TANGERANG, lensafokus.id – Sebanyak 274 petugas pemulasaraan jenazah dari berbagai desa dan kelurahan di Kabupaten Tangerang mengikuti Pelatihan Kompetensi Petugas Pengurusan Jenazah di Hotel Lemo, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Rabu (23/9/2026).
Kegiatan ini digelar oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk meningkatkan kapasitas petugas agar mampu memberikan pelayanan pemulasaraan yang sesuai dengan syariat agama serta memenuhi standar kesehatan.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Kabupaten Tangerang, Prima Saras Puspa, menyatakan bahwa pelayanan sosial keagamaan merupakan bagian penting dari pelayanan publik yang harus diperhatikan di tingkat wilayah.
"Pelayanan kepada masyarakat tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur dan pelayanan administrasi, tetapi juga mencakup pelayanan sosial keagamaan dan pembinaan kehidupan bermasyarakat," ujar Prima.
Ia menjelaskan, pelatihan ini menyasar perwakilan petugas dari desa dan kelurahan yang belum pernah mendapatkan pelatihan serupa. Melalui kegiatan ini, Pemkab Tangerang ingin memastikan tersedianya sumber daya manusia yang mampu memberikan pelayanan pengurusan jenazah secara benar sesuai tuntunan agama.
Prima berpesan agar para peserta memanfaatkan pelatihan ini untuk mendalami aspek teknis maupun praktiknya secara langsung, serta membangun koordinasi yang baik di lapangan.
"Ilmu dan keterampilan yang diperoleh hendaknya tidak berhenti setelah pelatihan selesai, tetapi diterapkan dan dibagikan kepada masyarakat di wilayah masing-masing. Bangun juga komunikasi dan koordinasi yang baik, terutama apabila menghadapi kondisi yang memerlukan penanganan khusus," pesan Prima.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Tangerang menargetkan lahirnya tenaga pemulasaraan jenazah yang kompeten, amanah, terampil, serta siap siaga memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Sementara itu, salah satu petugas pemulasaraan jenazah asal Desa Sindangasih, Kecamatan Sindangjaya, Jamilatun, menilai kegiatan ini sangat membantu tugas-tugas pelayanan di tingkat desa karena materi yang diberikan disampaikan dengan jelas.
"Kegiatan pelatihan ini sangat baik dan bagus sekali untuk membantu kami khususnya tim petugas pemulasaraan jenazah di desa karena materinya sangat jelas mulai dari awal sampai pengumpulan jenazah. Terima kasih dan apresiasi kami sampaikan untuk Pemkab Tangerang terkait dengan fasilitas yang diberikan sehingga kami bisa menambah ilmu," ujar Jamilatun. (Red)
TANGERANG, lensatokus.id – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Tangerang terus gencar mendorong peningkatan literasi digital di kalangan pelajar. Langkah nyata ini diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Literasi Digital dengan tema "Bijak Bermedia Sosial" yang digelar di SMP & SMK Satya Muda Gemilang, Kabupaten Tangerang, pada Rabu (23/09/26).
Kegiatan ini diikuti secara oleh para siswa/i SMP dan SMK Satya Muda Gemilang. Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfo) Kabupaten Tangerang, Diyan Mayang Sari, Kepala Sekolah SMP Satya Muda Gemilang, Siti Rokayah, serta para jajaran wakil kepala sekolah dan dewan guru.
Dalam sambutannya, Kadis Kominfo, Diyan Mayang Sari, menegaskan pentingnya edukasi literasi digital bagi para siswa di era "dunia dalam genggaman". Menurutnya, pesatnya perkembangan teknologi tidak hanya memberikan kemudahan seperti kecepatan bertukar informasi, namun juga membawa dampak negatif jika tidak disikapi dengan bijak.
"Perkembangan teknologi memiliki dua sisi. Sisi positifnya, semua informasi bisa diakses dengan cepat. Namun, sisi negatifnya ada potensi cyberbullying, penyebaran berita bohong (hoaks), hingga pelanggaran privasi. Oleh karena itu, hadirnya Diskominfo ke sekolah-sekolah bertujuan agar anak-anak sekalian paham dan tidak salah dalam memanfaatkan teknologi," ujar Kadis Mayang.
Lebih lanjut, Kadis Mayang membagikan tips praktis bagi para pelajar dalam menggunakan media sosial yang disingkat menjadi konsep "SARING":
1. Saring Sebelum Sharing: Selalu memastikan kebenaran informasi sebelum membagikannya. Beliau juga mengingatkan adanya ancaman pidana dalam Undang-Undang ITE terkait penyebaran data pribadi maupun penyalahgunaan foto/wajah orang lain tanpa izin (seperti membuat stiker bertema olok-olok).
2. Amankan Data Pribadi: Tidak sembarangan memberikan dokumen penting seperti KTP, foto pribadi, maupun identitas sensitif kepada pihak yang tidak dikenal, terlebih dengan maraknya teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang rawan disalahgunakan.
3. Ramah dan Beretika: Selalu menjaga norma, kesopanan, dan etika saat berkomunikasi di dunia maya.
"Mari kita bersama-sama bijak dalam menggunakan media sosial. Jangan asal guna jempol, ingat ada aturan dan konsekuensi hukumnya. Saya berharap materi yang disampaikan hari ini tidak hanya didengar, tetapi dipedomani dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari," tegas Kadis Mayang.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Satya Muda Gemilang, Siti Rokayah, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Diskominfo Kabupaten Tangerang yang telah memilih sekolahnya sebagai lokasi sosialisasi program literasi digital.
