Sekda Buka Seleksi Wawancara Beasiswa Gemilang 2026 ke Universitas Al-Azhar Kairo

Tangerang, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten Tangerang resmi membuka Seleksi Daerah Program Beasiswa Luar Negeri dalam skema Beasiswa Gemilang 2026 dengan kampus tujuan Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir. Seleksi wawancara tersebut diselenggarakan di Ruang Rapat Wareng, Gedung Bupati Tangerang, pada Rabu (10/06/2026).

Acara tersebut dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja. Program ini merupakan bentuk komitmen berkelanjutan Pemkab Tangerang dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan mempersiapkan generasi muda yang kompetitif di kancah internasional.

Dalam sambutannya, Sekda Soma Atmaja menjelaskan bahwa pada tahun anggaran 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Tangerang menggelontorkan dana sebesar Rp22 miliar khusus untuk program Beasiswa Tangerang Gemilang. Pemerintah daerah juga berhasil mengoptimalkan daya tampung penerima beasiswa dari target awal 675 orang menjadi 976 mahasiswa.

"Total anggaran tersebut dialokasikan untuk membiayai mahasiswa yang tersebar di 35 perguruan tinggi, baik di dalam negeri maupun di Mesir, dengan rincian 424 mahasiswa baru, 497 mahasiswa ongoing yang saat ini sedang menempuh perkuliahan, dan 55 mahasiswa penerima bantuan tugas akhir/skripsi," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa, khusus untuk klaster keberangkatan Universitas Al-Azhar Kairo, terdapat lebih dari 50 peserta yang telah dinyatakan lolos seleksi kelayakan awal. Namun, karena keterbatasan kuota formasi, Pemkab Tangerang hanya akan memilih 25 peserta terbaik untuk diberangkatkan pada tahun ini.

"Hari ini kita menunggu hasil akhir seleksi untuk mengumumkan seluruh 976 penerima beasiswa secara terbuka kepada publik. Bagi anak-anakku yang belum beruntung hari ini, jangan berkecil hati karena masih ada kesempatan di tahun depan. Pegang teguh pepatah Labor Omnia Vincit bahwa kerja keras akan mengalahkan segalanya. Manfaatkan kesempatan emas ini dengan sebaik-baiknya untuk menyongsong Indonesia Emas dan Indonesia Maju 2045," jelas Soma Atmaja.

Soma Atmaja mengungkapkan dalam proses seleksi wawancara dirancang secara ketat untuk menguji kesiapan akademis, linguistik, dan spiritual para calon mahasiswa. Tim penguji memberikan instrumen penilaian mendalam mulai dari uji percakapan aktif bahasa Arab, kemampuan membaca sekaligus mengartikan kitab kuning, hingga kelancaran hafalan Al-Qur'an minimal 2 juz.

"Selain kompetensi keagamaan, Pemkab Tangerang juga menerapkan verifikasi faktual yang ketat terkait persyaratan kelayakan ekonomi. Hal ini dilakukan agar program beasiswa penuh tepat sasaran dan diprioritaskan bagi calon penerima berbakat yang berasal dari keluarga kurang mampu secara finansial," ungkapnya.

Di lokasi yang sama, salah satu peserta seleksi asal Kecamatan Jayanti, Nabila Wardani Haifurrahma, membagikan pengalamannya selama mengikuti proses penyaringan. Alumni Pondok Pesantren Modern Al-Mizan 3 ini menjelaskan bahwa dirinya harus melewati tahapan ujian di Kementerian Agama (Kemenag) terlebih dahulu sebelum mendaftarkan diri ke program Beasiswa Tangerang Gemilang.

Nabila mengungkapkan motivasi besarnya untuk bisa belajar langsung di universitas Islam tertua di dunia tersebut.

"Saya ingin sekali belajar bersama para ulama Al-Azhar. Bagi saya, Al-Azhar merupakan pusat dari moderasi dan keseimbangan dalam ajaran agama Islam. Harapan besar saya, semoga bisa lulus seleksi hari ini, dilancarkan studinya, sukses, dan kelak bisa membahagiakan kedua orang tua," tutur Nabila penuh harap. (Red)

Wabup Intan Tegaskan Lingkungan Pendidikan Harus Bebas Dari Segala Tindakan Kekerasan

Tangerang, lensafokus.id -- Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah menegaskan bahwa lingkungan pendidikan harus bebas dari segala bentuk tindakan kekerasan. Hal tersebut diungkapkan Wabup Intan saat membuka acara sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Anak di Sekolah bagi Guru PAUD/TK di Kabupaten Tangerang, Rabu (10/06/26).

