Tangerang, lensafokus.id – PT. BPR Kerta Raharja Gemilang (Perseroda) menggelar kegiatan Literasi dan Edukasi Keuangan yang diikuti ratusan mahasiswa, akademisi, serta sejumlah pemangku kepentingan sektor keuangan.
Kegiatan dihadiri Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah, Wakil Rektor Universitas Insan Pembangunan Indonesia (UNIPI), perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah Banten, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Tangerang dan kalangan akademisi, yang berlangsung di Auditorium Saba Karya, Sabtu (10/10/2026).
Sebagai bentuk meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai pentingnya literasi keuangan, pengelolaan keuangan secara bijak, serta pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan yang aman dan bertanggung jawab.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut sebagai langkah nyata dalam meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap pentingnya pengelolaan keuangan.
Menurutnya, literasi keuangan menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk membangun kemandirian finansial, menentukan prioritas kebutuhan, membiasakan diri menabung, serta mengambil keputusan keuangan secara tepat di tengah perkembangan teknologi dan layanan keuangan digital.
“Saya mengapresiasi kegiatan literasi dan edukasi keuangan yang diselenggarakan PT. BPR Kerta Raharja Gemilang (Perseroda). Kegiatan ini sangat penting untuk membekali generasi muda dengan pemahaman keuangan yang baik, sehingga mereka mampu mengelola uang secara bijak, membedakan kebutuhan dan keinginan,” ujar Intan.
Wabup Intan berharap kegiatan edukasi semacam ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak kalangan, termasuk ibu-ibu, pekerja buruh, serta masyarakat umum.
"Saya mengajak para mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan menggali pengetahuan sebanyak-banyaknya mengenai pengelolaan keuangan, budaya menabung, serta pentingnya mengenali risiko penipuan dan berbagai tawaran investasi yang tidak memiliki legalitas jelas," kata Wabup Intan.
Sementara itu, Direktur PT. BPR Kerta Raharja Gemilang (Perseroda), Ai Suherlan, menjelaskan bahwa kegiatan literasi dan edukasi keuangan merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan perbankan sekaligus mendorong terciptanya masyarakat yang semakin cerdas dan mandiri secara finansial.
Menurut Ai Suherlan, mahasiswa sebagai generasi muda perlu memiliki pemahaman keuangan sejak dini agar mampu mengatur pemasukan dan pengeluaran, menyusun perencanaan keuangan, serta memahami manfaat dan risiko dari produk maupun layanan keuangan yang digunakan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pemahaman bahwa literasi keuangan bukan sekadar mengetahui produk perbankan, tetapi juga bagaimana seseorang mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak dan bertanggung jawab,” jelas Ai Suherlan.
Ia menambahkan, PT. BPR Kerta Raharja Gemilang (Perseroda) akan terus berupaya mengambil peran dalam mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan melalui kegiatan edukasi, sosialisasi, serta kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan otoritas terkait.
"Melalui sinergi tersebut, perusahaan berharap masyarakat semakin memahami pentingnya perencanaan keuangan, memanfaatkan layanan perbankan sesuai kebutuhan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap praktik keuangan ilegal," ungkapnya.
Salah satu mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut Elva Risi, mengungkapkan bahwa literasi dan edukasi keuangan memberikan wawasan baru mengenai cara mengelola keuangan secara lebih terencana, terutama bagi mahasiswa yang mulai belajar mandiri dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Menurut saya, kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman tentang pentingnya mengatur keuangan sejak masih kuliah. Kami jadi lebih memahami bagaimana membedakan kebutuhan dan keinginan, menyisihkan uang untuk tabungan, serta lebih berhati-hati terhadap tawaran keuangan yang belum jelas kebenarannya,” ungkapnya.
Jakarta, lensafokus.id — Setelah terpisah selama hampir enam dekade, para penyintas peristiwa Mangkok Merah 1967 di Kalimantan Barat kembali dipertemukan dalam sebuah reuni yang sarat emosi. Pertemuan tersebut menjadi momen berharga bagi mereka untuk mengenang masa lalu, merajut kembali persaudaraan, sekaligus berbagi kisah pahit yang selama puluhan tahun tersimpan dalam ingatan.
Suasana haru menyelimuti ruang pertemuan. Tawa sesekali terdengar ketika para penyintas mengenang kebersamaan pada masa lalu. Namun, di balik senyum yang mengembang, tersimpan kesedihan mendalam atas kehilangan keluarga, kampung halaman, serta kehidupan yang pernah mereka bangun.
Sebagian peserta kini telah berusia lanjut. Ada yang berjalan dengan bantuan tongkat, ada pula yang harus duduk di kursi untuk mengikuti rangkaian pertemuan. Meski usia telah membatasi gerak mereka, ingatan tentang peristiwa kelam tersebut masih membekas kuat.
Bagi mereka, reuni ini bukan sekadar pertemuan biasa. Ini adalah kesempatan untuk kembali berjumpa dengan orang-orang yang pernah menjadi bagian dari kehidupan mereka sebelum tragedi memisahkan keluarga dan mengubah perjalanan hidup selama puluhan tahun.
