Tangerang, lensafokus.id — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang Soma Atmaja secara resmi menutup Gebyar Festival Kuliner UMKM di Kecamatan Kosambi, Minggu (26/07/26).
Gebyar Festival Kuliner UMKM 2026 yang berlangsung selama lima hari, mulai 22 hingga 26 Juli 2026 di Halaman Kantor Kecamatan Kosambi. Kegiatan yang bertujuan sebagai bagian program menggerakkan perekonomian lokal melalui penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), mendapat respon antusias dari masyarakat sekitar.
Dalam sambutannya, Sekda Soma menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskum) yang telah menginisiasi program yang baik, serta kecamatan Kosambi dan warga sekitar yang terlihat antusias menyambutnya.
"Respon masyarakat yang sangat luar biasa, bukan hanya sekadar menjual produk, melainkan sebuah gerakan bersama yang menunjukkan semangat kolaborasi, gotong royong, dan komitmen kita untuk mengangkat potensi ekonomi rakyat," Ungkap Soma.
Menurutnya, acara ini menjadi salah satu upaya nyata Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam mendukung pengembangan usaha mikro sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat berbasis potensi lokal.
"Pengusaha mikro bukan hanya sekadar usaha jual beli, tetapi juga menyangkut kreativitas, kemandirian dan kesejahteraan masyarakat. Banyak contoh pelaku UMKM yang berawal dari usaha kecil di rumah, kemudian berkembang hingga mampu membuka lapangan kerja bagi orang lain," pungkasnya.
Sementara itu Kepala Diskum Kabupaten Tangerang, Anna Ratna Maemunah menuturkan ketakjubannya atas terselenggaranya Gebyat Festival Kuliner UMKM di Kecamatan Kosambi.
"Selama acara ini berlangsung, kami mendapat laporan bahwa setiap harinya Alhamdulillah 25 stand yang berbartisipasi semua produknya laris, " ujarnya.
Kemudian Anna menuturkan acara Gebyar festival Kuliner UMKM memberikan wadah bagi koperasi dan pelaku usaha mikro untuk memperkenalkan, mempromosikan, dan memasarkan produknya kepada masyarakat luas dan membuka peluang kemitraan dan kerja sama bisnis dengan berbagai pihak.
"Kami ucapkan terimakasih kepada Kecamatan Kosambi atas respon positifnya semoga UMKM di Kosambi terus maju dan memiliki daya saing," kata Anna.
Di tempat yang sama, salah satu pengusaha mikro sektor kuliner Hafiz mengucapkan terimakasih telah diberikan ruang untuk menjual produk miliknya.
"Alhamdulillah kami bersyukur, selain terjadinya perputaran ekonomi terdapat ruang berkumpul dan berinteraksi satu sama yang lain, sering sering di adain lagi," kata Hafiz. (Red)
KOTA TANGERANG, lensafokus.id – Stand Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang menjadi salah satu stan favorit pengunjung dalam gelaran Festival Cisadane 2026. Sejak hari pertama pembukaan pada Kamis hingga Minggu (26/7/2026), stand tersebut selalu dipadati masyarakat, terutama keluarga yang membawa anak-anak.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, BPBD Kota Tangerang mengusung konsep edukasi kebencanaan yang dikemas secara menarik, interaktif, dan menyenangkan. Hasilnya, stand BPBD tak pernah sepi dari pengunjung yang datang sejak pagi hingga malam hari.
Salah satu daya tarik utama adalah area foto bertema kebencanaan yang dilengkapi berbagai atribut dan perlengkapan petugas. Anak-anak tampak antusias mengenakan helm SAR, rompi penyelamat, hingga perlengkapan rescue lainnya untuk berfoto bersama.
Tak hanya itu, wahana simulasi naik perahu karet juga menjadi favorit para pengunjung. Melalui simulasi evakuasi banjir, anak-anak dapat merasakan pengalaman menaiki perahu penyelamat dengan didampingi langsung oleh petugas BPBD yang ramah dan profesional.
Sementara itu, pada sesi edukasi satwa, BPBD menghadirkan ular sanca kembang sebagai media pembelajaran. Tujuannya bukan untuk menakut-nakuti, melainkan mengenalkan kepada masyarakat, khususnya anak-anak, mengenai jenis-jenis ular, karakteristiknya, serta cara aman ketika menemukan ular di lingkungan tempat tinggal.
