Tangerang, lensatokus.id – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tangerang menyelenggarakan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 PMI yang dirangkaikan dengan peluncuran inovasi Pelayanan JEK-DON (Ojek Donor) Terintegrasi. Acara tersebut diselenggarakan di Aula Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Tangerang, Selasa (15/09/2026).
Peringatan HUT Ke-81 ini menjadi momentum penting bagi PMI Kabupaten Tangerang untuk terus merefleksikan dan meningkatkan peran aktifnya dalam bidang kemanusiaan. Kehadiran inovasi JEK-DON Terintegrasi pada perayaan tahun ini menegaskan komitmen PMI dalam memberikan pelayanan ketersediaan darah yang semakin optimal kepada masyarakat.
Terobosan inovatif yang diinisiasi oleh PMI Kabupaten Tangerang ini tidak hanya menjadi capaian membanggakan di tingkat daerah, melainkan turut mendapat sorotan positif dan apresiasi tinggi dari jajaran pengurus pusat. Ketua Bidang Pengembangan Unit Donor Darah PMI Pusat, Linda Lukitasari Waseso, yang hadir secara langsung, menyampaikan rasa bangga sekaligus apresiasi mendalam atas langkah progresif yang diwujudkan jajaran pengurus PMI Kabupaten Tangerang.
"Kami dari PMI Pusat sangat mengapresiasi dan menyambut baik peluncuran JEK-DON Terintegrasi ini. Inovasi yang dilahirkan oleh PMI Kabupaten Tangerang membuktikan komitmen kemanusiaan yang sangat kuat dalam mempermudah akses layanan darah. Harapan kami, sistem terintegrasi ini dapat menjadi percontohan atau role model bagi UDD PMI di daerah lain di Indonesia," ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Tangerang yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang sekaligus Ketua PMI Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, dalam sambutannya memaparkan secara langsung pencapaian serta inovasi kepalangmerahan di wilayahnya. Ia menjelaskan bahwa JEK-DON (Ojek Donor) merupakan layanan pengantaran darah terintegrasi untuk mempercepat penanganan medis.
"Hari ini kita menyelenggarakan acara dalam rangka menyongsong HUT Ke-81 PMI, sekaligus launching pelayanan JEK-DON atau Ojek Donor, yaitu pelayanan pengantaran darah ke rumah sakit atau klinik terdekat dari kantor PMI. Perayaan ini kita selenggarakan dengan sederhana namun penuh khidmat, untuk melihat bagaimana pelayanan donor darah di PMI Kabupaten Tangerang semakin berkembang," jelasnya.
Lebih lanjut, ia memaparkan lompatan pencapaian yang berhasil diwujudkan oleh UDD PMI Kabupaten Tangerang dalam memenuhi kebutuhan kantong darah masyarakat, yang bermula dari digitalisasi sistem sejak delapan tahun silam.
"Bermula dari sekitar 8 tahun yang lalu, kita membangun sebuah aplikasi Sistem Donor Darah Indonesia atau SiDoni. Jika dulu kita baru bisa menghasilkan sekitar 2.000 kantong darah, hari ini alhamdulillah sekitar 7.500 kantong darah setiap bulannya bisa kita hasilkan dan distribusikan ke 95 rumah sakit serta klinik yang tersebar di wilayah Tangerang Raya," paparnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Pemkab Tangerang akan senantiasa memberikan dukungan penuh terhadap berbagai program yang dijalankan. Ia juga menaruh harapan besar agar PMI terus konsisten memegang teguh amanah kemanusiaan dan menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang, kami mengucapkan Selamat HUT Ke-81 untuk PMI. Harapan kami ke depan, PMI Kabupaten Tangerang tetap penuh amanah mendistribusikan darah bagi yang membutuhkan, mengingat darah belum bisa diproduksi di pabrik dan harus dikelola secara bijak dari tubuh kita sendiri," tutupnya. (Red)
Tigaraksa, lensafokus.id – Sebagai wujud kepedulian sosial terhadap masyarakat, Kapolsek Tigaraksa AKP H. Iwan Wahyudi, S.H. menghadiri kegiatan Serah Terima Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) KPS Tigaraksa Kabupaten Tangerang Tahun 2026, yang dilaksanakan pada hari Senin, 14 September 2026, bertempat di Kp. Bendungan RT 02/02, Desa Cileles, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek Tigaraksa AKP H. Iwan Wahyudi, S.H. bersama unsur Forkopimcam Tigaraksa, Pemerintah Desa Cileles, KPS Tigaraksa, TNI-Polri serta masyarakat turut menyaksikan proses serah terima bantuan RTLH kepada 35 warga penerima manfaat.
