Kota Tangerang, lensafokus.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang bergerak cepat menindaklanjuti kerusakan ruas Jalan HOS Cokroaminoto khususnya di persimpangan putar balik Puri Beta, Larangan, Kota Tangerang.
Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang Iwan Nursyamsu menuturkan, perbaikan dilakukan melalui pengaspalan hotmix sebagai bagian dari upaya menjaga kondisi Jalan HOS Cokroaminoto tetap aman dan layak untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat.
”Kami langsung bergerak cepat merespons keluhan masyarakat mengenai kondisi fisik Jalan HOS Cokroaminoto yang struktur aspalnya mulai mengelupas. Jadi dihotmix ulang agar kualitas permukaan jalannya kembali harus tanpa lubang-lubang yang membahayakan pengguna jalan,” ujar Iwan, Jumat (4/9/26).
Ia melanjutkan, perbaikan ruas Jalan HOS Cokroaminoto merupakan bagian dari penanganan sementara berdasarkan kondisi dan kebutuhan di lapangan.
”Perbaikannya juga dilakukan secepat mungkin agar tidak menganggu arus lalu lintas di sana yang memiliki kepadatan cukup tinggi karena menjadi jalur akses Jakarta-Kota Tangerang via Ciledug Raya,” tambahnya.
Selain itu, Pemkot Tangerang mengajak masyarakat untuk melaporkan kerusakan jalan melalui kanal informasi resmi yang disediakan melalui Perbaikan Jalan Kota Gerakan Sehari Tuntas (PERJAKA GESIT) dan LAKSA di Super Apps Tangerang LIVE atau 0811-500-152 (Whatsapp). (Red)
Kota Tangerang, lensafokus.id - Liga Santri Wali Kota Tangerang Cup 2026 resmi dibuka dengan pertandingan pertama antara Pondok Pesantren (Ponpes) Ummul Rodhiyah melawan Ponpes Darussalam Poris di Stadion Benteng Reborn, Kota Tangerang.
Wali Kota Tangerang Sachrudin menuturkan, penyelenggaraan Liga Santri Wali Kota Tangerang Cup 2026 merupakan ajang kompetisi sepak bola yang diselenggarakan Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) untuk memberikan ruang positif bagi para santri mengembangkan potensi olahraganya.
”Liga Santri ini dibuka sebagai rangkaian menuju peringatan Hari Santri Nasional sekaligus mencari bakat pesepak bola dari kalangan santri. Kami memberikan dukungan penuh agar ajang ini berjalan sukses karena tidak hanya soal kompetisi, nilai ukhuwah persatuan antar ponpes bisa dijalin lewat sepak bola ini,” ujar Sachrudin, Jumat (4/9/26).
Di momen sama, Ketua FSPP Kota Tangerang Zuhri Fauzi menambahkan, Liga Santri Wali Kota Tangerang Cup 2026 juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antarponpes di Kota Tangerang.
Lebih meriah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, Liga Santri Wali Kota Tangerang Cup 2026 diikuti 16 ponpes dengan total hadiah bernilai jutaan rupiah.
”Kami juga akan mendorong tidak berhenti di sini, klub pemenang nanti akan didukung untuk berpartisipasi dalam ajang Liga Santri Nasional kalau memang diadakan,” tambah Zuhri.
Selain itu, Liga Santri Wali Kota Tangerang Cup 2026 akan berlangsung mulai 4-18 September 2026. Babak penyisihan ajang tahunan ini akan diselenggarakan di Stadion Mini Cipondoh, sedang laga pembuka dan finalnya di Stadion Benteng Reborn Kota Tangerang. (Red)
Tangerang, lensafokus.id — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) menggelar Rapat Pelaporan Pengarusutamaan Gender (PUG) Tahun 2026. Kegiatan strategis ini diselenggarakan di Aula Kantor DPPPA, pada (04/09/2026) sebagai upaya nyata untuk mengevaluasi integrasi kesetaraan gender dalam pembangunan daerah.