"Kami sangat berterima kasih atas kehadiran Ibu Kadis Kominfo beserta tim yang telah memberikan edukasi berharga bagi anak-anak kami. Ilmu tentang cara bermedia sosial yang sehat ini sangat penting dan tidak datang setiap saat. Kami meminta seluruh siswa SMP maupun SMK untuk menyimak dan memperhatikan materi ini dengan baik tanpa bercanda," tutur Siti Rokayah.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, Diskominfo Kabupaten Tangerang berharap para siswa dapat menjadi agen pembawa perubahan positif di ruang digital, serta mampu memproteksi diri dari berbagai risiko kejahatan siber maupun dampak negatif media sosial. (Red)
Kota Tangerang, lensafokus.id - Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Tangerang segara membuka pelatihan baru di bidang hidroponik sebagai salah satu upaya memperluas keterampilan masyarakat sekaligus menyasar peluang usaha pertanian perkotaan.
Kepala BLK Kota Tangerang Yasin Surya menuturkan, pelatihan hidroponik dirancang untuk memberikan pemahaman dasar dan keterampilan praktis kepada peserta mengenai budi daya tanaman dengan sistem hidroponik.
”Kami menghadirkan pelatihan ini untuk memperluas keterampilan yang bisa dipelajari masyarakat. Targetnya, keterampilan ini nantinya dapat menjangkau pasar tenaga kerja maupun usaha di bidang pertanian perkotaan dengan produk-produk seperti sawi, pakcoy, kangkung, cabai, sampai selada yang cocok dibudidayakan di Kota Tangerang,” ujar Yasin, Selasa (22/9/26).
Ia melanjutkan, pelatihan baru ini bisa menjadi alternatif bagi masyarakat untuk mengembangkan keterampilan memanfaatkan lahan terbatas untuk kegiatan pertanian perkotaan maupun pengembangan usaha yang produktif.
”Rencananya pelatihan ini akan diselenggarakan selama 20 hari bersama para praktisi berpengalaman. Tunggu informasinya lebih lanjut karena pendaftarannya akan segera dibuka dalam waktu dekat,” tambahnya.
Informasi pendaftaran pelatihan hidroponik dapat dipantau melalui laman media sosial Instagram @tangerangkota, @disnaker_kotatangerang, dan @blk_kotangerang maupun aplikasi Tangerang LIVE.
TANGERANG, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid. Selasa (22/9/26), Bupati mendatangi langsung kediaman bayi berusia 10 bulan, M. Rasyid Arrumi, di Desa Pasir Gadung, Kecamatan Cikupa, yang tengah menjalani pengobatan akibat penyakit jantung bawaan, Selasa (22/09/26)
M. Rasyid Arrumi merupakan putra pasangan Samsul Bahri dan Heti Restiana, warga RT 03/02, Desa Pasir Gadung. Di usianya yang masih 10 bulan, Rasyid harus menjalani perawatan dan pemeriksaan secara rutin di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Jakarta.
Pada kesempatan tersebut, setelah melibat kondisi dan mendengarkan informasi yang disampaikan orang tua Rasyid, Bupati Maesyal memastikan Pemkab Tangerang akan memberikan dukungan agar proses perawatan Rasyid dapat berjalan secara optimal.
“Ini kita semua berusaha untuk berbagi rasa, termasuk untuk bersama-sama membantu apabila ada anak yang sedang dalam proses penyembuhan dan pengobatan. Kita bantu, di mana pun anak-anak yang ada di Kabupaten Tangerang,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.
Bupati Maesyal juga memastikan kebutuhan susu khusus yang diperlukan Rasyid akan dibantu melalui Puskesmas. Berdasarkan kebutuhan yang disampaikan keluarga, susu Nutrinidrink akan diberikan secara gratis selama satu bulan, dengan kebutuhan sekitar lima kaleng setiap dua minggu atau 10 kaleng dalam sebulan.
“Susunya nanti melalui Puskesmas kita kirim, gratis selama sebulan, 10 kaleng,” imbuhnya
Tak hanya kebutuhan nutrisi, Bupati juga meminta jajaran Puskesmas memberikan pelayanan langsung ke rumah. Hal itu dilakukan karena Rasyid membutuhkan penggantian selang secara rutin yang digunakan untuk memasukkan makanan, minuman, susu, vitamin, maupun obat-obatan.
“Kalau ganti selang seminggu sekali, biasanya harus datang ke Puskesmas. Saya sudah bicara dengan pimpinan Puskesmas, nanti staf Puskesmas yang datang ke rumah untuk mengganti selang setiap seminggu sekali, supaya higienis dan sebagainya,” jelasnya.
Bupati juga menaruh perhatian terhadap kondisi ayah Rasyid, Samsul Bahri, yang harus berhenti bekerja karena fokus mendampingi anaknya menjalani pengobatan secara rutin. Samsul diketahui harus bolak-balik mendampingi Rasyid ke RS Harapan Kita. Untuk membantu keberlanjutan ekonomi keluarga, Bupati meminta Camat Cikupa Supriyadi mengupayakan agar Samsul bisa mengikuti program pendidikan kesetaraan Paket C. Dengan demikian, Samsul diharapkan dapat memperoleh ijazah yang setara dengan SMA dan memiliki kesempatan untuk kembali bekerja.