Hadir dalam kegiatan tersebut H. Cucu Abdurrosied, S.H., S.IP., M.Si. selaku Camat Tigaraksa, AKP H. Iwan Wahyudi, S.H. selaku Kapolsek Tigaraksa, Bpk. Amanta selaku Kepala Desa Cileles, Bpk. Mad Yunus selaku Ketua KPS Tigaraksa, Bpk. Iyan selaku Ketua BPD Cileles, serta 35 warga penerima RTLH.
Turut hadir Aipda Bayu selaku Bhabinkamtibmas Desa Cileles dan Sertu Ubay selaku Babinsa Desa Cileles.
Kegiatan serah terima RTLH tersebut merupakan bentuk kepedulian dan perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya warga yang sebelumnya menempati rumah dengan kondisi tidak layak huni. Dengan adanya program tersebut, diharapkan warga penerima manfaat dapat menempati rumah yang lebih layak, aman, nyaman dan sehat.
Kapolsek Tigaraksa AKP H. Iwan Wahyudi, S.H. menyampaikan bahwa Polri mendukung setiap kegiatan positif yang memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Semoga bantuan RTLH yang diterima oleh 35 warga dapat memberikan manfaat dan meningkatkan kenyamanan serta kesejahteraan masyarakat,” ujar Kapolsek Tigaraksa.
Kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergitas antara TNI-Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, KPS Tigaraksa dan masyarakat dalam membangun kepedulian sosial serta menciptakan lingkungan masyarakat yang aman, nyaman dan sejahtera.
Selama kegiatan berlangsung, Serah Terima RTLH KPS Tigaraksa Kabupaten Tangerang Tahun 2026 berjalan dengan aman, tertib dan lancar. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id — Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Tangerang terus memperkuat upaya penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja dan calon pengantin (catin) sebagai bagian dari pembangunan keluarga yang berkualitas.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Perkawinan Mandiri yang diselenggarakan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pasar Kemis, Selasa (15/09/26)
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari DPPKB Kabupaten Tangerang dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang. Sebanyak 30 calon pengantin mengikuti kegiatan yang memberikan pembekalan mengenai berbagai aspek kehidupan berkeluarga, mulai dari kesiapan mental dan emosional, komunikasi dalam rumah tangga, perencanaan kehidupan keluarga, hingga pentingnya menjaga kesehatan sebelum dan setelah pernikahan.
Nia Kurnia pemateri dari DPPKB Kabupaten Tangerang menyampaikan, bahwa kesiapan menikah tidak hanya berkaitan dengan kesiapan administrasi maupun pelaksanaan akad, namun juga menyangkut kesiapan pasangan dalam menjalani kehidupan rumah tangga.
Menurutnya, calon pengantin perlu memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup agar mampu membangun keluarga yang harmonis, man+diri, sehat, serta memiliki perencanaan yang baik.
“ Calon pengantin perlu memahami bagaimana membangun komunikasi yang sehat, merencanakan kehidupan keluarga, menjaga kesehatan, serta mempersiapkan diri menjadi orang tua yang bertanggung jawab,”ujar Nia Kurnia.
Selain itu Nia Kurnia, juga memberikan pemahaman kepada para calon pengantin mengenai pentingnya pencegahan stunting yang harus dimulai sejak sebelum pernikahan. Pencegahan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab ketika anak sudah lahir, tetapi perlu dipersiapkan sejak pasangan merencanakan kehidupan berkeluarga. Kesiapan kesehatan calon ibu dan calon ayah, pemenuhan gizi, pola hidup sehat, serta perencanaan kehamilan menjadi bagian penting dalam upaya melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas.
“Calon pengantin perlu memahami bahwa kesehatan dan kecukupan gizi pasangan akan menjadi bagian dari kesiapan membangun keluarga dan mempersiapkan generasi berikutnya,” ujar Nia Kurnia.
