Banten

Banten (7172)

KOTA TANGERANG, lensafokus.id — Memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menggelar kegiatan mancing bersama di Situ Gede, Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang, Sabtu (22/8/2026).

Wali Kota Tangerang H. Sachrudin bersama Wakil Wali Kota Tangerang H. Maryono Hasan secara langsung melepas ikan lele ke perairan Situ Gede sebagai tanda dimulainya kegiatan.

Acara tersebut disambut antusias oleh ratusan masyarakat, baik warga sekitar maupun masyarakat dari sejumlah wilayah lainnya. Sejak pagi, warga telah memadati kawasan Situ Gede dengan membawa peralatan pancing masing-masing.

Suasana kebersamaan dan kegembiraan terlihat sepanjang kegiatan. Warga memanfaatkan momentum tersebut untuk menikmati suasana libur sekaligus mempererat silaturahmi dalam semangat perayaan kemerdekaan.

Untuk menambah kemeriahan, panitia menebar lebih dari satu ton ikan lele ke area Situ Gede. Pemilihan ikan lele dilakukan karena jenis ikan tersebut dinilai cukup mudah beradaptasi ketika dilepas ke perairan baru dan dapat langsung dimanfaatkan masyarakat untuk dikonsumsi.

Wali Kota Tangerang H. Sachrudin mengatakan, kegiatan mancing bersama tidak sekadar menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi wadah untuk membangun kebersamaan, kesabaran, dan kegembiraan sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga.

Selain itu, momentum tersebut dimanfaatkan untuk mengajak masyarakat bersama-sama menjaga dan melestarikan potensi wisata alam yang dimiliki Kota Tangerang.

“Hari ini juga masih dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia. Mari kita rayakan dengan penuh semarak dan kegembiraan. Kegiatan ini juga mengajak masyarakat untuk menjaga dan melestarikan Situ Gede ini agar menjadi destinasi wisata yang menarik,” ujar Sachrudin.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang Muhdorun menjelaskan alasan Situ Gede dipilih sebagai lokasi kegiatan. Menurutnya, posisi Situ Gede yang berada di kawasan strategis dan relatif mudah dijangkau membuat lokasi tersebut dapat diakses masyarakat dari berbagai wilayah.

“Kami memilih Situ Gede karena lokasinya sangat strategis di tengah Kota Tangerang, sehingga mudah diakses masyarakat luas. Ikan yang disiapkan oleh panitia dari Dinas Ketahanan Pangan sebanyak lebih dari satu ton lele,” jelas Muhdorun.

Ia menambahkan, ikan lele dipilih karena relatif mudah beradaptasi setelah dilepas ke perairan. Dengan demikian, masyarakat yang mengikuti kegiatan mancing bersama dapat memperoleh ikan untuk dibawa pulang dan dikonsumsi.

“Dipilihnya ikan lele karena tidak mudah stres begitu dilepas, jadi warga yang mengikuti acara mancing bisa langsung mendapatkan ikan dan membawa pulang hasil ikan yang dapat dikonsumsi,” tambahnya.

Antusiasme masyarakat juga terlihat dari salah seorang warga Babakan, Heri, yang sengaja memanfaatkan waktu liburnya untuk mengikuti kegiatan tersebut sekaligus menyalurkan hobinya memancing.

Menurut Heri, kegiatan seperti ini sangat positif karena dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul dan saling mengenal. Ia berharap kegiatan mancing bersama dapat kembali digelar pada tahun-tahun mendatang.

“Bagus kalau diadakan setiap tahun agar dapat mempererat silaturahmi antarwarga. Selain itu, masyarakat jadi saling mengenal satu dengan yang lainnya dan masyarakat dapat mengenal serta dekat dengan pimpinan daerahnya secara langsung. Itu harapan saya,” ujar Heri.

Kegiatan mancing bersama di Situ Gede menjadi salah satu bentuk hiburan rakyat yang dihadirkan Pemkot Tangerang dalam memeriahkan HUT ke-81 RI. (Sumarna)

TANGERANG, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengunjungi langsung rumah Ibu Suemah, warga Desa Kali Asin, Kecamatan Sukamulya, yang beberapa hari lalu mengalami roboh akibat erosi tanah dan angin, Jumat (21/8/26).

