Banten

Banten (6644)

Serang, lensafokus.id - Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Tangerang menorehkan prestasi gemilang dalam ajang evaluasi tertinggi di tingkat provinsi yang dilaksanakan setiap 5 tahun sekali. Pada momentum Musyawarah Daerah (Musda) Kwarda Banten 2026 yang digelar di Aula Kwarda Banten, Kwartir Cabang Tangerang resmi diumumkan memborong 5 penghargaan dari total 5 kategori penilaian, yang sekaligus mengukuhkan posisi mereka sebagai Kwarcab Tergiat I se-Banten.

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa manajemen organisasi dan program kerja Pramuka di ini berjalan dengan sangat efektif dan konsisten. Selain itu, Kwartir Cabang Tangerang menunjukkan dominasi stabil dengan meraih predikat Tergiat di lima bidang sekaligus, yakni Tergiat I Bidang Organisasi, Tergiat I Bidang Kepramukaan dan Satuan Karya, Tergiat I Bidang Administrasi Keuangan dan Usaha Dana, Tergiat II Bidang Diklat dan Penelitian dan Tergiat II Bidang Abdimas dan Humas.

Raihan ini bukan sekedar piala di atas meja, melainkan simbol dedikasi ribuan anggota Pramuka di Kwartir Cabang Tangerang. Hadir menerima penghargaan, Asisten Daerah 2 Kabupaten Tangerang yang juga Anggota Mabicab, Kak Syaifullah mewakili Bupati Tangerang selaku Ketua Mabicab. Ketua Kwartir Cabang Tangerang, kak H Adiyat Nuryasin menyampaikan bahwa ini merupakan penghargaan Tergiat yang ke 4 kalinya secara berturut-turut selama 20 tahun dan merupakan sejarah untuk Kabupaten Tangerang. kak Adiyat juga menyampaikan atas nama Kwartir Cabang Tangerang mengucapkan terimakasih kepada Bupati Tangerang selaku Ketua Mabicab atas bimbingan dan dukungan penuh terhadap pembinaan gerakan pramuka.

Hadir pula Sekretaris Jenderal Kwartir Nasional Kak Dr Bahtiar dan Wakil Ketua Bidang Orgakum dan Renbang Kwartir Nasional Kak Prof Niam, dalam sambutannya agar Musda VI bisa menghasilkan prioritas arah kebijakan organisasi, mulai dari peningkatan kualitas pembinaan, membangun kolaborasi, sinergitas dan kerjasama dengan berbagai stakeholder dan juga mendorong Gerakan Pramuka menjadi Garda Terdepan dalam menyukseskan Asta Cita Presiden selaku Ketua Mabinas.

Musda VI ini merupakan ajang untuk mengevaluasi capaian 5 tahun kebelakang dan perencanaan 5 tahun yang akan datang, juga memilih Ketua Kwartir Daerah Banten untuk Masa Bakti 2026-2031. Adapun yang terpilih menjadi Ka Kwarda Banten Masa Bakti 2026-2031 adalah Prof Suwaib Amirudin menggantikan Kak Septo Kalnadi.

Kota Tangerang, lensafokus.id – Proyek galian kabel fiber optik di wilayah Kelurahan Karang Sari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, kembali menuai sorotan. Pasalnya, pekerjaan tersebut diduga melanggar standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, aktivitas galian dilakukan tanpa pengamanan yang memadai. Sejumlah pekerja terlihat tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti helm dan rompi keselamatan. Selain itu, lokasi proyek juga tidak dilengkapi rambu-rambu peringatan bagi pengguna jalan.

Saat dikonfirmasi, salah satu pekerja bernama Usuf mengaku keterbatasan perlengkapan di lapangan.
“Izin bang, rambu-rambu memang tidak ada, K3 juga tidak dilengkapi. Tanah bekas galian sudah dimasukkan ke karung, tapi karungnya habis. Kalau soal rambu atau K3, saya tidak tahu, yang tahu pengawas, Bang Erik. Saya juga tidak punya nomor kontaknya,” ujarnya.

