TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid melakukan kunjungan kerja berkeliling Kecamatan Tigaraksa untuk memantau pelaksanaan Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sekaligus memastikan bantuan pemerintah tepat sasaran. Rabu, (15/07/26)
Dalam kunjungannya tersebut, Bupati Maesyal Rasyid meninjau rumah calon penerima bantuan di Kampung Babakan, Desa Pematang, serta mengecek hasil pembangunan RTLH di Desa Cileles, Kecamatan Tigaraksa, sekaligus memastikan bahwa penerima manfaat benar-benar mendapatkan hunian yang layak dan akses air bersih
"Hari ini kita bersama melihat dan mengecek langsung, baik itu kondisi warga calon penerima program maupun hasil program RTLH yang telah dilaksanakan. Kita ingin memastikan rumahnya nanti benar-benar layak dan ada akses air bersihnya," ungkap Bupati Maesyal Rasyid
Lokasi pertama yang dikunjungi adalah rumah milik Ibu Dalilah di Kampung Babakan, Desa Pematang. Rumah tersebut dipastikan segera direhabilitasi melalui program Gerakan Bersama Rakyat Atasi Kawasan Padat, Kumuh dan Miskin (Gebrak Pakumis) sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat.
"Alhamdulillah, hari ini kami datang langsung ke rumah Ibu Dalilah untuk memastikan rumah ini segera dibangun atau direhabilitasi agar menjadi rumah yang sehat dan layak huni. Ini merupakan program Pemerintah Kabupaten Tangerang sebagai bentuk perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan dan dilakukan secara bertahap," ujarnya
Selain memastikan pembangunan rumah, ia memperhatikan kondisi kesehatan Ibu Dalilah yang sedang sakit. Pada kesempatan tersebut, dia menginstruksikan kepada petugas Puskesmas yang turut hadir untuk memberikan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan.
"Alhamdulillah, Ibu Dalilah juga langsung ditangani oleh Puskesmas. Mudah-mudahan segera diberikan kesembuhan. Pemerintah tidak hanya memperhatikan kondisi rumahnya, tetapi juga kesehatan warganya," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan rumah tersebut merupakan bagian dari Program Gebrak Pakumis, sebagai salah satu upaya Pemkab Tangerang untuk mengurangi jumlah rumah tidak layak huni di wilayah Kabupaten Tangerang.
Selain persoalan rumah tidak layak huni, pihaknya juga menyoroti adanya usulan masyarakat tentang kebutuhan air bersih yang selama ini menjadi kendala warga, terutama saat musim kemarau. Ia pun langsung menginstruksikan kepada Dinas Perumahan, Permukiman dan Pemakaman (Perkim) untuk segera menyediakan solusi jangka pendek maupun jangka panjang untuk mengatasi masalah tersebut
"Untuk kebutuhan air bersih, tadi saya sudah minta Kadis Perkim segera menyiapkan toren air dan tangki air sementara. Selanjutnya akan dilakukan pengeboran sumur agar masyarakat memiliki akses air bersih yang lebih baik, khususnya saat musim kemarau," tandasnya.
Usai meninjau rumah Ibu Dalilah, Bupati melanjutkan kunjungan ke Desa Cileles untuk melihat secara langsung hasil pembangunan RTLH yang telah selesai dikerjakan. Tiga rumah yang dikunjungi tersebut milik Ibu Jakari, Ibu Amaidah, dan Ibu Asmin yang sebelumnya telah mendapat bantuan rehabilitasi dari Pemerintah Kabupaten Tangerang.
Bupati Maesyal Rasyid juga melakukan dialog dengan para penerima manfaat untuk memastikan kondisi rumah yang telah dibangun benar-benar memberikan kenyamanan dan meningkatkan kualitas hidup keluarga penerima manfaat
Salah seorang penerima bantuan RTLH, Ibu Jakari, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya kepada Bupati Tangerang beserta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Tangerang atas kepedukian dan bantuan yang telah diberikan.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Tangerang dan seluruh jajarannya yang telah membangun rumah saya menjadi layak huni. Alhamdulillah sekarang rumah saya sudah bagus, lebih nyaman ditempati, dan saya sangat bersyukur Bapak Bupati bisa membantu rumah saya," ungkap Ibu Jakari. (Red)
Jakarta, lensafokus.id - Pemerintah mengubah strategi pemberantasan judi online dengan tidak lagi bertumpu pada pemutusan akses situs semata, tetapi menyasar seluruh mata rantai kejahatan digital yang menopang operasinya.
