Wabup Intan Lepas Kontingen FORPROV II Banten Kabupaten Tangerang

Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah melepas Kontingen Festival Olahraga Masyarakat (FORPROV) II Banten Kabupaten Tangerang Tahun 2026 yang digelar di Gedung Graha Pemuda, Jumat (06/11/26)

Dalam sambutannya, Wabup Intan yang juga Ketua KORMI Kab. Tangerang menekankan kepada seluruh anggota kontingen FORPROV agar terus menjaga semangat kebersamaan, keberanian dan mental dalam setiap pertandingan serta tidak menyia-nyiakan pengorbanan yang telah dilakukan

"Bukan piala biasa yang akan kita bawa pulang, tapi bukti nyata dari keringat, latihan keras, dan mental baja anak-anak kita. Ini membuktikan bahwa tradisi bangsa, semangat kebersamaan, dan daya juang orang Kabupaten Tangerang itu tidak ada tandingannya," tegas Wabup Intan

Menurut dia, olahraga rekreasi dan olahraga tradisional ini punya kekuatan magis yang bisa menyatukan masyarakat tanpa sekat. Tua, muda, anak-anak, semua lebur jadi satu, ketawa bersama, bergerak bersama, sehat bersama. Peran KORMI bersama pemerintah daerah terus memastikan masyarakat bukan hanya hidup, tapi benar-benar menikmati hidup dengan sehat dan gembira.

"Daerah yang maju itu bukan hanya dilihat dari gedung-gedungnya yang tinggi, atau jalan-jalannya yang lebar. Tapi dilihat dari seberapa ceria warganya, seberapa bugar tubuhnya, dan seberapa kuat jiwa sportivitasnya," tandasnya

Wabup Intan juga berpesar agar para atlet, pelatih dan ofisial untuk berani berjuang dan menjunjung tinggi sportivitas serta mampu bersikap ksatria dalam setiap pertandingan

"Berikan yang terbaik. Tunjukkan kalau latihan berbulan-bulan itu tidak ada yang sia-sia. Kedua, junjung tinggi sportivitas. Menang itu bonus, tapi kehormatan dan sikap saling menghargai antar sesama itu adalah segalanya," serunya

Pihaknya juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya untuk para pelatih, orang tua, panitia, dan seluruh pihak yang tidak pernah lelah mendukung dunia olahraga rekreasi di Kabupaten Tangerang.

Ketua Kontingen FORPROV II Banten Kabupaten Tangerang, Untung Saputra melaporkan bahwa FORPROV II Banten tahun 2026 akan dilaksanakan di Kota Tangerang, pada tanggal 7-10 November 2026. Kabupaten Tangerang mengirimkan total sebanyak 448 orang pada ajang tersebut

"Kontingen Kabupaten Tangerang total berjumlah 448 orang, dengan rincian: 356 orang atlet dari 31 cabang olahraga, pelatih 62 orang, kemudian pengurus dan panitia monitoring dan evaluasi sebanyak 30 orang," ungkap Untung

Lanjut dia, kontingen Kabupaten Tangerang telah siap berjuang maksimal dan bertekad mempersembahkan yang terbaik untuk

Seluruh atlet dan pengurus yang tergabung dalam kontingen Kabupaten Tangerang telah melalui proses persiapan yang matang, penuh disiplin, serta kerja keras tanpa batas.

"Dengan moto, datang, bertanding dan menang. Kami bertekad untuk tidak sekadar hadir melawan tetapi membawa pulang medali emas sebanyak-banyaknya," ujarnya. (Red)

Bupati Tangerang Bersama Gubernur Banten Dampjngi AHY Tinjau Underpass Bitung, Progres Capai 70,7 Persen

TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid berdasa Gubernur Banten, Andra Soni mendampingi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang meninjau langsung progres pembangunan Underpass Bitung di Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Jumat (6/11/26).

Peninjauan tersebut turut dihadiri sejumlah anggota DPR RI dan DPRD, serta jajaran Kementerian Pekerjaan Umum. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung perkembangan pembangunan infrastruktur yang diharapkan menjadi solusi dalam mengurai kemacetan di kawasan Bitung yang selama ini menjadi salah satu titik kepadatan lalu lintas di Kabupaten Tangerang.

