Jumling di Pagedangan, Bupati Maesyal Rasyid: Pemerintah Harus Dekat dengan Warga

TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid melakukan kegiatan Jumat Keliling (Jumling), menyapa dan mempererat silahturahmi dengan warga, tokoh agama di Masjid Jami’ Falahul Muttaqin, Kecamatan Pagedangan, Jumat (11/9/26)

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan kegiatan Jumling, merupakan salah satu upaya pemerintah daerah bisa hadir lebih dekat kepada masyarakat. Melalui kegiatan Jumling tersebut, aspirasi harapan warga dan kondisi faktual di lapangan dapat terlihat langsung dengan lebih jelas

“Jumling ini bukan hanya kegiatan rutin. Ini kesempatan kita untuk bertemu langsung dengan masyarakat, bersilaturahmi dan mendengarkan apa yang menjadi harapan warga serta kondisi faktual di lapangan dapat terlihat dengan lebih jelas,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Ia menegaskan, pembangunan Kabupaten Tangerang tidak cukup hanya dilakukan melalui program pemerintah. Dukungan dan partisipasi aktif dari masyarakat juga menjadi kekuatan penting agar berbagai program pembangunan dapat berjalan dan memberikan manfaat nyata.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita membutuhkan kebersamaan, gotong royong dan dukungan masyarakat. Kalau pemerintah dan masyarakat bersama-sama, insyaAllah Tangerang semakin maju dan masyarakat semakin sejahtera,” ujarnya.

Lanjut dia, kegiatan Jumling juga menjadi pengingat bahwa pelayanan publik tidak hanya berlangsung di kantor pemerintahan. Mendatangi masyarakat, mendengar langsung suara warga dan menjaga silaturahmi menjadi bagian dari cara pemerintah memastikan pembangunan tetap berpijak pada kebutuhan masyarakat

"Pelayanan publik tidak hanya di dalam kantor. Bertemu warga, mendengarkan dan bersilahturahmi dengan warga tanpa jarak seperti ini juga menjadi bagian pemerintah untuk memastikan pembangunan berjalan dan manfaatnya dirasakan masyarakat," imbuhnya

Dia menyebut masjid memiliki posisi strategis dalam membangun kehidupan sosial masyarakat. Selain sebagai tempat ibadah, masjid dapat menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan, kepedulian sosial dan kerukunan warga.

"Kami berharap hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat semakin dekat, sehingga berbagai persoalan maupun aspirasi warga dapat dikomunikasikan dan dicarikan solusi secara bersama-sama," pungkasnya. (Red)

Dukung Pembentukan Satgas Anti Rentenir, Bupati Maesyal Dorong Kemudahan Akses Permodalan

TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mendukung penuh pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Anti Rentenir di Kabupaten Tangerang yang digagas Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kabupaten Tangerang. Hal tersebut disampaikan dalam Seminar Urgensi Pembentukan Satgas Anti Rentenir di Aula Pendopo Bupati Tangerang, Jumat (11/9/2026).

Bupati Maesyal mengatakan, Satgas Anti Rentenir harus memiliki tugas yang jelas, mulai dari menerima dan menindaklanjuti pengaduan hingga mencari solusi bersama pemerintah daerah. Menurutnya, keberadaan satgas juga harus dibarengi dengan kemudahan akses pembiayaan agar masyarakat tidak memilih pinjaman dari rentenir.

“Satgas nanti harus jelas uraian tugasnya, menerima pengaduan, menindaklanjuti pengaduan, dan mencari solusinya bersama-sama dengan pemerintah daerah. Masyarakat kita ingin yang praktis, tidak berbelit-belit dan tidak banyak persyaratan,” ujar Bupati Maesyal.

Bupati Maesyal menandaskan Pemkab Tangerang menghadirkan sejumlah lembaga pembiayaan milik pemerintah daerah, seperti BPR, PT LKM dan UPDB, sebagai alternatif pembiayaan bagi masyarakat. Untuk itu, dia meminta lembaga pembiayaan tersebut memberikan kemudahan persyaratan dan pembiayaan dengan beban yang terjangkau, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan modal usaha.

“Pemerintah tidak hanya membentuk satgas, tetapi harus memberikan solusi. Saya sengaja hadirkan UPDB, PT LKM dan BPR. Bantu masyarakat kita yang mau pinjam, mudahkan persyaratannya dan ringankan bunganya, supaya masyarakat tidak ke rentenir,” tegasnya

Ia juga meminta MES untuk dapat membantu memberikan sosialisasi terhadap keberadaan lembaga pembiayaan tersebut hingga tingkat kecamatan dan mengimbau masyarakat agar pengajuan pinjamannya benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan, sehingga pinjamannya tidak menjadi beban di kemudian hari.