Pendekatan baru ini memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk memutus aliran dana, menindak pelaku, sekaligus melindungi masyarakat dari dampak perjudian online.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan pemberantasan judi online hanya akan efektif jika dilakukan secara menyeluruh.
“Pemberantasan judi online harus dilakukan menyeluruh. Tidak cukup atau tidak boleh berhenti hanya pada pemutusan akses situs, tetapi harus menyasar keseluruhan ekosistemnya,” ujar Meutya dalam OJK Banking Forum 2026 bertema Penguatan Tata Kelola Teknologi Informasi Perbankan serta Peningkatan Upaya Pemberantasan Kejahatan Keuangan dan Perjudian Online di Era Digital di Jakarta, Selasa (14/7/2026).
Menurut Meutya, strategi tersebut diperkuat melalui sinergi antara Kementerian Komunikasi dan Digital, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, industri perbankan, dan aparat penegak hukum. Kolaborasi itu juga didukung Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) yang menjadi landasan penanganan judi online secara terpadu.
“Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 memperkuat sinergi antarinstansi dalam pemberantasan judi online. Penanganannya harus terintegrasi, mulai dari pemutusan akses, pemutusan aliran dana, hingga penegakan hukum,” katanya.
Meutya menekankan pemblokiran situs harus diikuti pemutusan rekening-rekening penampung yang menjadi jalur utama perputaran dana perjudian online.
“Pemutusan akses situs harus dibarengi dengan mengamputasi ‘leher’ ekosistem judi online, yaitu rekening-rekening penampung. Karena itu kolaborasi Komdigi, OJK, industri perbankan, dan aparat penegak hukum menjadi kunci untuk memutus rantai kejahatan ini,” tegasnya.
Sejak 20 Oktober 2024 hingga 12 Juli 2026, Komdigi telah menindak sekitar 3,7 juta situs dan konten bermuatan judi online. Bersama OJK, Komdigi juga melaporkan sekitar 38 ribu rekening yang diduga terkait aktivitas perjudian online, dengan sekitar 32.500 rekening telah ditutup setelah melalui proses cleansing.
Meutya mengapresiasi komitmen OJK dan industri perbankan dalam memperkuat pengawasan terhadap rekening mencurigakan serta mendorong penguatan penerapan prinsip Know Your Customer (KYC) agar penyalahgunaan rekening dapat dicegah sejak awal.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menegaskan bahwa perlindungan masyarakat dari kejahatan keuangan kini menjadi tantangan utama sektor jasa keuangan.
“Tugas kita bukan hanya memastikan perbankan tetap sehat, tetapi juga melindungi masyarakat dari berbagai modus scam dan judi online yang dapat menggerus kepercayaan terhadap sistem keuangan,” ujarnya.
Friderica menambahkan transformasi digital harus diiringi penguatan tata kelola teknologi informasi, manajemen risiko, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk membangun ekosistem keuangan digital yang aman, tepercaya, dan berintegritas.
Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menegaskan perbankan memegang peran sentral dalam menjaga integritas sistem keuangan nasional.
“Peningkatan upaya pencegahan kejahatan keuangan yang memanfaatkan layanan perbankan serta penguatan tata kelola teknologi informasi menjadi hal yang strategis di era transformasi digital,” katanya.
Menurut Dian, hingga Mei 2026 OJK mencatat 2,8 juta penolakan hubungan usaha dengan calon nasabah, 51,2 ribu penutupan hubungan usaha terhadap nasabah yang terindikasi terkait judi online, serta 32.454 rekening diblokir setelah melalui proses Enhanced Due Diligence (EDD).
Meutya optimistis pendekatan yang menyasar seluruh ekosistem akan membuat pemberantasan judi online lebih efektif.