Dalam keterangannya, AHY menyampaikan bahwa progres pembangunan Underpass Bitung saat ini telah mencapai sekitar 70,7 persen dan berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Proyek tersebut ditargetkan selesai dan memasuki tahap serah terima pertama atau Provisional Hand Over (PHO)

"Intinya, hari ini kita melihat secara langsung proyek Underpass Bitung yang sudah dikerjakan. Sejauh ini progresnya kurang lebih 70,7 persen, sesuai dengan target atau timeline-nya. Insyaallah akan terus dikejar hingga tahun depan, Februari akan ada handover atau PHO," ujar AHY.

Dia menjelaskan, pembangunan Underpass Bitung merupakan proyek strategis dengan nilai anggaran sekitar Rp87 miliar. Panjang penanganan Underpass Bitung kurang lebih 350 meter, termasuk penataan jalan pendukung menuju underpass.

Menurut AHY, keberadaan underpass tersebut diharapkan mampu mengurai kemacetan secara signifikan. Bahkan, tingkat kemacetan yang selama ini berada pada angka mendekati 1 atau kategori macet parah ditargetkan dapat ditekan hingga angka 0,5.

"Ini penting sekali, sangat strategis, karena sudah terlalu lama masyarakat dan aktivitas ekonomi yang melewati jalur Bitung ini sangat terdampak akibat kemacetan. Perlu kita carikan solusi yang lebih permanen, salah satunya melalui pembangunan underpass," ungkapnya.

AHY menambahkan, kelancaran arus lalu lintas tidak hanya berdampak pada kenyamanan perjalanan masyarakat, tetapi juga berpengaruh terhadap produktivitas dan pertumbuhan ekonomi. Dengan kelancaran lalu lintas, distribusi barang dan logistik diharapkan menjadi lebih cepat, waktu tempuh perjalanan berkurang, serta aktivitas masyarakat, termasuk pekerja dan pelajar, semakin terbantu.

"Konektivitas merupakan urat nadi dari pertumbuhan ekonomi dan pada akhirnya kesejahteraan masyarakat. Ketika perjalanan yang sebelumnya satu jam bisa menjadi setengah jam, tentu akan ada peningkatan kapasitas perjalanan dan efek berganda bagi perekonomian," jelasnya.

Sementara itu, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang terus berkoordinasi dan siap berkolaborasi dengan pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Banten untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur, khususnya Underpass Bitung.

Menurut dia, pembangunan tersebut sangat penting bagi Kabupaten Tangerang karena berkaitan langsung dengan kelancaran konektivitas masyarakat, mobilitas kendaraan, serta aktivitas perekonomian di kawasan Bitung dan sekitarnya.

"Pemerintah Kabupaten Tangerang siap berkoordinasi dan berkolaborasi untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, khususnya Underpass Bitung ini. Kami berharap pembangunan ini dapat berjalan lancar, selesai sesuai target, dan segera memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan kelancaran konektivitas dan mengurangi kemacetan," ujar Maesyal Rasyid.

Pihaknya berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, serta seluruh pihak yang terlibat dapat terus diperkuat agar proses pembangunan berjalan sesuai jadwal dengan tetap memperhatikan kualitas pekerjaan dan keselamatan para pekerja. (Red)

Program Oplah Tingkatkan Produktivitas Lahan Non Rawa di Kabupaten Tangerang

Tangerang, lensafokus.id – Guna meningkatkan produktivitas lahan pertanian, khususnya lahan baku sawah (LBS) eksisting dan lahan non rawa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) melaksanakan kegiatan Optimalisasi Lahan (Oplah) Non Rawa yang menyasar enam kelompok tani (Poktan) penerima manfaat.

Lahan non rawa merupakan hamparan lahan pertanian yang tidak selalu tergenang air sepanjang tahun. Lahan ini dapat berupa lahan basah non rawa maupun lahan kering.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang, Ujang Sudiartono, menjelaskan bahwa kegiatan Optimalisasi Lahan Non Rawa merupakan program yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (Ditjen LIP) Kementerian Pertanian melalui dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026.

“Bentuk kegiatannya meliputi Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT), perbaikan sistem tata air dan pintu air, pembangunan irigasi perpompaan dan perpipaan, pembangunan jalan usaha tani, serta konservasi air,” ujar Ujang saat menghadiri acara lepas sambut dan serah terima jabatan di lingkungan DPKP Kabupaten Tangerang, Kamis (5/11).

Ia menambahkan, kegiatan Optimalisasi Lahan Non Rawa memiliki sejumlah manfaat, di antaranya meningkatkan Indeks Pertanaman (IP), meningkatkan hasil produksi pertanian, serta memperbaiki infrastruktur pengairan dan kondisi lahan. Dengan demikian, ketersediaan air untuk lahan pertanian dapat lebih terjaga sehingga risiko kekeringan maupun genangan air dapat diminimalkan.