Kisah yang dibagikan para penyintas menggambarkan betapa beratnya kehidupan yang harus mereka lalui pada masa itu. Peristiwa Mangkok Merah 1967 menjadi bagian kelam sejarah Kalimantan Barat, terutama bagi masyarakat yang terdampak konflik dan kekerasan pada periode tersebut.
Mereka mengenang bagaimana situasi di kampung halaman berubah menjadi penuh ketakutan. Ancaman keselamatan membuat banyak keluarga tidak memiliki pilihan selain meninggalkan rumah dan mencari tempat yang dianggap lebih aman.
Perjalanan pengungsian bukan perkara mudah. Mereka harus melewati hutan, menyeberangi sungai, serta menempuh perjalanan panjang dengan bekal dan perlengkapan yang terbatas. Dalam kondisi penuh ketidakpastian, keselamatan menjadi satu-satunya tujuan.
Sebagian penyintas harus menerima kenyataan pahit kehilangan orang tua, saudara, maupun anggota keluarga lainnya. Ada yang tidak pernah kembali bertemu dengan orang-orang terkasih hingga bertahun-tahun kemudian.
Rumah, kebun, harta benda, dan berbagai sumber penghidupan yang telah dibangun selama bertahun-tahun terpaksa ditinggalkan. Bagi mereka yang mengungsi, kehilangan tersebut bukan hanya soal materi, melainkan juga hilangnya tempat berpijak dan kehidupan yang selama ini menjadi bagian dari identitas keluarga.
Dalam situasi yang mereka kenang sebagai masa penuh ancaman, ruang untuk meminta pertolongan terasa sangat terbatas. Pilihan yang tersedia seolah hanya bertahan, menyelamatkan keluarga yang masih bersama, dan terus berjalan mencari perlindungan.
Setelah menempuh perjalanan berat, para pengungsi menuju Pontianak dan sejumlah tempat penampungan. Namun, tibanya mereka di tempat yang lebih aman tidak serta-merta mengakhiri penderitaan.
Menurut kisah yang dibagikan dalam pertemuan tersebut, tempat penampungan dipenuhi pengungsi. Gudang dan bangunan lain digunakan untuk menampung mereka, sementara sejumlah fasilitas, termasuk sekolah, turut dimanfaatkan untuk menampung warga yang membutuhkan perlindungan.
Kondisi tempat tinggal yang tidak layak, keterbatasan makanan, serta padatnya penghuni menjadi tantangan besar. Kebutuhan dasar sulit terpenuhi, sementara banyak keluarga harus memulai kehidupan dari nol tanpa harta benda maupun sumber penghasilan yang memadai.
Dalam keadaan serba terbatas itu, para pengungsi menghadapi berbagai risiko, termasuk jatuh sakit dan kehilangan anggota keluarga. Kenangan mengenai orang-orang yang meninggal selama masa sulit tersebut masih menjadi bagian menyedihkan dari perjalanan hidup mereka.
Dampak pengungsian juga dirasakan oleh masyarakat Pontianak. Bertambahnya jumlah warga yang membutuhkan tempat tinggal, makanan, dan bantuan kehidupan memberikan tekanan terhadap kondisi sosial dan ekonomi kota pada masa itu.
Situasi tersebut memperlihatkan bahwa dampak konflik tidak berhenti pada wilayah terjadinya kekerasan. Gelombang pengungsian turut memengaruhi kehidupan masyarakat di daerah tujuan, yang harus menghadapi kebutuhan kemanusiaan dalam skala besar.
Enam puluh tahun merupakan waktu yang panjang. Banyak hal berubah, generasi berganti, dan sebagian orang yang dahulu bersama-sama melewati masa sulit mungkin telah tiada.
Namun, pertemuan para penyintas membuktikan bahwa ikatan persaudaraan dan ingatan tentang kampung halaman tetap bertahan.
Di ruang reuni, cerita demi cerita mengalir. Ada kisah yang disampaikan dengan senyuman, tetapi tidak sedikit yang membuat suasana berubah hening. Kenangan tentang perjalanan menyelamatkan diri, kehilangan keluarga, dan perjuangan bertahan hidup menghadirkan kembali perasaan yang mungkin selama bertahun-tahun sulit diungkapkan.
Bagi para penyintas, bertemu kembali dengan orang-orang yang memiliki pengalaman serupa menghadirkan perasaan yang sulit dijelaskan. Mereka tidak hanya bertukar kabar, tetapi juga saling memahami luka yang lahir dari pengalaman sejarah yang sama.
Reuni ini sekaligus menjadi kesempatan untuk menjaga ingatan kolektif agar kisah para korban tidak hilang ditelan waktu. Pengalaman mereka merupakan bagian dari sejarah kemanusiaan yang perlu didokumentasikan secara hati-hati, dengan menghormati martabat para penyintas dan keluarga yang terdampak.
Sejarah kelam tidak seharusnya hanya dikenang melalui angka korban atau catatan peristiwa. Di balik setiap tragedi, terdapat manusia dengan keluarga, cita-cita, rumah, dan kehidupan yang pernah mereka jalani.