“Kalau kebutuhan usahanya Rp3 juta sampai Rp5 juta, ya pinjam sesuai kebutuhan itu. Jangan modalnya Rp3 juta sampai Rp5 juta, tetapi pinjamnya Rp20 juta. Kasihan nanti menjadi beban. Jadi pinjam harus sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan,” imbaunya.

Bupati menambahkan, pihaknya akan membahas lebih lanjut kemudahan persyaratan bersama UPDB, PT LKM dan BPR. Menurutnya, upaya mencegah masyarakat terjerat rentenir harus dibarengi dengan menyediakan akses pembiayaan yang mudah sekaligus mendorong masyarakat memenuhi kewajibannya.

“Kita hadir untuk memberikan solusi. Kalau diberikan kemudahan untuk pinjam, jangan lupa kewajibannya. Sudah ada UPDB, PT LKM dan BPR, jadi manfaatkan lembaga yang resmi dan jangan sampai ke rentenir,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua MES Kabupaten Tangerang Mohamad Mahrusillah mengatakan, pembentukan Satgas Anti Rentenir diharapkan dapat segera direalisasikan dan menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Tangerang. Ia berharap dukungan pemerintah daerah dapat memperkuat partisipasi berbagai unsur masyarakat dalam satgas tersebut.

“Insyaallah sekali teken Pak Bupati, 29 kecamatan semuanya ter-cover. Karena kami ini sebagai masyarakat dan perwakilan masyarakat, kami juga memohon bantuan. Isi satgas ini bukan hanya dari MES, tetapi ada dari NU, PWI, ormas, mahasiswa, dan MUI,” ujarnya. (Red)

Terima Visitasi PKN II Provinsi Lampung, Sekda Tekankan Kolaborasi Mitigasi Bencana dan Tata Ruang Berkelanjutan

Tangerang, lensafokus.id - Pemerintah Kabupaten Tangerang secara resmi menerima kunjungan Rombongan Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN) Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan 24 dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Lampung. Acara penerimaan berlangsung di Ruang Rapat Wareng, Gedung Kantor Bupati Tangerang, Kamis (10/09/26).

Rombongan peserta yang terdiri dari 32 Pemimpin strategis instansi pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-Provinsi Lampung, didampingi oleh 2 Widyaiswara Ahli Utama serta 8 pendamping dari BPSDMD Lampung, diterima langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja mewakili Bupati Tangerang.

Dalam sambutannya, Sekda Soma menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas terpilihnya Kabupaten Tangerang sebagai lokus pembelajaran dan Studi Lapangan VKN PKN II BPSDMD Provinsi Lampung.

"Suatu kehormatan dan kebanggaan bagi kami dapat menerima visitasi dari para pemimpin strategis bangsa dari Provinsi Lampung. Kelas teori itu penting, tetapi turun ke lapangan dan melihat dinamika secara nyata jauh lebih penting untuk mengasah kepekaan kepemimpinan kita. Sebagai tetangga terdekat, kita harus saling mendukung dan belajar satu sama lain," ujar Sekda.

Soma juga memaparkan gambaran umum dinamika wilayah Kabupaten Tangerang yang berkembang sangat pesat. Memiliki luas wilayah sekitar 1.000 km² yang terbagi dalam 246 desa dan 28 kelurahan (serta lebih dari 12.000 RT/RW), Kabupaten Tangerang kini dihuni oleh lebih dari 3,5 juta jiwa. Letaknya yang strategis berbatasan langsung dengan DKI Jakarta menjadikan Kabupaten Tangerang sebagai pusat industri dan kawasan pemukiman padat dengan tingkat pertumbuhan penduduk mendekati 3% per tahun dari migrasi dan kelahiran.

Dari segi kemandirian keuangan, Sekda mengungkapkan bahwa Kabupaten Tangerang mencatatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai Rp 5,5 Triliun dari total APBD sekitar Rp 9,3 Triliun, dengan kapasitas fiskal mandiri mencapai di atas 63%. Selain itu, porsi belanja pegawai berhasil ditekan hingga angka efisien 26% untuk membiayai sekitar 23 ribu pegawai daerah, sehingga sisa anggaran dapat dioptimalkan secara efektif untuk belanja pembangunan publik.

Dalam kunjungan studi ini, para peserta PKN II Lampung membawa dua fokus kajian (subtema) utama yang dinilai sangat krusial dan relevan bagi pembangunan tata kelola daerah:

1. Ketahanan Iklim dan Mitigasi Bencana: Pembahasan mengenai langkah adaptif daerah terhadap perubahan iklim dan kebencanaan, yang didiskusikan bersama Bappeda, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang.

