Bupati Tangerang Hadiri Festival Muharram Cengkok 1448 Hijriah

Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menghadiri Festival Muharram Cengkok 1448 H yang dibuka langsung oleh Gubernur Banten, Andra Soni di Kampung Cengkok, Desa Sentul, Kecamatan Balaraja, Sabtu (11/07/26)

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid sangat mengapresiasi kegiatan Festival Muharram Cengkok 1448 H tersebut yang tidak hanya menjadi peringatan tahun baru Islam semata, tetapi juga menjadi wadah syiar Islam, penguatan solidaritas sosial, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat, melalui berbagai kegiatan seperti santunan anak yatim, sunatan massal, bazar UMKM, diskusi literasi, hingga pentas seni budaya Banten.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada panitia, DKM Masjid Al-Hidayah, LPK Cengkok Karya Mandiri dan seluruh masyarakat yang telah berinisiatif dan bekerja keras menyelenggarakan kegiatan ini dengan baik dan penuh semangat kebersamaan," ujar Bupati Maesyal Rasyid

Lanjut dia, kegiatan tersebut juga sejalan dengan semangat hijrah, yaitu bergerak menuju kehidupan yang lebih baik, lebih peduli, dan lebih produktif, khususnya dalam membangun generasi yang berintegritas, berakhlak mulia, dan memiliki kesadaran untuk menjaga nilai-nilai kejujuran sejak dini.

"Melalui momentum ini, saya mengajak kita semua untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh elemen, dalam membangun Kabupaten Tangerang yang semakin maju, religius, dan berdaya saing," imbuhnya

Dia juga mengimbau kepada seluruh peserta dan pengunjung untuk selalu menjaga ketertiban, keamanan, serta kebersihan lingkungan selama kegiatan berlangsung.

"Mari kita tunjukkan bahwa masyarakat Kabupaten Tangerang adalah masyarakat yang tertib, peduli, dan bertanggung jawab," pungkasnya

Dia berharap kegiatan keagamaan seperti Festival Muharram di Kampung Cengkok, Desa Sentul yang dirangkaikan dengan aksi sosial, literasi dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan semakin menumbuhkan semangat berbagi, memperkuat persaudaraan, dan menginspirasi masyarakat untuk terus menjaga nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Banten Andra Soni juga mengapresiasi masyarakat Kampung Cengkok yang terus menjaga tradisi keagamaan melalui penyelenggaraan Festival Muharam. Menurutnya, semangat kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian sosial yang tercermin dalam kegiatan tersebut menjadi modal penting dalam membangun masyarakat yang religius dan harmonis.

"Festival Muharam Kampung Cengkok merupakan tradisi yang harus dilestarikan, mulai dari UMKM lokal, hingga kegiatan sosial, sunatan massal semakin memperkuat nilai nilai keagamaan, kebersamaan dan keharmonisan," ungkap Andra Soni.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Staf Khusus Kementerian Sosial serta Staf Khusus Kementerian Haji dan Umrah, yang memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan keagamaan dan sosial sebagai bentuk penguatan nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian di tengah masyarakat. (Red)

Hari Ke-11 Penanganan Kebakaran, Bupati Tangerang Pastikan TPA Jatiwaringin Padam Total

TANGERANG, lensafokus.id – Memasuki hari ke-11 penanganan kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid memastikan kebakaran telah berhasil dipadamkan secara menyeluruh.

Kepastian tersebut berdasarkan hasil pemantauan langsung di lapangan serta investigasi yang dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Lingkungan Hidup, dan Kementerian Kehutanan

"Alhamdulillah, sesuai laporan dan hasil pemeriksaan di lokasi TPA Jatiwaringin serta investigasi BNPB, Kementerian Lingkungan Hidup, dan Kementerian Kehutanan, per hari ini pukul 15.00 WIB seluruh titik api, hotspot, maupun asap sudah tidak ditemukan lagi. Setelah dilakukan survei hingga ke titik-titik yang sebelumnya terbakar, kondisinya sudah benar-benar padam," ujar Bupati Maesyal Rasyid saat memberikan keterangan di TPA Jatiwaringin, Jumat (10/7/26).

Bupati Maesyal Rasyid menambahkan meski sudah padam, proses penanganan belum sepenuhnya dihentikan. Sesuai arahan BNPB, para petugas akan terus melakukan pendinginan dan pembasahan area TPA untuk memastikan tidak ada potensi munculnya kembali titik api kembali

"Kami masih akan melaksanakan pendinginan dan penyiraman sebagai langkah antisipasi agar benar-benar dipastikan tidak ada lagi potensi kebakaran. Kegiatan ini akan terus dilakukan hingga 14 Juli 2026 sesuai masa tanggap darurat yang telah ditetapkan. Setelah itu akan kami evaluasi kembali apakah status tanggap darurat perlu diperpanjang atau dinyatakan selesai," jelasnya.

