TANGERANG, lensafokus.id — Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah menekankan pentingnya penguatan pendidikan adab dalam pembentukan karakter bagi generasi muda. Hal diungkapkan Wabup Intan saat menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M di Pondok Pesantren Terpadu Daarul Mubtadi-in, Desa Gandasari, Kecamatan Jayanti, Sabtu (5/9/26).
“Anak siapa pun boleh saja pintar, tetapi adab harus lebih diutamakan. Jika adab kita baik, di mana pun kita ditempatkan, insya Allah kita bisa diterima di tengah masyarakat,” ujar Wabup Intan.
Wabup Intan menegaskan pembentukan dan penguatan adab, akhlak, dan moral harus berjalan seiring dengan perkembangan kecerdasan intelektual. Menurut dia, kepintaran tanpa adab yang baik tidak akan cukup untuk membentuk pribadi yang mampu diterima dan memberikan manfaat di tengah masyarakat.
"Adab, akhlak dan moral yang baik merupakan pondasi penting dalam kehidupan. Seberapapun tingginya jabatan seseorang, jika tidak memiliki adab yang baik, masyarakat tentu tidak akan menyukainya dan menerimanya," tandasnya
Ia mengapresiasi peran pondok pesantren dalam membentuk karakter generasi bangsa. Menurutnya, pesantren tidak hanya menjadi tempat untuk menimba ilmu pengetahuan dan ilmu agama, tetapi juga memiliki peran besar dalam menanamkan nilai-nilai akhlak, moral, kedisiplinan, serta adab dalam kehidupan sehari-hari.
“Pondok pesantren menjadi bagian penting dalam mendidik karakter dan adab anak-anak bangsa, khususnya di Kabupaten Tangerang. Di tengah perkembangan zaman dan kemajuan teknologi yang semakin pesat, pendidikan karakter dan spiritual menjadi semakin penting,” katanya.
Wabup Intan berharap kepada seluruh pihak, khususnya lembaga pendidikan dan keluarga untuk terus memberikan perhatian terhadap pembentukan karakter generasi muda. Anak-anak harus dipersiapkan tidak hanya untuk menjadi generasi yang cerdas dan memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki kekuatan spiritual dan moral yang kokoh.
“Saya berharap generasi muda di Kabupaten Tangerang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual serta kokoh secara moral,” tegasnya.
Lebih lanjut, dia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun generasi penerus yang berakhlakul karimah, memiliki kepedulian sosial, serta mampu menghadapi berbagai tantangan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai agama. Untuk itu, sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, kyai, ulama, lembaga pendidikan Islam, khususnya pesantren harus terus dikuatkan dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas, religius, dan berdaya saing.
“Sinergi antara ulama, pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat harus terus diperkuat. Dengan kebersamaan, kita dapat membangun Kabupaten Tangerang yang tidak hanya maju dan sejahtera, tetapi juga memiliki generasi yang berkarakter, berakhlak, dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan,” ujarnya.
Mengakhiri sambutannya, Wabup Intan pun mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus meningkatkan komitmen untuk mengamalkan keteladanan beliau dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
"Mari semua yang hadir di sini, kita jadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus meningkatkan komitmen untuk mengamalkan keteladanan beliau dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara," pungkasnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id — Ada pemandangan yang berbeda di perbatasan Desa Cempaka dan Desa Sukatani, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang. Di tengah geliat pembangunan wilayah, sebuah jalan penghubung antar-desa masih bertahan dengan permukaan batu dan kerikil.
Warga setempat bahkan memiliki julukan khusus untuk jalan tersebut, yakni “Jalan Rematik”. Bukan tanpa alasan, sebutan itu muncul karena kondisi jalan yang penuh guncangan ketika dilintasi kendaraan.
Menurut warga, jalan tersebut sudah puluhan tahun belum mendapatkan pengaspalan seperti jalan raya pada umumnya. Permukaannya kasar, tidak rata, dipenuhi batu dan kerikil, sehingga membuat perjalanan terasa tidak nyaman, terutama bagi pengendara sepeda motor.
