Tangerang, lensafikus.id - Bupati Tangerang, Moc. Maesyal Rasyid mengapresiasi aksi nyata gerakan pengentasan kemiskinan berupa rekrutmen driver shopee yang dilakukan oleh Yayasan Kawan Muda 17 yang bekerjasama dengan Disnaker, BPJS Ketenagakerjaan dan Shopee.
Hal tersebut disampaikan Bupati Maesyal Rasyid saar membuka acara 'Langkah Berdaya dan Terlindungi: Gerakan Pengentasan Kemiskinan Melalui Rekrutmen Drivet Shopee' di Gedung Serbaguna (GSG) Kec. Kosambi, Jum'at (27/02/26).
"Alhamdulillah kami atas nama pemerintah daerah mengucapkan terima kasih dan apresiasi pada pihak Shopee, BPJS Ketenagakerjaan, khususnya Yayasan Kawan Muda yang selalu berkiprah kepada masyarakat Kabupaten Tangerang," ujar Bupati Maesyal Rasyid.
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid mengungkapkan bahwa program tersebut memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pemerintah daerah dalam menurunkan tingkat penganguran.
"Program ini sangat bagus dan memberikan kontribusi terhadap upaya untuk menurunkan tingkat pengangguran di Kabupaten Tangerang," tandasnya.
Lanjut dia, program pengentasan kemiskinan tersebut bisa dijadikan role model pengisian lowongan kerja untuk program serupa selanjutnya.
"Hari ini, kami hadir di Kecamatan Kosambi bersama dengan Pak Disnaker Camat, Kwan Muda 17, Kepala BPJS Ketenagakerjaan dalam rangka melakukan kerjasama dengan pihak Shopee untuk masyarakat Kabupaten Tangerang agar bisa bekerja dengan shopee untuk menjadi driver shopee," ungkapnya.
Pihaknya juga berharap program tersebut nantinya juga dapat dilakukan di kecamatan lainnya agar lebih banyak masyarakat yang bisa bekerja dan mempunyai penghasilan.
"Pihak shopee sudah membuka peluang lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya. Hari ini, khusus Kecamatan Kosambi untuk 100 orang sampai dengan pukul 15.00 Mereka bekerja dengan pihak Shopee untuk menjadi driver Shopee yang ada di wilayah Kabupaten Tangerang," imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Kawan Muda 17, Herdiansyah mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk membantu pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan dan menurunkan angka Stunting.
"Ini adalah salah satu langkah Kawan Muda 17 dalam rangka membantu pemerintahan untuk pengentasan kemiskinan dan Kecamatan Kosambi ini lumayan cukup banyak kaitannya dengan lokus Stuntingnya," jelas Herdiansyah.
Pihaknya berharap kegiatan tersebut juga bisa menginspirasi pihak swasta dan pelaku usaha lainnya untuk tidak hanya berfokus mengembangkan usahanya saja, namun juga harus melibatkan masyarakat secara langsung.
"Semua orang bisa dan boleh investasi di sini, mulai dari yang swasta, BUMN dan lain-lain, tapi jangan lupa ada masyarakat kita yang perlu diperhatikan," tandasnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah meminta masyarakat untuk terus menjaga keasrian dan keharmonisan Desa Cihuni Kec. Pagedangan
Hal tersebut disampaikan Wabup Intan saat melakukan kegiatan safari Ramadan di Masjid Darul Falah Desa Cihuni Kec. Pagedangan, Kamis (26/02/26)
"Alhamdulillah hari ini safari Ramadan, saya bersilaturahmi supaya lebih akrab dengan masyarakat Desa Cihuni. Saya minta keasrian, keramahan, keharmonisan dan kebersamaan yang ada ini terus dijaga agar memberikan nilai tambah juga bagi seluruh masyarakat Cihuni," pinta Wabup Intan
Ia menambahkan bahwa sebagai salah satu kecamatan yang berbatasan dengan Kabupaten Bogor, Kecamatan Pagedangan diharapkan mampu terus berbenah, baik dalam pembangunan, pelayanan dan pemberdayaan.