Kesaksian para penyintas Mangkok Merah 1967 mengingatkan bahwa konflik dapat meninggalkan luka lintas generasi. Kehilangan keluarga, pengungsian, dan terputusnya hubungan persaudaraan merupakan pengalaman yang dampaknya dapat bertahan jauh setelah kekerasan berakhir.
Karena itu, kisah mereka penting untuk diwariskan kepada generasi muda. Bukan untuk membuka kembali permusuhan, melainkan untuk menumbuhkan pemahaman mengenai nilai kemanusiaan, pentingnya perdamaian, serta bahaya kekerasan yang menjadikan masyarakat sebagai korban.
Pertemuan setelah hampir 60 tahun itu menjadi simbol bahwa waktu dapat berjalan, tetapi ingatan tidak selalu hilang. Di antara tawa, air mata, dan cerita masa lalu, para penyintas kembali menemukan ruang untuk saling menguatkan.
Bagi mereka, reuni tersebut bukan sekadar mengenang apa yang telah hilang. Lebih dari itu, pertemuan ini menjadi bukti bahwa persaudaraan masih dapat dirajut kembali, bahkan setelah melewati masa paling sulit dalam kehidupan.
Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, membuka Festival Olahraga Masyarakat Kabupaten Tangerang (FORKAB) Ke-1 Tahun 2026, di kawasan Taman Tugu Titik Nol Tigaraksa, Sabtu (10/10/26). Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya menggemakan semangat olahraga rekreasi, meningkatkan kebugaran, serta melestarikan olahraga tradisional di tengah masyarakat Kabupaten Tangerang.
Dalam sambutannya, Wabup Intan menyampaikan apresiasi kepada Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Tangerang dan seluruh panitia yang telah bekerja keras menyelenggarakan kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa FORKAB bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan momentum untuk mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, dan menanamkan nilai-nilai sportivitas antarwarga.
"FORKAB Ke-1 ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan momentum penting untuk menggemakan semangat rekreasi, kebugaran, dan pelestarian olahraga tradisional di tengah masyarakat. Melalui olahraga masyarakat, kita tidak hanya mengejar kesehatan fisik, tetapi juga mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, dan menanamkan nilai-nilai sportivitas antarwarga Kabupaten Tangerang," ujar Wabup Intan.
Menurutnya, olahraga rekreasi dan tradisional memiliki peran strategis dalam menjaga kearifan lokal sekaligus memperkuat keharmonisan sosial di tengah pesatnya modernisasi. Melalui berbagai cabang olahraga yang dilombakan, masyarakat dari berbagai usia dan latar belakang dapat berpartisipasi dalam aktivitas yang inklusif, menyenangkan, dan mengedepankan kebersamaan.
"Olahraga masyarakat mengajarkan kita bahwa menjaga kebugaran tidak selalu harus rumit, tetapi bisa diciptakan melalui suasana keceriaan dan kebersamaan," ungkapnya.
Wabup Intan mengatakan, Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen untuk terus mendukung program pembinaan olahraga rekreasi bersama KORMI dan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, tingkat kebugaran masyarakat merupakan modal mendasar dalam membangun daerah yang maju dan berdaya saing.
Ia berharap FORKAB Ke-1 dapat melahirkan pegiat olahraga berprestasi hingga tingkat provinsi maupun nasional. Selain itu, festival ini diharapkan mampu menginspirasi keluarga di Kabupaten Tangerang untuk menjadikan gaya hidup sehat dan aktif sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari.
"Saya berharap ajang FORKAB Ke-1 ini dapat melahirkan pegiat-pegiat olahraga yang berprestasi hingga tingkat provinsi maupun nasional, sekaligus menginspirasi seluruh keluarga di Kabupaten Tangerang untuk menjadikan gaya hidup sehat dan aktif sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari," tegasnya.
Ia juga mendorong agar FORKAB diselenggarakan secara berkelanjutan sehingga dapat menjadi wadah bagi seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi dalam olahraga masyarakat. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan berkontribusi terhadap terwujudnya Kabupaten Tangerang yang lebih sehat, bugar, dan gembira.
Pada kesempatan tersebut, Wabup Intan secara resmi membuka FORKAB Ke-1 Tahun 2026. Ia mengajak seluruh peserta untuk menjaga semangat kebersamaan dan keharmonisan selama mengikuti festival serta menjadikan olahraga sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Ketua Pelaksana FORKAB Ke-1 Tahun 2026, Zainal Muttaqien, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya untuk menumbuhkan budaya berolahraga, meningkatkan kebugaran, melestarikan olahraga tradisional, serta memperkuat silaturahmi dan persaudaraan masyarakat di 29 kecamatan dan lingkungan sekolah se-Kabupaten Tangerang.
Ia menjelaskan, FORKAB Ke-1 Tahun 2026 diikuti 1.764 peserta yang berpartisipasi dalam delapan jenis olahraga masyarakat. Peserta berasal dari 29 kecamatan serta sekolah tingkat SMP/MTs dan SMA/SMK/MA se-Kabupaten Tangerang.