Bupati menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan, BNPB, Gubernur Banten, BPBD Kabupaten Tangerang, BPBD Provinsi Banten, BPBD Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Serang, DKI Jakarta, seluruh unsur TNI-Polri, Manggala Agni, para relawan, serta perusahaan-perusahaan yang turut membantu proses pemadaman

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya seluruh pihak yang telah bekerja tanpa mengenal lelah selama proses pemadaman berlangsung. Semoga segala ikhtiar dan pengabdian yang telah diberikan menjadi amal ibadah dan mendapat balasan terbaik dari Allah SWT," ucapnya.

Ia juga memberikan penghargaan secara khusus kepada tim helikopter BNPB yang selama delapan hari berturut-turut melaksanakan operasi water bombing serta kepada personel Manggala Agni yang bekerja siang dan malam memadamkan api di lapangan.

Sementara itu, Direktur Pendayagunaan Sumber Daya dan Pengamanan Hutan, Suharyono menilai keberhasilan penanganan kebakaran TPA Jatiwaringin merupakan contoh nyata kolaborasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah serta komponen lainnya yang terlibat

"Yang terjadi di TPA Jatiwaringin merupakan koordinasi dan kolaborasi yang sangat baik dari seluruh komponen, mulai pemerintah pusat hingga daerah, lintas kementerian, yang diorkestrasi dengan baik oleh Bupati Tangerang sehingga proses pemadaman dapat berjalan cepat dan berhasil," ungkap Suharyono.

Lanjut dia, personel Manggala Agni Kementerian Kehutanan telah bertugas selama delapan hari dan seluruhnya dalam kondisi sehat. Berdasarkan hasil pemantauan, seluruh hotspot telah dinyatakan bersih.

"Alhamdulillah, perkembangan hotspot hingga tadi malam sudah clear, tidak ada lagi titik panas. Artinya kebakaran telah selesai. Kami berharap keberhasilan ini menjadi contoh bahwa penanganan bencana seperti ini harus dilakukan dengan semangat kolaborasi karena persoalan sampah bukan hanya menjadi masalah Kabupaten Tangerang, tetapi juga tantangan bersama di Indonesia," ujarnya.

Hal senada disampaikan perwakilan BNPB, Riswandi. Ia memastikan hasil pemantauan menggunakan drone thermal menunjukkan tidak lagi ditemukan titik api maupun hotspot di kawasan TPA Jatiwaringin. Fokus selanjutnya adalah proses pembasahan dan pendinginan agar tumpukan sampah tetap lembap sehingga tidak memicu kebakaran kembali,

"Alhamdulillah, berdasarkan hasil pemantauan drone thermal yang dilakukan semalam, sudah tidak ada lagi titik api ataupun hotspot di TPA Jatiwaringin. Karena itu hari ini kami sudah tidak lagi melakukan operasi water bombing. Fokus selanjutnya adalah pembasahan dan pendinginan agar tumpukan sampah tetap lembap sehingga tidak memicu kebakaran kembali," ungkapnya. (Red)

Bupati Tangerang Sampaikan TPA Jatiwaringin 100 Persen Bebas Api dan Asap Saat Jumling di Masjid Darurrohman Rajeg

TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid melaksanakan kegiatan Jumat Keliling (Jumling) di Masjid Darurrohman, Desa Rajeg Mulya, Kecamatan Rajeg, Jumat (10/7/26)

Pada kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan infomasi terbaru terkait penanganan kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin yang kini telah dinyatakan 100 persen bebas api dan asap berdasarkan hasil pemantauan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Di hadapan para jamaah, Bupati menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat kebakaran TPA Jatiwaringin. Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas doa serta dukungan seluruh masyarakat yang turut membantu kelancaran proses penanganan kebakaran.

"Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang memohon maaf kepada seluruh masyarakat atas musibah kebakaran TPA Jatiwaringin yang sempat mengganggu aktivitas warga. Alhamdulillah, berkat kerja keras seluruh tim gabungan serta doa masyarakat, per tadi malam BNPB menyatakan TPA Jatiwaringin sudah 100 persen bebas dari api dan asap," ujar Bupati Maesyal Rasyid.