Dalam kunjungannya, Bupati Maesyal Rasyid didampingi Camat Sukamulya Khalid Mawardi, Kepala Desa Kali Asin, Ketua RT, serta jajaran Puskesmas untuk melihat langsung kondisi rumah sekaligus memastikan kesehatan Ibu Suemah pascakejadian.

Bupati mengatakan, sebagian rumah Ibu Suemah roboh setelah kondisi tanah mengalami erosi dan diperparah oleh angin, hingga menyebabkan bagian kamar rumah tersebut runtuh beberapa hari yang lalu

“Kita hari ini melihat langsung rumah Ibu Suemah. Rumahnya roboh karena ada angin dan erosi tanah, hingga mengakibatkan bagian kamar di sebelahnya runtuh,” ujar Bupati.

Setelah melihat kondisi rumah secara langsung, Bupati menginstruksikan agar rumah tersebut segera dibangun kembali menjadi hunian yang lebih sehat dan nyaman bagi Ibu Suemah.

“Insyaallah hari Minggu besok, dua hari lagi, rumah ini akan kita bongkar dan kita bangun kembali menjadi rumah yang sehat dan nyaman,” ungkapnya.

Selain memastikan pembangunan rumah, Bupati juga meminta jajaran Puskesmas untuk memberikan perhatian terhadap kondisi Ibu Suemah yang sempat mengalami gangguan kesehatan akibat kejadian tersebut.

“Mudah-mudahan Ibu Suemah yang kemarin terkena runtuhan ini bisa cepat kembali pulih sehat karena langsung ditangani oleh Puskesmas,” katanya.

Ia menegaskan bahwa penanganan rumah warga yang terdampak bencana merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah sekaligus menggerakan semangat gotong royong dan kepedulian masyarakat

“Ini artinya gotong royong bersama masyarakat. Pemerintah hadir untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ibu Suemah menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian serta bantuan yang diberikan langsung oleh Bupati Tangerang dan jajaran pemerintah daerah.

"Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati dan jajaran atas bantuan dan kepeduliannya. Alhamdulillah, rumah saya bisa segera dibangun agar bisa aman dan nyaman ditinggali," ucapnya penuh haru. (Red)

Tangerang, lensafokus.id - Ketakutan luar biasa sempat melanda seorang ibu rumah tangga sebut saja Ceu Asih yang dikenal pengusaha Weeding Organizer sekaligus istri dari Ketua Pengurus Anak Cabang Gerindra di wilayah Solear Kabupaten Tangerang, pada Jum'at malam (21/082026) tepat saat suaminya sedang pergi mengikuti acara tahlil. Sendirian di rumah, ia tiba-tiba dikejutkan oleh kehadiran seekor ular besar jenis King Kobra yang merayap di lingkungan kediaman mereka.

Berdasarkan keterangan sauduaranya, Jeks yang rumahnya tidak jauh dari TKP saat kejadian berlangsung, suasana menjadi sangat tegang ketika Ceu Asih meminta tolong karena melihat ular tersebut muncul secara tiba-tiba di halaman dan masuk rumah. Melihat ukuran tubuh ular tersebut yang besar dan menyadari bahaya yang ditimbulkan, dirinya pun segera menghubungi untuk melapor ke pihak berwenang segera meminta bantuan.

Tidak lama setelah laporan masuk, tim petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Pos 1 Cisoka segera bergerak cepat menuju lokasi membawa perlengkapan lengkap penanganan hewan berbisa. Sesampainya di tempat kejadian, petugas langsung melakukan penelusuran dengan hati-hati dan akhirnya menemukan lokasi persis ular tersebut berada.

Dengan kewaspadaan tinggi, ketenangan, serta keahlian yang dimiliki, petugas melakukan penanganan secara hati-hati namun tegas. Ular King Kobra itu berhasil ditangkap dan diamankan dengan selamat tanpa menimbulkan kerugian harta benda maupun korban luka sedikit pun. Kini suasana di kediaman warga tersebut telah kembali aman dan kondusif. (Lingga)

TANGERANG, lensafokus.id — Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus mengapresiasi kinerja Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid bersama jajarannya yang terus memperkuat program kesehatan masyarakat, khususnya percepatan penemuan dan penanganan Tuberkulosis (TB).

