Pemkab Tangerang Perkuat Mitigasi Sektor Pertanian dan memastikan Produksi Padi tersedia di tengah Musim Kemarau

Tangerang, lensafokus.id - Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan terus memperkuat langkah mitigasi musim kemarau guna memastikan produksi gabah di Kabupaten Tangerang tetap tersedia. Berbagai upaya dilakukan diantaranya melaksanakan Sinergitas Stakeholder seperti Kementerian Pertanian RI, Dinas Pertanian Provinsi Banten, Perguruan Tinggi dan instansi terkait.

Selain itu menyalurkan bantuan traktor, pompa air, pemanfaaatan sumber air alternatif, penggunaan varietas padi terhadap kondisi kering serta pendampingan penyuluh pertanian Kementerian Pertanian.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang Ujang Sudiartono, menjelaskan terkait upaya Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang dalam mengatasi dampak kekeringan melakukan mitigasi bantuan alat produksi pertanian (Alsintan) serta Sarana Produksi Pertanian (Saprodi) kepada sejumlah Kelompok Tani (Poktan) yang ada di Kabupaten Tangerang.

Pemkab Tangerang juga melakukan kolaborasi bersama dengan SGU, Syngenta Indonesia dan BRIN yang sedang berjalan saat ini sebagai salah satu alternatif pola tanam untuk meningkatkan produktivitas padi yang bisa di lakukan oleh kelompok tani.

“Untuk tahun 2026, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang telah menyalurkan bantuan sarana produksi pertanian yang bersumber dari APBD, APBN/Provinsi kepada kelompok tani. Penyaluran bantuan ini sebagai Mitigasi kekeringan dalam mendukung peningkatan produktivitas padi tetap terjaga di Kabupaten Tangerang,”tegas Ujang.

Sarana Produksi Pertanian yang telah disalurkan pada tahun 2026 diantaranya yaitu; Alat produksi Pertanian (Alsintan) Traktor Roda 2 sebanyak 44 unit, Cultivator 14 unit, Power Threser, Pompa air 75 Unit, Handsprayer 88 Unit. Pupuk NPK 25.825 Kg, Kompos 20.500 Kg, Organik 530.000 Kg, Pupuk Organik Cair 90 Liter, Benih Padi 86.900 Kg.

Selain itu, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang juga menyalurkan bantuan Irigasi Perpompaan (IRPOM) sebanyak 26 Unit. IRPOM merupakan sistem pengairan lahan pertanian yang menggunakan mesin pompa air seperti tenaga surya, Diesel atau Listrik untuk menarik air dari sumbernya dan mengalirkannya ke area persawahan.

"IRPOM ini sebagai salah satu intervensi Pemerintah Daerah, Kementerian Pertanian RI melalui Kelompok Tani untuk membantu penyediaan air dan mengurangi resiko gagal panen akibat kekeringan, mempermudah akses air yang jaraknya cukup jauh dari lahan pertanian,” Jelas Ujang.

Bantuan lain untuk penyediaan untuk petani yaitu Irigasi Perpompaan (IRPIP) sebanyak 6 Unit, IRPIP ini untuk mengalirkan air kelahan pertanian tanpa menggunakan pompa. Selan itu ada bantuan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) sebanyak 22 Unit pada tahun 2025, JIAT ini merupakan sistem pengairan yang memanfaatkan air dibawah permukaan tanah melalui sumur bor.

“Kami juga memberikan Sumur Pantek sebanyak 4 Unit, sumur Pantek berfungsi sebagai mengairi sawah di daerah yang sulit dijangkau irigasi permukaan atau saat musim kemerau. Dinas Pertanian juga memberikan bantuan sumur bor di beberapa titik lahan pertanian sebanyak 2 unit serta melakukan rehab jaringan Irigasi Tersier di 23 lokasi,” ucapnya.

Ia lanjutkan, dalam upaya meningkat produktivitas dan mendukung swasembada pangan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang memberikan bantuan benih padi dari UPTD Balai Benih kepada Kelompok Tani sebanyak 3,6 Ton.

“Bantuan sarana produksi Pertanian baik Alsintan, Saprodi, Pupuk dan Bantuan benih merupakan langkah-langkah Mitigasi kekeringan pada sektor Pertanian oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang, Pemerintah Provinsi Banten dan Kementerian Pertanian Republik Indonesia dalam upaya teknis, infrakstruktur, hingga penyesuaian pola tanam untuk menjaga produktivitas di saat musim Kemerau ini,” tegas Ujang.

