YOGYAKARTA lensafokus.id – Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang dalam membangun komunikasi publik yang terbuka, kolaboratif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional.
Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, menerima Pemred Award 2026 sebagai Wali Kota Terbaik Bidang Komunikasi dan Informasi Publik pada ajang Pemred Award dan Pena Emas 2026 yang digelar dalam rangka Festival Tiga Tahun Forum Pemimpin Redaksi Multimedia Indonesia (FPRMI) bertema Pers Kembali ke Rakyat di Hotel Alana Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (18/7/2026).
Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas keberhasilan Pemerintah Kota Tangerang dalam menghadirkan komunikasi publik yang efektif, transparan, dan mampu menjangkau masyarakat melalui berbagai platform informasi.
Dalam sambutannya, Sachrudin menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur pentahelix, mulai dari pemerintah daerah, media, akademisi, pelaku usaha, komunitas, hingga masyarakat yang terus membangun sinergi dalam menciptakan komunikasi publik yang berkualitas.

"Semoga apresiasi ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus meningkatkan kolaborasi, menyampaikan informasi, memperkuat komunikasi, serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin baik demi mewujudkan masyarakat Kota Tangerang yang lebih sejahtera," ujar Sachrudin.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang, Mugiya Wardhany, menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari optimalisasi berbagai kanal komunikasi yang dimiliki Pemkot Tangerang.
Menurutnya, saat ini Pemkot Tangerang mengembangkan dua kanal utama, yakni media digital melalui akun media sosial Tangerang Kota dan Tangerang TV, serta media cetak berupa koran mingguan KOBEN dan majalah bulanan LIVE Magazine.
"Seluruh kanal tersebut tidak hanya menyampaikan informasi mengenai program dan kebijakan pemerintah, tetapi juga mengangkat potensi daerah, kisah inspiratif, pelaku usaha, hingga berbagai keunikan yang dimiliki Kota Tangerang," jelas Mugiya.
Ia menambahkan, dalam satu tahun terakhir Kota Tangerang juga berhasil meraih sejumlah penghargaan bergengsi di bidang komunikasi dan keterbukaan informasi publik. Di antaranya penghargaan PPID Terbaik Provinsi Banten, Anugerah Media Humas dari Kementerian Komunikasi dan Digital untuk kategori Kampanye Komunikasi Publik, Majalah Internal Terbaik Tingkat Nasional, serta penghargaan dari Dahlan Iskan.

"Penghargaan Pemred Award 2026 ini melengkapi deretan prestasi sekaligus menjadi motivasi untuk terus menghadirkan komunikasi publik yang inovatif, terbuka, dan bermanfaat bagi masyarakat," katanya.
Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Forum Pemimpin Redaksi Multimedia Indonesia (FPRMI), Bernadus Wilson Lumi, menjelaskan bahwa penghargaan diberikan melalui proses seleksi yang objektif dan berlapis. Penilaian diawali dengan menghimpun masukan dari masyarakat, dilanjutkan dengan penelusuran serta verifikasi rekam jejak para kandidat sebelum diputuskan oleh dewan juri yang terdiri dari tokoh pers dan tokoh masyarakat.
"Selamat kepada Bapak Sachrudin. Penghargaan ini diberikan melalui proses seleksi yang ketat sehingga beliau dinilai layak menerima predikat sebagai Wali Kota Terbaik Bidang Komunikasi dan Informasi Publik," tutup Bernadus. (Sumarna)
TANGERANG, lensafokus.id – Kabupaten Tangerang secara resmi menjadi tuan rumah penyelenggaraan Maestro Summit 2026. Maestro Summit sebagai forum strategis yang mempertemukan para pegiat seni, budaya, dan dakwah ini berlangsung khidmat di Pesantren Modern Daar el Qolam, Desa Pasir Gintung, Kecamatan Jayanti, Sabtu (18/7/26).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, hadir secara langsung sebagai wakil pemerintah daerah pada acara tersebut. Ia mengungkapkan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Tangerang untuk menjadi lokasi perhelatan berskala nasional ini.
