CKG Ungkap Masalah Kesehatan Warga Kota Tangerang, Dislipidemia Jadi Temuan Tertinggi

Kota Tangerang, lensafokus.id - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kota Tangerang tidak hanya menjadi layanan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat. Program ini juga memberikan gambaran mengenai sejumlah faktor risiko penyakit yang masih perlu menjadi perhatian.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni mengatakan, hingga Agustus 2026, sekitar 926.384 warga Kota Tangerang telah mengikuti CKG.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) menjadi salah satu temuan yang cukup dominan, terutama yang berkaitan dengan pola hidup dan kondisi metabolisme tubuh.

”Pada kelompok usia di atas 15 tahun, dislipidemia menjadi temuan dengan persentase tertinggi, yakni 59,02 persen. Selanjutnya, ditemukan obesitas sebesar 21,28 persen, gangguan metabolisme glukosa sebesar 12,85 persen dan hipertensi sebesar 3,2 persen,” papar dr. Dini, Rabu (2/9/26).

Ia menjelaskan, temuan tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat karena faktor risiko PTM dapat berkembang menjadi penyakit yang lebih serius apabila tidak dikendalikan.

"Permasalahan kesehatan masyarakat masih banyak dipengaruhi faktor risiko penyakit tidak menular, terutama gaya hidup kurang aktif dan obesitas. Karena itu, penting untuk mendorong pola hidup sehat dan aktivitas fisik secara rutin," ujarnya.

Dislipidemia sendiri berkaitan dengan kondisi kadar lemak dalam darah yang tidak normal. Kondisi tersebut perlu dikendalikan karena dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular apabila tidak ditangani dengan baik.

”Melalui CKG, masyarakat dapat mengetahui kondisi kesehatan dan faktor risiko yang dimiliki sejak dini. Pemeriksaan juga tidak berhenti pada pemberian hasil skrining. Apabila ditemukan masalah kesehatan, peserta dapat memperoleh tatalaksana dari tim medis yang bertugas atau mendapatkan rujukan sesuai kebutuhan,” jelasnya.

Bagi peserta yang terdiagnosis hipertensi maupun diabetes melitus, misalnya, dapat diberikan tatalaksana awal berupa obat CKG selama 15 hari.

Setelah itu, pasien diarahkan untuk melanjutkan kontrol ke puskesmas atau fasilitas kesehatan sesuai kepesertaan BPJS agar kondisi kesehatannya dapat terus dikendalikan.

"Jangan takut melakukan pemeriksaan. Dengan mengenal kondisi kesehatan sejak dini, kita bisa menjaga diri tetap sehat, tetap produktif dan jika ditemukan penyakit dapat segera ditangani sebelum menjadi lebih berat," pungkasnya. (Red)

Dipilih KPK Jadi Pilot Project, ASN Kota Tangerang Wajib Ikuti E-Learning Berintegritas

Kota Tangerang, lensafokus.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memperkuat komitmen membangun aparatur yang berintegritas melalui pelaksanaan e-learning ASN Berintegritas. Program yang diinisiasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut menjadikan Kota Tangerang sebagai salah satu instansi pemerintah daerah yang ditunjuk dalam tahap awal nasional.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Tangerang Jatmiko mengatakan, program e-learning ASN Berintegritas merupakan program nasional yang nantinya ditujukan bagi ASN di seluruh Indonesia.

Dalam pelaksanaannya, KPK menunjuk 12 instansi sebagai pilot project. Kota Tangerang menjadi salah satu pemerintah daerah yang dipercaya mengikuti tahap awal tersebut karena dinilai memiliki kesiapan untuk melaksanakan pembelajaran secara digital melalui sistem Tangerang Government University.

"Ini diprogramkan oleh KPK dan nantinya wajib untuk seluruh ASN di Indonesia. Pada tahap awal, ada 12 instansi yang ditunjuk sebagai pilot project dan salah satu perwakilan pemerintah daerah adalah Kota Tangerang," ujarnya.

Pelaksanaan e-learning ASN Berintegritas di Kota Tangerang berlangsung mulai Agustus hingga 25 November 2026. Seluruh ASN di lingkungan Pemkot Tangerang ditargetkan mengikuti pembelajaran yang memuat nilai-nilai integritas dan BerAKHLAK.

”Materi pembelajaran diberikan melalui sejumlah modul yang harus diselesaikan secara bertahap. Peserta perlu menyelesaikan tahapan sebelumnya untuk dapat melanjutkan ke modul berikutnya,” katanya.

Menurutnya, program tersebut memiliki urgensi tinggi karena integritas aparatur menjadi salah satu fondasi penting dalam penyelenggaraan pemerintahan. Melalui pembelajaran ini, ASN diharapkan memahami ketentuan yang berlaku dan mampu menerapkannya dalam pelaksanaan tugas.

