Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah melakukan monitoring pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di GSG Kec. Sukamulya
Pada kesempatan tersebut, Wabup Intan mengatakan GPM yang dilaksanakan tersebut bertujuan membantu meringankan pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat khususnya menjelang bulan suci Ramadan 1447 H.
"Alhamdulillah hari ini, saya bersama Pak Camat Sukamulya dan jajarannya memonitoring langsung pelaksanaan Gerakan Pangan Murah bagi masyarakat Sukamulya untuk membantu meringankan mereka mendapatkan bahan pokok dengan harga yang sangat terjangkau," ujar Wabup Intan
Lanjut dia, ada sekitar 2.000 paket sembako untuk warga di 8 desa di Kecamatan Sukamulya yang bisa ditebus dengan harga Rp.37 ribu rupiah.
"Paketnya berisi 1 Kg beras, gula pasir, tepung terigu dan 1 liter minyak goreng, masyarakat bisa menubusnya dengan harga cukup terjangkau 37 ribu rupiah," jelasnya
Dia menambahkan Pemkab Tangerang akan menggelar GPM secara serentak di 29 kecamatan sebelum bulan suci Ramadan dengan komoditi pokok diantaranya berupa beras, minyak, gula pasir, terigu dan komoditi lainnya. Untuk itu, dia menandaskan agar seluruh kecamatan bisa benar-benar selektif siapa penerima manfaatnya
"Prinsipnya sekali lagi harus jelas. Penerimanya itu harus benar-benar tepat sasaran, mereka yang benar-benar membutuhkan," tandasnya
Selain melakukan monitoring pelaksanaan GPM, Wabup Intan juga meninjau pelayanan adminstrasi kependudukan di Kec. Sukamulya. Dia secara simbolis menyerahkan KTP kepada warga.
"Sepanjang berkas administrasi pendukungnya lengkap, bikin KTP, KK itu, gak ribet, bisa langsung jadi. Tidak perlu lagi ke Tigaraksa, cukup di kecamatan bisa dilayani," ungkapnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya strategis untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau menjelang perayaan Tahun Baru Imlek. Kegiatan tersebut digelar di Wihara Arya Dipa, Kosambi, pada Rabu (11/02/2026).
Kepala Disperindag, Resmiati Marningsih menjelaskan, terdapat 1000 paket sembako yang telah disiapkan pada kegiatan tersebut yang berisi beras premium 4 kg, minyak goreng 2 liter, gula pasir 2kg, dan tepung terigu 2 kilogram dengan harga pasar paket tersebut yaitu Rp170.600, namun pemerintah daerah memberi subsidi sehingga masyarakat hanya membayar Rp82.272.
"Untuk masyarakat yang ingin mengikuti program ini masing-masing bisa membawa kupon yang dibagikan oleh pemerintah daerah. Target sasaran utama adalah masyarakat yang akan merayakan Imlek, khususnya di wilayah Kosambi dan sekitarnya," ujarnya.
Ia menungkapkan bahwa Gerakan Pangan Murah (GPM) bertujuan untuk meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok menjelang Tahun Baru Imlek.
"Dengan adanya program ini, masyarakat dapat memperoleh bahan-bahan pokok seperti beras, minyak, gula, dan tepung dengan harga yang lebih terjangkau dan ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama pada momen-momen penting seperti perayaan Imlek," ungkapnya.
Ia berharap kegiatan ini dapat membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga lebih terjangkau, meningkatkan daya beli masyarakat, dan memberikan dukungan sosial dan ekonomi selama periode hari raya.
"Semoga dengan adanya GPM, masyarakat dapat merayakan Imlek dengan lebih meriah dan terbantu dari segi ekonomi, dan semoga kegiatan ini dapat berlangsung secara kontinu untuk meningkatkan daya beli masyarakat dan membantu mereka memenuhi kebutuhan pokok," harapnya.
Pada kesempatan yang sama Cikwa, seorang warga Kosambi, menyampaikan apresiasi atas program GPM yang di laksanakan Pemerintah Kabupaten Tangerang yang dimana Hal ini sangat membantu mengurangi beban ekonomi warga sekitar.