“Adapun delapan jenis olahraga yang dipertandingkan meliputi egrang, terompah panjang, lari balok, dagongan, hadang, bola sundul, e-sport Mobile Legends, dan senam pencegahan osteoporosis,” jelasnya.
Menurut Zainal, penyelenggaraan berbagai cabang olahraga tersebut diharapkan mampu memberikan ruang bagi masyarakat dan pelajar untuk menunjukkan kemampuan, mengembangkan minat, serta membangun semangat kompetisi yang sehat.
FORKAB Ke-1 Tahun 2026 berlangsung selama dua hari, yakni 10–11 Oktober 2026, dengan menggunakan empat lokasi pertandingan, yaitu Gedung Serba Guna (GSG) Tigaraksa, Lapangan Tenis PU, Lapangan Maulana Yudha Negara, serta area dari Kantor Inspektorat hingga Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tangerang.
Ia menambahkan, seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan berdasarkan petunjuk teknis yang telah disiapkan panitia sebagai pedoman pelaksanaan. Dengan demikian, pertandingan diharapkan berlangsung tertib, aman, dan menjunjung tinggi sportivitas.
“Kami berharap seluruh peserta dapat bertanding dengan semangat kebersamaan, menghormati keputusan wasit dan juri, serta menjadikan FORKAB ini sebagai ajang untuk memperkuat persaudaraan antarkecamatan dan antarsekolah,” ujarnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id — Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama Kantor Kementerian Agama dan Pengadilan Agama Tigaraksa berkomitmen penuh memberikan perlindungan hukum serta menjamin pemenuhan hak-hak sipil bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya legalitas perkawinan.
Komitmen tersebut diwujudkan secara nyata melalui kegiatan Sidang Isbat Nikah Terpadu yang juga digelar dalam rangka HUT ke-394 Kabupaten Tangerang.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah mengapresiasi kolaborasi erat antarlembaga dalam menyukseskan program pelayanan sidang isbat terpadu yang langsung mendekat ke masyarakat
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan terima kasih sebesar-besarnya atas kolaborasi yang sangat baik dari Pengadilan Agama Tigaraksa, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tangerang, Bagian Kesra Setda Kabupaten Tangerang, para Camat, para Kepala KUA, serta seluruh panitia yang telah bekerja keras memfasilitasi kegiatan ini," ujar Wabup Intan di Aula Kantor Kecamatan Sukamulya, Jumat (9/10/26).
Wabup Intan menandaskan ketiadaan dokumen hukum perkawinan sangat berdampak langsung pada perlindungan hak-hak keluarga, khususnya anak-anak, dalam mengakses berbagai layanan publik dan administrasi kependudukan. Untuk itu, sinergi dan kolaborasi antarlembaga seperti menjadi kunci utama tercapainya kesejahteraan serta pemenuhan hak-hak sipil masyarakat Kabupaten Tangerang secara merata
"Ketiadaan dokumen hukum ini tentunya berpengaruh pada perlindungan hak-hak suami, istri, dan terutama anak-anak, seperti dalam pengurusan akta kelahiran, dokumen kependudukan, hingga akses layanan sosial dan pendidikan," jelasnya.
Lanjut dia, Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama Pengadilan Agama Tigaraksa dan Kemenag Kabupaten Tangerang terus berkomitmen memberikan layanan kepastian hukum secara gratis dan terjangkau hingga ke tingkat kecamatan
"Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat bekerja sama dan berkolaborasi dengan Pengadilan Agama Tigaraksa serta Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tangerang terus berkomitmen menghadirkan pelayanan langsung ke masyarakat melalui Program Isbat Nikah ini," ungkapnya
Pelaksanaan sidang isbat nikah di Aula Kecamatan Sukamulya ini merupakan kelanjutan dari rangkaian program Isbat Nikah Kabupaten Tangerang Tahun 2026 yang sebelumnya telah digelar di Gedung Serba Guna (GSG)
"Pada tahapan kali ini, sebanyak 176 pasangan dari 5 kecamatan berpartisipasi dan resmi mendapatkan pengesahan pernikahan. Kecamatan Sukadiri: 47 pasangan, Gunung Kaler: 31 pasangan, Mekar Baru: 27 pasanga, Sukamulya: 24 pasangan dan Kecamatan Kresek: 7 pasangan," imbuhnya
Wabup Intan menyampaikan ucapan selamat dan doa kepada seluruh pasangan peserta yang telah resmi memilki legalitas hukum atas pernikahan mereka. Ia berharap dengan dimilikinya dokumen perkawinan diharapkan dapat membuat rumah tangga semakin bahagia, sakinah, mawadah dan warahmah
"Kepada para peserta Isbat Nikah yang berbahagia, saya mengucapkan selamat karena status hukum pernikahan bapak dan ibu sekalian telah resmi terdaftar. Semoga rumah tangga yang dibina makin sakinah, mawaddah, warahmah, serta membawa keberkahan bagi keluarga dan anak-anak tercinta," pungkasnya.