“Pemberantasan judi online hanya akan berhasil jika seluruh ekosistemnya kita putus bersama. Bukan hanya situsnya, tetapi juga aliran dananya, identitas pelakunya, serta penegakan hukumnya. Dengan kolaborasi yang semakin kuat, kita optimistis dapat menciptakan ruang digital Indonesia yang lebih aman dan sehat,” pungkasnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) menyelenggarakan Workshop Penghargaan Parahita Ekapraya (PPE) sebagai langkah strategis dalam mengoptimalkan implementasi Pengarusutamaan Gender (PUG) di seluruh perangkat daerah.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk merefleksikan dan memperkuat komitmen dalam memastikan pembangunan yang dilaksanakan benar-benar memberikan manfaat yang setara, adil, dan inklusif bagi seluruh masyarakat, baik perempuan maupun laki-laki.
Kepala DPPPA Kabupaten Tangerang Asep Suherman menekankan bahwa Pengarusutamaan Gender merupakan strategi pembangunan yang dilakukan secara rasional dan sistematis. Melalui PUG, setiap kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan dirancang dengan memperhatikan kebutuhan, pengalaman, peran, serta akses yang berbeda antara perempuan dan laki-laki.
"Kami mengajak seluruh perangkat daerah untuk tidak memandang pelaksanaan Pengarusutamaan Gender sebagai beban administrasi semata, melainkan sebagai bagian dari upaya kita bersama untuk menghadirkan pembangunan yang lebih berkualitas, tepat sasaran, dan menyentuh kebutuhan nyata masyarakat," ujarnya.
Selain itu, ia mengatakan bahwa workshop tersebut menjadi ajang diskusi untuk mengidentifikasi tantangan di lapangan serta merumuskan solusi aplikatif dalam penerapan Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender. Dengan sinergi lintas sektor yang kuat, Pemerintah Kabupaten Tangerang optimis dapat terus meningkatkan capaian dalam pelaksanaan PUG demi kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan.
"Workshop ini dirancang sebagai ruang belajar bersama, konsolidasi, dan penguatan komitmen antarperangkat daerah. Melalui kegiatan ini, peserta didorong untuk lebih memahami indikator penilaian serta mampu menyiapkan data dan dokumen pendukung secara lebih berkualitas dan tertib," ungkapnya
Sebagai informasi, Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan dari berbagai perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang, serta menghadirkan narasumber yang ahli di bidang kebijakan PUG untuk memberikan pendampingan teknis kepada para peserta. (Red)
SERANG, lensafokus.id – Aliansi Mahasiswa Demokrasi Banten Bersatu (AMDBB) menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat yang tengah menghadapi kesulitan memperoleh air bersih dan kebutuhan pokok dengan menggelar kegiatan bakti sosial di sejumlah wilayah Provinsi Banten.
Dalam aksi sosial tersebut, AMDBB menyalurkan bantuan air bersih kepada warga di tiga lokasi di Kecamatan Tirtayasa, yakni Kampung Tirtayasa, Kampung Laban, dan Kampung Samparwadi. Bantuan tersebut diberikan untuk membantu masyarakat yang mengalami keterbatasan akses terhadap air bersih.
Selain itu, AMDBB juga menyalurkan ratusan paket sembako kepada masyarakat di Perumahan Griya Karundang Asri, Kecamatan Pontang, dan Kecamatan Cikande sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang membutuhkan.
Koordinator Aliansi Mahasiswa Demokrasi Banten Bersatu (AMDBB), Nur Hadi, mengatakan kegiatan bakti sosial ini merupakan wujud nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam membantu sesama.
"Mahasiswa harus hadir bukan hanya ketika menyampaikan kritik, tetapi juga saat masyarakat membutuhkan bantuan nyata. Melalui kegiatan bakti sosial ini, kami ingin menunjukkan bahwa gerakan mahasiswa juga memiliki kepedulian sosial dan semangat gotong royong untuk membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan," ujar Nur Hadi.
Menurutnya, mahasiswa memiliki tanggung jawab sosial untuk ikut berkontribusi dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Karena itu, AMDBB berupaya hadir langsung memberikan bantuan yang dapat dirasakan manfaatnya oleh warga.
AMDBB berharap bantuan air bersih dan paket sembako yang disalurkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus menjadi pemantik bagi berbagai pihak untuk memperkuat kolaborasi dalam memberikan solusi terhadap berbagai persoalan sosial.
Organisasi tersebut juga mengajak pemerintah, dunia usaha, serta organisasi kemasyarakatan untuk terus bersinergi dalam menghadirkan program-program yang berpihak kepada masyarakat. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang terus memperkuat langkah mitigasi pascakebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin. Upaya tersebut dibahas dalam Forum Koordinasi Pimpiman Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tangerang di Aula Pendopo Bupati Tangerang, Kota Tangerang, Selasa (14/7/26).
