Peringati Hari Anak Nasional 2026, Menkomdigi Resmikan Deklarasi Sekolah Cakap Digital dan Wajibkan Platform Ramah Anak

Jakarta, lensafokus.id - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan perlindungan anak di ruang digital tidak cukup hanya dengan membatasi usia akses terhadap platform berisiko tinggi.

Menurutnya, platform digital juga harus bertransformasi menjadi ruang yang aman dan ramah anak agar anak Indonesia dapat tumbuh sesuai tahap perkembangannya.

"Kita ingin bahwa anak-anak ini cakap digital, tapi di saat yang bersamaan cakap digital itu juga berarti bisa mengimbangi kehidupan dia di ranah maya dengan kehidupan sehari-hari dengan orang tua, dengan teman dan sebayanya, sehingga anak-anak bisa kita kembalikan kepada jati diri mereka sebagai anak-anak," tegas Meutya Hafid saat dalam acara peringatan Hari Anak Nasional dan Girls in ICT Day 2026 di Garuda Spark Innovation Hub, Jakarta Pusat, Selasa (21/7/2026).

Meutya menjelaskan kemajuan teknologi digital memang membawa banyak manfaat bagi dunia pendidikan dan kehidupan sehari-hari.

Namun, di sisi lain, berbagai risiko juga muncul, mulai dari gangguan pola tidur ( sleep deprivation), kecanduan media sosial dan platform digital, hingga paparan konten yang tidak sesuai dengan usia anak.

Menurutnya, perubahan perilaku anak sering kali bukan disebabkan karakter anak itu sendiri, melainkan akibat paparan konten negatif yang diterima sebelum mereka memiliki kesiapan secara usia.

"Anak-anak kita bukan anak yang nakal. Mereka adalah tunas bangsa yang hebat. Tetapi jika anak-anak yang baik terus-menerus terpapar konten negatif ketika usianya belum siap, tentu perilaku mereka bisa berubah," ujarnya.

Selain paparan konten berbahaya, Meutya menyoroti risiko fitur interaksi pada berbagai platform digital yang memungkinkan orang asing menghubungi anak tanpa sepengetahuan orang tua maupun guru.

Kondisi tersebut membuka peluang terjadinya berbagai bentuk kejahatan digital terhadap anak, termasuk praktik _child grooming._

Karena itu, pemerintah menerapkan kebijakan penundaan akses media sosial berisiko tinggi hingga usia 16 tahun sebagai langkah perlindungan terhadap anak-anak Indonesia.

"Fitur kontak ini sangat berbahaya. Di sinilah kadang orang dewasa yang memiliki niat tidak baik melakukan komunikasi dengan anak-anak tanpa sepengetahuan orang tua maupun guru. Itulah salah satu alasan kami menunda usia anak sampai 16 tahun untuk masuk ke ranah digital dengan risiko tinggi," jelasnya.

Meski demikian, Meutya menegaskan pemerintah tidak menerapkan pendekatan pelarangan semata.

Sebaliknya, pemerintah memberikan ruang bagi perusahaan platform digital untuk melakukan pembenahan sehingga layanan mereka dapat dikategorikan sebagai platform berisiko rendah dan aman digunakan anak.

"Di Indonesia kita bukan sembarang melarang. Platform juga kita beri ruang untuk berlomba-lomba membuat platformnya menjadi lebih ramah anak. Kalau platform mau berubah, menghilangkan fitur kontak yang berbahaya dan memastikan hanya konten yang sesuai usia yang dapat diakses anak, maka platform tersebut bisa menjadi platform berisiko rendah dan anak-anak boleh masuk," jelasnya.

Platform digital, lanjut Meutya, perlu menghapus berbagai fitur yang mendorong kecanduan, memperkuat moderasi terhadap konten pornografi, perjudian daring, maupun bentuk kejahatan digital lainnya, sehingga ruang digital benar-benar menjadi lingkungan yang sehat bagi tumbuh kembang anak.

"Kita memberi waktu kepada platform untuk memperbaiki dirinya agar konten-konten seperti pornografi, kejahatan digital termasuk judi _online_ , serta fitur-fitur yang membuat anak sulit tidur dan sulit berkonsentrasi dibenahi terlebih dahulu. Ketika ruang digital sudah benar-benar ramah anak, maka mereka bisa kembali masuk dengan aman," katanya.

Meutya juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara aktivitas digital dan kehidupan nyata.

Menurutnya, anak-anak tetap membutuhkan interaksi langsung dengan keluarga, teman sebaya, maupun lingkungan sekitar agar tumbuh menjadi pribadi yang sehat secara sosial dan emosional.