Terkait wilayah yang terdampak kekeringan berdasarkan data di akhir bulan September 2026, terjadi di 17 Kecamatan, 53 desa dengan luas 667,05 Ha, Puso 340 Ha, Pulih 85 Ha, Panen 73 Ha dan terancam 230 Ha.

"Penyebab akibat tidak ada hujan, tidak ada sumber air, terdampak sumber air tapi sudah mulai kering, ada sumber air tapi jauh dari lokasi kejadian," jelasnya. (Red)

Wakil Bupati Tangerang Buka Tangerang Wushu Open Championship 2026, Diikuti 442 Atlet dari Lima Provinsi

TANGERANG, lensafokus.id – Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, sekaligus Pembina Wushu Kabupaten Tangerang, secara resmi membuka Tangerang Wushu Open Championship (TWOC) 2026 yang diikuti 442 atlet dari lima provinsi, yakni Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Lampung. Kegiatan tersebut berlangsung di Universitas Tangerang Raya, Kamis (15/10/26).

Dalam sambutannya, Wabup Intan menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Cabang Wushu Indonesia Kabupaten Tangerang dan seluruh panitia yang telah menginisiasi kejuaraan tersebut. Menurutnya, TWOC 2026 menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem olahraga yang sehat, kompetitif, dan berkelanjutan sekaligus memberikan ruang bagi atlet untuk mengukur kemampuan dan meningkatkan prestasi.

“Wushu bukan sekadar olahraga bela diri yang mengandalkan kekuatan fisik dan ketangkasan, tetapi juga mengajarkan kedisiplinan, konsentrasi, pengendalian diri, sportivitas, serta penghormatan kepada sesama. Nilai-nilai ini penting untuk membentuk generasi muda yang tangguh dan berintegritas,” ujar Wabup Intan.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen terus mendorong kemajuan olahraga melalui pembinaan atlet, penguatan organisasi olahraga, serta penyelenggaraan kompetisi yang berkesinambungan.

"Prestasi tidak dapat diraih secara instan, melainkan membutuhkan proses panjang, latihan yang konsisten, pendampingan pelatih, serta dukungan keluarga dan berbagai pihak," imbuhnya

Pihaknya berharap TWOC 2026 dapat berlangsung lancar dan sukses serta melahirkan atlet-atlet potensial yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, hingga Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.

Wabup Intan juga berpesan kepada seluruh atlet yang bertanding agar tetap semangat, menjaga kesehatan dan keselamatan, menghormati keputusan wasit dan juri, serta menjunjung tinggi sportivitas.

Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Banten Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Dr. Nana Supiana, yang hadir mewakili Gubernur Banten, mengapresiasi penyelenggaraan TWOC 2026 sebagai wadah untuk menguji hasil latihan, membangun mental bertanding, dan menjaring potensi atlet.

"Pembinaan olahraga perlu dilakukan secara berjenjang melalui sinergi pemerintah daerah, KONI, organisasi cabang olahraga, sekolah, perguruan tinggi, pelatih, dan orang tua atlet. Prestasi tim wushu Indonesia cukup membanggakan bisa meraih 5 medali emas, 3 perak, dan satu perunggu pada SEA Games 2025 di Thailand," ungkapnya

Ketua Pengcab Wushu Indonesia Kabupaten Tangerang, Iyon Aritonang menyampaikan bahwa TWOC 2026 diikuti 442 atlet yang berasal dari 29 kontingen kategori Taolu dan 16 tim kategori Sanda.

"Jumlah peserta dan keterlibatan atlet dari lima provinsi ininmenjadikan kejuaraan ini sebagai ajang kompetisi yang strategis untuk meningkatkan pengalaman bertanding sekaligus mempersiapkan atlet menghadapi kejuaraan berikutnya," ujarnya

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang, KONI, Dispora, Universitas Tangerang Raya, para sponsor, serta seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan kejuaraan tersebut.

Pada kesempatan yang sama juga dilakukan penyerahan secara simbolis perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi atlet sebagai bagian dari dukungan terhadap keamanan dan perlindungan selama mengikuti kegiatan olahraga. (Red)

MPP Suvarna Sutera Siap Layani Warga Tangerang, Para Tenant Disiapkan

TANGERANG, lensafokus.id – Masyarakat Kabupaten Tangerang kini punya akses pelayanan publik yang lebih dekat dan praktis. Mal Pelayanan Publik (MPP) Suvarna Sutera disiapkan untuk mengintegrasikan berbagai layanan secara terpadu, baik dari unsur pemerintahan dan instansi lainnya dalam satu lokasi.

Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara DPMPTSP Kabupaten Tangerang dengan calon tenant dan instansi pengisi MPP Suvarna Sutera, di Hotel Lemo, Kamis (15/10/26).

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid yang hadir langsung pada acara tersebut mengatakan, MPP Suvarna merupakan bagian dari upaya Pemkab Tangerang menghadirkan pelayanan publik yang cepat, mudah, aman, nyaman dan transparan.

“Masyarakat tidak perlu lagi mengurus layanan ke tempat yang berbeda-beda. Cukup datang ke satu tempat, berbagai urusan pelayanan bisa diakses. Ini konsep one stop service,” ujar Bupati Maesyal.

Menurutnya, MPP Suvarna tidak hanya mendekatkan layanan administrasi kepada masyarakat, tetapi juga memperkuat kemudahan perizinan dan pelayanan bagi dunia usaha. Karena itu, Maesyal meminta seluruh petugas senantiasa mengedepankan keramahan, kecepatan dan profesionalitas dalam melayani masyarakat.

“Keberhasilan MPP bukan diukur dari megahnya gedung, tetapi dari bagaimana masyarakat dilayani dengan baik. Berikan pelayanan dengan prinsip SIP: Senyum, Integrasi dan Profesional,” tegasnya.

Ia berharap kolaborasi Pemkab Tangerang dengan instansi vertikal, pengelola kawasan dan seluruh tenant dapat menjadikan MPP Suvarna sebagai pusat pelayanan publik yang benar-benar memberi kemudahan dan kenyamanan bagi masyarakat yang mengurus dokumennya

“Pemerintah harus hadir, pelayanan harus mudah, dan masyarakat harus merasakan manfaatnya,” pungkasnya.

MPP Suvarna Sutera nantinya akan melayani masyarakat mulai dari pelayanan administrasi kependudukan, pajak daerah, perizinan, BPJS Ketenagakerjaan dan kesehatan, pertanahan, urusan keagamaan sesuai dengan kewenangan dan berbagai layanan lainnya. Total ada sekitar 40 tenan yang siap mengisi MPP Suvarna Sutera. (Red)

Wabup Intan Ajak Duta Anak Jadi Agen Perubahan dan Pelopor Kebaikan

TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Dinas Perlindungan Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DPPPA) menggelar Penganugerahan Duta Anak Kabupaten Tangerang Tahun 2026 di Aula Kantor DPPPA Kabupaten Tangerang, Kamis (15/10/2026).

Acara yang mengusung tema “Bergerak Bersama Melestarikan Budaya dan Permainan Tradisional” ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah.

Dalam sambutannya, Wabup Intan menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada seluruh anak yang telah berani mengambil peran, menunjukkan potensi terbaik, serta berpartisipasi aktif dalam pemilihan Duta Anak Kabupaten Tangerang.

“Ajang Pemilihan Duta Anak ini bukan sekadar kompetisi untuk mencari siapa yang terbaik. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan wadah pembentukan karakter, pengembangan potensi, serta sarana untuk meningkatkan kepedulian anak-anak terhadap isu-isu pemenuhan hak dan perlindungan anak,” ujarnya.

Wabup Intan menegaskan, setiap anak berhak mendapatkan perlindungan, pendidikan yang layak, jaminan kesehatan, kesempatan berpartisipasi, serta lingkungan yang aman dan ramah bagi tumbuh kembang mereka. Untuk itu, Pemkab Tangerang berkomitmen memperkuat pemenuhan hak dan perlindungan anak melalui kolaborasi lintas sektor dan seluruh pemangku kepentingan.

Ia juga berpesan agar Duta Anak terpilih mampu menjadi representasi suara anak-anak di Kabupaten Tangerang, sekaligus berperan sebagai pelopor kegiatan positif, mengedukasi teman sebaya tentang pencegahan perundungan dan kekerasan, serta mengajak anak-anak menggunakan media sosial secara bijak.

“Saya berharap Duta Anak yang terpilih dapat menjadi teladan bagi teman sebaya, menyuarakan aspirasi anak secara positif dan bertanggung jawab, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Pemenuhan hak dan perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan dukungan semua pihak,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Bidang Pengelolaan Data Gender dan Pemenuhan Hak Anak pada DPPPA Kabupaten Tangerang, M. Farid Ma'aruf, menjelaskan bahwa pemilihan Duta Anak Kabupaten Tangerang 2026 diikuti 97 peserta dari 29 kecamatan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 35 finalis terpilih untuk mengikuti seleksi lanjutan hingga ditetapkan enam besar Duta Anak serta perwakilan klaster pemenuhan hak anak.