Pertemuan tersebut dihadiri unsur pemerintah pusat, Forkopimda, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, serta para relawan yang bertujuan untuk mengevaluasi hari terakhir masa status kedaruratan serta penyusunan langkah-langkah pada masa transisi pascakebakaran.
Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, mengatakan penanganan tidak berhenti setelah berakhirnya status kedaruratan. Pemerintah daerah bersama seluruh unsur Satgas akan tetap melaksanakan berbagai upaya mitigasi untuk mengantisipasi potensi munculnya kembali titik api selama musim kemarau.
"Hari ini kami melakukan evaluasi sekaligus merancang upaya-upaya pada masa transisi pascakebakaran. Walaupun status kedaruratan akan berakhir, mitigasi tetap harus dijalankan oleh seluruh pihak, khususnya BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, dan OPD terkait, karena kita masih menghadapi musim kemarau yang diprediksi berlangsung cukup panjang," ujar Bupati Maesyal.
Ia menjelaskan, Pemkab Tangerang akan melanjutkan upaya pembasahan atau pendinginan secara berkala di seluruh area TPA Jatiwaringin melalui personel BPBD dan Dinas Lingkungan Hidup untuk memastikan tidak ada bara api yang muncul kembali.
"Kami masih terus melakukan penyiraman, pembasahan, dan pendinginan di seluruh area TPA Jatiwaringin. Petugas tetap siaga agar kondisi benar-benar aman dan tidak muncul kembali titik api selama musim kemarau," katanya.
Sebagai langkah antisipasi jangka pendek dan jangka panjang, Pemkab Tangerang juga akan memperkuat infrastruktur penyediaan air di kawasan TPA. Upaya tersebut meliputi pembangunan dua unit toren air, pemasangan bioblock sebagai cadangan air, penyediaan mesin alkon berdaya semprot hingga 100 meter untuk menjangkau area yang sulit diakses kendaraan pemadam kebakaran, hingga perencanaan pembangunan tandon air berkapasitas besar.
"Atas arahan dan masukan yang kami terima, pembangunan sarana penyediaan air akan segera kami realisasikan. Selain toren dan bioblock, kami juga menyiapkan mesin alkon agar proses pembasahan dapat menjangkau lokasi yang tidak bisa dilalui kendaraan pemadam kebakaran," jelasnya.
Lanjutnya, masa transisi pascakebakaran belum dapat ditentukan batas waktunya karena sangat bergantung pada situasi dan kondisi musim kemarau. Oleh sebab itu, berbagai langkah mitigasi akan terus dilakukan hingga situasi dinilai benar-benar aman.
"Kami tidak bisa menentukan batas waktunya karena bergantung pada kondisi musim kemarau. Selama masih berpotensi terjadi kebakaran, penyiraman dan pembasahan akan terus dilakukan sebagai bagian dari mitigasi," ungkapnya.
Selain fokus pada penanganan di area TPA, Pemkab Tangerang juga akan terus memantau kondisi kesehatan masyarakat di sekitar lokasi melalui Dinas Kesehatan dan Puskesmas sebagai bagian dari upaya perlindungan terhadap warga terdampak.
"Kondisi masyarakat sekitar juga terus kami pantau melalui Dinas Kesehatan dan Puskesmas agar dampak yang ditimbulkan dapat segera ditangani," tuturnya.
Bupati Maesyal menambahkan, Satgas Penanganan Kebakaran TPA Jatiwaringin tetap dipertahankan meskipun status kedaruratan akan dicabut. Menurutnya, keberadaan Satgas yang melibatkan seluruh unsur Forkopimda menjadi kunci agar koordinasi dan penanganan di lapangan tetap berjalan secara terintegrasi.
