Banten

Banten (6055)

Tangerang, lensafokus.id -- Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid berharap kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menjadi figur tuntunan dan membawa perubahan yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Kami berharap kader-kader HMI ini bisa memberikan contoh, suri teladan dan tuntunan di manapun berada. Mereka bisa membawa perubahan di tengah-tengah masyarakat sebagai kader yang bisa memberikan kontribusi terhadap kemajuan daerah masing-masing,” ujar Bupati Maesyal Rasyid saat menghadiri penutupan Pelatihan HMI Akbar Nasional yang digelar di Gedung Dharma Wanita Jl. Kisamaun Kota Tangerang, Selasa (16/12/25).

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid juga berharap kegiatan Pelatihan Akbar HMI tersebut bisa menghasilkan rumusan yang bukan hanya untuk memperkuat kebaradaan HMI dan seluruh kadernya namun juga bermanfaat bagi masyarakat.

“Hasil rumusan pada pelatihan HMI ini, tolong juga nanti diestafetkan kepada kader-kader yang lain dan dipedomani bersama. Mudah-mudah dengan Pelatihan Akbar Nasional selama 13 hari ini, teman-teman HMI semakin meneguhkan konstruksi epistemologis dan kesadaran ideologis kader HMI sebagai dasar transformasi sosial, di masyarakat,” ujarnya.

Bupati juga memberikan pesan kepada seluruh kader HMI untuk tidak melupakan dan meninggalkan studinya agar terus mampu mengembangkan diri menjadi kader pemimpin masa depan yang cerdas, tangguh dan berdaya bersaing tinggi.

“Saya titip kepada teman-teman, masuk di organisasi kemahasiswaan itu sebagai pendorong menambah kompetensi dan menambah wawasan. Tapi tujuan utamanya supaya teman-teman semua bisa sekolah, semangat belaja dan cepat mendapatkan predikat sarjana,” tutupnya.

Ketua Umum HMI Cabang Tangerang Raya Aji Mustajar mengatakan Pelatihan Akbar tersebut bukan sekadar forum penguatan kapasitas, melainkan proses pematangan ideologi, serta berjiwa bagi kader HMI untuk menjadi pemimpin.

“Pada fase ini, HMI bukan sekedar mencetak para aktivis aktivis, namun pada fase ini HMI membutuhkan pemimpin perubahan. Pemimpin yang mampu membaca realita, pemimpin yang mampu memperkuat strategi, dan pemimpin yang menjadi pelopor perubahan,” ungkap Aji.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan proses akhir dari perkaderan ataupun puncak perkaderan tapi awal memikul tanggung jawab besar untuk menjaga marwah organisasi, kaderisasi, dan tanggung jawab sebagai penopang ideologis bagi kader-kader di bawahnya.

“Saya berharap kader-kader yang mengikuti proses Diklat Akbar Nasional ini mampu menjadi kader yang berintegritas, berilmu, serta keberpihakan kepada umat dan bangsa, sebagaimana cita-cita luhur Himpunan Mahasiswa Islam. Mampu menghadirkan solusi dan menyajikan kontekstual yang berkelanjutan,” ujarnya. (Red)

Tangerang, lensafokus.id -- Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid meminta kepada seluruh camat, Puskesmas, Kepala Desa dan Luruh untuk mendata seluruh balita yang mengalami masalah gizi di wilayahnya masing-masing. Hal tersebut diugkapkan Bupati Maesyal Rasyid saat membuka acara Diseminasi Hasil Surveilans Gizi yang digelar di Aula Pendopo Bupati Tangerang, Selasa (16/1/25)

"Saya minta bantuan kepada para Camat, Kepala Desa, RT/RW, dan Puskesmas/Kader untuk bersama-sama segera mengumpulkan data balita. Batas waktu data harus sudah siap di Puskesmas paling lambat 2 Januari, dimulai dari besok," pinta Bupati Maesyal Rasyid.

Menurut dia, validitas data balita sangat penting untuk menentukan langkah-langkah intervensi yang harus diambil selanjutnya dan memadukannya dengan program penanganan stunting yang ada di setiap perangkat daerah terkait.

"Tujuannya adalah mendapatkan data balita yang gizi kurang, kemudian dipilah, mana bayi yang akan mendapatkan pelayanan rutin dan mana bayi yang akan ditangani secara khusus dalam upaya pencegahan stunting," ungkapnya.

Menurut dia, penanganan stunting tidak hanya melibatkan perangkat daerah tetapi harus melibatkan pihak lainnya seperti PKK, Dharma Wanita dan komunitas masyarakat.

"Penanganan stunting ini tidak hanya sekitar 12 OPD seperti sebelumnya. PKK, Dharma Wanita, swasta dan elemen masyarakat lainnya harus terus ditingkatkan peran sertanya dalam menangani masalah stunting sesuai dengan peraturan perundangan yang baru," serunya.

