Banten

Banten (7165)

Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid secara simbolis menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) bagi anak yatim serta bantuan sosial Usaha Ekonomi Produktif (UEP) bagi perempuan kepala keluarga (Janda) di Aula Kantor Kecamatan Curug, Rabu (9/9/26).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengungkapkan bahwa Pemkab Tangerang menggelontorkan bantuan sekitar Rp2,65 miliar kepada masyarakat, khususnya anak yatim dan janda kepala keluarga.

"Bantuan yang disalurkan dalam program ini mencapai Rp2,65 miliar, terdiri dari Rp500 juta untuk BST dan Rp2,15 miliar untuk bantuan UEP," ujar Bupati Maesyal Rasyid

Ia mengatakan BST diberikan kepada 500 penerima manfaat yang terdiri dari anak yatim, penyandang disabilitas, dan kelompok masyarakat lainnya, dengan nilai bantuan masing-masing Rp1 juta.

“Alhamdulillah hari ini kami bersama Dinas Sosial dan perangkat Kecamatan Curug menyalurkan bantuan sosial tunai. Masing-masing penerima mendapatkan Rp1 juta dan totalnya untuk 500 orang se-Kabupaten Tangerang,” ungkapnya

Selain BST, Pemkab Tangerang juga menyalurkan bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) kepada 430 penerima manfaat dengan nilai Rp5 juta perorang. Bantuan tersebut ditujukan sebagai tambahan modal bagi masyarakat yang menjalankan usaha kecil, seperti berjualan nasi uduk, gorengan, makanan, minuman dan usaha kecil lainnya

“Untuk bantuan Usaha Ekonomi Produktif, kita berikan Rp5 juta kepada 430 penerima, sehingga totalnya Rp2,15 miliar. Ini untuk tambahan permodalan agar usahanya bisa berkembang dan pendapatannya meningkat,” jelasnya.

Bupati Maesyal menambahkan, Pemkab Tangerang juga akan menyalurkan bantuan kepada kelompok lanjut usia sebanyak 1.200 orang dengan nilai Rp1 juta per penerima atau total Rp1,2 miliar.

Menurutnya, bantuan sosial tidak hanya ditujukan untuk meringankan beban kebutuhan sehari-hari, tetapi juga mendorong masyarakat agar lebih mandiri secara ekonomi.

“Pemerintah daerah akan terus memberikan perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan, baik untuk meringankan beban kehidupan sehari-hari maupun bantuan permodalan supaya usaha bisa maju, pendapatan meningkat, dan pada akhirnya dapat membuka lapangan pekerjaan,” imbuhnya.

Ia menjelaskan bahwa penerima bantuan ditetapkan berdasarkan kriteria kesejahteraan masyarakat yang berada pada desil 1 sampai dengan desil 5. Ia berharap bantuan produktif tersebut dapat meningkatkan kondisi ekonomi penerima sehingga secara bertahap dapat keluar dari kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.

“Salah satunya adalah untuk mengentaskan kemiskinan. Kita berharap masyarakat yang tadinya berada pada desil rendah, pendapatannya bisa meningkat, sehingga bisa naik menjadi desil 6, 7, 8, 9 bahkan sampai desil 10,” ungkapnya.

Bupati menegaskan, Pemkab Tangerang akan terus mengalokasikan program bantuan sosial sesuai dengan kemampuan keuangan daerah dan melakukan evaluasi agar manfaatnya dapat dirasakan semakin luas oleh masyarakat.

“Insyaallah Pemerintah Kabupaten Tangerang akan terus berusaha memberikan perhatian setiap tahun. Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat dan bisa meringankan beban masyarakat,” pungkasnya. (Red)

LEBAK, lensafokus.id — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lebak menyampaikan keprihatinan atas laporan hilang kontaknya lima jurnalis yang tengah melakukan peliputan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Ketua PWI Kabupaten Lebak, RA Sudrajat, mengatakan pihaknya turut mendoakan agar kelima jurnalis bersama tiga kru speedboat yang mendampingi mereka dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.