"Anak-anak tetap perlu bermain di lapangan, tetap perlu bermain bersama teman-temannya, mengenal permainan tradisional, berinteraksi dengan orang tua dan saudara. Cakap digital bukan berarti hanya hidup di dunia digital, tetapi mampu menyeimbangkan kehidupan di ruang maya dengan kehidupan nyata," ujarnya.

Menutup acara, momentum peringatan Hari Anak Nasional ini juga ditandai dengan pembacaan Deklarasi Bersama Sekolah Cakap Digital oleh para tenaga pendidik dan perwakilan siswa dari delapan sekolah, yaitu SD Labschool FIP-UMJ, SMPN 208 Jakarta Timur, SMP Labschool Kebayoran, SMP Santa Theresia Jakarta, SMPN 11 Jakarta Selatan, SMPN 19 Jakarta Selatan, SMPN 29 Jakarta Selatan, dan SMPN 216 Jakarta Pusat.

Dalam deklarasi tersebut, sekolah-sekolah ini menegaskan komitmennya untuk mendukung implementasi PP TUNAS dengan menjadi warga digital yang cakap, aman, beretika, serta bertanggung jawab.

Mereka juga menyatakan kesiapan untuk menjaga data pribadi, menolak perundungan siber, serta menjadikan perlindungan anak di ruang digital sebagai tanggung jawab bersama antara sekolah, keluarga, masyarakat, pemerintah, dan penyelenggara sistem elektronik. (Red)

Peringati Hari Koperasi ke-79, Diskum Kabupaten Tangerang Gelar Jambore Koperasi di Bumi Perkemahan Kitri Bakti

Tangerang, lensafokus.id – Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskum) Kabupaten Tangerang menggelar Jambore Koperasi tingkat Kabupaten Tangerang dalam rangka memperingati Hari Koperasi ke-79. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Kamis hingga Jumat (23–24 Juli 2026) ini dipusatkan di Bumi Perkemahan Kitri Bakti, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Kamis (23/07/26).

Rangkaian acara pada hari pertama diawali dengan suasana kompetitif melalui penyelenggaraan Lomba Cerdas Cermat Perkoperasian dan Lomba Paduan Suara Perkoperasian tingkat SMA/SMK sederajat.

Kepala Diskum Kabupaten Tangerang, Anna Ratna Maemunah, menyampaikan bahwa perlombaan ini dirancang bukan sekadar ajang unjuk kebolehan, melainkan sebagai sarana mengasah wawasan serta pemahaman generasi muda terhadap dunia perkoperasian sejak dini.

"Melalui Lomba Cerdas Cermat dan Paduan Suara ini, kami ingin mengasah pengetahuan siswa-siswi mengenai prinsip dasar dan nilai ekonomi gotong royong dalam koperasi. Kami berharap seluruh peserta bertanding dengan menjunjung tinggi nilai kejujuran, sportif, dan tidak curang. Koperasi itu dibangun atas dasar kepercayaan dan kebersamaan, maka kebiasaan jujur harus dimulai dari ajang seperti ini," ujar Anna.

Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan pelajar dan elemen masyarakat dalam Jambore Koperasi ke-79 ini diharapkan mampu melahirkan kader-kader insan koperasi yang inovatif dan siap membawa perekonomian daerah ke arah yang lebih maju.

Selain ajang kompetisi antar-pelajar di pagi hari, puncak seremonial pembukaan Jambore Koperasi ke-79 ini dijadwalkan akan dihadiri langsung oleh Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid.

Rangkaian kegiatan Jambore Koperasi ke-79 di hari pertama meliputi berbagai agenda menarik, antara lain:

* Lomba Cerdas Cermat & Paduan Suara Perkoperasian: Diikuti oleh pelajar tingkat SMA/SMKsederajat serta perwakilan Kelompok Data Koperasi dan Usaha Mikro (KDKMP) se-Kabupaten Tangerang.

* Pemberian Penghargaan: Penyerahan apresiasi kepada koperasi-koperasi berprestasi di Kabupaten Tangerang.

* Pembagian Doorprize: Pengundian hadiah menarik untuk memeriahkan suasana bagi seluruh peserta jambore.

* Kompetisi Malam & Keakraban: Lomba The Seven Coop, upacara api unggun, serta ditutup dengan sesi ramah tamah untuk mempererat silaturahmi antar-insan koperasi.

Melalui penyelenggaraan Jambore Koperasi ke-79 ini, Pemerintah Kabupaten Tangerang berharap semangat gotong royong dan kemandirian ekonomi masyarakat terus bertumbuh, sejalan dengan penguatan peran koperasi sebagai pilar utama perekonomian daerah. (Red)

Bupati Tangerang Buka Semarak Peringatan Hari Anak Nasional 2026, Dihadiri 2.000 Anak

TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid secara resmi membuka puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Kabupaten Tangerang Tahun 2026 di Lapangan Upacara Raden Aria Yudhanegara, Puspemkab Tangerang, Kamis (23/7/2026) pagi.