Dalam sambutannya, Soma Atmaja menegaskan bahwa kehadiran para peserta Maestro Summit 2026 menjadi energi positif bagi Kabupaten Tangerang. Menurutnya, acara ini selaras dengan visi daerah yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga penguatan karakter masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai budaya dan keagamaan.
"Merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi Kabupaten Tangerang dipercaya menjadi tuan rumah forum yang sangat strategis ini. Ini adalah motivasi bagi kami untuk terus membangun daerah yang kuat dalam menjaga nilai-nilai budaya, keagamaan, dan karakter masyarakat," ujar Soma Atmaja.
Ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Lembaga Seni, Budaya dan Peradaban Islam Majelis Ulama Indonesia (LSBPI MUI) beserta panitia pelaksana atas keberhasilan penyelenggaraan acara tersebut.
Soma Atmaja menekankan bahwa seni dan budaya adalah elemen krusial dalam membangun peradaban. Melalui karya seni, masyarakat mewariskan nilai-nilai luhur yang dapat memperkuat jati diri bangsa. Untuk itu, ia sangat mendukung fokus Maestro Summit 2026 yang mengintegrasikan strategi dakwah ke dalam karya seni.
"Seni akan memiliki makna yang lebih besar apabila menjadi wasilah (sarana) untuk menyampaikan kebaikan, memperkuat persaudaraan, menumbuhkan optimisme, dan menghadirkan nilai-nilai yang membangun dan memperkuat jati diri bangsa," tandasnya.
Lanjut dia, Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen penuh untuk terus mendukung tumbuhnya ekosistem seni dan budaya yang positif. Hal ini dipandang sebagai bagian integral dari pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang berkelanjutan.
"Di tengah pesatnya arus teknologi, saya berharap agar para pelaku seni terus melahirkan karya inovatif yang tetap berpijak pada moral, etika, dan kesopanan," imbuhnya
Lebih lanjut, Soma menekankan bahwa kemajuan sebuah daerah akan jauh lebih bermakna apabila pembangunan ekonomi dan infrastruktur berjalan seiring dengan kemajuan budaya serta akhlak masyarakatnya.
"Melalui Maestro Summit 2026, diharapkan terjalin kolaborasi yang lebih erat antara seniman dan tokoh dakwah dalam menjawab berbagai tantangan sosial melalui pendekatan kebudayaan yang santun dan edukatif," pungkasnya. (Red)
KOTA TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang kembali menggelar Halal Fest 2026 dalam rangka menyambut Milad ke-51 MUI yang diperingati pada 26 Juli 2026. Festival yang berlangsung pada 18–26 Juli 2026 ini resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono Hasan, di Gedung MUI Kota Tangerang, Sabtu (18/7/2026).
Halal Fest 2026 menghadirkan beragam kuliner halal dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan MUI yang berasal dari 13 kecamatan di Kota Tangerang.
Dalam sambutannya, Maryono mengatakan Halal Fest merupakan wujud nyata sinergi antara syiar Islam dengan penguatan ekonomi umat. Menurutnya, festival tersebut tidak hanya menjadi ruang dakwah dan edukasi keagamaan, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM berbasis produk halal.
"Festival ini menjadi bukti nyata bahwa syiar Islam dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi umat. Selain menjadi ruang dakwah, edukasi keagamaan, dan mempererat silaturahmi warga, Halal Fest 2026 juga menjadi wadah strategis dalam pemberdayaan UMKM, pengembangan produk halal, serta penguatan literasi keislaman," ujar Maryono.
Ia menambahkan, penyelenggaraan Halal Fest sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Tangerang dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pembinaan UMKM agar semakin berkembang dan mampu bersaing.
"Melalui pameran produk halal dan bazar yang dihadirkan, para pelaku usaha didorong untuk meningkatkan kualitas serta daya saing produknya," katanya.

Selain menghadirkan bazar kuliner halal, Halal Fest 2026 juga menyediakan berbagai layanan keumatan, di antaranya Gerai Konsultasi Pendampingan Sertifikasi Halal (LP3H) dan Gerai Konsultasi Pendampingan Hukum. Kedua layanan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku UMKM memperoleh sertifikasi halal sekaligus memperkuat aspek legalitas usahanya.