“Kami ikut prihatin atas adanya laporan lima wartawan yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. Kami sudah melakukan kontak dengan salah satu keluarga wartawan yang hilang kontak itu, yang kebetulan merupakan anggota PWI Lebak,” kata pria yang akrab disapa Ajat, Rabu (9/9/2026).

Berdasarkan informasi yang diterima PWI Lebak, lima jurnalis tersebut dilaporkan hilang kontak bersama tiga kru speedboat yang terdiri atas kapten, anak buah kapal (ABK), dan pemandu atau guide.

Kedelapan orang tersebut dilaporkan berangkat menggunakan speedboat dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka berangkat untuk melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.

Kelima jurnalis yang dilaporkan hilang kontak tersebut masing-masing M. Bagus Khoirunnas, pewarta foto Kantor Berita Antara; Ari Basuki, pewarta foto Merdeka.com; Yudhistiro Pranoto atau Yudhis, jurnalis iNews; Daus, jurnalis Anadolu Agency; serta Donal, jurnalis lepas atau freelance.

Ajat berharap seluruh jurnalis dan kru speedboat segera ditemukan dalam kondisi selamat.

“Kami semua memanjatkan doa terbaik untuk teman-teman kita. Semoga seluruh jurnalis dan tiga orang kru speedboat dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat,” ujarnya.

Keprihatinan juga disampaikan Ketua Penasehat PWI Kabupaten Lebak, H. Ahya. Ia menekankan pentingnya keselamatan dalam setiap kegiatan jurnalistik, terutama ketika wartawan melakukan peliputan di wilayah yang memiliki potensi bahaya.

“Semoga kelima jurnalis yang hilang kontak dapat ditemukan dengan keadaan selamat,” kata H. Ahya.

Ia berharap proses pencarian dan penanganan terhadap kelima jurnalis serta tiga kru speedboat dapat berjalan dengan baik sehingga seluruhnya segera ditemukan.

Sementara itu, Mansur Suryana, wartawan Antara sekaligus ayah kandung M. Bagus Khoirunnas, mengatakan pihak keluarga hingga kini masih menunggu kabar mengenai keberadaan Bagus.

Mansur berharap seluruh wartawan dan masyarakat, khususnya insan pers di Banten, turut mendoakan keselamatan Bagus bersama rekan-rekannya.

Menurut Mansur, Bagus selama ini memiliki perhatian terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau. Ia disebut kerap berada di sekitar kawasan tersebut untuk memantau sekaligus mendokumentasikan aktivitas gunung api tersebut.

Mansur juga mengatakan Bagus pernah dipercaya menjadi koordinator untuk mendampingi sejumlah wartawan nasional dalam melakukan peliputan di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau.

“Belum ketemu. Saya harap ada kabar baik. Mohon doanya saja dari semua teman-teman agar Bagus dan rekan-rekan selamat,” kata Mansur.

PWI Kabupaten Lebak kemudian mengajak seluruh insan pers dan masyarakat untuk bersama-sama memanjatkan doa bagi keselamatan kelima jurnalis dan tiga kru speedboat yang hingga kini dilaporkan hilang kontak. (C2p)

Tangerang, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Kementerian Agama (Kemenag) secara resmi meluncurkan Program Beasiswa Madrasah Gemilang. Acara peluncuran yang menjadi angin segar bagi dunia pendidikan keagamaan ini digelar dengan khidmat di Aula Masjid Agung Al-Amjad, Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, pada Selasa (08/09/2026).

Acara peluncuran tersebut dihadiri oleh Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama, Hj. Helmi Halimatul Udhmah, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Banten, jajaran pejabat struktural Kantor Kemenag Kabupaten Tangerang, pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Kabupaten Tangerang, para tokoh agama, kepala madrasah serta 40 guru yang menjadi peserta penerima beasiswa.