"Satgas tetap diberlakukan. Seluruh unsur Forkopimda, BPBD, dan perangkat daerah terkait tetap bekerja bersama agar penanganan dan mitigasi berjalan terkoordinasi dengan baik. Sinergi inilah yang menjadi kekuatan kita dalam mengantisipasi kondisi serupa di masa mendatang," imbuhnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menginstruksikan kepada seluruh OPD terkait untuk terus menguatkan komiten dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui penguatan berbagai program prioritas yang telah dirancang
Hal tersebut ditegaskan Bupati Maesyal Rasyid yang hadir bersama Wakil Bupati, Intan Nurul Hikmah dan Sekretaris Daerah, Soma Atmaja saat memimpin Rapat Koordinasi Program Prioritas Kesehatan Gratis Kabupaten Tangerang di Pendopo Bupati Tangerang, Selasa (14/07/26)
"Saya minta kepada Dinas Kesehatan, rumah sakit, Puskesmas, camat dan seluruh pihak terkait terus menguatkan komitmen dan kolaborasi bersama dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat," ujar Bupati Maesyal Rasyid
Dalam arahannya, Bupati Tangerang menyampaikan apresiasi atas capaian kinerja jajaran Dinas Kesehatan, pihak rumah sakit, Puskesmas, serta para camat yang telah bekerja keras merealisasikan program layanan kesehatan masyarakat. Hingga Juli 2026, cakupan Cek Kesehatan Gratis di Kabupaten Tangerang telah mencapai sekitar 71 persen.
"Kita harus terus meningkatkan semangat dan sinergi agar cakupan ini bisa semakin optimal seperti tahun-tahun sebelumnya. Layanan kesehatan adalah hak dasar masyarakat yang pemenuhannya wajib kita maksimalkan," tegasnya
Lanjut dia, untuk memperluas jangkauan layanan, Pemkab Tangerang juga menginstruksikan Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan untuk menyusun agenda pemeriksaan kesehatan gratis secara serentak di seluruh tingkat sekolah, mulai dari SD, SMP, SMA, hingga pondok pesantren.
"Pemeriksaan ini bisa memanfaatkan momen orientasi siswa baru agar berjalan efektif tanpa mengganggu proses belajar mengajar. Puskesmas juga diminta berkolaborasi aktif dengan kader Posyandu serta melakukan penginputan data skrining secara digital ke aplikasi SatuSehat," tandasnya
Selain cek kesehatan gratis, rapat koordinasi ini juga fokus pada upaya eliminasi penyakit menular seperti Tuberkulosis (TBC). Untuk itu, pihaknya juga meminta agar penyajian data pelaporan kasus TBC ke depan bergeser dari persentase menjadi angka prevalensi riil per 100 ribu penduduk guna mempermudah pemetaan dan penanganan wilayah oleh para camat.
Secara khusus Bupati Maesyal Rasyid memberikan apresiasinya kepada Kecamatan Jambe, tepatnya di Desa Taban, yang dinilai sukses menjadi contoh keberhasilan skrining TBC terpadu.
"Melalui pengerahan lintas sektor hingga tingkat RT, angka kasus TBC di desa tersebut berhasil ditekan dari yang semula 8 kasus pada tahun 2025, kini tersisa 3 kasus saja dan bersiap menuju status eliminasi total," ungkapnya
Terkait upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), Pemkab Tangerang menekankan pentingnya standar operasional prosedur (SOP) kegawatdaruratan di setiap fasilitas kesehatan. Saat ini, RSUD Kabupaten Tangerang telah diperkuat oleh dokter spesialis Feto-Maternal yang mampu mendeteksi kelainan atau kecacatan janin sejak usia kehamilan 8 minggu, bahkan mampu melakukan tindakan operasi medis di dalam kandungan demi menyelamatkan nyawa bayi.
"RSUD juga telah dilengkapi fasilitas ruang perawatan bayi berat lahir rendah (BBLR) level 3 yang mampu melayani hingga ratusan pasien setiap bulannya," imbuhnya
Bupati juga menyoroti pentingnya edukasi bagi ibu hamil untuk memeriksakan kehamilan ke Puskesmas. Untuk itu, dia juga meminta pimpinan Puskesmas, camat dan para kader agar tidak bosan-bosan melakukan sosialisasi ke masyarakat. Bidan juga harus membantu memfasilitasi rujukan ke Puskesmas atau rumah sakit untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan
Sebagai langkah preventif jangka panjang dalam memutus mata rantai stunting dan kematian bayi, ia juga menegaskan pentingnya sosialisasi dan kepatuhan terhadap Peraturan Bupati (Perbup) tentang Pranikah.