Dikesempatan yang sama Yoga salah seorang calon pengantin yang mengikuti kegiatan tersebut mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru mengenai kehidupan berkeluarga. Menurutnya, bimbingan perkawinan memberikan gambaran bahwa membangun rumah tangga membutuhkan kesiapan dari berbagai sisi, termasuk komunikasi, kesehatan, pengelolaan kehidupan keluarga, serta kesiapan menjadi orang tua.
“Bimbingan ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai calon pengantin. Banyak hal yang sebelumnya belum kami pahami menjadi lebih jelas, sehingga kami merasa lebih siap untuk menjalani kehidupan setelah menikah,”tuturnya.
Melalui kegiatan tersebut, DPPKB Kabupaten Tangerang bersama KUA dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan kualitas penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja dan calon pengantin. Pembekalan sejak sebelum pernikahan diharapkan mampu melahirkan keluarga yang sehat, harmonis, tangguh, dan berkualitas sebagai fondasi penting dalam mewujudkan generasi Kabupaten Tangerang yang unggul di masa mendatang. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id — Pemerintah Kabupaten Tangerang terus menggencarkan upaya stabilisasi harga pangan serta pengendalian inflasi di daerah. Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, hadir secara langsung memantau pelaksanaan program Warung Tekan Inflasi (Warteksi) Gemilang Triwulan III Tahun 2026 yang diselenggarakan di wilayah Kecamatan Panongan, Selasa (15/9/2026).
Bupati Maesyal Rasyid, mengatakan Warteksi merupakan program rutin Pemerintah Kabupaten Tangerang yang dilaksanakan empat kali dalam setahun. Melihat tingginya animo masyarakat bahkan memunculkan permohonan agar frekuensi dapat ditambah dan jenis kebutuhan pokok yang dijual lebih bervariasi
“Alhamdulillah, kami bersama dengan Pak Asisten II, bersama dengan Bapak Kepala Dinas dan Staf Ahli, juga dengan Pak Camatnya, bahkan lurahnya juga hadir, untuk melaksanakan program tahunan, yaitu Warteksi atau Warung Tekan Inflasi tahun 2026. Kita laksanakan program ini setahun empat kali, dan tadi ada keinginan dari masyarakat supaya ditambah porsinya,” ujar Bupati Maesyal.
Melalui program tersebut, masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga jauh lebih terjangkau dibandingkan harga di pasaran. Delapan komoditas yang tersedia pada Warteksi Triwulan III tersebut meliputi:
Beras premium 2 kilogram: Rp7.000
Gula pasir: Rp12.000
Minyak goreng: Rp13.500
Bawang merah: Rp20.000
Bawang putih: Rp20.000
Cabai merah keriting: Rp25.000
Cabai rawit merah: Rp50.000
Cabai rawit hijau: Rp30.000
Bupati Maesyal menjelaskan, selisih harga tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Beras premium 2 kilo yang harusnya dibeli masyarakat di pasaran Rp30.200, di sini hanya Rp7.000. Alhamdulillah, dengan program Warteksi ini bisa meringankan beban masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, delapan komoditas tersebut tersedia dengan stok yang mencukupi dan merupakan kebutuhan yang banyak diminati masyarakat. Ke depan, Pemerintah Kabupaten Tangerang juga akan mengupayakan penambahan variasi komoditas, seperti telur dan ayam potong, sesuai dengan aspirasi warga serta kemampuan keuangan daerah.
“Nanti kita usahakan di Triwulan IV bisa lebih bervariasi jenis kebutuhan pokok yang dijual oleh Warteksi ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Mudah-mudahan ini bisa berjalan sampai akhir tahun dan tahun berikutnya kita usahakan bisa bertambah sesuai kemampuan keuangan daerah,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tangerang, Resmiyati Marningsih, mengatakan pelaksanaan Warteksi Triwulan III Tahun 2026 digelar di dua lokasi, yakni Kecamatan Panongan dan Gerai Tangerang Gemilang. Menurutnya, antusiasme masyarakat sangat tinggi karena subsidi yang diberikan Pemerintah Daerah membuat harga delapan komoditas tersebut jauh lebih terjangkau.