Tim investigasi yang melakukan pemantauan juga tidak menemukan adanya pengawasan dari pihak perusahaan. Bahkan, identitas pelaksana proyek disebut tidak jelas.

“Sangat miris melihat proyek galian fiber optik ini. Tidak terlihat pengawasan dari pihak perusahaan, bahkan tidak jelas dari PT mana yang mengerjakannya,” tegas Anton.

Kondisi tersebut dinilai membahayakan, baik bagi pekerja maupun masyarakat sekitar. Lubang galian yang dibiarkan terbuka tanpa pembatas berpotensi menimbulkan kecelakaan, terutama bagi pengguna jalan.

Sejumlah laporan juga menyebutkan bahwa proyek galian kabel optik di wilayah Tangerang dan sekitarnya kerap mengabaikan standar K3, termasuk minimnya pengawasan serta tidak lengkapnya perlengkapan keselamatan kerja.

Selain dugaan pelanggaran K3, proyek ini juga disinyalir tidak memenuhi standar teknis pekerjaan. Beberapa titik galian ditemukan tidak sesuai dengan kedalaman yang ditentukan serta tidak dilengkapi papan informasi proyek. Hal ini menimbulkan pertanyaan terkait kepatuhan terhadap SOP dan perizinan yang berlaku.

Padahal, dalam aturan yang berlaku, setiap proyek konstruksi, termasuk penggelaran kabel fiber optik, wajib memenuhi aspek keselamatan kerja serta memiliki izin resmi. Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut berpotensi membahayakan keselamatan publik dan melanggar hukum.

Warga sekitar berharap instansi terkait segera turun tangan untuk melakukan inspeksi dan penindakan tegas terhadap pihak pelaksana proyek. Mereka juga meminta agar pengawasan diperketat guna mencegah kejadian serupa terulang.

“Jangan sampai proyek seperti ini membahayakan masyarakat. Harus ada tindakan tegas dari dinas terkait,” ujar salah satu warga.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pelanggaran tersebut. (Sumarna)

Tangerang, lensafokus.id — Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah meninjau langsung progress renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Ibu Mursani, warga Desa Matagara, Kec. Tigaraksa, Selasa (07/04/2026).

Pada kesempatan tersebut, Wabup Intan menegaskan bahwa Pemkab Tangerang berkomitmen mempercepat pelaksanaan program renovasi RTLH dan menambah target penerima manfaat secara bertahap

“Ke depan, insyaAllah kami, pemerintah daerah akan membantu mempercepat merapihkan rumah tidak layak huni dan menambah target penerima manfaatnya secara bertahap hingga benar-benar layak dan nyaman untuk dihuni," ujar Wabup Intan

Menurut dia, program renovasi RTLH merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang membutuhkan hunian yang layak, aman, nyaman dan sehat.

"Program pembangunan RTLH ini adalah bentuk kehadiran dan kepedulian pemerintah untuk juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menciptakan lingkungan hunian yang lebih layak, sehat, dan nyaman bagi seluruh warga," ungkapnya

Pihaknya berharap program renovasi RTLH yang merupakan salah satu program unggulan pemerintah daerah juga mendapatkan dukungan, bukan hanya dari masyarakat namun juga partisipasi aktif dunia usaha

"Dukungan dan kolaborasi dari masyarakat dan dunia usaha dengan CSR-nya tentu sangat dibutuhkan agar renovasi atau pembangunan rumah tidak layak huni ini bisa semakin banyak. Mudah-mudahan bantuan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat, khususnya bagi warga yang membutuhkan,” harapnya

Selain itu, Wabup Intan juga memberikan dorongan semangat dan berpesan agar setelah selesai proses renovasi RTLH, penerima manfaat bisa merawat dan menjaga rumahnya dengan baik.

