Items filtered by date: Saturday, 19 September 2026

Tangerang, lensafokus.id – Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) Kabupaten Tangerang menggelar Rapat Kerja (Raker) yang dirangkaikan dengan diskusi publik mengenai bahaya teknologi deepfake.

‎Acara yang berlangsung interaktif ini menghadirkan Ketua DPRD Kabupaten Tangerang sebagai pembicara utama untuk membedah tantangan digital di era keterbukaan informasi.

‎Berlokasi di kawasan puncak Bogor, kegiatan raker ini turut di hadiri oleh Direktur Visi Nusantara Subandi Musbah dan Tasripin Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) serta Sudirman Indra selaku penggagas Bank Air. Jum'at 18/09/26.

‎Dalam pemaparannya, Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Muhamad Amud  menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan insan pers dalam menangkal penyebaran konten manipulasi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence) tersebut.

‎Menurutnya, teknologi deepfake berpotensi memicu disinformasi di tengah masyarakat jika tidak diantisipasi dengan literasi digital yang kuat.

‎"Kehadiran teknologi deepfake ini menjadi tantangan baru bagi kita semua. Saya berharap KWRI bisa menjadi agen serta memiliki peran krusial sebagai benteng pertahanan informasi demi menjaga kondusivitas, khususnya di wilayah Kabupaten Tangerang," ujar Ketua DPRD dalam diskusi tersebut.

‎Sementara itu, Ketua DPC KWRI Kabupaten Tangerang menyatakan bahwa tema ini sengaja diangkat dalam raker guna meningkatkan kompetensi dan kewaspadaan para jurnalis.

‎"Melalui diskusi ini, diharapkan wartawan yang tergabung dalam KWRI mampu mengidentifikasi produk informasi palsu dan tetap menyajikan berita yang akurat serta kredibel bagi masyarakat," ujarnya.

‎Direktur Visi Nusantara Subandi Musbah, dalam arahannya menegaskan bahwa seluruh jajaran organisasi KWRI harus mampu menguasai nomenklatur di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

‎Langkah strategis ini dinilai krusial agar organisasi jurnalistik tersebut dapat berkembang lebih profesional dan berintegritas dalam menjalankan roda organisasinya.

‎Menurutnya, pemahaman yang mendalam terhadap struktur, program kerja, dan tata bahasa birokrasi di setiap dinas akan meningkatkan kualitas jurnalisme yang diusung oleh anggota KWRI.

‎"KWRI tidak boleh hanya sekadar menjadi penonton. Kita harus mampu menguasai dan memahami nomenklatur yang ada di setiap OPD. Ini adalah kunci agar kita bisa bergerak lebih profesional, kritis, dan kemitraan yang terjalin dengan pemerintah daerah dapat berjalan secara terukur serta substantif," tegas Subandi Musbah.

‎Subandi juga menambahkan bahwa penguasaan nomenklatur ini akan memudahkan para jurnalis dalam melakukan fungsi kontrol sosial serta advokasi publik. Dengan memahami detail teknis program di pemerintahan, produk jurnalistik yang dihasilkan oleh anggota KWRI dipastikan akan lebih berbobot, akurat, dan edukatif bagi masyarakat.

‎"Ke depan, KWRI berkomitmen untuk terus mengadakan pembinaan dan pelatihan internal guna memperluas wawasan para anggotanya, sekaligus memperkuat posisi KWRI sebagai salah satu organisasi pers yang disegani dan berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah." pungkasnya. ‎

Published in Banten

KOTA TANGERANG, lensafokus.id — Peluit panjang menutup perjalanan Liga Santri Wali Kota Cup 2026. Selama 14 hari, sebanyak 32 tim pondok pesantren se-Kota Tangerang tidak hanya berkompetisi di lapangan, tetapi juga membangun sportivitas, kebersamaan, dan persaudaraan antarsantri.

Kompetisi yang berlangsung pada 4–18 September 2026 di Stadion Benteng Reborn dan Stadion Mini Cipondoh tersebut resmi ditutup oleh Wakil Wali Kota Tangerang H. Maryono Hasan, Jumat sore (18/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Maryono mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan pelaksanaan Liga Santri Wali Kota Cup 2026.

IMG 20260919 WA0010

Menurutnya, Liga Santri bukan sekadar ajang untuk mengejar kemenangan, tetapi juga menjadi ruang bagi para santri untuk belajar disiplin, bekerja sama, menghormati lawan, serta menerima hasil pertandingan dengan sikap sportif.

“Liga Santri ini bukan hanya siapa yang menang dan kalah. Yang lebih penting bagaimana kita membangun sportivitas, kebersamaan, disiplin, dan semangat persaudaraan di antara para santri,” ujar Maryono.

Ia berharap para santri terus mengembangkan potensi yang dimiliki, baik di bidang keagamaan, pendidikan maupun olahraga. Menurutnya, setiap pertandingan dapat menjadi pengalaman berharga untuk terus belajar dan berproses.

