Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah menghadiri sekaligus secara resmi membuka Pasar Tradisional Sumur Gede Cipari Desa Ciakar, Kecamatan Panongan, Selasa (16/06/26)
Pada kesempatan tersebut, Wabup Intan mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya kepada Pemerintah Desa Ciakar dan seluruh pihak yang telah menghadirkan ruang ekonomi, sosial dan budaya bagi masyarakat Desa Ciakar dan sekitarnya.
"Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Desa Ciakar beserta seluruh elemen masyarakat yang telah berinisiatif dan bekerja keras menghadirkan pasar tradisional ini sebagai ruang ekonomi, sosial, sekaligus budaya bagi masyarakat," ujar Wabup Intan
Menurut dia, pasar tradisional bukan sekadar tempat jual beli, melainkan pusat pergerakan ekonomi rakyat, tempat bertemunya produsen dan konsumen lokal, serta wadah pelestarian budaya dan kuliner nusantara yang menjadi identitas daerah
"Di Pasar Tradisional Sumur Gede Cipari ini, kita melihat semangat gotong royong masyarakat dalam menjaga tradisi sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru dan mengenalkan kekayaan kuliner daerah kepada generasi muda agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman," ujarnya
Dia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang terus berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui penguatan UMKM, pemberdayaan masyarakat desa, serta pengembangan potensi lokal yang dimiliki setiap wilayah.
"Pembangunan yang kuat harus dimulai dari desa, karena desa merupakan fondasi utama kemajuan daerah. Keberadaan Pasar Tradisional Sumur Gede Cipari ini diharapkan menjadi ruang produktif yang dapat meningkatkan pendapatan pelaku usaha, membuka peluang kerja, serta memperkuat kebersamaan dan solidaritas sosial warga," tandasnya
Lanjut dia, keberhasilan pasar tradisional tidak hanya diukur dari ramainya transaksi dan meningkatnya pendapatan pedagang, tetapi juga dari kebersihan, kenyamanan, dan keamanan lingkungan pasar itu sendiri. Untuk itu, dia juga menghimbau para pedagang dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat pasar tersebut agar tetap bersih, aman dan nyaman
"Saya mohon kepada pengelola, pedagang dan masyarakat, rawat dan jaga pasar ini agat tetap bersih, rapi, aman dan nyaman. Jaga kehigienisan produk yang dijual, khususnya makanan dan minuman, sehingga kualitas dan keamanan pangan tetap terjamin," himbaunya
Wabup Intan juga berharap dengan lingkungan yang bersih dan produk yang higienis, Tradisional Sumur Gede Cipari Desa Ciakar akan semakin berkembang dan dipercaya masyarakat serta mampu menjadi contoh pasar tradisional yang sehat, tertib, dan nyaman di Kabupaten Tangerang.
"Saya optimistis bila Pasar Tradisional Sumur Gede Cipari ini bersih, aman, nyaman dan higienis akan berkembang menjadi destinasi ekonomi dan budaya yang membanggakan bagi Masyarakat Desa Ciakar dan Kabupaten Tangerang," pungkasnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektor yang digelar di Gedung Serba Guna (GSG) Kecamatan Cisoka pada Selasa (16/06/2026) berlangsung lancar. Pertemuan ini menghasilkan sejumlah poin penting yang berfokus pada kenyamanan, ketertiban, dan kemaslahatan masyarakat.
Rapat strategis ini dihadiri oleh berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi terkait. Di antaranya Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), serta Dinas Perhubungan (Dishub). Turut hadir pula perwakilan Bagian Hukum, Bagian Ekonomi, Dinas Tata Ruang dan Bangunan (DTRB), Polres, Kodim 0510/Trs yang diwakili Danramil, Polsek Cisoka, serta Kepala Desa Cisoka dan Kepala Desa Sukatani.
Camat Cisoka, Sumartono, S.STP., M.Si., menegaskan bahwa agenda utama rakor tidak hanya berfokus pada penanganan eks Tempat Penampungan Pasar Sementara (TPPS), melainkan juga mencakup penataan menyeluruh di kawasan Kecamatan Cisoka.
"Seperti yang kita ketahui, kondisi ini sudah berlangsung lama. Penataan ini menjadi prioritas agar ke depannya Kecamatan Cisoka dapat menjadi pusat tata kota pemerintahan yang rapi," ujar Sumartono kepada awak media pasca rapat.