2. Tata Ruang Berwawasan Lingkungan: Mengkaji strategi menjaga keseimbangan antara daya tarik investasi, kepatuhan hukum, dan kelestarian lingkungan hidup bersama Dinas Tata Ruang dan Bangunan (DTRB), DPMPTSP, Satpol PP, dan Bagian Hukum.

Soma meminta seluruh jajaran Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Tangerang yang hadir untuk bersikap terbuka dan transparan memberikan data komprehensif, baik berupa keberhasilan maupun tantangan nyata di lapangan, agar peserta dapat merumuskan rekomendasi kebijakan yang obyektif dan konstruktif.

Sementara itu, Ketua Rombongan VKN Provinsi Lampung, Edarwan, didampingi Widyaiswara Ahli Utama Lukmansyah, menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas penyambutan yang hangat dan solutif dari Pemerintah Kabupaten Tangerang.

"Kami membawa tim kepemimpinan yang solid dari Provinsi Lampung dan berbagai kabupaten/kota. Kedatangan kami tidak hanya untuk melihat dan mencatat, tetapi untuk belajar secara nyata, mengambil inspirasi, dan membawa pulang best practices pengelolaan tata pemerintahan dari Kabupaten Tangerang. Pemimpin masa depan harus adaptif, berani, dan kolaboratif," ungkap Edarwan.

Peserta yang hadir mencakup jajaran pimpinan strategis (Eselon II/Kepala Dinas/Direktur) dari Pemerintah Provinsi Lampung, Kota Bandar Lampung, Kabupaten Kabupaten Lampung Barat, Kabupaten Mesuji, Kabupaten Pesisir Barat, Kabupaten Tanggamus, Kabupaten Tulang Bawang, Kabupaten Way Kanan, Kabupaten Lampung Tengah hingga perwakilan Kementerian LHK wilayah Bengkulu-Lampung.

Acara penerimaan berlangsung dinamis, penuh keakraban, dilanjut dengan diskusi mengenai singkat, dan ditutup dengan pertukaran cinderamata serta foto bersama wujud mempererat tali silaturahmi antar-pemerintah daerah. (Red)

Wabup Tangerang Dorong Hasil Evaluasi iBangga Jadi Dasar Penguatan Pembangunan Keluarga Kabupaten Tangerang

TANGERANG, lensafokus.id – Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah menghadiri sekaligus membuka kegiatan Sosialisasi Hasil Evaluasi Indeks Pembangunan Keluarga (iBangga) Kabupaten Tangerang yang dilaksanakan di Vega Hotel Gading Serpong, Kamis (10/09/26)

Dalam sambutannya, Wabup Intan menekankan bahwa hasil evaluasi iBangga menjadi instrumen penting bagi seluruh stakeholder untuk melihat sejauhmana capaian pembangunan keluarga, sekaligus merumuskan langkah-langkah penguatan program agar semakin tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“iBangga jangan hanya kita lihat sebagai angka atau indikator kinerja. Di balik setiap angka itu ada keluarga, ada orang tua, ada anak-anak dan ada masyarakat yang menjadi bagian penting dari masa depan Kabupaten Tangerang. Karena itu, hasil evaluasi ini harus menjadi bahan bagi kita untuk memperbaiki kebijakan dan program agar lebih tepat sasaran,” ujar Wabup Intan.

Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah pada hakikatnya bukan hanya tentang pembangunan infrastruktur, pertumbuhan ekonomi maupun penyediaan fasilitas pelayanan publik, tetapi juga harus mampu menghadirkan keluarga yang berkualitas, sehat, mandiri, harmonis dan bahagia. Hasil iBangga Kabupaten Tangerang tahun 2025 berada pada angka 62,2 persen dengan kategori berkembang dengan tiga (3) dimensi yang diukur yaitu: ketenteraman sebesar 74,6 persen, kemandirian 62,2 persen dan kebahagiaan 49,8 persen.

“Kita ingin pembangunan keluarga tidak berhenti pada program dan kegiatan, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh setiap keluarga. Kita ingin membangun Kabupaten Tangerang yang tidak hanya maju secara ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga memiliki masyarakat yang sehat, keluarga yang tangguh, anak-anak yang berkualitas, kehidupan sosial yang harmonis dan masyarakat yang bahagia,” tandasnya

Wabup Intan juga menyampaikan apresiasi kepada TP PKK yang telah terlibat langsung dan aktif dalam upaya penguatan keluarga dan kesejahteraanya. Ia berharap TP PKK terus menjadi mitra Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam mendukung berbagai program pembangunan di lapangan. Menurutnya, keberadaan para kader PKK menjadi kekuatan penting karena mereka dapat melihat kondisi dan persoalan masyarakat secara langsung sekaligus mendukung pelaksanaan program hingga ke tingkat keluarga.