Rapat pelaporan PUG ini melibatkan para perencana keuangan dan operator sebagai peserta utama. Para peserta tersebut merupakan perwakilan yang berasal dari 31 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta 4 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang. Selain itu turut hadir narasumber kompeten guna memperkuat pemahaman dan sinergi peserta. Adapun pemateri utama dalam acara tersebut adalah Pejabat PUG Provinsi Banten, Novi Dwi Remi Asih yang memaparkan materi strategis terkait pelaksanaan pengarusutamaan gender tingkat daerah.
Sekretaris DPPPA, Yatemi, menyampaikan bahwa PUG merupakan sebuah strategi pembangunan yang dilakukan secara rasional dan sistematis guna mencapai keadilan di berbagai aspek kehidupan manusia.
"Tujuannya adalah untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender melalui kebijakan yang memperhatikan pengalaman, aspirasi, kebutuhan, serta permasalahan perempuan dan laki-laki mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pelaksanaan PUG di daerah bukan semata-mata menjadi tanggung jawab dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak saja, melainkan membutuhkan komitmen dan kolaborasi seluruh perangkat daerah. Pelaksanaan PUG ini merupakan salah satu strategi penting untuk mewujudkan pembangunan yang adil, setara, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan perempuan maupun laki-laki.
"Oleh karena itu, pelaporan pelaksanaan PUG menjadi bagian penting untuk melihat sejauh mana strategi tersebut telah diintegrasikan ke dalam perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi pembangunan daerah," ungkapnya.
Ia menyadari bahwa implementasi PUG di Kabupaten Tangerang saat ini masih memerlukan berbagai penguatan berkelanjutan agar kesetaraan dan keadilan gender benar-benar dapat terwujud secara optimal. implementasi ini perlu terus digali untuk memastikan apakah kesetaraan dan keadilan gender tersebut telah benar-benar terwujud secara nyata di Kabupaten Tangerang.
"Kami menyadari bahwa pelaksanaan PUG masih memerlukan penguatan, baik dari sisi regulasi, kelembagaan, kapasitas sumber daya manusia, maupun dukungan data terpilah gender," jelasnya.
Ia berharap setiap perangkat daerah menyampaikan data dan informasi yang lengkap, akurat, terukur, serta dapat dipertanggungjawabkan. Data tersebut akan menjadi dasar penyusunan kebijakan dan program pembangunan daerah, sekaligus memperkuat pelaksanaan Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang.
"Saya berharap seluruh OPD dapat memastikan kualitas data yang disampaikan. Dengan data yang baik, kita bisa melahirkan kebijakan dan program yang tepat sasaran serta anggaran yang berkeadilan gender," tutupnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengajak masyarakat untuk bersama-sama untuk bijak menggunakan air dan mewaspadai potensi kebakaran di musim kemarau ini
Hal tersebut disampaikan Bupati Maesyal Rasyid saat melakukan kegiatan Jum’at Keliling (Jumling) di Masjid Al-Istighfar, Kampung Kendal Satu, Desa Sindang Panon, Kecamatan Sindang Jaya, Jumat (4/9/26).
"Menghadapi musim kering, kemarau ini mari kita bijak dan hemat menggunakan air. Jangan buang dan bakar sembarangan karena bisa menyebabkan kebakaran," ajak Bupati Maeayal Rasyid
Bupati mengimbau masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih agar segera melapor kepada pemerintah desa, kecamatan maupun perangkat daerah terkait untuk ditindaklanjuti.
"Bagi masyarakat yang saat ini kesulitan mendapatkan air bersih, segera lapor kepada desa, kecamatan atau OPD terkait. Insya Allah, akan kami upayakan segera untuk ditindaklanjuti," ujarnya
Ia juga mengingatkan warga agar tidak membakar sampah sembarangan karena kondisi cuaca panas dan kering dapat meningkatkan risiko kebakaran. Dia juga berharap masyarakat terus mendukung pembangunan serta bersama-sama menjaga lingkungan, mempererat silaturahmi dan meningkatkan semangat gotong royong serta kepedulian sosial
Mengakhiri sambutannya, Bupati juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan akibat kemacetan di sejumlah wilayah yang tengah dilakukan perbaikan jalan.