Acara bertajuk "Sayang Anak, Lindungi & Bangun Masa Depan" tersebut berlangsung semarak dengan dihadiri sekitar 2.000 anak dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK, SD, SMP, hingga SMA/SLTA se-Kabupaten Tangerang.

Bertindak sebagai Pembina Apel Akbar, Bupati Tangerang memimpin jalannya Apel Akbar yang didampingi langsung oleh jajaran Forkopimda, antara lain Kapolres Kombes Pol. Indra Waspada, perwakilan Dandim, Sekretaris Daerah, Ketua MUI Kabupaten Tangerang, Kepala Dinas DP3A, serta unsur perwakilan instansi lainnya.

Dalam amanatnya, Bupati Maesyal menyampaikan ucapan Selamat Hari Anak Nasional 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperhatikan serta memfasilitasi kebutuhan dan tumbuh kembang anak-anak.

"Anak-anak kita adalah masa depan bangsa dan calon pemimpin di masa yang akan datang. Pemkab Tangerang terus berkomitmen memberikan perhatian penuh terhadap masa depan anak-anak. Langkah nyata yang terus kita tingkatkan di antaranya program sekolah gratis SD dan SMP swasta secara bertahap, penambahan bus sekolah, hingga penyediaan sarana perpustakaan dan ruang bermain anak di setiap kecamatan," ujar Bupati Maesyal.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Tangerang, H. Asep Suherman mengatakan, bahwa perayaan HAN tahun ini dikonsep berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

"Tahun ini kita kemas menjadi suatu hal yang baru. Yang biasanya diselenggarakan di gedung, sekarang kita laksanakan di lapangan terbuka (outdoor) dengan apel. Selain memperlihatkan kreativitas anak-anak berprestasi, kami juga menyediakan parade profesi seperti pilot, tentara, kepolisian, hingga dokter agar anak-anak dapat membuka wawasan dan meraih cita-citanya," ujar Asep.

Puncak perayaan yang diinisiasi oleh DP3A Kabupaten Tangerang ini turut menyajikan 10 Gelar Seru, di antaranya:

1. Gelar Apel Akbar

2. Gelar Kreatifitas

3. Gelar Karya

4. Gelar Parade Profesi

5. Gelar Permainan Tradisional

6. Gelar Permainan Edukasi

7. Gelar Cek Kesehatan Gratis

8. Gelar Pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA)

9. Gelar Literasi

10. Gelar Makanan Tradisional

Sebelum puncak acara ini dilaksanakan, DP3A telah merangkaikan perayaan HAN 2026 dengan berbagai jenis perlombaan. Penyerahan penghargaan dan piala bagi para pemenang lomba diserahkan secara simbolis dalam momentum apel akbar ini.

Melalui peringatan Hari Anak Nasional ini, Pemkab Tangerang berharap seluruh elemen masyarakat dan orang tua dapat bersinergi dalam menjaga, melindungi, serta mendukung hak-hak anak agar tumbuh menjadi generasi unggul dan berkualitas di masa depan. (Red)

Bupati Tangerang Teken Kerja Sama Beasiswa Tangerang Gemilang, 12 Putra-Putri Daerah Raih Beasiswa Pendidikan Transportasi

Tangerang, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten Tangerang terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Hal tersebut dibuktikan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Program Beasiswa Tangerang Gemilang bersama PTDI-STTD, Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug, dan Politeknik Pelayaran Banten.

Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid di Gedung Serba Guna (GSG) Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug, Kamis (23/7/2026).

Melalui kerja sama tersebut, sebanyak 12 putra-putri asal Kabupaten Tangerang berhasil lolos seleksi dan memperoleh beasiswa penuh melalui Program Beasiswa Tangerang Gemilang untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi di bawah naungan Kementerian Perhubungan.

Dalam sambutannya, Bupati Tangerang Maesyal Rasyid mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas terjalinnya kolaborasi tersebut. Menurutnya, kerja sama dalam rangka membuka akses pendidikan tinggi bagi generasi muda di bidang transportasi darat, udara, dan pelayaran.

"Hari ini merupakan momentum yang sangat membanggakan sekaligus menjadi sejarah bagi Pemerintah Kabupaten Tangerang. Melalui kolaborasi ini kita membuka jalan bagi anak-anak Kabupaten Tangerang untuk meraih pendidikan yang berkualitas tanpa terkendala biaya," ujar Bupati Maesyal

Bupati Maesyal juga berpesan kepada seluruh penerima beasiswa agar memanfaatkan kesempatan emas tersebut dengan penuh tanggung jawab, disiplin, dan semangat belajar yang tinggi serta memanfaatkan program beasiswa dengan sebaik-baiknya.

