Banten

Banten (6942)

KOTA TANGERANG, lensafokus.id – Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kota Tangerang turut ambil bagian dalam kemeriahan Festival Cisadane 2026 dengan membuka stan pelayanan dan informasi kepada masyarakat di kawasan festival, Rabu malam (22/7/2026).

Keikutsertaan BPKD menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Tangerang untuk mendekatkan layanan publik kepada masyarakat. Melalui stan tersebut, pengunjung dapat memperoleh berbagai informasi mengenai pajak daerah, retribusi, serta inovasi layanan digital yang memudahkan wajib pajak dalam memenuhi kewajibannya.

Suasana di stan BPKD tampak semarak dengan kehadiran seluruh jajaran pegawai yang menunjukkan kekompakan dalam memberikan pelayanan. Mulai dari Kepala Badan, Sekretaris Badan, hingga para staf, seluruhnya terlihat antusias menyambut masyarakat yang berkunjung.

Petugas juga memberikan edukasi mengenai pentingnya pajak daerah bagi pembangunan Kota Tangerang, sekaligus membagikan berbagai suvenir kepada pengunjung sebagai bentuk apresiasi.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kota Tangerang, Agus Andriansjah, S.E., M.M., mengatakan keikutsertaan dalam Festival Cisadane merupakan komitmen BPKD untuk menghadirkan pelayanan yang lebih dekat dan mudah diakses masyarakat.

"Kami ingin layanan BPKD tidak hanya hadir di kantor, tetapi juga bisa diakses dan dipahami langsung oleh masyarakat melalui kegiatan seperti ini. Kekompakan tim menjadi kunci bagi kami untuk memberikan pelayanan terbaik dengan sepenuh hati," ujar Agus Andriansjah.

Menurutnya, Festival Cisadane menjadi momentum yang tepat untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan keuangan daerah serta peran pajak dalam mendukung pembangunan Kota Tangerang.

Festival Cisadane sendiri merupakan agenda tahunan Pemerintah Kota Tangerang yang selalu menyedot perhatian puluhan ribu pengunjung. Berbagai pertunjukan seni dan budaya, bazar UMKM, kuliner, hingga pelayanan publik dari organisasi perangkat daerah (OPD) menjadi daya tarik utama festival tersebut. (Red)

TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang resmi meluncurkan layanan Investment and Potential Object Tangerang (IPO-T) bertajuk "Investasi Digital, Peluang Optimal". Layanan tersebut diluncurkan langsung oleh Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid di Lemo Hotel Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Rabu (22/7/26).

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal mengatakan investasi memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan kemajuan daerah. Menurutnya, di tengah perkembangan era digital, pemerintah dituntut untuk terus menghadirkan layanan informasi investasi yang mudah diakses, akurat, dan terpercaya untuk memberikan kemudahan bagi calon investor dalam mengenali potensi daerah yang dimiliki.

"Melalui DPMPTSP, Pemerintah Kabupaten Tangerang menghadirkan Aplikasi IPO-T sebagai inovasi digital yang menghimpun informasi potensi investasi dalam satu platform. Kami berharap aplikasi ini menjadi media promosi yang efektif sekaligus memudahkan investor memperoleh informasi peluang investasi secara cepat, transparan, dan terpercaya," ujar Bupati Maesyal.

Ia menjelaskan, kehadiran IPO-T merupakan wujud komitmen Pemkab Tangerang dalam memperkuat pelayanan publik berbasis digital sekaligus meningkatkan daya saing daerah melalui kemudahan aksesq informasi investasi.

"Saya berharap IPO-T dapat meningkatkan realisasi investasi di Kabupaten Tangerang yang pada akhirnya berdampak pada pertumbuhan ekonomi, pembukaan lapangan kerja, dan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Bupati Maesyal juga mengajak seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan untuk aktif memperbarui data potensi wilayah agar setiap informasi yang disajikan selalu lengkap, mutakhir dan terkini. Ia pun mengundang para pelaku usaha, investor, dan akademisi untuk memanfaatkan IPO-T sebagai sarana membangun kolaborasi dan membuka peluang investasi baru di Kabupaten Tangerang.