Hal yang sama juga diungkapkan Wakil Ketua Pengadilan Agama Tigaraksa, M. Yusuf. Dia menegaskan dampak pernikahan yang belum tercatat sangat nyata dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari pengurusan akta kelahiran anak, Kartu Keluarga, hingga hak waris, tunjangan, dan perlindungan hukum bagi istri dan anak-anak.
"Melalui isbat nikah, hak-hak tersebut dapat terjamin dan status keluarga menjadi jelas, sah, dan terlindungi," tandasnya
Ia menambahkan Mahkamah Agung melalui PERMA Nomor 1 Tahun 2015 telah mengatur pelayanan terpadu sidang keliling. Dengan pola ini, Pengadilan Agama, Kementerian Agama, dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil bekerja bersama sehingga masyarakat tidak perlu berpindah-pindah instansi. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, meresmikan bangunan Asrama Pondok Pesantren (Aspontren) di Pondok Pesantren Ishlaahul Ummah, Desa Solear, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Jumat (9/10/26).
Pembangunan asrama tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan keagamaan serta memberikan tempat tinggal yang layak, aman, dan nyaman bagi para santri.
Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, mengatakan pembangunan asrama pesantren tidak hanya ditujukan untuk menyediakan fasilitas tempat tinggal, tetapi juga untuk mendukung proses pendidikan agar lebih baik dalam membentuk generasi penerus yang berilmu dan berakhlak mulia.
“Harapan kami, gedung ini betul-betul menjadi tempat yang nyaman bagi anak-anak generasi penerus. Di sinilah mereka ditempa menjadi kader-kader pemimpin masa depan, baik pemimpin formal maupun informal, yang memiliki berilmu dan berakhlak mulia,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.
Ia menjelaskan, Pemkab Tangerang terus berupaya memperluas pembangunan Aspontren secara bertahap. Pada 2025, program tersebut telah direalisasikan untuk 44 pondok pesantren. Sementara pada 2026, pemerintah daerah menetapkan pembangunan asrama untuk 150 pondok pesantren yang tersebar di 18 kecamatan di Kabupaten Tangerang.
Menurutnya, program tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, dan masyarakat terhadap kebutuhan pendidikan keagamaan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para kiai, pimpinan yayasan, ustaz, ustazah, serta seluruh pihak yang telah memberikan masukan dan dukungan terhadap keberlanjutan program tersebut.
“Ini membuktikan bahwa kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah daerah harus terus kita jalankan, kita jaga, dan kita tingkatkan. InsyaAllah, pembangunan sarana pendidikan di Kabupaten Tangerang akan terus kita upayakan sesuai dengan kemampuan keuangan daerah,” tandasnya.
Melalui program Aspontren, Pemerintah Kabupaten Tangerang berharap semakin banyak pondok pesantren yang memiliki fasilitas memadai sehingga para santri dapat belajar dengan lebih nyaman, aman, dan sehat, sekaligus mempersiapkan diri menjadi generasi penerus bangsa yang berilmu, berkarakter, dan berakhlak mulia.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Kabupaten Tangerang, Haidir, menjelaskan bahwa program Aspontren merupakan upaya pemerintah daerah untuk mendukung peningkatan kualitas sarana dan prasarana pondok pesantren, khususnya penyediaan tempat tinggal santri yang layak, aman, dan nyaman guna menunjang kegiatan belajar dan pendidikan keagamaan.
"Pondok Pesantren Ishlaahul Ummah merupakan salah satu penerima program pembangunan Aspontren tahun 2025. Adapun pada 2026, Pemkab Tangerang telah menetapkan 150 pondok pesantren sebagai penerima program pembangunan asrama," ungkap Haidir
Sementara itu, Ahmad Munawar, salah seorang santri Pondok Pesantren Ishlaahul Ummah mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas pembangunan asrama yang telah memberikan manfaat nyata bagi para santri, terutama dalam menunjang kenyamanan dan keamanan selama menuntut ilmu.
“Alhamdulillah, saya bersama teman-teman sekarang tidak perlu khawatir lagi tidur dalam kondisi yang kurang nyaman. Kami bisa lebih tenang dan merasa lebih terjamin. Kami berharap program seperti ini terus dilanjutkan karena manfaatnya sangat kami rasakan, terutama bagi santri di pelosok daerah,” ungkapnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten Tangerang menggelar kegiatan Tangerang Bersyukur dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-394 Kabupaten Tangerang. Kegiatan yang diisi dengan doa bersama tersebut berlangsung di Masjid Al-Amjad, Puspemkab Tangerang, Kamis (8/10/26).
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, mengatakan kegiatan Tangerang Bersyukur menjadi momentum untuk memanjatkan doa bersama agar Kabupaten Tangerang senantiasa diberikan keberkahan, keselamatan, serta kemudahan dalam melanjutkan pembangunan.