"Kesempatan ini tidak datang kepada semua orang. Karena itu saya berpesan kepada seluruh penerima beasiswa agar belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga nama baik keluarga, almamater, dan Kabupaten Tangerang. Tunjukkan prestasi terbaik sehingga kelak dapat kembali mengabdi dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun bangsa,"* tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Perhubungan, Suharto, menyambut baik kerja sama yang terjalin antara Pemerintah Kabupaten Tangerang dengan institusi pendidikan di lingkungan Kementerian Perhubungan.

Ia berharap kolaborasi tersebut dapat terus diperluas dengan penambahan kuota penerima beasiswa pada tahun-tahun mendatang.

"Kami mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul. Kolaborasi ini menjadi langkah awal yang baik untuk mewujudkan cita-cita generasi muda Kabupaten Tangerang," ungkap Suharto.

Program Beasiswa Tangerang Gemilang merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui akses pendidikan tinggi, sekaligus mencetak generasi muda yang kompeten, berdaya saing, dan siap mendukung pembangunan daerah maupun nasional. (Red)

Peringati Hari Anak Nasional 2026, Bupati Tangerang Tegaskan Komitmen Wujudkan Kabupaten Ramah Anak

TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten Tangerang menggelar Upacara Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tingkat Kabupaten Tangerang Tahun 2026 di Lapangan Raden Aria Yudhanegara, Puspemkab Tangerang, Kamis (23/7/26).

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid yang bertindak sebagai inspektur upacara membacakan amanat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia.

Dalam amanat tersebut ditegaskan bahwa Hari Anak Nasional ke-42 mengusung tema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan". Tema tersebut merupakan ajakan kepada seluruh elemen bangsa agar mampu memenuhi hak anak, memberikan perlindungan dari segala bentuk kekerasan, serta membangun masa depan Indonesia melalui generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter.

Bupati Maesyal Rasyid mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen penuh untuk terus berupaya menghadirkan kebijakan dan fasilitas yang berpihak kepada anak sebagai bentuk dukungan terhadap tumbuh kembang anak yang baik

"Alhamdulillah hari ini saya bersama Pak Kapolres, Pak Dandim, Pak Sekda, Kepala DP3A, Ketua MUI dan seluruh jajaran hadir bersama anak-anak perwakilan se-Kabupaten Tangerang dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional Tahun 2026. Pemerintah daerah juga menyediakan berbagai sarana bermain anak sebagai ruang yang aman dan nyaman bagi mereka," ujar Bupati Maesyal Rasyid

Ia menambahkan, peringatan Hari Anak Nasional bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi pengingat bagi seluruh pihak untuk terus memperhatikan perkembangan anak, mulai dari aspek pendidikan, kesehatan dan perlindungan hingga pemenuhan hak-haknya.

"Harapan kami anak-anak Kabupaten Tangerang dapat terus mengikuti pendidikan dengan baik, tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan mampu meraih cita-citanya. Mereka inilah yang akan menjadi penerus pembangunan Kabupaten Tangerang dan Indonesia di masa yang akan datang," katanya.

Ia juga mengajak seluruh orang tua, tenaga pendidik, masyarakat, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, ramah, serta bebas dari kekerasan dan diskriminasi terhadap anak. Ia menandaskan bahwa kolaborasi seluruh elemen masyarakat menjadi kunci dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

"Sejalan dengan amanat Menteri PPPA, Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen menghadirkan lingkungan yang aman, ramah, dan penuh kasih bagi setiap anak sebagai investasi terbaik untuk masa depan bangsa," tandasnya.

Peringatan Hari Anak Nasional ke-42 tingkat Kabupaten Tangerang turut dimeriahkan dengan berbagai kegiatan edukatif dan fasilitas sarana bermain bagi anak-anak.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan ruang bagi anak untuk tumbuh, berkreasi, berpartisipasi, serta merasa aman dan bahagia dalam lingkungan yang mendukung perkembangan mereka. (Red)

Perkuat Promosi Investasi Berbasis Digital, Bupati Tangerang Luncurkan IPO-T

TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang resmi meluncurkan layanan Investment and Potential Object Tangerang (IPO-T) bertajuk "Investasi Digital, Peluang Optimal". Layanan tersebut diluncurkan langsung oleh Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid di Lemo Hotel Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Rabu (22/7/26).

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal mengatakan investasi memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan kemajuan daerah. Menurutnya, di tengah perkembangan era digital, pemerintah dituntut untuk terus menghadirkan layanan informasi investasi yang mudah diakses, akurat, dan terpercaya untuk memberikan kemudahan bagi calon investor dalam mengenali potensi daerah yang dimiliki.