Ia mengatakan, penilaian dilakukan berdasarkan berbagai aspek, mulai dari bakat seni, kemampuan berbicara di depan umum (public speaking), penampilan bakat (talent), hingga kemampuan peserta menjalankan peran sebagai pelopor dan pelapor pemenuhan hak anak di Kabupaten Tangerang.

“Harapan kami, Duta Anak tidak hanya menjadi ikon Kabupaten Tangerang, tetapi juga aktif menyuarakan pemenuhan hak anak. Nantinya, Duta Anak terpilih akan berkolaborasi langsung dengan perangkat daerah sesuai klaster masing-masing agar pemenuhan hak anak di Kabupaten Tangerang dapat berjalan secara menyeluruh,” ujarnya.

Sementara itu, Sofiyatul Zannah dari Kecamatan Cisauk mengaku senang dan terharu setelah terpilih sebagai Duta Anak Kabupaten Tangerang Tahun 2026. Ia mengatakan, keikutsertaannya dalam ajang tersebut dilatarbelakangi pengalaman pribadi yang menginspirasinya untuk menggagas program Naraya (Nafas Baru Anak Berdaya).

“Melalui Naraya, saya ingin menyampaikan kepada teman-teman bahwa masalah keluarga, ekonomi, maupun kesehatan bukan menjadi penghalang untuk berkembang dan meraih cita-cita. Anak-anak di Kabupaten Tangerang tetap memiliki kesempatan untuk menggapai masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Sofiyatul menambahkan, selama persiapan mengikuti pemilihan Duta Anak, ia turut mempelajari berbagai informasi dan isu terkait anak untuk memperkuat pemahamannya mengenai peran yang akan dijalankan. Ke depan ia berencana mengembangkan program Naraya melalui platform digital sekaligus mendorong pelestarian budaya dan permainan tradisional.

“Saya ingin menunjukkan bahwa budaya tradisional dan dunia digital bisa berjalan beriringan. Melalui Naraya, saya berharap dapat berbagi informasi dan membantu anak-anak mempersiapkan diri menghadapi masa depan, termasuk perkembanganq kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI),” pungkasnya. (Red)

Panen 275 Hektare Sawah di Mauk, Bupati Tangerang Dorong Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani

TANGERANG, lensafokus.id — Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menghadiri kegiatan panen padi sawah sekaligus pemberian bantuan sarana pertanian di Desa Tegal Kunir Kidul, Kecamatan Mauk, Kamis (15/10/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-394 Kabupaten Tangerang Tahun 2026 untuk memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Maesyal menyampaikan apresiasi kepada para petani, kelompok tani, penyuluh pertanian, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi menjaga produktivitas pertanian di Kabupaten Tangerang. Menurutnya, sektor pertanian memiliki peran strategis dalam menjaga ketersediaan pangan, mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Dalam rangkaian HUT ke-394 Kabupaten Tangerang, kita mengusung semangat ‘Mari Kita Terus Bergerak, Semakin Berdampak’. Semangat ini harus kita wujudkan melalui pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk melalui penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan,” ujar Bupati Maesyal.

Ia menjelaskan, hamparan sawah di wilayah Kelompok Tani Cibentek memiliki luas kurang lebih 275 hektare yang dikelola oleh delapan kelompok tani. Dengan menggunakan varietas padi Inpari 32 dan perkiraan produktivitas sebesar 6,2 ton perhektare, hamparan tersebut memiliki potensi produksi sekitar 1.705 ton gabah. Potensi ini dinilai menjadi modal penting bagi Kabupaten Tangerang dalam menjaga ketersediaan pangan, khususnya beras, bagi masyarakat.

Bupati Maesyal menambahkan, pemanfaatan teknologi pertanian juga menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan efisiensi dan mempercepat proses panen. Dalam wawancara seusai kegiatan, ia menjelaskan bahwa penggunaan mesin pemanen padi atau combine harvester dapat memangkas waktu panen secara signifikan. Jika secara manual panen satu hektare lahan membutuhkan waktu dua hingga tiga hari, penggunaan mesin tersebut dapat menyelesaikannya dalam waktu sekitar dua jam.