“Antusias warga luar biasa. Masing-masing harga ini subsidi dari pemerintah daerah bervariasi, tapi cukup besar. Seperti beras premium cukup dibayar Rp3.500 perkilo, kami jual di sini 2 kilo, jadi cukup dibayar masyarakat Rp7.000 saja,” ujar Resmiyati.
Ia menjelaskan, program tersebut merupakan salah satu langkah Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam menjaga inflasi dan memastikan kebutuhan pokok tetap dapat dijangkau masyarakat. Selain membantu meringankan pengeluaran rumah tangga, Warteksi juga diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat melalui ketersediaan bahan pokok dengan harga yang stabil dan terjangkau.
“Harapannya adalah yang pertama terjadi kestabilan harga. Kita tujuannya adalah menjaga inflasi, jadi kita harapkan dengan kegiatan ini harga tetap stabil dan terjangkau, serta daya beli masyarakat meningkat. Artinya, masyarakat bisa membeli kebutuhan pokok delapan komoditi ini dengan harga murah,” pungkasnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang terus memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui Program Wirausaha Baru (WUB). Sebanyak 12 kelompok wirausaha yang terdiri dari 48 penerima manfaat dari tiga kecamatan menerima bantuan peralatan usaha dari Pemkab Tangerang, Selasa (15/9/26).
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid menekankan bahwa bantuan peralatan usaha yang diberikan pemerintah bukan sekadar bantuan, tetapi harus dimanfaatkan sebagai modal awal untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
“Bantuan peralatan usaha ini jangan hanya dilihat sebagai bantuan semata, melainkan sebagai modal awal untuk membangun kemandirian ekonomi. Saya berharap peralatan yang diterima dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya, dirawat, dan dipergunakan untuk meningkatkan produktivitas serta kualitas usaha secara berkelanjutan,” ujar Bupati Maesyal Rasyid
Ia berpesan kepada para wirausahawan baru penerima manfaat agar terus meningkatkan keterampilan dan melakukan inovasi agar usaha yang dijalankan mampu berkembang dan memiliki daya saing. Pelaku usaha barista didorong untuk mengolah kopi berkualitas dan menghadirkan produk yang mampu bersaing. Sementara pelaku usaha las listrik diingatkan untuk mengutamakan keselamatan kerja serta menjaga kualitas layanan, sedangkan kelompok usaha penjahit alas kaki diharapkan terus berkreasi untuk meningkatkan kualitas dan nilai jual produknya.
“Dengan semakin banyaknya masyarakat yang memiliki usaha dan penghasilan yang mandiri, perekonomian daerah kita akan semakin kuat. Ini sejalan dengan komitmen Pemkab Tangerang untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan berdaya saing,” tegasnya.
Lanjut dia, keberhasilan program pemberdayaan masyarakat tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah, tetapi juga pada kemauan penerima manfaaat untuk terus mengembangkan keterampilan, menjaga kualitas produk, membangun jejaring usaha, dan memanfaatkan peluang pasar yang ada
"Saya apresiasi kepada Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang beserta jajaran, Forkopimcam, serta Pemerintah Desa/Kelurahan yang telah mendukung pelaksanaan Program Wirausaha Baru tersebut," ujarnya.
Adapun bantuan tersebut diberikan kepada 12 kelompok WUB pada tiga bidang keahlian dengan rincian: 4 kelompok usaha las listrik dengan 16 penerima dari Desa Kadu Jaya, Kecamatan Curug, 4 kelompok usaha barista dengan 16 penerima dari Kelurahan Mekar Bakti, Kecamatan Panongan; serta 4 kelompok usaha menjahit alas kaki dengan 16 penerima dari Desa Sentul, Kecamatan Balaraja. (Red)
Kota Tangerang, lensafokus.id - Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang mendukung penuh gelaran Kejuaraan Gymnastics Kota Tangerang Open 3 Tahun 2026 yang memperebutkan total hadiah sebesar Rp19 juta. Sebanyak 500 peserta dijadwalkan bertanding dalam kategori Artistik dan Aerobik Gymnastics pada 25–30 September 2026.
Ajang yang terbuka untuk umum ini mencatatkan lonjakan partisipasi pada pelaksanaan tahun pertamanya hingga memasuki tahun ketiga penyelenggaraan ini dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang Kaonang menuturkan, komitmen Pemkot Tangerang dalam memfasilitasi wadah kompetisi yang sehat dan berkelanjutan bagi para atlet muda.