“Nanti diusahakan oleh Pak Camat supaya bisa ikut Paket C, sehingga mendapatkan ijazah setara SMA. Nanti diusahakan lagi supaya bisa bekerja kembali, karena sebelumnya dia bekerja tetapi diberhentikan karena harus mengurus anaknya yang sakit dan bolak-balik ke Harapan Kita,” ungkapnya.
Lebih la jut, Ia mengatakan bahwa Pemkab Tangerang memastikan Rasyid akan mendapatkan pendampingan untuk menjalani pemeriksaan rutin ke Rumah Sakit Harapan Kita. Pemeriksaan dijadwalkan secara berkala, termasuk setiap dua minggu, dengan dukungan mobil Siaga Desa dan pendampingan dari pemerintah desa serta kader.
“Semua gratis buat dia, jangan ada pungutan apa-apa,” tegasnya
Bupati Maesyal lun mengapresiasi peran pemerintah desa, kader, Puskesmas, serta masyarakat yang selama ini ikut membantu keluarga Rasyid. Menurutnya, kepedulian terhadap warga yang sedang menghadapi persoalan kesehatan harus dilakukan secara bersama-sama dan gotong-royong
Sementara itu, Heti Restiana, ibu Rasyid, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan Pemerintah Kabupaten Tangerang, terutama Bupati Maesyal Rasyid yang datang langsung ke rumah untuk melihat kondisi anaknya.
“Alhamdulillah, kami terus dibantu oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang. Pak Bupati bahkan datang langsung ke rumah kami. Sebelumnya pihak desa dan terutama Puskesmas juga terus membantu dalam memberikan perawatan,” ujar Heti.
Ia mengungkapkan bahwa bantuan dan perhatian yang diberikan sangat membantu proses pengobatan Rasyid hingga kondisinya membaik.
“Kami tidak bisa mengucapkan apa-apa lagi selain rasa syukur dan terima kasih atas apa yang telah dilakukan jajaran Pemerintah Kabupaten Tangerang. Kami mohon doanya kepada seluruh masyarakat untuk kesembuhan anak kami,” tuturnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid. Selasa (22/9/26), Bupati mendatangi langsung kediaman bayi berusia 10 bulan, M. Rasyid Arrumi, di Desa Pasir Gadung, Kecamatan Cikupa, yang tengah menjalani pengobatan akibat penyakit jantung bawaan, Selasa (22/09/26)
M. Rasyid Arrumi merupakan putra pasangan Samsul Bahri dan Heti Restiana, warga RT 03/02, Desa Pasir Gadung. Di usianya yang masih 10 bulan, Rasyid harus menjalani perawatan dan pemeriksaan secara rutin di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Jakarta.
Pada kesempatan tersebut, setelah melibat kondisi dan mendengarkan informasi yang disampaikan orang tua Rasyid, Bupati Maesyal memastikan Pemkab Tangerang akan memberikan dukungan agar proses perawatan Rasyid dapat berjalan secara optimal.
“Ini kita semua berusaha untuk berbagi rasa, termasuk untuk bersama-sama membantu apabila ada anak yang sedang dalam proses penyembuhan dan pengobatan. Kita bantu, di mana pun anak-anak yang ada di Kabupaten Tangerang,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.
Bupati Maesyal juga memastikan kebutuhan susu khusus yang diperlukan Rasyid akan dibantu melalui Puskesmas. Berdasarkan kebutuhan yang disampaikan keluarga, susu Nutrinidrink akan diberikan secara gratis selama satu bulan, dengan kebutuhan sekitar lima kaleng setiap dua minggu atau 10 kaleng dalam sebulan.
“Susunya nanti melalui Puskesmas kita kirim, gratis selama sebulan, 10 kaleng,” imbuhnya
Tak hanya kebutuhan nutrisi, Bupati juga meminta jajaran Puskesmas memberikan pelayanan langsung ke rumah. Hal itu dilakukan karena Rasyid membutuhkan penggantian selang secara rutin yang digunakan untuk memasukkan makanan, minuman, susu, vitamin, maupun obat-obatan.
“Kalau ganti selang seminggu sekali, biasanya harus datang ke Puskesmas. Saya sudah bicara dengan pimpinan Puskesmas, nanti staf Puskesmas yang datang ke rumah untuk mengganti selang setiap seminggu sekali, supaya higienis dan sebagainya,” jelasnya.
Bupati juga menaruh perhatian terhadap kondisi ayah Rasyid, Samsul Bahri, yang harus berhenti bekerja karena fokus mendampingi anaknya menjalani pengobatan secara rutin. Samsul diketahui harus bolak-balik mendampingi Rasyid ke RS Harapan Kita. Untuk membantu keberlanjutan ekonomi keluarga, Bupati meminta Camat Cikupa Supriyadi mengupayakan agar Samsul bisa mengikuti program pendidikan kesetaraan Paket C. Dengan demikian, Samsul diharapkan dapat memperoleh ijazah yang setara dengan SMA dan memiliki kesempatan untuk kembali bekerja.