Menurutnya, modernisasi pertanian perlu diikuti dengan pengelolaan lahan yang baik, pemenuhan kebutuhan air, penggunaan benih bermutu, dan pemupukan yang tepat. Setelah panen, petani juga didorong segera mempersiapkan lahan untuk musim tanam berikutnya. Maesyal menyebut kelompok tani dan petani setempat telah menyepakati penanaman kembali dengan batas waktu maksimal 14 hari setelah panen agar keberlanjutan produksi tetap terjaga.

“Jangan terlalu lama dibiarkan setelah panen. Maksimal 14 hari ya,” tegas

Sebagai bentuk dukungan konkret kepada petani, pemerintah daerah juga menyerahkan bantuan sarana pertanian yang meliputi dua unit traktor tipe crawler, 25 unit pompa air berukuran empat inci, benih padi varietas Inpari 32 sebanyak 1,5 ton, pestisida nabati untuk luasan 500 hektare, serta alat pemotong rumput. "Bantuan ini diharapkan dapat mendukung pengolahan lahan, memenuhi kebutuhan air tanaman, memperlancar kegiatan budi daya, serta membantu mengendalikan organisme pengganggu tumbuhan dan memelihara lahan pertanian," ujarnya.

Bupati Maesyal menegaskan bahwa bantuan tersebut harus dimanfaatkan secara optimal dan dipertanggungjawabkan oleh kelompok tani maupun penerima. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Banten, dan Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam memperkuat dukungan terhadap sektor pertanian, mulai dari penyediaan sarana produksi hingga modernisasi alat dan mesin pertanian.

“Jadi ini kolaborasi APBN, APBD Provinsi Banten dan APBD Kabupaten Tangerang. Membantu para petani untuk lebih lagi sejahtera. Lebih berkah lagi panen padinya supaya bisa bermanfaat bagi masyarakatnya. Termasuk di dalamnya adalah bisa dia menghasilkan pendapatan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan pertanian tidak hanya diukur dari banyaknya hasil panen, tetapi juga dari peningkatan pendapatan petani, lebih terbukanya akses pemasaran, dan membaiknya taraf hidup keluarga petani. Bupati Maesyal pun mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat sinergi, menjaga lahan pertanian produktif, dan mengoptimalkan luas tambah tanam agar Kabupaten Tangerang mampu mempertahankan kapasitas produksi pangan di tengah perkembangan kawasan permukiman dan industri.

Perwakilan penerima bantuan dari Kelompok Tani (Poktan) Cibentek, Idep Bustomi, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam atas perhatian berkelanjutan yang diberikan oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Banten, serta Pemerintah Kabupaten Tangerang.

“Bantuan ini sangat berarti untuk mempermudah kerja kami di lapangan dan meningkatkan hasil panen,” ungkap Idep.

Idep menceritakan, sebelum adanya bantuan sarana modern dan bantuan benih ini, para petani menghadapi tantangan cukup besar, terutama terkait proses pengolahan lahan yang memakan waktu lama serta keterbatasan akses air pada musim-musim tertentu. Kondisi tersebut sangat berdampak pada produktivitas dan biaya operasional yang membengkak.

“Sebelum ada bantuan ini, hasil panen dan proses pengerjaan sawah membutuhkan waktu serta biaya yang tidak sedikit. Kendala seperti pengolahan tanah manual dan ketersediaan air sering kali menghambat efisiensi tanam. Dengan hadirnya bantuan traktor, pompa air, hingga benih unggul ini, kami sangat terbantu untuk mempercepat masa tanam dan menjaga kualitas hasil panen,” terangnya. (Red)

Bantu Ringankan Beban Warga, Pemkab Tangerang Kembali GPM

Tangerang, lensafokus.id — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) menyelenggarakan kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang berlangsung meriah di halaman Gedung Usaha Daerah (GUD) Tigaraksa, Kamis (15/10/2026).

Kegiatan ini juga masih dalam rangkaian Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang sekaligus menyambut Hari Pangan Sedunia yang diperingati setiap tanggal 16 Oktober. Melalui program GPM ini, Pemkab Tangerang hadir langsung di tengah masyarakat untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan serta membantu meringankan beban ekonomi warga.

Dalam kegiatan GPM tersebut, masyarakat dapat membeli berbagai komoditas bahan pokok di bawah harga pasar. Komoditas yang disediakan antara lain beras, gula pasir, telur ayam, minyak goreng, cabai rawit merah, cabai merah keriting, bawang merah, bawang putih, daging sapi, daging ayam, hingga sayuran segar.