“Sungguh sudah puluhan tahun begini kondisinya. Batu dan kerikil tetap ada di sini, tidak pernah diaspal. Kalau naik motor melintas, tangan dan pinggang sampai sakit karena guncangannya keras. Makanya kami sebut Jalan Reumatik,” ungkap salah seorang warga sekitar, Sabtu (5/9/2026).
Jalan tersebut menjadi salah satu akses penghubung bagi masyarakat Desa Cempaka dan Desa Sukatani. Setiap hari, ruas jalan itu digunakan warga untuk berbagai aktivitas, mulai dari berangkat bekerja, mengantar anak sekolah, berdagang hingga mengunjungi kerabat.
Namun, kondisi jalan yang belum beraspal membuat warga harus lebih berhati-hati saat melintas.
Ketika musim hujan tiba, permukaan jalan berubah menjadi becek dan berlumpur. Kerikil yang terkena air juga menjadi licin sehingga berpotensi membuat kendaraan tergelincir.
Sebaliknya, saat musim kemarau, debu beterbangan ketika kendaraan melintas. Batu dan kerikil yang tajam juga dikeluhkan dapat mengganggu perjalanan serta berpotensi merusak ban kendaraan.
Bagi warga, persoalan tersebut bukan sekadar masalah kenyamanan. Jalan menjadi bagian penting dari aktivitas sehari-hari dan akses masyarakat terhadap pekerjaan, pendidikan maupun kegiatan ekonomi.
Hingga kini, warga mengaku belum mendapatkan kepastian kapan jalan penghubung kedua desa tersebut akan diperbaiki dan ditingkatkan kualitasnya.
Mereka berharap Pemerintah Kabupaten Tangerang maupun pihak Kecamatan Cisoka dapat meninjau langsung kondisi jalan tersebut dan mencari solusi agar akses masyarakat dapat menjadi lebih layak.
Warga berharap jalan yang selama bertahun-tahun identik dengan batu dan kerikil itu suatu saat dapat berubah menjadi jalan yang lebih mulus, aman dan nyaman untuk dilalui.
Julukan “Jalan Rematik” mungkin terdengar sederhana. Namun bagi warga yang setiap hari melewatinya, sebutan tersebut menjadi gambaran nyata tentang bagaimana kondisi sebuah akses jalan yang masih mereka rasakan hingga saat ini. (Lingga)
Kota Tangerang, lensafokus.id - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Tangerang membuka penggalangan dana bagi masyarakat yang terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah ini menjadi bagian dari upaya mengajak masyarakat Kota Tangerang untuk bersama-sama memberikan bantuan kemanusiaan bagi saudara yang tengah menghadapi kondisi bencana.
Wakil Ketua I BAZNAS Kota Tangerang, Sobrun, mengatakan penggalangan dana tersebut telah dibuka melalui berbagai kanal. BAZNAS juga telah menyampaikan surat kepada sejumlah sekolah dan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mendukung pengumpulan donasi.
“Alhamdulillah, kami membuka penggalangan dana untuk saudara-saudara kita di NTT. Mudah-mudahan bantuan dari masyarakat Kota Tangerang dapat terkumpul dan menjadi bentuk kepedulian bersama,” ujar Sobrun, Jumat (4/9/26).
Menurutnya, BAZNAS Kota Tangerang juga telah menerima dukungan dari PT Sinar Alfa Omega berupa donasi sebesar Rp50 juta. Bantuan tersebut menjadi donasi terbesar sementara yang diterima BAZNAS Kota Tangerang dalam penggalangan dana untuk korban bencana NTT.
Sobrun menjelaskan, masyarakat yang ingin berpartisipasi dapat menyalurkan donasi melalui platform Tangerang Sedekah. Masyarakat dapat memilih kanal pembayaran yang tersedia, termasuk melalui QRIS maupun transfer.