“Nanti diusahakan oleh Pak Camat supaya bisa ikut Paket C, sehingga mendapatkan ijazah setara SMA. Nanti diusahakan lagi supaya bisa bekerja kembali, karena sebelumnya dia bekerja tetapi diberhentikan karena harus mengurus anaknya yang sakit dan bolak-balik ke Harapan Kita,” ungkapnya.
Lebih la jut, Ia mengatakan bahwa Pemkab Tangerang memastikan Rasyid akan mendapatkan pendampingan untuk menjalani pemeriksaan rutin ke Rumah Sakit Harapan Kita. Pemeriksaan dijadwalkan secara berkala, termasuk setiap dua minggu, dengan dukungan mobil Siaga Desa dan pendampingan dari pemerintah desa serta kader.
“Semua gratis buat dia, jangan ada pungutan apa-apa,” tegasnya
Bupati Maesyal lun mengapresiasi peran pemerintah desa, kader, Puskesmas, serta masyarakat yang selama ini ikut membantu keluarga Rasyid. Menurutnya, kepedulian terhadap warga yang sedang menghadapi persoalan kesehatan harus dilakukan secara bersama-sama dan gotong-royong
Sementara itu, Heti Restiana, ibu Rasyid, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan Pemerintah Kabupaten Tangerang, terutama Bupati Maesyal Rasyid yang datang langsung ke rumah untuk melihat kondisi anaknya.
“Alhamdulillah, kami terus dibantu oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang. Pak Bupati bahkan datang langsung ke rumah kami. Sebelumnya pihak desa dan terutama Puskesmas juga terus membantu dalam memberikan perawatan,” ujar Heti.
Ia mengungkapkan bahwa bantuan dan perhatian yang diberikan sangat membantu proses pengobatan Rasyid hingga kondisinya membaik.
“Kami tidak bisa mengucapkan apa-apa lagi selain rasa syukur dan terima kasih atas apa yang telah dilakukan jajaran Pemerintah Kabupaten Tangerang. Kami mohon doanya kepada seluruh masyarakat untuk kesembuhan anak kami,” tuturnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid yang didampingi Wakil Bupati Tangerang memimpin pelaksanaan apel bersama dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-15 RSUD Balaraja yang digelar di Halaman RSUD Balaraja, Selasa (22/9/26).
Dalam arahannya, Bupati Maesyal Rasyid menegaskan pentingnya momentum HUT ke-15 RSUD Balaraja sebagai dorongan bersama untuk memperkuat komitmen peningkatan pelayanan publik di bidang kesehatan.
"Kami bersama seluruh jajaran pegawai baik tenaga medis, paramedis, maupun nonmedis memiliki komitmen yang sama untuk terus meningkatkan kinerja serta kualitas pelayanan demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Tangerang," ujar Bupati Maesyal
Bupati mengungkapkan bahwa cakupan pelayanan RSUD Balaraja saat ini tidak hanya dirasakan oleh warga Kabupaten Tangerang, melainkan juga melayani masyarakat dari wilayah sekitar, seperti Kabupaten Serang. Oleh karena itu, peningkatan standar mutu pelayanan serta kecepatan penanganan pasien menjadi prioritas utama.
"Fokus utama kita adalah peningkatan quick response atau respon cepat para pegawai dalam menerima dan menangani pasien. Tujuannya agar setiap pasien yang datang benar-benar tertangani dengan baik dan mendapatkan pelayanan yang maksimal. Hal baik yang sudah berjalan di RSUD Balaraja ini harus terus dipertahankan dan ditingkatkan," tegasnya.
Bupati Maesyal menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Direktur RSUD Balaraja dan seluruh jajaran struktural, fungsional, dokter spesialis, dokter umum, dokter gigi, hingga seluruh tenaga nonmedis atas dedikasi dan kesetiaan mereka dalam melayani masyarakat selama 15 tahun RSUD Balaraja berdiri. Ia juga berpesan kepada seluruh insan kesehatan di RSUD Balaraja untuk tidak pernah lelah dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat.
"Jangan pernah letih, jangan pernah lelah untuk terus mengabdi di bidang kesehatan. Ini adalah amanah dan tugas mulia yang dipercayakan kepada kita, sekaligus bagian dari kewajiban kita bersama untuk melayani masyarakat sehingga mutu pelayanan yang dirasakan masyarakat benar-benar aman, nyaman, dan sehat," pungkasnya
Hal yang sama juga ditegaskan Wakil Bupati, Intan Nurul Hikmah. Menurut dia, peningkatan kualitas pelayanan dan respond cepat merupakan hal yang penting dalam peningkatan mutu RSUD Balaraja, termasuk juga meningkatkan kepercayaan dan kepuasan masyarakat atas layanan yang diberikan
"Peningkatan kualitas dan respond cepat harus terus dilakukan sebagai wujud komitmen nyata RSUD Balaraja dalam meningkatkan mutu, sekaligus juga meningkatkan kepercayaan dan kepuasan masyarakat," ungkap Wabup Intan
Ia berharap HUT ke-15 RSUD Balaraja tersebut bukan hanya ceremonial semata, namun menjadi momentum bagi seluruh jajaran RSUD Balaraja untuk terus memberikan layanan terbaiknya kepada masyarakat
Sementara itu, Direktur RSUD Balaraja, dr. Corah Usman menyampaikan RSUD Balaraja berkomitmen untuk terus membenahi dan mengembangkan kualitas fasilitas serta layanan rumah sakit terbaik bagi masyarakat Kabupaten Tangerang maupun masyarakat di luar wilayah Kabupaten Tangerang
"Kami terus berbenah, meningkatkan pelayanan kesehatan, dan saat ini juga sedang melakukan pembangunan gedung baru untuk menunjang fasilitas pelayanan agar menjadi lebih baik," ungkap dr. Corah.
