Banten

Banten (6088)

Kota Tangerang, lensafokus.id – Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono Hasan, mendorong percepatan sekaligus penguatan sosialisasi regulasi terbaru terkait masa bakti dan mekanisme pemilihan Ketua RT dan Ketua RW. Hal tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Pembinaan Administrasi Kecamatan dan Kelurahan Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Kecamatan Cibodas, Selasa (6/1/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh aparatur dari tiga kecamatan, yakni Kecamatan Jatiuwung, Kecamatan Periuk, dan Kecamatan Cibodas. Hadir pula para camat, lurah, serta Kepala Seksi Tata Pemerintahan dari masing-masing kecamatan dan kelurahan.

Dalam arahannya, Maryono Hasan memaparkan pentingnya percepatan sosialisasi Peraturan Wali Kota Tangerang Nomor 62 Tahun 2025 tentang masa bakti dan pemilihan Ketua RT dan Ketua RW di wilayah Kota Tangerang. Ia menegaskan, regulasi terbaru tersebut membawa perubahan signifikan, terutama terkait masa jabatan pengurus RT dan RW.

“Dalam peraturan terbaru ini, masa bakti Ketua RT dan Ketua RW yang sebelumnya tiga tahun, kini menjadi lima tahun. Dengan masa bakti yang lebih panjang, kami berharap kinerja pengurus RT dan RW akan lebih efektif dan optimal,” ujar Maryono di hadapan peserta kegiatan.

IMG 20260106 WA0053

Menurutnya, perpanjangan masa bakti ini juga bertujuan untuk memperkuat proses regenerasi kepemimpinan di tingkat lingkungan. Dengan waktu pengabdian yang lebih panjang, pengurus RT dan RW memiliki kesempatan mempersiapkan kader penerus secara lebih matang, sekaligus membuka peluang untuk mencalonkan kembali pada periode berikutnya.

Selain menyoroti regulasi RT/RW, Wakil Wali Kota Tangerang juga menekankan pentingnya tertib administrasi pemerintahan sebagai fondasi utama dalam mewujudkan pelayanan publik yang prima. Ia mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) agar senantiasa menjaga integritas dan menumbuhkan jiwa pengabdian dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

“Pengabdian tidak hanya sebatas kata-kata, tetapi harus tercermin dari sikap dan kinerja kita sebagai ASN dalam melayani masyarakat,” tegasnya.

Maryono juga mengajak seluruh aparatur pemerintahan di tingkat kecamatan dan kelurahan untuk meningkatkan semangat kerja di awal Tahun Anggaran 2026. Menurutnya, kehadiran pemerintah harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kota Tangerang secara luas.

“Di tahun anggaran 2026 yang baru ini, kita harus meningkatkan semangat bekerja dan melayani, agar masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah,” tambahnya di hadapan para peserta sosialisasi.

Mengakhiri paparannya, Maryono Hasan berharap semangat awal tahun 2026 dapat menjadi momentum untuk terus meningkatkan kualitas kinerja pelayanan publik sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam membangun lingkungan dan wilayah Kota Tangerang.

“Semoga di tahun baru 2026 ini, semangat pengabdian kita semakin menguat, dan komitmen bersama dalam membangun Kota Tangerang menjadi lebih baik ke depannya dapat terus terjaga,” pungkasnya. (Sumarna)

Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, meninjau secara langsung progres kesiapan pematangan lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin yang berlokasi di Kecamatan Mauk, Senin (5/1/26).

Dalam kunjungannya, Bupati Maesyal Rasyid didampingi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tangerang serta Direktur PDAM Tirta Kerta Raharja. Bupati bersama rombongan melihat langsung progres pematangan dan pemadatan lahan yang menjadi tahapan awal pembangunan fasilitas pengolahan sampah berbasis energi tersebut.

“Alhamdulillah, hari ini kami bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Direktur PDAM meninjau TPA Jatiwaringin untuk melihat sejauh mana kesiapan pematangan dan pemadatan lahan yang akan dijadikan lokasi pengolahan sampah menjadi tenaga listrik. Secara keseluruhan progresnya sudah mencapai sekitar 95 persen,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.