Pada kesempatan tersebut, ia juga mensosialisasikan rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa)/Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di TPA Jatiwaringin. Menurutnya, program tersebut merupakan solusi jangka panjang agar pengelolaan sampah di Kabupaten Tangerang menjadi lebih modern dan ramah lingkungan.

Ia menjelaskan, melalui program PSEL, sampah akan diproses secara bertahap menjadi energi listrik sehingga tidak lagi menumpuk dan membentuk gunungan sampah seperti yang terjadi saat ini.

"Ke depan, kita akan membangun sistem pengolahan sampah menjadi energi listrik. Sampah yang masuk akan diproses secara bertahap sehingga tidak terus menumpuk. Ini menjadi solusi agar TPA Jatiwaringin lebih aman, bersih, dan memberikan manfaat bagi masyarakat," jelasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas memulung di area TPA Jatiwaringin karena kondisi lokasi masih berisiko dan membahayakan keselamatan. Ia meminta seluruh warga bersama-sama menjaga kawasan TPA agar kejadian kebakaran tidak kembali terulang.

"Saya mengingatkan kepada masyarakat agar sementara waktu tidak beraktivitas di atas TPA karena kondisinya masih berbahaya. Mari kita bersama-sama menjaga TPA Jatiwaringin agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali," tegasnya.

Pada kegiatan Jumling tersebut, Bupati Tangerang juga menyerahkan bantuan untuk Masjid Darurrohman sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan. Selain itu, bantuan paket sembako turut diberikan kepada masyarakat sekitar sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Tangerang terhadap warga yang terdampak akibat kebakaran TPA Jatiwaringin.

Salah seorang warga Desa Rajeg Mulya yang terdampak asap kebakaran TPA Jatiwaringin, Indriani, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Tangerang dan seluruh jajaran atas perhatian yang diberikan sejak hari pertama terjadinya kebakaran.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Tangerang dan seluruh jajaran yang sejak hari pertama selalu berada di lokasi, memantau langsung penanganan kebakaran dan memastikan warga tetap aman. Seluruh bantuan yang diberikan, mulai dari tim kesehatan yang siaga di pengungsian hingga petugas yang berkeliling memeriksa kesehatan warga dari rumah ke rumah. Bapak Bupati selalu hadir dan memperhatikan masyarakat," ungkap Indriani. (Red)

PPNI Kabupaten Tangerang Gelar Pengabdian Masyarakat dan Bakti Sosial untuk Korban Asap TPA Jatiwaringin

Tangerang, lensafokus.id – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Tangerang menggelar kegiatan pengabdian masyarakat dan bakti sosial bagi warga terdampak asap kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kamis (9/7/2026).

Memasuki hari ke-10 kebakaran TPA Jatiwaringin, asap masih berdampak terhadap kesehatan masyarakat, khususnya di Kecamatan Rajeg. Merespons kondisi tersebut, DPD PPNI Kabupaten Tangerang langsung menggerakkan aksi kemanusiaan melalui pelayanan kesehatan, edukasi, dan penyaluran bantuan bagi warga terdampak.

Ketua DPD PPNI Kabupaten Tangerang, M. Nurhabibi, mengatakan pihaknya terlebih dahulu berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Puskesmas Rajeg untuk memetakan kebutuhan di lapangan. Dari hasil koordinasi tersebut, PPNI kemudian menyusun langkah strategis agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan mampu meringankan beban masyarakat.

Untuk memperkuat penanganan, PPNI membentuk dua tim khusus, yakni Tim Koordinasi dan Manajemen Posko serta Tim Penanggulangan Tanggap Bencana. Sebanyak 25 tim yang terdiri dari 46 perawat sukarelawan dari 28 rumah sakit, Dinas Kesehatan, dan empat institusi pendidikan diterjunkan secara bergiliran selama 24 jam di Posko Kesehatan Puskesmas Rajeg dan sejumlah posko lainnya sejak 4 Juli 2026.

Selain memperkuat pelayanan kesehatan, PPNI juga menggelar pengabdian masyarakat yang dipimpin Abdul Karim dan Mizwar bersama 11 mahasiswa STIKES Faathir Husada, Balaraja. Kegiatan tersebut meliputi pemeriksaan tanda vital, penyuluhan pencegahan ISPA, pelayanan kesehatan di posko, serta pembagian biskuit dan susu steril untuk membantu menjaga kondisi kesehatan warga.

Sebagai bentuk kepedulian, PPNI turut menyalurkan bantuan kebutuhan pokok kepada warga Desa Tanjakan Mekar, Rajeg, seperti beras, mi instan, minyak goreng, telur, susu, masker, pakaian layak pakai, hingga perlengkapan bayi.