“Saya sangat mengapresiasi TP PKK sebagai mitra strategis Pemkab Tangerang. Saya berharap bersama para kader untuk terus mendukung program pemerintah dan melaksanakannya di lapangan dengan penuh tanggung jawab. Harapannya, hasil evaluasi ini bisa menjadi bahan bagi seluruh pihak untuk semakin baik dalam mendampingi keluarga dan masyarakat,” pungkasnya

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Tangerang, Achmad Muchlis, mengatakan evaluasi iBangga menjadi bagian penting dalam melihat kondisi pembangunan keluarga secara lebih menyeluruh. Hasil pengukuran tersebut diharapkan tidak hanya menjadi data, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai dasar perencanaan dan pengambilan kebijakan.

“Hasil pengukuran dan pencapaian iBangga perlu dikaji secara lebih mendalam agar tidak hanya menjadi data atau angka capaian, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai bahan perencanaan dan pengambilan kebijakan. Melalui evaluasi ini kita dapat mengetahui aspek yang sudah berkembang maupun aspek yang masih memerlukan penguatan,” jelas Muchlis.

Menurutnya, pembangunan keluarga membutuhkan koordinasi dan sinergi seluruh pihak. Karena itu, kegiatan sosialisasi tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman bersama sekaligus meningkatkan koordinasi lintas sektor dalam pelaksanaan program pembangunan keluarga di Kabupaten Tangerang.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Tangerang, Rismawati Maesyal Rasyid yang juga hadir, menyampaikan bahwa sosialisasi hasil evaluasi iBangga memberikan pengetahuan penting bagi para kader, khususnya Tim Penggerak PKK Kecamatan yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Ia berharap materi dan hasil yang diperoleh dapat diteruskan kepada masyarakat di wilayah masing-masing.

“Informasi dan materi yang kita dapatkan hari ini tentu sangat bermanfaat bagi para kader. Ilmu ini nantinya bisa kita sampaikan dan sosialisasikan kepada masyarakat di kecamatan masing-masing. Dengan begitu, apa yang kita dapatkan hari ini tidak berhenti di ruangan ini, tetapi bisa diterapkan dan memberikan manfaat di lapangan,” ujar Risma. (Red)

Pemkab Tangerang Terima Penghargaan Kategori Daerah Peduli Inovasi Ekonomi Kreatif dari Kompas TV

JAKARTA, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang meraih penghargaan sebagai daerah penduli inovasi ekonomi kreatif dari Kompas TV. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa kepada Bupati Tangerang dalam acara puncak HUT ke-15 Kompas TV yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu malam (9/9/26).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Radyid mengungkapkan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada daerah yang aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan penguatan pelaku UMKM

"Penghargaan ini diberikan kepada daerah yang terus aktif mendorong inovasi pertumbuhan ekonomi kreatif dan penguatan pelaku-pelaku UMKM agar mereka terus mampu bersaing," ungkap Bupati Maesyal Rasyid

Ia mengatakan penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus memotivasi Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk terus menghadirkan kebijakan yang mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat, khususnya melalui pengembangan UMKM dan usaha ekonomi kreatif.

“Atas nama Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Tangerang, kami mengucapkan selamat ulang tahun Kompas TV yang ke-15. Semoga terus sukses dan memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia. Kami juga mengucapkan terima kasih atas penghargaan terkait ekonomi kreatif di Kabupaten Tangerang,” ujarnya

Menurutnya, pengembangan ekonomi kreatif dan UMKM menjadi bagian dari strategi Pemkab Tangerang yang senantiasa berupaya membuka ruang-ruang usaha, meningkatkan pendapatan masyarakat, menciptakan lapangan pekerjaan, sekaligus menekan angka kemiskinan.

Ia menyebut, jumlah UMKM di Kabupaten Tangerang terus mengalami pertumbuhan. Pada akhir 2024 tercatat sebanyak 61.011 UMKM, kemudian meningkat menjadi 78.506 UMKM pada akhir 2025. Selain itu, Pemkab Tangerang juga mendorong penguatan wirausahawan baru melalui program bantuan permodalan yang dikelola Unit Pengelola Dana Bergulir (UPDB).

“Bantuan permodalan dari UPDB memberikan kesempatan kepada wirausahawan baru untuk meningkatkan produk dan mengembangkan aktivitas usahanya. Pemerintah daerah hadir memberikan kesempatan kepada masyarakat pelaku usaha untuk meningkatkan pendapatan dan membuka lapangan pekerjaan,” jelasnya.