Apresiasi tersebut disampaikan Wamenkes Benyamin saat meninjau langsung pelaksanaan program Desa Siaga TB di Desa Sukaharja, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, Kamis (20/8/26).

“Apa yang dilakukan oleh Kabupaten Tangerang yang dipimpin Pak Bupati bersama jajaran, luar biasa. Saya sangat mengapresiasi berbagai program kesehatan yang dilakukan,” ujar Benjamin.

Dalam kunjungan tersebut, Wamenkes melihat langsung pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG), pemeriksaan X-ray atau rontgen, serta berbagai layanan kesehatan masyarakat yang digelar

Benjamin mengatakan kunjungannya tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan program prioritas nasional, salah satunya pemberantasan TB. Menurut dia, Indonesia sendiri masih menjadi salah satu negara dengan kasus TB tertinggi di dunia sehingga percepatan penemuan dan pengobatan menjadi perhatian khusus pemerintah pusat.

“Kami datang ke sini sebagai bagian dari pelaksanaan program prioritas nasional. Ternyata CKG dilakukan dengan X-ray. Kalau ada kelainan paru maupun kelainan lainnya bisa ditemukan. Selain itu, CKG juga memeriksa hipertensi, diabetes dan penyakit lainnya,” ungkapnya.

Benyamin menilai Kabupaten Tangerang bersama Provinsi Banten memiliki kinerja yang sangat baik dalam penemuan kasus TB. Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kolaborasi antara pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, Puskesmas, PKK dan para kader kesehatan.

"Saya berharap pola kolaborasi yang dilakukan Kabupaten Tangerang dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mempercepat penemuan kasus, pengobatan dan pencegahan TB, dan Kalau melihat kinerja dengan penduduk 3,5 juta, Pak Bupati Tangerang sangat luar biasa sekali kerjanya di bidang kesehatan,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengatakan, pemerintah daerah terus memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat karena kesehatan menjadi dasar utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul.

Dengan jumlah penduduk sekitar 3,5 juta jiwa, Kabupaten Tangerang memiliki tantangan besar dalam memberikan pelayanan kesehatan yang merata dan mudah dijangkau masyarakat.

“Karena penduduk kita besar, maka apa yang menjadi kebutuhan masyarakat harus mendapatkan respons yang cepat. Untuk kesehatan, kita bahkan mengalokasikan sekitar 24 persen APBD untuk mendukung berbagai program kesehatan,” jelas Bupati Maesyal Rasyid

Ia menambahkan, Pemkab Tangerang juga terus memperkuat pelayanan berbasis masyarakat melalui Posyandu, mulai dari pelayanan balita, lansia, pencegahan stunting, kesehatan paru hingga pemeriksaan penyakit lainnya.

“Semua harus sehat terlebih dahulu baru bisa beraktivitas. Kalau derajat kesehatan masyarakat meningkat, maka SDM kita juga semakin baik. SDM yang unggul akan mendukung terwujudnya daerah yang maju,” ujarnya.

Pemkab Tangerang pun terus mendorong masyarakat agar tidak malu dan takut melakukan pemeriksaan. Deteksi dini dan kepatuhan menjalani pengobatan menjadi bagian penting dalam memutus mata rantai penularan TB sekaligus mewujudkan masyarakat Kabupaten Tangerang yang semakin sehat dan produktif.

"Deteksi dini dan kepatuhan menjalani pengobatan menjadi bagian penting dalam memutus mata rantai penularan TB. Masyarakat tidak usah malu dan takut memeriksakannya," tandasnya

Sementara itu, salah satu penyintas TB asal Kampung Waru Dua, Desa Sukaharja, Kecamatan Sindang Jaya, Muhammad, membagikan pengalamannya selama menjalani pengobatan TB. Ia mengaku bersyukur berhasil sembuh setelah menjalani pengobatan selama delapan bulan secara rutin di bawah pendampingan tenaga medis dari Puskesmas.

“Alhamdulillah saya sudah berhasil bebas dan sembuh dari penyakit TB. Itu semua berkat bimbingan dan arahan dari tenaga medis yang ada di Puskesmas,” ujar Muhammad.