"Kami senang dengan adanya kegiatan ini, Warga yang sebelumnya harus membeli dengan harga lebih mahal, kini bisa mendapatkan barang dengan setengah harga. Semoga program ini rutin diadakan setiap tahun agar bisa terus membantu semua lapisan masyarakat, agar manfaatnya bisa dirasakan semua orang," tutupnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid secara resmi meluncurkan Pos Layanan Terpadu (Posyandu) dengan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) se-Kabupaten Tangerang. Inovasi tersebut diluncurkan di Aula Pendopo Bupati Tangerang, Kota Tangerang, Rabu (11/2/26).
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menegaskan bahwa Posyandu kini memiliki peran yang jauh lebih strategis dalam mendukung pembangunan daerah. Ia menyampaikan bahwa Posyandu tidak lagi terbatas pada pelayanan kesehatan dasar, tetapi telah bertransformasi menjadi Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) yang bersifat multifungsi.
"Posyandu kini tidak hanya sekadar tempat pelayanan kesehatan dasar semata, melainkan telah bertransformasi menjadi LKD yang mendukung penerapan 6 Standar Pelayanan Minimal, yakni Pendidikan, Kesehatan, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Ketentraman dan Ketertiban Umum, serta Sosial," ujar Maesyal Rasyid.
Bupati Maesyal juga mengajak seluruh jajaran pemerintahan, baik di tingkat kabupaten maupun wilayah, untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mengimplementasikan enam SPM tersebut. Menurutnya, keberhasilan program sangat bergantung pada kolaborasi dan semangat kebersamaan seluruh elemen terkait.
"Saya mengajak seluruh elemen pemerintahan, baik di tingkat kabupaten maupun wilayah, untuk terus bergandengan tangan dan merapatkan barisan. Mari kita jadikan momentum ini sebagai semangat baru untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Dengan sinergi yang kuat, saya yakin tujuan mulia kita dapat tercapai dengan baik," tuturnya.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada para kader Posyandu yang selama ini menjadi garda terdepan dalam pelayanan masyarakat. Ia menilai dedikasi dan keiklasan para kader merupakan fondasi utama dalam mewujudkan masyarakat Kabupaten Tangerang yang sehat, cerdas, dan sejahtera.
"Saya juga ingin menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para kader Posyandu yang selama ini telah menjadi garda terdepan dalam melayani masyarakat. Dedikasi Bapak/Ibu sekalian adalah fondasi utama bagi terwujudnya masyarakat Kabupaten Tangerang yang sehat, cerdas, dan sejahtera," pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Tim Pembina (TP) Posyandu Kabupaten Tangerang Ibu Rismawati Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa pihaknya menargetkan pembentukan dua posyandu pada setiap kecamatan, desa, maupun kelurahan untuk pelaksanaan Posyandu 6 SPM. Ia menjelaskan bahwa sosialisasi telah dilakukan kepada para Ketua Tim Pembina Posyandu di tingkat desa dan kelurahan sebagai langkah awal implementasi program pada tahun 2026.
"Kami menargetkan dua Posyandu di setiap kecamatan, desa, dan kelurahan untuk mulai menjalankan Posyandu 6 SPM. Sosialisasi sudah kami lakukan kepada para Ketua Tim Pembina Posyandu di desa dan kelurahan, dan pada tahun 2026 ini seluruhnya sudah harus mulai menjalankan program Posyandu 6 SPM," jelasnya.
Ia menambahkan, ke depan TP Posyandu Kabupaten Tangerang akan melakukan pembinaan secara intensif kepada tim Posyandu yang belum melaksanakan enam Standar Pelayanan Minimal tersebut, agar seluruh wilayah dapat mengimplementasikannya secara menyeluruh pada tahun ini.
"Ke depan, kami akan melakukan pembinaan bagi tim Posyandu 6 SPM yang belum melaksanakan, sehingga di tahun ini seluruhnya sudah mendapatkan pembinaan dan dapat menjalankan program dengan optimal," tambahnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meresmikan kantor usaha di wilayah Kecamatan Pasar Kemis yang bergerak di bidang alat berat, Rabu (11/2/26).