Berdasarkan petunjuk teknis Kementerian Pertanian RI, pelaksanaan kegiatan optimalisasi lahan dilakukan oleh kelompok tani, gabungan kelompok tani (Gapoktan), Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A), maupun Brigade Pangan yang telah ditetapkan.

“Dalam program ini, seluruh kegiatan dilaksanakan dengan sistem swakelola oleh Unit Pengelola Kegiatan Kelompok (UPKK). Dana ditransfer langsung ke rekening kelompok melalui UPKK untuk selanjutnya dikelola dan digunakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Adapun luas lahan yang menjadi sasaran kegiatan Optimalisasi Lahan Non Rawa di Kabupaten Tangerang mencapai 245 hektare. Lahan tersebut tersebar di enam kelompok tani yang berada di Kecamatan Sindang Jaya, Rajeg, Kronjo, Kresek, dan Sukamulya

Berikut enam kelompok tani penerima manfaat kegiatan Optimalisasi Lahan (Oplah) Non Rawa di Kabupaten Tangerang:

Kelompok Tani Silih Asuh, Desa Sindang Asih, Kecamatan Sindang Jaya, dengan ketua kelompok H. Aca. Kegiatan yang dilaksanakan berupa Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT).

Kelompok Tani Sabrang Mandiri, Desa Badak Anom, Kecamatan Sindang Jaya, dengan ketua kelompok Warnoto. Kegiatan yang dilaksanakan berupa Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT).

Kelompok Tani Bunga Mekar, Desa Kubang, Kecamatan Sukamulya, dengan ketua kelompok Kartono. Kegiatan yang dilaksanakan berupa pembangunan sumur bor.

Kelompok Tani Mandiri Tani, Desa Kresek, Kecamatan Kresek, dengan ketua kelompok Maksudi. Kegiatan yang dilaksanakan berupa pembangunan sumur bor.

Kelompok Tani Pribumi III, Desa Lembangsari, Kecamatan Rajeg, dengan ketua kelompok Rusdi Wijaya. Kegiatan yang dilaksanakan berupa pembangunan irigasi perpipaan.

Kelompok Tani Blukbuk Luwung, Desa Blukbuk, Kecamatan Kronjo, dengan ketua kelompok Supiadi. Kegiatan yang dilaksanakan berupa pembangunan irigasi perpompaan.

Melalui program Optimalisasi Lahan Non Rawa ini, Pemkab Tangerang berharap produktivitas lahan pertanian semakin meningkat, infrastruktur pengairan semakin baik, serta ketersediaan air bagi petani dapat lebih terjamin guna mendukung peningkatan produksi pertanian dan ketahanan pangan daerah. (Red)

Dinas Perikanan Goes to School : Menumbuhkan Generasi Muda yang Produktif dan Berjiwa Entrepreneur di Sektor Perikanan

Tangerang, lensafokus.id – Dalam upaya memperkenalkan potensi dan peluang sektor perikanan kepada generasi muda, Dinas Perikanan Kabupaten Tangerang melaksanakan program Dinas Perikanan Goes to School yang menyasar 70 sekolah tingkat SMA dan SMK di wilayah Kabupaten Tangerang.

Program ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah untuk mendekatkan dunia pendidikan dengan sektor perikanan, sekaligus membuka wawasan para pelajar mengenai potensi ekonomi, peluang kerja, dan kewirausahaan di bidang perikanan.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tangerang, Rudi Hartono, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menyosialisasikan sektor perikanan, tetapi juga membangun motivasi dan minat generasi muda agar melihat perikanan sebagai sektor yang menjanjikan, inovatif, dan memiliki prospek ekonomi yang luas.

Menurutnya, terdapat dua fokus utama yang diperkenalkan dalam program ini, yaitu Perikanan Budidaya dan Pengolahan Hasil Perikanan.

Pada bidang perikanan budidaya, para siswa diperkenalkan dengan berbagai peluang usaha, mulai dari budidaya ikan air tawar, teknologi budidaya modern, hingga pengembangan usaha perikanan yang produktif dan berkelanjutan. Sementara itu, pada bidang pengolahan hasil perikanan, siswa dikenalkan dengan peluang meningkatkan nilai tambah produk ikan melalui inovasi, diversifikasi, pengemasan, dan pemasaran produk olahan.