Bupati Tangerang, Moch. Maesal Rasyid, dalam sambutannya memaparkan bahwa peluncuran beasiswa ini merupakan wujud nyata intervensi dan dukungan penuh Pemerintah Daerah. Upaya kolaboratif ini dilakukan secara konsisten untuk terus meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di wilayah Kabupaten Tangerang, khususnya melalui penguatan infrastruktur dan kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan.

"Alhamdulillah, hari ini kami menerima kunjungan Ibu Menteri Agama dalam rangka meluncurkan beasiswa untuk guru-guru madrasah di Kabupaten Tangerang. Sumber dananya ini dari Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang yang diberikan hibah kepada Kementerian Agama. Inovasinya adalah untuk meningkatkan kompetensi guru madrasah, guru agama Islam, dan guru RA melalui kuliah gratis, sehingga insyaallah anak-anak kita akan semakin cerdas dan menjadi SDM unggulan," ungkap Bupati Maesal Rasyid.

Lebih lanjut, Bupati memaparkan rincian teknis terkait sasaran utama penerima program beasiswa tersebut. Ia menegaskan bahwa program ini merupakan ikhtiar nyata Pemerintah Daerah bersama Kementerian Agama sebagai bentuk sinergitas dan kolaborasi.

"Secara teknis, beasiswa ini diberikan kepada 40 guru madrasah yang belum memiliki gelar S1, atau yang jenjang S1-nya belum linier. Insyaallah, pada tahun-tahun berikutnya kuota penerima beasiswa ini juga akan terus kita tambahkan," ujar Bupati Maesal.

Pada kesempatan yang sama, Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama, Hj. Helmi Halimatul Udhmah, mewakili Menteri Agama Republik Indonesia menyampaikan rasa terima kasih atas penyambutan hangat dari jajaran Pemkab Tangerang beserta seluruh tamu undangan yang hadir, sekaligus mengapresiasi antusiasme para guru yang terus berjuang di dunia pendidikan. Dalam kesempatan tersebut, Hj. Helmi Halimatul Udhmah membagikan poin arahan strategis dari kementerian terkait urgensi peluncuran beasiswa pendidikan ini.

"Saya sampaikan tiga pesan. Pertama, jadikan beasiswa ini investasi menuju Indonesia Emas 2045. Kedua, kelola beasiswa ini secara transparan dan akuntabel. Ketiga, para suami harus mendukung istri yang kuliah untuk menjaga ketahanan keluarga, karena dari sanalah kualitas bangsa ditentukan," tegas Hj. Helmi Halimatul Udhmah.

Peluncuran program ini membawa napas lega dan kebahagiaan tersendiri bagi para penerima manfaat, salah satunya adalah Neneng Rostiani, guru di MIS Nurul Ibad, Desa Talagasari. Bagi Neneng, kesempatan ini sangat istimewa karena ia akan merasakan bangku kuliah untuk pertama kalinya dan tengah bersiap mengikuti masa orientasi (Ospek) pada tanggal 26 mendatang.

"Perasaan saya bahagia, bersyukur, dan tidak menyangka bisa mendapat beasiswa. Semoga langkah ini membawa berkah dan manfaat nyata. Melalui program Beasiswa Madrasah Gemilang ini, saya mengambil jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) di STAI Syekh Manshuruddin Pandeglang, Banten. Semoga pemerintahan Kabupaten Tangerang semakin maju, jaya, gemilang dan bisa terus meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Tangerang," pungkasnya penuh harap.

Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen bahwa Program Beasiswa Madrasah Gemilang merupakan wujud nyata kolaborasi dengan berbagai stakeholder. Ke depan, Pemkab Tangerang akan terus mempertahankan dan meningkatkan program-program strategis serupa. Komitmen ini bertujuan untuk memastikan setiap peserta didik di Kabupaten Tangerang mendapatkan pendidikan dari tenaga pengajar yang kompeten, profesional, dan memiliki dedikasi tinggi. (Red)

Tangerang, lensafokus.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang terus menegaskan komitmennya dalam memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi seluruh pekerja di wilayahnya. Hal tersebut ditunjukkan melalui penyelenggaraan kegiatan Sosialisasi Percepatan Universal Coverage Jamsostek (UCJ) dan Kepatuhan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Sektor Jasa Konstruksi APBD Tahun 2026, yang berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) Tigaraksa, Puspemkab Tangerang, Selasa (08/09/26).