"Sertifikasi halal bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan jaminan rasa aman bagi konsumen sekaligus nilai tambah yang membuka peluang pasar lebih luas bagi produk lokal Kota Tangerang," ungkap Maryono.
Ia menambahkan, legalitas usaha juga menjadi faktor penting agar produk-produk lokal tidak hanya memenuhi ketentuan syariat Islam, tetapi juga memiliki perlindungan hukum yang kuat.
Maryono turut mengapresiasi berbagai kegiatan yang melibatkan generasi muda dalam Halal Fest 2026, seperti Lomba Da'i Remaja, Festival Shalawat, hingga Workshop Digital Dakwah dan Content Creator.
"Saya berharap semakin banyak generasi muda yang mampu memanfaatkan media digital untuk menyebarkan dakwah yang sejuk, menghadirkan konten-konten positif, serta menjadi teladan di tengah masyarakat," harapnya.
Tak hanya itu, Halal Fest 2026 juga menghadirkan kegiatan sosial berupa donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat.
"Melalui kegiatan ini kita melihat bahwa nilai-nilai Islam tidak hanya diwujudkan melalui ibadah, tetapi juga melalui kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada sesama," tutup Maryono. (Sumarna)
TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menggelar acara tasyakuran atas keberhasilan Kafilah Kabupaten Tangerang yang kembali meraih Juara Umum Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Tingkat Provinsi Banten untuk lima kali berturut-turut di Hotel Lemo, Kelapa Dua, Jumat (17/07/26)
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan rasa syukur dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras sehingga Kabupaten Tangerang kembali berhasil mempertahankan gelar juara umum MTQ tingkat Provinsi Banten.
"Pada hari ini kita mengundang seluruh kafilah yang baru saja berjuang membawa nama baik Kabupaten Tangerang pada MTQ tingkat Provinsi Banten. Sekaligus menjadi ajang silaturahmi bersama para pembina, dewan hakim, pelatih, pendamping, para kiai, Ketua MUI, DMI, FKUB, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi. Alhamdulillah, Kabupaten Tangerang kembali menjadi yang terbaik di Provinsi Banten," ujar Bupati Maesyal Rasyid
Menurutnya, keberhasilan mempertahankan gelar juara umum selama lima kali berturut-turut merupakan hasil kerja keras, kekompakan, pembinaan yang berkelanjutan, serta doa dari seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang.
Ia pun mengucapkan terima kasih kepada seluruh kafilah, dewan hakim, pembina, pelatih, pendamping, dan semua pihak yang telah mengharumkan nama Kabupaten Tangerang di tingkat Provinsi Banten.
"Silaturahmi ini harus terus kita jaga sebagai pondasi untuk mempertahankan prestasi di masa mendatang. Kita harus terus mempersiapkan diri, terus berlatih, agar para kafilah tetap menjadi duta-duta terbaik Kabupaten Tangerang pada MTQ berikutnya," ujarnya.
Labih jauh, ia menandaskan bahwa prestasi MTQ bukan hanya tentang meraih gelar juara, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat syiar Islam dan meningkatkan budaya membaca, memahami Al-Qur'an serta mengamalkannya di tengah masyarakat.
"MTQ ini hanyalah jembatan untuk membawa nama baik Kabupaten Tangerang. Yang lebih penting adalah bagaimana baca tulis Al-Qur'an semakin membudaya dan syiar Islam terus dikumandangkan di Kabupaten Tangerang. Sebagai daerah yang masyarakatnya religius, kita juga harus terus menjaga toleransi, saling menghormati antarumat beragama, serta memperkuat persatuan dan kesatuan," tandasnya.
Ia berharap keberhasilan meraih juara umum MTQ tingkat Provinsi Banten 5 kali berturut-turut tersebut hendaknya menjadi motivasi bagi seluruh generasi muda Kabupaten Tangerang untuk terus mencintai Al-Qur'an, meningkatkan kualitas keagamaan, sekaligus mempertahankan prestasi Kabupaten Tangerang sebagai salah satu daerah terbaik dalam penyelenggaraan MTQ di Provinsi Banten.