"Memang saat ini di beberapa titik hampir dilakukan perbaikan jalan. Mohon maaf atas kemacetan dan ketidaknyamanannya. Ini hanya sementara, nanti setelah selesai insya Allah jalan akan lebih mulus dan masyarakat yang akan menikmati hasilnya," ungkapnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati Tangerang menghadiri pembukaan Indonesia International Pet Expo (IIPE) 2026 yang digelar di ICE BSD, Jum'at (04/09/26)
Dalam sambutannya, Wabup Intan berharap penyelenggaraan IIPE 2026 menjadi momentum strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperluas peluang usaha, khususnya di wilayah Kabupaten Tangerang dan Provinsi Banten
"Kami berharap kehadiran IIPE 2026 dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah, khususnya melalui peningkatan investasi, promosi produk lokal, pemberdayaan UMKM, penciptaan lapangan kerja, serta terbukanya jejaring bisnis yang lebih luas," ujar Wabup Intan
Ia menyebut Indonesia International Pet Expo 2026 bukan sekedar sebuah pameran, namun juga menjadi ruang bertemunya pelaku usaha, asosiasi, akademisi, pemerintah, komunitas, serta masyarakat pecinta hewan untuk membangun jejaring, bertukar pengetahuan, memperkenalkan inovasi, sekaligus membuka peluang kerja sama dan investasi.
"Industri hewan kesayangan saat ini memiliki potensi ekonomi yang semakin berkembang. Ekosistemnya tidak hanya mencakup hewan peliharaan, tetapi juga melibatkan berbagai sektor, mulai dari produk pangan, kesehatan hewan, jasa perawatan, perlengkapan, teknologi, hingga industri kreatif dan UMKM," ungkapnya
Wabup Intan juga mengajak seluruh peserta dan exhibitor untuk menjadikan IIPE tersebut sebagai momentum memperkuat komitmen terhadap kesejahteraan hewan, edukasi masyarakat, standar kesehatan hewan, serta pengembangan industri yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
"Semoga Indonesia International Pet Expo (IIPE) 2026 dapat menjadi agenda yang semakin besar, semakin berkualitas, dan mampu membawa industri hewan kesayangan Indonesia semakin dikenal di tingkat regional maupun internasional," pungkasnya
Sementara itu Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, Dr. Agung Suganda yang membuka IIPE 2026 mengatakan selama bertahun-tahun IIPE telah berkembang menjadi wadah yang mempertemukan pelaku usaha, komunitas, akademisi, profesi, veteriner dan masyarakat dalam satu ekosistem yang dinamis dan produktif.
"Indonesia International Pet Expo sebagai salah satu ajang industri hewan kesayangan terbesar di Indonesia dan mungkin terbesar se-kawasan Asia Tenggara. Tahun ini ada 295 exibitor dan saya harapkan kualitasnya yang meningkat," ujar Agung
Lanjut dia, dari sisi jumlah ragam produk dan jasa, industri hewan kesayangan cukup tumbuh dengan pesat. Selain itu, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan kesejahteraan hewan juga mendorong terkait dengan kemajuan teknologi karena terbentuknya ekosistem yang baik dan berkesinambungan
Dia juga meminta kepada exhibitor, komunitas, akademisi dan pecinta hewan kesayangan untuk bersama-sama berkomitmen untuk terus meningkatkan inovasi dan penggunaan produk lokal untuk kebutuhan hewan kesayangan, termasuk produk-produk pendukungnya seperti shampo dan sebagainya.
"Mari kita semua berkomitmen dorong juga industri makanan hewan kesayangan lokal jangan sampai semuanya impor karena saat ini 90% impor. Untuk obat hewan kesayangan sudah banyak termasuk produk lokal Obat hewan kita itu mendunia, terakhir kita sudah sampai ke Rusia dan ini investasi yang luar biasa," imbuhnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meninjau pelaksanaan program bedah rumah sekaligus melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) di Desa Sindang Panon, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, Jumat (4/9/26).
