Dengan ini diumumkan bahwa telah terjadi kehilangan Sertifikat Hak Milik (SHM) atas nama ADE SOLICH/ADE SOLIH, dengan data sebagai berikut:
Nomor Sertifikat: 00198/Bojongleles
Nomor Hak: HM. 28.03.18.31.02215
Lokasi: Blok A No. 13, Desa Bojongleles, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Banten.
Nama Pemegang Hak: ADE SOLICH
Alamat: BTN PEPABRI Blok A RT 001/006, Desa Bojongleles, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak.
TANGERANG, lensafokus.id — Forum Media dan LSM Independen (FORMASI) resmi terbentuk sebagai wadah silaturahmi, komunikasi, dan sinergi bagi insan media serta pegiat lembaga swadaya masyarakat (LSM).
Pembentukan FORMASI ditandai dengan pertemuan yang digelar di Sekretariat FORMASI, Perumahan Dadan Indah Blok BE, Kelurahan Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (1/9/2026).
Pertemuan tersebut dihadiri Pembina FORMASI, Bang Chaerul, Ketua FORMASI, Bang Junet, jajaran pengurus, sejumlah jurnalis media online, serta pegiat LSM.
Suasana pertemuan berlangsung penuh kekeluargaan. Selain mempererat tali silaturahmi, forum tersebut menjadi momentum untuk membangun komunikasi dan menyatukan gagasan terkait berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Kehadiran FORMASI diharapkan menjadi ruang bersama bagi insan media dan pegiat LSM untuk bertukar informasi, pengalaman, serta gagasan dalam merespons berbagai isu publik.
Ke depan, FORMASI berencana membangun kemitraan dan sinergitas dengan pemerintah maupun berbagai pemangku kepentingan dalam mengawal pembangunan, mendorong pemberdayaan masyarakat, serta melakukan pendampingan dan advokasi terhadap kepentingan publik.
Meski membuka ruang kemitraan, FORMASI menegaskan pentingnya menjaga independensi organisasi. Sinergitas dengan berbagai pihak diharapkan tetap berada dalam koridor komunikasi dan kolaborasi yang sehat, tanpa menghilangkan sikap kritis maupun fungsi kontrol sosial.
Sikap tersebut akan diarahkan berdasarkan fakta, ketentuan peraturan perundang-undangan, serta kepentingan masyarakat.
Dalam menjalankan perannya, media dan LSM dinilai memiliki fungsi yang dapat saling melengkapi. Media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada publik, sementara LSM dapat mengambil bagian dalam pendampingan, pemberdayaan, pengawasan, serta advokasi masyarakat.
Dari sisi kelembagaan, proses formalisasi organisasi dan kelengkapan legalitas FORMASI masih dilakukan secara bertahap.
Pembina: Semoga Menjadi Kebanggaan Masyarakat
Pembina FORMASI, Bang Chaerul, berharap organisasi yang baru terbentuk tersebut dapat memberikan manfaat nyata dan menjadi wadah yang mampu membawa harapan bagi masyarakat.
Ia juga berharap FORMASI dapat berkembang dan menjadi kebanggaan masyarakat, khususnya di wilayah Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, hingga Provinsi Banten.
«“Bismillah ya Allah ya Rob, semoga niat luhur kami mendapat ridhlo-Mu ya Rob. Semoga organisasi yang kami bentuk menjadi harapan, sekaligus kebanggaan masyarakat Kelapa Dua, Tangerang, dan Provinsi Banten.”»
Sementara itu, Ketua FORMASI, Bang Junet, mengajak seluruh jajaran pengurus dan anggota untuk mengedepankan sikap rendah hati dalam menjalankan organisasi.
Menurutnya, sekat senioritas perlu dihilangkan agar seluruh anggota dapat membangun komunikasi yang terbuka serta saling memberikan masukan.