Bupati Maesyal menegaskan, penghargaan tersebut menambah dorongan semangat bagi Pemkab Tangerang untuk terus memperkuat berbagai inovasi ekonomi kreatif secara berkelanjutan, sehingga pertumbuhan UMKM tidak hanya meningkatkan aktivitas ekonomi, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap lapangan kerja baru dan kesejahteraan masyarakat.

“Ini sudah kita rencanakan sebagai bagian dari program kegiatan untuk memutar roda perekonomian di Kabupaten Tangerang. Mudah-mudahan ekonomi masyarakat semakin kuat dan kesejahteraan terus meningkat,” tandasnya. (Red)

Haornas 2026, Kota Tangerang Komitmen Bangun Ekosistem Olahraga dan Cetak Atlet Berprestasi

Kota Tangerang, lensafokus.id - Momentum Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2026 menjadi kesempatan bagi Pemerintah Kota Tangerang untuk memperkuat komitmen dalam membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan. Upaya ini dilakukan melalui pembinaan atlet, peningkatan fasilitas olahraga, serta penyelenggaraan berbagai kompetisi bagi masyarakat dan atlet muda.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang Kaonang menyatakan, komitmen tersebut tercermin dari prestasi olahraga pelajar Kota Tangerang yang kembali meraih gelar juara umum Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XII Banten 2026. Kontingen Kota Tangerang berhasil mengoleksi 106 medali emas, 75 perak dan 84 perunggu dalam ajang tersebut.

”Tak hanya itu, Kota Tangerang juga menjadi juara umum Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA) IX Banten 2026 dengan raihan 17 medali emas, 10 perak, dan tiga perunggu. Capaian ini menunjukkan bahwa pembinaan olahraga terus diarahkan secara inklusif, termasuk bagi atlet pelajar penyandang disabilitas,” ungkap Kaonang, Rabu (9/9/26).

Pada POPDA XII Banten 2026, Kota Tangerang mengirimkan 411 atlet yang bertanding pada 26 cabang olahraga. Para atlet mendapat dukungan dari pelatih, asisten pelatih, manajer dan ofisial sebagai bagian dari persiapan menghadapi kompetisi tingkat daerah hingga nasional.

“Penguatan pembinaan atlet juga dilakukan melalui Pusat Pembinaan dan Latihan Olahraga Pelajar Daerah (PPLPD). Program tersebut menjadi bagian dari strategi menyiapkan atlet sejak usia pelajar agar memiliki kemampuan, pengalaman bertanding, dan mental kompetitif untuk melanjutkan prestasi ke jenjang yang lebih tinggi,” jelas Kaonang.

Di sisi fasilitas, Pemkot Tangerang terus memperluas akses masyarakat terhadap sarana olahraga. Saat ini tersedia 36 gedung olahraga, delapan stadion dan 66 lapangan terbuka yang dikelola untuk mendukung aktivitas olahraga. Sejumlah fasilitas lainnya juga tersedia, seperti sirkuit, panjat dinding, lapangan panahan dan lapangan tembak.

”Pembangunan dan perbaikan lapangan olahraga di kawasan permukiman juga terus dilakukan agar masyarakat dapat berolahraga lebih dekat dengan lingkungan tempat tinggal. Pemanfaatan sejumlah fasilitas olahraga juga semakin mudah melalui Tangerang LIVE dengan fitur Tim Sport,” katanya.

Selain pembinaan dan fasilitas, Kota Tangerang aktif menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan olahraga tingkat daerah, nasional hingga internasional. Penyelenggaraan event tersebut turut membuka peluang pengembangan sport tourism sekaligus memberikan dampak terhadap sektor ekonomi, seperti UMKM, kuliner, transportasi dan akomodasi.

“Melalui Haornas 2026, Pemkot Tangerang menegaskan bahwa pembangunan olahraga tidak berhenti pada pencapaian medali. Pembinaan atlet usia dini, peningkatan fasilitas, kompetisi yang berkelanjutan, serta perluasan partisipasi masyarakat menjadi bagian dari upaya menjadikan Kota Tangerang sebagai Sport City yang sehat, aktif, inklusif dan berprestasi,” tutupnya. (Red)

83 Tenant Siap Ramaikan Culinary Day 2026 Kota Tangerang

Kota Tangerang, lensafokus.id - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tangerang siap menggelar Culinary Day 2026 pada Sabtu (12/9/2026) mendatang.

Menghadirkan 83 tenant yang terdiri dari UMKM lokal, kuliner viral, hingga pelayanan publik, ajang tahunan ini menjadi agenda strategis untuk mendorong pertumbuhan usaha lokal dan memajukan potensi wisata kuliner Kota Tangerang.

Kepala Disbudpar Kota Tangerang Boyke Urif Hermawan menerangkan, gelaran tahunan ini dirancang sebagai wadah pelaku UMKM untuk mengenalkan produknya sekaligus meningkatkan pendapatan.