"Kehadiran 500 peserta menunjukkan lonjakan yang sangat pesat dan menjadi bukti bahwa olahraga senam makin diminati. Kami berharap ajang ini dapat memotivasi para atlet muda untuk menunjukkan bakat terbaiknya,"tutur Kaonang.
Sementara itu, Ketua Gymnastic Kota Tangerang Sumarti, mengapresiasi tingginya antusiasme pendaftar dari berbagai tingkatan yang ikut berpartisipasi tahun ini.
"Tahun ini merupakan tahun ketiga pelaksanaan Gymnastics Kota Tangerang Open, dan jumlah 500 peserta ini meningkat sangat pesat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Dengan dibukanya kategori dari Level 1 sampai 5, Federasi Gymnastics Indonesia (FGI) Junior putra-putri, hingga Aerobik Gymnastic, kami optimistis kejuaraan ini mampu menjadi sarana pembinaan yang efektif serta melahirkan bibit-bibit atlet senam potensial," ungkap Sumarti.
Menurutnya, kejuaraan ini memperlombakan dua disiplin utama, yakni Aerobik Gymnastic serta Artistik Gymnastic putra-putri yang terbagi mulai dari Level 1 hingga 5 dan kategori FGI Junior.
"Kejuaraan ini diharapkan, tidak hanya menjadi ajang unjuk bakat dan prestasi, tetapi juga memperkuat posisi Kota Tangerang sebagai kota yang ramah dan berkomitmen terhadap kemajuan olahraga nasional, tutupnya. (Red)
Jakarta, lensafokus.id - Bupati Tangerang menghadiri, sekaligus menjadi narasumber acara Forum Koordinasi Penanganan Permukiman Kawasan Kumuh Terpadu yang digelar di Auditorium Soemitro Djojohadikusumo, Gedung B.J Habibie, Senin (14/09/26).
Dalam paparannya, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan bahwa penataan penanganan kawasan kumuh, khususnya wilayah pesisir memerlukan sinergi dan kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan dari seluruh stakholder, bukan hanya dari pemerintah pusat dan daerah namun juga lembaga, akademisi, swasta dan tentu saja masyarakat setempat.
"Keberhasilan penanganan kawasan kumuh, khususnya wilayah pesisir di Kabupaten Tangerang merupakan hasil sinergi dan kolaborasi, bukan hanya antara pemerintah pusat dan daerah, tapi juga melibatkan banyak pihak. Ada lembaga, institusi pendidikan, akademisi, swasta dan masyarakat itu sendiri terlibat langsung," ujar Bupati Maesyal Rasyid.
Ia menjelaskan bahwa di Desa Tanjung Anom Kec. Mauk tadinya ada sekitar 1,2 hektar wilayah yang sangat kumuh dan tidak tertata. Pemerintah daerah bersama berbagai pihak di antaranya Habitat for Humanity, Koperasi Mitra Dhuafa dan masyarakat nelayan setempat sepakat untuk bersama-sama menata dan membangun kawasan kumuh tersebut menjadi kawasan yang lebih baik dan nyaman.
"Berkat kerja sama dan kolaborasi dari banyak komponen yang memberikan perhatian serius kepada masyarakat nelayan setempat di Desa Tanjung Anom Kecamatan Mauk, sekarang sudah tidak kumuh lagi," ungkapnya.
Lanjut dia, sebagai bentuk komitmen nyata dan kehadiran kepada masyarakat nelayan, Pemkab Tangerang bekerja sama dengan koperasi dan lembaga Habitat for Humanity menata dan membangun kawasan kumuh tersebut menjadi 110 hunian dan memberikan pendampingan serta pelatihan kepada para nelayan.
"Saat ini, alhamdulillah sudah kita bangun lahan yang tadinya tidak produktif dan kumuh menjadi hunian yang sehat bagi para nelayan. Pemerintah daerah juga memberikan kontribusi dengan membangunkan jalannya, saluran airnya, penerangan jalan, juga diberikan kesempatan untuk pelatihan bagi istri para nelayan," jelasnya.