"Melalui DPMPTSP, Pemerintah Kabupaten Tangerang menghadirkan Aplikasi IPO-T sebagai inovasi digital yang menghimpun informasi potensi investasi dalam satu platform. Kami berharap aplikasi ini menjadi media promosi yang efektif sekaligus memudahkan investor memperoleh informasi peluang investasi secara cepat, transparan, dan terpercaya," ujar Bupati Maesyal.

Ia menjelaskan, kehadiran IPO-T merupakan wujud komitmen Pemkab Tangerang dalam memperkuat pelayanan publik berbasis digital sekaligus meningkatkan daya saing daerah melalui kemudahan aksesq informasi investasi.

"Saya berharap IPO-T dapat meningkatkan realisasi investasi di Kabupaten Tangerang yang pada akhirnya berdampak pada pertumbuhan ekonomi, pembukaan lapangan kerja, dan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Bupati Maesyal juga mengajak seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan untuk aktif memperbarui data potensi wilayah agar setiap informasi yang disajikan selalu lengkap, mutakhir dan terkini. Ia pun mengundang para pelaku usaha, investor, dan akademisi untuk memanfaatkan IPO-T sebagai sarana membangun kolaborasi dan membuka peluang investasi baru di Kabupaten Tangerang.

"Keberhasilan aplikasi ini membutuhkan dukungan semua pihak. Dengan sinergi yang kuat, saya optimistis Kabupaten Tangerang akan semakin dikenal sebagai daerah yang memiliki iklim investasi yang kondusif dan potensi ekonomi yang kompetitif," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tangerang, Hendar Herawan mengatakan, aplikasi IPO-T merupakan inovasi digital yang menghimpun data potensi dan peluang investasi di Kabupaten Tangerang dalam satu platform digital yang mudah diakses oleh calon investor.

"Alhamdulillah, hari ini Pemerintah Kabupaten Tangerang meluncurkan aplikasi IPO-T atau Investment and Potential Object Tangerang. Di dalamnya memuat data potensi dan peluang investasi dari berbagai sektor, seperti industri, perdagangan, kesehatan, hingga UMKM yang disajikan per kecamatan," ujar Hendar.

Dia menjelaskan, setiap wilayah memiliki karakteristik dan potensi investasi yang berbeda. Sebagai contoh, Kecamatan Kelapa Dua memiliki peluang pada sektor jasa, kawasan hunian, dan pendidikan swasta, sedangkan Kecamatan Kresek lebih berpotensi di sektor pertanian serta pengolahan dan ketahanan pangan. Menurutnya, informasi tersebut dapat menjadi referensi awal bagi para investor dalam menentukan lokasi investasi.

Hendar menambahkan, berbeda dengan aplikasi layanan perizinan yang telah dimiliki DPMPTSP, IPO-T tersebut berfungsi sebagai pusat informasi investasi. "Kalau aplikasi yang lain fokus pada pelayanan perizinan, IPO-T justru menyediakan data dan informasi yang dibutuhkan calon investor. Jadi mereka tidak perlu lagi mencari informasi ke masing-masing perangkat daerah karena semuanya sudah kami himpun dalam satu aplikasi yang dapat diakses melalui ponsel maupun laptop," jelasnya.

Saat ini, lanjut Hendar, IPO-T baru memuat data dari lima kecamatan dan akan terus dikembangkan hingga mencakup seluruh 29 kecamatan di Kabupaten Tangerang.

"Data yang tersedia akan terus diperbarui dan ke depan direncanakan terintegrasi dengan aplikasi Potensi dan Informasi Regional (PIR) milik BKPM agar data investasi daerah dan nasional dapat saling terhubung," imbuhnya. (Red)

Bupati Tangerang Resmikan Renovasi SDN Lontar 2, Kolaborasi Pemkab dan PLTU Lontar

TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meresmikan Gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) Lontar 2, Kecamatan Kemiri yang telah selesai direnovasi dengan memanfaatkan material fly ash dan bottom ash (FABA) dari PLTU Lontar sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), Rabu (22/7/26).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasi kepada PLTU Lontar yang telah mendukung peningkatan kualitas sarana pendidikan melalui renovasi ruang belajar di SDN Lontar 2 dan SDN Klebet 1.

"Hari ini kita meresmikan hasil renovasi di SDN Lontar 2 dan SDN Klebet 1. Total ada lima unit yang dibangun, empat unit di SDN Lontar 2 dan satu unit di SDN Klebet 1. Ini merupakan wujud nyata tanggung jawab perusahaan dalam mendukung dunia pendidikan, khususnya penyediaan sarana dan prasarana belajar yang layak," ujar Bupati Maesyal Rasyid

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, salah satunya perbaikan ruang kelas yang belum direnovasi agar seluruh bangunan sekolah memiliki kualitas yang seragam dan semakin nyaman digunakan oleh para siswa maupun tenaga pendidik.