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan pada Sekertariat Daerah Kabupaten Tangerang, Syaifullah, dalam sambutannya saat membuka kegiatan secara resmi menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud kepedulian nyata Pemkab Tangerang di tengah gejolak ekonomi global yang memicu kenaikan harga kebutuhan pokok.

"Hari ini Pemerintah Kabupaten Tangerang hadir memberikan bantuan bersubsidi langsung dalam bentuk barang yang harganya dimurahkan. Sebagai contoh, beras kemasan 5 kilogram yang di pasaran seharga Rp70.000, hari ini dijual hanya Rp24.500. Selisih kekurangannya ditutupi oleh pemerintah daerah. Ini adalah bukti nyata bahwa Pemkab Tangerang selalu berupaya memberikan yang terbaik bagi masyarakat," ujar Syaifullah.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan GPM tidak hanya terpusat di Tigaraksa, tetapi juga dilaksanakan serentak di beberapa kecamatan lain di wilayah Kabupaten Tangerang agar manfaatnya dirasakan secara merata oleh masyarakat luas.

Sementara itu, Sekretaris DPKP Kabupaten Tangerang, Febya Satyaningsih, menjelaskan bahwa pelaksanaan GPM melibatkan kerja sama dengan berbagai mitra penyedia pangan serta pihak Kecamatan Tigaraksa.

"Tujuan utama kegiatan GPM ini adalah menyediakan komoditas pangan berkualitas dengan harga yang terjangkau. Selain bermitra dengan penyedia pangan, kami juga menyiapkan 400 kupon beras premium bersubsidi kemasan 5 kg. Penerima kupon telah dikoordinasikan dengan Kecamatan Tigaraksa, menyasar warga yang bermukim di sekitar Gedung Usaha Daerah ini," jelas Febya. (Red)

Hadiri Pameran Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di ICE BSD, Wabup Intan Dorong Kerajinan Lokal Tembus Pasar Ekspor

TANGERANG, lensafokus.id – Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah menghadiri pembukaan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41. Acara tersebut dibuka langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Rabu (14/10/26).

Pada kesempatan tersebut, Wabup Intan mengatakan Trade Expo Indonesia (TEI) tersebut merupakan ajang tahunan pameran perdagangan internasional yang menjadi wadah promosi utama produk-produk unggulan dari seluruh pelosok tanah air, termasuk komoditas lokal hasil karya para pelaku UMKM dan perajin dari Kabupaten Tangerang.

"Melalui Trade Expo di ICE BSD inilah semua barang-barang dari seluruh Indonesia dipamerkan, termasuk dari Kabupaten Tangerang. Mudah-mudahan kita bisa dapat peluang, mengekspor barang-barang kerajinan khas Kabupaten Tangerang," ujar Wabup Intan

Dia menandaskan bahwa para pelaku UMKM dan pengrajin Kabupaten Tangerang bisa memanfaatkan ajang Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 untuk tidak hanya mengenalkan dan mempromosikan produk-produk unggulan yang berkualitas, namun juga memperluas pasar dengan banyaknya calon pembeli potensial yang datang langsung, baik dari dalam maupun luar negeri

"Pameran tahunan ini adalah momentum sebagai batu loncatan yang sangat menjanjikan bagi para pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan karyanya dan memerluas pasar ke tingkat global," tandasnya

Pihaknya berharap dengan banyaknya pembeli yang datang langsung ke Trade Expo Indonesia tersebut dapat memacu para pelaku usaha dan instansi terkait untuk terus menggenjot kualitas dan daya saing produk-produk lokal Kabupaten Tangerang di pasar global.

"Dengan hadirnya pembeli (buyers) dari berbagai negara di ajang TEI ke-41 ini, diharapkan potensi ekspor produk-produk unggulan Kabupaten Tangerang dapat juga semakin terbuka lebar, meningkatkan ekonomi daerah, serta memperluas jangkauan pasar internasional," pungkasnya

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengatakan saat ini, pemerintah terus menggalakkan ekspor yang bernilai tambah tinggi dengan hilirisasi dan industrialisasi sumber daya alam Indonesia. Menurut dia, hilirisasi merupakan salah satu kunci untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi nasional

"Surplus neraca perdagangan Indonesia pada Januari hingga Agustus 2026 mencapai US$7,25 miliar. Nilai ekspor pada periode tersebut tercatat US$193,6 miliar atau meningkat US$4,74 miliar secara tahunan," ujar Bahlil

Dia berharap Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 dapat meningkatkan kerja sama investasi, transisi energi, dan pengembangan teknologi digital serta akses pasar melalui perjanjian perdagangan yang dapat memberikan dampak langsung bagi eksportir.