“Bagi yang menjadi juara, jangan cepat berpuas diri. Bagi yang belum berhasil, jangan berkecil hati. Yang terpenting adalah pengalaman, persahabatan, dan semangat untuk terus berkembang,” tuturnya.

Maryono menegaskan, Pemerintah Kota Tangerang akan terus mendorong berbagai kegiatan positif bagi generasi muda melalui pengembangan olahraga dan pembinaan kepemudaan.

Ia juga berharap Liga Santri Wali Kota Cup dapat terus berkembang dengan cakupan peserta yang lebih luas, termasuk melibatkan pondok pesantren dari luar Kota Tangerang.

“Mudah-mudahan ke depan cakupan pesertanya semakin luas, tidak hanya dari pondok pesantren di Kota Tangerang, tetapi juga dari luar daerah. Dengan begitu, kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga ruang memperluas silaturahmi dan memperkuat persaudaraan antarsantri,” harapnya.

Ummul Rodhiyah Juara

Partai final mempertemukan Pondok Pesantren Ummul Rodhiyah dengan Pondok Pesantren Al Kamil. Dalam laga penentuan tersebut, Ummul Rodhiyah berhasil keluar sebagai juara setelah menang tipis 1-0. (Sumarna)

Published in Banten

KOTA TANGERANG, lensafokus.id – Partai final Liga Santri Kota Tangerang 2026 berlangsung meriah dan penuh semangat sportivitas di Stadion Benteng Reborn, Kota Tangerang, Jumat sore (18/9/2026).

Dalam laga puncak tersebut, tim santri Ummul Rodhiyah berhasil keluar sebagai juara setelah mengalahkan Al-Kamal dengan skor tipis 1-0.

Pertandingan berlangsung sengit sejak peluit babak pertama dibunyikan. Kedua tim saling jual beli serangan dan berusaha menciptakan peluang hingga pertandingan memasuki menit-menit akhir.

Gol kemenangan Ummul Rodhiyah akhirnya tercipta pada menit ke-80. Al-Kamal yang berupaya mengejar ketertinggalan terus memberikan tekanan, namun hingga peluit panjang dibunyikan skor tetap 1-0 untuk kemenangan Ummul Rodhiyah.

Liga Santri Kota Tangerang 2026 diikuti sekitar 30 klub dari pondok pesantren se-Kota Tangerang dengan menggunakan sistem gugur. Kompetisi tersebut diinisiasi Pemerintah Kota Tangerang bersama Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) dan KONI Kota Tangerang.

Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono Hasan, hadir langsung menyaksikan pertandingan final. Ia memberikan apresiasi kepada seluruh peserta, panitia, serta pihak-pihak yang mendukung terselenggaranya kompetisi tersebut.

“Liga Santri ini bukan sekadar ajang pertandingan. Ini adalah wadah silaturahmi, pembinaan karakter, dan menumbuhkan semangat kebersamaan serta sportivitas para santri. Pemkot Tangerang akan terus mendukung kegiatan positif seperti ini,” ujar Maryono.

Jadi Ajang Pembinaan dan Silaturahmi Santri

Ketua Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Kota Tangerang mengatakan, Liga Santri telah menjadi agenda tahunan yang dinantikan para santri dari berbagai pondok pesantren di Kota Tangerang.

“Alhamdulillah, final berjalan lancar dan sportif. Ini bukan hanya soal juara, tapi bagaimana santri belajar teamwork, stamina, dan akhlak di lapangan. Animo dari setiap pesantren tahun ini sangat luar biasa,” ungkapnya.

Ia berharap pelaksanaan Liga Santri pada tahun mendatang dapat berlangsung lebih baik dan semakin meriah sehingga semakin banyak pondok pesantren yang berpartisipasi.

Selain memperebutkan piala bergilir Wali Kota Cup, para juara juga mendapatkan trofi dan uang pembinaan. Kompetisi tersebut diharapkan menjadi salah satu wadah untuk menemukan bibit-bibit atlet potensial dari kalangan pesantren yang dapat berprestasi di tingkat yang lebih tinggi.

Rutin Digelar Sambut Hari Santri

Liga Santri Kota Tangerang bukan merupakan kegiatan yang baru pertama kali digelar. Turnamen sepak bola antarpondok pesantren tersebut telah berlangsung secara rutin sejak 2022 dan menjadi salah satu kegiatan dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional.

Stadion Benteng Reborn menjadi salah satu venue utama dalam penyelenggaraan Liga Santri, termasuk untuk kegiatan pembukaan dan partai final.

Melalui kompetisi tersebut, Pemkot Tangerang bersama FSPP berharap kegiatan olahraga dapat berjalan beriringan dengan pembinaan karakter, silaturahmi, dan pengembangan potensi generasi muda di lingkungan pesantren. (Sumarna)

Published in Banten
Go to top