Usai memimpin apel pagi, Bupati Tangerang meresmikan Gedung Bank Banten serta melihat secara langsung beberapa sentra pelayanan kesehatan yang ada di RSUD Balaraja. Fasilitas yang ditinjau meliputi bangunan kantor kesekretariatan RSUD dan rencana tambahan ruang ICU serta menyapa pasien yang sedang mendapatkan perawatan medis. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah membuka secara resmi tahapan seleksi wawancara Lomba Kreativitas dan Inovasi Kanvas Gemilang Tahun 2026 yang mengangkat tema “Transformasi Inovasi untuk Akselerasi Pembangunan Berkelanjutan Menuju Masyarakat Kabupaten Tangerang yang Sejahtera dan Berdaya Saing” di Ruang Rapat Sinergi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Senin (21/09/26)
Pada kesempatan tersebut, Wabup Intan menegaskan lomba Kanvas Gemilang tidak boleh hanya untuk mencari pemenang, tetapi harus menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk menumbuhkan budaya inovasi dan menghasilkan gagasan yang dapat diterapkan secara nyata serta mampu mempercepat pembangunan berkualitas di Kabupaten Tangerang.
“Jangan cuma seremonial, jangan cuma mencari produk inovasi yang tidak mungkin diimplementasikan di Kabupaten Tangerang. Lomba ini harus bisa menghasilkan inovasi nyata yang mudah diterapkan dan mampu mempercepat pembangunan yang berkualitas,” tegas Wabup Intan.
Dia mengatakan Lomba Kreativitas dan Inovasi Kanvas Gemilang tersebut harus menjadi ruang bagi pelajar, mahasiswa, tenaga pendidik, masyarakat, dan perangkat daerah untuk menyampaikan berbagai ide, gagasan, kreativitas, serta inovasi yang dapat mendukung pembangunan Kabupaten Tangerang. Dukungan aktif dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan agar pembangunan yang dilaksanakan benar-benar dirasakan manfaatnya dan berdampak luas.
"Kabupaten Tangerang ini dalam membangun tidak mungkin bisa sendirian pemerintah. Pasti harus bersama-sama dengan masyarakat. Keterlibatan dan kolaborasi langsung dari seluruh elemen masyarakat sangat menentukan jalannya pembangunan,” ujarnya
Menurut dia, Kabupaten Tangerang membutuhkan inovasi di berbagai bidang untuk menghadapi tanangan perubahan global, mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kualitas pelayanan, serta meningkatkan taraf hidup masyarakat agar semakin sejahtera dan berdaya saing.
Ia berharap seluruh gagasan yang masuk dapat dikembangkan menjadi solusi, sesuai kebutuhan masyarakat serta mendukung visi dan misi pembangunan daerah.
"Saya harap inovasi yang masuk tidak hanya berhenti sebagai gagasan dan ide, tapi bisa menjadi sebuah solusi yang mudah diterapkan, efektif dan efisien. Harus memiliki dampak dan keberlanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang," harapnya.
Wabup Intan juga mengapresiasi seluruh peserta yang telah berani menuangkan ide dan gagasan melalui Kanvas Gemilang 2026. Ia pun berpesan kepada seluruh peserta agar berani dan percaya diri memaparkan inovasi yang dibuat
“Jangan takut mencoba dan jangan takut berbeda. Tunjukkan bahwa inovasi yang saudara-saudari hadirkan bukan hanya mampu menjawab persoalan hari ini, tetapi juga memiliki manfaat untuk masa yang akan datang,” pesannya.
Wakil Bupati berharap seluruh proses seleksi wawancara dapat menghasilkan inovator yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kabupaten Tangerang. Para dewan juri dan tim penilai diharapkan tidak hanya melihat kreativitas dari setiap gagasan, tetapi juga kemungkinan implementasi serta dampaknya bagi masyarakat.
“Momen wawancara ini bukan akhir perjalanan inovasi. Justru ini harus menjadi alat untuk mengembangkan gagasan menjadi sesuatu yang benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.
Kegiatan Lomba Kreativitas dan Inovasi Kanvas Gemilang Tahun 2026 merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-394 Kabupaten Tangerang.
Tercatat ada sekitar 119 peserta yang lolos seleksi administrasi. Selanjutnya ada 40 peserta yang lolos seleksi substansi untuk mengikuti tahapan wawancara. Para peserta terbagi dalam lima kategori, yakni pelajar, mahasiswa, tenaga pendidik, masyarakat, dan perangkat daerah. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Kader Posyandu Lili 3 Desa Tegal Kunir Kidul, Kecamatan Mauk, Erna Yanti, resmi mewakili Provinsi Banten dalam Penilaian Kader Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).