Pihaknya pun mengucapkan terima kasih kepada OPD, Puskesmas, Camat, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam rangka percepatan penurunan Stunting di Kab. Tangerang.

"Terima kasih atas usaha yang telah dilakukan kepada Dinas Kesehatan, OPD terkait, para camat, kepala Puskesmas sehingga terjadi penurunan stunting sebesar 2.4%. Tingkatkan pelayanan kepada masyarakat dan menurunkan stunting serta penyakit lainnya," ucapnya.

Pihaknya juga menghimbau kepada para camat, kepala Puskesmas dan para kepala OPD untuk bersiap siaga melayani masyarakat menjelang dan pasca Natal dan tahun baru.

"Saya minta kepada para camat dan pimpinan Puskesmas untuk tetap berada di wilayah masing-masing menjelang Natal dan Tahun Baru," pungkasnya.

Semantara itu, Kepala Dinas Kesehatan, dr Hendra Tarmizi mengatakan bahwa upaya penanganan dan penanggulangan Stunting di Kab. Tangerang dilakukan secara terpadu dan kolaboratif.

"Secara umum upaya penurunan Stunting dilakukan secara terpadu dan kolaboratif. Pemeriksaan rutin dilakukan oleh Puskesmas. Intervensi berdasarkan risiko balita penderita stunting diurus dan diobati oleh Dinas Kesehatan. Intervensi spesifik dengan Pemberian Makanan Tambahan ditangani oleh Dinkes melalui PKK dan Kader Kesehatan Ibu dan Anak," jelas Hendra.

Lanjut dia, bagi balita berisiko stunting ditangani secara kolaboratif oleh berbagai pihak, dengan komando utama dari DPPKB (Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana), melibatkan Ibu-ibu PKK, Camat, dan pihak lain. (Red)

TANGERANG, lensafokus.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang berkomitmen membangun sumber daya manusia unggul sejak dari akar rumput melalui Pengukuhan Bunda Literasi Desa/Kelurahan se-Kabupaten Tangerang Tahun 2025. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat budaya literasi di tengah tantangan era digital yang kian kompleks.

Ketua TP PKK Kabupaten Tangerang, Rismawati Maesyal Rasyid, menegaskan bahwa literasi saat ini tidak lagi dimaknai sebatas kemampuan membaca dan menulis. Di tengah derasnya arus informasi digital, literasi berkembang menjadi kemampuan memahami, memilah, serta memproduksi informasi secara cerdas dan bertanggung jawab dengan memanfaatkan teknologi digital.

“Di era digital, literasi tidak hanya soal baca tulis, tetapi juga bagaimana masyarakat mampu menggunakan teknologi digital, internet, dan media sosial untuk mencari, memahami, serta menghasilkan informasi yang bermanfaat,” terang dia di Gedug Pendopo Bupati Tangerang, Senin (15/12).

Menurutnya, digitalisasi menjadi tantangan tersendiri bagi para Bunda Literasi dalam menjalankan perannya di tengah keluarga dan masyarakat. Karena itu, upaya membangun masyarakat yang literat tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kerja bersama lintas organisasi perangkat daerah (OPD) dan para pemangku kepentingan.

“Ini adalah kerja keras kolektif untuk mewujudkan masyarakat Kabupaten Tangerang yang religius, cerdas, sehat, dan sejahtera, sejalan dengan visi daerah serta mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua TP PKK Rismawati Maesyal juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Tangerang yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan kegiatan pengukuhan Bunda Literasi Desa dan Kelurahan tahun 2025 sebagai bagian dari gerakan literasi daerah yang berkelanjutan.

Ia berharap para Bunda Literasi yang telah dikukuhkan mampu menjadi motor penggerak literasi di wilayah masing-masing. Peran mereka diharapkan tidak hanya simbolik, tetapi nyata sebagai motivator dan inspirator bagi masyarakat, khususnya generasi muda, agar gemar membaca, menulis, dan berpikir kritis.

“Bunda Literasi harus mampu membangun jejaring dan berkolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari sekolah, komunitas, hingga media massa. Dengan kolaborasi, gerakan literasi bisa menjangkau lebih luas dan memberi dampak yang lebih besar,” kata Ketua TP PKK Rismawati Maesyal.

Lebih lanjut, dirinya pun mendorong lahirnya program-program literasi yang inovatif dan kontekstual, serta keteladanan nyata dari para Bunda Literasi dalam kehidupan sehari-hari. Keteladanan tersebut dinilai penting untuk menumbuhkan kesadaran literasi sebagai kebutuhan, bukan sekadar kegiatan seremonial.