Selama menjalani pengobatan, Muhammad mengaku disiplin mengonsumsi obat dan mengikuti arahan tenaga kesehatan hingga akhirnya dinyatakan sembuh.

“Saya selama delapan belas bulan menjalani pengobatan dan minum obat rutin. Alhamdulillah sekarang saya sudah sehat kembali dan sudah dinyatakan sembuh,” katanya.

Menurut Muhammad, kedisiplinan menjadi hal penting dalam proses pengobatan TB. Selain rutin mengonsumsi obat, ia juga berupaya menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup sehat.

“Itu semua berkat kedisiplinan saya menjaga kebersihan dan juga rutin mengonsumsi obat,” tuturnya.

Kisah Muhammad menjadi bukti bahwa TB dapat disembuhkan apabila pasien disiplin menjalani pengobatan dan mendapatkan pendampingan yang tepat dari tenaga kesehatan. (Red)

Tangerang, lensafokus.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung program nasional Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo. Melalui sinergi lintas sektor, Kabupaten Tangerang terus menggenjot cakupan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat, termasuk pelaksanaan screening Tuberkulosis (TBC) terintegrasi di Gedung Serba Guna Tigaraksa, Senin, (20/08/26).

Dalam kegiatan tersebut, hadir Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, Benjamin Paulus Octavianus, didampingi oleh Gubernur Banten, Andra Soni, serta Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid. Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung implementasi program prioritas kesehatan nasional di lapangan.

Wamenkes RI, Benjamin memberikan apresiasi tinggi atas capaian Provinsi Banten, khususnya Kabupaten Tangerang, yang menjadi garda terdepan dalam pelaksanaan CKG secara nasional.

"Kedatangan kami kesini untuk meninjau langsung program prioritas Presiden Prabowo bagaimana supaya masyarakat sehat dengan melakukan cek kesehatangratis. Provinsi Banten adalah provinsi yang CKG-nya yang tertinggi secara presentase di Indonesia. Demikian juga CKG dengan X-ray untuk deteksi TB.Angkanya yang tertinggi se-Indonesia menjadi contoh," ungkap Wamenkes.

Lebih lanjut, Wamenkes menekankan bahwa pemeriksaan ini sangat krusial untuk mendeteksi dini penyakit katastropik seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung, yang sering kali tidak dirasakan gejalanya oleh penderita. Selain itu, program ini juga berfokus pada eliminasi TBC melalui screening terintegrasi.

Terkait teknis pelaksanaan, screening dilakukan melalui prosedur yang komprehensif, mulai dari pemeriksaan kesehatan dasar, dilanjutkan dengan rontgen bagi masyarakat yang terindikasi. Apabila hasil menunjukkan positif TBC, maka pasien akan langsung diberikan obat TB Sensitif Obat (SO) dan dilakukan pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM) untuk penanganan lebih lanjut.

Gubernur Banten, Andra Soni, menegaskan bahwa pemerintah provinsi Bersama pemerintah kabupaten/kota terus bahu-membahu menyukseskan program ini sebagai standar untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

"Alhamdulillah provinsi Banten telah melampaui target, tapi kami masih punya target sendiri bahwa kami ingin lebih dari separuh warga Banten itu mengikuti cek kesehatan gratis. Kabupaten Tangerang juga telah melampaui 46%, hampir 6 juta warga Banten telah mengecek kesehatanya," ujar Gubernur Andra Soni.

Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menyambut baik kehadiran Wamenkes dan Gubernur Banten yang memberikan dorongan moral bagi jajaran Pemkab Tangerang dalam melayani masyarakat.

"Kami atas nama pemerintah daerah mengucapkan terima kasih kepada Pak Wamenkes dan Pak Gubernur yang telah hadir. Ini memotivasi kami bersama seluruh jajaran OPD, PKK, hingga tingkat kecamatan untuk terus meningkatkan jumlah masyarakat yang diperiksa, agar derajat kesehatan kita meningkat," pungkas Bupati Maesyal.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Pemkab Tangerang untuk terus memperkuatlayanan kesehatan dasar yang aksesibel bagi seluruh lapisan masyarakat, selaras denganvisi Indonesia Sehat yang dicanangkan pemerintah pusat. (Red)

TANGERANG, lensafokus.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang secara resmi menyambut kedatangan Tim Verifikasi Kabupaten/Kota Sehat (KKS) Tingkat Provinsi Banten. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Ruang Rapat Wareng, Gedung Bupati Tangerang, pada Kamis (20/08/2026).