"Harapannya, ASN Kota Tangerang bisa menjaga integritas, punya kemampuan mengikuti ketentuan dan peraturan yang berlaku, sehingga dalam pelaksanaan kegiatan tidak ada yang melanggar ketentuan," jelasnya.

Tidak hanya berdampak pada internal pemerintahan, penguatan integritas ASN juga diarahkan untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. ASN yang memahami nilai antikorupsi diharapkan mampu memberikan pelayanan secara profesional, transparan dan bebas dari praktik korupsi maupun pungutan liar.

"Masyarakat nantinya bisa mendapatkan layanan dengan baik tanpa korupsi dan tanpa pungli. Semua sesuai ketentuan sehingga masyarakat dapat menikmati hasil dari pelatihan ini," katanya.

Sebagai tahap awal, pelaksanaan e-learning saat ini diuji coba pada tiga organisasi perangkat daerah (OPD), yakni BKPSDM, Inspektorat dan Dinas Komunikasi dan Informatika. Setelah tahap tersebut berjalan, program akan dilanjutkan secara bertahap kepada OPD lainnya. (Red)

Pemerintah Satukan 8.000 Lebih Jaringan Kehumasan, Komunikasi Kebijakan Harus Lebih Cepat

Jakarta, lensafokus.id - Pemerintah menyatukan jaringan kehumasan kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah untuk membangun komunikasi kebijakan yang lebih cepat, terkoordinasi, dan menjangkau masyarakat hingga daerah.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan koordinasi antarkehumasan menjadi kebutuhan penting di tengah derasnya arus informasi digital, termasuk meningkatnya disinformasi dan hoaks.

“Kita dalam kerangka tugas komunikasi pemerintahan yang pertama harus punya narasi, yang kedua punya juga penyampaian hingga ke pelosok daerah untuk diseminasi,” ujar Meutya dalam Forum Badan Koordinasi Kehumasan Pemerintah (Bakohumas) di Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2026).

Menurut Meutya, pemerintah membutuhkan koordinasi yang kuat antara humas kementerian dan lembaga dengan humas pemerintah daerah. Koordinasi tersebut juga menjadi ruang evaluasi terhadap komunikasi pemerintah.

“Kalau ada hal-hal yang memang kurang cepat dilakukan pemerintah, ada komunikasi yang dianggap masih lambat atau belum jelas, ini juga menjadi forum bagi kami untuk evaluasi diri,” katanya.

Meutya mengatakan forum komunikasi kehumasan akan diarahkan menjadi agenda berkala. Pemerintah berharap forum tersebut dapat menjadi ruang untuk menyatukan narasi sekaligus mempercepat koordinasi ketika pemerintah perlu menyampaikan kebijakan kepada masyarakat. Selain itu, diperlukan penguatan koordinasi kehumasan seiring dengan digitalisasi yang tengah berlangsung.

Menurutnya, forum kehumasan nasional yang selama ini berlangsung melalui agenda Anugerah Media Humas dapat dilengkapi dengan forum komunikasi yang memungkinkan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah melakukan koordinasi secara lebih cepat.

“Dengan digitalisasi kita perlu juga koordinasi secara cepat. Jadi sekali lagi kami terima kasih kepada Kemenko Polkam karena kemudian dipertemukan dengan lebih intens lagi,” kata Meutya.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah M. Qodari mengatakan komunikasi kebijakan memiliki posisi yang sama penting dengan pelaksanaan program.

“Komunikasi program itu harus dijalankan supaya dukungan kepada program-program semakin baik dan hasilnya semakin optimal,” ujar Qodari.

Qodari menyebut jaringan kehumasan pemerintah secara nasional mencakup lebih dari 8.000 perangkat. Jaringan tersebut menjadi kekuatan komunikasi yang perlu bekerja dalam satu orkestrasi.

Menurutnya, pemerintah tidak dapat menunggu ketika ruang informasi publik bergerak setiap saat melalui media sosial. Pemerintah perlu memiliki agenda komunikasi yang rutin agar informasi mengenai kebijakan, program, serta hasil yang dirasakan masyarakat terus tersedia.

“Pemerintah tidak bisa menunggu. Harus punya jadwal rutin, harus punya agenda komunikasi yang membuat ruang-ruang informasi itu terus terisi dengan berbagai macam informasi kegiatan dan program dari pemerintahan,” katanya.

Qodari juga menekankan pentingnya menghadirkan masyarakat sebagai wajah dari program pemerintah. Informasi mengenai program perlu menunjukkan perubahan yang dirasakan warga, bukan berhenti pada penjelasan mengenai kebijakan.