"Saya percaya trade Expo Indonesia pada tahun ini dapat maksimal kontribusinya pada pertumbuhan ekonomi Indonesia. Saya minta agar target bisa melampaui target tahun sebelumnya yang ditargetkan US$16 miliar lebih tapi realisasinya bisa mencapai sekitar US$22,8 miliar," tegasnya. (Red)

Resmikan Masjid Nila Sari, Bupati Tangerang: Jadikan Pusat Ibadah dan Pembentukan Karakter

TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meresmikan Masjid Nila Sari di lingkungan Qonita Islamic Boarding School, Cisauk. Rabu (14/10/26).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal berharap Masjid Nila Sari yang telah diresmikan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda.

“Masjid bukan hanya tempat untuk melaksanakan ibadah, tetapi juga harus jadi pusat pendidikan, pembinaan akhlak, dan penguatan ukhuwah Islamiyah,” ujar Bupati Maesyal

Lanjut dia, keberadaan lembaga pendidikan Islam memiliki peran penting dan strategis dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang unggul, beriman, berkarakter, dan berakhlakul karimah terlebih di era perkembangan digitalisasi teknologi dan informasi

"Di era teknologi dan informasi digital saat ini, lembaga pendidikan Islam memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, menguasai ilmu pengetahuan saja tapi juga kokoh mental dan spiritualnya," tandasnya

Bupati Maesyal juga berpesan kepada para santri agar bersama-sama memakmurkan Masjid Nila Sari dengan salat berjamaah, membaca Al-Qur’an, menuntut ilmu, serta berbagai kegiatan positif lainnya.

“Gotong-royong, makmurkan masjid ini. Jadilah generasi yang cerdas, berakhlak mulia, mandiri, serta mampu memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan negara,” pesannya.

Ia pun menyampaikan apresiasinya kepada keluarga besar Qonita Islamic Boarding School atas pembangunan masjid tersebut dan mendoakan agar masjid tersebut membawa manfaat dan keberkahan, bagi keluarga besar Qonita Islamic Boarding School dan masyarakat sekitar

"Terus dijaga dan dimakmurkan sehingga menjadi pusat ibadah, pendidikan, persaudaraan hingga mampu membawa keberkahan bagi Qonita Islamic Boarding School dan masyarakat sekitar," pungkasnya. (Red)

Sekda Soma Atmaja Buka Dekra Fest 2026, Dorong Produk UMKM Kabupaten Tangerang Makin Dikenal

TANGERANG, lensafokus.id — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, membuka Dekra Fest 2026 di Mall Ciputra Tangerang, Rabu (14/10/2026). Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-394 Kabupaten Tangerang tersebut digelar untuk mempromosikan produk kerajinan dan karya kreatif pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.

Mewakili Bupati Tangerang, Soma Atmaja menyampaikan bahwa Dekra Fest 2026 menjadi wadah promosi, apresiasi, sekaligus sarana pengembangan produk kerajinan masyarakat. Kegiatan ini juga merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis masyarakat serta melestarikan warisan budaya daerah.

“Melalui Dekra Fest 2026, kita memiliki komitmen bersama untuk mendukung UMKM lokal dengan mempromosikan produk-produk kerajinan hasil karya perajin kita, sekaligus menjadi langkah nyata dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah,” ujar Soma saat membuka kegiatan tersebut.

Menurut Soma, produk UMKM Kabupaten Tangerang memiliki kualitas, keunikan, serta nilai estetika dan kebudayaan yang patut dibanggakan. Karena itu, masyarakat diharapkan semakin mencintai dan menggunakan produk lokal sebagai bagian dari upaya memperkuat perekonomian daerah.

“Gerakan Bangga Buatan Indonesia, khususnya bangga terhadap produk-produk dari UMKM Kabupaten Tangerang, harus terus kita gelorakan bersama. Kita harus bangga memakai, mengonsumsi, dan menggunakan produk lokal hasil karya anak bangsa dan warga Kabupaten Tangerang sendiri,” tuturnya.

Soma juga mengapresiasi dukungan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Tangerang serta pihak-pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Dekra Fest 2026. Ia berharap kolaborasi yang terbangun dapat memperluas jangkauan pemasaran produk kerajinan dan UMKM, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga hingga pasar provinsi, nasional, bahkan internasional.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kabupaten Tangerang, Rismawati Maesyal Rasyid, mengatakan penyelenggaraan Dekra Fest 2026 berjalan dengan baik dan menjadi kesempatan bagi para pelaku UMKM, khususnya sektor kerajinan atau kriya, untuk meningkatkan kualitas serta memperkenalkan hasil karya mereka kepada masyarakat luas.