"Saya ingin menegaskan bahwa tidak boleh ada ruang bagi segala bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan. Kita harus memastikan sekolah benar-benar bebas dari segala bentuk kekerasan, baik kekerasan fisik, verbal, psikologis, perundungan maupun bentuk kekerasan lainnya," tegas Wabup Intan

Dalam sambutannya, dia menyebut bahwa kekerasan terhadap anak bukan hal yang remeh dan sepele. Bentakan, ejekan, atau kata-kata yang merendahkan dan perundungan dapat meninggalkan luka yang membekas dan mempengaruhi tumbuh kembang anak. Untuk itu, pendekatan yang mengedepankan kasih sayang, komunikasi yang positif, kesabaran, dan keteladanan harus menjadi budaya dalam dunia pendidikan, khususnya pendidikan usia dini

"Apa yang diajarkan dan dicontohkan oleh guru hari ini akan melekat dalam ingatan anak-anak hingga mereka dewasa nanti. Karena itu saya meyakini bahwa guru bukan hanya pendidik, tetapi juga pelindung, pembimbing, sekaligus teladan bagi anak-anak kita," ujarnya

Dia juga menyoroti pentingnya peran strategis para guru PAUD dan TK yang sangat luar biasa. Guru PAUD dan TK merupakan salah satu pihak yang terlibat langsung dalam membentuk karakter anak pada masa emas pertumbuhannya. Untuk itu, kerja sama dan kolaborasi yang kuat menjadi kunci suksesnya pembangunan manusia seutuhnya

"Kerja sama dan kolaborasi dari semua pihak, mulai dari keluarga, sekolah, masyarakat, dunia usaha, hingga seluruh pemangku kepentingan merupakan kunci keberhasilan pembangunan manusia seutuhnya. Bapak dan ibu guru merupakan salah satu garda terdepan dalam mewujudkan Kabupaten Tangerang Layak Anak," tandasnya

Lanjut dia, Pemerintah Kabupaten Tangerang memiliki komitmen kuat untuk mewujudkan Kabupaten Layak Anak. Dia juga mengajak seluruh guru PAUD dan TK di Kab. Tangerang untuk terus menguatkan sinergi dan kolaborasi secara aktif menjadikan sekolah sebagai rumah kedua yang aman, nyaman dan menyenangkan bagi anak-anak.

"Mari kita jadikan sekolah sebagai rumah kedua yang aman dan menyenangkan bagi setiap anak. Ketika anak-anak tumbuh tanpa kekerasan, mendapatkan pendidikan yang berkualitas dan bimbingan dengan penuh kasih sayang maka kita sedang menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter dan berdaya saing," imbuhnya

Kepala Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (DP3A), Asep Suherman menjelaskan bahwa sosialisasi tersebut dikuti oleh para guru PAUD dan TK dari 29 kecamatan dengan menghadirkan narasumber dari Universitas Paramadina Jakarta dan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Provinsi Banten.

Pihaknya berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat yang nyata dalam meningkatkan kapasitas para pendidik sehingga mampu mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman dan bebas dari segala bentuk kekerasan terhadap anak.

"Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman, pengetahuan dan kapasitas guru PAUD dan TK dalam upaya mencegah, mengenali serta menangani berbagai bentuk kekerasan terhadap anak, mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif dan ramah anak sehingga proses tumbuh kembang anak dapat berlangsung secara optimal," jelas Asep. (Red)

VIRAL! Warga Cidadap Bertaruh Nyawa di Sungai Cibuni, Jembatan Gantung yang Dijanjikan Sejak 2017 Tak Kunjung Terwujud

CIANJUR, lensafokus.id – Kesabaran warga Kampung Cidadap, Desa Sukakerta, Kecamatan Kadupandak, Kabupaten Cianjur, tampaknya telah mencapai batas. Setelah hampir satu dekade menanti pembangunan jembatan gantung yang tak kunjung terealisasi, jeritan mereka akhirnya meledak ke ruang publik melalui video yang viral di media sosial.