"Melalui Dinas Perikanan Goes to School, kami ingin memberikan pemahaman kepada para siswa bahwa sektor perikanan bukan hanya tentang menangkap dan membudidayakan ikan. Lebih dari itu, perikanan memiliki rantai ekonomi yang panjang, mulai dari produksi, pengolahan, pemasaran, hingga peluang membangun usaha atau menjadi entrepreneur muda di bidang perikanan," ungkap Rudi Hartono.

Khusus pada pelaksanaan hari ini di SMKN 12 Kabupaten Tangerang, kegiatan diarahkan pada pengenalan dan praktik diversifikasi produk olahan hasil perikanan. Para siswa mendapatkan pembelajaran melalui penyampaian teori sekaligus praktik langsung membuat produk olahan ikan, yaitu pempek dan ekado.

Melalui metode pembelajaran yang interaktif dan aplikatif ini, para siswa diharapkan tidak hanya memahami pentingnya konsumsi ikan sebagai sumber protein hewani yang berkualitas, tetapi juga mampu melihat bahwa ikan dapat diolah menjadi berbagai produk makanan yang menarik, bernilai ekonomi, dan memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai usaha mandiri.

Kegiatan ini juga memiliki keterkaitan erat dengan upaya peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Tangerang, khususnya melalui peningkatan kualitas kesehatan dan gizi masyarakat. Peningkatan konsumsi ikan menjadi salah satu pendekatan penting dalam mendukung pemenuhan protein, omega-3, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan untuk pertumbuhan serta perkembangan generasi muda.

Dinas Perikanan Kabupaten Tangerang berharap program Goes to School dapat menjadi sarana edukasi sekaligus inspirasi bagi para pelajar untuk lebih mencintai produk perikanan lokal, meningkatkan budaya makan ikan, serta menumbuhkan kreativitas dan jiwa kewirausahaan sejak dini.

Melalui generasi muda yang gemar makan ikan, kreatif mengolah hasil perikanan, dan berani berwirausaha, Kabupaten Tangerang diharapkan mampu membangun sektor perikanan yang semakin maju, produktif, berdaya saing, serta berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Red)

DPKP Kabupaten Tangerang Bersama BRIN Uji Coba Teknologi AWD pada Lahan Sawah Seluas 1 Hektare di Desa Mekarjaya

TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melaksanakan tahapan lanjutan kegiatan demonstrasi plot (demplot) budi daya padi sawah di kawasan Desa Mandiri Pangan (Demapan), Desa Mekarjaya, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, Kamis (5/11/2026).

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang, Ujang Sudiartono, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pengembangan inovasi teknologi pertanian melalui kolaborasi dengan BRIN.

Ia mengatakan, tahapan kegiatan yang dilaksanakan meliputi pengukuran lahan dan pemetaan petakan sebagai dasar pelaksanaan Demplot Super Impose. Kegiatan tersebut juga mencakup pemetaan dosis pemupukan spesifik lokasi menggunakan drone berdasarkan hasil analisis citra digital.

"Selain itu, dilakukan pemasangan alat AWD (Alternate Wetting and Drying) sebagai instrumen untuk memantau kondisi air pada lahan sawah. Teknologi ini diharapkan dapat mendukung pengelolaan air irigasi yang lebih efektif dan efisien," jelasnya.

Menurutnya, tim BRIN juga melakukan aplikasi pupuk organik pada lahan demplot padi sawah sebagai bagian dari tahapan persiapan dan perlakuan budi daya.

Lebih lanjut, DPKP Kabupaten Tangerang turut melakukan koordinasi dengan UPT SDA V terkait ketersediaan dan kelancaran aliran air irigasi untuk memenuhi kebutuhan pengairan lahan demplot.

"Berdasarkan hasil peninjauan lapangan, ditemukan sedikit kendala pada aliran air yang disebabkan oleh pendangkalan saluran irigasi tersier. Oleh karena itu, kami berharap kondisi tersebut dapat segera ditindaklanjuti oleh instansi terkait agar kebutuhan air untuk lahan demplot seluas 1 hektare dapat terpenuhi dengan baik," ungkapnya.

Ia menambahkan, kelancaran jaringan irigasi menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan demplot budi daya padi sawah. Melalui sinergi dan koordinasi lintas instansi, diharapkan berbagai kendala teknis di lapangan dapat segera diatasi sehingga kegiatan percontohan ini berjalan optimal dan memberikan hasil yang bermanfaat bagi pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Tangerang. (Red)

Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2026, Pemkab Tangerang Sabet Predikat Informatif

SERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang berhasil meraih Predikat Informatif dalam Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2026 yang diselenggarakan oleh Komisi Informasi Provinsi Banten di Pendopo Gubernur Banten, Kota Serang, pada Kamis (5/11/2026).