"Setiap yang mau nikah wajib memeriksakan kesehatan tiga bulan sebelum akad nikah. Surat keterangan sehat ini harus dilampirkan ke KUA. Ini bagian dari mitigasi kita menghindari stunting, menghindari bayi lahir cacat, dan menghindari kematian," ujarnya.
Pihaknya juga mengungkapkan bahwa alokasi anggaran sektor kesehatan Kabupaten Tangerang yang saat ini mencapai sekitar 24 hingga 25 persen, jauh di atas ketentuan mandatory spending nasional sebesar 10 persen.
"Alokasi anggaran bidang kesehatan ini juga harus dibarengi dengan hasil capaian (outcome) yang nyata bagi peningkatan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat Tangerang," pungkasnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam memperkuat peran koperasi dan UMKM sebagai penggerak utama perekonomian daerah saat memimpin Upacara Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 di Lapangan Raden Aria Yudhanegara, Puspemkab Tangerang, Senin (13/7/26).
Mengusung tema "Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya", peringatan Hari Koperasi ke-79 menjadi momentum untuk memperkuat semangat seluruh insan koperasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Tangerang.
Dalam kesempatannya, Bupati Maesyal mengajak seluruh pengurus, anggota, karyawan, serta penggiat koperasi, termasuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan koperasi lainnya, agar terus meningkatkan kinerja dan menjalankan roda organisasi sesuai dengan prinsip dan anggaran dasar rumah tangga koperasi.
"Koperasi dan UMKM memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian masyarakat. Oleh karena itu, roda perekonomian koperasi harus terus berjalan agar mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat," ujar Bupati Maesyal.
Ia juga menginstruksikan seluruh kepala perangkat daerah, khususnya OPD terkait, untuk terus melakukan monitoring, pembinaan, serta memberikan dukungan terhadap pengembangan koperasi dan UMKM di Kabupaten Tangerang.
Menurutnya, kolaborasi pemerintah daerah melalui berbagai program pembinaan telah memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Berdasarkan data yang ada, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tangerang pada tahun 2025 mencapai 5,06 persen, yang salah satunya didukung oleh meningkatnya aktivitas koperasi dan UMKM.
Bupati Maesyal mengungkapkan, jumlah pelaku UMKM di Kabupaten Tangerang juga terus mengalami peningkatan. Dari sebelumnya sekitar 61 ribu pelaku UMKM, kini telah bertambah menjadi sekitar 78 ribu pelaku UMKM. Peningkatan tersebut menjadi modal penting dalam memperkuat ekonomi kerakyatan di Kabupaten Tangerang.
"Saya meminta Dinas Koperasi bersama perangkat daerah terkait untuk terus meningkatkan fasilitasi, pendampingan, dan pengembangan koperasi maupun UMKM agar jumlahnya terus bertambah dan semakin berdaya saing. Dengan demikian masyarakat memiliki lebih banyak kesempatan untuk mengembangkan usahanya dan meningkatkan kesejahteraan," katanya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Tangerang akan terus mendorong berbagai program pemberdayaan koperasi dan UMKM hingga menjangkau seluruh desa dan kecamatan sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang atas komitmen dan kedisiplinan dalam menjalankan tugas serta dukungannya terhadap pengembangan koperasi dan UMKM.
"Disiplin menjadi salah satu fondasi utama dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sekaligus mendukung keberhasilan pembangunan daerah," tandasnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, menghadiri kegiatan Festival Berbagi Bahagia Bersama 200 Anak Yatim yang diselenggarakan oleh Komunitas Jari Memberi di Kantor Kelurahan Sukabakti, Kecamatan Curug, Minggu (12/7/26).
Kegiatan tersebut menjadi momentum berbagi kebahagiaan kepada anak-anak yatim dalam suasana bulan Muharam sekaligus memperkuat semangat kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Tangerang menyampaikan apresiasi kepada Komunitas Jari Memberi yang secara konsisten melaksanakan kegiatan sosial dan berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan.