Dalam peninjauan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid didampingi Ketua TP PKK Kab. Tangerang, Kepala Dinas Perumahan, Permukiman dan Pemakaman (Perkim), Camat Sindang Jaya, kepala desa, BAZNAS Kabupaten Tangerang, Kapolsek, Danramil serta unsur terkait lainnya.
Bupati mengatakan ada 4 rumah di Desa Sindang Panon yang mendapatkan program rehabilitasi melalui program bedah rumah Pemerintah Kabupaten Tangerang. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat agar menjadi rumah yang layak, sehat, dan nyaman.
“Hari ini kami bersama Pak Kadis Perkim, Pak Camat, kepala desa, BAZNAS, Kapolsek dan Danramil hadir dalam rangka melaksanakan program pembangunan bedah rumah. Ada empat rumah di Desa Sindang Panon yang kita rehab sesuai dengan program yang ada dari Kabupaten Tangerang,” ungkap Bupati Maesyal Rasyid.
Menurutnya, pembangunan tidak hanya difokuskan pada kondisi fisik rumah, tetapi juga aspek sanitasi dan kesehatan lingkungan. Untuk itu, rumah yang dibangun nantinya dilengkapi dengan kamar mandi dan toilet di dalam rumah, ventilasi yang cukup, lantai keramik serta atap genteng.
“Rumahnya nanti kita bangunkan menjadi rumah yang sehat, ada toilet dan kamar mandi di dalam, ventilasi yang cukup, lantainya keramik dan genteng,” katanya.
Ia juga berdialog, mendengarkan langsung aspirasi masyarakat Desa Sindang Panon, salah satunya terkait dengan kebutuhan air bersih, khususnya menghadapi kondisi musim kemarau yang tengah berlangsung.
Menanggapi hal tersebut, Bupati memastikan kebutuhan air bersih akan turut ditangani melalui pembangunan sarana air bersih (SAB) yang diharapkan dapat dimanfaatkan tidak hanya oleh penerima manfaat bedah rumah, tetapi juga oleh masyarakat sekitar.
“Karena sekarang musim kemarau, tadi ibu-ibu dan nenek-nenek juga menyampaikan permohonan air bersih. Insya Allah nanti sekalian rumahnya kita bangunkan, sarana air bersihnya juga kita bangunkan,” jelasnya.
Ia menambahkan, sarana air bersih tersebut juga diupayakan dapat mengakomodasi kebutuhan beberapa keluarga di lingkungan sekitar.
“Bukan hanya untuk Ibu Saidah, tetapi nanti warga yang lain juga bisa memanfaatkan air bersih ini. Kita bangunkan sarana air bersihnya,” ungkapnya.
Bupati Maesyal menegaskan, penyediaan hunian layak dan akses air bersih merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Rumahnya kita rehab supaya sehat. Kalau rumah sehat, airnya bagus, masyarakatnya juga sehat,” tegasnya.
Sementara itu, salah satu penerima manfaat, Ariyanah, warga Desa Sindang Panon, menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang, khususnya kepada Bupati Tangerang, atas bantuan bedah rumah yang diterimanya.
Ia mengatakan, kondisi rumahnya yang sebelumnya tidak layak akan segera berubah menjadi hunian yang lebih layak dan sehat serta nyaman
“Saya berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang, khususnya Bapak Bupati Tangerang, yang telah membangun rumah saya. Sebelumnya tidak layak, sekarang insya Allah akan menjadi rumah yang layak dan rumah yang sehat dengan kamar mandi di dalam,” ujar Ariyanah. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Gubernur Banten, Andra Soni mengapresiasi capaian pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Tangerang yang telah melampaui target pemeriksaan. Capaian tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat sekaligus meningkatnya kesadaran warga untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Hal tersebut disampaikan Andra Soni yang didampingi Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid saat meninjau pelaksanaan CKG di Gedung Kitri Bakti, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Kamis (3/9/2026).