"Pemkab Tangerang akan menyesuaikan dengan bangunan yang sudah direnovasi oleh PLTU Lontar. Ruang kelas lainnya akan kami rehabilitasi agar seluruh fasilitas sekolah menjadi lebih baik, sehingga proses belajar mengajar berlangsung nyaman, aman, bersih, sehat, dan tertib," katanya.

Bupati berharap sinergi antara Pemerintah Kabupaten Tangerang dan PLTU Lontar terus berlanjut melalui berbagai program CSR lainnya yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

"Kami juga berharap kerja sama ini dapat diperluas, tidak hanya untuk pendidikan, tetapi juga program bedah rumah, kesehatan, dan program sosial lainnya. Saya meminta Pak Camat terus memfasilitasi agar program CSR PLTU Lontar dapat menjangkau lebih banyak desa di Kecamatan Kemiri," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Dili Windu Rezeki Sugandi, melaporkan bahwa SDN Lontar 2 berdiri di atas lahan seluas 1.978 meter persegi dengan total tujuh ruang kelas, ruang kepala sekolah, ruang guru, serta fasilitas pendukung lainnya.

Melalui program CSR PLTU Lontar, sekolah tersebut dapat memperoleh bantuan renovasi 3 ruang kelas, satu ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS), dan satu fasilitas sanitasi. Sedangkan SDN Klebet 1 sebelumnya telah mendapatkan renovasi satu ruang kelas sejak Desember 2025.

"Perbaikan di SDN Lontar 2 dilaksanakan mulai Maret hingga Juli 2026. Alhamdulillah seluruh pekerjaan telah selesai dan hari ini dapat diresmikan. Kami menyampaikan terima kasih kepada PLTU Lontar atas dukungan yang diberikan dalam meningkatkan kualitas sarana pendidikan di Kabupaten Tangerang," ucapnya. (Red)

Posyandu Mawar 3 Sukamantri Kecamatan Pasar Kemis Mewakili Kabupaten Tangerang Dalam Penilaian Posyandu Tingkat Provinsi Banten

TANGERANG, lensafokus.id – Tim Penilai Lomba Posyandu Tingkat Provinsi Banten melakukan kunjungan verifikasi lapangan di Posyandu Mawar 3, Desa Sukamantri, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang. Kegiatan evaluasi ini digelar untuk memantau penerapan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024, Rabu (22/07/2026).

Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Banten Tinawati Andra Soni mengapresiasi kesiapan jajaran Pemerintah Kabupaten Tangerang beserta kader masyarakat Desa Sukamantri dalam menyelenggarakan pelayanan publik terintegrasi. Ia menegaskan bahwa penilaian lapangan ini merupakan sarana evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas Posyandu sebagai lembaga kemasyarakatan desa.

"Penilaian ini menjadi sarana belajar bersama dan memperkuat inovasi pelayanan enam SPM. Posyandu harus berfungsi optimal sebagai sarana pelayanan publik yang paling dekat dengan pemukiman warga," ujar Tinawati.

Mewakili Bupati Tangerang, Asisten Daerah I Bidang Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Tangerang Prima Saras Puspa menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperluas jangkauan layanan dasar melalui Posyandu Mawar 3 yang telah beroperasi sejak 2015.

Prima menyampaikan bahwa Posyandu Mawar 3 terpilih menjadi perwakilan Kabupaten Tangerang setelah berhasil mentransformasikan fungsi penimbangan balita menjadi pusat pelayanan terpadu enam SPM. Evaluasi ini sekaligus memperkuat komitmen pemerintah daerah untuk memastikan seluruh warga mendapatkan akses layanan dasar secara merata.

"Posyandu Mawar 3 menjadi perwakilan Kabupaten Tangerang setelah berhasil mentransformasikan fungsi penimbangan balita menjadi pusat pelayanan terpadu enam SPM. Evaluasi ini memperkuat komitmen pemerintah daerah untuk memastikan seluruh warga mendapatkan akses layanan dasar secara merata," kata Prima

Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tangerang Rismawati Maesyal Rasyid menambahkan, keberhasilan pelaksanaan program didukung oleh kolaborasi lintas sektor yang melibatkan berbagai dinas teknis, unsur kecamatan, perangkat desa, serta organisasi kemasyarakatan lokal. Menurutnya, kerja sama lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama keberlanjutan Posyandu dalam mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Kerja sama lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama keberlanjutan Posyandu. Integrasi layanan 6 SPM diharapkan mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat daerah," ungkap Rismawati

Dalam kunjungan evaluasi tersebut, Tim Penilai Provinsi Banten bersama jajaran pemerintah daerah meninjau langsung enam titik lokasi pelayanan terpadu. Peninjauan mencakup Posyandu sebagai pusat pelayanan kesehatan dasar terpadu bagi balita, ibu hamil, remaja, hingga lansia, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Terpadu, Bank Sampah untuk pengelolaan lingkungan berbasis partisipasi warga, Kelompok Wanita Tani (KWT) sebagai wadah pemanfaatan pekarangan dan ketahanan pangan, Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk pendataan perbaikan hunian masyarakat, serta Pos Keamanan Lingkungan (Poskamling) guna menjaga ketenteraman dan ketertiban desa.