Dalam sambutannya, Bupati Tangerang menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan manajemen atas berdirinya kantor baru tersebut. Menurutnya, keberadaan kantor baru tersebut menjadi momentum penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha dalam mendukung pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Tangerang.
“Berdirinya kantor ini bukan hanya soal bangunan baru, tapi simbol semangat untuk terus maju, berkembang, dan memberikan kontribusi nyata bagi daerah,” ujar Bupati Maesyal Rasyid
Ia menegaskan bahwa sektor usaha memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di bidang konstruksi dan penyediaan alat berat. Karena itu, sinergi antara pemerintah dan dunia usaha perlu terus diperkuat.
“Kalau pemerintah dan swasta berjalan seiring, saling percaya, dan saling menguatkan, insyaAllah pembangunan bisa lebih cepat, ekonomi bergerak, lapangan kerja terbuka, dan masyarakat merasakan manfaatnya,” ujarnya.
Dia berharap keberadaan kantor baru tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh jajaran perusahaan untuk terus meningkatkan profesionalisme, inovasi, dan kualitas layanan. Selain itu, dia mengingatkan pentingnya pertumbuhan usaha yang juga harus diimbangi dengan kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.
“Usaha yang baik adalah usaha yang tumbuh bersama lingkungannya. Supaya apa, supaya dengan berkembangnya usaha, masyarakat sekitar dapat merasakan manfaatnya,” ungkapnya.
Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen secara terbuka untuk terus membuka ruang kerja sama dengan dunia usaha dalam mendorong pembangunan berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskum) Kabupaten Tangerang mencatatkan capaian strategis sepanjang tahun 2025 yang berdampak langsung terhadap peningkatan kapasitas, akses pasar, serta kesejahteraan pelaku usaha mikro dan koperasi. Berbagai program pembinaan, fasilitasi permodalan, hingga perluasan kemitraan menjadi kunci penguatan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Tangerang.
Kepala Diskum, Anna Ratna Maemunah, menyampaikan bahwa seluruh program tahun 2025 berjalan sesuai dengan target perencanaan dan menunjukkan hasil yang signifikan.
Salah satu capaian paling menonjol adalah peningkatan jumlah usaha mikro. Pada tahun 2024, jumlah usaha mikro tercatat sebanyak 66.011 unit, dan pada tahun 2025 meningkat menjadi 78.500 unit. Artinya, terjadi pertumbuhan sekitar 16.000–17.000 pelaku usaha mikro baru dalam satu tahun.
“Kenaikan ini sangat signifikan. Ini bukan hanya soal angka, tetapi bagaimana usaha mikro mampu menjadi solusi dalam menekan angka pengangguran dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar Anna.
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh program pembinaan berkelanjutan melalui pelatihan, inkubasi bisnis, serta penguatan jejaring melalui Entrepreneur Hub. Pemerintah daerah juga memberikan dukungan akses permodalan melalui UPT-UPDB (Unit Pelaksana Teknis Unit Pengelola Dana Bergulir).
Skema pembiayaan UPDB memberikan bunga ringan sebesar 4%, lebih rendah dibandingkan rata-rata KUR perbankan yang berada di kisaran 6%. Namun demikian, pembiayaan ini diperuntukkan bagi usaha yang telah berjalan minimal enam bulan sebagai bentuk mitigasi risiko dan penguatan kapasitas bayar pelaku usaha.
Tidak hanya fokus pada pembinaan dan permodalan, Diskum juga aktif memperluas akses pemasaran produk usaha mikro.
“Sepanjang 2025, produk usaha mikro Kabupaten Tangerang telah difasilitasi masuk ke berbagai jaringan retail besar seperti Aion Mall, Alfamart, Indomaret, Bigmart, hingga Lippo Karawaci. Selain itu, kemitraan juga terjalin dengan sejumlah hotel, di antaranya Hotel Vega dan Hotel Fame,” Kata Anna Maemunah.