"Pagedangan ini juga menjadi daerah perbatasan dengan Kabupaten Bogor. Mudah-mudahan Kecamatan Pagedangan di bawah pimpinan Pak Haji Daniel terus berbenah, lebih sejahtera, lebih bersih dan aman," ujarnya
Selain itu, pihaknya juga menghimbau seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketenangan dan kesucian bulan Ramadan dengan mempebanyak kegiatan-kegiatan keagamaan dan kepedulian sosial.
"Ramadan bukan hanya berpuasa menahan lapar dan haus, di bulan suci ini mari kita rawat ukhuwah islamiah, kita rawat toleransi umat beragama, kita rawat saling menghargai dan menghormati serta kepedulian sosial," imbuhnya
Pada kesempatan tersebut, Wabup Intan juga secara simbolis menyerahkan bantuan pemerintah daerah kepada DKM Masjid Darul Falah untuk membantu pembangunan sarana dan prasarana masjid yang dibutuhkan.
"Mudah-mudahan pas ke sini lagi masjidnya sudah selesai. Saya mohon juga masjid yang sudah bagus, sudah rapi, sudah bersih bisa dimanfaatkan masyarakat untuk hal-hal yang positif seperti TPA anak-anak. Kalau masjidnya rame dimakmurkan oleh masyarakat, InsyaAllah akhlak anak-anak kita lebih baik," pungkasnya
Sementara itu, Wakil Ketua DKM Masjid Darul Falah, Muhamad Afifudin mengucapkan terima kasih kepada Wakil Bupati, Camat Pagedanga dan seluruh jajaran pemerintah yang hadir atas dukungan dan bantuan kepada Masjid Darul Falah yang saat ini tengah dalam pembangunan bangunan tambahan.
"Terima kasih kepada Ibu Wakil Bupati, Pak Camat dan seluruh pihak atas kepedukian dan bantuan kepada kami. Harapan kami, kita sama-sama sejahterakan, memakmurkan masjid. Mudah-mudahan ini menjadi ladang pahala bagi kita semua," ucapnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid dan Wakil Bupati, Intan Nurul Hikmah meminta Badan Gizi Nasional (BGN) bersama para mitranya lebih responsif dan bergerak cepat manindaklanjuti dan menangani laporan masyarakat terkait komposisi dan kondisi makanan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Hal tersebut diungkapkan Bupati dan Wakil Bupati Tangerang saat menghadiri pertemuan evaluasi dan koordinasi Program MBG bersama BGN di Pendopo Bupati Tangerang, Kamis (26/02/26)
"Kami mohon BGN dan seluruh mitra kerjanya termasuk SPPG dan pihak terkait lainnya lebih responsif dan bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait adanya komposisi dan kondisi makanan program MBG," tegas Bupati Maesyal Rasyid
Menurut dia, program Makan Bergizi Gratis adalah salah satu investasi yang besar untuk bangsa, untuk memutus mata rantai persoalan gizi yang masih menjadi tantangan kita bersama. Program MBG bukan sekadar membagikan makanan, tetapi memastikan kualitas generasi penerus bangsa benar-benar terjaga dan terpenuhi kebutuhan gizinya dengan baik.
"Jadi makanan yang diberikan itu harus segar, bersih, bebas dari bakteri dan sebagainya sehingga makanan itu bisa dikonsumsi dengan baik dan pastinya akan memberikan kontribusi terhadap gizi anak-anak kita," tandasnya
Lanjut dia, keberadaan SPPG sebagai garda terdepan sangat menentukan keberhasilan program MBG. Pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk membantu memfasilitasi perijinan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang menjadi salah satu tanggung jawab SPPG.