Ia menjelaskan, keberadaan eks TPPS saat ini dinilai tidak sesuai dengan rencana tata ruang wilayah. Oleh karena itu, seluruh lintas sektor sepakat untuk mengambil langkah konkret guna menata kembali para pedagang agar menempati lokasi yang semestinya.
Pihak kecamatan memastikan seluruh Standar Operasional Prosedur (SOP) dan pemaparan regulasi telah dijalankan sesuai prosedur hukum yang berlaku. Langkah penataan fisik rencananya akan mulai dieksekusi dalam dua hari ke depan.
"Ada sekitar 81 pedagang eks TPPS yang terdampak, termasuk mereka yang berada di area lahan pribadi yang tidak sesuai tata ruang. Intinya, para pedagang harus menerima kebijakan ini. Pemerintah daerah sudah menyiapkan tempat pemindahan di dalam pasar resmi dengan berbagai kemudahan dan keringanan biaya," tambah Camat Cisoka.
Di akhir wawancara, Sumartono memberikan apresiasi tinggi kepada para jurnalis yang aktif mengawal isu lokal dan menjalankan fungsi kontrol sosial di wilayahnya. Ia menegaskan bahwa koordinasi penataan ini murni gerakan lintas sektoral yang membutuhkan sinergi semua pihak, termasuk pers.
"Kami di Kecamatan Cisoka tidak pernah tidak melibatkan teman-teman media. Justru kami selalu terbuka dan sangat bersyukur dengan kehadiran rekan-rekan media. Berkat kalian, informasi penataan ini bisa tersampaikan secara akurat, transparan, dan jelas kepada publik serta seluruh warga," pungkas Sumartono. (Mala)
Tangerang, lensagokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, secara resmi melepas peserta Pawai Ta’aruf dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram yang digelar di kawasan Citra Raya, Kecamatan Panongan. Selasa, (16/6/26).
Pawai Ta’aruf yang menjadi agenda rutin peringatan Tahun Baru Islam tersebut disambut antusias masyarakat. Beragam atribut bernuansa Islami, lantunan shalawat, serta semangat kebersamaan mewarnai jalannya kegiatan yang berlangsung khidmat dan semarak.
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid mengapresiasi panitia dan seluruh elemen masyarakat yang telah berpartisipasi menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, peringatan Tahun Baru Islam tidak hanya menjadi momentum refleksi diri, tetapi juga sarana mempererat tali silaturahmi dan memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
“Kegiatan seperti ini harus terus dijaga dan dilaksanakan secara rutin karena memiliki nilai yang sangat positif untuk memperkuat silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah. Apalagi kegiatan ini melibatkan seluruh masyarakat dan DKM masjid yang ada di kawasan Citra Raya,” ujar Bupati Maesyal.
Ia menilai, semangat kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat dalam Pawai Ta’aruf tersebut menjadi bukti bahwa nilai-nilai persatuan dan gotong royong masih terjaga dengan baik di Kabupaten Tangerang.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara yang konsisten menggelar kegiatan tersebut setiap tahun dengan pelaksanaan yang semakin baik dan semakin meriah.
“Saya sangat mengapresiasi langkah panitia yang terus menjaga tradisi positif ini. Hampir setiap tahun kegiatan ini dilaksanakan dan saya melihat antusiasme masyarakat semakin tinggi serta pelaksanaannya semakin meriah,” katanya.
Lebih lanjut, ia berharap Pawai Ta’aruf dan peringatan Tahun Baru Islam di masa mendatang dapat terus dikembangkan menjadi kegiatan yang lebih besar dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.
“Semoga setiap tahun acara ini semakin meriah, semakin banyak masyarakat yang terlibat, dan menjadi ajang silaturahmi yang mempererat persaudaraan di antara kita semua,” pungkasnya.
Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram di Citra Raya tersebut menjadi momentum kebersamaan warga untuk menyambut tahun baru Hijriah dengan semangat persatuan, keharmonisan serta memperkuat nilai-nilai spiritual dan sosial yang nyata dan berdampak bagi umat dan masyarakat. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, mengajak masyarakat untuk terus melestarikan budaya sebagai identitas bangsa sekaligus memperkuat semangat persatuan di tengah keberagaman. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Grebeg Suro, Kirab Budaya dan Pagelaran Wayang Kulit dalam rangka memperingati 1 Muharram 1448 Hijriah, yang digelar di Kecamatan Panongan, Senin (15/6/26).