Produk usaha mikro tidak hanya dipajang dalam “Pojok UMKM”, tetapi juga telah digunakan sebagai bagian dari sajian makanan di hotel-hotel tersebut. Langkah ini terbukti meningkatkan omzet serta memperluas eksposur produk lokal agar semakin kompetitif.
Di sektor koperasi, tahun 2025 juga menjadi momentum penting. Sejalan dengan terbitnya Inpres Nomor 9 Tahun 2025, setiap desa dan kelurahan didorong memiliki Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Di Kabupaten Tangerang, tercatat 350 koperasi baru pada tahun 2025, di mana 274 di antaranya merupakan KDKMP.
“Hasil monitoring dan evaluasi pada Januari–Februari 2025 menunjukkan bahwa dari 274 KDKMP, sebanyak kurang lebih 200 koperasi telah operasional. Meski sebagian masih memanfaatkan kantor desa atau ruang aula sebagai tempat operasional, koperasi tetap berjalan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” pungkasnya.
KDKMP difokuskan pada unit usaha sembako dan LPG 3 kg, dengan harga yang lebih terjangkau. Untuk LPG 3 kg, masyarakat dapat menikmati harga lebih murah sekitar Rp1.000–Rp1.500 per tabung. Sementara untuk pasokan beras dan kebutuhan pokok, KDKMP bekerja sama dengan ID Food dan Bulog sebagai pemasok resmi.
Menariknya, keberadaan KDKMP tidak menjadi pesaing koperasi yang telah lebih dulu berdiri. Justru, koperasi existing dilibatkan sebagai mitra strategis, bahkan beberapa pengurus koperasi besar turut menjadi pengurus KDKMP untuk berbagi pengalaman dan tata kelola.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui arahan Bupati memberikan bantuan CSR sebesar Rp100 juta per KDKMP untuk memperkuat modal awal sambil menunggu dukungan pendanaan lanjutan dari pemerintah pusat dan perbankan (Himbara).
Kolaborasi Pentahelix: Kunci Keberhasilan
Sepanjang 2025, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro menerapkan pendekatan pentahelix, yakni kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media. “Kami lakukan Kemitraan dengan perguruan tinggi seperti Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Universitas Tangerang Raya, dan Swiss German University (SGU) difokuskan pada inkubasi bisnis, digitalisasi produk, serta pengembangan Entrepreneur Hub,” tegasnya.
SGU turut mendukung digitalisasi usaha mikro, sementara UMN berperan dalam pendampingan inkubasi dan pembinaan. Sinergi ini memperkuat kualitas usaha mikro agar lebih adaptif terhadap perubahan pasar dan teknologi.
Arah Kebijakan 2026: Digitalisasi dan Pembinaan Daring
Memasuki tahun 2026, strategi difokuskan pada akselerasi digitalisasi. Dari total 78.500 usaha mikro, pada tahun 2025 baru sekitar 6.600 usaha mikro yang dapat dibina secara langsung, dan hanya sekitar 450 usaha mikro yang difasilitasi legalitas seperti HKI, NIB, dan sertifikasi halal.
Keterbatasan jangkauan pembinaan tatap muka mendorong Dinas Koperasi dan Usaha Mikro mengembangkan Learning Management System (LMS) atau e-learning bekerja sama dengan SGU. "Melalui LMS ini, pelaku usaha mikro dapat mengakses pembinaan, pelatihan, serta materi pengembangan usaha secara daring dan gratis. Strategi ini diharapkan mampu memperluas jangkauan pembinaan secara masif dan efisien", Imbuhnya.
Selain itu, mengembangkan rumah SIKUM sebagai platform yang membantu pengusaha mikro dan penggiat koperasi untuk mengembangkan usahanya dimasing-masing, dimana rumah SIKUM ini telah terintegrasi datanya dengan Kementerian Koperasi RI dan Kementerian UMKM. Penguatan sosialisasi akses permodalan UPDB ke seluruh kecamatan akan terus ditingkatkan, disertai partisipasi aktif dalam berbagai pameran dalam dan luar daerah untuk memperluas pasar produk unggulan Kabupaten Tangerang.