Video tersebut memperlihatkan realitas pahit yang setiap hari dihadapi warga. Di tengah derasnya aliran Sungai Cibuni, masyarakat masih harus mengandalkan rakit sederhana sebagai satu-satunya akses penyeberangan. Kondisi yang dinilai tidak manusiawi itu kini mengundang gelombang simpati sekaligus pertanyaan besar terhadap perhatian pemerintah terhadap daerah pelosok.

Dalam video yang beredar luas, warga memohon langsung kepada Gubernur Jawa Barat yang akrab disapa KDM atau "Bapak Aing" agar turun tangan menyelesaikan persoalan yang sudah bertahun-tahun membelenggu kehidupan mereka.

Bagi warga Cidadap, jembatan gantung bukan sekadar proyek pembangunan. Jembatan itu adalah harapan, keselamatan, dan masa depan.

Setiap hari, anak-anak sekolah harus menghadapi risiko saat menyeberang sungai. Ibu hamil dan warga yang sakit kesulitan mengakses layanan kesehatan. Para petani pun harus berjibaku membawa hasil panen melewati jalur yang sewaktu-waktu dapat berubah menjadi ancaman maut ketika hujan turun dan debit sungai meningkat.

Tokoh pemuda Kampung Cidadap, Bang Bang Suryana, mengungkapkan bahwa perjuangan masyarakat bukan baru dimulai kemarin. Sejak tahun 2017, berbagai proposal dan permohonan telah diajukan kepada pemerintah daerah.

"Kami sudah berjuang sejak tahun 2017. Tahun 2021 kami kembali mengajukan. Tahun 2023, 2024 sampai 2025 kami terus mendatangi dinas terkait dan memasukkan proposal. Tapi sampai hari ini belum ada realisasi pembangunan jembatan gantung yang kami harapkan," ungkapnya.

Pernyataan tersebut menggambarkan panjangnya perjuangan warga yang seolah berjalan di tempat. Pergantian pejabat demi pejabat, kepala bidang demi kepala bidang, ternyata belum mampu melahirkan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat yang sangat mendesak.

Ironisnya, di tengah gencarnya pembangunan infrastruktur di berbagai daerah, warga Cidadap masih harus bergantung pada rakit untuk menjalani aktivitas sehari-hari.

Kondisi ini memunculkan kekecewaan mendalam di kalangan masyarakat. Mereka mempertanyakan mengapa kebutuhan dasar yang menyangkut keselamatan warga belum juga menjadi prioritas.

Tak hanya pemerintah daerah, sejumlah warga juga menyoroti minimnya dorongan dari Pemerintah Desa Sukakerta dalam mengawal aspirasi masyarakat hingga ke tingkat kabupaten maupun provinsi.

"Kami hanya ingin diperjuangkan dengan sungguh-sungguh. Jangan sampai aspirasi yang sudah kami suarakan bertahun-tahun terus berakhir tanpa hasil," ujar seorang warga.

Bagi masyarakat Kampung Cidadap, keterlambatan pembangunan jembatan gantung bukan hanya soal tertundanya proyek fisik. Lebih dari itu, keterlambatan tersebut telah memperpanjang penderitaan warga yang setiap hari harus hidup berdampingan dengan risiko kecelakaan dan keterisolasian.

Kini, setelah video mereka viral dan menjadi perhatian publik, harapan baru kembali muncul. Warga berharap pemerintah tidak lagi sekadar mendengar, tetapi segera mengambil langkah konkret.

Sebab bagi masyarakat Cidadap, waktu terus berjalan. Sementara jembatan yang mereka impikan sejak 2017 masih sebatas harapan yang menggantung di atas derasnya Sungai Cibuni.

"Harapan kami sederhana. Kami hanya ingin menyeberang dengan aman. Kami ingin anak-anak berangkat sekolah tanpa rasa takut. Kami ingin jembatan yang sudah lama kami perjuangkan benar-benar dibangun," tutup warga penuh harap. (Asp)

Bupati Tangerang Ajak Guru Ngaji dan Ponpes Bersinergi Cegah Kekerasan Perempuan dan TPPO

Tangerang, lensafokus.id -- Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid meminta kepada para guru ngaji, ustad, ustadzah dan para pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) untuk bersama-sama bersinergi dan berkolaborasi mencegah tindak kekerasan terhadap perempuan dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Hal tersebut disampaikan Bupati Maesyal Rasyid saat membuka acara sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan TPPO, Selasa (09/06/26)

"Kami mohon sekali lagi bantuannya kepada para guru ngaji, ustad, ustadzah dan pengelola pondok pesantren, mari kita bergandeng tangan cegah pelanggaran pidana. Jangan pernah lelah dan letih untuk terus mengedukasi masyarakat," pinta Bupati Maesyal Rasyid

Dalam sambutannya, dia menandaskan bahwa tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak serta perdagangan orang bukan hanya tindak pidana atau pelanggaran hukum semata tapi juga merupakan tragedi kemanusiaan yang mencederai norma-norma.