Ia juga menekankan pentingnya sikap terbuka terhadap kritik dan saran. Kemauan untuk terus belajar dinilai menjadi modal penting agar organisasi mampu mengikuti perkembangan zaman sekaligus memahami kebutuhan masyarakat.
“Organisasi harus dibangun dengan kebersamaan. Kita harus mau belajar, menerima kritik dan masukan, serta tidak membangun sekat senioritas,” demikian pesan yang disampaikan dalam pertemuan tersebut.
Pada akhirnya, keberadaan sebuah organisasi tidak hanya diukur dari nama maupun struktur kepengurusannya. Lebih dari itu, eksistensi organisasi dinilai dari sejauh mana mampu membangun komunikasi, membuka ruang kolaborasi, menjalankan fungsi kontrol sosial, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dengan semangat silaturahmi, sinergitas, serta tetap menjaga sikap kritis dan independen, FORMASI diharapkan dapat tumbuh bersama masyarakat dan menjadi salah satu wadah yang berkontribusi dalam mengawal kepentingan publik di Kabupaten Tangerang dan Provinsi Banten. (Sumarna)
KOTA TANGERANG, lensafokus.id — Perwakilan anggota DPRD Kota Tangerang, Saipul Milah dan Apanudin, menerima puluhan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) yang menggelar aksi unjuk rasa di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Selasa (2/9/2026).
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan terkait kebijakan pemerintah mengenai harga dan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM). Mereka meminta pemerintah memperhatikan dampak kenaikan harga BBM terhadap kondisi masyarakat.
Para mahasiswa kemudian meminta Saipul Milah dan Apanudin selaku perwakilan DPRD Kota Tangerang untuk menandatangani serta membacakan Pakta Integritas sebagai bentuk sikap terhadap tuntutan yang disampaikan dalam aksi tersebut.
Saat membacakan pakta tersebut, Saipul Milah menyampaikan sejumlah poin yang menjadi komitmen di hadapan para mahasiswa.
“Sehubungan dengan penyesuaian subsidi BBM per tanggal 3 Agustus 2022, maka saya yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan, menolak subsidi BBM,” ucap Saipul Milah.

Selain itu, Saipul menyampaikan komitmen untuk memperketat pengawasan terhadap pendistribusian BBM serta melakukan pengawasan terhadap Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) yang menjadi salah satu program legislasi nasional.
“Kedua, memperketat pengawasan pendistribusian penyaluran BBM. Ketiga, melakukan pengawasan terhadap RKUHP yang menjadi program legislatif nasional,” tuturnya.
Setelah membacakan seluruh poin, Saipul menegaskan bahwa pakta integritas tersebut dibuat tanpa adanya paksaan dari pihak mana pun. Pernyataan tersebut kemudian disambut tepuk tangan para mahasiswa.
“Demikian Pakta Integritas ini kami buat tanpa paksaan dari pihak mana pun,” tegas Saipul.
Sementara itu, Apanudin menyatakan bahwa kenaikan harga BBM yang telah ditetapkan pemerintah memang memberikan dampak yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Ia mengatakan, DPRD Kota Tangerang memiliki kewajiban untuk menerima dan menampung aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui aksi mahasiswa.
“Maka kami sebagai perwakilan rakyat, menerima dan menampung, sehingga apa yang menjadi keinginan dan tuntutan masyarakat yang disampaikan mahasiswa ini dapat tersampaikan dengan baik,” ujar Apanudin. (Sumarna)
TANGERANG, lensafokus.id — Pemerintah Kabupaten Tangerang dengan bangga menyambut para inovator dan perwakilan dari berbagai daerah dalam ajang Gelaran Teknologi Tepat Guna (TTG) ke-20 dan Gelar Produk Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) tingkat Provinsi Banten Tahun 2026. Acara pembukaan resmi diselenggarakan di Ecoplaza Citra Raya, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, pada Rabu, (02/09/2026).