“Program-program tidak hanya menjadi program tetapi program itu punya wajah. Wajah dari warga Indonesia, wajah dari bangsa Indonesia, wajah dari anak-anak kita, dari mereka-mereka yang merasakan manfaat dari program-program yang diselenggarakan oleh pemerintah,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya menilai jaringan kehumasan pemerintah harus bekerja dua arah. Humas perlu menyampaikan kebijakan kepada publik sekaligus membaca apa yang sedang menjadi perhatian masyarakat.

“Humas itu bukan hanya menyampaikan satu arah saja, kebijakan ataupun informasi dari pemerintah, tapi baik sekali apabila teman-teman humas juga bisa membaca apa yang diperbincangkan oleh publik sehingga menjadi masukan bagi pemerintah,” kata Bima.

Bima juga meminta humas pemerintah memberi ruang lebih besar bagi informasi positif dan kisah inspiratif dari berbagai daerah. Dengan begitu, ruang informasi digital tidak hanya dipenuhi respons pemerintah terhadap isu negatif atau disinformasi.

“Kita akan meningkatkan koordinasi ke depannya sesuai dengan tugas fungsi dari Polkam. Kami akan mensinkronisasi kegiatan-kegiatan kehumasan agar bisa berjalan sesuai dengan harapan kita semua,” ujarnya.

Forum tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sistem komunikasi pemerintah yang mampu bergerak lebih cepat, membaca kebutuhan publik, serta memastikan informasi mengenai program pemerintah sampai kepada masyarakat di seluruh Indonesia. (Red)

Bupati Tangerang Sambangi Keluarga Korban Pohon Tumbang Di Teluknaga

Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tamgerang, Moch. Maesyal Rasyid mengunjungi keluarga korban pohon tumbang yang merenggut korban jiwa di Desa Teluknaga, Kecamatan Teluknaga, Selasa (01/09/26)

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan turut berduka cita dan memberikan dorongan semangat kepada keluarga Zainal Arifin atas musibah pada hari Senin (31/08/26) yang menyebabkan korban jiwa dan luka-luka

"Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang menyampaikan rasa duka cita mendalam atas musibah pohon tumbang yang merenggut korban jiwa serta menyebabkan sejumlah warga luka-luka di Desa Teluknaga Kecamatan Teluknaga. Mudah-mudahan anak yang meninggal mendapatkan tempat yang mulia di sisi Allah SWT," ujar Bupati Maesyal

Ia mengungkapkan musibah yang terjadi diakibatkan adanya pohon besar yang tumbang kemudian menimpa rumah beserta penghuninya. Ia juga menginstruksikan kepada OPD terkait, kecamatan dan desa untuk segera melakukan pembersihan di lokasi dan melakukan langkah-langkah preventif agar kejadian serupa tidak terulang kembali

"Pohon kedondong akarnya dimakan rayap keropos nggak kuat lagi akarnya tumbang. Kita segera lakukan pembersihan dan langkah preventif lainnya agar kejadian ini tidak terulang lagi," ungkapnya

Lanjut dia, untuk korban luka-luka, pihaknya telah meminta kepada Kepala Puskesmas untuk memberikan perawatan medis secara maksimal dan apabila korban membutuhkan penanganan lanjutan untuk segera dirujuk ke RSUD atau rumah sakit lainnya yang lebih lengkap dan memadahi.

"Saya minta Kepala Puskesmas untuk memberikan perawatan medis maksimal kepada para korban luka semuanya diperiksa yang ada disini. Hari ini korban di periksa dulu semuanya, apabila perlu rujukan segera dirujuk ke RSUD atau rumah sakit lainnya," tegasnya

Selain pembersihan dan penanganan medis, pemerintah daerah juga memberikan bantuan logistik berupa sembako dan kasur serta akan mendirikan bangunan sementara non-permanen bagi warga terdampak

"Langkah penanganan jangka pendek bagi keluarga yang terdampak, selain bantuan logistik, kami akan dirikan bangunan sementara non-permanen. Di sekitar lokasi terdapat kurang lebih 50 rumah warga," jelasnya

Bupati juga menghimbau kepada warga yang terdampak untuk sementara waktu mengungsi ke tempat kerabat atau mengkontrak di tempat yang lebih aman selama proses pembersihan dan pengecekan kondisi tanah agar pembangunan tempat sementara bisa segera dibangun.

"Kepada bapak ibu yang terkena musibah untuk sementara mengungsi ke rumah kerabat atau bisa ngontrak selagi proses pengecekan kondisi tanah dan pembersihan puing berlangsung. Pak RW minta tolong bantuannya secara gotong-royong bersihin dan rapihin potongan pohon tumbang di lokasi supaya kalau sudah rapi proses pembangunan bisa segera dimulai besok," ujarnya

Sementara itu, Zainal Arifin yang anggota keluarganya menjadi korban mengucapkan terima kasihnya atas kepedulian dan respond cepat pemerintah daerah dalam membantu serta memberikan dukungan moril dan spiritual kepadanya dan warga terdampak.