"Nanti selesai direnov tolong dirawat dan dijaga agar dapat juga memberikan dampak dan manfaat lainnya, bagi ibu dan keluarga," pintanya

Sementara itu, Ibu Mursani menceritakan kondisi rumahnya yang memprihatinkan dan sebagian bangunan rumah sebelumnya juga sudah mengalami kerusakan hingga roboh. Saat hujan deras, air sering masuk ke dalam rumah akibat atap yang bocor serta kondisi saluran air di sekitar rumah yang belum tertata dengan baik. Lingkungan sekitar rumahnya juga cukup rawan, bahkan beberapa kali hewan seperti ular masuk ke dalam rumah.

"Alhamdulillah, rumah saya akhirnya bisa diperbaiki, tidak lagi bocor dan lebih aman. Terima kasih Bu Intan beserta jajarannya dan pak camat yang sudah membantu memperbaiki rumah ini," ucapnya. (Red)

TANGERANG, lensafokus.id – Pengguna jalan dan warga Kampung Jengkol RT 008/005, Desa Cisoka, Kabupaten Tangerang, mengeluhkan keberadaan tumpukan sampah liar di pinggir jalan utama desa. Selain merusak pemandangan, sampah tersebut juga mengeluarkan bau busuk menyengat yang mengganggu kenyamanan, terutama saat cuaca panas maupun setelah hujan.

Tumpukan sampah yang didominasi plastik dan limbah rumah tangga itu terus bertambah dari waktu ke waktu. Hingga kini, belum diketahui siapa pihak yang bertanggung jawab atas pembuangan sampah ilegal tersebut. Ironisnya, lokasi itu berada di jalur penghubung menuju destinasi wisata Danau Biru, sehingga menimbulkan kesan kumuh bagi para wisatawan yang melintas.

Ujang, pemilik lahan di lokasi tersebut, mengaku sangat dirugikan. Ia menyebutkan, sampah yang menumpuk kerap menyumbat saluran air hingga menyebabkan rumahnya terendam banjir saat hujan turun. Meski pembersihan rutin telah dilakukan setiap bulan bersama pihak RT dan Jaro, pelaku pembuangan sampah masih belum teridentifikasi.

“Pembersihan sudah dilakukan setiap bulan bersama Pak RT dan Jaro, tapi tidak tahu siapa yang buang. Kalau hujan, sampah menyumbat selokan, airnya meluap dan membanjiri rumah saya,” ujar Ujang kepada wartawan.

Berbagai upaya pencegahan telah dilakukan warga, mulai dari pemasangan spanduk larangan hingga pembangunan pagar pembatas. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil. Spanduk sering roboh, sementara pagar pembatas rusak akibat terus bertambahnya volume sampah.

Minimnya penerangan di lokasi juga menjadi salah satu faktor maraknya pembuangan sampah ilegal. Istri Ujang, Yayah, menjelaskan bahwa kondisi jalan yang gelap karena tidak adanya Penerangan Jalan Umum (PJU) menyulitkan warga untuk memantau aktivitas pembuangan sampah.

“Karena gelap, sulit memantau siapa yang buang. Mau pasang CCTV juga tidak bisa karena tidak ada cahaya. Diduga mereka membuang sampah antara tengah malam hingga pagi hari,” ungkap Yayah.

Tak hanya itu, kondisi minim penerangan juga memicu kerawanan kriminalitas. Yayah mengungkapkan, pernah terjadi dugaan pelecehan terhadap seorang karyawan pabrik yang melintas di lokasi tersebut pada malam hari.

“Dulu sempat ada karyawan pabrik teriak minta tolong karena dilecehkan. Memang posisinya gelap sekali karena tidak ada PJU. Kami sangat berharap dinas terkait segera mengangkut sampah ini dan memberikan penerangan jalan agar lingkungan kami aman dan bersih,” tambahnya.