“Semoga dengan tasyakuran ini, dengan doa ini, mudah-mudahan Allah memberikan yang terbaik buat masyarakat dan wilayah Kabupaten Tangerang. Pelaksanaan HUT Kabupaten Tangerang tanggal 13 Oktober nanti juga semoga berjalan lancar dan semuanya diberikan kesehatan,” ujar Bupati Maesyal
Ia menyebut, pembangunan Kabupaten Tangerang merupakan sebuah proses yang panjang dan berkelanjutan serta tidak terlepas dari kontribusi para pemimpin dan pendahulu yang telah membangun daerah. Untuk itu, pembangunan ke depan akan terus dilanjutkan secara bertahap, sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat.
“Harus terus kita lanjutkan pembangunan yang telah dijalankan oleh para pendahulu dab para pimpinan sebelumnya. Kita semua ingin memberikan memberikan kontribusi terbaik kepada masyarakat dan Kabupaten Tangerang,” ujarnya.
Bupati Maesyal juga menegaskan bahwa peringatan HUT Kabupaten Tangerang bukan hanya menjadi milik pemerintah daerah, tetapi merupakan momentum kebahagiaan dan kebersamaan seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang.
“HUT ini bukan hanya milik pemerintah, tapi milik juga masyarakat Kabupaten Tangerang. Saya minta doa dan dukungan dari teman-teman wartawan, dan seluruh masyarakat, agar rangkaian HUT Kabupaten Tangerang berjalan lancar,” ungkapnya.
Selain doa bersama, rangkaian HUT Kabupaten Tangerang ke-394 juga diisi dengan berbagai kegiatan sosial dan keagamaan. Di antaranya sunatan massal, santunan bagi 1.000 anak yatim, khataman Al-Qur’an, donor darah, serta berbagai kegiatan positif yang dapat dirasakan manfaatnya okeh masyarakat.
Untuk sunatan massal, Bupati menyebut ada sekitar 70 anak yang mengikuti kegiatan tersebut di RSUD Tigaraksa dr. Mukhtar Martint. Jumlah tersebut merupakan hasil pendataan dan permohonan dari desa-desa se-Kabupaten Tangerang.
“Yang sunatan massal kurang lebih 70 orang di Rumah Sakit Tigaraksa dr. Mukhtar Martint dari 29 kecamatan. Kalau nanti ada lagi permohonan, kita adakan lagi. Pokoknya untuk kepentingan masyarakat kita akan lakukan,” jelasnya.
Selain kegiatan sosial dan keagamaan, Pemkab Tangerang juga akan menyiapkan hiburan bagi masyarakat. Di kawasan alun-alun akan digelar wahana permainan anak selama satu minggu yang dapat dinikmati masyarakat secara gratis.
Pihaknya berharap dukungan dan doa seluruh masyarakat agar seluruh rangkaian kegiatan HUT ke-394 Kabupaten Tangerang dapat berjalan lancar dan menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan sekaligus mengingatkan seluruh pihak bahwa pembangunan daerah merupakan tanggung jawab bersama.
“Semoga semuanya berjalan lancar, masyarakat sehat, dan pembangunan Kabupaten Tangerang secara bertahap terus kita laksanakan untuk kepentingan masyarakat,” pungkasnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Mengawali puncak acara keagamaan dalam rangkaian Tangerang Bersyukur, para jamaah disuguhkan ceramah agama dan tausiyah yang menyejukkan dari penceramah kondang, KH. Ubaidillah, di ruang utama Masjid Agung Al-Amjad, Tigaraksa.
Dalam ceramahnya di hadapan jajaran pejabat Pemkab Tangerang, tokoh masyarakat, serta ribuan jamaah dari berbagai elemen, KH. Ubaidillah menekankan pentingnya memaknai usia ke-394 Kabupaten Tangerang sebagai wujud nikmat besar yang wajib disyukuri bersama. Beliau menyampaikan bahwa rasa syukur sebuah daerah tidak hanya diucapkan melalui lisan, tetapi juga diwujudkan melalui perbuatan nyata, menjaga kedamaian, dan memperkuat keimanan.
"Syukur adalah kunci keberkahan suatu negeri. Ketika pemerintah dan rakyatnya bersatu dalam ketaatan, saling merangkul, dan menjaga ukhuwah Islamiyah serta persatuan, maka Allah SWT akan melimpahkan keberkahan dari langit dan bumi untuk Kabupaten Tangerang," tutur KH. Ubaidillah.
Lebih lanjut, beliau juga mengapresiasi kebersamaan seluruh lapisan masyarakat yang hadir melebur tanpa sekat di Masjid Agung Al-Amjad. Momen berkumpulnya ASN, ulama, pengemudi ojek online, hingga warga umum ini dinilainya sebagai wujud keharmonisan yang harus terus dirawat demi kemajuan daerah.