Anugerah tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada badan publik yang dinilai berhasil menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemerintah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2018 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Dalam sambutannya, Gubernur Banten Andra Soni mengapresiasi penyelenggaraan acara dan mengingatkan pentingnya keterbukaan informasi sebagai kebutuhan tata kelola pemerintahan modern yang bersih dan transparan.

“Keterbukaan informasi bukanlah sekadar kewajiban administratif, melainkan kebutuhan dalam penyelenggaraan pemerintahan yang modern," tutur Andra Soni.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Kabupaten Tangerang, Diyan Mayang Sari, bersyukur atas penghargaan keterbukaan informasi yang diraih, yang dinilai sebagai bukti nyata komitmen Pemkab Tangerang dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang terbuka dan responsif terhadap kebutuhan informasi masyarakat.

“Alhamdulillah, hari ini Pemkab Tangerang mendapatkan penghargaan kategori Keterbukaan Informasi Publik dengan predikat Informatif dari Komisi Informasi Provinsi Banten,” ujar Mayang.

Lebih lanjut, Mayang menjelaskan bahwa Diskominfo Kabupaten Tangerang terus berupaya memperluas akses masyarakat terhadap informasi publik melalui berbagai kanal resmi. Salah satunya dengan mengembangkan website yang berisi beragam data dan layanan informasi.

“Kami telah menyediakan website yang berisi banyak informasi publik agar masyarakat dapat dengan mudah mengaksesnya. Dengan begitu, layanan kepada masyarakat juga bisa semakin optimal,” jelasnya.

Selain pengelolaan informasi berbasis digital, Pemkab Tangerang juga mendorong partisipasi aktif seluruh perangkat daerah untuk terbuka dalam memberikan informasi publik, sehingga setiap kebijakan dan kegiatan pemerintah dapat diketahui masyarakat secara transparan.

“Ke depan, kami akan terus mendorong perangkat daerah agar lebih terbuka dan berinovasi, supaya masyarakat dapat semakin mudah mengakses informasi dari berbagai sektor,” tuturnya.

Mayang menambahkan, pihaknya akan terus memperkuat sinergi antarperangkat daerah agar sistem keterbukaan informasi di Kabupaten Tangerang semakin terintegrasi dan efisien. Ia juga berharap prestasi ini menjadi motivasi untuk meningkatkan kinerja di tahun mendatang.

“Harapannya tentu bisa juara satu tahun depan. Kami akan terus berusaha agar pelayanan informasi publik di Kabupaten Tangerang semakin baik,” kata Mayang. (Red)

Pemkab Tangerang Anugerahkan CSR Award 2026, Apresiasi Sinergi Dunia Usaha dalam Pembangunan Daerah

Tangerang, lensafokus.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menggelar acara penganugerahan Corporate Social Responsibility (CSR) Award Tahun 2026 yang dilaksanakan di Hotel Lemo Serpong, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, pada Kamis (05/11/2026). Kegiatan ini digelar sebagai bentuk apresiasi kepada perusahaan yang telah berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah melalui program Tanggungjawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TSLP).

Penganugerahan ini didasarkan pada Keputusan Bupati Nomor 1100 tanggal 21 Oktober 2026 setelah melalui serangkaian proses pengusulan, verifikasi administrasi, dan penilaian oleh tim khusus. Program CSR dari berbagai perusahaan ini dinilai selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tangerang dan mencakup berbagai bidang penting seperti pendidikan, kesehatan, kesejahteraan sosial, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, dalam sambutannya menjelaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak bisa hanya mengandalkan upaya dari pemerintah semata. Ia menegaskan pentingnya sinergi dan partisipasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan, terutama sektor dunia usaha dan elemen masyarakat, guna mengoptimalkan potensi serta mempercepat kemajuan daerah.

"Pembangunan Daerah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan, partisipasi, dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk dunia usaha dan masyarakat. Oleh karena itu, keberadaan program CSR/TJSLP memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung percepatan pembangunan daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat kualitas pelayanan publik," ungkap Moch. Maesyal Rasyid dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa penganugerahan ini diharapkan dapat menjadi pemicu semangat bagi perusahaan-perusahaan untuk terus berinovasi dalam merancang program-program yang tepat sasaran. Ia juga menyoroti bahwa esensi dari pembangunan yang sejati adalah ketika manfaatnya dapat dirasakan langsung secara nyata oleh masyarakat luas, bukan sekadar melihat pada besaran anggaran yang dikeluarkan.