"Culinary Day 2026 bukan sekadar festival kuliner biasa, melainkan panggung nyata pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kami ingin memberikan akses pasar yang luas bagi para pelaku UMKM agar semakin berkembang dan berdaya saing," ujar Boyke.

Selain menghadirkan kuliner legendaris dan kekinian, gelaran ini juga mengikutsertakan berbagai instansi terkait guna memberikan pelayanan prima kepada warga.

Acara ini akan diramaikan oleh ragam kuliner populer, produk UMKM unggulan dari 13 kecamatan, serta dukungan jajaran hotel dan mitra swasta. Selain itu, pengunjung juga dapat memanfaatkan layanan publik terpadu di lokasi acara.

"Kami juga menyiagakan fasilitas pendukung secara optimal. Mulai dari panggung hiburan utama, photobooth, area VIP, hingga layanan darurat seperti posko keamanan, tim medis dan PMI, unit ambulans, serta armada pemadam kebakaran," pungkasnya.

Adapun jajaran tenant yang turut menyemarakkan Culinary Day 2026 di antaranya:

* Kuliner Populer & Industri Makanan: Kuali Bunda Al, Himari Snack, @gebsfoodsss, Mamam by Mican, Laksa Tangerang Mang Toyib, Ngodeng Tangerang, Choco Drink, Cilemboost, Kids Pucok, Pempek Tumpah Zakhyra, Fruity Delight, Say Burger, Omar Hotel, Extrajoss, Bejo Merah, Maxim, Freshcare, Sinde, Chatime, Pecelicious, Kuliner Viral, Stand Coffee Terio Dipo, Kecap SH, Stand Roti UMKM Evi, Stand Kopi Benteng Rio, Alpukat Kocok, hingga Ayoda Melon.

* Perhotelan dan Mitra Industri: Honda Mitra Gemilang Otista, Citadines Connect Airport Jakarta, Pakons Prime, Starradio, bjb, Golden Tulip Essential Tangerang, Howard Johnson by Wyndham Tangerang, Kyriad Hotel Jakarta Airport, Favehotel Hasyim Ashari, Narita, NEO+ Airport Jakarta, dan Novotel Tangerang.

* UMKM Binaan 13 Kecamatan: Stand khusus UMKM dari Kecamatan Karang Tengah, Neglasari, Periuk, Jatiuwung, Cipondoh, Batu Ceper, Benda, Cibodas, Pinang, Karawaci, Ciledug, Larangan, dan Tangerang.

* Pelayanan Publik Terpadu: Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Bapenda, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Kesehatan, serta BAZNAS Kota Tangerang.

Pemerintah Kota Tangerang mengajak seluruh masyarakat Kota Tangerang dan sekitarnya, untuk hadir memadati area acara pada Sabtu (12/9/2026), menikmati aneka jajanan khas, serta mendukung secara langsung geliat perekonomian UMKM lokal. (Red)

Siap siaga dan Antisipasi Dampak Erupsi, Bupati Maesyal Minta Perkuat Koordinasi Lintas Sektor

TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid memimpin rapat koordinasi penanganan darurat bencana dan antisipasi aktivitas Gunung Anak Krakatau bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tangerang di Gedung Pendopo Bupati Tangerang, Rabu (9/9/2026).

Rapat tersebut digelar sebagai langkah kesiapsiagaan Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama unsur Forkopimda dan perangkat daerah dalam mengantisipasi potensi dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau terhadap masyarakat.

Bupati Maesyal Rasyid mengatakan koordinasi lintas sektor harus terus diperkuat agar seluruh unsur dapat bergerak cepat apabila terjadi peningkatan aktivitas gunung maupun dampak terhadap masyarakat.

“Yang paling utama adalah kesiapsiagaan dan koordinasi. Semua unsur harus mengetahui tugasnya masing-masing dan siap bergerak apabila kondisi di lapangan membutuhkan penanganan,” ujar Bupati Maesyal.

Ia meminta seluruh perangkat daerah dan unsur Forkopimda untuk terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau serta memastikan kesiapan personel dan sarana pendukung di wilayah masing-masing.

Dari sektor kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang telah mendistribusikan masker ke Puskesmas, masyarakat, dan sejumlah tempat umum. Ketersediaan masker di apotek, minimarket, dan supermarket juga dipastikan masih mencukupi untuk mengantisipasi paparan abu vulkanik.

“Tenaga kesehatan juga kita minta tetap siaga di tempat tugas. Kita harus mengantisipasi kemungkinan gangguan kesehatan seperti iritasi mata, ISPA, maupun gangguan kulit akibat abu vulkanik,” katanya.