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, serta turut dihadiri Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Kadisnaker) Kabupaten Tangerang Rudi Lesmana, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Banten Muhyidin, Assisten Daerah II, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat se-Kabupaten Tangerang, direktur RSUD, serta kepala UPT Puskesmas.

Dalam sambutannya mewakili Bupati Tangerang, Sekda Kabupaten Tangerang Soma Atmaja menyampaikan bahwa dinamika pembangunan di Kabupaten Tangerang tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik seperti jalan, jembatan, dan fasilitas publik, melainkan juga harus menyasar perlindungan bagi tenaga kerja yang berada di balik pembangunan tersebut.

“Pembangunan daerah terwujud berkat kerja keras dan keringat para pekerja. Oleh karena itu, perlindungan jaminan sosial adalah bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembangunan itu sendiri. Pemkab Tangerang berkomitmen penuh mempercepat capaian Universal Coverage Jamsostek agar seluruh pekerja, khususnya pekerja rentan, terlindungi oleh negara,” ujar Sekda Soma.

Sekda Soma menekankan bahwa Pemkab Tangerang telah mengalokasikan program perlindungan bagi 500 ribu pekerja rentan sebuah capaian besar yang setara dengan tingkat provinsi. Tak hanya itu, Pemkab Tangerang juga mengalokasikan anggaran kesehatan sekitar Rp400 miliar guna memastikan seluruh warga terlayani di 4 RSUD dan 44 Puskesmas di wilayah Kabupaten Tangerang.

Sekda Soma juga menginstruksikan kepada seluruh kepala OPD, camat, kepala puskesmas, hingga direktur rumah sakit untuk memastikan setiap proyek pekerjaan daerah termasuk Pengadaan Langsung (PL) mewajibkan para penyedia jasa (vendor) mendaftarkan para pekerjanya ke dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

Sementara itu, Kepala Disnaker Kabupaten Tangerang, Rudi Lesmana, menjelaskan bahwa cakupan kepesertaan Jamsostek di Kabupaten Tangerang saat ini telah mencapai 1.063.189 pekerja dari total potensi 1.548.000 pekerja, atau sekitar 68,68 persen.

Untuk mengejar target UCJ sebesar 80 persen, Pemkab Tangerang bersama BPJS Ketenagakerjaan fokus menutup gap sekitar 485.395 pekerja yang belum terlindungi, salah satunya melalui penegakan kepatuhan pada sektor jasa konstruksi yang bersumber dari APBD.

"Dari potensi 80.157 pekerja jasa konstruksi APBD di Kabupaten Tangerang, saat ini baru 4.067 pekerja yang terdaftar. Melalui Sosialisasi dan pengeluaran Surat Edaran (SE) Bupati Tangerang Tahun 2026 ini, kami menegaskan bahwa kepatuhan BPJS Ketenagakerjaan menjadi checklist wajib dalam proses pengadaan barang dan jasa pemerintah," tegas Kadisnaker Rudi.

Kadisnaker Rudi juga mengapresiasi Kecamatan Curug yang tercatat sebagai wilayah dengan tingkat kepatuhan perlindungan pekerja jasa konstruksi APBD tertinggi saat ini. Selain itu, guna mempercepat cakupan kepesertaan, Pemkab Tangerang tengah mematangkan skema inovasi program "1 ASN Melindungi 1 Pekerja Rentan" yang digagas oleh Bupati Tangerang.