Selain itu, PPNI juga menyerahkan bantuan operasional posko berupa dua unit _nebulizer portable_, 50 botol obat-obatan, 100 botol tetes mata, 30 dus masker, dan 150 botol susu steril kepada Puskesmas Rajeg agar pelayanan kesehatan dapat terus berjalan optimal.

Kepala Puskesmas Rajeg, Tohiroh, mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara PPNI dan tenaga kesehatan selama penanganan dampak kebakaran. Menurutnya, kehadiran para relawan sangat membantu pelayanan kesehatan di lapangan. "Sinergi dan bantuan ini sangat meringankan beban nakes," ujarnya.

M. Nurhabibi mengatakan puluhan relawan perawat rela mengorbankan waktu bersama keluarga, tenaga, hingga jam istirahat demi membantu masyarakat terdampak. Ia menegaskan PPNI akan terus mendukung pelayanan kesehatan dan pengabdian kepada masyarakat hingga kondisi dinyatakan membaik oleh pemerintah.

"PPNI berkomitmen terus mengabdi sampai keadaan membaik oleh Pemerintah. Kami hadir untuk masyarakat Indonesia dan Kabupaten Tangerang khususnya," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tanjakan Mekar, Uti, menyampaikan apresiasi atas dedikasi para relawan yang berjaga tanpa henti sejak posko didirikan. "Terima kasih atas kehadiran 25 tim perawat PPNI yang piket 24 jam dan kirim bantuan langsung ke warga," ucapnya.

Hal senada disampaikan Ketua RT 014 RW 06 Kampung Jungkel yang merasakan langsung manfaat pelayanan kesehatan dan bantuan yang diberikan PPNI kepada masyarakat terdampak. "Alhamdulillah, warga sekitar sangat terbantu dan kesehatan sebagian besar warga sudah membaik. Harapan kami, tidak ada lagi kebakaran seperti ini," ungkapnya. (Red)

Lima Kali Beruntun Berjaya, Kabupaten Tangerang Kokoh di Puncak MTQ Provinsi Banten

SERANG, lensafokus.id – Kabupaten Tangerang kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan berhasil meraih Juara Umum Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXIII Tingkat Provinsi Banten. Prestasi meraih gelar juara umum untuk kelima kalinya secara berturut-turut tersebut diumumkan Dewan Hakim MTQ ke XXIII tingkat Provinsi Banten yang digelar di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Kamis malam (9/7/26).

Kafilah Kabupaten Tangerang sukses mempertahankan juara umum MTQ XXIII Provinsi Banten dengan total nilai 750, peringkat kedua Kota Tangerang dengan nilai 614 dan peringkat ketiga diraih Kab. Serang dengan nilai 549. Trofi Juara Umum diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah kepada Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid pada acara penutupan MTQ XXIII Provinsi Banten.

Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas capaian luar biasa yang kembali diraih Kafilah Kabupaten Tangerang.

"Alhamdulillah, Kabupaten Tangerang kembali meraih gelar Juara Umum MTQ Tingkat Provinsi Banten untuk yang kelima kalinya secara berturut-turut. Bukti proses tidak menghianati hasil," ujar Bupati Maesyal Rasyid

Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan buah dari kerja keras, kedisiplinan, dan pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan selama hampir satu tahun penuh. Selain itu, dukungan dan doa dari orang tua dan seluruh masyarakat juga menambah motivasi kafilah Kab. Tangerang

"Saya sangat bangga dan bahagia atas perjuangan seluruh kafilah Kabupaten Tangerang. Selama hampir satu tahun mereka menjalani pembinaan secara intensif dan mematangkan persiapan menghadapi MTQ tingkat Provinsi Banten. Alhamdulillah, kerja keras tersebut membuahkan hasil dengan kembali mempertahankan gelar juara umum," katanya.

Bupati menegaskan, keberhasilan tersebut bukan sekadar meraih piala ataupun prestasi terbaik semata, tetapi memiliki makna yang lebih besar, yakni semakin membumikan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan masyarakat Kabupaten Tangerang.

"Juara ini bukan hanya tentang trofi. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana semangat MTQ mampu semakin membumikan Al-Qur'an di tengah masyarakat, memperkuat syiar Islam, serta mendorong generasi muda untuk mencintai, memahami, mengamalkan, dan menghafalkan Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari," jelasnya.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran LPTQ, pelatih, pembina, pendamping, kafilah, serta masyarakat Kabupaten Tangerang yang telah memberikan doa dan dukungan sehingga Kabupaten Tangerang kembali menjadi yang terbaik di Provinsi Banten.