Komitmen Mengurangi Pengangguran dan Mendorong Entrepreneur Baru
Di tengah dinamika industri dan tantangan ketenagakerjaan, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro memandang kewirausahaan sebagai solusi strategis.
“Kami ingin menumbuhkan jiwa entrepreneur di masyarakat. Dengan usaha mikro yang kuat dan koperasi yang sehat, ekonomi dari bawah akan tumbuh dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” tegas Anna Ratna Maemunah.
Dengan fondasi capaian 2025 yang kuat dan strategi digitalisasi 2026 yang terarah, Kabupaten Tangerang optimistis usaha mikro dan koperasi akan semakin naik kelas, berdaya saing, dan berkelanjutan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. (Red)
Tangerang, lensafokus.id -- Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah membuka seminar pemenuhan gizi seimbang dari pangan lokal 'Sehat Dimulai Dari Piringku' dalam rangka Hari Gizi Nasional Ke-66 Tingkat Kabupaten Tangerang Tahun 2026. Acara tersebut digelar di GSG Puspemkab Tangerang, Tigaraksa, Rabu (11/02/26)
Dalam sambutannya, Wabup Intan menegaskan bahwa pemanfaatan pangan lokal untuk memenuhi gizi yang seimbang sangat penting. Beragamnya bahan lokal yang bergizi, sehat, terjangkau harganya dan mudah didapat harus terus dioptimalkan pemanfaatannya untuk pemenuhan kebutuhan gizi seimbang, sesuai dengan kearifan lokal yang dimiliki.
"Pemanfaatan pangan lokal sebagai strategi utama pemenuhan gizi seimbang masyarakat sangat penting. Beragamnya bahan lokal yang bergizi, sehat, terjangkau harganya dan mudah didapat seperti daun kelor menjadi perhatian bersama untuk didorong terus pemanfaatannya," tandas Wabup Intan.
Menurut dia, seminar pemenuhan gizi seimbang dari pangan lokal 'Sehat Dimulai Dari Piringku' yang menyasar peserta remaja dari kalangan pelajar tersebut sangat tepat. Saat ini banyak sekali remaja yang mengalami gangguan kesehatan sebagai dampak pola makan dan asupan gizi yang kurang sesuai.
Melalui seminar ini para pelajar diharapkan bukan hanya sebagai obyek namun juga subyek pelaku utama yang bisa menjadi teladan dan inspirasi bagi remaja lainnya akan pentingnya gizi berimbang dan bagaimana meramunya dari bahan-bahan lokal yang tersedia dan mudah didapat
"Remaja adalah pilar masa depan yang memegang kendali membentuk karakter dan nilai-nilai generasi mendatang, mereka harus tumbuh dalam lingkungan yang sehat, mendapatkan gizi yang cukup, serta memiliki kesadaran untuk menjaga kebugaran tubuh dan kesehatan mental sebagai investasi kesehatan yang dimulai sejak dini," ujarnya
Lanjut dia, Hari Gizi Nasional yang diperingati setiap tanggal 25 Januari merupakan momentum dalam menggalang kepedulian dan meningkatkan komitmen dari berbagai pihak untuk menuju Indonesia Sehat melalui konsumsi gizi seimbang dan produksi pangan berkelanjutan.
"Momentum Hari Gizi Nasional tahun ini menjadi alarm bagi masyarakat khususnya remaja Kabupaten Tangerang untuk memperbaiki pola konsumsi guna mewujudkan remaja yang sehat, unggul dan berdaya saing di masa depan," imbuhnya
Pihaknya juga mengajak seluruh peserta, guru, tenaga kesehatan dam relawan untuk terus mengkampanyekan pemenuhan gizi seimbang , khususnya di lingkungan sekolah dan keluarga.