"Keberhasilan aplikasi ini membutuhkan dukungan semua pihak. Dengan sinergi yang kuat, saya optimistis Kabupaten Tangerang akan semakin dikenal sebagai daerah yang memiliki iklim investasi yang kondusif dan potensi ekonomi yang kompetitif," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tangerang, Hendar Herawan mengatakan, aplikasi IPO-T merupakan inovasi digital yang menghimpun data potensi dan peluang investasi di Kabupaten Tangerang dalam satu platform digital yang mudah diakses oleh calon investor.

"Alhamdulillah, hari ini Pemerintah Kabupaten Tangerang meluncurkan aplikasi IPO-T atau Investment and Potential Object Tangerang. Di dalamnya memuat data potensi dan peluang investasi dari berbagai sektor, seperti industri, perdagangan, kesehatan, hingga UMKM yang disajikan per kecamatan," ujar Hendar.

Dia menjelaskan, setiap wilayah memiliki karakteristik dan potensi investasi yang berbeda. Sebagai contoh, Kecamatan Kelapa Dua memiliki peluang pada sektor jasa, kawasan hunian, dan pendidikan swasta, sedangkan Kecamatan Kresek lebih berpotensi di sektor pertanian serta pengolahan dan ketahanan pangan. Menurutnya, informasi tersebut dapat menjadi referensi awal bagi para investor dalam menentukan lokasi investasi.

Hendar menambahkan, berbeda dengan aplikasi layanan perizinan yang telah dimiliki DPMPTSP, IPO-T tersebut berfungsi sebagai pusat informasi investasi. "Kalau aplikasi yang lain fokus pada pelayanan perizinan, IPO-T justru menyediakan data dan informasi yang dibutuhkan calon investor. Jadi mereka tidak perlu lagi mencari informasi ke masing-masing perangkat daerah karena semuanya sudah kami himpun dalam satu aplikasi yang dapat diakses melalui ponsel maupun laptop," jelasnya.

Saat ini, lanjut Hendar, IPO-T baru memuat data dari lima kecamatan dan akan terus dikembangkan hingga mencakup seluruh 29 kecamatan di Kabupaten Tangerang.

"Data yang tersedia akan terus diperbarui dan ke depan direncanakan terintegrasi dengan aplikasi Potensi dan Informasi Regional (PIR) milik BKPM agar data investasi daerah dan nasional dapat saling terhubung," imbuhnya. (Red)

TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meresmikan Gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) Lontar 2, Kecamatan Kemiri yang telah selesai direnovasi dengan memanfaatkan material fly ash dan bottom ash (FABA) dari PLTU Lontar sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), Rabu (22/7/26).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasi kepada PLTU Lontar yang telah mendukung peningkatan kualitas sarana pendidikan melalui renovasi ruang belajar di SDN Lontar 2 dan SDN Klebet 1.

"Hari ini kita meresmikan hasil renovasi di SDN Lontar 2 dan SDN Klebet 1. Total ada lima unit yang dibangun, empat unit di SDN Lontar 2 dan satu unit di SDN Klebet 1. Ini merupakan wujud nyata tanggung jawab perusahaan dalam mendukung dunia pendidikan, khususnya penyediaan sarana dan prasarana belajar yang layak," ujar Bupati Maesyal Rasyid

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, salah satunya perbaikan ruang kelas yang belum direnovasi agar seluruh bangunan sekolah memiliki kualitas yang seragam dan semakin nyaman digunakan oleh para siswa maupun tenaga pendidik.

"Pemkab Tangerang akan menyesuaikan dengan bangunan yang sudah direnovasi oleh PLTU Lontar. Ruang kelas lainnya akan kami rehabilitasi agar seluruh fasilitas sekolah menjadi lebih baik, sehingga proses belajar mengajar berlangsung nyaman, aman, bersih, sehat, dan tertib," katanya.