Penyelenggaraan Teknologi Tepat Guna (TTG) ke-20 Tingkat Provinsi Banten Tahun 2026 di Kabupaten Tangerang ini berpedoman pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 20 Tahun 2010 tentang Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengelolaan Teknologi Tepat Guna. Kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Tangerang sebagai tuan rumah tahun ini merupakan buah manis dari prestasi gemilang pada tahun sebelumnya, di mana Kabupaten Tangerang sukses meraih juara umum di ajang yang sama.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Banten, Gunawan Rusminto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tahunan ini. Ia menekankan bahwa ajang TTG bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum penting untuk menampilkan hasil karya, kreativitas, dan inovasi nyata dari masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
"Apresiasi tinggi kami sampaikan kepada seluruh pihak yang berpartisipasi, di mana kegiatan ini menjadi bukti nyata kreativitas masyarakat desa dalam melahirkan inovasi yang solutif," ujar Gunawan.
Ia juga berpesan kepada seluruh peserta untuk menerapkan tiga hal penting yaitu manfaatkan hasil TTG seluas-luasnya, Kembangkan kreativitas tanpa henti, serta sebarkan kebaikan inovasi tersebut demi kemajuan bersama.
"Kita datang di ruangan ini tidak hanya sekedar menggelar kegiatan, melainkan bagaimana kita mewujudkan kreasi dan inovasi desa untuk ditampilkan saat ini. Desa yang maju bukan yang banyak gedungnya, tetapi bagaimana desa mampu menyelesaikan permasalahan dengan inovasi yang dimiliki demi kemajuan masyarakat" Gunawan menambahkan.
Sementara itu, Asisten Daerah (Asda) II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Tangerang, H. Syaifullah, yang hadir mewakili Bupati Tangerang, menyampaikan rasa bangga dan sambutan hangat kepada seluruh kontingen, perwakilan inovator, serta tamu undangan dari berbagai kabupaten/kota se-Provinsi Banten. Beliau mengapresiasi semangat para peserta yang hadir untuk memamerkan karya terbaik mereka, sekaligus menegaskan bahwa kehadiran para inovator ini merupakan motor penggerak utama dalam memajukan kemandirian ekonomi daerah melalui pemanfaatan teknologi tepat guna yang aplikatif bagi masyarakat.
"Atas nama pemerintah Kabupaten Tangerang, kami menyambut baik dan mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta Gelar TTG ke-20 Tingkat Provinsi Banten di Kabupaten Tangerang. Kegiatan ini adalah ajang promosi yang luar biasa untuk menunjukkan bahwa setiap daerah memiliki keunggulan dan inovasi terbaiknya," ungkap H. Syaifullah.
Beliau juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program-program pemberdayaan masyarakat, termasuk dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional melalui optimalisasi teknologi tepat guna di akar rumput.
"Melalui Gelaran TTG ke-20 ini, kami berharap lahir karya-karya inovatif baru yang tidak hanya mandiri secara teknologi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi peningkatan ekonomi kerakyatan serta kesejahteraan masyarakat desa di Provinsi Banten," pungkas H. Syaifullah.
Sebagau informasi, Gelaran TTG ke-20 ini diisi dengan pameran produk unggulan Bumdes serta perlombaan yang terbagi ke dalam tiga kategori utama, yaitu Kategori Inovasi Teknologi Tepat Guna, Kategori TTG Unggulan, dan Kategori Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek) Berprestasi. Seluruh proses penilaian dilakukan oleh dewan juri yang kompeten dari Kementerian Desa, BRIN, serta Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta).
Rangkaian acara ini akan ditutup dengan puncak perayaan berupa pengumuman pemenang dan penyerahan piala bergilir Gubernur Banten pada Kamis, (03/09/2026), di mana juara pertama tingkat provinsi nantinya juga berkesempatan untuk mewakili Provinsi Banten di ajang TTG tingkat nasional. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Program Beasiswa Tangerang Gemilang yang digulirkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang membantu mahasiswa dari keluarga kurang mampu melanjutkan pendidikan tinggi dan mengejar cita-cita. Tahun ini, sebanyak 1.075 mahasiswa menerima manfaat Program Beasiswa Tangerang Gemilang. Jumlah tersebut terdiri atas 417 mahasiswa baru, 604 mahasiswa aktif, dan 54 mahasiswa semester akhir.