Tausiyah hangat yang diselingi dengan pesan-pesan kebaikan tersebut ditutup dengan doa bersama agar Kabupaten Tangerang senantiasa dijauhkan dari segala marabahaya, diberikan pemimpin yang amanah, serta dijadikan daerah yang semakin religius, sejahtera, dan penuh keberkahan di usianya yang ke-394 ini. (Red)
Tangerang, lensafokus.id -- Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menekankan kepada para kepala desa untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) serta meningkatkan tata kelola keuangan yang baik
Hal tersebut diungkapkan Bupati Maesyal saat membuka sosialisasi Keluarga Sadar Hukum (Kadarkum) APDESI Kab. Tangerang, Rabu (07/10/26)
"Alhamdulillah kepala desa sudah bagus menjalankan tugas bersama perangkat desa. Kolaborasi dengan BPD-nya juga sudah bagus, sekarang harus terus dipertahankan bahkan ditingkatkan. Karena dengan kolaborasi bersama-sama itu bisa saling mengayomi, saling bantu dan gotong royong majukan desa dan masyarakatnya," tandas Bupati Maesyal
Bupati Maesyal juga menegaskan pentingnya tata kelola keuangan desa yang transparan, dapat dipertanggungjawabkan dan berdampak nyata bagi masyarakat. Penggunaan dan pengelolaan anggaran desa harus sesuai dengan kaidah dan norma-normal hukum yang berlaku.
"Dana desa baik itu dari pemerintah pusat dan daerah maupun kementerian itu harus dilaksanakan sesuai dengan prosedur, sesuai dengan mekanisme dan dapat dipertanggungjwabkan. Kesadaran hukum harus dipegang teguh termasuk untuk batuan keuangan dari provinsi dan lainnya maupun bantuan bagi hasil keuangan dari pajak retribusi daerah," tegasnya
Selain itu, Bupati Maesyal juga meminta para kepala desa agar merespon cepat dan menindaklanjuti segala permasalahan yang terjadi. Para kepala desa selaku kepanjangan dari pemerintah diharapkan selaku hadir di tengah-tengah masyarakat dan melayani dengan prima sampai paripurna.
"Namanya pelayanan prima itu adalah pelayanan yang betul-betul turun secara ikhlas, dilakukan oleh kepala desa maupun perangkatnya. Merespon cepat, kalau ada hal-hal yang perlu penanganan cepat jangan ditunda, langsung ditindaklanjuti," pintanya
Pihaknya juga mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi seluruh kepala desa beserta perangkatnya atas kinerja dan pelayanan yang telah diberikan kepada masyarakat
"Kami, Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang mengapresiasi kepada 246 kepala desa yang ada di Kabupaten Tangerang yang sampai saat ini masih tetap semangat menjalankan tugas di desanya masing-masing. Saya angkat jempol kepada kepala desa," ucapnya
Mengakhiri sambutanya, dia juga mengajak para kepala desa untuk memeriahkan HUT ke-394 Kabupaten Tangerang dengan kegiatan positif dan bermanfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua APDESI Kabupaten Tangerang, Maskota melaporkan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh para kepala desa dan sekretaris desa dan bertujuan untuk meningkatkan kapasitas perangkat desa akan kesadaran hukum dan norma-norma yang berlaku
"InsyaAllah penyampaian materi kegiatan peningkatan kapasitas perangkat desa ini bermanfaat bagi seluruh kepala desa dan para sekdes se-Kabupaten Tangerang," terangnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id -- Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah membuka Jambore Ajang Kreativitas Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) se-Kabupaten Tangerang Tahun 2026 yang dilaksanakan di Aula Gedung Diklat Kitri Bhakti Curug, Kamis (08/10/26)
Dalam sambutannya, Wabup Intan menekankan kepada seluruh peserta jambore bahwa kehadiran dan keikutsertaan para remaja bukan hanya sekadar untuk mengikuti perlombaan, permainan, atau menghabiskan waktu bersama teman-teman namun juga merupakan bagian dari pembentukan karakter, mental dan spiritual
"Kalian hadir sebagai bagian dari generasi yang sedang dipersiapkan untuk menjadi kekuatan besar Kabupaten Tangerang dan Indonesia di masa depan. Karena Indonesia yang bersinar tidak mungkin dibangun hanya oleh orang dewasa," ujar Wabup Intan
Dia mengatakan tema kegiatan "Remaja Sadar, Indonesia Bersinar", sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi saat ini. Menurut dia, Indonesia, khususnya Kabupaten Tangerang yang bersinar harus dipersiapkan sejak dini, melalui remaja yang sadar akan dirinya, potensi, sadar terhadap lingkungan sekitarnya, pengambilan keputusan, dan yang paling penting adalah sadar bahwa setiap pilihan dan keputusan yang dibuat hari ini akan menentukan masa depan nantinya.