"Alhamdulilah terima kasih kepada Bapak Bupati yang telah membantu kami. Istri saya malah terharu malah sampai menangis begitu cepat pemerintah peduli dan hadir. Mudah-mudahan semuanya yang sudah peduli sudah membantu, dibalas kebaikan dibalas ganjaran sama Allah SWT," ucapnya haru. (Red)

Beasiswa Tangerang Gemilang 2026, 1.000 Lebih Mahasiswa Dapat Bekal Kuliah Demi Kejar Cita-Cita

TANGERANG, lensafokus.id — Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui program Beasiswa Tangerang Gemilang Tahun Anggaran 2026 memberikan fasilitasi beasiswa perguruan tinggi kepada sebanyak 1.075 mahasiswa. Para penerima beasiswa tersebut mendapatkan pembekalan sebelum memulai perkuliahan di perguruan tinggi masing-masing.

Kegiatan pembekalan digelar di Hotel Yasmin, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, dan diikuti sebanyak 417 mahasiswa secara langsung, sementara penerima lainnya mengikuti kegiatan secara daring melalui Zoom, Selasa, (1/9/26)

Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, mengatakan pembekalan tersebut menjadi bagian penting untuk memberikan motivasi, pengetahuan, dan pengalaman kepada para penerima Beasiswa Tangerang Gemilang sebelum menempuh pendidikan tinggi.

"Alhamdulillah, sebanyak 1.075 mahasiswa-mahasiswi mendapatkan program beasiswa Tangerang Gemilang. Hari ini mereka mendapatkan pembekalan sebelum melaksanakan perkuliahan di universitas masing-masing," ungkap Bupati Maesyal Rasyid

Lanjut dia, pembekalan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai institusi pendidikan dan pemerintahan, di antaranya Universitas Gadjah Mada (UGM), Swiss German University, Bappeda Kabupaten Tangerang, serta Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT).

Bupati berharap para penerima beasiswa dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya, sehingga mampu meningkatkan kompetensi dan pengetahuan untuk meraih masa depan yang lebih baik.

"Mudah-mudahan anak-anak ini terus semangat untuk kuliah. Kita semua mendoakan agar 1.075 mahasiswa yang mendapatkan beasiswa ini bisa cepat menjadi sarjana," katanya.

Ia juga berpesan agar para mahasiswa tidak hanya berorientasi pada kelulusan, tetapi menjadikan pendidikan sebagai bekal untuk meningkatkan kompetensi dan mempersiapkan diri menjadi generasi penerus bangsa serta mampu berkontribusi positif pada keluarga, masyarakat dan daerah

"Semoga ini menjadi bekal mereka untuk menambah kompetensi dan pengetahuan, sehingga nantinya bisa menjadi pemimpin-pemimpin dan orang yang berbakti kepada nusa dan bangsa," ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga memberikan motivasi kepada para mahasiswa agar terus semangat belajar dan mengejar cita-cita. Ia mengingatkan pentingnya sholat serta meminta restu dan selalu mendoakan kedua orang tua.

"Semangat dalam belajar, kejar cita-cita. Jangan lupa berdoa, selalu doakan orang tua dan minta doa restu dari orang tua. Saya ingin ada masyarakat Kabupaten Tangerang yang sukses nantinya dan bisa menggapai cita-cita yang diharapkan," pesannya.

Menanggapi harapan masyarakat agar jumlah penerima Beasiswa Tangerang Gemilang terus ditambah, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan Pemkab Tangerang berkomitmen untuk terus mengembangkan cakupan program tersebut sesuai dengan kemampuan keuangan daerah.

"Insyaallah nanti tahun 2027, kita akan tambah lagi jumlahnya sesuai dengan kemampuan keuangan daerah. Mudah-mudahan bertambahnya jumlah mahasiswa, bertambah juga masyarakat yang kompetensinya meningkat," jelasnya.

Sementara itu, salah satu penerima Beasiswa Tangerang Gemilang, Siti Zahra Nur Arafah, warga Kecamatan Sepatan Timur, Desa Kedaung Barat, mengaku sangat bersyukur mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan hingga ke luar negeri.

Siti Zahra mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan di Al-Azhar, Kairo, Mesir. Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang, khususnya Bupati Maesyal Rasyid dan seluruh jajarannya, atas hadirnya program beasiswa bagi masyarakat.