Penilaian tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Undangan Kemenkes RI Nomor: PK.06.02/B.IV/878/2026. Acara tolok ukur dan pemaparan materi verifikasi ini berlangsung di Ruang Rapat Camat Mauk, Kabupaten Tangerang, melalui dalam jaringan (daring) pada Senin (21/09/26).
Dalam kesempatan tersebut, Erna Yanti memaparkan berbagai pencapaian, wawasan, serta program inovasi yang telah ia jalankan selama 20 tahun mengabdi sebagai kader kesehatan. Berbagai inovasi unggulan yang dibawakan di antaranya:
1. Inovasi UPIK CERDAS (Upaya PIK 2 Cegah dan Atasi Bersama Stunting).
Camat Mauk, Angga Yulyantono, menyampaikan rasa bangga serta apresiasi yang mendalam atas dedikasi Erna Yanti hingga berhasil membawa nama harum Kabupaten Tangerang dan Provinsi Banten di kancah nasional.
"Alhamdulillah, Ibu Erna Yanti sebagai salah satu kader terbaik di Kabupaten Tangerang hari ini mewakili Provinsi Banten dalam rangka penilaian kader berprestasi tingkat nasional," ujar Camat Angga.
Camat Angga menambahkan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi dan dukungan dari segenap pihak di Pemerintah Kabupaten Tangerang.
"Semua itu berkat dukungan, arahan, dan bimbingan Bapak Bupati, Wakil Bupati Tangerang dan Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tangerang beserta seluruh jajaran, baik dari PMD, Dinas Kesehatan, Puskesmas, Kecamatan, hingga Desa. Alhamdulillah, ini adalah momentum pelecut semangat untuk kader-kader lainnya meningkatkan prestasi dan yang paling penting bermanfaat untuk masyarakat di lingkungannya. Mudah-mudahan hari ini menjadi pengingat kita semua bahwasannya pada prinsipnya kita adalah pelayan masyarakat Kabupaten Tangerang," tambahnya.
Sementara itu, Erna Yanti mengungkapkan rasa syukur dan bangganya dapat melangkah hingga ke tahapan seleksi nasional setelah melalui tahapan berjenjang dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten, hingga meraih predikat terbaik pertama di tingkat Provinsi Banten.
"Saya bangga berada di titik sekarang ini mewakili kader se-Provinsi Banten. Alhamdulillah tidak gampang dan tidak mudah untuk mencapai seperti ini. Sebelum ke tingkat nasional, saya mengikuti seleksi dari desa, kecamatan, kabupaten, hingga provinsi. Dari 29 kecamatan di Kabupaten Tangerang dan bersaing di provinsi, alhamdulillah lolos tiga besar dan menjadi yang pertama," ungkap Erna Yanti.
Meskipun telah mengabdi selama dua dekade, Erna mengaku terus semangat melayani masyarakat dan membagikan ilmu kepada sesama kader.
"Suatu kebanggaan sebagai kader sampai di titik ini setelah 20 tahun. Harapan saya mudah-mudahan saya tetap rendah hati, bisa bermanfaat untuk masyarakat khususnya, dan kader-kader lain bisa seperti saya. Yang penting kita mau belajar dan terus belajar," pungkasnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang resmi meluncurkan logo Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang di Lapangan Raden Aria Yudhanegara, Senin (21/9/2026). Logo tersebut merupakan karya Ilham Azi Fadilah yang terpilih sebagai pemenang Lomba Cipta Karya Logo HUT ke-394 Kabupaten Tangerang.
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengatakan, logo Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang tidak hanya menjadi identitas dalam rangkaian peringatan hari jadi, tetapi juga membawa pesan dan semangat pembangunan Kabupaten Tangerang.
Menurutnya, tema “Terus Bergerak Semakin Berdampak” sejalan dengan semangat pembangunan daerah yang terus dilakukan untuk dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Ia juga mengapresiasi seluruh peserta yang telah ikut berpartisipasi dalam lomba dan menuangkan kreativitasnya dalam sebuah karya yang mengangkat identitas Kabupaten Tangerang.
"Logo ini bukan hanya sebagai identitas Hari Jadi Kabupaten Tangerang, tetapi juga menggambarkan semangat kita untuk terus bergerak dan memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat,” ujar Bupati Maesyal.
Lomba Cipta Karya Logo HUT ke-394 Kabupaten Tangerang tersebut diikuti 89 peserta. Seluruh karya yang masuk kemudian melalui tahapan seleksi administrasi dan teknis, sebelum dilanjutkan dengan penilaian desain hingga akhirnya terpilih tiga peserta untuk masuk dalam tahap akhir dan penentuan pemenang.
Sementara itu, Pemenang Terpilih Lomba Cipta Karya Logo HUT ke-394 Kabupaten Tangerang, Ilham Azi Fadilah, mengatakan logo yang dibuatnya mengangkat tema “Terus Bergerak Semakin Berdampak”. Tema tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam bentuk visual obor dengan api yang sedang berkobar.
“Angka tiga saya ambil dari batik Kacang Benih Cisoka. Ini melambangkan semangat untuk terus berkarya dengan kearifan lokal dan budaya Kabupaten Tangerang,” ujar Ilham.
Ia menjelaskan, angka sembilan terinspirasi dari kondisi geografis Kabupaten Tangerang yang berbatasan langsung dengan garis pantai. Unsur ombak pada angka tersebut menggambarkan sesuatu yang dinamis serta pembangunan yang terus bergerak dan memberikan dampak kepada masyarakat.