Sementara itu, BPBD Kabupaten Tangerang bersama Perumdam Tirta Kerta Raharja dan instansi terkait diminta aktif melakukan penyiraman jalan serta mengantisipasi potensi kebakaran lahan dan semak-semak kering. Penyiraman rutin juga dilakukan di area TPA untuk mencegah kebakaran akibat kondisi cuaca kering.

Di sektor pendidikan, Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang telah menerapkan kebijakan pembelajaran jarak jauh bagi sekolah-sekolah yang berada di zona rawan terdampak. Sementara unsur TNI dan Polri bersama perangkat daerah terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan meningkatkan kesiapsiagaan melalui piket harian.

“Semua sektor harus bergerak bersama. Jangan sampai ada yang berjalan sendiri-sendiri. Kita ingin penanganan dan informasi kepada masyarakat bisa cepat, tepat, dan terkoordinasi,” tegasnya

Berdasarkan hasil pemantauan, aktivitas Gunung Anak Krakatau saat ini berada pada Level III atau Siaga (Siaga 3) dan masih terjadi erupsi kecil.

Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah mengatakan, permasalahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta pembuangan sampah liar masih menjadi perhatian utama di Kabupaten Tangerang. Hal tersebut disebabkan masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan dan mencegah potensi kebakaran.

“Beberapa insiden kebakaran telah terjadi di beberapa titik, seperti di wilayah Bojong Nangka, lalu di ICE BSD Kecamatan Pagedangan, serta di Desa Matagara. Untuk itu, pihak kecamatan, kepala desa, dan lurah diminta terus mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan,” ujar Wabup Intan.

Ia menambahkan, kesiapsiagaan pos pemadam kebakaran dan kelengkapannya juga perlu terus dipastikan kesiapannya, termasuk Pos Damkar 2 Pagedangan. Selain itu, para pemulung diimbau tidak masuk dan membakar sampah di area Tempat Pembuangan Akhir (TPA), karena dapat meningkatkan risiko kebakaran yang dapat membahayakan keselamatan serta menghambat aktivitas pemadaman. (Red)

Wabup Intan Resmikan Swaka GSG Cisoka

Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah meresmikan Swaka Gedung Serbaguna (GSG) yang berlokasi di Jalan Raya Cisoka-Cangkudu, Rabu (09/09/26)

Dalam sambutannya, Wabup Intan mengucapkan selamat dan mengapresiasi atas selesai dan dibukanya Swaka GSG Cisoka yang berlokasi di kawasan strategis tersebut

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang, saya mengucapkan selamat dan sukses atas dibukanya Swaka Gedung Serba Guna di kawasan strategis Jalan Raya Cisoka Cangkudu ini," ujar Wabup Intan.

Ia mengatakan, Kabupaten Tangerang terus mengalami perkembangan, baik dari sisi infrastruktur, kawasan permukiman maupun sektor ekonomi. Pertumbuhan penduduk dan semakin dinamisnya aktivitas masyarakat turut meningkatkan kebutuhan terhadap sarana pendukung yang memadai.

Menurutnya, Swaka Gedung Serbaguna tersebut menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat akan tempat pertemuan yang lebih representatif seperti: pernikahan, seminar, kegiatan bisnis, kebudayaan, sosial, keagamaan, hingga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi masyarakat.

“Gedung ini sangat diperlukan karena lokasinya cukup strategis dan dapat menjangkau masyarakat dari beberapa kecamatan di wilayah sekitar. Mudah-mudahan keberadaan fasilitas ini bisa memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” katanya.

Lanjut dia, Pemerintah Kabupaten Tangerang senantiasa mendukung keterlibatan sektor swasta dalam menghadirkan ruang-ruang publik yang bermanfaat. Dia menyebut keberadaan Swaka GSG tersebut merupakan bagian investasi yang akan memberikan dampak positif nyata bagi perekonomian lokal.

"Kehadiran tempat ini akan membuka peluang kerja sama bagi para pelaku UMKM lokal seperti jasa katering, dekorasi, hingga dokumentasi. Di samping itu, operasional gedung ini juga turut menyerap tenaga kerja dari warga sekitar serta meningkatkan kualifikasi sarana publik di kawasan ini," imbuhnya.

Wabup Intan juga memberikan apresiasi karena pengelola GSG telah melibatkan masyarakat sekitar sebagai tenaga kerja. Ia berharap pola pemberdayaan tersebut dapat terus dipertahankan sehingga keberadaan investasi dan fasilitas baru di daerah juga memberikan dampak ekonomi langsung kepada warga setempat.