"Saya berharap penghargaan berupa piagam dan trofi CSR Award ini tidak hanya menjadi bentuk pengakuan atas kontribusi yang telah diberikan, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas, inovasi, dan keberlanjutan program CSR di masa mendatang. Keberhasilan pembangunan tidak semata-mata diukur dari besarnya anggaran yang dikeluarkan, tetapi juga dari sejauh mana manfaat pembangunan tersebut dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat," tegasnya.

Pada tahun 2026 ini, terdapat 30 perusahaan dan instansi yang menerima penghargaan CSR Award, di mana masing-masing perusahaan tersebut juga terdata berkontribusi dalam dukungan Beasiswa S1 50% dan Beasiswa S2 50%. Berikut adalah daftar 30 penerima penghargaan tersebut:

1. Pantai Indah Kapuk Dua Tbk

2. Sinar Mas Land

3. Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Kerta Raharja (PERUMDAM TKR) Kabupaten Tangerang

4. PT. Angkasa Pura Indonesia

5. PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk

6. PT. Marga Mandalasakti

7. PT. Paramount Enterprise Internasional

8. PT. PLN Indonesia Power UBP Banten 3 Lontar

9. PT. Adis Dimension Footwear

10. PT. Torabika Eka Semesta

11. PT. Bank Bjb Cabang Kabupaten Tangerang, Tbk

12. PT. Alam Sutera Reality

13. PT. Paragon Technology and Innovation

14. PT. Mayora Indah, Tbk

15. PT. Serpong Cipta Cahaya

16. PT. Sumber Alfaria Trijaya, Tbk

17. PT. Charoen Pokphand Indonesia, Tbk

18. PT. YKK AP Indonesia

19. PT. EDS Manufacturing Indonesia

20. PT. Doulton Indonesia

21. PT. Aetra Air Tangerang

22. PT. Serpong Cipta Kreasi

23. PT. LG Electronics Indonesia

24. PT. Batavia Alumindo Industri

25. PT. Ciputra Residence

26. PT. Surya Toto Indonesia, Tbk

27. PT. Hansung Fiber

28. PT. Indomarco Prismatama

29. PT. Savoria Kreasi Rasa

30. Swiss German University

Melalui momentum apresiasi ini, Pemkab Tangerang berharap kemitraan strategis antara pemerintah daerah dan dunia usaha dapat terus terjalin erat dan berkesinambungan. Dengan kolaborasi yang semakin solid, diharapkan program-program CSR yang berjalan akan terus membawa dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat demi mewujudkan Kabupaten Tangerang yang semakin gemilang. (Red)

Negara Jadi Panggung Sandiwara: Ketika Karier Profesional dan Ilmuwan Kalah oleh Kekuatan Politik

TANGERANG, lensafokus.id – Praktik intervensi politik dalam penempatan jabatan strategis pemerintahan menjadi persoalan serius yang patut mendapat perhatian publik. Ketika kompetensi, prestasi, dan integritas tidak lagi menjadi pertimbangan utama dalam menentukan jenjang karier, negara berisiko kehilangan kepercayaan terhadap sistem profesionalisme yang selama ini dibangun.

Fenomena tersebut memunculkan pertanyaan mendasar: masihkah kemampuan dan prestasi menjadi ukuran keberhasilan seseorang, atau justru kedekatan dengan kekuasaan politik yang kini lebih menentukan masa depan karier?

Sudirman Indra, Penemu Bank Air, menilai bahwa kondisi tersebut berpotensi merusak tatanan profesionalisme, terutama di lingkungan aparatur sipil negara (ASN), akademisi, peneliti, serta kalangan ilmuwan.

Menurutnya, sistem merit yang seharusnya menjadi landasan dalam pengembangan karier dan promosi jabatan berpotensi kehilangan makna apabila keputusan lebih banyak dipengaruhi kepentingan politik dan kedekatan personal.

Penempatan jabatan yang tidak mengedepankan kompetensi menjadi ancaman bagi terciptanya birokrasi yang profesional. Mereka yang memiliki kemampuan, pengalaman, dan prestasi justru berisiko tersisih apabila tidak mempunyai kedekatan dengan lingkaran kekuasaan.

Padahal, jabatan publik bukanlah hadiah politik, melainkan amanah yang harus diberikan kepada individu berdasarkan kapasitas, integritas, serta kemampuan menjalankan tanggung jawab.