“Untuk angka empat, saya terinspirasi dari ayam wareng yang merupakan satwa endemik Kabupaten Tangerang. Ayam wareng ini melambangkan masyarakat Tangerang yang lincah, gesit, tegas, dan berani untuk terus maju dan bertumbuh,” katanya.
Ilham menuturkan, seluruh unsur tersebut kemudian dipadukan sehingga membentuk visual api yang dinamis. Bentuk tersebut menggambarkan semangat Kabupaten Tangerang yang terus tumbuh dan memiliki energi untuk bergerak maju.
Sementara itu, cahaya api yang memancar ke berbagai arah memiliki makna pembangunan yang inklusif. Artinya, pembangunan di Kabupaten Tangerang diharapkan dapat memberikan manfaat dan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Jadi, dari keseluruhan elemen itu saya ingin menggambarkan semangat Kabupaten Tangerang yang terus bergerak, terus tumbuh, dan memberikan dampak bagi masyarakat,” tuturnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id — Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid memimpin upacara yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) ke-55 Tahun 2026 tingkat Kab. Tangerang di Lapangan Raden Aria Yudhanegara, Senin (21/09/26)
Bupati Tangerang H. Moch. Maesyal Rasyid yang membacakan amanat Menteri Perhubungan RI menegaskan bahwa keselamatan transportasi tidak boleh hanya berhenti pada aturan dan kelengkapan administratif, tetapi harus benar-benar menjadi budaya yang diterapkan di lapangan.
“Keselamatan adalah tanggung jawab moral, bukan hanya sekedar formalitas, memenuhi kelengkapan administrasi semata tapi harus menjadi budaya. Standar keselamatan harus hidup di lapangan,” tandas Bupati Maesyal Rasyid
Lanjut dia, peringatan Harhubnas tahun ini mengusung tema “Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan Lebih Maju.” Menurut dia, pesan tersebut memiliki relevansi kuat seiring tingginya mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi yang membutuhkan konektivitas transportasi yang aman, tertib, dan lancar.
"Transportasi tidak bisa hanya dipandang sebagai persoalan kendaraan maupun pembangunan infrastruktur. Transportasi memiliki fungsi yang jauh lebih luas, mulai dari menghubungkan masyarakat dengan sekolah dan fasilitas kesehatan, mempertemukan sentra produksi dengan pasar, hingga mendukung distribusi pangan dan menggerakkan perekonomian," ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa keselamatan dan konektivitas harus berjalan beriringan. Dalam kondisi tertentu, operasi transportasi harus berani dihentikan ketika situasi tidak aman, namun pada saat yang sama juga harus segera dicari alternatif agar mobilitas masyarakat maupun distribusi bantuan tidak terputus.
"Sektor transportasi menghadapi berbagai tantangan, mulai dari bencana hingga gangguan perjalanan dan kecelakaan. Karena itu, standar keselamatan dan lancarnya koneksitas harus benar-benar diterapkan oleh seluruh insan perhubungan," tegasnya.
Bupati Maesyal menambahkan selain faktor keselamatan, transformasi digital juga menjadi bagian penting dalam pembenahan sektor transportasi. Teknologi diharapkan tidak sekadar menghadirkan aplikasi atau sistem baru, tetapi mampu menghasilkan pengawasan yang lebih transparan, meningkatkan kepatuhan serta membuat sistem logistik semakin tertib dan tetap berjalan
“Ukuran keberhasilan transportasi pada akhirnya adalah manfaat yang dirasakan oleh masyarakat. Mari kita menyatukan tekad dan melangkah bersama untuk menghubungkan Indonesia, menghubungkan Kabupaten Tangerang, demi masa depan yang lebih maju,” imbuhnya
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang, Jaenudin mengatakan, momentum Harhubnas menjadi pengingat bagi jajaran Dishub untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan transportasi. Menurutnya, peran Dishub tidak sebatas mengatur lalu lintas. Lebih dari itu, seluruh jajaran Dishub harus memastikan sistem transportasi mampu memberikan keamanan, kenyamanan, ketertiban, serta kelancaran mobilitas masyarakat.
“Dishub tidak hanya berbicara mengenai pengaturan lalu lintas, tetapi bagaimana seluruh layanan transportasi dapat memberikan rasa aman, nyaman dan kepastian bagi masyarakat. Keselamatan menjadi bagian penting yang harus terus kita perkuat dalam setiap pelaksanaan tugas,” ujar Jainudin.
Ia mengatakan, perkembangan Kabupaten Tangerang yang terus bergerak membuat kebutuhan terhadap sistem transportasi yang semakin terintegrasi juga meningkat. Karena itu, pengelolaan transportasi harus dilakukan secara adaptif dengan memperkuat pengawasan, pelayanan di lapangan, koordinasi lintas sektor, serta pemanfaatan teknologi.
“Kami akan terus meningkatkan pelayanan dan pengawasan di lapangan. Teknologi dan data juga harus dimanfaatkan untuk mendukung pengelolaan transportasi, sehingga kebijakan yang dilakukan semakin tepat sasaran dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ungkapnya.