"Keberhasilan ini merupakan hasil kerja bersama. Terima kasih kepada seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang yang telah memberikan doa, dukungan, dan semangat kepada para kafilah sehingga kita kembali mampu mempertahankan gelar juara umum," ungkapnya.

Ia berharap para kafilah terbaik Kabupaten Tangerang yang akan mewakili Provinsi Banten pada MTQ Tingkat Nasional dapat memberikan penampilan terbaik dan kembali mengharumkan nama Provinsi Banten di tingkat nasional.

"Kami berharap para kafilah Kabupaten Tangerang yang nantinya mewakili Provinsi Banten pada MTQ Nasional dapat tampil maksimal, memberikan prestasi terbaik, serta mengharumkan nama Provinsi Banten di tingkat nasional," pungkasnya. (Red)

Wabup Intan Simbolis Serahkan Bantuan WUB Perempuan Kepala Keluarga

Tangerang, lensafokus.id -- Wakil Bupati Tangerang, Inta Nurul Hikmah secara simbolis menyerahkan bantuan peralatan usaha bagi Wirausaha Baru (WUB) perempuan kepala keluarga. Acara yang diinisiasi oleh Dinas Tenaga Kerja bekerja sama dengan PIK 2 tersebut digelar di Kantor Kecamatan Kronjo, Kamis (09/07/26).

Dalam sambutannya, Wabup Intan menyampaikan apresiasinya dan terima kasihnya kepada Dinas Tenaga Kerja dan PIK 2 dengan program CRS-nya yang tidak hanya memberikan pelatihan usaha namun juga memberikan peralatan usaha setelah pelatihan selesai, khususnya kepada ibu-ibu wirausaha baru di Kec. Kronjo.

"Atas nama pemerintah daerah, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PIK 2 dan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang yang telah menyelenggarakan pelatihan dan bantuan peralatan usaha untuk semua penerima manfaat," ujar Wabup Intan.

Dia mengungkapkan ada 8 set gerobak mie ayam yang diberikan kepada ibu-ibu kepala keluarga yang telah selesai mengikuti pelatihan untuk memulai usaha kulinernya.

"Hari ini jumlah penerimanya ada 16 orang dengan bantuan peralatan usaha sebanyak 8 set. Jadi ada gerobak, ada gas, ada mangkok dan lainnya. Setiap 2 orang penerima manfaat akan berbagi 1 set peralatan usaha," ungkapnya.

Wabup Intan menekankan kepada para penerima manfaat bahwa keadaan ekonomi sekarang ini banyak pengusahan dan pelaku usaha yang gulung tikar. Untuk itu, dia mendorong seluruh penerima manfaat terus berkreasi, berinovasi dan tidak mudah patah semangat agar mampu bertahan dalam mengembangkan usahanya untuk meningkatkan kesejahteraan.

"Jadi ibu-ibu harus pintar berkreasi dan berinovasi dan tekun agar tidak cepat bosan dan mampu bertahan usahanya. Ini kan boleh selain mie ayam, gerobaknya bisa jual es, mungkin bakso atau jual pangsit. Bisa digabung nih mie ayam dan apa," tandasnya.

Dia juga berpesan kepada seluruh penerima manfaat agar bantuan yang telah diserahkan bisa dirawat dan dijaga.

Bantuan ini mohon dijaga dan dirawat sebaik-baiknya. Kalau jualan itu yang penting bersih, kitanya jangan jorok jadi orang juga makan higienis. Ibu-ibu kalau usaha juga harus tekun, pantang menyerah dan jangan mudah bosan," ujarnya.

Wabup Intan juga meminta pihak pemerintah desa bisa ikut membantu memonitor dan memfasilitasi lokasi-lokasi berjualan bagi para penerima manfaat agar tidak timbul persaingan tidak sehat di antara para pelaku usaha.

"Karena penempatannya satu desa, di Desa Pasilian. Pak kadesnya juga harus atur. Jangan berdekatan jualannya, misalnya dekat sekolah dan perumahan atau tempat lainnya, disebar supaya ibu-ibu bisa julan dengan nyaman untuk membiayai anak-anaknya," tegasnya.

Lanjut dia, Pemerintah Kabupaten Tangerang akan terus berkomitmen menghadirkan program-program pemberdayaan ekonomi masyarakat khususnya bagi kelompok perempuan dan keluarga agar semakin mandiri, berdaya dan sejahtera.