"Atas nama pemerintah, kami ucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Kabupaten Tangerang atas capaian CKG yang sudah melampaui target," ujar Gubernur Andra Soni
Pada kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan pemeriksaan kesehatan dasar, mulai dari pengecekan gula darah, tekanan darah, konsultasi keluhan kesehatan, hingga pemeriksaan paru-paru sebagai upaya deteksi dini berbagai penyakit, termasuk Tuberkulosis (TBC).
Ia mengatakan pelaksanaan CKG di Kabupaten Tangerang ini dilakukan secara rutin setiap Senin dan Kamis, dengan rata-rata dua hingga tiga titik pemeriksaan setiap pekan. Menurutnya, dukungan pemerintah daerah bersama jajaran tenaga kesehatan melalui pelayanan langsung dan jemput bola turut mendorong meningkatnya cakupan pemeriksaan masyarakat.
“Terima kasih kepada Bapak Presiden terkait dengan CKG ini. Masyarakat Banten antusias, masyarakat Banten mulai sadar bahwa penting memeriksakan kesehatan. Kami melihat data bahwa yang memeriksakan kesehatannya tahun lalu, tahun ini kembali memeriksakan kesehatannya,” ungkapnya.
Gubernur Andra Soni mengatakan, hingga saat ini sekitar 6,6 juta dari 12,9 juta warga Banten telah mengikuti program CKG. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan respons positif masyarakat terhadap program pemeriksaan kesehatan gratis yang terus didorong pemerintah.
“Capaian kita sampai dengan hari ini sudah kurang lebih 6,6 juta dari 12,9 juta warga Banten. Jadi sudah separuh warga Banten yang diperiksakan kesehatannya,” jelasnya
Sementara itu, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengatakan, capaian CKG di Kabupaten Tangerang telah mencapai sekitar 1,7 juta pemeriksaan atau 100,7 persen dari target sebanyak 1,6 juta masyarakat. Capaian tersebut didukung Dinas Kesehatan bersama tenaga kesehatan di Puskesmas, rumah sakit, dan sekolah yang terus melakukan pelayanan secara jemput bola.
“Alhamdulillah berkat Kepala Dinas Kesehatan bersama dengan petugas kesehatan, baik di Puskesmas, di rumah sakit, atau di sekolah-sekolah jemput bola, semuanya sudah bergerak dan sudah berupaya untuk meningkatkan jumlah yang dicek kesehatan gratis,” kata Bupati Maesyal.
Menurutnya, Pemkab Tangerang juga terus memperkuat screening penyakit paru-paru dan TBC. Saat ini terdapat 48 tenaga kesehatan yang mendukung pelaksanaan CKG dan sekitar 28 tenaga kesehatan yang melakukan pemeriksaan paru-paru.
“Sekarang sudah ada 80 orang yang terdaftar untuk pemeriksaan paru-paru. Ini berkat Pak Gubernur, kita semua sosialisasi bahwa ditemukannya misalkan ada pengidap atau penyakit TBC, itu lebih baik kita untuk segera mengobatinya,” jelasnya.
Di tempat yang sama, warga Kecamatan Cikupa, Nur Asiah, mengapresiasi pelaksanaan CKG yang dinilai membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatan sejak dini. Ia mengaku mengikuti pemeriksaan karena memiliki keluhan pada persendian yang dirasakan seiring bertambahnya usia.
“Secara pribadi dan umum, saya sangat positif dengan adanya cek kesehatan gratis ini karena sangat penting untuk kesehatan masyarakat. Saya sendiri ada keluhan di persendian karena faktor usia,” ujarnya.
Nur Asiah berharap program CKG dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan dan menjangkau lebih banyak masyarakat. Ia juga berharap perhatian pemerintah terhadap kesehatan masyarakat terus ditingkatkan.