"Kalau ada kejadian seperti ini, bukan urusan pidana atau hukum saja. Persoalan kekerasan ini bukan sekadar pelanggaran hukum pidana, melainkan sebuah tragedi kemanusiaan yang mencederai norma-norma agama," tandasnya

Lanjut dia, tindak Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) mengalami kenaikan setiap tahunnya harus benar-benar menjadi perhatian bersama semua pihak untuk ditekan dan ditangani bersama. Guru ngaji, ustad, ustadzah dan para pengelola Ponpes sebagai salah satu garda terdepan pembinaan umat diharapkan mampu memberikan sumbangsihnya secara nyata mengatasi berbagai tindakan KDRT yang dapat menghancurkan masa depan generasi penerus.

"Saya minta para guru ngaji, kyai, ustad, ustadzah dan pimpinan pondok pesantren bisa terus memberikan edukasi mengenai keharmonisan rumah tangga, tanggung jawab suami-istri, serta pola asuh yang disisipkan dalam setiap ceramahnya. Supaya kita bersama bisa mengurangi kasus yang mengalami kenaikan setiap tahunnya," imbuhnya

Lebih lanjut, Bupati Maesyal Rasyid juga terus mendorong Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk menguatkan sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak lintas sektor dalam rangka mendukung pemberdayaan lingkungan pesantren untuk aktifitas bina usaha bagi para santri

"Nanti kalau ada tanah di pondok pesantren yang nggak dipakai, kita akan bantu upayakan melalui dinas DP3A atau dinas terkait lainnya untuk bisa ditanamin holtikultura atau juga ditanamin palawija atau bikin bioflok kolam ikan supaya ada kesibukan bagi santri dan guru ngaji dan meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan," ujarnya

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Asep Suherman menjelaskan bahwa kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan peran para ustad, ustadzah dan pondok pesantren sebagai mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan lingkungan yang aman, ramah perempuan dan anak serta bebas dari segala bentuk kekerasan dan tindak pidana perdagangan orang.

"Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kesadaran dan peran aktif ustad, ustadzah serta pondok pesantren dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak serta tindak pidana perdagangan orang atau TPPO melalui penguatan pengetahuan kewaspadaan, edukasi masyarakat serta sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan," jelas Asep

Lanjut dia, kegiatan tersebut menggandeng Kementerian Agama Kabupaten Tangerang, Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Banten dan advokat dengan peserta ustad dan ustadzah, Forum Silaturahmi Pondok Pesantren, tokoh agama, para ketua MUI kecamatan serta tokoh masyarakat. (Red)

Pemkab Tangerang Sosialisasikan Program Tilawah Gemilang 2026

Tangerang, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten Tangerang menggelar kegiatan Sosialisasi Program Tilawah Gemilang Tahun 2026 bersama perwakilan pengurus LPTQ dari seluruh kecamatan se-Kabupaten Tangerang pada Selasa (09/06/2026), di Ruang Sinergi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Kegiatan tersebut bertujuan untuk menjaring dan membina potensi terbaik demi generasi Qur'ani yang berdaya saing.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Tangerang, Prima Saras Puspa, dalam penyampaiannya menekankan bahwa sosialisasi ini menjadi tonggak penting dalam menyelaraskan visi keagamaan daerah. Program ini dirancang khusus untuk memperkuat pembinaan karakter generasi muda berbasis nilai-nilai suci Al-Quran.

"Melalui momentum ini, kita menyatukan visi keagamaan daerah demi masa depan yang lebih baik. Program ini adalah wujud komitmen kita dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter kuat yang berlandaskan pada nilai-nilai luhur Al-Quran," jelasnya.

Lebih lanjut, ia menginstruksikan seluruh camat dan pengurus LPTQ tingkat kecamatan untuk segera menindaklanjuti hasil sosialisasi ini di wilayah masing-masing. Langkah proaktif di tingkat bawah dinilai sangat krusial guna menjaring potensi-potensi religius yang masih terpendam di pelosok desa.

