebutuhan masyarakat hingga satu bulan ke depan.

“Kondisi air saat ini terhitung aman. Diperkirakan kecukupan air dari Cisadane untuk dialirkan kepada masyarakat masih aman hingga satu bulan ke depan. Kami minta masyarakat tidak panik karena pemerintah dan PDAM terus hadir memastikan pelayanan air bersih tetap berjalan,” ujar Sachrudin.

Sachrudin menjelaskan, musim kemarau menyebabkan muka air Sungai Cisadane mengalami penurunan sekitar 40 sentimeter. Meski demikian, kedalaman sungai saat ini masih berada di kisaran 4 hingga 9 meter.

Pemkot Tangerang juga terus berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSC) dalam upaya menjaga ketersediaan air, termasuk penanganan normalisasi sungai, pengerukan sedimentasi, hingga pengajuan rekayasa cuaca atau hujan buatan.

Sementara itu, Direktur Utama Perumda Tirta Benteng, Doddy Effendy, mengatakan pihaknya bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait adanya penurunan kualitas air atau kondisi air keruh di sejumlah wilayah pelanggan.

“Tim sudah kami turunkan untuk menyisir wilayah pelanggan yang menyampaikan keluhan. Kami terus melakukan penyesuaian teknologi dan langkah-langkah penanganan agar kualitas air yang didistribusikan kembali sesuai standar,” jelas Doddy.

Menurutnya, pemantauan kualitas air akan terus dilakukan untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik, khususnya selama kondisi kemarau masih berlangsung.

Selain melakukan upaya pengerukan sedimentasi dan koordinasi dengan pihak terkait, Pemkot Tangerang juga mengajak masyarakat untuk turut menjaga kelestarian Sungai Cisadane. (Sumarna)

TANGERANG, lensafokus.id – Komisi VIII DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke Markas Komando (Mako) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Jumat (11/9/2026). Kunjungan pada Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027 tersebut membahas kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menghadapi berbagai potensi bencana.

Anggota Komisi VIII DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Banten III, Wahidin Halim, mengapresiasi kesiapan BPBD Kota Tangerang dalam melakukan penanganan bencana. Ia menilai sistem penanganan yang diterapkan Pemerintah Kota Tangerang telah berjalan dengan baik dan semakin modern.

“Ini bagus, penanganannya sudah sistemis, sudah berjalan. Jauh lebih modern, jauh lebih baik,” ujar Wahidin.

Dalam kunjungan tersebut, Komisi VIII juga menyoroti kesiapan Kota Tangerang menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, termasuk ancaman kekeringan.

Jajaran BPBD Kota Tangerang memaparkan berbagai langkah mitigasi, prosedur penanganan, serta pola koordinasi lintas sektor yang disiapkan untuk memastikan keselamatan masyarakat saat terjadi kondisi darurat.

IMG 20260911 WA0051

Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono, mengatakan Pemkot Tangerang terus memperkuat kesiapsiagaan melalui koordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari BBWS, Perumda Tirta Benteng, masyarakat melalui Kampung Siaga Bencana, hingga pemerintah pusat.

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, khususnya dalam hal penanganan dan mitigasi bencana. Untuk response time yang secara nasional ditentukan 15 menit, Kota Tangerang mampu berada di angka 10 menit,” kata Maryono.

Ia juga mengapresiasi dukungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terhadap BPBD Kota Tangerang. Menurutnya, dukungan tersebut penting untuk meningkatkan kapasitas penanganan bencana dan memastikan kebutuhan masyarakat dapat direspons dengan cepat saat kondisi darurat.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, mengatakan BNPB dalam kesempatan tersebut turut memberikan sejumlah perlengkapan secara simbolis untuk mendukung operasional penanganan bencana.

“Ke depan, BPBD Kota Tangerang akan mengusulkan kebutuhan peralatan tambahan yang diperlukan untuk memperkuat operasional, termasuk kendaraan logistik dan sarana komunikasi,” jelas Mahdiar.

Sementara menghadapi potensi kekeringan, BPBD Kota Tangerang terus berkoordinasi dengan perangkat daerah dan pihak terkait. Salah satu langkah mitigasi yang tengah dikaji yakni penguatan sumber air melalui pembangunan atau pemanfaatan sumur dalam di sejumlah titik kelurahan.

Upaya tersebut diharapkan menjadi bagian dari mitigasi jangka panjang sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat Kota Tangerang dalam menghadapi ancaman kekeringan. (Sumarna)

TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid melakukan kegiatan Jumat Keliling (Jumling), menyapa dan mempererat silahturahmi dengan warga, tokoh agama di Masjid Jami’ Falahul Muttaqin, Kecamatan Pagedangan, Jumat (11/9/26)

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan kegiatan Jumling, merupakan salah satu upaya pemerintah daerah bisa hadir lebih dekat kepada masyarakat. Melalui kegiatan Jumling tersebut, aspirasi harapan warga dan kondisi faktual di lapangan dapat terlihat langsung dengan lebih jelas

“Jumling ini bukan hanya kegiatan rutin. Ini kesempatan kita untuk bertemu langsung dengan masyarakat, bersilaturahmi dan mendengarkan apa yang menjadi harapan warga serta kondisi faktual di lapangan dapat terlihat dengan lebih jelas,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Ia menegaskan, pembangunan Kabupaten Tangerang tidak cukup hanya dilakukan melalui program pemerintah. Dukungan dan partisipasi aktif dari masyarakat juga menjadi kekuatan penting agar berbagai program pembangunan dapat berjalan dan memberikan manfaat nyata.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita membutuhkan kebersamaan, gotong royong dan dukungan masyarakat. Kalau pemerintah dan masyarakat bersama-sama, insyaAllah Tangerang semakin maju dan masyarakat semakin sejahtera,” ujarnya.