Adapun sosialisasi ini merujuk pada regulasi landasan hukum kepatuhan, antara lain:

1. Peraturan Pemerintah No. 44 Tahun 2015

2. Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 5 Tahun 2021

3. Peraturan LKPP No. 12 Tahun 2021

4. Surat Edaran Mendagri No. 400.5.7/5215/SJ

5. Surat Edaran Bupati Tangerang Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Jasa Konstruksi.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Banten, Muhyidin, mengapresiasi langkah progresif Pemkab Tangerang yang menjadi contoh nasional dalam perlindungan pekerja rentan.

"Langkah Pemkab Tangerang melindungi 500 ribu pekerja rentan adalah best practice secara nasional. Melalui kolaborasi dan terbitnya SE Bupati ini, kita bersama-sama menyasar para buruh harian dan pekerja konstruksi, baik pada proyek APBD, APBN, maupun sektor swasta," jelas Muhyidin.

Muhyidin menjelaskan, pekerja sektor jasa konstruksi dilindungi dalam dua program utama, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

"Jika terjadi risiko kecelakaan kerja, seluruh biaya pengobatan akan ditanggung penuh (unlimited) sampai sembuh di RSUD maupun rumah sakit swasta yang bekerja sama, lengkap dengan layanan ambulans. Penyedia jasa atau vendor tidak perlu lagi mengeluar dana mandiri. Apabila terjadi risiko kematian, hak-hak ahli waris juga dipastikan diterima dengan cepat dan tepat," pungkasnya.

Dengan sinergi antara Pemkab Tangerang, BPJS Ketenagakerjaan, serta pengawasan ketat dari BPKAD, UKPBJ, dan Inspektorat, diharapkan target percepatan Universal Coverage Jamsostek dapat tercapai demi mewujudkan kesejahteraan dan kesetaraan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang. (Red)

Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang untuk menuntaskan program Asrama Pondok Pesantren (Aspontren) dan Sanitasi berbasis Pesantren (Sanitren) kepada 1.100 penerima manfaat selama 3 tahun ke depan.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Maesyal Rasyid saat membuka acara fasilitasi pelaksanaan bantuan program Aspontren dan Sanitren di Hotel Lemo, Selasa (08/09/26)

"Kita ingin tuntaskan 1.100 yang mendapatkan program Sanitasi Pondok Pesantren dan juga program Asrama Pondok Pesantren. Jadi nanti untuk tahun 2027 ditambah lagi, saya ingin 3 tahun ke depan itu tuntas semuanya atau jangan terlalu banyak sisanya," ungkap Bupati Maesyal Rasyid

Dalam sambutannya, dia menyebut sekitar 75 pondok pesantren telah mendapatkan bantuan program Aspontren pada tahun 2025. Tahun 2026, penerima bantuan program Aspontren tersebut naik menjadi 150 penerima manfaat.

Menurut dia, Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang terus berusaha dan tidak pernah berhenti untuk melaksanakan pembangunan, khususnya terkait dengan pembangunan sarana pondok pesantren baik asramanya maupun sanitasinya agar lebih aman, nyaman dan sehat serta mampu mendorong peningkatan usaha para santri secara mandiri .

"Tahun 2025 sudah kita bangunkan asrama pondok pesantren sebanyak 75 dan sanitasinya juga sudah kita bangunkan dulu. Sekarang kita bangunkan pondok pesantren asramanya sebanyak 150, naik dua kali lipat dari tahun lalu. Insyaallah mohon doanya dari para kiai dan para ulama, nanti 2027 kita tambah lagi jumlahnya sesuai dengan kemampuan keuangan daerah karena pondok pesantren yang ada di Kabupaten Tangerang kurang lebih ada 1.100," ujarnya.

Lanjut dia, bantuan program Aspontren dan Sanitren merupakan bagian dari pembangunan dan wujud komitmen nyata pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan kualitas pondok pesantren dan sumber daya manusia, khususnya para santri agar para santri ini bisa lebih semangat belajar, mandiri dan mampu memberikan kontribusinya kepada keluarga, masyarakat, umat dan bangsa.