"Sosialisasi kali ini secara khusus membedah berbagai program unggulan dan transformasi perlombaan yang akan dihadapi para calon kafilah, di antaranya cabang Tilawah Anak yang difokuskan pada penguatan fondasi dan keindahan bacaan sejak usia dini," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa, untuk menjawab tantangan zaman, bidang Tafsir Al-Quran pada program tahun ini menuntut penguasaan substansi dalam tiga bahasa. Peserta wajib memahami Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Arab sebagai instrumen diplomasi dakwah di tingkat global.

"Aspek literasi ilmiah keagamaan menjadi fokus utama melalui cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Quran dan Karya Tulis Ilmiah Hadits. Kedua cabang ini dirancang untuk memacu daya kritis sekaligus kreativitas generasi muda Islam agar mampu mengkaji teks keagamaan secara akademis," ungkapnya.

Ia menekankan bahwa, Pemkab Tangerang berkomitmen penuh mendukung program ter melalui penyediaan anggaran dan fasilitas. Dukungan tersebut bertujuan untuk mewujudkan masyarakat yang religius sekaligus berdaya saing, baik di tingkat nasional maupun internasional.

"Dengan pola pembinaan yang terstruktur, objektif, dan terstandarisasi, diharapkan Kabupaten Tangerang dapat melahirkan kafilah-kafilah tangguh. Kafilah ini siap mempertahankan tradisi juara dan membawa nama daerah di berbagai ajang kompetisi keagamaan," harapnya. (Red)

Perkuat Tata Kelola dan Kepastian Hukum, Pemkot Tangerang Fasilitasi Kerja Sama Kejari dengan Tiga BUMD

Kota Tangerang, lensafokus.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus memperkuat tata kelola pemerintahan dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang akuntabel, transparan, serta berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Salah satunya melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang dengan tiga BUMD Kota Tangerang di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun), yaitu Perumda Tirta Benteng, Perumda Pasar dan PT TNG, Selasa (9/6/26).

Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan, pendampingan hukum dari Kejari diperlukan agar setiap kebijakan maupun program yang dijalankan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, tidak ada keraguan dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi masing-masing institusi.

"Alhamdulillah, baru saja kita menyaksikan penandatanganan kesepakatan atau MoU antara Kejari dengan BUMD Kota Tangerang, yaitu Perumda Tirta Benteng, Perumda Pasar, dan PT TNG. Ini dilakukan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, termasuk tata kelola BUMD," ujar Sachrudin.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tangerang Pradana Probo Setiarjo menyampaikan, kerja sama tersebut merupakan bentuk dukungan Kejari dalam mengawal pembangunan daerah melalui fungsi pendampingan hukum.

"Tujuannya tentu untuk mewujudkan tata kelola yang baik, sehingga pembangunan berkelanjutan dapat berjalan dengan optimal. Pada akhirnya, hal tersebut akan berdampak pada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," ungkap Pradana.

Ia menambahkan, Kejari Kota Tangerang siap memberikan pendampingan dan bantuan hukum, baik litigasi maupun nonlitigasi, guna memitigasi potensi perbuatan melawan hukum dalam pelaksanaan program-program BUMD.

Di tempat sama, Direktur Perumda Tirta Benteng Doddy Effendi, menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, pendampingan hukum menjadi bagian penting dalam mewujudkan tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance.

"Tata kelola perusahaan menjadi perhatian utama, sehingga kami tidak melakukan kegiatan di luar ketentuan yang berlaku. Pendampingan hukum ini sangat penting, terutama untuk menghindari kesalahan-kesalahan dan membantu penyelesaian persoalan keperdataan yang mungkin terjadi," tutup Doddy. (Red)

Gotong Royong Lindungi Anak di Ruang Digital, YouTube Terbitkan Digital Wellbeing Guidebook Dukung PP TUNAS

Jakarta, lensafokus.id - YouTube meluncurkan Digital Wellbeing Guidebook sebagai bentuk pelaksanaan tanggung jawab platform digital dalam mengedukasi orang tua, sesuai dengan Permenkomdigi Nomor 9 Tahun 2026 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).