"Saya berharap hal ini dapat mendorong kerja sama, kebersamaan, dan saling mendukung dalam mengembangkan usaha ke depan. Kita doakan semua penerimaan manfaat ini bisa berhasil bisa memberikan tambahan penghasilan agar para perempuan dan keluarganya semakin mandiri, sejahtera dan berdaya," harapnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Rudi Lesmana melaporkan Dinas Tenaga kerja bekerja sama dengan program CRS PIK 2 sudah melatih beberapa wanita kepala keluarga dan memberdayakan usahanya.

"Bantuan fisik wirausaha baru untuk wanita kepala keluarga ini dilakukan dalam rangka pemberdayaan masyarakat dan dalam rangka membantu meningkatkan perluasan lapangan kerja," ungkap Rudi.

Pihaknya juga terus membuka kerja sama dengan dengan berbagai pihak untuk menyelenggarakan pelatihan informal yang diharapkan para pesertanya bisa langsung bekerja atau membuka usaha baru sesuai keahlian yang dimiliki.

"Kemarin kita sudah memberikan pelatihan service AC dan Pak Rio dari PIK 2 sudah memberikan peralatan. Insya Allah, mudah-mudahan ini bisa terus berlanjut di wilayah lainnya," imbuhnya. (Red)

Digaji Uang RP1 Juta, Karyawan Pertanyakan Pemotongan Hingga 60% Tanpa Rincian Jelas Dan Akan Lapor!

Tangerang, lensafokus.id - Lingga Kurniawan karyawan sebuah perusahaan swasta Jasa Pengiriman Barang J&T Cargo bidang Delivery Service Order (DSO) di TGR 99A yang ber alamat di Kadu Jaya Kecamatan Curug Kabupaten Tangerang mengaku kaget setelah menerima gaji bulan ini hanya sebesar Rp1 jutaan.

Padahal gaji pokok yang disepakati jauh di atas angka tersebut. Dirinya mempertanyakan adanya pemotongan hingga 60% yang dilakukan tanpa perincian jelas.

Tanpa slip gaji yang diterima, Lingga seharusnya menerima gaji pokok Rp3,5 juta sesuai absen masuk. Namun setelah dipotong, uang yang diterima hanya Rp1 juta.

"Saya tidak dikasih tahu dari awal. Tahu-tahu di gaji ada potongan, administrasi dan kerugian operasional totalnya hampir 60%. Ditanya ke HRD nya langsung namun tidak ada jawabannya," ujar Lingga, salah satu karyawan bagian Driver, Rabu 08/07/2026.

Lingga mengatakan pemotongan dilakukan serentak ke hampir semua Driver. "Ini bukan satu dua orang. Satu divisi kena semua," katanya.

Para karyawan mengaku sudah meminta rincian tertulis terkait dasar pemotongan, namun hingga saat ini belum diberikan oleh perusahaan.

"Kalau memang ada kesalahan kerja, tunjukkan buktinya. Hitungannya seperti apa juga jelaskan. Masa main potong saja," kata Lingga.

Karena tidak ada itikad baik dari perusahaan, dirinya berencana melaporkan kasus ini ke Dinas Ketenagakerjaan dan serikat pekerja untuk mediasi. Mereka menuntut agar selisih gaji dikembalikan dan ada transparansi sistem penggajian.

Dalam UU Ketenagakerjaan, pengusaha dilarang memotong upah pekerja kecuali dengan persetujuan pekerja dan harus berdasarkan perjanjian tertulis. Setiap pemotongan juga wajib disertai perincian yang bisa dipertanggung jawabkan. (Red)

Bupati Tangerang Pimpin Doa Bersama Untuk Kelancaran Proses Pemadaman dan Keselamatan

Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid melakukan doa bersama tim penanggulangan bencana dan relawan untuk kelancaran proses pemadaman dan keselamatan, baik personil tim yang terlibat maupun masyarakat terdampak di TPA Jatiwaringin Kec. Mauk, Rabu (08/07/26)

"Alhamdulillah beberapa kecamatan juga sudah melaksanakan salat istisqo untuk bisa diturunkan hujan. Karena dengan hujan akan mempercepat proses pemadaman ini. Mari bersama juga kita berdoa, memohon kepada Allah SWT untuk kelancaran proses pemadaman dan keselamatan kita semua, termasuk masyarakat," ujar Bupati Maesyal Rasyid

Di sela-sela kunjungannya, Bupati Maesyal mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam penganan bencana kebakaran TPA Jatiwaringin Mauk. Hal tersebut disampaikan Bupati Maesyal Rasyid saat melakukan monitoring penanganan kebakaran TPA Jatiwaringin