“Tadi saya sempat bertanya kepada pengelola, apakah warga sekitar dilibatkan untuk bekerja. Alhamdulillah, hampir semuanya merupakan warga sekitar. Ini sangat baik, karena selain membangun fasilitas, keberadaannya juga dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” ungkapnya.

Wabup Intan berpesan kepada pihak pengelola agar Swaka Gedung Serbaguna dapat dirawat dan dikelola secara profesional. Aspek kenyamanan dan keselamatan pengunjung harus senantiasa menjadi prioritas dan perhatian utama, selain hubungan yang harmonis bersama masyarakat dan lingkungan sekitar.

“Semoga gedung ini terus berkembang, dikelola dengan baik, dan benar-benar menjadi fasilitas yang memberikan manfaat bagi masyarakat Cisoka dan Kabupaten Tangerang secara luas,” harapnya.

Menutup sambutannya, dia juga mendoakan agar keberadaan Swaka Gedung Serbaguna terus maju dan berkembang serta dapat memberikan kontribusi positif bagi kemajuan masyarakat Cisoka dan Kabupaten Tangerang. (Red)

Bupati Tangerang Ajak FSP-RTMM Perkuat Sinergi dan Kolaborasi Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Tangerang, lensafokus.id -- Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid mengajak Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman (FSP-RTMM) untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam rangka rangka peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di Kabupaten Tangerang yang saat ini mencapai sekitar 5,67 persen

Hal tersebut disampaikan Bupati Maesyal Rasyid saat menerima perserta Diklat II Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman (FSP-RTMM) SPSI Provinsi Banten di Hotel Yasmin Kel. Binong Kec. Curug, Rabu (09/09/26)

"Mari kita pertahankan dan terus tingkatkan sinergi dan kolaborasi untuk mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah. Mudah-mudahan semua serikatnya, bukan hanya di makanan minuman saja semua yang ada aktivitas di Kabupaten Tangerang," ujar Bupati Maesyal Rayid

senantiasa berkolaborasi 3 komponen tripartit terus juga komunikasi yang bagus dan juga tidak terhasut oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang tidak senang dengan Kabupaten Tangerang saya kira ini menjadi bekal bagus untuk kemajuan kita semua.

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi Kab. Tangerang yang mencapai 5,67% tersebut tidak lepas dari kondisi hubungan Tripartit yang kondusif dan harmonis. Pemerintah daerah, asosiasi pengusaha dan serikat pekerja menjalankan fungsinya dengan baik sehingga perekonomian terus berjalan dan aktivitas usaha masyarakat juga terakomodir

"Pemerintah, semua pengusaha, termasuk para karyawan dan para pekerja yang ada di Kabupaten Tangerang, semuanya saling berkolaborasi, saling mensupport. Dampak positifnya, roda perekonomian terus berjalan, kepastian aktivitas usaha masyarakat terakomodir," jelasnya.

Bupati Maesyal pun mengapresiasi Diklat tersebut yang diharapkan dapat menambah motivasi, wawasan maupun ilmu pengetahuan, khususnya dari sisi advokasinya tentunya terkait dengan ketenagakerjaan. Pemerintah akan terus mendukung upaya bersama antara pengusaha dan serikat pekerja dalam meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan

"Kami atas nama pemerintah daerah mengucapkan selamat dan apresiasi kepada RTMM juga kepada SPSI yang hari ini berinisiasi untuk bisa melaksanakan pelatihan. Semoga diklat ini dapat menambah kompetensi terhadap aspek hukum dan ketenagakerjaan yang diharapkan bisa semakin menguatkan kolaborasi antara pemerintah daerah, pengusaha dan para pekerja dengan serikatnya," pungkasnya

Sementara itu, Ketua panitia Diklat II Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman (FSP RTMM), Satriyo Utomo mengatakan Diklat yang diikuti oleh 139 peserta dari 15 pimpinan unit kerja perusahaan yang ada di wilayah Provinsi Banten tersebut bertema "Cerdas Hukum, Kuat Advokasi Wujudkan Pengurus Serikat pPekerja yang Berintegritas dan Bermartabat. Diklat tersebut bukan hanya sekedar kegiatan untuk memenuhi agenda organisasi, namun merupakan bagian dari investasi perjuangan organisasi.

"Kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan kader-kader organisasi yang mampu memahami persoalan ketenagakerjaan, mampu menjalankan organisasi secara profesional, mampu berkomunikasi dengan baik, mampu membangun hubungan industrial yang harmonis namun tetap kritis serta memiliki keberanian untuk memperjuangkan kepentingan dan kesejahteraan anggota," ujarnya.

Pihaknya berharap diklat tersebut mampu menjadikan organisasi yang lebih kuat lebih solid lebih profesional dan lebih bermanfaat bagi anggota. (Red)

Page 4 of 312
Go to top