Selain penggalangan secara daring, BAZNAS Kota Tangerang juga akan melakukan penghimpunan donasi secara langsung dalam sejumlah kegiatan masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan Kuliner Night di kawasan Jalan Ahmad Yani yang akan dimanfaatkan sebagai ruang untuk mengajak masyarakat berdonasi," katanya.
Sementara itu, HRD PT Sinar Alfa Omega, Sean Yordan, mengatakan donasi Rp50 juta tersebut berasal dari perusahaan dan para karyawan. Ia menyebut penyaluran melalui Baznas dipilih karena lembaga tersebut dinilai memiliki kredibilitas dalam mengelola dan menyalurkan bantuan kemanusiaan.
“Ini panggilan murni dari hati. Tidak ada program khusus, tetapi benar-benar dari karyawan dan didukung manajemen untuk ikut berbagi kepada sesama,” ujar Sean.
Ia berharap BAZNAS dapat terus menjaga amanah dalam menjalankan misi kemanusiaan tersebut. "Ke depan, PT Sinar Alfa Omega juga berencana mengembangkan sejumlah program sosial yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di lingkungan sekitar maupun masyarakat yang lebih luas," tutupnya. (Red)
Kota Tangerang, lensafokus.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang bergerak cepat menindaklanjuti kerusakan ruas Jalan HOS Cokroaminoto khususnya di persimpangan putar balik Puri Beta, Larangan, Kota Tangerang.
Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang Iwan Nursyamsu menuturkan, perbaikan dilakukan melalui pengaspalan hotmix sebagai bagian dari upaya menjaga kondisi Jalan HOS Cokroaminoto tetap aman dan layak untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat.
”Kami langsung bergerak cepat merespons keluhan masyarakat mengenai kondisi fisik Jalan HOS Cokroaminoto yang struktur aspalnya mulai mengelupas. Jadi dihotmix ulang agar kualitas permukaan jalannya kembali harus tanpa lubang-lubang yang membahayakan pengguna jalan,” ujar Iwan, Jumat (4/9/26).
Ia melanjutkan, perbaikan ruas Jalan HOS Cokroaminoto merupakan bagian dari penanganan sementara berdasarkan kondisi dan kebutuhan di lapangan.
”Perbaikannya juga dilakukan secepat mungkin agar tidak menganggu arus lalu lintas di sana yang memiliki kepadatan cukup tinggi karena menjadi jalur akses Jakarta-Kota Tangerang via Ciledug Raya,” tambahnya.
Selain itu, Pemkot Tangerang mengajak masyarakat untuk melaporkan kerusakan jalan melalui kanal informasi resmi yang disediakan melalui Perbaikan Jalan Kota Gerakan Sehari Tuntas (PERJAKA GESIT) dan LAKSA di Super Apps Tangerang LIVE atau 0811-500-152 (Whatsapp). (Red)
Kota Tangerang, lensafokus.id - Liga Santri Wali Kota Tangerang Cup 2026 resmi dibuka dengan pertandingan pertama antara Pondok Pesantren (Ponpes) Ummul Rodhiyah melawan Ponpes Darussalam Poris di Stadion Benteng Reborn, Kota Tangerang.
Wali Kota Tangerang Sachrudin menuturkan, penyelenggaraan Liga Santri Wali Kota Tangerang Cup 2026 merupakan ajang kompetisi sepak bola yang diselenggarakan Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) untuk memberikan ruang positif bagi para santri mengembangkan potensi olahraganya.
”Liga Santri ini dibuka sebagai rangkaian menuju peringatan Hari Santri Nasional sekaligus mencari bakat pesepak bola dari kalangan santri. Kami memberikan dukungan penuh agar ajang ini berjalan sukses karena tidak hanya soal kompetisi, nilai ukhuwah persatuan antar ponpes bisa dijalin lewat sepak bola ini,” ujar Sachrudin, Jumat (4/9/26).