"Berbagi dengan anak yatim bukan hanya bentuk kepedulian, tetapi juga merupakan bagian dari kewajiban kita untuk menyisihkan sebagian rezeki yang telah Allah SWT titipkan. Semoga semangat berbagi ini terus tumbuh dan menginspirasi semakin banyak pihak," ujar Wabup Intan
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang terus berkomitmen menghadirkan akses pendidikan yang lebih baik melalui berbagai program, di antaranya Program Beasiswa Tangerang Gemilang serta program sekolah SD, SMP swasta gratis bagi masyarakat. Untuk itu, dia juga menghimbau kepada masyarakat untuk dapat membantu mensosialisasikan program pemerintah tersenut dan memanfaatkan berbagai fasilitas pendidikan yang telah disediakan Pemerintah Kabupaten Tangerang
"Pesan saya kepada seluruh anak yatim, jangan pernah menyerah, hilang semangat dan rendah diri dalam menggapai cita-cita meskipun memiliki berbagai keterbatasan. Teruslah belajar, raih cita-cita setinggi mungkin. Jadilah generasi yang berprestasi dan membanggakan," pesannya
Pihaknya berharap kolaborasi antara pemerintah, komunitas sosial, dunia usaha, dan masyarakat yang telah terjalin baik di Kec. Curug tersebut dapat terus diperkuat sehingga semakin banyak warga yang merasakan manfaat dari gerakan berbagi dan berbagai kepedulian sosial yang dilaksanakan
"Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi gerakan bersama dalam membangun masyarakat Kabupaten Tangerang yang peduli, berdaya, dan sejahtera," pungkasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Curug beserta Forkopimcam Curug, Ketua Komunitas Jari Memberi, Lurah Sukabakti beserta jajaran, perwakilan BAZNAS Kabupaten Tangerang, serta para donatur dan tokoh masyarakat setempat. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id - Perlombaan Kicau Mania Kapolres Cup Tahun 2026 dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 digelar di lapangan Highland Stadium, Talaga Bestari, Cikupa,, Minggu (12/7/26).
Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, yang hadir mewakili Bupati Tangerang, menyampaikan apresiasi kepada Polresta Tangerang atas penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, antusiasme peserta membuktikan bahwa Kicau Mania telah berkembang menjadi wadah yang mempertemukan masyarakat dalam suasana penuh keakraban, kebersamaan, dan sportivitas, sekaligus memperkuat sinergi antara Polri, Pemerintah Kabupaten Tangerang, dan masyarakat.
"Pemerintah Kabupaten Tangerang mengucapkan Selamat Hari Bhayangkara ke-80 kepada seluruh keluarga besar Polri, khususnya jajaran Polresta Tangerang. Kicau Mania telah menjadi ajang silaturahmi yang mampu mempertemukan masyarakat dalam suasana penuh keakraban, kebersamaan, dan sportivitas," ujar Soma.
Ia menuturkan, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat. Menurutnya, keamanan dan ketertiban dapat dibangun melalui kedekatan, komunikasi, serta kebersamaan yang terus dijaga oleh seluruh elemen masyarakat.
Soma menambahkan, pembangunan daerah hanya dapat berjalan optimal apabila didukung semangat sinergi dan kolaborasi.
"Selama ini, sinergi antara Pemerintah Kabupaten Tangerang dan Polresta Tangerang telah menjadi modal penting dalam menjaga situasi daerah tetap aman, tertib, dan kondusif sehingga pembangunan dapat berlangsung dan manfaatnya dirasakan masyarakat," tandasnya.
Ia juga mengapresiasi komunitas pecinta burung yang dinilai mampu menjadi wadah positif dalam menyalurkan hobi secara sehat dan produktif. Di samping itu, kegiatan Kicau Mania turut menggerakkan perekonomian melalui kehadiran pelaku UMKM, pedagang, peternak burung, pengrajin sangkar, hingga berbagai usaha pendukung lainnya.
"Kegiatan Kicau Mania terus membangun persahabatan, memperkuat silaturahmi, menumbuhkan sportivitas, serta ikut menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Karena itu, saya mengajak seluruh komunitas untuk terus menjaga kebersamaan, menjunjung tinggi sportivitas, serta turut menjaga kelestarian satwa dan lingkungan," katanya.
Sementara itu, Kapolresta Tangerang Kombes Pol. Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengatakan, Kicau Mania Kapolres Cup 2026 menjadi momentum mempererat silaturahmi, memperkuat persaudaraan, sekaligus membangun kebersamaan antara Polri dan masyarakat dalam memperingati Hari Bhayangkara ke-80.