“Melalui gerakan literasi yang kuat, merata, dan berkesinambungan, kita tidak hanya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga memajukan Kabupaten Tangerang secara menyeluruh,” pungkasnya. (Red)

Tangerang, lensafokus.id — Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) RI menggelar kegiatan Sinergi Terpadu Akselerasi Pengentasan Kemiskinan (Sitaskin) yang dipusatkan di GSG Puspemkab Tangerang, Senin (15/12/25).

Dalam sambutannya, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menegaskan bahwa arah kebijakan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto sangat jelas, yakni mewujudkan Indonesia Maju dan Makmur Bersama. Menurutnya, makna kemakmuran mencakup berbagai aspek, mulai dari kesehatan, ketahanan pangan, hingga penguatan ekonomi masyarakat.

“Asta Cita Presiden Prabowo Subianto menekankan kebangkitan roda perekonomian rakyat. Ini membutuhkan kolaborasi lintas kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah, termasuk TNI dan Polri yang tidak hanya menjalankan tupoksi, tetapi juga hadir secara moril untuk kesejahteraan rakyat,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Dia juga menekankan pentingnya sinkronisasi program pusat dan daerah, mulai dari RPJMN hingga RPJMD provinsi dan kabupaten sampai dengan tingkat desa, agar seluruh kebijakan dan program benar-benar bermuara pada kepentingan masyarakat, khususnya di tingkat desa yang menjadi tulang punggung dan fondasi utama dalam menggerakkan roda perekonomian nasional.

"Sinkronisasi program RPJMN hingga RPJMD propinsi dan kabupaten sangat penting agar benar-benar bermuara pada kepentingan masyakarat, khususnya desa yang menjadi tulang punggung dan fondasi utama dalam menggerakkan roda perekonomian nasional," tandasnya

Dia juga menyebut meskipun ada kebijakan efisiensi anggaran daerah hingga Rp.619 miliar pada tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Tangerang tetap memahami kebijakan tersebut sebagai upaya pemerintah pusat untuk mengalokasikan anggaran sebesar-besarnya bagi kepentingan rakyat dan mendorong pemerintah daerah untuk terus berinovasi dan bertransformasi menguatkan kemandiriannya

"Kita memahami kebijakan efesiensi anggaran daerah yang mencapai 600 milyar lebih sebagai upaya pemerintah pusat untuk mengalokasikan anggaran bagi kepentingan rakyat. Kita pun akan terus berinovasi menggali potensi untuk menguatkan kemandirian," ujarnya

Pihaknya juga sangat mengapreasi program Sitaskin sebagai bentuk nyata program pengentasan kemiskinan dan ketahanan pangan. Pelaksanaan program Sitaskin di Kabupaten Tangerang tersebut antara lain disalurkan bantuan berupa sembako, penaburan 5.000 benih ikan nila dan 10.000 benih ikan mas, reaktivasi kepesertaan PBI BPJS Kesehatan, bantuan budidaya ikan, serta bantuan di bidang pendidikan, sosial, keagamaan dan bidang lainnya.

“Atas nama Pemerintah Daerah dan masyarakat Kabupaten Tangerang, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan seluruh kementerian yang telah memberikan perhatian besar kepada masyarakat, khususnya di Kecamatan Tigaraksa, dalam rangka pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, dan penurunan pengangguran,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Kepala BP Taskin RI Iwan Sumule menyampaikan bahwa kegiatan Sitaskin bertujuan mengintegrasikan dan mengoordinasikan seluruh program pengentasan kemiskinan yang tersebar di berbagai kementerian dan lembaga agar tepat sasaran, salah satu lokusnya di Kabupaten Tangerang.

“Target pemerintah Presiden Prabowo Subianto adalah menurunkan angka kemiskinan nasional hingga 4,5 persen pada tahun 2029. Untuk itu, diperlukan kerja keras, kolaborasi, dan sinergi berkelanjutan antara pemerintah pusat, daerah, kementerian, serta partisipasi aktif masyarakat,” jelas Iwan.

Menurut dia, BP Taskin berperan sebagai mata dan telinga Presiden untuk memastikan seluruh program bantuan dan perlindungan sosial berjalan tepat sasaran. Program tabur benih ikan yang dilakukan tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan pemanfaatan embung, meningkatkan produksi perikanan air tawar, serta menciptakan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.

"Kegiatan Sitaskin ini menjadi bukti nyata komitmen bersama pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat pengentasan kemiskinan melalui sinergi program lintas sektor demi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tangerang," pungkasnya. (Red)

TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menyerahkan sebanyak 28 unit ambulan Puskesmas keliling kepada kelurahan di Kabupaten Tangerang. Penyerahan tersebut dilaksanakan pada saat apel Senin pagi yang digelar di Lapangan Raden Aria Yudhanegara, Senin (15/12/25).

Bupati Maesyal Rasyid menegaskan bahwa mobil ambulan Puskesmas keliling tersebut disiapkan sebagai sarana tambahan layanan kesehatan di tingkat kelurahan agar dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat, khususnya dalam kondisi darurat dan kebutuhan mendesak.