"Ada sekitar 170 SPPG telah menjalankan program makan bergizi gratis yang di Kabupaten Tangerang. Terkait dengan proses perizinan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi, Dinas Kesehatan siap bantu rekomendasinya dan nanti dokumennya dikeluarkan oleh DPMPTSP," imbuhnya
Pihaknya juga meminta dibentuk forum atau koordinator SPPG di Kabupaten Tangerang untuk memudahkan komunikasi dan koordinasi terkait permasalah yang terjadi dalam pelaksanaam MBG di Kabupaten Tangerang
"Kami inginnya SPPG di Kabupaten Tangerang ini harus dibentuk koordinatornya. Koordinatornya siapa, penanggung jawabnya siapa, supaya kami bisa komunikasi," ujarnya
Sementara itu, Wabup Intan menyoroti adanya laporan masyarakat yang mengeluhkan tentang makanan atau komposisi gizi dari dapur SPPG. Untuk itu dia meminta agar petugas SPPG benar-benar bisa menjalankan tugasnya dengan baik dan bertangung jawab penuh sebelum makanan diantar dan dibagikan kepada anak-anak.
"Memang di masing-masing dapur SPPG ada ahli gizi yang ditugaskan untuk standby di sana, cuma harus cek lagi apakah makanan kering yang diberikan kepada anak-anak kita, jenis, kondisi dan komposisi gizinya sudah sesuai atau belum. Jangan ada makanan yang berjamur," ungkap Wabup Intan
Pihaknya juga meminta kepada SPPG, selain komposisi gizi, aspek rasa dan keberagaman menu makanan yang diberikan juga harus diperhatikan agar tidak menimbulkan kebosanan.
"Hal-hal seperti ini mungkin yang jadi concern saya. Terus, makan bergizi gratis itu kan harus dibarengi dengan rasa yang enak, paling tidak rasa yang bisa diterima oleh anak-anak," tandasnya
Sekretaris Deputi BGN Bidang Pemantauan dan Pengawasan, Iwan Dwi Susanto mengatakan MBG merupakan program yang sangat baik dan sangat mulia. BGN meminta kepada seluruh mitranya untuk menyiapkan makanan sesuai harga dan juga kandungan gizinya.
"Tidak ada sedikitpun terpikirkan kita di BGN itu memberikan makanan yang kualitasnya jelek. Jadi kami tidak hanya memberi makan, tidak hanya kita memberi mengisi perut anak-anak, tapi juga multiplier effect-nya," jelas Iwan. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, melaksanakan kegiatan Tarawih Keliling (Tarling) di Masjid Baitun Nuur, Kecamatan Kresek, Rabu (25/2/2026).
Dalam suasana yang penuh khidmat, Bupati menekankan bahwa momentum Ramadan bukan sekadar ritual ibadah, melainkan sarana memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat.
Dalam sambutannya di hadapan para jamaah, Bupati menegaskan bahwa kehadiran jajaran pemerintah daerah bertujuan untuk memastikan kenyamanan umat Muslim dalam menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan
"Kegiatan Tarling ini merupakan upaya kita untuk mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan syiar Islam di seluruh wilayah Kabupaten Tangerang. Kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat, memastikan ibadah puasa, salat tarawih, dan kegiatan keagamaan lainnya berjalan lancar, aman, dan kondusif," ujar Maesyal Rasyid.
Ia juga menambahkan bahwa kondusifitas wilayah dan ketertiban selama Ramadan merupakan hasil kolaborasi erat antara pemerintah daerah dengan unsur TNI, Polri, serta seluruh elemen masyarakat demi terciptanya suasana yang penuh kedamaian
Mengingat kondisi geografis dan sosial Kabupaten Tangerang yang heterogen, Bupati memberikan pesan khusus mengenai pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama. Ia meminta masyarakat untuk merawat keberagaman sebagai kekuatan pembangunan.