Dia menjelaskan bahwa pekerjaan yang masih dilakukan adalah pematangan dan pemadatan akhir lahan. Namun demikian, proses tersebut mengalami sedikit terkendala karena kondisi cuaca musim hujan.

“Memang ada sedikit kendala karena faktor cuaca, tetapi kita lihat sudah ada upaya yang sangat baik dari DLH, termasuk penutupan gunungan dan timbunan sampah dengan geomembran. Ini merupakan langkah positif dalam pengelolaan TPA,” ungkapnya.

Dia menambahkan bahwa setelah seluruh proses pematangan dan pemadatan lahan selesai, Pemerintah Kabupaten Tangerang akan segera melaporkan kesiapan tersebut kepada Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) sebagai tindak lanjut pembangunan PSEL.

Terkait volume pasokan sampah, pihaknya menegaskan bahwa Kabupaten Tangerang memiliki volume sampah yang mencukupi untuk mendukung operasional PSEL nantinya

“Minimal kebutuhan itu sekitar 1.000 ton sampah perhari. Di Kabupaten Tangerang sendiri saat ini sudah mencapai kurang lebih 2.700 ton perhari. Bahkan ke depan akan ada kolaborasi dengan Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan,” jelasnya.

Dia berharap, kehadiran PSEL di TPA Jatiwaringin nantinya dapat menjadi solusi jangka panjang dalam pengelolaan sampah berkelanjutan sekaligus menghasilkan energi listrik yang ramah lingkungan.

“Harapan kami, pengolahan sampah menjadi tenaga listrik ini dapat berjalan tertib, optimal, dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat serta lingkungan,” pungkasnya. (Red)

Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menghadiri acara tasyakuran Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama tahun 2026 yang mengambil tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju”.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan bahwa Kementerian Agama mempunyai peran yang strategis sebagai penjaga harmoni, perawat toleransi, sekaligus penguat persatuan di tengah keberagaman suku, budaya, agama dan keyakinan.

"Peran strategis Kementerian Agama menjadi sangat penting. Kementerian Agama hadir sebagai penjaga harmoni, perawat toleransi, sekaligus penguat persatuan di tengah keberagaman suku, budaya, dan keyakinan," ujar Bupati Maesyal Rasyid di Aula Masjid Al-Amjad, Senin (05/01/25)

Menurut dia, acara tersebut juga memiliki makna yang mendalam sejauhmana pengabdian dan usaha yang telah dilakukan untuk kepentingan masyarakat, bangsa dan negara

"Tasyakuran Hari Amal Bakti hari ini juga mengajarkan kita tentang makna syukur dan kepedulian sosial. Mari kita jadikan momentum hari Amal Bakti ke-80 ini sebagai penguat komitmen bersama memperkuat kerukunan umat mempererat sinergi lintas sektor, dan bersama-sama menghadirkan kedamaian serta kemajuan bagi masyarakat," jelasnya.

Lanjut dia, Kementerian Agama merupakan salah satu mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun masyarakat yang religius dan berkarakter bersama para ulama, umaro, tokoh agama dan seluruh elemen umat dan masyarakat yang senantiasa berjalan beriringan dan saling menguatkan dan saling menjaga.

"Saya percaya jika umat rukun dan bersinergi, maka daerah kita akan kuat, dan Indonesia akan semakin damai dan maju," ucapnya

Dia juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Kementerian Agama Kabupaten Tangerang atas dedikasi dan pengabdiannya mulai dari pelayanan keagamaan, pendidikan madrasah, pembinaan keumatan hingga penguatan moderasi beragama

"Terima kasih kepada seluruh jajaran Kementerian Agama Kabupaten Tangerang atas dedikasi dan pengabdiannya. Semuanya adalah bagian penting dalam menjaga Indonesia yang damai dan maju dimulai dari Kabupaten Tangerang," pungkasnya. (Red)

TANGERANG, lensafokus.id – Maraknya pemberitaan sejumlah media online terkait dugaan praktik prostitusi di wilayah Kecamatan Solear mendapat perhatian serius dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tangerang. Lokasi yang disorot berada di beberapa titik sepanjang jalan menuju kawasan Podomoro, tepatnya di Kampung Cibayan, depan Puri Delta hingga area gardu, yang disinyalir menjadi tempat perbuatan asusila.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Satpol PP Kabupaten Tangerang yang dipimpin langsung Bidang Penegakan Perda (Gakda) melalui Satuan Tugas Bina Investigasi (Satibi/PPNS), bersama unsur Trantib Kecamatan Solear, Babinsa, serta personel Kodim Tigaraksa, menggelar inspeksi mendadak (sidak) pada Senin (5/1/2026).