"Kegiatan ini bukan hanya tentang mencari juara, tetapi menjadi momentum mempererat silaturahmi, memperkuat persaudaraan, serta membangun kebersamaan antara Polri dan masyarakat. Komunitas Kicau Mania memiliki peran besar dalam menjaga persatuan dan menjadi mitra Polri dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif," ujar Indra.
Indra juga mengajak seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas, kejujuran, dan saling menghormati selama perlombaan berlangsung. Ia menegaskan bahwa menang atau kalah merupakan hal yang biasa, namun persaudaraan harus tetap menjadi prioritas utama.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada Forkopimda, panitia, sponsor, serta seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan kegiatan tersebut.
"Kami harap sinergi yang telah terbangun ini terus terjaga untuk mewujudkan Kabupaten Tangerang yang aman, damai, dan sejahtera, sekaligus menjadikan Kicau Mania Kapolres Cup sebagai ajang yang semakin diminati masyarakat," pungkasnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah, menghadiri dan memimpin langsung kegiatan senam massal "Tangerang Semakin Gemilang" yang diinisiasi Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kab. Tangerang. Acara tersebut digelar di Kecamatan Pasar Kemis, Minggu (12/07/26).
Dalam sambutannya, Wabup Intan menekankan bahwa olahraga rekreasi seperti senam massal dan olahraga rekreasi lainnya banyak merangsang hormon kebugaran dan kebahagiaan.
"Olahraga itu bisa menambah hormon kesehatan, kebugaran dan kebahagiaan kita. Jadi, untuk menghadapi hari Senin besok, kita sudah fresh dan bahagia. Apalagi kalau pulang ke rumah membawa kulkas, motor listrik, atau SmartTV, pasti makin senang orang di rumah," ujar Wabup Intan dihadapan ribuan peserta senam
Wabup Intan yang juga Ketua Umum KORMI Kab. Tangerang mengatakan bahwa esensi dari KORMI adalah menghadirkan kegembiraan bagi masyarakat melalui berbagai macam jenis olahraga tradisional dan rekreasi yang akan terus digalakan sepanjang tahun, bukan hanya untuk memeriahkan hari-hari besar nasional semata
"Makanya, setiap ada acara KORMI, wajib hadir! Karena di mana ada KORMI, di situ ada kebahagiaan. Olahraga di sini bukan cuma senam saja, tapi macam-macam. Ada tarik tambang, lomba bakiak, sampai lomba balap karung. Jadi, di KORMI keseruannya bukan cuma saat momen 17 Agustusan saja, tetapi setiap hari kita bisa bergembira," tandasnya.
Dia juga menggungkapkan kuatnya sinergi antara KORMI dan Pemerintah Kabupaten Tangerang dan berbagai lembaga lainnya senantiasa berjalan beriringan dalam rangka mewujudkan masyarakat Kabupaten Tangerang yang sehat dan bahagia.
Selain itu, Wabup Intan juga mengajak seluruh peserta senam untuk berbagi kebahagiaan dan peduli terhadap sesama dengan aksi donor darah yang digelar Unit Donor Darah PMI Kabupaten Tangerang.
"Nanti, bagi yang badannya bugar, sehat, dan sudah sarapan, bisa langsung menuju ke Aula Kecamatan Pasar Kemis untuk mendonorkan darah. Setetes darah ini bisa membantu saudara-saudara kita, bukan hanya di Tangerang, tapi di seluruh Indonesia. Jadi, insya Allah kita semua diberikan keberkahan, karena acara senam ini bukan cuma menyehatkan, tetapi juga menjadi wadah untuk saling berbagi," pungkasnya.
Sementara itu, Ketua panitia pelaksana senam bersama, Jubertinus melaporkan bahwa selain untuk menjaga kesehatan jasmani dan rohani, senam massal tersebut juga dirancang sebagai ruang untuk mempererat kebersamaan dan rasa persaudaraan antar elemen masyarakat.
"Selain untuk menjaga dan memelihara kesehatan jasmani dan rohani, kegiatan ini juga dirancang sebagai ruang konkret untuk mempererat kebersamaan dan rasa persaudaraan antarelemen masyarakat di Kabupaten Tangerang," ungkapnya
Senam massal yang dirangkaikan dengan aksi donor darah tersebut semakin semarak dengan hadirnya ratusan hadiah doorprize menarik seperti kulkas, motor listrik, hingga Smart TV. (Red)