Peluncuran buku panduan ini menjadi komitmen nyata YouTube untuk mendukung implementasi regulasi perlindungan anak di ruang digital melalui edukasi yang praktis dan masif bagi orang tua serta pendidik.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyatakan bahwa peluncuran Digital Wellbeing Guidebook merupakan langkah penting menghadapi tantangan pengasuhan anak di era digital.

Banyak orang tua masih membutuhkan panduan jelas untuk mendampingi anak berinteraksi dengan media sosial, gim daring, dan layanan digital lainnya.

“Kita melihat masih banyak orang tua yang bertanya bagaimana mendampingi anak menggunakan media sosial, bagaimana menyikapi gim daring, dan bagaimana menjaga mereka tetap aman di ruang digital. Oleh karena itu, kami meluncurkan buku panduan ini,” tegas Meutya Hafid saat peluncuran di Garuda Spark, Jakarta Pusat, Senin (8/6/2026).

Meutya menekankan bahwa orang tua kini harus melindungi anak tidak hanya di ruang fisik, tetapi juga di ruang digital yang semakin kompleks.

“Jika dunia digital adalah rumah baru bagi anak-anak kita, maka kita juga harus menjaga pintu dan jendelanya,” tegasnya.

Sebagai platform digital, YouTube menjalankan tanggung jawabnya sesuai Permenkomdigi Nomor 9 Tahun 2026 dengan menyediakan edukasi dan panduan praktis bagi orang tua.

“Peluncuran Digital Wellbeing Guidebook ini adalah wujud tanggung jawab YouTube sebagai platform untuk mendukung edukasi orang tua, sehingga implementasi regulasi pelindungan anak dapat berjalan lebih efektif di tingkat keluarga,” jelas perwakilan YouTube.

Buku ini disusun melalui kolaborasi YouTube dengan Kementerian Komunikasi dan Digital, Universitas Indonesia, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), serta para ahli terkait.

Meutya menegaskan bahwa tujuan perlindungan anak di ruang digital bukan membatasi akses teknologi, melainkan memastikan anak memanfaatkannya secara aman, sehat, dan sesuai tahap perkembangan usia. (Red)

Pimpin Apel Pagi, Wabup Intan Tegaskan Kedisiplinan ASN, Kawasan Tanpa Rokok, dan Harmonisasi Kerja

Tangerang, lensafokus.id — Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, memimpin Apel Pagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang yang digelar di Lapangan Raden Arya Yudha Negara, Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Tigaraksa, Senin (08/06/26).

Dalam arahannya, Wakil Bupati memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pegawai yang telah menunjukkan kedisiplinan dengan hadir tepat waktu dan mengenakan atribut kedinasan yang lengkap.

"Hal-hal seperti ini mungkin terlihat sederhana, namun sebetulnya mencerminkan kejujuran, tanggung jawab, dan kesiapan kita dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kedisiplinan berpakaian dan ketepatan waktu mencerminkan kualitas birokrasi dan integritas para aparatur kita," ujar Wabup Intan.

Memasuki pertengahan tahun anggaran 2026, Wabup Intan mengajak seluruh jajaran untuk terus memacu kinerja dan menjaga ritme kerja agar target-target pembangunan dapat tercapai secara optimal. Beliau meminta para Kepala OPD untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap capaian program di instansi masing-masing.

"Saya meminta semua kepala perangkat daerah untuk mengevaluasi capaian kinerja dan program kerja yang berjalan. Pastikan semua pekerjaan dilakukan tepat waktu, tepat sasaran, dan memberikan dampak serta manfaat nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Kabupaten Tangerang," tegasnya.

Selain masalah kinerja, Wakil Bupati menyoroti hal krusial terkait budaya kerja, salah satunya adalah kebersihan lingkungan kantor dan penegakan aturan merokok di area pemda. Beliau mengingatkan kembali keberadaan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 18 Tahun 2019 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

"Saya ingin mengingatkan kembali mengenai larangan merokok di lingkungan kantor, terutama di area pelayanan publik. Mohon ini menjadi perhatian kita bersama. Bagi pegawai yang merokok, manfaatkanlah tempat yang telah disediakan (smoking area). Jangan merokok di sembarang tempat, apalagi membuang puntung rokok sembarangan," tambah Wabup Intan.

Wabup Intan menambahkan, puntung rokok yang dibuang sembarangan sering kali dianggap sepele, namun dampaknya merusak estetika, mengotori lingkungan, dan mencerminkan citra buruk aparatur pemerintah di mata masyarakat maupun tamu kedinasan yang berkunjung.