Pada upacara tersebut juga dirangkaikan dengan simbolis penyerahan SK kenaikan pangkat kepada 496 pegawai, SK pensiun kepada 33 pegawai yang memasuki masa purna bakti terhitung mulai 1 Oktober 2026.
Selain itu, Pemkab Tangerang meluncurkan Logo Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang dengan tema “Terus Bergerak, Semakin Berdampak,” yang menjadi simbol semangat kemajuan Kabupaten Tangerang. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Gebyar Festival Kuliner yang digelar di Kecamatan Cikupa resmi ditutup setelah berlangsung selama lima hari sejak 16 September 2026, Minggu (20/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi pelaku usaha mikro untuk memperkenalkan produk sekaligus mendorong masyarakat membeli dan menggunakan produk lokal.
Penutupan kegiatan diisi dengan senam sehat serta penyerahan sertifikat halal secara simbolis kepada pelaku usaha mikro. Jaminan halal tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk UMKM yang dipasarkan.
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid melalui Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan pada Sekretariat Daerah Kabupaten Tangerang, Yudiana, mengatakan Gebyar Festival Kuliner merupakan salah satu bentuk nyata pelaksanaan program unggulan PROSPEK atau Program Sosial Peningkatan Ekonomi Kerakyatan.
“Gebyar Festival Kuliner itu merupakan salah satu bentuk nyata dari program unggulannya Pak Bupati, PROSPEK (Program Sosial Peningkatan Ekonomi Kerakyatan),” ujar Yudiana.
Menurut Yudiana, program tersebut telah dilaksanakan oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tangerang di sejumlah kecamatan. Kehadirannya dinilai memberikan ruang dan panggung bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk sekaligus memperluas kesempatan mereka menjangkau masyarakat.
Ia menambahkan, setiap kecamatan memiliki potensi usaha yang luar biasa sehingga masyarakat perlu terus didorong untuk menjalankan gerakan “bela beli produk lokal” di Kabupaten Tangerang. Menurutnya, produk lokal memiliki kualitas dan cita rasa yang tidak kalah dengan produk lainnya.
“Kita harus dorong terus warga masyarakat, jangan istilahnya ragu untuk membeli produk unggulannya Pemerintah Kabupaten Tangerang. Karena ternyata rasanya juga enak, kemudian juga kualitasnya tidak kalah, dan apalagi sekarang sudah ada jaminan halal,” katanya.
Yudiana menjelaskan, jaminan halal juga memberikan manfaat langsung bagi pelaku usaha karena dapat meningkatkan keyakinan masyarakat terhadap keamanan produk yang mereka konsumsi. Dengan demikian, dukungan terhadap UMKM tidak berhenti pada promosi, tetapi juga menyentuh aspek kepercayaan konsumen dan penguatan kualitas produk.
Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Tangerang, Deden Umardani, menilai kegiatan tersebut menunjukkan kehadiran pemerintah daerah secara nyata di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadapi tantangan. Menurutnya, kegiatan seperti Gebyar Festival Kuliner memberikan ruang yang luas bagi pelaku usaha mikro dan kecil untuk bangkit, memperkenalkan produk, serta membangun kepercayaan masyarakat.
“Ini sangat positif, bahwa di tengah kondisi ekonomi yang tidak sedang baik-baik saja, bagaimana Pemerintah Kabupaten Tangerang bisa hadir secara nyata. Menyentuh langsung kepada para pelaku usaha mikro dan kecil, membangkitkan semangat, membangun sebuah ruang yang sangat luas kepada pelaku UMKM untuk bisa bangkit,” ungkap Deden.
Ia mengatakan, produk UMKM Kecamatan Cikupa maupun Kabupaten Tangerang tidak hanya tersedia, tetapi juga memiliki kualitas yang baik dan telah didukung dengan jaminan halal. Karena itu, ia mendorong agar kegiatan serupa terus dikembangkan di berbagai kecamatan hingga menjangkau desa-desa sehingga manfaat kehadiran pemerintah dapat dirasakan langsung oleh pelaku usaha mikro dan kecil di lapisan masyarakat paling akhir.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskum) Kabupaten Tangerang, Anna Ratna Maemunah, menambahkan, Gebyar Festival Kuliner tidak hanya menjadi ajang promosi produk usaha mikro, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi masyarakat sekaligus mendorong aktivitas perekonomian di tingkat lokal.
“Kegiatan ini selain bertujuan untuk mengembangkan usaha mikro yang ada di masing-masing kecamatan, juga untuk bersilaturahmi antara seluruh warga. Pemerintah kecamatan hadir untuk masyarakat, dan kami dari pemerintah daerah Kabupaten Tangerang hadir untuk berkolaborasi meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” katanya.
Dalam festival tersebut, para pelaku usaha mikro diberikan ruang untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan berbagai produk kepada masyarakat. Selain promosi produk, Diskum Kabupaten Tangerang juga menyediakan fasilitator dan pendamping bagi pelaku usaha mikro yang membutuhkan bantuan dalam mengurus legalitas usaha. Pendampingan meliputi pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, hingga sertifikasi Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).
“Kami dari Dinas Koperasi dan Usaha Mikro menyiapkan fasilitator dan pendamping untuk membantu seluruh pengusaha mikro yang ada di Kecamatan Cikupa, khususnya yang belum memiliki legalitas usaha,” jelasnya. (Red)