Warga pun mendesak pemerintah desa dan dinas kebersihan setempat untuk segera mengambil tindakan tegas. Mereka berharap dilakukan pengangkutan sampah secara menyeluruh, pemberian sanksi bagi pelaku pembuangan sampah sembarangan, serta peningkatan pengawasan di titik-titik rawan guna menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan. (Mala)

Kota Tangerang, lensafokus.id – Di tengah pesatnya perkembangan era digital, kemudahan akses terhadap layanan publik menjadi tolok ukur penting dalam kualitas pemerintahan. Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) menghadirkan inovasi berbasis teknologi bernama Sobat Dukcapil, yang kini menjadi solusi praktis bagi masyarakat dalam mengurus berbagai dokumen kependudukan. Minggu (5/4/2026).

Platform yang dapat diakses melalui situs resmi sobatdukcapil.tangerangkota.go.id ini memungkinkan warga mengurus administrasi secara daring tanpa harus datang langsung ke kantor pelayanan. Mulai dari pembuatan dan perubahan Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el), Akta Kelahiran, Akta Kematian, Kartu Identitas Anak (KIA), hingga pengurusan pindah datang penduduk, semuanya dapat dilakukan dengan mudah, cepat, dan aman.

Proses pengajuan layanan melalui Sobat Dukcapil pun terbilang sederhana. Warga cukup membuat akun, mengisi data yang dibutuhkan, mengunggah dokumen pendukung, lalu menunggu proses verifikasi. Setelah selesai, dokumen dapat diambil langsung di kantor Disdukcapil atau dikirim melalui layanan pengantaran, sesuai jenis layanan yang dipilih.

Tak hanya layanan daring, Sobat Dukcapil juga terintegrasi dengan jaringan pelayanan offline di seluruh wilayah Kota Tangerang. Masyarakat yang memilih pelayanan tatap muka tetap dapat mengunjungi kantor Disdukcapil, kecamatan, kelurahan, hingga gerai pelayanan di pusat perbelanjaan. Petugas yang tersedia siap membantu, termasuk dalam aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang kini mulai banyak digunakan sebagai alternatif identitas resmi yang lebih praktis.

Kepala Disdukcapil Kota Tangerang, Rizal Ridolloh, menegaskan bahwa kehadiran Sobat Dukcapil merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menciptakan birokrasi yang transparan dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

> “Kami terus berupaya meningkatkan kualitas sistem dan layanan agar semakin mudah digunakan serta menjamin keamanan data penduduk. Sobat Dukcapil bukan sekadar platform teknologi, tetapi bentuk nyata kehadiran negara yang dekat dengan masyarakat,” ujarnya.

 

Hingga awal April 2026, jumlah pengguna Sobat Dukcapil terus mengalami peningkatan signifikan. Berbagai tanggapan positif pun datang dari masyarakat. Salah satunya Siti, warga Kecamatan Cimone, yang merasakan langsung kemudahan layanan ini saat mengurus akta kelahiran anaknya.

> “Dulu harus datang pagi dan antre lama. Sekarang bisa diurus dari rumah saat istirahat kerja. Sangat membantu,” ungkapnya.

 

Meski telah menunjukkan perkembangan pesat, Disdukcapil Kota Tangerang terus melakukan inovasi berkelanjutan. Ke depan, direncanakan penambahan fitur layanan, peningkatan kecepatan pemrosesan data, serta perluasan sosialisasi agar seluruh lapisan masyarakat dapat memanfaatkan platform ini, termasuk mereka yang belum terbiasa dengan teknologi digital.

Dengan hadirnya Sobat Dukcapil, pengurusan administrasi kependudukan di Kota Tangerang kini semakin mudah, efisien, dan terjangkau. Pemerintah pun mengimbau masyarakat yang belum memanfaatkan layanan ini untuk segera mengakses platform tersebut atau mendatangi titik pelayanan terdekat guna mendapatkan informasi lebih lanjut.