"Saya tidak bermimpi bisa melanjutkan perkuliahan. Bahkan tidak tanggung-tanggung bisa kuliah di Kairo, Al-Azhar Mesir. Itu merupakan suatu pencapaian yang luar biasa. Terima kasih saya ucapkan kepada Bapak Bupati Maesyal," tuturnya.

Menurut Siti, program Beasiswa Tangerang Gemilang memberikan kesempatan yang sangat berarti bagi masyarakat, khususnya mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi namun tetap memiliki keinginan kuat untuk melanjutkan pendidikan.

"Semoga dengan program beasiswa ini makin banyak masyarakat Kabupaten Tangerang yang bisa melanjutkan cita-cita dan mimpinya untuk menjadi mahasiswa dan bisa menjadi lebih sukses di kemudian hari," harapnya. (Red)

Pemkab Tangerang dan 26 Perguruan Tinggi Tandatangani Kerja Sama Beasiswa Tangerang Gemilang

TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui perluasan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat, khususnya bagi keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan kerja sama Program Beasiswa Tangerang Gemilang dengan 26 perguruan tinggi.

Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja dengan pimpinan 26 perguruan tinggi mitra, dan disaksikan langsung oleh Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid, beserta kepala OPD jajaran, di Ballroom Yasmin, Kelurahan Binong, Kec. Curug, Senin (31/08/26).

Program kerja sama Beasiswa Tangerang Gemilang mencakup sekitar 1.075 mahasiswa yang akan mendapatkan dukungan melalui program beasiswa Pemerintah Kabupaten Tangerang. Penerima beasiswa tersebut, terdiri atas 417 mahasiswa baru, 604 mahasiswa ongoing atau mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan, serta 54 mahasiswa semester akhir.

Bupati Maesyal mengungkapkan, Program Beasiswa Tangerang Gemilang merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Tangerang yang dirancang untuk mencetak generasi muda unggul, berkualitas, dan memiliki daya saing.

Menurutnya, kerja sama dengan 26 perguruan tinggi tersebut menjadi langkah strategis Pemkab Tangerang dalam memperluas kesempatan masyarakat, khususnya dari keluarga kurang mampu, untuk memperoleh pendidikan tinggi.

"Hari ini kami bersama Pak Sekda dan jajaran melangsungkan penandatanganan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Tangerang dengan 26 Perguruan Tinggi, yang mana masuk dalam Program Beasiswa Tangerang Gemilang," ujar Bupati.

Ia menegaskan, pendidikan merupakan salah satu investasi jangka panjang yang sangat penting bagi pembangunan daerah. Melalui Program Beasiswa Tangerang Gemilang, pemerintah tidak hanya memberikan bantuan biaya pendidikan, tetapi juga menyiapkan generasi penerus yang diharapkan mampu berkontribusi terhadap pembangunan Kabupaten Tangerang.

"Program ini merupakan investasi kita di bidang pendidikan untuk jangka panjang dalam rangka mempersiapkan generasi penerus yang akan membangun Kabupaten Tangerang di masa depan," ungkapnya.

Bupati berharap para penerima Beasiswa Tangerang Gemilang tersebut dapat memanfaatkan kesempatan yang diperoleh dengan sebaik-baiknya, menyelesaikan pendidikan hingga menjadi sarjana, serta terus mengembangkan kompetensi dan karakter.

"Mudah-mudahan mereka menjadi sarjana, menjadi pemimpin, dan menjadi SDM unggul yang akan mengisi pembangunan Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten bahkan Indonesia pada masa yang akan datang," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU), Dr. H. Muhamad Qustulani, mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Program Beasiswa Tangerang Gemilang yang dinilai memberikan kesempatan lebih luas bagi masyarakat yang kurang mampu perekonomiannya untuk mendapatkan pendidikan tinggi.

Ia menilai, kerja sama antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi merupakan kolaborasi strategis dalam meningkatkan kualitas SDM. Perguruan tinggi, kata dia, memiliki tanggung jawab untuk memastikan para penerima beasiswa tidak hanya memperoleh akses pendidikan, tetapi juga mendapatkan pembinaan akademik dan karakter selama menjalani perkuliahan.

"Harapan kami, 20 mahasiswa penerima beasiswa yang masuk ke SITSNU ini dapat memanfaatkan kesempatan dengan sungguh-sungguh. Mereka harus memiliki semangat belajar, menyelesaikan pendidikan tepat waktu dan nantinya memberikan kontribusi bagi masyarakat serta pembangunan Kabupaten Tangerang," katanya. (Red)

SMAN 33 Diresmikan, Maesyal Rasyid Tegaskan Komitmen Pemkab Tangerang Perluas Akses Pendidikan

Tangerang, lensafokus.id - Pemerintah Kabupaten Tangerang terus berkomitmen penuh dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan pemerataan akses Pendidikan. Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mendampingi Gubernur Banten Andra Soni, dan Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah meresmikan peresmian serentak 7 Unit Sekolah Baru (USB) se-Provinsi Banten yang berpusat di SMAN 33 Kabupaten Tangerang, Kecamatan Pasar Kemis, Senin (31/8/2026). Langkah ini menjadi bukti nyata keseriusan Pemkab Tangerang dalam menyediakan hibah lahan strategis bagi pembangunan sekolah negeri tingkat menengah di kawasan padat penduduk.