Jika praktik semacam ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik ikut mengalami kemunduran.

Negara membutuhkan tenaga profesional dan ilmuwan yang bekerja berdasarkan keahlian, bukan individu yang hanya mengandalkan loyalitas kepada kepentingan kelompok tertentu.

Dampak yang lebih mengkhawatirkan adalah munculnya sikap apatis di kalangan akademisi, peneliti, dan generasi muda yang sedang membangun karier profesional.

Kerja keras melalui pendidikan, penelitian, inovasi, dan publikasi ilmiah seolah kehilangan arti apabila hasil dan kompetensi tidak menjadi pertimbangan dalam menentukan kesempatan maupun posisi strategis.

Muncul pertanyaan kritis yang patut direnungkan bersama: Untuk apa belajar sungguh-sungguh, melakukan penelitian, menghasilkan inovasi, dan bekerja dengan benar jika pada akhirnya kepentingan politik lebih menentukan?

Kondisi tersebut berpotensi melahirkan budaya pragmatisme dan oportunisme. Generasi muda bisa kehilangan motivasi untuk mengembangkan ilmu pengetahuan karena merasa bahwa prestasi bukan lagi jaminan memperoleh kesempatan yang adil.

Apabila kepercayaan terhadap sistem profesionalisme terus melemah, negara bukan hanya kehilangan sumber daya manusia berkualitas, tetapi juga berisiko kehilangan generasi yang memiliki semangat membangun melalui ilmu pengetahuan dan inovasi.

Persoalan ini tidak hanya menyangkut karier individu, tetapi juga menyentuh kepentingan yang lebih besar, yakni masa depan bangsa dan ketahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Penempatan pejabat pada posisi strategis, termasuk sektor yang berkaitan dengan keamanan, pertahanan, dan tata kelola negara, harus mempertimbangkan kompetensi, rekam jejak, integritas, serta ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kepentingan politik yang terlalu dominan dalam pengambilan keputusan strategis dapat menimbulkan persoalan serius, terutama apabila mengesampingkan profesionalisme dan mekanisme pengawasan.

Cinta Tanah Air tidak cukup diwujudkan melalui pidato, slogan, ataupun simbol kebangsaan. Nasionalisme harus tercermin melalui keadilan, integritas, tanggung jawab, dan keberanian menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

Pemerintahan yang kuat tidak dibangun melalui kedekatan politik semata, melainkan melalui sistem yang memberikan ruang kepada orang-orang terbaik untuk mengabdi.

Karena itu, penerapan sistem merit harus benar-benar dijalankan secara konsisten. Proses promosi, mutasi, dan pengisian jabatan harus berlangsung transparan, objektif, serta dapat dipertanggungjawabkan.

Negara juga perlu memberikan perlindungan terhadap independensi akademisi, peneliti, dan ilmuwan agar mereka dapat terus berkarya tanpa dibayangi kepentingan politik.

Jangan sampai negara berubah menjadi panggung sandiwara, ketika mereka yang memiliki kemampuan hanya menjadi penonton, sementara jabatan dan kesempatan justru diperebutkan melalui kekuatan politik.

Negara ini membutuhkan orang-orang yang mampu bekerja, berpikir, berinovasi, dan mengabdi, bukan sekadar mereka yang pandai membangun kedekatan dengan kekuasaan.

Sebab, ketika ilmu pengetahuan dikalahkan oleh kepentingan politik dan profesionalisme dikorbankan demi loyalitas, yang dipertaruhkan bukan hanya masa depan karier seseorang, melainkan masa depan bangsa. (Red)

Mencuat Kasus Penghinaan Jenderal A.H. Nasution, Ketum Barisan Pelopor Soroti Pentingnya Pembenahan Moral Bermedia Sosial

JAKARTA, lensafokus.id - Fenomena krisis etika di ruang digital kembali menjadi perhatian publik setelah beredarnya sebuah konten media sosial yang memperlihatkan tindakan tidak terpuji seorang anak terhadap pahlawan nasional, Jenderal Besar Dr. A.H. Nasution. 

Insiden ini memantik keprihatinan mendalam dari berbagai kalangan yang menilai perlunya pembenahan moral dan literasi digital sejak dini.

Salah satunya tanggapan dari Ketua Umum Ikatan Keluarga Besar Barisan Pelopor, Tanto Sudiro.

Dirinya, menyatakan bahwa hal tersebut adalah suatu hal yang tidak pantas dilakukan terhadap siapapun yang telah meninggal dunia termasuk kepada seorang Jenderal Besar dan Pahlawan Nasional.