"Mari kita mulai dari hal-hal kecil. Jaga kebersihan ruang kerja, lingkungan kantor, halaman, hingga area toilet. Lingkungan kerja yang bersih akan menciptakan atmosfer kerja yang sehat, nyaman, produktif, sekaligus mencerminkan wajah birokrasi Pemkab Tangerang yang modern dan profesional. Saya minta para Kepala OPD memantau langsung hal ini," imbuhnya.

Di depan peserta apel, Wabup Intan juga menekankan pentingnya membangun komunikasi yang harmonis demi menghindari ego sektoral dan konflik internal di lingkungan kerja. Beliau menegaskan bahwa status kepegawaian tidak boleh menjadi sekat dalam profesionalisme pelayanan.

"Kita semua bekerja di bawah satu payung besar, yaitu Pemerintah Kabupaten Tangerang. Latar belakang dan cara pandang boleh berbeda, tetapi tujuan kita satu: memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Saya minta bangun komunikasi yang baik, saling menghargai, dan jauhi tindakan yang dapat memicu konflik. Pekerjaan seberat apa pun akan terasa ringan jika dikerjakan bersama melalui kolaborasi," tuturnya.

Lebih lanjut, beliau menyinggung perihal kesetaraan tanggung jawab antara PNS dan PPPK.

"Mau statusnya PNS atau PPPK, semuanya sama-sama memikul tanggung jawab yang sama untuk melayani masyarakat. ASN harus menjadi teladan yang baik, baik dari segi sikap, perilaku, maupun kinerja di tengah masyarakat. Saya minta para Kepala OPD melakukan pembinaan secara terus-menerus terhadap disiplin pegawai ini," lanjut Wabup Intan.

Menutup arahannya, Wabup Intan menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang tinggi kepada para atlet, pelatih, serta ofisial yang akan mewakili Kabupaten Tangerang dalam ajang kejuaraan olahraga terdekat.

"Saya menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada seluruh atlet, pelatih, dan ofisial yang membawa nama baik Kabupaten Tangerang. Mari kita doakan bersama agar para atlet terbaik kita mampu mengukir prestasi gemilang, menjaga sportivitas, dan kembali dengan membawa kebanggaan bagi daerah yang kita cintai ini," pungkasnya. (Red)

Wabup Intan Hadiri Acara Kenaikan Kelas Dan Kelulusan Siswa-Siswi RA Daarul Muttaqien Pagedangan

Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah menghadiri acara kenaikan kelas dan kelulusan siswa-siswi RA Daarul Muttaqien Kec. Pagedangan, Minggu (07/06/26)

Pada kesempatan tersebut, Wabup Intan merasa terharu dan bangga kepada Yayasan Daaru Muttaqien yang telah menyelenggarakan pendidikan dan Kelompok Bermain (KB) untuk anak-anak, termasuk juga Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)

"Alhamdulillah, KB Kartini dan juga PAUD di sini ternyata welcome menerima anak-anak berkebutuhan khusus. Ini yang bikin saya selalu bangga sama KB Kartini karena anak-anak berkebutuhan khusus pun bisa mendapat kesempatan yang sama untuk bersekolah," ungkap Wabup Intan

Dia juga sangat mengapresiasi KB Kartini dan PAUD Daaru Muttaqien yang senantiasa mengedepankan pendidikan mental dan spiritual dalam mendidik anak didiknya

"Tadi sudah kita lihat ada yang jadi MC, ada yang baca doa, ada yang jadi penerima tamu. Alhamdulillah anak-anak kita diajarkan untuk berani tampil, bahwa mental dan spiritual anak-anak kita memang harus digembleng sejak dini," tandasnya

Dia juga menegaskan bahwa Pemkab Tangerang terus mendorong agar semua anak-anak di Kabupaten Tangerang memiliki kesempatan yang sama, baik dalam hal pendidikan, kesehatan maupun di bidang layanan lainnya. Di bidang kesehatan, Rumah Sakit Umum Kabupaten Tangerang sudah ada klinik Intan emas, klinik tumbuh kembang anak yang dilengkapi dengan dukungan semua dokter spesialis untuk anak-anak termasuk, ABK yang bisa menjalani terapi di sana secara gratis.