"Jangan sampai perbedaan menjadi pemecah, justru harus menjadi perekat dalam membangun Kabupaten Tangerang yang semakin maju. Mari kita jadikan masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan umat dan sosial yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar," pesannya
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap sarana ibadah, pada kesempatan tersebut Bupati Tangerang menyerahkan bantuan dana hibah sebesar Rp20 juta kepada Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Baitun Nuur.
Di tempat yang sama, Ketua MUI Kecamatan Kresek, KH. Abdul Muid, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam atas kunjungan serta bantuan yang diberikan secara simbolis tersebut. Ia menilai perhatian Bupati terhadap Masjid Baitun Nuur menjadi suntikan semangat bagi pengurus untuk terus memakmurkan masjid.
"Kami atas nama pengurus Masjid Baitun Nuur dan tokoh agama di Kresek mengucapkan Alhamdulillah. Bantuan ini adalah amanah yang akan kami pergunakan sebaik-baiknya untuk kepentingan umat," pungkas KH. Abdul Muid. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah menekankan pentingnya peran masjid sebagai tempat pembentukan dan penguatan akhlak dan moral generasi penerus bangsa
Hal tersebut diungkapkan Wabup Intan saat melakukan kegiatan Tarawih Keliling (Tarling) di Masjid Al-Muhajirin Lautze, Kecamatan Kelapa Dua, Selasa (24/02/26)
“Masjid adalah salah satu pusat pembinaan akhlak dan moral. Masjid harus menjadi tempat anak-anak kita belajar agama dan membangun adab, bukan hanya ramai di bulan Ramadan tetapi aktif sepanjang tahun,” tandasnya.
Menurut dia, pendidikan setinggi apa pun tidak akan berarti tanpa akhlak dan moral yang baik. Untuk itu, dia menghimbau kepada para orang tua untuk terus mendorong anak-anaknya untuk aktif mengisi bulan Ramadan dengan kegiatan yang bermanfaat dan bersama-sama mengawasi mereka agar tidak ikut terlibat dalam hal-hal yang merugikan pihak lainnya.
"Saya mohon para orang tua bisa meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak selama bulan Ramadan, agar tidak terlibat aktivitas yang merugikan seperti perang sarung maupun tindakan yang mengganggu ketertiban," pintanya
Ia juga meminta masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan dan menjaga keamanan lingkungan dan rumah yang ditinggalkan mudik selama Ramadan sampai dengan hari raya Idul Fitri yang berpotensi menimbulkan kerawanan
“Saling jaga, saling perduli dengan tetangga yang sedang mudik atau pulang ke kampung halaman mereka. Yang mudik juga jangan lupa info ke tetangga dan RT,” tandasnya.
Selian itu, ia juga menegaskan komitmennya bersama Bupati Tangerang untuk terus berbenah untuk memprioritaskan program-program pembangunan yang dilaksanakan secara bertahap mengingat luasnya wilayah Kabupaten Tangerang.
Sementara itu, Ketua DKM Masjid Al-Muhajirin Lautze, H. Walgito dalam sambutannya menyampaikan sejarah singkat berdirinya masjid yang mulai dirintis sejak tahun 2000. Saat ini, Masjid Al-Muhajirin Lautze tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan keagamaan dan pendidikan.
"Kami berharap kehadiran pemerintah daerah melalui Tarling atau Safari Ramadan ini dapat semakin mempererat sinergi dalam memakmurkan masjid dan membina generasi muda yang berakhlak mulia," ujarnya
Rangkaian kegiatan Safari Ramadan tersebut juga diisi dengan ceramah kultum oleh tokoh agama setempat yang mengangkat tema pentingnya kesabaran, kepedulian sosial, serta menjaga persatuan umat di bulan suci.