Di momen sama, Ketua FSPP Kota Tangerang Zuhri Fauzi menambahkan, Liga Santri Wali Kota Tangerang Cup 2026 juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antarponpes di Kota Tangerang.
Lebih meriah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, Liga Santri Wali Kota Tangerang Cup 2026 diikuti 16 ponpes dengan total hadiah bernilai jutaan rupiah.
”Kami juga akan mendorong tidak berhenti di sini, klub pemenang nanti akan didukung untuk berpartisipasi dalam ajang Liga Santri Nasional kalau memang diadakan,” tambah Zuhri.
Selain itu, Liga Santri Wali Kota Tangerang Cup 2026 akan berlangsung mulai 4-18 September 2026. Babak penyisihan ajang tahunan ini akan diselenggarakan di Stadion Mini Cipondoh, sedang laga pembuka dan finalnya di Stadion Benteng Reborn Kota Tangerang. (Red)
Tangerang, lensafokus.id — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) menggelar Rapat Pelaporan Pengarusutamaan Gender (PUG) Tahun 2026. Kegiatan strategis ini diselenggarakan di Aula Kantor DPPPA, pada (04/09/2026) sebagai upaya nyata untuk mengevaluasi integrasi kesetaraan gender dalam pembangunan daerah.
Rapat pelaporan PUG ini melibatkan para perencana keuangan dan operator sebagai peserta utama. Para peserta tersebut merupakan perwakilan yang berasal dari 31 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta 4 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang. Selain itu turut hadir narasumber kompeten guna memperkuat pemahaman dan sinergi peserta. Adapun pemateri utama dalam acara tersebut adalah Pejabat PUG Provinsi Banten, Novi Dwi Remi Asih yang memaparkan materi strategis terkait pelaksanaan pengarusutamaan gender tingkat daerah.
Sekretaris DPPPA, Yatemi, menyampaikan bahwa PUG merupakan sebuah strategi pembangunan yang dilakukan secara rasional dan sistematis guna mencapai keadilan di berbagai aspek kehidupan manusia.
"Tujuannya adalah untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender melalui kebijakan yang memperhatikan pengalaman, aspirasi, kebutuhan, serta permasalahan perempuan dan laki-laki mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pelaksanaan PUG di daerah bukan semata-mata menjadi tanggung jawab dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak saja, melainkan membutuhkan komitmen dan kolaborasi seluruh perangkat daerah. Pelaksanaan PUG ini merupakan salah satu strategi penting untuk mewujudkan pembangunan yang adil, setara, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan perempuan maupun laki-laki.
"Oleh karena itu, pelaporan pelaksanaan PUG menjadi bagian penting untuk melihat sejauh mana strategi tersebut telah diintegrasikan ke dalam perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi pembangunan daerah," ungkapnya.
Ia menyadari bahwa implementasi PUG di Kabupaten Tangerang saat ini masih memerlukan berbagai penguatan berkelanjutan agar kesetaraan dan keadilan gender benar-benar dapat terwujud secara optimal. implementasi ini perlu terus digali untuk memastikan apakah kesetaraan dan keadilan gender tersebut telah benar-benar terwujud secara nyata di Kabupaten Tangerang.
"Kami menyadari bahwa pelaksanaan PUG masih memerlukan penguatan, baik dari sisi regulasi, kelembagaan, kapasitas sumber daya manusia, maupun dukungan data terpilah gender," jelasnya.
Ia berharap setiap perangkat daerah menyampaikan data dan informasi yang lengkap, akurat, terukur, serta dapat dipertanggungjawabkan. Data tersebut akan menjadi dasar penyusunan kebijakan dan program pembangunan daerah, sekaligus memperkuat pelaksanaan Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang.
"Saya berharap seluruh OPD dapat memastikan kualitas data yang disampaikan. Dengan data yang baik, kita bisa melahirkan kebijakan dan program yang tepat sasaran serta anggaran yang berkeadilan gender," tutupnya. (Red)