Lanjut dia, kegiatan Jumling juga menjadi pengingat bahwa pelayanan publik tidak hanya berlangsung di kantor pemerintahan. Mendatangi masyarakat, mendengar langsung suara warga dan menjaga silaturahmi menjadi bagian dari cara pemerintah memastikan pembangunan tetap berpijak pada kebutuhan masyarakat

"Pelayanan publik tidak hanya di dalam kantor. Bertemu warga, mendengarkan dan bersilahturahmi dengan warga tanpa jarak seperti ini juga menjadi bagian pemerintah untuk memastikan pembangunan berjalan dan manfaatnya dirasakan masyarakat," imbuhnya

Dia menyebut masjid memiliki posisi strategis dalam membangun kehidupan sosial masyarakat. Selain sebagai tempat ibadah, masjid dapat menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan, kepedulian sosial dan kerukunan warga.

"Kami berharap hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat semakin dekat, sehingga berbagai persoalan maupun aspirasi warga dapat dikomunikasikan dan dicarikan solusi secara bersama-sama," pungkasnya. (Red)

TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mendukung penuh pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Anti Rentenir di Kabupaten Tangerang yang digagas Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kabupaten Tangerang. Hal tersebut disampaikan dalam Seminar Urgensi Pembentukan Satgas Anti Rentenir di Aula Pendopo Bupati Tangerang, Jumat (11/9/2026).

Bupati Maesyal mengatakan, Satgas Anti Rentenir harus memiliki tugas yang jelas, mulai dari menerima dan menindaklanjuti pengaduan hingga mencari solusi bersama pemerintah daerah. Menurutnya, keberadaan satgas juga harus dibarengi dengan kemudahan akses pembiayaan agar masyarakat tidak memilih pinjaman dari rentenir.

“Satgas nanti harus jelas uraian tugasnya, menerima pengaduan, menindaklanjuti pengaduan, dan mencari solusinya bersama-sama dengan pemerintah daerah. Masyarakat kita ingin yang praktis, tidak berbelit-belit dan tidak banyak persyaratan,” ujar Bupati Maesyal.

Bupati Maesyal menandaskan Pemkab Tangerang menghadirkan sejumlah lembaga pembiayaan milik pemerintah daerah, seperti BPR, PT LKM dan UPDB, sebagai alternatif pembiayaan bagi masyarakat. Untuk itu, dia meminta lembaga pembiayaan tersebut memberikan kemudahan persyaratan dan pembiayaan dengan beban yang terjangkau, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan modal usaha.

“Pemerintah tidak hanya membentuk satgas, tetapi harus memberikan solusi. Saya sengaja hadirkan UPDB, PT LKM dan BPR. Bantu masyarakat kita yang mau pinjam, mudahkan persyaratannya dan ringankan bunganya, supaya masyarakat tidak ke rentenir,” tegasnya

Ia juga meminta MES untuk dapat membantu memberikan sosialisasi terhadap keberadaan lembaga pembiayaan tersebut hingga tingkat kecamatan dan mengimbau masyarakat agar pengajuan pinjamannya benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan, sehingga pinjamannya tidak menjadi beban di kemudian hari.

“Kalau kebutuhan usahanya Rp3 juta sampai Rp5 juta, ya pinjam sesuai kebutuhan itu. Jangan modalnya Rp3 juta sampai Rp5 juta, tetapi pinjamnya Rp20 juta. Kasihan nanti menjadi beban. Jadi pinjam harus sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan,” imbaunya.

Bupati menambahkan, pihaknya akan membahas lebih lanjut kemudahan persyaratan bersama UPDB, PT LKM dan BPR. Menurutnya, upaya mencegah masyarakat terjerat rentenir harus dibarengi dengan menyediakan akses pembiayaan yang mudah sekaligus mendorong masyarakat memenuhi kewajibannya.

“Kita hadir untuk memberikan solusi. Kalau diberikan kemudahan untuk pinjam, jangan lupa kewajibannya. Sudah ada UPDB, PT LKM dan BPR, jadi manfaatkan lembaga yang resmi dan jangan sampai ke rentenir,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua MES Kabupaten Tangerang Mohamad Mahrusillah mengatakan, pembentukan Satgas Anti Rentenir diharapkan dapat segera direalisasikan dan menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Tangerang. Ia berharap dukungan pemerintah daerah dapat memperkuat partisipasi berbagai unsur masyarakat dalam satgas tersebut.

“Insyaallah sekali teken Pak Bupati, 29 kecamatan semuanya ter-cover. Karena kami ini sebagai masyarakat dan perwakilan masyarakat, kami juga memohon bantuan. Isi satgas ini bukan hanya dari MES, tetapi ada dari NU, PWI, ormas, mahasiswa, dan MUI,” ujarnya. (Red)

Page 11 of 718
Go to top