Turut hadir pada kegiatan tersebut antara lain: Anggota DPRD Kabupaten Tangerang, Asisten Daerah I, Inspektur, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata, para Kepala OPD dan Direktur RSUD, Camat beserta Forkopimcam Kelapa Dua. (Red)
Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mendampingi Gubernur Banten Andra Soni dalam kegiatan Safari Ramadhan Provinsi Banten 1447 Hijriah yang digelar di Masjid Jami’ Awwabin, Kecamatan Sepatan, Selasa (24/2/26).
Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda Provinsi Banten dan Kabupaten Tangerang, jajaran Kementerian Agama, kepala perangkat daerah, Forkopimcam Sepatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan jamaah yang memadati masjid.
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada Gubernur Banten beserta rombongan. Ia menegaskan Safari Ramadhan bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum mempererat silaturahmi dan memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan masyarakat.
“Safari Ramadhan ini bukan hanya seremonial, tetapi menjadi ruang silaturahmi yang mempertemukan pemerintah dan masyarakat dalam suasana penuh keberkahan. Di bulan suci ini, kita duduk bersama tanpa sekat. Inilah kekuatan Banten dan Kabupaten Tangerang, yaitu kebersamaan dan persatuan,” ujar Bupati Maesyal Rasyid
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam pembangunan daerah, serta mengapresiasi dukungan dan bantuan Provinsi Banten yang disalurkan kepada masjid, pondok pesantren, guru ngaji, marbot, dan masyarakat yang membutuhkan.
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni dalam sambutannya menyampaikan bahwa Safari Ramadhan menjadi sarana pemerintah provinsi untuk hadir langsung di tengah masyarakat, mendengar aspirasi, sekaligus memastikan program pembangunan berjalan selaras hingga ke tingkat kabupaten/kota.
“Safari Ramadhan ini adalah wujud komitmen Pemerintah Provinsi Banten untuk terus menjaga kedekatan dengan masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa pembangunan yang dilakukan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga,” ujar Andra Soni
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga kondusivitas wilayah selama bulan Ramadhan serta memperkuat nilai kebersamaan dan toleransi di tengah masyarakat yang majemuk.
“Kita jaga persatuan dan kerukunan. Ramadhan adalah momentum memperkuat iman, meningkatkan kepedulian sosial, dan mempererat ukhuwah. Dengan sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten, insyaAllah Banten semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Banten dan Bupati Tangerang secara simbolis menyerahkan bantuan untuk sarana ibadah dan dukungan kepada lembaga keagamaan serta malakukan buka puasa bersama dilanjutkan salat Maghrib berjamaah. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah mendorong para pengusaha dan pengembang untuk mengimplementasikan program Extended Producer Responsibility (EPR), di mana pihak produsen ikut bertanggung jawab langsung terhadap proses pengelolaan sampah atas produk-produk yang telah dihasilkan.
Hal tersebut disampaikan Wabup Intan saat menghadiri peringatan Hari Penduli Sampah Nasional (HPSN) di Aula PT. Paragon Technology and Inovation, Rabu (25/02/26)
"Saya tekankan khusus kepada para pengusaha dan pengembang kawasan perumahan yang hadir pada hari ini, saudara-saudara memiliki tanggung jawab, baik secara hukum maupun moral terhadap Undang-undang Nomor 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah yang telah mengatur bahwa setiap kawasan wajib menyelenggarakan pengelolaan sampah secara sistematis, menyeluruh dan berkelanjutan," tandas Wabup Intan
Dia juga menegaskan Pemerintah Kabupaten Tangerang akan terus mendorong implementasi program kebijakan EPR secara nyata dan mengeluasinya secara berkala, sehingga beban dan tanggung jawab penanganan sampah itu benar-benar berjalan dari sumber sampai hilir untuk masa depan lingkungan, kesehatan masyarakat dan generasi yang akan datang.