Bupati berharap sinergi antara Pemerintah Kabupaten Tangerang dan PLTU Lontar terus berlanjut melalui berbagai program CSR lainnya yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

"Kami juga berharap kerja sama ini dapat diperluas, tidak hanya untuk pendidikan, tetapi juga program bedah rumah, kesehatan, dan program sosial lainnya. Saya meminta Pak Camat terus memfasilitasi agar program CSR PLTU Lontar dapat menjangkau lebih banyak desa di Kecamatan Kemiri," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Dili Windu Rezeki Sugandi, melaporkan bahwa SDN Lontar 2 berdiri di atas lahan seluas 1.978 meter persegi dengan total tujuh ruang kelas, ruang kepala sekolah, ruang guru, serta fasilitas pendukung lainnya.

Melalui program CSR PLTU Lontar, sekolah tersebut dapat memperoleh bantuan renovasi 3 ruang kelas, satu ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS), dan satu fasilitas sanitasi. Sedangkan SDN Klebet 1 sebelumnya telah mendapatkan renovasi satu ruang kelas sejak Desember 2025.

"Perbaikan di SDN Lontar 2 dilaksanakan mulai Maret hingga Juli 2026. Alhamdulillah seluruh pekerjaan telah selesai dan hari ini dapat diresmikan. Kami menyampaikan terima kasih kepada PLTU Lontar atas dukungan yang diberikan dalam meningkatkan kualitas sarana pendidikan di Kabupaten Tangerang," ucapnya. (Red)

TANGERANG, lensafokus.id – Tim Penilai Lomba Posyandu Tingkat Provinsi Banten melakukan kunjungan verifikasi lapangan di Posyandu Mawar 3, Desa Sukamantri, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang. Kegiatan evaluasi ini digelar untuk memantau penerapan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024, Rabu (22/07/2026).

Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Banten Tinawati Andra Soni mengapresiasi kesiapan jajaran Pemerintah Kabupaten Tangerang beserta kader masyarakat Desa Sukamantri dalam menyelenggarakan pelayanan publik terintegrasi. Ia menegaskan bahwa penilaian lapangan ini merupakan sarana evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas Posyandu sebagai lembaga kemasyarakatan desa.

"Penilaian ini menjadi sarana belajar bersama dan memperkuat inovasi pelayanan enam SPM. Posyandu harus berfungsi optimal sebagai sarana pelayanan publik yang paling dekat dengan pemukiman warga," ujar Tinawati.

Mewakili Bupati Tangerang, Asisten Daerah I Bidang Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Tangerang Prima Saras Puspa menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperluas jangkauan layanan dasar melalui Posyandu Mawar 3 yang telah beroperasi sejak 2015.

Prima menyampaikan bahwa Posyandu Mawar 3 terpilih menjadi perwakilan Kabupaten Tangerang setelah berhasil mentransformasikan fungsi penimbangan balita menjadi pusat pelayanan terpadu enam SPM. Evaluasi ini sekaligus memperkuat komitmen pemerintah daerah untuk memastikan seluruh warga mendapatkan akses layanan dasar secara merata.

"Posyandu Mawar 3 menjadi perwakilan Kabupaten Tangerang setelah berhasil mentransformasikan fungsi penimbangan balita menjadi pusat pelayanan terpadu enam SPM. Evaluasi ini memperkuat komitmen pemerintah daerah untuk memastikan seluruh warga mendapatkan akses layanan dasar secara merata," kata Prima

Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tangerang Rismawati Maesyal Rasyid menambahkan, keberhasilan pelaksanaan program didukung oleh kolaborasi lintas sektor yang melibatkan berbagai dinas teknis, unsur kecamatan, perangkat desa, serta organisasi kemasyarakatan lokal. Menurutnya, kerja sama lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama keberlanjutan Posyandu dalam mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Kerja sama lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama keberlanjutan Posyandu. Integrasi layanan 6 SPM diharapkan mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat daerah," ungkap Rismawati

Dalam kunjungan evaluasi tersebut, Tim Penilai Provinsi Banten bersama jajaran pemerintah daerah meninjau langsung enam titik lokasi pelayanan terpadu. Peninjauan mencakup Posyandu sebagai pusat pelayanan kesehatan dasar terpadu bagi balita, ibu hamil, remaja, hingga lansia, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Terpadu, Bank Sampah untuk pengelolaan lingkungan berbasis partisipasi warga, Kelompok Wanita Tani (KWT) sebagai wadah pemanfaatan pekarangan dan ketahanan pangan, Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk pendataan perbaikan hunian masyarakat, serta Pos Keamanan Lingkungan (Poskamling) guna menjaga ketenteraman dan ketertiban desa.