Salah satu penerima beasiswa, Siti Fadila atau Dila asal Kecamatan Rajeg, mengaku sangat terbantu dengan program tersebut. Mahasiswa Universitas Prasetiya Mulya jurusan Product Design Innovation itu sebelumnya sempat kebingungan menentukan perguruan tinggi yang sesuai.
Dila mengaku telah mencoba mendaftar ke sejumlah perguruan tinggi, tetapi belum memperoleh kesempatan. Ia kemudian mendapatkan informasi mengenai Beasiswa Tangerang Gemilang dari gurunya hingga akhirnya berhasil melanjutkan pendidikan.
"Saya sangat terbantu dengan adanya program Beasiswa Tangerang Gemilang. Sebelumnya saya sempat bingung mendaftar kuliah di mana, sampai akhirnya mendapat informasi dari guru dan alhamdulillah bisa mendapatkan beasiswa ini," ungkap Dila saat mengikuti kegiatan Orientasi dan Pembekalan Penerima Beasiswa Tangerang Gemilang di Hotel Yasmin, Kecamatan Curug, Selasa (1/9/2026).
Dila memilih jurusan Product Design Innovation karena ingin mewujudkan cita-citanya menjadi desainer. Kecintaannya terhadap gambar sejak kecil mendorongnya untuk memperdalam ilmu dan keterampilan di bidang desain.
"Sejak kecil saya memang bercita-cita menjadi desainer. Saya juga suka menggambar dan ingin mendalami ilmu desain. Karena itu, saya merasa jurusan ini sesuai dengan minat dan cita-cita saya," tuturnya.
Dila berharap ilmu yang diperolehnya dapat digunakan untuk memberikan kontribusi bagi Indonesia. Menurutnya, bidang desain akan semakin dibutuhkan seiring perkembangan zaman dan memiliki peluang besar untuk berkontribusi di masa depan.
"Harapan saya bisa menjadi desainer yang baik dan berkontribusi untuk negara. Menurut saya, desain akan semakin dibutuhkan di masa depan, sehingga saya ingin ilmu yang saya dapat bisa memberikan manfaat bagi Indonesia," ujarnya.
Hal serupa disampaikan Rifka Nesa Wijaya atau Nesa, asal Kecamatan Sepatan, yang juga merupakan mahasiswa Universitas Prasetiya Mulya jurusan Product Design Innovation sekaligus penerima Beasiswa Tangerang Gemilang.
Nesa menilai program tersebut sangat membantu mahasiswa dalam melanjutkan pendidikan tinggi. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Tangerang atas dukungan yang diberikan melalui program tersebut.
"Terima kasih kepada Bapak Bupati Tangerang atas beasiswa yang telah diberikan. Program ini sangat membantu kami untuk melanjutkan kuliah dan mengejar cita-cita. Saya berharap program ini terus berjalan karena masih banyak yang membutuhkan," ungkap Nesa.
Dila dan Nesa berharap semakin banyak generasi muda Kabupaten Tangerang mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi melalui Program Beasiswa Tangerang Gemilang. Mereka menilai dukungan pendidikan menjadi salah satu langkah penting dalam mempersiapkan generasi unggul yang mampu bersaing di masa depan.