Dalam peresmian tersebut, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Gubernur Banten Andra Soni, Wakil Gubernur Achmad Dimyati Natakusumah, serta DPRD Provinsi Banten atas perhatian besarnya terhadap dunia pendidikan di Kabupaten Tangerang.

"Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Tangerang, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pak Gubernur dan Pak Wagub. Memang secara kewenangan undang-undang, pengelolaan SMA dan SMK negeri ada di Pemprov Banten. Namun rakyatnya, anak-anak yang sekolah di sini adalah rakyat kami, warga Kabupaten Tangerang, khususnya di Pasar Kemis dan Sepatan ini. Sebab itu kami siap terus membantu dan memfasilitasi ketersediaan lahan. Harga lahan saat ini sangat tinggi, maka Pemkab Tangerang menginventarisasi lahan-lahan Pemkab yang kurang produktif untuk kita serahkan agar dibangunkan sekolah. Setelah Cisauk dan Pasar Kemis, kami siap berikan lagi di Sindang Jaya dan Teluknaga," ujar Maesyal.

Bupati juga menekankan pentingnya komitmen bersama dalam membebaskan biaya pendidikan bagi masyarakat. Berkat program sekolah gratis Pemprov Banten, terdapat sekitar 24.000 siswa di Kabupaten Tangerang yang menikmati fasilitas SMA/SMK gratis.

"Pemkab Tangerang tidak mau kalah dalam berlomba-lomba untuk melayani masyarakat. Pemprov Banten menggratiskan SMA dan SMK, Pemkab Tangerang juga menggratiskan seluruh jenjang SD dan SMP. Ini kolaborasi yang saling mengisi. kalau ada yang bilang daerah atau bangsa bisa maju tanpa pendidikan. Anak-anak kita harus sekolah, harus cerdas, supaya memiliki SDM unggul untuk menggapai cita-citanya," tambahnya.

Gubernur Banten Andra Soni secara khusus memberikan apresiasi atas pola kolaborasi penyediaan lahan yang ditunjukkan oleh Bupati Tangerang. Gubernur Andra Soni mengungkapkan bahwa sejak peralihan kewenangan SMA/SMK ke provinsi pada 2016-2017, kendala terbesar provinsi adalah ketersediaan lahan di wilayah perkotaan.

"Kami sangat berterima kasih kepada Pak Bupati Tangerang. Pemkab Tangerang sangat responsif menyerahkan lahan-lahan daerah yang kurang produktif untuk kami bangunkan sekolahnya. Contoh nyata adalah SMAN 33 Kabupaten Tangerang ini. Pola kolaborasi seperti ini sangat efektif sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Tangerang," ungkap Andra Soni.

Peresmian SMAN 33 Kabupaten Tangerang ditandai dengan penandatanganan prasasti resmi oleh Gubernur Banten didampingi oleh Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid, disaksikan oleh Wagub Banten, Kadisdik Banten, serta jajaran TP PKK dan tokoh masyarakat.

Peresmian ini dilakukan secara serentak bersama 6 USB lainnya se-Provinsi Banten, yaitu: SMAN 33 Kabupaten Tangerang Kecamatan Pasar Kemis, SMKN 16 Kabupaten Tangerang, SMKN 2 Cihara Kabupaten Lebak, SMKN 17 Kabupaten Pandeglang Kabupaten Pandeglang, SMKN 12 Kota Tangerang Kota Tangerang, SMAN 9 Kota Serang Kota Serang dan SKHN 01 Kabupaten Serang.

Usai penandatanganan prasasti, Bupati Tangerang mendampingi Gubernur Banten melakukan dialog virtual via Zoom Meeting menyapa kepala sekolah, guru, dan para siswa dari seluruh USB yang diresmikan secara serentak. Dalam dialog tersebut, Pemkab Tangerang berkomitmen untuk terus menjaga lingkungan sekitar sekolah agar tetap aman, nyaman, dan mendukung kegiatan belajar mengajar. (Red)

Buka Workshop Parenting, Wabup Intan Dorong Penguatan Karakter Anak di Era Digital

Tangerang, lensafokus.id — Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah membuka Workshop Penguatan Karakter Anak, Literasi Digital, dan Parenting yang digelar di Aula Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Tangerang, Senin (31/8/26)