Acara tasyakuran berlangsung penuh kehangatan dan menjadi momentum mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah, para ulama, pembina, pelatih, dewan hakim, dan seluruh kafilah yang telah mengharumkan nama Kabupaten Tangerang melalui prestasi gemilang di ajang MTQ Provinsi Banten.
Pada kesempatan tersebut Bupati Tangerang juga memberikan apresiasi kepada para kafilah dan pembina yang telah berjuang di MTQ ke-XXIII tingkat Provinsi Banten yang digelar di KP3B Kota Serang beberapa waktu yang lampau
Kegiatan tasyakuran ini dihadiri seluruh kafilah MTQ Kabupaten Tangerang, para pembina, pelatih, pendamping, dewan hakim asal Kabupaten Tangerang, Ketua MUI Kabupaten Tangerang, DMI Kabupaten Tangerang, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), para kiai, serta jajaran pemerintah daerah. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid bersama Baznas, DMI, kepala OPD dan camat beserta unsur Fokopimcam Kelapa Dua melakukan kegiatan Jumat Keliling (Jumling) di Masjid At-Taqwa yang ada di Kelurahan Kelapa Dua, Kecamatan Kelapa Dua. Jumat (17/07/26).
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengucapkan syukur dan terima kasih atas sambutan hangat dan kekeluargaan masyarakat Kelapa Dua.
“Kami ucapkan terima kasih kepada DKM kepada tokoh masyarakat para Kyai para ulama dan telah menerima kami dengan baik dan ini bahagian daripada upaya kita sebagai umat bisa melaksanakan silahturahmi,” ujar Bupati Maesyal Rasyid
Dia menjelaskan bahwa kagiatan Jumling merupakan salah satu upaya pemerintah untuk bisa hadir lebih dekat ke masyarakat dan berdialog tanpa sekat terkait dengan tantangan pembangunan, pelayanan dan pemberdayaan masyarakat, khususnya masyarakat Kelapa Dua
“Kehadiran kami hari ini adalah bagian dari kegiatan rutin Pemkab Tangerang untuk lebih dekat ke masyarakat. Kita melaksanakan salat Jumat bersama Baznas, DMI Kabupaten Tangerang ke masjid-masjid, bersilahtarahmi dan berdialog tanpa sekat, mendengar dan melihat langsung aspirasi dan keinginan masyarakat,” ungkapnya
Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus mengawal dan memperjuangkan apa yang disampaikan masyarakat melalui Kegiatan Jumling. Selain itu, dia juga memohon dukungan dan partisipasi aktif masyarakat Kelapa Dua untuk terus menguatkan sinergi dan kolaborasi dalam menyukseskan pembangunan, pelayanan dan pemberdyaaan masyarakat yang dilaksanakan.
“Tadi saya sudah berdiskusi dengan Pak Camat mengenai permohonan dan usulan dari masyarakat untuk pembangunan di Kelapa Dua. Insya Allah, itu akan kami perjuangkan demi kepentingan umum dan kemaslahatan masyarakat,” tegasnya
Selain itu, pihaknya juga memohon dukungan dan partisipasi aktif masyarakat untuk terus menguatkan sinergi dan kolabrasi untuk bersama-sama menyukseskan program-program pembangunan yang dilaksanakan untuk kemajuan bersama
“Kami mohon dukungan dan partisipasi masyarakat Kelapa Dua, terus bersinergi dan berkolaborasi bersama kami agar program-program baik itu pembangunan, pelayanan maupun pemberdayaan dapat berjalan lancar dan masyarakat juga bisa merasakan manfaatnya,” pungkasnya
Pada kesempatan tersebut, Bupati secara simbolis menyerahkan bantuan kepada DKM Masjid At-Taqwa. Pihaknya berharap bantuan yang diserahkan bisa dipergunakan dengan sebaik-baiknya untuk kemakmuran dan pelayanan kepada umat dan masyarakat di sekitar Masjid At-Taqwa Kelapa Dua. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah secara resmi membuka pelaksanaan program Isbat Nikah Terpadu 1.000 pasangan yang dilaksanakan di Gedung Serbaguna (GSG) Tigaraksa, Jumat (17/07/26).