Sebagai bentuk dukungan lintas sektor terhadap penguatan operasional dan kesejahteraan warga, Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama instansi terkait menyalurkan sejumlah bantuan stimulan.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa menyerahkan dua buah puzzle edukatif untuk Ketua TP Posyandu Desa. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menyerahkan benih kangkung dan sawi untuk kader, sedangkan Dinas Kesehatan memberikan buku pedoman serta media sosialisasi.

Bantuan sosial dan pendidikan turut disalurkan berupa satu unit kursi roda dan alat bantu jalan dari Dinas Sosial, 30 paket buku gambar dan pensil warna dari Dinas Pendidikan, serta 40 buku mewarnai dari DP3AKKB untuk anak PAUD. Selain itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memberikan 10 pasang sepatu bot untuk kepala desa dan lurah, BKKBN memberikan 50 butir telur untuk kader, serta Unit Pengumpul Zakat menyalurkan 10 paket sembako bagi masyarakat penerima manfaat.

Rangkaian kegiatan evaluasi lapangan diawali dengan penyambutan tim penilai, dilanjutkan sesi pembukaan, paparan situasi Posyandu, dan penyerahan bantuan secara simbolis.

Turut hadir jajaran pimpinan dinas teknis terkait meliputi Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Bappeda serta Satpol PP, Camat Pasar Kemis bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Kepala Desa Sukamantri serta perwakilan UPT Puskesmas, KUA, MUI, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, dan para kader Posyandu Mawar. (Red)

TANGERANG, lensafokus.id – Kecamatan Cikupa khususnya di Kelurahan Sukamulya terus berupaya mewujudkan lingkungan yang sehat dan asri melalui partisipasi aktif dalam Lomba Kampung Hijau dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tingkat Kabupaten Tangerang. Penilaian lomba ini secara resmi dilaksanakan pada Rabu (22/07/2026) di Kantor Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang.

Keikutsertaan dalam perlombaan ini merupakan bentuk ikhtiar nyata dan komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat setempat. Fokus utamanya bukan semata-mata untuk memperebutkan gelar juara, melainkan sebagai wadah edukasi untuk membangun kesadaran kolektif akan pentingnya pola hidup yang bersih dan sehat di tengah masyarakat.

Lurah Sukamulya, Soni Rahmat Sonjaya, menyampaikan bahwa program ini merupakan upaya terencana guna membentuk masyarakat yang unggul. Ia menegaskan bahwa inti dari perlombaan ini adalah menjaga dan menumbuhkan perilaku positif secara berkelanjutan di lingkungan warga.

"Kami menyambut baik kegiatan ini karena menjadi salah satu ikhtiar bersama dalam membangun masyarakat yang sehat, serta membudayakan pola hidup bersih dan sehat," ujarnya.

Ia menjelaskan, Dalam pelaksanaannya, tim penilai memusatkan kunjungannya atau lokus penilaian di RW 11, Perumahan Mediterania 2, Kelurahan Sukamulya. Kawasan ini tidak hanya menjadi area penilaian, tetapi juga diproyeksikan menjadi kampung percontohan bagi Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) lainnya dalam menata lingkungan yang ideal.

"Ini sekaligus menjadi kampanye, menjadi contoh bagi RT/RW yang lain dalam rangka menata kampung, menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, asri, dan nyaman. Bukan kejuaraannya yang kami kedepankan, tetapi kampanye pola hidup sehatnya yang luar biasa," tambahnya menegaskan.

Sementara itu, perwakilan dari Forum Kabupaten Tangerang Sehat Emong Wiharya, yang hadir melakukan visitasi memberikan apresiasi tinggi terhadap kemandirian warga dan sinergi yang terjalin. Kolaborasi aparatur pemerintah, mulai dari tingkat kecamatan, kelurahan, hingga RT dan RW, dinilai sangat baik dan terkesan positif dalam mengimplementasikan instrumen-instrumen PHBS.