“Saya berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut. Semoga Pak Bupati dan Pak Gubernur dapat terus memimpin dengan baik dan membawa masyarakat menjadi lebih sehat, aman, tenteram, dan sejahtera,” pungkasnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id — Pemerintah Kabupaten Tangerang dengan bangga menyambut para inovator dan perwakilan dari berbagai daerah dalam ajang Gelaran Teknologi Tepat Guna (TTG) ke-20 dan Gelar Produk Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) tingkat Provinsi Banten Tahun 2026. Acara pembukaan resmi diselenggarakan di Ecoplaza Citra Raya, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, pada Rabu, (02/09/2026).
Penyelenggaraan Teknologi Tepat Guna (TTG) ke-20 Tingkat Provinsi Banten Tahun 2026 di Kabupaten Tangerang ini berpedoman pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 20 Tahun 2010 tentang Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengelolaan Teknologi Tepat Guna. Kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Tangerang sebagai tuan rumah tahun ini merupakan buah manis dari prestasi gemilang pada tahun sebelumnya, di mana Kabupaten Tangerang sukses meraih juara umum di ajang yang sama.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Banten, Gunawan Rusminto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tahunan ini. Ia menekankan bahwa ajang TTG bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum penting untuk menampilkan hasil karya, kreativitas, dan inovasi nyata dari masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
"Apresiasi tinggi kami sampaikan kepada seluruh pihak yang berpartisipasi, di mana kegiatan ini menjadi bukti nyata kreativitas masyarakat desa dalam melahirkan inovasi yang solutif," ujar Gunawan.
Ia juga berpesan kepada seluruh peserta untuk menerapkan tiga hal penting yaitu manfaatkan hasil TTG seluas-luasnya, Kembangkan kreativitas tanpa henti, serta sebarkan kebaikan inovasi tersebut demi kemajuan bersama.
"Kita datang di ruangan ini tidak hanya sekedar menggelar kegiatan, melainkan bagaimana kita mewujudkan kreasi dan inovasi desa untuk ditampilkan saat ini. Desa yang maju bukan yang banyak gedungnya, tetapi bagaimana desa mampu menyelesaikan permasalahan dengan inovasi yang dimiliki demi kemajuan masyarakat" Gunawan menambahkan.
Sementara itu, Asisten Daerah (Asda) II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Tangerang, H. Syaifullah, yang hadir mewakili Bupati Tangerang, menyampaikan rasa bangga dan sambutan hangat kepada seluruh kontingen, perwakilan inovator, serta tamu undangan dari berbagai kabupaten/kota se-Provinsi Banten. Beliau mengapresiasi semangat para peserta yang hadir untuk memamerkan karya terbaik mereka, sekaligus menegaskan bahwa kehadiran para inovator ini merupakan motor penggerak utama dalam memajukan kemandirian ekonomi daerah melalui pemanfaatan teknologi tepat guna yang aplikatif bagi masyarakat.
"Atas nama pemerintah Kabupaten Tangerang, kami menyambut baik dan mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta Gelar TTG ke-20 Tingkat Provinsi Banten di Kabupaten Tangerang. Kegiatan ini adalah ajang promosi yang luar biasa untuk menunjukkan bahwa setiap daerah memiliki keunggulan dan inovasi terbaiknya," ungkap H. Syaifullah.
Beliau juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program-program pemberdayaan masyarakat, termasuk dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional melalui optimalisasi teknologi tepat guna di akar rumput.
"Melalui Gelaran TTG ke-20 ini, kami berharap lahir karya-karya inovatif baru yang tidak hanya mandiri secara teknologi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi peningkatan ekonomi kerakyatan serta kesejahteraan masyarakat desa di Provinsi Banten," pungkas H. Syaifullah.
Sebagau informasi, Gelaran TTG ke-20 ini diisi dengan pameran produk unggulan Bumdes serta perlombaan yang terbagi ke dalam tiga kategori utama, yaitu Kategori Inovasi Teknologi Tepat Guna, Kategori TTG Unggulan, dan Kategori Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek) Berprestasi. Seluruh proses penilaian dilakukan oleh dewan juri yang kompeten dari Kementerian Desa, BRIN, serta Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta).