Verifikasi lapangan ini merupakan tahapan krusial bagi Kabupaten Tangerang untuk memastikan kelayakan daerah berdasarkan sembilan indikator tatanan sehat. Tujuan utama dari penilaian dan evaluasi ini adalah mempersiapkan Kabupaten Tangerang agar dapat kembali merebut penghargaan tertinggi di bidang kesehatan lingkungan, yakni Swasti Saba Padapa tingkat nasional.

Bupati Tangerang, yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan pada Sekretariat Daerah Kabupaten Tangerang, Yudiana, menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim penilai dari tingkat provinsi maupun pusat. Dalam sambutannya, ia berharap kehadiran tim verifikasi dapat memberikan masukan konstruktif untuk meningkatkan pencapaian Kabupaten Tangerang Sehat yang selama ini telah diupayakan secara maksimal oleh berbagai pihak.

"Kami sangat berterima kasih karena evaluasi ini memberikan pandangan yang lebih objektif terkait kelemahan dan kelebihan kinerja kita selama ini. Catatan kekurangan yang ditemukan akan segera kami perbaiki, dan kami sangat percaya tim pembina KKS kita dapat bekerja sesuai dengan amanat untuk mewujudkan Kabupaten Tangerang yang semakin gemilang," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Verifikasi KKS, Siti Maryam, menjelaskan bahwa metode penilaian lapangan tahun ini dilaksanakan dengan skema yang sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tim verifikasi tidak langsung turun meninjau setiap lokus secara satu per satu, melainkan berfokus pada evaluasi pemaparan kelembagaan serta verifikasi kelengkapan dokumen dari kesembilan tatanan. Ia mengungkapkan kabar baik bahwa Kabupaten Tangerang telah sukses melampaui prasyarat utama untuk mengikuti tahapan bergengsi tingkat nasional ini.

"Syarat prasarana dasar Open Defecation Free (ODF) atau bebas buang air besar sembarangan minimal 80 persen sudah terpenuhi, di mana pengakuan dari pusat mencatat Kabupaten Tangerang secara memuaskan sudah mencapai 86 persen," paparnya.

Lebih lanjut, Ketua Tim Verifikasi merinci sejumlah capaian luar biasa yang berhasil diraih Pemkab Tangerang berdasarkan pemeriksaan dokumen sejauh ini. Kinerja Tim Pembina dan Forum KKS mencatat skor sempurna yakni 100%, disusul oleh nilai sangat tinggi pada Tatanan Penanggulangan Bencana (91,07%), Perlindungan Sosial (90,39%), serta Tatanan Sehat Mandiri (88,79%).

"Terdapat catatan eskalasi pada beberapa sektor yang nilainya masih memerlukan pendalaman. Tatanan Pasar yang masih di angka 50%, Tatanan Perkantoran (68,18%), Tatanan Pariwisata (64,58%), dan Pokja (50%) diinstruksikan untuk segera melengkapi data bukti lapangan paling lambat pada tanggal 26 Agustus 2026," ungkapnya.

Menanggapi hasil evaluasi yang komprehensif tersebut, Ketua Tim Tangerang Sehat, Yani Sutisna, secara singkat dan lugas menegaskan kesiapan timnya untuk menindaklanjuti seluruh rekomendasi. Ia memastikan bahwa seluruh Kelompok Kerja dan instansi terkait akan langsung bergerak maraton untuk merampungkan kekurangan kelengkapan dokumen sebelum batas waktu akhir penyerahan.

"Melalui sinergi yang terus berlanjut antara pemerintah daerah, forum KKS, dan masyarakat, Pemkab Tangerang sangat optimis mampu menuntaskan seluruh perbaikan prasyarat. Terpenuhinya seluruh indikator KKS ini diharapkan tidak sekadar menjadi pijakan untuk mengembalikan piala Swasti Saba Padapa, melainkan pembuktian nyata akan hadirnya lingkungan yang bersih, aman, dan sehat bagi seluruh warga," tutupnya. (Red)

Page 21 of 718
Go to top