“Tujuan daripada acara Dekra Fest ini adalah supaya para UMKM ini, khususnya di kriya, untuk memajukan para UMKM ini supaya mereka meningkatkan kembali hasil-hasil kriya mereka supaya lebih dikenal lagi oleh masyarakat,” ujar Rismawati.

Ia menjelaskan, penyelenggaraan Dekra Fest 2026 di pusat perbelanjaan merupakan salah satu upaya untuk memperluas jangkauan promosi produk UMKM. Melalui lokasi tersebut, produk kerajinan dari berbagai kecamatan di Kabupaten Tangerang diharapkan dapat menjangkau pengunjung yang lebih beragam, termasuk masyarakat yang sebelumnya belum mengenal produk-produk tersebut.

“Kenapa diadakan di mal Ciputra, tentunya juga untuk lebih mengenalkan kembali hasil atau produk-produk hasil UMKM ini untuk lebih dikenal kembali, yaitu tadi oleh masyarakat luas,” jelasnya.

Rismawati menambahkan, keikutsertaan pelaku UMKM dalam Dekra Fest 2026 juga dapat membantu memperkenalkan potensi kerajinan dari satu kecamatan kepada masyarakat di kecamatan lainnya. Dengan demikian, produk yang sebelumnya hanya dikenal di lingkungan asalnya berpeluang mendapatkan perhatian dan pasar yang lebih luas.

“Jadi lebih dikenal luas dan tentunya akan menambah pengetahuan juga untuk UMKM yang berada di luar Kecamatan Panongan,” pungkasnya. (Red)

Bupati Tangerang Minta RS Ilanur Tingkatkan Cakupan Dan Kualitas Layanan Kesehatan Masyarakat

TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meresmikan Rumah Sakit Umum (RSU) Ilanur Balaraja yang berkapasitas 104 tempat tidur, Rabu (14/10/26).

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal mengatakan, RSU Ilanur Balaraja yang sebelumnya berstatus Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA), kini telah naik kelas menjadi Rumah Sakit Umum (RSU). Untul itu, ia menegaskan kepada seluruh jajaran RSU Ilanur yang merupakan mitra strategis pemerintah harus mampu meningkatkan kualitas layanan serta mempercepat dan memperluas akses kesehatan masyarakat

“Peningkatan kualitas serta percepatan pelayanan dan respons cepat kepada pasien harus menjadi tujuan utama seiring dengan peningkatan kelas rumah sakitnya. Dengan pelayanan yang semakin baik, insya Allah derajat kesehatan dan kualitas hidup masyarakat juga semakin meningkat,” tegas Bupati Maesyal

Ia juga mendorong agar RSU Ilanur semakin memperkuat kolaborasi dengan RSUD Balaraja, rumah sakit lainnya, serta BPJS Kesehatan dalam peningkatan pelayanan maupun sistem rujukan kepada para pasiennya

“Ini sebagai upaya meningkatkan cakupan dan mutu pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Tangerang, khususnya Balaraja dan sekitarnya,” ujarnya

Bupati Maesyal pun mengucapkan selamat atas diresmikannya RSU Ilanur tersebut yang diharapkan bisa memberikan layanan kesehatan yang berkualitas dan dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat

“Selamat untuk RS Ilanur. Semoga sukses dan terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Komisaris RSU Ilanur, Moch. Barlyansyah mengatakan perubahan status dari RSIA menjadi rumah sakit umum (RSU) merupakan tonggak penting dalam perjalanan panjang RS Ilanur.

“Ini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk terus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Kami harus terus bersemangat memberikan pelayanan terbaik,” ujar Barly.

Dia berharap dengan fasilitas yang semakin lengkap dan kapasitas 104 tempat tidur, RSU Ilanur mampu menjadi salah satu penopang utama pelayanan kesehatan masyarakat Balaraja dan sekitarnya.

"Kami berkomitmen dan bertekad, Rumah Sakit Ilanur ini dengan kapasitas 104 tempat tidur dan fasilitas yang lebih lengkap mampu jadi salah satu penopang utama layanan kesehatan masyarakat Balaraja dan sekitarnya," ungkapnya. (Red)

Page 7 of 326
Go to top