Sobat Dukcapil menjadi bukti nyata bahwa transformasi digital mampu mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat, sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga di tengah kemajuan zaman. (Sumarna)

Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah membuka kegiatan Seleksi Pembentukan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Kabupaten Tangerang Tahun 2026. Acara tersebut digelar di GSG Puspemkab Tangerang, Senin (06/04/26)

Dalam sambutannya, Wabup Intan menegaskan bahwa seleksi pembentukan Paskibraka merupakan salah satu momentum untuk melahirkan generasi muda Kab. Tangerang yang disiplin, tangguh, sehat, dan berkarakter.

"Kegiatan ini adalah momentum untuk melahirkan generasi muda yang disiplin, tangguh, sehat, dan berkarakter kuat demi masa depan Kabupaten Tangerang yang maju, sejahtera dan berdaya saing," tegas Wabup Intan

Lanjut dia, menjadi Paskibraka merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan tersendiri. Setiap anggota Paskibraka dituntut harus bisa menjadi teladan dan menginspirasi generasi muda lainnya dalam hal sikap dan tindakannya

"Adik-adik yang hadir di sini adalah putra-putri pilihan, generasi terbaik Kabupaten Tangerang yang telah melewati tahapan awal seleksi administrasi. Adik-adik akan menjadi teladan, menjadi inspirasi, dan menjadi wajah generasi muda Kabupaten Tangerang yang berintegritas, matang secara mental dan sikapnya," ujar Wabup Intan

Menurut dia, seleksi pembentukan Paskibraka tersebut bukan hanya soal fisik dan baris-berbaris, namun juga ada tahapan pembentukan karakter, tentang kedisiplinan, tanggung jawab, mental yang kuat, serta semangat cinta tanah air. Untuk itu, dia berpesan kepada seluruh peserta seleksi untuk benar-benar mengikuti seluruh tahapan seleksi dengan semangat dan mampu menunjukan kemampuan terbaiknya, baik fisik, tapi juga kematangan mental dan sikapnya.

"Paskibraka adalah cermin integritas, ikuti proses ini dengan sungguh-sungguh dan tunjukkan kemampuan terbaik. Junjung tinggi kejujuran dan sportivitas. Dan yang sangat penting, jaga kesehatan dan disiplin diri. Karena tanpa kesehatan, semua potensi yang dimiliki tidak akan bisa maksimal," pesannya

Lebih lanjut, pihaknya juga meminta Dinas untuk terus mengawal dan memastikan kondisi kesehatan para peserta, mulai dari tahap seleksi ini, masa pembinaan, hingga nanti saat menjalankan tugas pada bulan Agustus. Hal tersebut penting untuk memastikan putra-putri terbaik Kab. Tangerang tidak hanya siap secara mental dan kedisiplinan, tetapi juga prima secara kesehatan saat mengemban tugas negara.

"Saya minta agar pengawasan kesehatan dilakukan secara optimal terlebih menghadapi perubahan musim, baik dari sisi pemeriksaan, pemantauan kondisi fisik, hingga edukasi pola hidup sehat bagi para calon Paskibraka agar mereka juga senantiasa prima saat menjalankan tugas negara nanti," pintanya

Dia juga meminta kepada seluruh panitia dan tim seleksi agar melaksanakan tugas secara profesional, objektif, dan transparan sesuai peraturan perundang-undangan dan mekanisme yang berlaku, sehingga kita benar-benar mendapatkan calon Paskibraka terbaik Kabupaten Tangerang.

Kepala Badan Kesbangpol Kab. Tangerang, Agus Suryana melaporkan bahwa peserta seleksi merupakan siswa-siswi terbaik tingkat SMA/SMK sederajat se-Kab. Tangerang, dengan jumlah total sekitar 570 orang.

"Seleksi pembentukan Paskibraka Kabupaten Tangerang ini dimulai tanggal 6-13 April 2026. Peserta yang mendaftar secara online sebanyak 863 orang dan lulus seleksi administrasi sebanyak 570 orang yang berhak mengikuti rangkaian seleksi yang akan dimulai pada hari ini," ungkap Agus. (Red)

Page 34 of 665
Go to top