Program Beasiswa Tangerang Gemilang merupakan bantuan biaya pendidikan tinggi dari Pemkab Tangerang bagi masyarakat berpenghasilan rendah atau keluarga kurang mampu. Program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam mendorong pemerataan akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Dalam pelaksanaannya, Pemkab Tangerang bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi negeri dan swasta, di antaranya Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Institut Pertanian Bogor (IPB), Prasetiya Mulya, Swiss German University (SGU), serta sejumlah perguruan tinggi lainnya di wilayah Tangerang Raya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id — PT BPR Kerta Raharja Gemilang terus mendorong kemudahan akses permodalan bagi pelaku usaha mikro melalui program Gebyar UMKM Tangerang Gemilang.
Sosialisasi program tersebut digelar di Aula KH. Achmad Solehudin, Cilongok, Kecamatan Pasar Kemis, khususnya kepada para pelaku usaha, Selasa (01/09/2026).
Kegiatan sosialisasi dihadiri sejumlah pelaku usaha yang berada di wilayah Cilongok dan sekitarnya. Dalam kesempatan tersebut, pihak BPR Kerta Raharja Gemilang memberikan informasi secara langsung mengenai program Kredit Mikro Raharja, termasuk berbagai kemudahan serta promo yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha mikro untuk menambah modal maupun mengembangkan usahanya.
Kepala bagian Operasional pada BPR Kerta Raharja Gemilang, Abdul Ghani, mengatakan, program Gebyar UMKM Tangerang Gemilang merupakan salah satu upaya untuk memberikan kemudahan akses permodalan kepada masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro yang membutuhkan tambahan modal usaha.
“Program Gebyar UMKM Kabupaten Tangerang ini kami hadirkan untuk mempermudah akses permodalan bagi pelaku usaha. Calon nasabah dapat memperoleh fasilitas kredit dengan suku bunga promo sebesar 0,5 persen per bulan dengan jangka waktu hingga 12 bulan,” ujar Abdul Ghani.
Menurutnya, program tersebut diharapkan dapat membuka kesempatan yang lebih luas bagi pelaku UMKM untuk memperoleh permodalan dengan bunga yang ringan dan mekanisme yang lebih mudah, sehingga mereka dapat menjalankan usaha secara lebih produktif.
“Kami berharap program ini dapat meringankan beban pelaku usaha sekaligus membantu mereka menambah modal untuk meningkatkan produktivitas dan mengembangkan usahanya,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua satgas Renternir, M. Mahrusillah menyambut baik kegiatan sosialisasi tersebut. Menurutnya, informasi mengenai akses permodalan yang legal dan terjangkau sangat penting bagi pelaku usaha, terutama untuk mencegah masyarakat terjerat praktik pinjaman dari pihak yang tidak resmi atau rentenir.
“Sosialisasi ini sangat penting bagi para pelaku usaha di lingkungan kami. Kehadiran program dari BPR Kerta Raharja Gemilang menjadi solusi yang baik bagi mereka yang membutuhkan tambahan modal, sehingga tidak harus mencari permodalan melalui rentenir,” ungkapnya.
Ia menuturkan, selama ini masih terdapat pelaku usaha yang memperoleh permodalan melalui lembaga atau pihak yang tidak resmi. Kondisi tersebut terkadang menimbulkan keresahan, terutama karena mekanisme penagihan yang tidak memberikan rasa aman kepada masyarakat.
“Kami melihat masih ada beberapa pelaku usaha yang mendapatkan permodalan dari lembaga yang tidak resmi. Pada akhirnya, hal tersebut dapat menimbulkan keresahan, salah satunya dalam proses penagihan,” katanya.
Lebih lanjut, ia berharap sosialisasi tersebut tidak berhenti pada penyampaian informasi, tetapi dapat menjadi pintu bagi semakin banyak pelaku UMKM di wilayah Cilongok untuk mendapatkan akses pembiayaan yang aman, terjangkau, dan sesuai dengan kebutuhan usaha.
“Harapannya, dengan akses modal yang tepat, usaha masyarakat dapat berkembang, produktivitas meningkat, dan pada akhirnya turut memperkuat perekonomian masyarakat di Kabupaten Tangerang,” pungkasnya. (Red)