"Hari ini penanganan bencana kebakaran hari yang ke-9, semua tim baik itu dari pusat, BNPB-nya, Kementerian LH, Kementerian Kehutanan dengan Manggala Agni, relawan, Forkopimda, OPD, BPBD, Dinas Kesehatan, Kota Tangerang, Jakarta Barat, Kota Serang termasuk juga dari Provinsi Banten. Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan dan upayanya yang tak pernah berhenti menangani bencana kebakaran ini," ucapnya

Lanjut dia, kolaborasi yang terpadu dan saling bahu membahu dari semua pihak dalam penanganan bencana kebakaran TPA menjadi dorongan semangat untuk terus berupaya semaksimal mungkin untuk mengatasi berbagai tantangan di lapangan

"Alhamdulillah semuanya semangat terus tadi. Baru saja sudah kita lihat masih ada titik-titik asap yang harus kita pemadamkan. Semuanya sudah saling bantu, kita bergandeng tangan bersama-sama dalam rangka upaya pemadaman api ini," ujarnya

Dia menambahkan upaya penyiraman air di lokasi yang masih berasap juga terus dilakukan, selain waterbombing dengan helikopter dari BNPB untuk lokasi yang tidak bisa dijangkau

"Sinergi dan kolaborasi yang bagus ini harus terus kita pertahankan dan kita evaluasi bersama untuk mempertegas tugas masing-masing, sebagai bagian dari rasa tanggung jawab bersama-sama untuk kepentingan pemadaman api ini," tandasnya

Labih lanjut, fokus penanganan bagi masyarakat terdampak juga tetap diutamakan dan disiagakan. Pemerintah daerah menjamin, baik kesehatan maupun kebutuhan sehari-hari masyarakat di tempat evakuasi yang berada di Desa Rajeg Mulya dan Desa Tanjakan Mekar Kec. Rajeg

"Apabila asapnya ke wilayah pemukiman, langsung kita tangani evakuasi di kantor desa baik itu di Rajeg Mulya maupun Tanjakan Mekar. Kita siapkan di sana, petugas kesehatannya stand by untuk kesehatan masyarakat dan juga kebutuhan sehari-harinya, makan minum kita siapkan, vitamin, suplemen kita juga berikan kepada masyarakat supaya masyarakat tetap sehat," jelasnya

Terkait dengan rekayasa hujan, pihaknya terus menunggu dari informasi dan kepastian BMKG. Dikarenakan awannya masih sangat tipis, BMKG belum bisa melakukan hujan buatan.

"Untuk rekayasa hujan, kita terus menunggu dari BMKG. Karena di sini awannya itu sangat tipis, belum bisa diupayakan," ungkapnya. (Red)

Pemkab Tangerang Raih Warta Kota Award 2026, Sebagai Pelopor Pendidikan Swasta Gratis Berkelanjutan

JAKARTA, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten Tangerang kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan Kategori Sosial dan Ekonomi Berkelanjutan sebagai Pelopor Pendidikan Swasta Gratis Berkelanjutan pada ajang Warta Kota Award 2026. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah di Gedung Menara Kompas, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (6/7/26) malam.

Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam menghadirkan pemerataan akses pendidikan melalui program sekolah swasta gratis yang memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada anak-anak untuk memperoleh pendidikan berkualitas tanpa terkendala biaya.

Wabup Intan mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas apresiasi yang diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang. Menurutnya, penghargaan ini merupakan pengakuan atas upaya nyata pemerintah daerah untuk memastikan setiap anak memperoleh kesempatan yang sama atas pendidikannya.

"Alhamdulillah, Pemerintah Kabupaten Tangerang mendapatkan penghargaan sebagai Pelopor Pendidikan Swasta Gratis Berkelanjutan, bahkan mungkin yang pertama di Indonesia. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap kepedulian Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam menekan angka putus sekolah sekaligus memberikan kesempatan kepada anak-anak di Kabupaten Tangerang untuk tetap bisa mengenyam pendidikan secara gratis, meskipun tidak bersekolah di sekolah negeri," ujar Wabup Intan.

Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang menjadi fondasi utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Tangerang terus berkomitmen menghadirkan berbagai kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, khususnya di bidang pendidikan.

Menurutnya, penghargaan tersebut juga menjadi motivasi bagi Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk terus melahirkan inovasi-inovasi pelayanan publik yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Penghargaan ini sangat penting karena menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menghadirkan program-program inovatif yang lebih baik lagi demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Tangerang," ujarnya.

Meski demikian, Wabup Intan juga mengakui masih terdapat tantangan dalam pelaksanaan program sekolah swasta gratis. Salah satunya adalah masih belum meratanya informasi yang diterima masyarakat mengenai keberadaan program sekolah SD-SMP swasta gratis tersebut.