"Saya ingin anak-anak di Kabupaten Tangerang mempunyai kesempatan yang sama, orang tuanya jangan malu. Anak berkebutuhan khusus itu anak yang istimewa dan mengajarkan kita orang tuanya untuk sabar, jadi jangan pernah malu untuk menyekolahkan anak-anak berkebutuhan khusus Insyaallah SD Negeri, Swasta, TK sekarang bisa menerima anak-anak berkebutuhan khusus," tegasnya

Dia juga mengucapkan selamat kepada anak-anak dan orang tua yang telah menyelesaikan sekolah di TK dan naik kelas dan mendoakan, mudah-mudahan anak-anak bisa menjadi anak yang sholeh dan sholehah serta berprestasi yang mampu membanggakan orang tua dan daerah.

Sementara itu, Kepala sekolah Lilis Jahrotul Ulum mengungkapkan bahwa pihaknya telah menggelar berbagai rangkaian kegiatan menjelang tahun ajaran baru 2026/2027, mulai dari Open School, pentas seni dan ajang kreatifitas serta Market Day yang berkolaborasi dengan kegiatan kewirausahaan dari guru dan juga komite sekolah.

"Kegiatan hari ini adalah bentuk apresiasi rasa syukur dan bahagia. InsyaAllah, mudah-mudahan lelahnya menjadi ibadah buat kita semuanya dan insyaAllah menjadi ladang pahala buat kita semuanya Kemudian kami juga menyampaikan permohonan maaf yang tak terhingga," ujar Lilis. (Red)

TANGKAB EXPO 2026 Hadirkan Satu Panggung Layanan Publik, UMKM, dan Gaya Hidup Sehat

Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid membuka rangkaian TANGKAB EXPO 2026 yang diselenggarakan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Tangerang di kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang Tigaraksa, Minggu (07/06/26). Kegiatan tersebut dikemas melalui Tangkab Fun Walk dan berbagai layanan publik yang melibatkan ribuan masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan bahwa TANGKAB EXPO 2026 menjadi ajang kebersamaan yang memadukan olahraga, pemberdayaan ekonomi lokal, pelayanan publik, kepedulian sosial, dan inovasi digital.

“Pagi ini, kita dapat berkumpul dalam kegiatan Tangkab Fun Walk dan Tangkab Expo, sebuah ajang panggung kebersamaan masyarakat Kabupaten Tangerang yang memadukan olahraga, pemberdayaan ekonomi lokal, pelayanan publik, kepedulian sosial, serta penguatan inovasi digital dalam satu momen,” ujar Bupati Maesyal.

Menurut Maesyal, kegiatan tersebut terselenggara berkat kolaborasi Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama berbagai mitra strategis, termasuk Bank Indonesia Provinsi Banten dan Bank BJB. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperluas manfaat kegiatan bagi masyarakat sekaligus memperkuat pelayanan publik yang semakin mudah dan modern.

Ia menjelaskan, masyarakat dapat menikmati beragam kegiatan dan layanan yang tersedia selama TANGKAB EXPO 2026. Mulai dari Fun Walk, booth UMKM dan produk lokal, expo hunian dan kendaraan, layanan administrasi kependudukan dan perizinan, hingga layanan pajak daerah berbasis digital yang memudahkan masyarakat dalam mengakses pelayanan pemerintah.

Bupati Maesyal juga menegaskan bahwa TANGKAB EXPO bukan sekadar ajang olahraga dan hiburan, melainkan ruang interaksi antara pemerintah dan masyarakat. “Kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang olahraga dan hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan yang hadir langsung ke masyarakat dengan suasana yang gembira,” katanya.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tangerang juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dengan memperkuat peran pelaku UMKM dan memperkenalkan berbagai layanan publik kepada masyarakat. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana untuk meningkatkan penggunaan transaksi digital dalam pelayanan dan pembayaran daerah.

Menariknya, kegiatan yang diikuti sekitar 20 ribu masyarakat Kabupaten Tangerang tersebut juga menghadirkan layanan donor darah serta berbagai pelayanan publik dari sejumlah instansi. Seluruh layanan yang tersedia merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mempercepat, mempermudah, dan meningkatkan transparansi pelayanan kepada masyarakat.

Pemkab Tangerang berharap TANGKAB EXPO dapat terus menjadi agenda tahunan yang memberikan manfaat semakin besar bagi masyarakat. “Tentunya, kami berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan yang memberikan banyak manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (Red)

Page 5 of 281
Go to top