"Program yang muncul dari ide Pak Zaki ini akan terus kita lanjutkan dan tingkatkan. Asrama dan Sanitren ini penting sekali kita perbaiki, kita bangun untuk meningkatkan semangat belajar para santri-santri yang akan melanjutkan perjuangan para kiai, para ustadz, para ustadzah yang ada di Kabupaten Tangerang," imbuhnya.

Dia juga menyampaikan pesan kepada para kiai, pimpinan dan pengurus pondok pesantren untuk terus meningkatkan pembinaan kepada umat dan para santri agar mereka bisa menjadi generasi penerus yang mampu melanjutkan perjuangan dan tugas-tugas mulia para kiai, ustadz dan ustadzah.

"Kepada para kiai, para pimpinan pondok pesantren untuk terus membina umat dan santrinya, supaya bisa mandiri dan semangat belajarnya. Santri itu adalah pimpinan kita yang akan datang, khususnya dalam membimbing, membina umat serta melanjutkan perjuangan dan tugas-tugas para kiai, ustadz dan para ustadzah," imbaunya. (Red)

Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maeysal Rasyid membuka kongres Dewan Pengurus Kabupaten Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (DPK-IKAPTK) Kab. Tangerang yang dilaksanakan di Hotel Vega Gading Serpong Kec. Kelapa Dua, Minggu (06/09/26)

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid mendorong IKAPTK Kab. Tangerang sebagai mitra pemerintah daerah dapat terus menguatkan sinergi dan kolaborasi menjadi motor penggerak pembangunan daerah

"Saya mohon IKAPTK Kabupaten Tangerang sebagai mitra pemerintah daerah bisa terus menguatkan sinergi dan kolaborasi jadi motor penggerak pembangunan daerah," ujar Bupati Maesyal Rasyid

Ia berharap semua pengurus seserta anggota IKAPTK Kab. Tangerang bisa bersama-sama menguatkan komitmen agar pelaksanaan kongres berjalan tertib dan lancar.

"Saya berharap kongres ini bisa dilaksanakan secara tertib dan lancar. Terserah nanti kepengurusannya mau secara aklamasi atau melalui pemilihan mekanisme yang berlaku," harapnya

Dia juga menghimbau kepada seluruh peserta kongres IKAPTK Kab. Tangerang mengikuti seluruh rangkaian kongres dan mentaati segala keputusan yang telah ditetapkan.

"Siapapun nanti yang terpilih, itulah kepercayaan kita semua. Syukur-syukur paling senior supaya menjadi panutan, suri teladan dan aktif. Kalau yang muda terpilih yang senior harus membimbing," tegasnya

Selain itu, Bupati juga memberikan pesan kepada ketua dan pengurus yang terpilih nantinya agar bekerja dengan baik dan bertangung jawab, sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing serta terus memperkuat jaringan

"Saya mohon kepada teman-teman yang sudah dipercaya, bekerjalah sesuai kapasitas dan kedudukan yang ada. Bekerjalah dengan baik dan bertanggung jawab. Kedua bangun komunikasi dan bisa berkolaborasi dengan organisasi yang ada di Kabupaten Tangerang," imbuhnya

Sementara itu, Pembina IKAPTK Kab Tangerang, Soma Atmaja mengatakan bahwa agenda kongres tersebut, salah satunya adalah memilih ketua dan pengurus DPK-IKAPTK Kab. Tangerang periode 2026-2031.

"Mudah-mudahan akan terpilih Ketua IKAPTK yang baru periode 2026 2031. Siapapun yang terpilih nanti harus menjadi perekat kita bersama untuk membawa organisasi ini lebih baik lagi, buat organisasi, negara bangsa dan Kabupaten Tangerang," ujar Soma

Pada kongres tersebut akhirnya memilih Supriadi yang juga menjabat Kepala Dinas Pendidikan sebagai ketua DPK IKAPTK Kab. Tangerang periode 2026-2031. (Red)

Page 12 of 717
Go to top