"Tentu kami mengapresiasi kemandirian masyarakat serta kolaborasi dari aparatur pemerintah. Terkesan di sini kami melihat masalah PHBS sudah sangat terwakili, dan pembinaan Asuhan Mandiri Toga (Tanaman Obat Keluarga) juga sudah berjalan kolaboratif. Lingkungannya cukup nyaman," jelasnya.

Lebih lanjut, pemanfaatan lahan lingkungan di RW 11 dinilai sangat produktif, salah satunya dibuktikan dengan eksistensi Kelompok Wanita Tani (KWT). KWT di wilayah ini terpantau telah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar, tidak hanya untuk penghijauan tetapi juga untuk mendukung ketahanan pangan keluarga secara mandiri dan berkelanjutan.

"Ke depannya, program Kampung Hijau ber-PHBS ini diharapkan tidak hanya berhenti pada aspek penataan lingkungan fisik semata. Kontribusi nyata dari inisiatif warga dan edukasi berkelanjutan ini diharapkan dapat membantu posyandu setempat dalam menurunkan angka stunting, meningkatkan gizi anak-anak, serta menginspirasi kampung-kampung lain untuk bersama-sama mewujudkan kawasan yang luar biasa nyaman, bersih, dan asri," tutupnya. (Red)

KOTA TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus menggencarkan perbaikan infrastruktur jalan di berbagai wilayah guna memastikan kondisi jalan tetap aman, nyaman, dan layak dilalui masyarakat. Salah satu ruas yang saat ini menjadi prioritas penanganan adalah Jalan Pajajaran, Kecamatan Jatiuwung.

Kepala Bidang Operasional dan Pemeliharaan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang, Iwan Nursyamsu, mengatakan proses perbaikan tengah dilakukan di sejumlah titik yang mengalami kerusakan.

"Kami melanjutkan kegiatan perbaikan Jalan Pajajaran, Jatiuwung, yang mengalami kerusakan dalam beberapa hari terakhir. Beberapa titik jalan berlubang sudah dilakukan penambalan dan pengaspalan ulang. Pekerjaan ini kami targetkan selesai hari ini," ujar Iwan, Selasa (21/7/2026).

Ia menjelaskan, pekerjaan yang dilakukan difokuskan pada penambalan lubang-lubang jalan yang dinilai berpotensi mengganggu keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas.

Menurutnya, kerusakan pada ruas Jalan Pajajaran sempat menghambat mobilitas masyarakat, khususnya kendaraan yang melintas dari kawasan industri Jatiuwung menuju Jalan Raya Gatot Subroto hingga jalur Tangerang–Serang.

"Perbaikan ini dilakukan agar aktivitas masyarakat dan distribusi barang dari kawasan industri tetap berjalan lancar. Kami ingin memastikan pengguna jalan dapat berkendara dengan aman dan nyaman," katanya.

Iwan menambahkan, Dinas PUPR akan terus melakukan monitoring dan pemeliharaan secara berkala terhadap kondisi jalan, baik jalan utama maupun jalan lingkungan di seluruh wilayah Kota Tangerang.

"Tidak hanya sekarang, kami akan terus melakukan monitoring secara berkala untuk memastikan seluruh jalan di kawasan perkotaan maupun lingkungan tetap dalam kondisi baik sehingga dapat digunakan masyarakat dengan aman dan nyaman," tambahnya.

Selain melakukan perbaikan, Pemkot Tangerang juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif melaporkan apabila menemukan kerusakan jalan di wilayahnya.

Laporan dapat disampaikan melalui layanan LAKSA (Layanan Aspirasi Kotak Saran Anda) pada aplikasi Tangerang LIVE atau melalui layanan WhatsApp pengaduan di nomor 0811-1500-152. Dengan partisipasi masyarakat, diharapkan penanganan kerusakan infrastruktur dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran. (Sumarna)

Page 15 of 695
Go to top