"Saya mengajak anak-anakku sekalian, para bapak ibu guru, tenaga kesehatan, penyuluh dan relawan untuk terus mengkampanyekan gizi seimbang melaui contoh nyata. Mudah-mudahan ini bisa berjalan dengan baik sehingga sirkular ekonomi di Kabupaten Tangerang, khususnya bagi petani pangan lokal ini juga bisa ditingkatkan," pungkasnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Polemik terkait perizinan obyek wisata Danau Biru Cigaru di Desa Cisoka, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, akhirnya mendapat klarifikasi langsung dari pihak pengelola. Menanggapi ramainya pemberitaan yang menyebut lokasi wisata tersebut diduga belum mengantongi izin lengkap, pengelola memastikan seluruh dokumen legal telah dikantongi secara sah.
Danau Biru Cigaru yang dikenal sebagai salah satu destinasi favorit warga Tangerang dan sekitarnya itu disebut telah memiliki legal standing yang lengkap, mulai dari Nomor Induk Berusaha (NIB), surat pernyataan mandiri terkait komitmen keselamatan, keamanan, kesehatan serta pelestarian fungsi lingkungan (K3L), hingga dokumen tata ruang untuk kategori usaha mikro atau kecil.
Tak hanya itu, pengelola juga mengantongi NPWP, Surat Keputusan (SK) Kementerian Hukum Republik Indonesia, serta akta notaris yang diterbitkan oleh Asep Haryanto, S.H., M.M., Kn.
Pengelola Danau Biru Cigaru, Sopyan Hadi, saat ditemui media pada Senin (09/02/2026), menegaskan bahwa pihaknya telah memenuhi seluruh persyaratan administratif yang diwajibkan pemerintah.
“Izin pengelolaan wisata Cigaru sudah lengkap. Kami memiliki NIB atas nama PT Ratu Balok Sejahtera, dokumen K3L, tata ruang perusahaan, NPWP, hingga SK Kemenkumham. Semua legalitas atas nama PT Ratu Balok Sejahtera,” ujar Sopyan.
Pria yang akrab disapa Balik Peci itu mengaku heran dengan munculnya tudingan yang menyebut tempat wisata yang dikelolanya tidak memiliki izin atau beralih fungsi tanpa dasar hukum yang jelas.
“Kami sebagai warga negara tentu paham aturan dan prosedur yang harus dijalankan. Kalau ada pihak yang meragukan, silakan datang. Semua dokumen resmi bisa kami perlihatkan sebagai bukti,” tegasnya.
Sebelumnya, salah satu media online memberitakan dugaan bahwa lokasi wisata Cigaru beralih fungsi dan belum mengantongi izin lengkap. Namun dengan adanya penegasan dari pengelola, polemik tersebut kini memasuki babak klarifikasi.
Ke depan, pihak pengelola berharap isu simpang siur ini tidak lagi berkembang tanpa konfirmasi langsung. Mereka menegaskan komitmen untuk menjalankan usaha wisata secara tertib administrasi dan tetap memperhatikan aspek keselamatan serta kelestarian lingkungan.
Dengan klarifikasi ini, pengelola Danau Biru Cigaru berharap masyarakat tidak lagi terpengaruh informasi yang belum terverifikasi dan tetap menjadikan destinasi tersebut sebagai salah satu pilihan wisata keluarga di wilayah Tangerang. (red)
Kabupaten Tangerang, lensafokus.id – Bagian Hukum pada Sekretariat Daerah Kabupaten Tangerang kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman hukum sejak dini melalui kegiatan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) Goes to School. Kegiatan ini berlangsung di Aula SMP Negeri Tigaraksa, pada Selasa (10/02/2026).
Program JDIH Goes to School merupakan bentuk pembinaan dan penyuluhan hukum bagi pelajar, yang bertujuan menanamkan kesadaran hukum, membangun karakter taat hukum, serta memberikan pemahaman terkait hak dan kewajiban pelajar dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala Bagian Hukum Setda Kabupaten Tangerang Abdulah Rijal, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut berisi penyuluhan hukum kepada generasi muda di Kabupaten Tangerang, usia 13 sampai 15 tahun, sebagai bagian dari program.