Dalam sambutannya, Wabup Intan mengungkapkan bahwa pesatnya teknologi memberikan 2 dampak yang berlawanan. Satu sisi merupakan potensi besar yang bisa menjadikan anak lebih cerdas dan kritis, di sisi lainnya juga membawa tantangan berat dan komplek. Untuk itu, Positif Parenting dan Literasi Digital yang cukup bagi anak-anak generasi Z dan Generasi Alfa sangat penting dan perlu terus diperkuat

“Pola pengasuhan yang positif atau Positive Parenting dan linterasi digital sangat penting dan perlu terus diperkuat di era digital. Pengasuhan kaku atau serba melarang sudah tidak relevan lagi. Orang tua harus menerapkan Positive Parenting dengan menjadi teman diskusi yang hangat serta pembimbing yang bijak. Di sisi lain, pembatasan penggunaan gawai dan pengawasan konten tetap wajib dilakukan guna mencegah dampak buruk seperti keterlambatan bicara/ Speech Delay pada anak,” ungkap Wabup Intan

Lanjut dia, anak-anak yang tumbuh saat ini merupakan Generasi Z dan Generasi Alfa yang lahir di tengah pesatnya transformasi digital. Anak-anak pada generasi tersebut sangat lincah berselancar di layar gawai dan mahir di dunia maya yang pada akhirnya bisa membuat mereka kehilangan karakter dan sopan santun di dunia nyata

"Jemari mereka sangat lincah berselancar di layar gawai dan mahir di dunia maya. Namun di balik itu, ada potensi bahaya jika tanpa pendampingan yang tepat. Kita tidak ingin anak-anak mahir di dunia maya tetapi kehilangan karakter dan kesantunan di dunia nyata," ujarnya

Wabup Intan menegaskan bahwa peran orang tua, sekolah dan keluarga dinilai menjadi kunci paling utama guna mewujudkan cita-cita Kabupaten Tangerang dalam mencetak generasi unggul dan berdaya saing,. Sekolah dan teknologi mungkin bisa memberikan ilmu dan data, namun ketahanan moral, kejujuran, serta akhlak mulia dibentuk utama dari rumah.

"Karakter anak tidak bisa diunduh dari internet, tetapi dibentuk dari keteladanan dan kasih sayang di tengah keluarga. Mewujudkan generasi emas adalah gerakan bersama yang membutuhkan sinergi orang tua, sekolah, pemerintah, hingga masyarakat," tandasnya.

Sementara itu Kepala DP3A, Ratih Rahmawati mengatakan bahwa kegiatan workshop tersebut merupakan salah satu bentuk tindak lanjut atas Peraturan Menteri PPPA Nomor 4 Tahun 2024 tentang Layanan Pemenuhan Hak Anak.

“Kegiatan ini menghadirkan para narasumber dari Kepolisian, Kejaksaan Negeri Tangerang, jajaran tenaga pendidik dan perwakilan organisasi kemasyarakatan. Lebih dari 200 peserta, baik dari orang tua, maupun anak-anak dari jenjang PAUD sampai SMA/Sederajat,” jelas Ratih

Dia juga mengatakan pihaknya berkomitmen penuh untuk terus mendorong berbagai upaya nyata dalam penguatan perlindungan dan pemenuhan hak anak. (Red)

Peringatan Hari Pramuka ke-65 Perkuat Disiplin dan Karakter Generasi Muda di Kota Tangerang

Kota Tangerang, lensafokus.id - Semangat generasi muda mewarnai peringatan Hari Pramuka ke-65 Tingkat Kota Tangerang. Ribuan anggota Pramuka dari jenjang Siaga, Penggalang hingga Penegak memadati Lapangan Ahmad Yani, Alun-Alun Kota Tangerang, Minggu (30/8/2026).

Peringatan tersebut menjadi momentum memperkuat kebersamaan sekaligus membentuk generasi muda yang disiplin dan berkarakter.

Mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045”, peringatan tersebut menjadi momentum untuk mendorong Gerakan Pramuka agar terus berkontribusi dalam menyiapkan generasi muda yang disiplin, kreatif, berkarakter, serta memiliki semangat nasionalisme.

Wali Kota Tangerang sekaligus Ketua Majelis Pembina Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kota Tangerang Sachrudin, mengapresiasi tingginya antusiasme para peserta yang mengikuti rangkaian peringatan Hari Pramuka ke-65.

Menurutnya, gerakan Pramuka memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Melalui berbagai kegiatan kepramukaan, anak-anak dibekali nilai kedisiplinan, kreativitas, serta karakter yang menjadi modal dalam menghadapi masa depan.