Bupati Tangerang menegaskan pemerintah daerah berkomitmen untuk terus hadir dan memberikan kontribusi terhadap masyarakat Desa Tanjung Anom. Sebagai bentuk implentasinya, Pemkab Tangerang telah menetapkan proram unggulan pembangunan daerah SELARAS (Sistem Lingkungan yang Aman, Ramah dan Berkesinambungan) yang fokus utamanya antara lain: pengelolaan sampah, pengendalian banjir dan pembangunan rumah layak huni.
"Kami sudah memiliki program unggulan pembangunan daerah terkait dengan lingkungan dan pemukiman yang berkesinambungan yaitu Sistem Lingkungan yang Aman, Ramah dan Berkesinambungan (SELARAS)," tuturnya.
Pihaknya berharap dengan dukungan dan kolaborasi lintas sektor yang kuat dan berkelanjutan, penataan kawasan pesisir Kab. Tangerang tidak hanya akan membuat kawasan yang lebih ramah lingkungan, aman, sehat dan nyaman, namun juga mampu mendorong kemandirian serta meningkatkan roda perekonomian masyarakat. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid Masjid meresmikan Masjid Jami Baiturrahman yang dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kampung Panggang, Desa Bunar, Kecamatan Sukamulya, Sabtu malam (12/9/26).
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menandaskan masjid tidak hanya sebagai tempat menjalankan ritual ibadah namun juga harus menjadi tempat pembentukan karakter dan benteng moral, spiritual generasi muda
"Masjid juga harus hadir sebagai pusat pendidikan Al-Qur’an bagi anak-anak, ruang memperkuat silaturahmi, sekaligus wadah membangun ukhuwah Islamiyah serta jadi benteng moral dan spiritual generasi muda di tengah masyarakat," ujar Bupati Maesyal Rasyid
Ia juga menegaskan bahwa keberadaan masjid harus memberikan manfaat yang lebih luas bagi kehidupan masyarakat. Membangun masjid merupakan langkah awal memakmurkan masjid dengan semangat kenersamaan dan kegotong royongan
“Membangun masjid adalah langkah awal yang sangat baik, tetapi memakmurkannya adalah tugas kita bersama selanjutnya dengan kebersamaan dan kegotong royongan,” tegasnya
Lanjut dia, momentum peresmian juga menjadi semakin istimewa karena bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Untuk itu, dia pun mengajak masyarakat untuk tidak hanya menjadikan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai tradisi tahunan, tetapi sebagai momentum untuk kembali meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar tradisi seremonial tahunan, melainkan momentum bagi kita untuk meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW,” ujarnya.
Mengakhiri sambutannya, Bupati Maesyal mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat, panitia, DKM dan para donatur yang telah berkontribusi dalam pembangunan masjid. Menurutnya, berdirinya Masjid Jami Baiturrahman merupakan buah dari kerja sama dan niat tulus masyarakat Kampung Panggang.
"Mari kita jaga bersama kebersihan, kenyamanan dan keasrian Masjid Jami Baiturrahman ini. Saya berharap masjid ini terus menjadi pusat kegiatan keagamaan sekaligus memberikan keberkahan bagi masyarakat dan Kabupaten Tangerang, pungkasnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid secara resmi membuka turnamen Catur U17 Putra/Putri Tingkat Kabupaten Tangerang di Kawasan Pasar Modern Paramount Petals Kec. Curug,Sabtu (12/9/26).
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid menegaskan bahwa pembinaan atlet agar mampu berprestasi tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan dan keterlibatan berbagai pihak, termasuk swasta dan masyarakat.
“Pemerintah tentu saja tidak bisa sendirian. Perlu peran serta masyarakat dan swasta untuk memfasilitasi para atlet muda agar bisa beraktivitas dan berprestasi,” ujar Bupati Maesyal.
Menurutnya, keterlibatan pihak swasta dalam mendukung kegiatan olahraga merupakan langkah positif. Kolaborasi tersebut dinilai dapat membuka ruang yang lebih luas bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi, mengikuti kompetisi, sekaligus mengejar prestasi.