"Kegiatan ini akan dilaksanakan sebanyak 30 kegiatan, dengan sistem road show ke setiap kecamatan di Kabupaten Tangerang. Setiap kecamatan akan mendapatkan penyuluhan hukum dalam satu tahun ini, sehingga kami dapat menjangkau lebih banyak pelajar dan memberikan dampak positif bagi masyarakat," jelasnya.
Ia mengungkapkan, kegiatan tersebut mendapat sambutan antusias dari para pelajar, hal ini terlihat dari keaktifan siswa dalam mengikuti rangkaian kegiatan, diskusi, serta sesi tanya jawab bersama para narasumber.
"Tidak hanya diikuti oleh siswa SMP Negeri 3 Tigaraksa, kegiatan ini juga melibatkan pelajar dari berbagai sekolah di wilayah Tigaraksa, antara lain SMPN 1 Tigaraksa, SMPN 2 Tigaraksa,dan SMPN 5 Tigaraksa," ungkapnya.
Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini antara lain perwakilan Kementerian Hukum dan HAM Wilayah Banten, Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Tangerang, perwakilan DPC Profesi Advokat, serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Tangerang yang memberikan sosialisasi mengenai perlindungan perempuan dan anak terhadap tindak kekerasan.
"Adapun materi yang akan kita sampaikan pada kesempatan ini yaitu kaitan dengan undang-undang narkotika, undang-undang perlindungan anak, bullying, dan kejahatan seksual, yang dimana masih banyak sekali dinamika yang terjadi dilingkungan sekolah," ucapnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelajar dapat memahami pentingnya hukum, menjauhi perilaku menyimpang seperti penyalahgunaan narkoba dan kekerasan, serta mampu menjadi agen perubahan yang berkarakter dan sadar hukum di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
“Melalui program JDIH Goes to School ini, kami ingin mendekatkan hukum kepada pelajar sejak dini. Harapannya, para siswa tidak hanya mengenal aturan hukum, tetapi juga memahami nilai-nilai keadilan, tanggung jawab, dan perlindungan terhadap diri sendiri serta sesama,” ujar Rizal.
Pada kesempatan yang sama, Farhan siswa yang terlihat antusias mengatakan dirinya senang dengan kegiatan JDIH Goes to School, ia belajar banyak mengenai hukum dan hak-hak sebagai pelajar serta ingin menjadi agen perubahan yang berkarakter dan sadar hukum di lingkungan sekolah dan masyarakat.
"Penyuluhan yang terkait dengan narkotika, bullying, dan kejahatan seksual sangat penting bagi saya, karena saya ingin menjadi orang yang baik dan tidak terjerumus ke dalam hal-hal yang tidak baik. Kegiatan ini juga membuat saya lebih sadar akan pentingnya hukum dan keadilan," ucapnya. (Red)
Kota Tangerang, lensafokus.id - Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik terkait kabar penonaktifan kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI-JKN) yang belakangan viral.
Pasalnya, status kepesertaan tersebut masih dapat dicek dan diajukan reaktivasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang Acep Wahyudi menjelaskan, PBI-JKN terbagi menjadi dua kategori, yakni PBI-JKN yang dibiayai oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial dan PBI Pemda yang dibiayai oleh Pemerintah Kota Tangerang.
“Yang banyak viral saat ini mayoritas berasal dari PBI-JKN pusat. Masyarakat tidak perlu khawatir karena masih bisa mengajukan reaktivasi melalui Kantor Dinsos maupun kelurahan,” ujarnya.
Berdasarkan data sistem, per Februari 2026, tercatat sekitar 76.065 jiwa di Kota Tangerang mengalami penonaktifan kepesertaan PBI-JKN. Sejak dibukanya layanan reaktivasi Jumat (6/2) sudah sekitar 120 warga yang mengajukan permohonan reaktivasi.
Penonaktifan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya ketidaksesuaian data kependudukan serta tidak masuknya warga dalam kategori desil 1 sampai 5, yang menjadi sasaran penerima PBI-JKN sesuai ketentuan Kementerian Sosial.