"Kita tidak bisa lagi membiarkan beban sampah hanya ditanggung oleh pemerintah daerah dan masyarakat tanggung jawab kita harus mulai dari hulu. Kami akan terus memperkuat pembinaan pengawasan serta evaluasi secara berkala. Kepatuhan terhadap regulasi bukan lagi pilihan melainkan kewajiban," tegasnya
Dia menyebut penanganan sampah merupakan pekerjaan dan tanggung jawab bersama. Sinergi dan kolaborasi dari pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat harus terus dikuatkan dan diberdayakan.
"Mari kita jadikan momentum Hari Peduli Sampah Nasional Tahun 2026 ini sebagai titik tolak perubahan nyata. Bukan sekadar seremoni, tetapi awal dari komitmen yang terukur, konsisten, dan berkelanjutan untuk penanganan dan pengelolaan sampah di Kabupaten Tangerang," ujarnya
Sementara itu, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kab. Tangerang, Budi Khumaedi mengatakan bahwa HPSN merupakan momentum penting untuk menguatkan komitmen bersama dalam mewujudkan tata kelola persampahan dan lingkungan hidup yang lebih baik.
"Melalui kegiatan sosialisasi ini, kami berharap seluruh pemangku kepentingan memahami substansi regulasi sekaligus mampu mengimplementasikan secara konsisten dan bertanggung jawab," ungkapnya
Menurut dia, dunia usaha memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam mendorong inovasi efisiensi sumber daya serta penerapan prinsip industri hijau yang berorientasi pada keberlanjutan. Permasalahan sampah dan degradasi lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata tetapi juga dunia usaha, pengembang dan seluruh lapisan masyarakat.
"Semoga kolaborasi ini menjadi langkah awal menuju Kabupaten Tangerang yang bersih sehat dan berkelanjutan. Mari kita jadikan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional sebagai momentum perubahan perilaku, penguatan regulasi serta peningkatan kolaborasi demi masa depan lingkungan Kabupaten Tangerang yang lebih baik bagi generasi mendatang," pungkasnya
Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan komitmen bersama kesepakatan pengelola sampah antara pelaku usaha dan pemerintah Kabupaten Tangerang. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid secara resmi membuka Rapat Penyusunan Program bersama Tim Pembina (TP) Posyandu Kabupaten Tangerang Tahun 2026 yang digelar di Ibis Hotel Kelapa Dua, Rabu (25/2/26).
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid meminta semua pihak terus menguatkan dukungan dan bantuan terhadap keberadaan Posyandu agar mampu memberikan banyak layanan yang berkualitas bagi masyarakat
“Kita ingin Posyandu tidak hanya banyak secara jumlah, tetapi juga berkualitas dalam pelayanan. Pada akhirnya, yang kita harapkan adalah meningkatnya derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Tangerang,” tegas Bupati Maesyal Rasyid
Ia menegaskan bahwa terbitnya Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Posyandu menjadi momentum penting untuk memperkuat peran Posyandu sebagai lembaga kemasyarakatan desa yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Menurutnya, regulasi tersebut memperluas cakupan layanan Posyandu yang sebelumnya lebih berfokus pada kesehatan ibu dan anak, menjadi pelayanan yang lebih komprehensif dan terintegrasi lintas sektor yang meliputi bidang kesehatan, pendidikan, perlindungan sosial, ketenteraman dan ketertiban umum, hingga perumahan rakyat.
“Keberadaan Posyandu sangat strategis karena langsung bersentuhan dengan masyarakat, mulai dari pemantauan tumbuh kembang balita, pencegahan stunting, hingga pelayanan dasar lainnya. Dengan Permendagri 13 Tahun 2024 ini, Posyandu harus semakin kuat dan terintegrasi,” ujarnya.
Ketua Tim Pembina Posyandu Kab. Tangerang, Ibu Risma Maesyal Rasyid mengatakan bahwa transformasi penguatan Posyandu sebagai lembaga kemasyarakatan desa dan kelurahan dalam mendukung pelayanan dasar secara terpadu dan berkelanjutan sangat diperlukan dan mendesak.