"Kolaborasi ini sudah tentu mampu memberikan ruang yang lebih luas bagi generasi muda, khususnya para atlet potensial untuk dapat mengembangkan diri, kompetisi dan mengejar prestasi, seperti turnamen Catur U-17 yang juga bagian dari proses pembinaan dan pencarian bibit atlet catur muda Kabupaten Tangerang," ungkapnya
Bupati Maesyal menilai olahraga catur memiliki nilai strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Catur membutuhkan kecerdasan, konsentrasi, ketelitian, kesabaran, serta kemampuan menyusun strategi. Nilai-nilai tersebut penting untuk membentuk generasi yang tangguh, disiplin, kritis, dan bijaksana dalam mengambil keputusan.
Karena itu, ia meminta para peserta tidak hanya menjadikan kemenangan sebagai satu-satunya tujuan. Setiap pertandingan harus dimanfaatkan untuk belajar, meningkatkan kemampuan, dan memperkaya pengalaman.
“Jangan hanya berorientasi pada kemenangan, tetapi jadikan setiap pertandingan sebagai kesempatan untuk belajar, meningkatkan kemampuan, serta menambah pengalaman,” pesannya.
Ia berharap kolaborasi seluruh pihak dalam pembinaan olahraga semakin kuat sehingga dapat melahirkan atlet-atlet catur muda potensial dari Kabupaten Tangerang. Mereka diharapkan tidak hanya berprestasi di tingkat daerah, tetapi mampu bersaing dan mengharumkan nama Kabupaten Tangerang di tingkat Provinsi Banten, nasional, bahkan internasional.
"Kami sangat mengapresiasi kolaborasi ini. Pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan terhadap pembinaan olahraga dan generasi muda sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang unggul, sehat, berkarakter, dan berdaya saing," ujarnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang terus menggalakkan program deteksi dini untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Salah satunya diwujudkan melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar di Aula Kecamatan Pagedangan pada Jumat (11/09/2026), dengan jumlah peserta yang melampaui target sasaran.
Pelaksanaan layanan CKG di Kecamatan Pagedangan turut ditinjau langsung oleh Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang. Kehadiran jajaran Pimpinan Daerah dan Dinas Kesehatan ini menegaskan komitmen bersama dalam memastikan pelayanan kesehatan primer berjalan optimal hingga ke tingkat kecamatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr. Hendra Tarmizi, menyampaikan bahwa kegiatan pelayanan kesehatan ini mendapat antusiasme yang tinggi. Dari target awal sebanyak 400 orang warga sasaran di Kecamatan Pagedangan, jumlah peserta yang hadir dan terlayani mencapai 429 orang.
"Tujuannya adalah untuk melakukan deteksi dini. Sehingga, jika ditemukan ada bibit penyakit atau gangguan kesehatan sedikit saja, cepat kita obati, cepat kita lakukan pencegahan, dan tetap bisa minum obat untuk terapi sehingga tidak terjadi komplikasi yang tidak kita inginkan," ujar dr. Hendra Tarmizi.
Ia juga menjelaskan bahwa upaya deteksi dini ini dinilai sangat krusial oleh Dinkes Kabupaten Tangerang. Selain pemeriksaan penyakit tidak menular dasar seperti batuk, hipertensi, dan diabetes, program kesehatan yang berjalan saat ini juga difokuskan pada deteksi penyakit menular melalui rontgen paru-paru untuk Tuberkulosis (TBC).
"Secara makro, intervensi dan deteksi dini dari Dinkes juga sukses menekan Angka Kematian Ibu (AKI) di Kabupaten Tangerang yang angkanya terus menunjukkan penurunan signifikan sejak tahun 2024," jelasnya.
Lebih lanjut, dr. Hendra mengimbau agar kesadaran akan pentingnya deteksi dini kesehatan tidak hanya bergantung pada acara seremonial semata. Masyarakat diharapkan proaktif memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang ada secara berkala.
"Kami berharap nanti masyarakat minimal satu kali setahun tetap melaksanakan program cek kesehatan gratis ini. Walaupun boleh tiga bulan sekali atau enam bulan sekali. Tujuannya agar penyakit yang ada bisa cepat terdeteksi, aktivitas tidak terganggu, dan derajat kesehatan masyarakat terus meningkat," tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Kesehatan terus berkomitmen untuk mengoptimalkan pelayanan di setiap puskesmas, rumah sakit umum daerah, hingga bermitra dengan rumah sakit swasta guna memastikan seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Tangerang mendapatkan pelindungan kesehatan yang berkualitas. (Red)