Rangkaian acara ini akan ditutup dengan puncak perayaan berupa pengumuman pemenang dan penyerahan piala bergilir Gubernur Banten pada Kamis, (03/09/2026), di mana juara pertama tingkat provinsi nantinya juga berkesempatan untuk mewakili Provinsi Banten di ajang TTG tingkat nasional. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Program Beasiswa Tangerang Gemilang yang digulirkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang membantu mahasiswa dari keluarga kurang mampu melanjutkan pendidikan tinggi dan mengejar cita-cita. Tahun ini, sebanyak 1.075 mahasiswa menerima manfaat Program Beasiswa Tangerang Gemilang. Jumlah tersebut terdiri atas 417 mahasiswa baru, 604 mahasiswa aktif, dan 54 mahasiswa semester akhir.
Salah satu penerima beasiswa, Siti Fadila atau Dila asal Kecamatan Rajeg, mengaku sangat terbantu dengan program tersebut. Mahasiswa Universitas Prasetiya Mulya jurusan Product Design Innovation itu sebelumnya sempat kebingungan menentukan perguruan tinggi yang sesuai.
Dila mengaku telah mencoba mendaftar ke sejumlah perguruan tinggi, tetapi belum memperoleh kesempatan. Ia kemudian mendapatkan informasi mengenai Beasiswa Tangerang Gemilang dari gurunya hingga akhirnya berhasil melanjutkan pendidikan.
"Saya sangat terbantu dengan adanya program Beasiswa Tangerang Gemilang. Sebelumnya saya sempat bingung mendaftar kuliah di mana, sampai akhirnya mendapat informasi dari guru dan alhamdulillah bisa mendapatkan beasiswa ini," ungkap Dila saat mengikuti kegiatan Orientasi dan Pembekalan Penerima Beasiswa Tangerang Gemilang di Hotel Yasmin, Kecamatan Curug, Selasa (1/9/2026).
Dila memilih jurusan Product Design Innovation karena ingin mewujudkan cita-citanya menjadi desainer. Kecintaannya terhadap gambar sejak kecil mendorongnya untuk memperdalam ilmu dan keterampilan di bidang desain.
"Sejak kecil saya memang bercita-cita menjadi desainer. Saya juga suka menggambar dan ingin mendalami ilmu desain. Karena itu, saya merasa jurusan ini sesuai dengan minat dan cita-cita saya," tuturnya.
Dila berharap ilmu yang diperolehnya dapat digunakan untuk memberikan kontribusi bagi Indonesia. Menurutnya, bidang desain akan semakin dibutuhkan seiring perkembangan zaman dan memiliki peluang besar untuk berkontribusi di masa depan.
"Harapan saya bisa menjadi desainer yang baik dan berkontribusi untuk negara. Menurut saya, desain akan semakin dibutuhkan di masa depan, sehingga saya ingin ilmu yang saya dapat bisa memberikan manfaat bagi Indonesia," ujarnya.
Hal serupa disampaikan Rifka Nesa Wijaya atau Nesa, asal Kecamatan Sepatan, yang juga merupakan mahasiswa Universitas Prasetiya Mulya jurusan Product Design Innovation sekaligus penerima Beasiswa Tangerang Gemilang.
Nesa menilai program tersebut sangat membantu mahasiswa dalam melanjutkan pendidikan tinggi. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Tangerang atas dukungan yang diberikan melalui program tersebut.
"Terima kasih kepada Bapak Bupati Tangerang atas beasiswa yang telah diberikan. Program ini sangat membantu kami untuk melanjutkan kuliah dan mengejar cita-cita. Saya berharap program ini terus berjalan karena masih banyak yang membutuhkan," ungkap Nesa.
Dila dan Nesa berharap semakin banyak generasi muda Kabupaten Tangerang mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi melalui Program Beasiswa Tangerang Gemilang. Mereka menilai dukungan pendidikan menjadi salah satu langkah penting dalam mempersiapkan generasi unggul yang mampu bersaing di masa depan.