"Saya sangat prihatin dengan adanya insiden itu, untuk itu perlunya pembenahan moral dan
pentingnya literasi digital berbasis Pancasila sejak dini," ujarnya.

Menurutnya, bagi seorang anak kecil, hal ini tidak dapat dilepaskan dari tanggung jawab orang tuanya. Anak seusia tersebut umumnya belum mampu berinisiatif untuk melakukan hal-hal tercela seperti itu tanpa ada yang mengarahkan, terlebih untuk menyebarkan video tersebut melalui media sosial.

"Kita yang menganut adat ketimuran memandang orang tua adalah cerminan anak-anaknya. Kejadian ini menjadi momentum pentingnya pendidikan sejarah, penghormatan kepada Pahlawan Bangsa dan bimbingan serta pengawasan orang tua dalam menggunakan media sosial," katanya.

Dengan adanya kejadian tersebut, dirinya sebagai Ketua Umum dan seluruh pimpinan serta anggota Ikatan Keluarga Besar Barisan Pelopor mengimbau dan mengajak Instansi Pemerintah, para orang tua, guru, organisasi pemuda serta masyarakat umum untuk bersama-sama mengangkat kembali nilai-nilai Luhur yang hingga saat ini terus dilanjutkan oleh Ikatan Keluarga Besar Barisan Pelopor. (Red)

Bupati Tangerang Letakan Batu Pertama Pembangunan Masjid Jami Baiturrohim Desa Rawa Burung

Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid meletakan batu pertama pembangunan Masjid Jami Baiturrohim di Desa Rawa Burung Kec. Kosambi, Rabu (04/11/26)

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal mengungkapkan rasa syukurnya dan mengapresiasi kebersamaan seluruh elemen masyarakat Desa Rawa Burung yang kompak bergotong royong membangun Masjid Jami Baiturrohim untuk kepentingan umat dan masyarakat

"Kami bersama anggota DPRD Provinsi Banten, anggota DPRD Kabupaten Tangerang, Pak Camat, para tokoh, para ulama yang hadir di sini di Desa Rawa Burung Kecamatan Kosambi ini. Mudah-mudahan masjid ini bisa rampung sesuai rencana dan bisa digunakan, dimanfaatkan untuk sarana ibadah dan sarana lainnya untuk kepentingan umat dan masyarakat," ujar Bupati Maesyal

Dia menegaskan bahwa Masjid Jami Baiturrohim nantinya bisa dimanfaatkan bukan hanya untuk kegiatan ibadah dan syiar Islam, namun juga bisa dimanfaatkan untuk menunjang berbagai kegiatan sosial lainnya untuk kemajuan Desa Rawa Burung

"Masjid ini bukan hanya untuk sarana kegiatan ibadah saja, kegiatan-kegiatan lainnya seperti kegiatan sosial dan pertemuan untuk kepentingan umum bisa dilakukan di sini untuk kemajuan Desa Rawa Burung," tandasnya

Bupati Maesyal juga mengingatkan seluruh masyarakat untuk bersama-sama merawat dan memakmurkan Masjid Jami Baiturrohim agar keberadaannya bisa menjadi kebanggaan serta semakin bisa memberikan manfaat dan dampak kepada seluruh masyarakat

"Utamanya adalah sarana ibadah ini harus kita pelihara dan rawat bersama untuk kepentingan umat dan kepentingan umum lainnya. Mari kita gotong royong semuanya untuk melaksanakan kebaikan," tegasnya

Ketua Pembangunan Masjid Jami Baiturrohim, Rukyat Idris mengungkapkan bahwa pemugaran masjid tersebut dilakukan mengingat kondisi fisik bangunan sudah tidak laik dan berusia lebih dari 40 tahun

"Bahwa masjid ini harus kita pugar karena umurnya sudah lama umurnya 40 tahun lebih, menurut keterangan baru sekali terjadi pemugaran maka dari itu kondisi fisik bangunannya beresiko," ungkap Idris

Lanjut dia, pembangunan Masjid Jami Baiturrohim diperkirakan menelan biaya sekitar 1 milyar lebih dan proses pembangunannya diharapkan dapat lancar, selesai pada waktu yang telah direncanakan

"Masjid ini mendapat bantuan yang diberikan oleh perusahaan pengelola bantuan dari Saudi Arabia, swadaya masyarakat dan para donatur lainnya," imbuhnya. (Red)

Page 1 of 326
Go to top