"Perubahan ini tentu bukan hal yang sederhana. Transformasi Posyandu membutuhkan komitmen dan kerja bersama yang kuat. Untuk itu diperlukan penguatan kelembagaan di semua tingkatan dan sinkronisasi program lintas perangkat daerah," tandasnya
Pihaknya berharap kegiatan penyusunan program bersama tersebut bisa menghasilkan keputusan bersama yang konkret yang memastikan Posyandu bisa mencapai Standar Pelayanan Minimal (SPM) nantinya
"Forum ini diharapkan bisa menghasilkan komitmen bersama dan memastikan bahwa Program Posyandu selaras dengan dokumen perencanaan pembangunan daerah, mendukung pencapaian target Standar Pelayanan Minimal serta berkontribusi nyata terhadap penurunan stunting dan kemiskinan ekstrem," ujarnya
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr. Hendra Tarmidzi, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menyusun rencana kerja, indikator capaian, serta langkah-langkah strategis pelaksanaan program Posyandu tahun 2026.
Ia menyampaikan bahwa saat ini jumlah Posyandu di Kabupaten Tangerang mencapai sekitar 2.386 unit, dengan jumlah kader sebanyak 1.625 orang. Lanjut dia, ada beberapa kendala yang dihadapi yang harus diatasi bersama agar persentase Posyandu aktif terus meningkat
“Beberapa kendala yang dihadapi antara lain keterbatasan kader aktif yang telah mendapatkan pelatihan, belum optimalnya koordinasi lintas sektor, serta perlunya penguatan dukungan di tingkat desa dan kecamatan,” jelasnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah membuka Sekolah Gender Angkatan II tahun 2026 yang digelar di Ruang Rapat Gabungan DPRD Kab. Tangerang, Rabu (25/02/26).
Dalam sambutannya, Wabup Intan mengungkapkan bahwa kesetaraan gender itu bukan hanya wacana semata tapi harus hadir dalam kebijakan, program, pelayanan publik, bahkan dalam cara bersikap sehari-hari
"Perempuan dan laki-laki adalah mitra sejajar dalam membangun daerah. Karena ketika perempuan berdaya, keluarga menjadi kuat. Ketika keluarga kuat, masyarakat akan kokoh. Dan ketika masyarakat kokoh, Kabupaten Tangerang akan semakin maju dan berkeadilan," ujar Wabup Intan.
Lanjut dia, Sekolah Gender bukanlah sekolah dalam bentuk fisik namun lebih sebagai ruang belajar, berbagi ilmu, berdiskusi dan merancang aksi nyata untuk mengatasi berbagai permasalahan berbasis gender
"Sekali lagi Sekolah Gender ini bukanlah sekolah dalam bentuk fisik tapi semacam short course. Ini adalah ruang belajar, berdiskusi dan merancang aksi nyata serta kontribusi perempuan bagi suksesnya program pembangunan yang bermanfaat," imbuhnya
Menurut dia, kesetaraan gender bukanlah tugas satu perangkat daerah saja, melainkan tanggung jawab bersama, baik pemerintah, DPRD, organisasi masyarakat, dunia pendidikan, tokoh agama, pemuda dan keluarga. Untuk itu pihaknya berharap melalui Sekolah Gender ini bisa melahirkan rencana aksi nyata dan banyak publik campaign untuk program-program yang bermanfaat.
"Saya berharap melalui Sekolah Gender tahap kedua ini tidak berhenti pada diskusi, tetapi melahirkan rencana aksi yang lebih konkret terhadap isu-isu diskriminasi dan kekerasan berbasis gender di masyarakat, seperti kampanye publik, edukasi di sekolah, pendampingan korban, penguatan regulasi, atau inovasi program berbasis komunitas," harapnya
Lebih jauh lagi, ia berharap Sekolah Gender Tahun 2026 menjadi tonggak lahirnya Kabupaten Tangerang yang semakin inklusif, ramah perempuan, serta bebas dari diskriminasi dan kekerasan berbasis gender.