Dalam sambutannya, Wabup Intan menegaskan bahwa program Isbat Nikah Terpadu tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam menghadirkan kepastian hukum bagi pasangan suami istri yang telah menikah secara agama namun belum tercatat secara resmi oleh negara serta memberikan kepastian dan perlindungan hukum keluarga, terutamanya perempuan dan anak
"Yang kita urus hari ini bukan hanya dokumen, bukan hanya sekadar administrasi, tetapi kehidupan sebuah keluarga. Dengan adanya pencatatan pernikahan, hak-hak perempuan, anak, serta akses terhadap berbagai pelayanan publik dapat terlindungi dengan baik," ungkap Wabup Intan.
Menurut Wabup Intan, keluarga yang memiliki kepastian hukum akan menjadi fondasi kuat untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, serta mampu mewujudkan Kabupaten Tangerang yang semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing.
“Keluarga yang punya kepastian hukum ini akan menjadi fondasi kuat untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas dan berkarakter. Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat, jangan tunda-tunda lagi untuk mencatatkan pernikahannya agar seluruh hak hukum keluarga dapat terlindungi sejak awal,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program Isbat Nikah Terpadu 1.000 Pasangan merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama Pengadilan Agama Tigaraksa, Pengadilan Tinggi Agama Banten, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tangerang, serta Tim Penggerak PKK Kabupaten Tangerang. Pelaksanaan sidang dilakukan secara bertahap yang terbagi dalam 6 daerah pemilihan. Tahap pertama yang digelar di Gedung Serbaguna Tigaraksa diikuti 267 pasangan, sedangkan sidang berikutnya akan dilaksanakan di Kecamatan Kronjo, Sepatan, Pasarkemis, Curug, dan Legok.
“Sidang isbat pertama hari ini dipusatkan di GSG. Sebanyak 267 pasangan dari Kecamatan Balaraja, Cisoka, Jambe, Jayanti, Solear dan Tigaraksa hadir melakukan sidang isbat. Selanjutnya untuk peserta dari daerah pemilihan lainnya akan dilaksanakan di Kecamatan Kronjo, Sepatan, Pasarkemis, Curug dan di Kecamatan Legok,” jelasnya
Ia menambahkan, pelaksanaan isbat nikah dilakukan secara bertahap, mulai Juli hingga September 2026 menyesuaikan jadwal persidangan Pengadilan Agama. Pemerintah Kabupaten Tangerang. Dia juga berharap program sidang isbat nikah bisa menjadi agenda rutin tahunan agar manfaatnya bisa lebih banyak dirasakan oleh masyarakat, khususnya bagi pasangan yang belum mencatatkan perkawainannya secara negara
"Dengan adanya program ini, Pemerintah Kabupaten Tangerang ingin memastikan negara benar-benar hadir memberikan perlindungan hukum bagi setiap keluarga. Semoga seluruh peserta memperoleh kepastian hukum dan dapat membangun keluarga yang semakin harmonis, sakinah, mawaddah, warahmah," pungkasnya.
Ketua Pengadilan Agama Tigaraksa, Muhammad Kasim melaporkan sebanyak 1.496 pasangan dari 29 kecamatan telah mendaftarkan diri sebagai calon peserta Isbat Nikah Terpadu. Setelah melalui proses verifikasi, 1.004 pasangan dinyatakan memenuhi persyaratan dan siap mengikuti persidangan, sedangkan sisanya 492 pasangan lainnya masih melengkapi persyaratan administrasi dan akan terus mendapatkan pendampingan melalui Pos Pelayanan Hukum Pengadilan Agama Tigaraksa.
“Sidang tahap pertama dilaksanakan hari ini, tanggal 17 Juli 2026 bertempat di GSG Tigaraksa, dan akan berlangsung secara berturut-turut hingga sidang tahap keenam pada tanggal 25 September 2026 di Kecamatan Legok,” jelasnya
Pihaknya berharap program Isbat Nikah Terpadu yang diselenggarakan tersebut, hak-hak sipil masyarakat, seperti akta kelahiran anak, hak waris, dan administrasi kependudukan, dapat terpenuhi secara menyeluruh. (Red)