Sebagai bentuk dukungan lintas sektor terhadap penguatan operasional dan kesejahteraan warga, Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama instansi terkait menyalurkan sejumlah bantuan stimulan.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa menyerahkan dua buah puzzle edukatif untuk Ketua TP Posyandu Desa. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menyerahkan benih kangkung dan sawi untuk kader, sedangkan Dinas Kesehatan memberikan buku pedoman serta media sosialisasi.

Bantuan sosial dan pendidikan turut disalurkan berupa satu unit kursi roda dan alat bantu jalan dari Dinas Sosial, 30 paket buku gambar dan pensil warna dari Dinas Pendidikan, serta 40 buku mewarnai dari DP3AKKB untuk anak PAUD. Selain itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memberikan 10 pasang sepatu bot untuk kepala desa dan lurah, BKKBN memberikan 50 butir telur untuk kader, serta Unit Pengumpul Zakat menyalurkan 10 paket sembako bagi masyarakat penerima manfaat.

Rangkaian kegiatan evaluasi lapangan diawali dengan penyambutan tim penilai, dilanjutkan sesi pembukaan, paparan situasi Posyandu, dan penyerahan bantuan secara simbolis.

Turut hadir jajaran pimpinan dinas teknis terkait meliputi Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Bappeda serta Satpol PP, Camat Pasar Kemis bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Kepala Desa Sukamantri serta perwakilan UPT Puskesmas, KUA, MUI, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, dan para kader Posyandu Mawar. (Red)

Kelurahan Suka Mulya Kampanyekan Pola Hidup Bersih Sehat Melalui Lomba Kampung Hijau dan Ber-PHBS

TANGERANG, lensafokus.id – Kecamatan Cikupa khususnya di Kelurahan Sukamulya terus berupaya mewujudkan lingkungan yang sehat dan asri melalui partisipasi aktif dalam Lomba Kampung Hijau dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tingkat Kabupaten Tangerang. Penilaian lomba ini secara resmi dilaksanakan pada Rabu (22/07/2026) di Kantor Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang.

Keikutsertaan dalam perlombaan ini merupakan bentuk ikhtiar nyata dan komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat setempat. Fokus utamanya bukan semata-mata untuk memperebutkan gelar juara, melainkan sebagai wadah edukasi untuk membangun kesadaran kolektif akan pentingnya pola hidup yang bersih dan sehat di tengah masyarakat.

Lurah Sukamulya, Soni Rahmat Sonjaya, menyampaikan bahwa program ini merupakan upaya terencana guna membentuk masyarakat yang unggul. Ia menegaskan bahwa inti dari perlombaan ini adalah menjaga dan menumbuhkan perilaku positif secara berkelanjutan di lingkungan warga.

"Kami menyambut baik kegiatan ini karena menjadi salah satu ikhtiar bersama dalam membangun masyarakat yang sehat, serta membudayakan pola hidup bersih dan sehat," ujarnya.

Ia menjelaskan, Dalam pelaksanaannya, tim penilai memusatkan kunjungannya atau lokus penilaian di RW 11, Perumahan Mediterania 2, Kelurahan Sukamulya. Kawasan ini tidak hanya menjadi area penilaian, tetapi juga diproyeksikan menjadi kampung percontohan bagi Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) lainnya dalam menata lingkungan yang ideal.

"Ini sekaligus menjadi kampanye, menjadi contoh bagi RT/RW yang lain dalam rangka menata kampung, menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, asri, dan nyaman. Bukan kejuaraannya yang kami kedepankan, tetapi kampanye pola hidup sehatnya yang luar biasa," tambahnya menegaskan.

Sementara itu, perwakilan dari Forum Kabupaten Tangerang Sehat Emong Wiharya, yang hadir melakukan visitasi memberikan apresiasi tinggi terhadap kemandirian warga dan sinergi yang terjalin. Kolaborasi aparatur pemerintah, mulai dari tingkat kecamatan, kelurahan, hingga RT dan RW, dinilai sangat baik dan terkesan positif dalam mengimplementasikan instrumen-instrumen PHBS.

"Tentu kami mengapresiasi kemandirian masyarakat serta kolaborasi dari aparatur pemerintah. Terkesan di sini kami melihat masalah PHBS sudah sangat terwakili, dan pembinaan Asuhan Mandiri Toga (Tanaman Obat Keluarga) juga sudah berjalan kolaboratif. Lingkungannya cukup nyaman," jelasnya.