Sementara itu, Anggota DPRD Kab. Tangerang, Sri Panggung yang juga hadir langsung mengungkapkan dukungan dan apresiasinya atas dilaksanakannya Sekolah Gender. Sekolah Gender ini bertujuan agar perempuan semakin pinter, berdaya saing dan memahami peran dan kapasitasnya dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat
"Sekolah gender ini ada sebanyak 4 angkatan dengan masing-masing angkatan ada sekitar 50 peserta. Kita ingin perempuan itu lebih berani, produktif dan berkontribusi dalam pembangunan ," ungkapnya
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Asep Suherman mengatakan bahwa Sekolah Gender merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan dan kapasitas masyarakat, khususnya perempuan agar lebih berani memperjuangkan hak dan peran perempuan secara konstruktif.
"Sekolah gender bukan sekedar pelatihan tetapi menjadi ruang belajar bersama untuk menumbuhkan kesadaran kritis solidaritas sosial serta keberanian dalam memperjuangkan hak dan peran perempuan secara konstruktif" ungkap Asep
Pihaknya berharap melalui Sekolah Gender tersebut dapat melahirkan para penggerak kampanye kesetaraan gender yang mampu menjadi agen perubahan, mampu mengedukasi masyarakat dan lingkungan sekitarnya, serta mendorong partisipasi aktif perempuan dalam pembangunan daerah
Kami berharap program ini tidak hanya menghasilkan peningkatan pemahaman tapi juga perubahan nyata dalam sikap, perilaku dan aksi komunitas yang mampu menjadikan Kabupaten Tangerang sebagai daerah yang semakin ramah perempuan, inklusif serta bebas dari diskriminasi dan kekerasan berbasis gender," ujarnya. (Red)
Kota Tangerang, lensafokus.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang membuka program pelayanan sedot tinja gratis di tengah bulan Ramadan dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-33 Kota Tangerang.
Kepala Dinas Perumahan, Pemukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Tangerang, Decky Priambodo menuturkan, program pelayanan bertajuk ”Bonus THR” (Bolang Layanan Khusus, Sedot Tinja Rumah MBR) diperuntukkan bagi masyarakat dengan sistem kolektif, yakni minmal tiga rumah yang ada dalam satu gang atau jalan yang sama.
”Kami mengajak masyarakat untuk berpartisipasi memanfaatkan program pelayanan sedot tinja gratis yang disediakan. Program ini sangat penting untuk menjaga kualitas sanitasi dan kesehatan lingkungan terutama di tengah bulan Ramadan,” ujar Decky, Selasa (24/2/26).
Ia melanjutkan, program pelayanan sedot tinja gratis tersebut akan berlaku pada periode 26-28 Februari 2026 dengan proses pendaftaran yang sudah dibuka sejak kemarin.
”Jangan lewatkan program pelayanan spesial ini apalagi kuota yang disediakan sangat terbatas,” tambahnya.
Berikut ini adalah syarat dan kententuan program pelayanan sedot tinja gratis, di antaranya:
1. Khusus rumah tinggal milik warga yang berada di wilayah Kota Tangerang. 2. Tinggal dalam satu gang dengan lebar jalan maksimal 2 meter dan tidak berlaku untuk rumah kontrakan. 3. Panjang selang layanan terbatas, kendaraan operasional harus dapat parkir di depan gang dengan jarak rumah maksimal 30 meter dari titik parkir. 4. Pendaftaran hanya melalui nomor WhatsApp 0856-9354-4445 dengan ketentuan satu orang dapat mendaftarkan maksimal empat rumah berbeda dalam satu gang. 5. Pendaftaran dibuka mulai Senin 26 Februari-4 Maret 2026 pada pukul 11.00 WIB hingga kuota yang disediakan telah terpenuhi.