Program Beasiswa Tangerang Gemilang merupakan bantuan biaya pendidikan tinggi dari Pemkab Tangerang bagi masyarakat berpenghasilan rendah atau keluarga kurang mampu. Program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam mendorong pemerataan akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Dalam pelaksanaannya, Pemkab Tangerang bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi negeri dan swasta, di antaranya Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Institut Pertanian Bogor (IPB), Prasetiya Mulya, Swiss German University (SGU), serta sejumlah perguruan tinggi lainnya di wilayah Tangerang Raya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id — PT BPR Kerta Raharja Gemilang terus mendorong kemudahan akses permodalan bagi pelaku usaha mikro melalui program Gebyar UMKM Tangerang Gemilang.
Sosialisasi program tersebut digelar di Aula KH. Achmad Solehudin, Cilongok, Kecamatan Pasar Kemis, khususnya kepada para pelaku usaha, Selasa (01/09/2026).
Kegiatan sosialisasi dihadiri sejumlah pelaku usaha yang berada di wilayah Cilongok dan sekitarnya. Dalam kesempatan tersebut, pihak BPR Kerta Raharja Gemilang memberikan informasi secara langsung mengenai program Kredit Mikro Raharja, termasuk berbagai kemudahan serta promo yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha mikro untuk menambah modal maupun mengembangkan usahanya.
Kepala bagian Operasional pada BPR Kerta Raharja Gemilang, Abdul Ghani, mengatakan, program Gebyar UMKM Tangerang Gemilang merupakan salah satu upaya untuk memberikan kemudahan akses permodalan kepada masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro yang membutuhkan tambahan modal usaha.
“Program Gebyar UMKM Kabupaten Tangerang ini kami hadirkan untuk mempermudah akses permodalan bagi pelaku usaha. Calon nasabah dapat memperoleh fasilitas kredit dengan suku bunga promo sebesar 0,5 persen per bulan dengan jangka waktu hingga 12 bulan,” ujar Abdul Ghani.
Menurutnya, program tersebut diharapkan dapat membuka kesempatan yang lebih luas bagi pelaku UMKM untuk memperoleh permodalan dengan bunga yang ringan dan mekanisme yang lebih mudah, sehingga mereka dapat menjalankan usaha secara lebih produktif.
“Kami berharap program ini dapat meringankan beban pelaku usaha sekaligus membantu mereka menambah modal untuk meningkatkan produktivitas dan mengembangkan usahanya,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua satgas Renternir, M. Mahrusillah menyambut baik kegiatan sosialisasi tersebut. Menurutnya, informasi mengenai akses permodalan yang legal dan terjangkau sangat penting bagi pelaku usaha, terutama untuk mencegah masyarakat terjerat praktik pinjaman dari pihak yang tidak resmi atau rentenir.
“Sosialisasi ini sangat penting bagi para pelaku usaha di lingkungan kami. Kehadiran program dari BPR Kerta Raharja Gemilang menjadi solusi yang baik bagi mereka yang membutuhkan tambahan modal, sehingga tidak harus mencari permodalan melalui rentenir,” ungkapnya.
Ia menuturkan, selama ini masih terdapat pelaku usaha yang memperoleh permodalan melalui lembaga atau pihak yang tidak resmi. Kondisi tersebut terkadang menimbulkan keresahan, terutama karena mekanisme penagihan yang tidak memberikan rasa aman kepada masyarakat.
“Kami melihat masih ada beberapa pelaku usaha yang mendapatkan permodalan dari lembaga yang tidak resmi. Pada akhirnya, hal tersebut dapat menimbulkan keresahan, salah satunya dalam proses penagihan,” katanya.
Lebih lanjut, ia berharap sosialisasi tersebut tidak berhenti pada penyampaian informasi, tetapi dapat menjadi pintu bagi semakin banyak pelaku UMKM di wilayah Cilongok untuk mendapatkan akses pembiayaan yang aman, terjangkau, dan sesuai dengan kebutuhan usaha.
“Harapannya, dengan akses modal yang tepat, usaha masyarakat dapat berkembang, produktivitas meningkat, dan pada akhirnya turut memperkuat perekonomian masyarakat di Kabupaten Tangerang,” pungkasnya. (Red)