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, Ikatan Keluarga Gunungkidul (IKG) Kabupaten Tangerang, serta Badan Penghubung Daerah Istimewa Yogyakarta yang telah menyelenggarakan kegiatan budaya tersebut dengan penuh semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap warisan budaya bangsa.
"Bulan Suro memiliki makna yang mendalam bagi masyarakat Jawa, bukan hanya sebagai momentum introspeksi dan penguatan spiritualitas, tetapi juga sebagai sarana mempererat persaudaraan, menjaga kerukunan, dan melestarikan nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur," ujar Bupati Maesyal Rasyid
Menurut dia, Grebeg Suro dan Kirab Budaya Wayang Kulit merupakan wujud nyata komitmen masyarakat dalam menjaga kekayaan budaya Indonesia agar tetap hidup dan lestari di tengah arus modernisasi. Budaya bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga identitas yang harus kita jaga dan wariskan kepada generasi mendatang.
"Kabupaten Tangerang yang dihuni oleh masyarakat dengan latar belakang suku, agama, budaya, dan tradisi yang beragam memiliki modal sosial yang kuat untuk membangun daerah yang maju, sejahtera, dan harmonis. Karena itu, keberagaman harus terus dirawat sebagai kekuatan bersama," tandasnya
Bupati juga mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat semangat gotong royong dan menjadikan keberagaman sebagai sumber kekuatan dalam mendukung pembangunan daerah. Pemerintah Kabupaten Tangerang, lanjutnya, akan terus mendukung berbagai kegiatan pelestarian budaya yang digagas masyarakat.
“Pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan pembangunan karakter, nilai-nilai budaya, dan penguatan jati diri bangsa,” tegasnya.
Bupati juga berharap melalui kegiatan Grebeg Suro dan pagelaran wayang kulit tersebut generasi muda bisa semakin mengenal, mencintai, dan bangga terhadap budaya bangsa sendiri sehingga nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya dapat terus lestari sepanjang masa.
"Saya harap melalui kegiatan seperti ini, generasi muda bisa kenal, cinta dan bangga akan seni budaya bangsa sendiri yang mengandung nilai-nilai luhur dan terus lestari sepanjang masa," harapnya. (Red)
KOTA TANGERANG, lensafokus.id – Kontingen Kota Tangerang kembali menunjukkan dominasinya di ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XII Banten 2026 yang digelar di Kota Cilegon. Para atlet pelajar Kota Tangerang sukses mempertahankan gelar juara umum dengan torehan 62 medali, terdiri dari 28 medali emas, 17 medali perak, dan 17 medali perunggu.
Prestasi tersebut menjadi bukti keberhasilan pembinaan olahraga pelajar yang selama ini dilakukan secara berkelanjutan oleh Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) bersama KONI Kota Tangerang.
Kepala Dispora Kota Tangerang, Kaonang, mengatakan raihan tersebut merupakan hasil kerja keras para atlet tingkat SMP, SMA, dan SMK yang bertanding di berbagai cabang olahraga unggulan.
“Perolehan medali ini menunjukkan efektivitas program pembinaan usia dini yang terus digencarkan oleh Pemkot Tangerang bersama KONI Kota Tangerang. Atlet-atlet muda kita mampu tampil maksimal dan memberikan hasil yang membanggakan,” ujar Kaonang, Minggu (14/6/2026).
Menurutnya, dominasi Kota Tangerang terlihat di sejumlah cabang olahraga yang selama ini menjadi fokus pembinaan. Torehan 28 medali emas menjadi indikator bahwa proses regenerasi atlet berjalan sesuai target dan mampu menghasilkan atlet-atlet potensial untuk masa depan.
“Atlet-atlet muda Kota Tangerang tampil dominan dan menunjukkan mental juara di setiap pertandingan. Torehan 28 emas ini menjadi bukti bahwa regenerasi atlet berjalan sesuai target dan siap menjadi tulang punggung kontingen pada event nasional mendatang,” katanya.
Kaonang menegaskan, raihan 62 medali bukan sekadar angka, melainkan hasil dari sistem pembinaan yang dilakukan secara terstruktur mulai dari pencarian bakat di sekolah, pembinaan di klub olahraga, hingga dukungan sarana dan fasilitas dari pemerintah daerah.
“Angka 28 emas, 17 perak, dan 17 perunggu bukan sekadar statistik. Ini merupakan hasil kerja sistematis dari hulu ke hilir. Anak-anak kita telah membuktikan bahwa mereka mampu bersaing dengan atlet dari daerah lain yang memiliki tradisi olahraga kuat,” ungkapnya.