IMG 20260105 WA0060

“Sidak hari ini masih sebatas pendataan. Nantinya pihak yang diduga sebagai penyedia lapak akan kami panggil untuk dimintai keterangan,” ujar Satibi di sela kegiatan.

Dalam sidak tersebut, tim gabungan menyisir sejumlah titik yang dicurigai. Di salah satu lokasi berupa bangunan menyerupai warung, petugas menemukan sedikitnya lima kamar yang berada di bagian belakang. Namun demikian, tidak ditemukan adanya pelaku praktik prostitusi di tempat kejadian perkara (TKP) saat pemeriksaan berlangsung.

Petugas menyayangkan hasil sidak yang dinilai belum maksimal. Pasalnya, saat dilakukan penggeledahan, seluruh lokasi dalam keadaan kosong dan tidak ada aktivitas mencurigakan.

Dari pantauan di lapangan, bangunan-bangunan tersebut tampak seperti warung kopi biasa. Namun di bagian belakang terdapat kamar-kamar yang disekat, yang kuat dugaan disiapkan untuk transaksi prostitusi online yang beroperasi pada malam hari.

Babinsa 1 Kecamatan Cikasungka, D. Sukendar, menegaskan pentingnya keterbukaan para pedagang terhadap aparat kewilayahan guna menjaga ketertiban umum. Ia juga mengingatkan potensi bahaya lain yang dikhawatirkan menyertai praktik tersebut.

“Kami mendorong transparansi dan kerja sama dari masyarakat serta pelaku usaha. Jangan sampai wilayah Solear dicap buruk karena adanya dugaan prostitusi dan potensi peredaran narkoba yang meresahkan warga,” tegasnya.

Sementara itu, Ikbal, warga Kecamatan Solear sekaligus aktivis dari Lembaga Wadah Aspirasi Rakyat (WAR), menyebut dugaan aktivitas prostitusi di dua titik tersebut sudah menjadi rahasia umum.

“Pada tahun sebelumnya juga pernah dilakukan sidak, tapi hasilnya nihil. Tidak ada penertiban signifikan terhadap bangunan liar. Akibatnya, citra Kecamatan Solear menjadi buruk karena aktivitas yang cenderung menyimpang,” ujarnya.

Ikbal juga mendesak agar pemerintah kecamatan, Satpol PP Kabupaten Tangerang, serta instansi terkait bertindak lebih tegas dan tidak setengah-setengah.

“Kami meminta sidak dilakukan pada malam hari. Kalau siang hari jelas kosong, bahkan bisa saja informasinya sudah bocor. Polanya selalu sama, sidak, pendataan, lalu tidak ada hasil nyata. Jangan sampai penegakan aturan terkesan melempem,” pungkasnya.

Ia menambahkan, peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga nama baik wilayah Kecamatan Solear dari kabar-kabar negatif yang dapat mencoreng citra daerah. (Rosmala)

Lebak, lensafokus.id - Para pedagang yang saat ini mengisi pasar Semi Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten ingin balik lagi ke jalan Sunan Kalijaga. Salah satu alasannya,  karena pasar yang mereka tempati saat ini dinilai belum layak ditempati. 

Keinginan pedagang balik ke tempat asal di Jalan Sunan Kalijaga diungkapkan pada saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di ruang Paripurna, pada Rabu, 26 November 2025 lalu.

Misalnya, Encop salah satu pedagang sayur yang menempati lapak Pasar Semi. Ia mengungkapkan alasannya ingin kembali berjualan di tepi jalan Sunan Kalijaga, karena pasar Semi yang saat ini ia dan pedagang lainnya dinilai tidak layak. 

“Pengen pindah dulu, soalnya pasarnya tidak layak huni tidak layak pakai,” katanya seusai RDP.  