Lebih lanjut, pemanfaatan lahan lingkungan di RW 11 dinilai sangat produktif, salah satunya dibuktikan dengan eksistensi Kelompok Wanita Tani (KWT). KWT di wilayah ini terpantau telah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar, tidak hanya untuk penghijauan tetapi juga untuk mendukung ketahanan pangan keluarga secara mandiri dan berkelanjutan.

"Ke depannya, program Kampung Hijau ber-PHBS ini diharapkan tidak hanya berhenti pada aspek penataan lingkungan fisik semata. Kontribusi nyata dari inisiatif warga dan edukasi berkelanjutan ini diharapkan dapat membantu posyandu setempat dalam menurunkan angka stunting, meningkatkan gizi anak-anak, serta menginspirasi kampung-kampung lain untuk bersama-sama mewujudkan kawasan yang luar biasa nyaman, bersih, dan asri," tutupnya. (Red)

Perkuat Pengendalian Inflasi, Bupati Tangerang Buka Warteksi Gemilang Jual Sembako di Bawah Harga Pasar

TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menghadiri sekaligus membuka Warung Tekan Inflasi (Warteksi) Gemilang yang diselenggarakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kab. Tangerang di Gerai Tangerang Gemilang (GTG) Cikupa, Rabu (22/7/26).

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan kegiatan Warteksi Gemilang yang digelar bertujuan meringankan beban masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga yang terjangkau karena telah mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah

"Kegiatan Warung Tekan Inflasi ini bertujuan untuk meringankan beban masyarakat Kabupaten Tangerang, khususnya di tengah melambungnya harga kebutuhan pokok. Harga-harga yang dijual di Warteksi ini kurang lebih telah disubsidi oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang sekitar 45 persen sehingga masyarakat dapat membeli sembako dengan harga jauh lebih murah," ujar Bupati Maesyal Rasyid

Ia berharap program tersebut dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan bahkan diperluas jangkauannya sesuai dengan kemampuan keuangan daerah karena manfaatnya sangat dirasakan masyarakat secara langsung

"Kita berusaha terus secara rutin melaksanakan kegiatan seperti ini. Tadi masyarakat juga menyampaikan rasa terima kasih karena sangat terbantu. Kami berkomitmen kegiatan seperti ini akan lebih sering digelar sesuai dengan kemampuan keuangan daerah," ujarnya.

Lanjut dia, Masyarakat dapat membeli berbagai komoditas pokok dengan harga subsidi, di antaranya beras premium Rp7.000 perkilogram, gula pasir Rp12.000 perkilogram, minyak goreng Rp13.500 perliter, bawang merah Rp20.000 perkilogram, bawang putih Rp25.000 perkilogram, cabai merah keriting Rp25.000 perkilogram, cabai rawit merah Rp30.000 perkilogram dan cabai rawit hijau Rp38.000 perkilogram.

"Melalui Program Warteksi Gemilang, Pemerintah Kabupaten Tangerang diharapkan juga mampu menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, mengendalikan inflasi daerah, serta memastikan masyarakat tetap memiliki daya beli yang baik di tengah dinamika harga pangan," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tangerang, Resmiyati Marningsih, menjelaskan Program Paket Subsidi Warteksi dilaksanakan selama tiga hari, mulai 22-24 Juli 2026 di Gerai Tangerang Gemilang (GTG) Cikupa dan Pasar Daon, Desa Daon, Kec. Rajeg.

"Paket subsidi ini terdiri atas delapan komoditas kebutuhan pokok dengan meliputi beras premium sebanyak 665 kilogram, gula pasir 200 kilogram, minyak goreng 200 liter, bawang merah 200 kilogram, bawang putih 200 kilogram, cabai merah keriting 150 kilogram, cabai rawit merah 150 kilogram, serta cabai rawit hijau 150 kilogram," ungkap Resmiyati

Menurutnya, nilai seluruh komoditas berdasarkan harga pasar mencapai Rp310.200. Pemerintah Kabupaten Tangerang memberikan subsidi sebesar Rp139.700 atau sekitar 45 persen sehingga masyarakat cukup membayar Rp170.500 untuk memperoleh seluruh isi paket tersebut.

"Program ini bertujuan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat," jelasnya

Salah seorang warga Cikupa, Yulianti, mengaku sangat terbantu dengan adanya Program Warteksi Gemilang. Menurutnya, harga kebutuhan pokok yang jauh lebih murah dibandingkan harga pasar dan sangat meringankan pengeluaran keluarga.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Tangerang dan jajarannya yang telah mengadakan program pangan murah seperti ini. Kegiatan ini sangat membantu kami, terutama ibu-ibu, karena bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih murah. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa lebih sering dilaksanakan, kalau bisa setiap bulan," pungkasnya. (Red)

Page 5 of 296
Go to top