POPDA XII Banten 2026 yang dipusatkan di Kota Cilegon diikuti seluruh kabupaten dan kota se-Provinsi Banten. Selain menjadi ajang perebutan medali, kompetisi dua tahunan tersebut juga menjadi tolok ukur keberhasilan pembinaan olahraga pelajar di masing-masing daerah.
Bagi Kota Tangerang, POPDA menjadi wadah penting untuk menjaring atlet-atlet muda berbakat yang akan dipersiapkan menuju ajang yang lebih tinggi, seperti Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) hingga Pekan Olahraga Nasional (PON).
“Kami tidak hanya mengejar jumlah medali. Yang lebih penting adalah proses pembinaan. Lewat POPDA ini kami bisa memetakan kekuatan dan kelemahan setiap cabang olahraga. Atlet yang berprestasi akan masuk dalam program pembinaan jangka panjang menuju PON dan event internasional,” jelas Kaonang.
Sementara itu, Ketua KONI Kota Tangerang, Sudirman, mengapresiasi perjuangan seluruh atlet, pelatih, dan ofisial yang telah mengharumkan nama Kota Tangerang di tingkat Provinsi Banten.
Menurutnya, Pemerintah Kota Tangerang di bawah kepemimpinan Wali Kota H. Sachrudin terus berkomitmen menjadikan olahraga sebagai bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
"Selain meningkatkan fasilitas olahraga seperti GOR, lapangan, dan sarana pendukung lainnya, Pemkot Tangerang juga rutin memberikan bonus dan beasiswa bagi atlet berprestasi sebagai bentuk apresiasi,” kata Sudirman.
Ia optimistis prestasi Kota Tangerang akan terus meningkat pada ajang-ajang berikutnya. Fokus pembinaan ke depan tidak hanya menjaga konsistensi atlet yang ada, tetapi juga membuka peluang pengembangan cabang olahraga potensial baru.
“Dengan hasil gemilang di POPDA XII ini, kami optimistis target prestasi pada kejuaraan berikutnya bisa terlampaui. Fokus kami adalah menjaga konsistensi latihan atlet dan memperluas pembinaan pada cabang olahraga yang berpotensi menyumbang medali,” tegasnya. (Sumarna)
Kota Tangerang, lensafokus.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang membuka pendaftaran program On The Job Training (OJT) di salah satu perusahaan plastik terkemuka, Perseoran Terbatas (PT) Tomypak Makmur Tangerang mulai 11-18 Juni 2026.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Tangerang Ujang Hendra Gunawan menuturkan, program tersebut dibuka untuk memberikan pelatihan berbasis kompetensi bagi calon tenaga kerja yang dilengkapi dengan program magang secara langsung.
“Kami menyediakan program ini khususnya untuk calon tenaga kerja muda yang ingin mendapatkan pelatihan intensif disertai kesempatan magang langsung di lingkungan kerjanya. Ada banyak keuntungan yang bisa didapatkan peserta mulai dari pengalaman kerja nyata, mentor profesional, sampai sertifikasi yang dibutuhkan di dunia kerja,” ujar Ujang, Senin (15/6/2026).
Ia melanjutkan, Pemkot Tangerang memastikan pendaftaran OJT di PT. Tomypak Makmur Tangerang akan berjalan selama sekitar 30 hari mulai dari 22 Juni-28 Juli 2026 mendatang.
Pemkot Tangerang memastikan para peserta yang memenuhi kualifikasi kompetensi dapat mendapatkan kesempatan pemagangan dan dikontrak oleh perusahaan tersebut.
”Jangan ketinggalan untuk segera mendaftarkan diri, apalagi semua proses pendaftarannya bisa dilakukan secara mudah dan gratis melalui aplikasi Tangerang LIVE sekarang juga,” tambahnya.
Berikut persyaratan dan keuntungan peserta program OJT di PT. Tomypak Makmur Tangerang:
Persyaratan
1. Warga Kota Tangerang dibuktikan dengan Kartu Tanpa Penduduk (KTP).
2. Berusia maksimal 27 tahun.
3. Pendidikan minimal Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat.
Keuntungan
1. Uang transportasi selama pelatihan.
2. Sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
3. Kesempatan melanjutkan program pemagangan bersama perusahaan bagi yang memenuhi standar kualifikasi yang dibutuhkan.