"Jambore ini menjadi kesempatan bagi kalian untuk belajar tentang kepemimpinan, kerja sama, kemandirian, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan. Saya ingin kalian pulang membawa sesuatu yang jauh lebih berharga daripada piala, bawalah pengalaman, persahabatan, keberanian dan nilai-nilai baik yang kalian dapatkan selama mengikuti jambore ini," tandasnya
Wabup Intan berharap Jambore PIK-R tidak hanya menjadi ajang komunitas semata, tetapi juga mampu menjadi ruang aman bagi remaja untuk belajar, berdiskusi dan saling mendukung satu dengan yang lainnya
"Jambore PIK-R ini harus menjadi ruang aman bagi remaja untuk belajar, berdiskusi, bertanya, saling menguatkan, saling mendukung dan saling mengingatkan teman seusianya," ujarnya
Dia juga berpesan kepada seluruh peserta jambore agar menjadi remaja yang hebat. Remaja yang berani bersuara dan berani bersikap apabila ada teman dan remaja lainnya yang mengalami perundungan dan kesulitan. Selain itu, Wabup Intan juga meminta seluruh peserta untuk mengikuti seluruh tahapan kegiatan dengan baik, menjaga kesehatan, kekompakan dan nama baik diri sendiri, sekolah, keluarga, dan Kabupaten Tangerang.
"Menjadi hebat adalah ketika kita bisa membantu orang lain untuk ikut bertumbuh. Ketika ada teman yang sedang mengalami kesulitan atau perundungan, jangan dijauhi, ketika ada teman yang kehilangan arah, jangan dihakimi, ketika ada teman yang memiliki potensi, jangan merasa tersaingi, justru rangkul, dukung, dan tumbuh bersama," tegasnya
Ketua pelaksana kegiatan, Aisya Anggraini melaporkan bahwa jambore tersebut merupakan sarana bagi seluruh anggota PIK-R untuk dapat mengembangkan kemampuan serta menguatkan relasi pertemanan. Jambore tersebut juga merupakan rangkaian puncak yang mempertemukan 13 finalis terbaik se-Kab. Tangerang
"Jumlah pesertanya 223 orang, dengan 43 kelompok PIK-R. Kegiatan ini akan berlangsung selama 3 hari, dimulai hari ini sampai hari sabtu," ungkapnya
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, dr. Muchlis mengatakan jambore tersebut bertujuan untuk memicu inovasi dan kreativitas remaja dalam merespon isu kesehatan mental, kesehatan reproduksi, serta tantangan kontemporer lainnya yang dikemas melalui konsep kebersamaan di alam terbuka.
"Jambore ini akan di isi dengan penyampaian materi yaitu penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja, HIV/AIDS, dan pelatihan modul PSKS, serta lomba dan permainan yang edukatif bagi remaja," jelasnya
Pihaknya berharap setelah mengikuti kegiatan, seluruh peserta lebih memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial dan lingkungan alam, rasa solidaritas antar sesama remaja guna menciptakan lingkungan remaja yang sehat, aman, dan produktif serta mampu mengaplikasikan ilmu yang didapat dalam kehidupan sehari-hari serta terampil merancang perencanaan masa depan yang baik bagi diri sendiri dan masyarakat. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid secara resmi melepas tujuh calon mahasiswa berprestasi asal Kabupaten Tangerang untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Tiongkok. Pelepasan berlangsung di Pendopo Bupati Tangerang, Rabu (7/10/2026).
Ketujuh mahasiswa tersebut merupakan putra-putri daerah dari keluarga kurang mampu yang terdata pada Desil 1 hingga Desil 5 dan merupakan lulusan tahun ini.
Bupati menegaskan, program ini adalah komitmen nyata pemerintah daerah dalam menjamin akses pendidikan layak sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.
"Target mewujudkan Indonesia Emas adalah kebohongan jika tidak dibarengi jaminan akses pendidikan yang layak. Tujuan kami adalah memfasilitasi anak-anak agar tumbuh cerdas dan siap menjadi pemimpin masa depan secara nyata, bukan sekadar angan-angan," tegas Bupati.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Yayasan SMK Jaya Buana dan DPRD Kabupaten Tangerang yang telah berkolaborasi membuka peluang pendidikan internasional ini. Bupati berpesan agar para mahasiswa fokus belajar, menjaga kesehatan, dan menyelesaikan studi tepat waktu.
"Jangan risau soal biaya, fokus raih gelar dan bangun keterampilan. Sekembalinya ke tanah air, saya harap kalian bisa langsung bekerja dan menggerakkan sektor industri maju seperti kendaraan listrik di Kabupaten Tangerang," pesannya.
Anggota DPRD Kabupaten Tangerang, Muhamad Rapiudin Akbar, menyebut program ini bermula dari undangan SMK Jaya Buana untuk belajar ke Tiongkok yang kemudian mendapat respons dari pemerintah daerah.
"Kami tidak tinggal diam melihat peluang emas ini. Dukungan pendanaan ini menjadi kunci agar siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu tetap bisa berangkat mengejar mimpinya," jelasnya.
Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah, legislatif, dan lembaga pendidikan ini menjadi terobosan dalam tata kelola pendidikan yang patut dipertahankan.
Sementara itu, salah satu perwakilan mahasiswa, Rahmawati, asal Kampung Koper, Kresek, mengaku siap berangkat. Lulusan SMK Jaya Buana ini akan mengambil Program Studi Teknik Mesin di Liuzhou University, Tiongkok.
"Persiapan yang saya lakukan terutama kesiapan mental dan penguasaan bahasa. Harapan saya bisa mengharumkan nama sekolah dan daerah serta membanggakan orang tua," tutupnya. (Red)