“Semangatnya luar biasa anak-anak kita. Ini generasi penerus bangsa. Ini menandakan bahwa semangat kebersamaan melalui Gerakan Pramuka ini sangat kita harapkan. Dalam Pramuka ini, anak-anak kita diajarkan untuk disiplin, mempunyai kreativitas dan membentuk karakter mereka. Karena masa depan bangsa ini ada di tangan anak muda, anak muda pemimpin masa depan,” ujar Sachrudin.

Di tempat sama, Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Banten, Prof. Dr. Suwaib Amiruddin menilai, Gerakan Pramuka memiliki kekuatan besar dalam mendukung pembangunan daerah, termasuk di Kota Tangerang.

“Pramuka adalah bagian dari satu gerakan yang menunjukkan kekuatan besar untuk membangun Kota Tangerang. Pak Wali Kota sangat memberikan apresiasi kepada Gerakan Pramuka, bukan cuma sekadar imbauan, tetapi juga memberikan dukungan, baik secara materiil maupun moril,” ujar Suwaib.

Menurutnya, dukungan tersebut turut mendorong antusiasme anggota Pramuka dalam mengikuti berbagai kegiatan. “Kita lihat hari ini semuanya semangat, semuanya ikut tersenyum menikmati bagaimana Pramuka merupakan rumahnya bersama,” sambungnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Tangerang bersama Gerakan Pramuka juga memberikan sejumlah penghargaan sebagai bentuk apresiasi kepada anggota dan pembina yang telah berkontribusi dalam kegiatan kepramukaan.

Penghargaan yang diserahkan antara lain Lencana Melati, Lencana Darma Bakti, Lencana Karya Bakti, Lencana Pancawarsa, serta Lencana Jambore Nasional. Selain itu, secara simbolis juga diserahkan Dana Stimulan Gerakan Pramuka sebesar Rp15 juta untuk masing-masing Kwartir Ranting se-Kota Tangerang sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan kepramukaan di tingkat ranting.

Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Tangerang Suli Rosadi mengatakan, penyerahan Dana Stimulan tersebut merupakan bentuk perhatian dan dukungan Pemerintah Kota Tangerang melalui Kwarcab kepada Kwartir Ranting dalam menjalankan berbagai kegiatan kepramukaan.

“Ini merupakan bentuk perhatian daripada Pemerintah Kota Tangerang melalui Kwartir Cabang Kota Tangerang ke ranting-ranting,” jelas Suli.

Ia berharap dukungan tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kegiatan kepramukaan sekaligus membangun semangat nasionalisme dan cinta tanah air di kalangan generasi muda.

“Yang jelas ini merupakan satu hal yang harus diagendakan. Karena ini merupakan sejarah bagi adik-adik sekalian. Kita berharap dengan kegiatan Pramuka ini akan tumbuh semangat nasionalisme, semangat cinta tanah air,” pungkasnya.

Melalui momentum tersebut, Gerakan Pramuka Kota Tangerang diharapkan terus menjadi wadah pembentukan generasi muda yang disiplin, kreatif, berkarakter, memiliki semangat nasionalisme, serta siap mengambil peran dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. (Red)

Wabup Intan Ajak Masyarakat Curug Wetan Jaga Kekompakan, Kebersihan dan Kepedulian

Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati Tangerang mengajak masyarakat Curug, khususnya warga Desa Curug Wetan untuk terus menjaga dan menguatkan kekompakan, kebersihan dan kepedulian. Hal tersebut disampaikan saat Wabup Intan melepas ribuan peserta Jalan Sehat Desa Curug Wetan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Minggu (30/08/26)

"Mari kita jadikan kegiatan ini untuk terus menjaga kekompakan, kepedukian, kebersihan lingkungan, dan semangat kebersamaan demi kemajuan Desa Curug Wetan serta Kabupaten Tangerang yang kita cintai," ajak Wabup Intan

Dia menyebut, antusiasme dan kebersamaan warga pada kegiatan tersebut, tidak hanya sekadar melangkahkan kaki untuk berolahraga, tetapi juga membawa semangat besar dalam mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang positif dan bermanfaat.

"Melalui kegiatan jalan sehat ini, kita tidak hanya menggalakkan semangat hidup sehat sebagai modal utama mengisi kemerdekaan dengan membangun daerah, tetapi juga mempererat tali silaturahmi dan menjaga kerukunan antarwarga," ungkapnya

Menutup sambutannya, Wabup Intan menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Desa Curug Wetan, panitia penyelenggara, serta seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dan bekerja keras hingga acara ini dapat terlaksana dengan meriah.

"Selamat mengikuti jalan sehat. Tetap jaga ketertiban, utamakan keselamatan sepanjang rute, dan nikmati kebersamaan ini dengan penuh kegembiraan," pungkasanya. (Red)

Page 7 of 312
Go to top