"Tantangan terbesar saat ini adalah belum semua masyarakat mengetahui adanya program sekolah swasta gratis. Oleh karena itu, kami akan terus menggencarkan sosialisasi sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa sekolah negeri maupun sekolah swasta memiliki kualitas pendidikan yang sama, sehingga seluruh anak-anak di Kabupaten Tangerang memiliki kesempatan yang setara untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas," jelasnya.

Program sekolah swasta gratis yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Tangerang merupakan salah satu inovasi program unggulan pemerintah daerah untuk memperluas akses pendidikan sekaligus menekan angka putus sekolah. Kebijakan tersebut menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif, merata, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat.

Melalui penghargaan Warta Kota Award 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Tangerang semakin optimistis untuk terus menghadirkan berbagai terobosan pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, sekaligus memperkuat komitmen dalam membangun sektor pendidikan sebagai fondasi menuju Kabupaten Tangerang yang semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing. (Red)

Kafilah Kab Tangerang Siap Mempertahankan Juara Umum di MTQ XXIII Banten Tahun 2026

Serang, lensafokus.id - Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid optimistis Kafilah Kabupaten Tangerang mampu mempertahankan prestasi Juara umum yang kelima secara berturut-turut pada Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXIII Tingkat Provinsi Banten Tahun 2026. Keyakinan tersebut disampaikan usai menghadiri pembukaan MTQ XXIII Provinsi Banten di Halaman Masjid Agung KP3B, Kota Serang, Senin (6/7/2026) malam.

MTQ XXIII Tingkat Provinsi Banten tahun 2026 resmi dibuka oleh Gubernur Banten Andra Soni. Pembukaan berlangsung meriah dengan dihadiri ribuan masyarakat, peserta, pembimbing, pendamping, serta tamu undangan. Tercatat hampir 20 ribu orang hadir menyaksikan dimulainya perhelatan syiar Islam terbesar di Provinsi Banten yang akan berlangsung dari tanggal 6 juli hingga 10 Juli 2026.

Bupati Maesyal Rasyid yang hadir pada pembukaan MTQ XXIII untuk mendukung para duta-duta Qur'ani didampingi Sekretaris Daerah sekaligus Ketua LPTQ Kabupaten Tangerang Soma Atmaja, menegaskan optimismenya kembali untuk mempertahankan juara umum pada MTQ XXIII Provinsi Banten.

"Kehadiran kami di sini bersama Pak Sekda dan seluruh unsur lainnya merupakan bentuk komitmen penuh untuk mengawal perjuangan duta duta qurain terbaik kabupaten Tangerang. Kesiapan para peserta yang telah menjalani pembinaan secara berkelanjutan bersama Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Kabupaten Tangerang," ungkap Bupati Maesyal.

Pada MTQ XXIII Provinsi Banten tahun 2026 kali ini Kafilah Kabupaten Tangerang menurunkan sebanyak 157 orang yang mengikuti semua cabang perlombaan musabaqah

Bupati Maesyal juga mengajak seluruh masyarakat untuk memberikan doa dan dukungan kepada seluruh kafilah agar senantiasa diberikan kesehatan, kelancaran, dan kemudahan selama mengikuti seluruh rangkaian perlombaan di Kota Serang.

"Kepada seluruh masyarakat kita doakan dan dukung khafilah Kabupaten Tangerang, kami berharap seluruh kafilah dapat tampil maksimal, percaya diri, untuk berjuang mengharumkan nama daerah dan masyarakat Kab.Tangerang di Ajang MTQ XXIII Provinsi Banten tahun 2026," ujarnya.

Lanjut dia, dengan pembinaan yang berkelanjutan serta dukungan penuh dan doa dari pemerintah daerah dan masyarakat, Kafilah Kabupaten Tangerang diharapkan mampu kembali mempertahankan prestasi Juara Umum yang ke lima kali secara berturut-turut.

Sementara itu, dalam sambutannya, Gubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan momentum untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus membumikan nilai-nilai Al-Qur'an di tengah masyarakat.

"MTQ XXIII ini adalah panggung kebersamaan bagi seluruh masyarakat Banten. Saya berharap dari seluruh cabang yang diperlobakan ini lahir generasi-generasi Qur'ani yang unggul, berkarakter, serta mampu membawa kemaslahatan dan prestasi, tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga mengharumkan nama Banten di tingkat nasional hingga dunia," ujar Andra Soni. (Red)

Page 9 of 296
Go to top