“Masyarakat diharapkan melakukan pengecekan terlebih dahulu, baik terkait status kepesertaan maupun desilnya. Pengecekan bisa dilakukan di kantor Dinsos, kelurahan, atau melalui operator data,” jelasnya.
Untuk pengajuan reaktivasi, masyarakat diminta membawa KTP, Kartu Keluarga, serta surat rujukan dari fasilitas kesehatan atau rumah sakit.
Proses pengusulan reaktivasi dilakukan melalui sistem milik Kementerian Sosial, dengan estimasi waktu verifikasi paling lama 3 x 24 jam. Bahkan, pada beberapa kasus, kepesertaan bisa aktif kembali dalam waktu 1 x 24 jam.
“Untuk sementara, pelayanan reaktivasi dilayani setiap hari pukul 07.00 hingga 16.00 WIB. Dinsos terbuka dan siap melayani masyarakat,” tutupnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid secara resmi meluncurkan brand “Anak Gemilang Tumbuh Kuat Juara” yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Tangerang. Kegiatan tersebut digelar di Aula Kantor DPPPA Kabupaten Tangerang, Selasa (10/2/26).
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk memastikan tumbuh kembang anak berlangsung secara sehat, kuat, dan optimal sebagai generasi penerus pembangunan.
“Yang lebih penting dari kegiatan ini adalah komitmen kita semua untuk memastikan pemerintah daerah hadir dalam kepentingan anak-anak, agar tumbuh kembangnya sehat, kuat, menjadi generasi penerus bangsa,” ujar Bupati Maesyal Rasyid
Ia juga menyampaikan bahwa perhatian dan kepedulian terhadap anak ini sejalan dengan program prioritas pembangunan nasional, termasuk dalam Astacita Presiden Republik Indonesia, yang menekankan pentingnya pemenuhan hak anak melalui program kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Tangerang telah menjalankan berbagai program untuk mendukung pembangunan anak, di antaranya program sekolah gratis SD dan SMP swasta secara bertahap sejak 2025, program beasiswa bagi anak dari keluarga kurang mampu, pembangunan ruang ramah anak, penyediaan perpustakaan kecamatan, serta layanan kesehatan melalui Puskesmas.
“Kita ingin anak-anak Kabupaten Tangerang tumbuh gemilang, sehat, kuat, dan menjadi juara. Pemerintah daerah harus hadir agar anak-anak terhindar dari berbagai risiko sosial seperti narkoba, tawuran, maupun judi online,” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala DPPPA Kabupaten Tangerang Asep Suherman mengatakan bahwa brand “Anak Gemilang Tumbuh Kuat Juara” merupakan identitas bersama yang menjadi penggerak semangat dalam pemenuhan hak anak di Kabupaten Tangerang.
“Brand ini bukan sekadar slogan, tetapi representasi arah pembangunan anak di Kabupaten Tangerang, yaitu anak-anak yang tumbuh kuat secara fisik, mental, dan sosial, gemilang dalam potensi, karakter, dan prestasi, serta siap menjadi generasi juara di masa depan,” jelas Asep.
Lanjut dia, sebagai implementasi dari brand tersebut, pihaknya juga menghadirkan program “Panggung Anak Gemilang”, yaitu sebuah ruang ekspresi yang ramah anak, inklusif, dan aman untuk mengembangkan bakat serta kepercayaan diri anak.
Pada kesempatan tersebut juga, DPPPA juga memperkenalkan Bang Narji sebagai Brand Ambassador Anak Gemilang Kabupaten Tangerang, yang diharapkan dapat memperkuat kampanye pemenuhan hak anak sekaligus menjadi jembatan komunikasi dengan generasi muda.
Menurut dia, keberhasilan pembangunan anak memerlukan kolaborasi semua pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, dunia usaha, media, hingga keluarga sebagai lingkungan terdekat anak.
“Anak-anak tidak meminta hadiah besar dari kita, mereka hanya meminta kesempatan untuk didengar, dipercaya, dan diberi ruang untuk menunjukkan potensi mereka,” ujarnya. (Red)