Hal senada dikatakan Meti pedagang Cabai merah dan Bawang mengeluh yang menempati pasar semi penghasilan turun deratis karena sepi pembeli dan fasilitas tidak layak dihuni.katanya

Menurutnya, seharusnya pemerintah ketika memindahkan pedagang harus sudah menyiapkan segala fasilitasnya. Tidak seperti sekarang ini yang pasilitasnya belum memungkinkan untuk ditempati pedagang

Kendala utama belum ada WC, Musala, terus meja jualannya yang tidak memadai,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Lebak Juwita Wulandari akan menindaklanjuti permintaan pedagang yang mengeluhkan sejumlah fasilitas.

“Tentunya kami akan menyuarakan keluhan pedagang, karena itu merupakan keluhan dari pedagang. Pedagang mengeluhkan fasilitas yang belum siap,” tandasnya. (Cecep)

Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid bersama Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah meresmikan halte bus sekolah gratis milik Pemerintah Kabupaten Tangerang. Peresmian tersebut dilaksanakan di halte yang berlokasi di Jalan Baru Matagara, Tigaraksa, Senin (5/1/2026).

Bupati Tangerang bersama Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turut meninjau langsung operasional bus sekolah gratis dan menyaksikan para pelajar menggunakan fasilitas tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa program bus sekolah gratis merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dan transportasi. Peresmian halte bus sekolah ini dilakukan bertepatan dengan hari pertama masuk sekolah tahun ajaran 2026.

“Hari ini kami bersama Wakil Bupati, Pak Sekda, dan seluruh OPD melihat secara langsung anak-anak kita kembali bersekolah di tahun 2026 dan menggunakan bus sekolah gratis. Alhamdulillah, mereka merasa senang dan mengucapkan terima kasih. Pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan pelayanan masyarakat,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Dia menjelaskan, pada tahap awal Pemerintah Kabupaten Tangerang telah mengoperasikan 15 unit bus sekolah gratis yang melayani beberapa zona yang telah ditetapkan, dengan tambahan dua unit kendaraan operasional pendukung.

“Saat ini ada tujuh halte bus sekolah yang disiapkan, dan objek peresmian kita pusatkan di Jalan Pemda. Bus sekolah gratis ini diharapkan dapat membantu dari sisi ekonomi, keselamatan, kenyamanan, sekaligus memudahkan pengawasan terhadap anak-anak kita,” jelasnya.

Dia menambahkan bahwa seluruh bus sekolah telah dilengkapi dengan sistem aplikasi pemantauan berbasis teknologi. Sistem tersebut berfungsi untuk mengontrol kecepatan kendaraan, memastikan sopir mematuhi batas maksimal kecepatan 60 km/jam, serta menerapkan aturan keselamatan lainnya.

“Bus ini dilengkapi sistem aplikasi, kecepatan dikontrol maksimal 60 km/jam, ada sanksi jika melanggar, dan pengemudi juga dilarang merokok saat mengemudi. Semua ini demi keselamatan dan kenyamanan para pelajar,” tegasnya.

Pihaknya berharap program bus sekolah gratis ini dapat terus dikembangkan dan ditambah jumlah armada maupun rutenya sesuai dengan kebutuhan di masing-masing wilayah ke depannya.

“Mudah-mudahan di tahun 2026 dan seterusnya program ini bisa kita tambah sesuai kebutuhan wilayah. Mohon doa dan dukungannya agar pelayanan kepada masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dan transportasi, dapat terus kita optimalkan secara bertahap,” pungkasnya.

Sementara itu, M. Azzam, siswa SMA Negeri 18 Kabupaten Tangerang mengungkapkan rasa bahagianya dan menyampaikan apresiasinya atas hadirnya bus sekolah gratis dan halte yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang.

“Kami sangat terbantu dengan adanya bus sekolah gratis ini. Alhamdulillah, kami semua senang karena sekarang berangkat sekolah jadi lebih nyaman, tidak kepanasan, dan sudah ada halte khususnya. Semoga ke depannya jalurnya bisa ditambah dan pelayanannya semakin baik,” ungkapnya. (Red)

Page 15 of 609
Go to top