“Ambulans Puskesmas keliling ini digunakan untuk membantu masyarakat di kelurahan apabila ambulan Puskesmas sedang digunakan dan ada warga yang membutuhkan layanan kesehatan secara cepat,” ujar Bupati Maesyal.

Ia menjelaskan meskipun saat ini 44 Puskesmas di Kabupaten Tangerang telah memiliki ambulan belum sebanding dengan jumlah penduduk Kabupaten Tangerang yang mencapai sekitar 3,4 juta jiwa. Dengan adanya tambahan mobil ambulan untuk kelurahan tersenut diharapkan semakin memperkuat layanan kesehatan yang lebih merata dan responsif.

Lanjut dia, nantinya, ambulan Puskesmas keliling tersebut dapat beroperasi selama 24 jam. Masyarakat yang membutuhkan layanan dapat menghubungi pihak kelurahan, seperti lurah, sekretaris kelurahan, pegawai kelurahan, maupun sopir ambulans yang telah ditunjuk.

“Ambulans ini sepenuhnya digunakan untuk kepentingan masyarakat. Pengoperasian dan pengelolaannya diatur oleh pemerintah kelurahan dan menjadi tanggung jawab lurah,” tegasnya.

Ia menambahkan, setiap unit ambulan telah dilengkapi dengan fasilitas kesehatan yang memadai, seperti tempat tidur pasien, tabung oksigen, oksigen cadangan, serta perlengkapan P3K, guna mendukung penanganan awal sebelum pasien mendapatkan layanan lanjutan di fasilitas kesehatan.

"Untuk tenaga kesehatan, pada kondisi kegawatdaruratan, 1-2 tenaga medis dapat mendampingi sopir ambulan untuk memberikan penanganan awal kepada pasien," imbuhnya.

Kedepannya, Pemerintah Kabupaten Tangerang berencana akan menambah armada ambulan Puskesmas keliling, tidak hanya di kelurahan tetapi juga di desa-desa, berdasarkan hasil pemetaan kebutuhan layanan kesehatan masyarakat. (Red)

TANGERANG, lensafokus.id – Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah resmi memimpin Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Tangerang Masa Bakti 2025–2029. Para pengurus organisasi tersebut dilantik di Hotel Aryaduta Lippo Village, Minggu (14/12/2025).

Intan mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan kepercayaan kepada pengurus KORMI yang baru.

"Atas nama pribadi dan seluruh jajaran pengurus KORMI Kabupaten Tangerang, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bupati Tangerang, Ketua Umum KORMI Provinsi Banten, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan kepercayaan kepada kami untuk mengemban amanah ini," ujar Intan.

Ia menjelaskan bahwa KORMI hadir sebagai wadah yang mengelola membina, dan mengembangkan olahraga rekreasi dan olahraga tradisional, sekaligus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam berolahraga. Menurutnya, peran tersebut menjadi semakin penting dalam rangka meningkatkan kebugaran jasmani serta membudayakan gaya hidup sehat dan pelestarian seni budaya di tengah masyarakat Kabupaten Tangerang.

"Melalui berbagai aktivitas olahraga masyarakat yang bersifat rekreatif, edukatif, dan inklusif, kami berkomitmen menjadikan olahraga bukan sekadar kegiatan sesaat, tetapi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat, yang dapat dinikmati oleh seluruh lapisan usia dan latar belakang," tuturnya.

Intan menegaskan bahwa membudayakan olahraga masyarakat merupakan fondasi penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang sehat, agar mampu berprestasi dan memiliki daya saing dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Sejalan dengan hal tersebut, KORMI Kabupaten Tangerang berkomitmen untuk membangun dan memperkuat kerjasama serta jejaring dengan pemerintah daerah, KORMI Provinsi Banten, perangkat daerah terkait, dunia pendidikan, dunia usaha, serta berbagai komunitas dan lembaga lainnya, guna memperluas jangkauan dan kualitas pengembangan olahraga rekreasi di Kabupaten Tangerang.

"Kami tidak bisa sendiri, untuk itu kami berkomitmen untuk terus membangun dan memperkuat kerjasama dan jejaring dengan pemerintah daerah, KORMI Banten, perangkat daerah, dunia pendidikan, dunia usaha dan berbagai komunitas lainnya," tandasnya.

Ia menegaskan bahwa KORMI Kabupaten Tangerang mendukung dan siap berparitisipasi aktif sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari visi pembangunan Kabupaten Tangerang, yakni mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan berdaya saing.

“Melalui pembudayaan olahraga masyarakat, kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas hidup, kesehatan, dan produktivitas masyarakat Kabupaten Tangerang,” pungkasnya. (Red)

Page 19 of 606
Go to top