Petugas juga memberikan penjelasan mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan apabila terjadi kemunculan ular di permukiman, sehingga masyarakat tidak panik dan dapat mengambil tindakan yang tepat.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang mengatakan, pendekatan edukatif tersebut sengaja dipilih agar materi kebencanaan lebih mudah diterima oleh masyarakat.
"Kami ingin mengubah stigma bahwa kebencanaan itu menakutkan. Lewat kegiatan foto bersama, simulasi naik perahu, hingga edukasi bersama ular sanca kembang, anak-anak bisa belajar sambil bermain. Harapannya, mereka memahami mitigasi bencana sejak dini dan berani melapor apabila menemukan potensi bahaya," ujarnya.
Konsep tersebut pun mendapat apresiasi dari para orang tua. Selain menghibur, keberadaan stand BPBD dinilai mampu memberikan pengalaman edukatif yang bermanfaat bagi anak-anak.
"Anak saya tadinya takut sama ular. Tapi setelah dijelaskan oleh petugas, sekarang jadi lebih berani dan paham. Naik perahunya juga senang sekali, petugasnya ramah-ramah semua," ujar Rina, warga Kecamatan Cibodas.
Selama penyelenggaraan Festival Cisadane 2026, petugas BPBD yang berjaga di stand juga dikenal responsif, santun, dan komunikatif dalam melayani setiap pengunjung. Suasana yang hangat dan interaktif membuat stand BPBD menjadi salah satu ikon favorit dalam festival tahun ini.
Dengan tingginya antusiasme masyarakat, BPBD Kota Tangerang menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program edukasi kebencanaan yang kreatif dan inovatif agar budaya sadar bencana dapat ditanamkan sejak usia dini.
Festival Cisadane 2026 pun menjadi momentum strategis bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Tangerang untuk mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat melalui pendekatan yang lebih humanis, edukatif, dan partisipatif. (Sumarna)
KOTA TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kota Tangerang menghadirkan layanan administrasi kependudukan di Festival Cisadane 2026 untuk memudahkan masyarakat mengurus berbagai dokumen penting, seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran, akta kematian, hingga dokumen kependudukan lainnya.
Sejak Festival Cisadane dibuka, Stand Pelayanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangerang menjadi salah satu lokasi yang paling ramai dikunjungi masyarakat. Bahkan, sebelum pelayanan dimulai setiap harinya, warga sudah terlihat mengantre untuk mendapatkan layanan, Minggu (26/7/2026).
Petugas di stand pelayanan pun harus bekerja ekstra karena tingginya antusiasme masyarakat yang datang untuk mengurus berbagai kebutuhan administrasi kependudukan. Rata-rata lebih dari 100 warga dilayani setiap harinya selama festival berlangsung.
Layanan yang paling banyak diajukan masyarakat meliputi pembuatan akta kelahiran, akta kematian, Kartu Keluarga (KK), pembuatan maupun penggantian Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang rusak, surat keterangan, serta berbagai layanan administrasi kependudukan lainnya.
Tingginya antusiasme warga menunjukkan bahwa kehadiran layanan Disdukcapil di tengah penyelenggaraan Festival Cisadane sangat membantu masyarakat. Selain dapat menikmati rangkaian acara festival, warga juga dapat menyelesaikan urusan administrasi secara langsung, cepat, mudah, dan tanpa dipungut biaya.
Salah seorang warga Kecamatan Jatiuwung, Ahmad Riadi, mengaku sangat terbantu dengan adanya layanan tersebut.
"Kalau bisa setiap hari ada stand seperti ini agar masyarakat lebih mudah dan cepat mengurus administrasi maupun akta yang dibutuhkan," ujar Ahmad.
Hal senada disampaikan Yani, warga RW 014, Kelurahan Gebang, Kecamatan Periuk. Menurutnya, pelayanan yang dihadirkan Disdukcapil di Festival Cisadane sangat meringankan masyarakat, khususnya bagi warga yang memiliki keterbatasan ekonomi.
"Kegiatan seperti ini sangat membantu masyarakat karena tidak perlu mengeluarkan biaya. Sambil menikmati Festival Cisadane, kami juga bisa langsung mengurus dokumen yang dibutuhkan. Kalau stand seperti ini sering diadakan, masyarakat Kota Tangerang pasti akan semakin senang," tuturnya. (Sumarna)
TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menghadiri penutupan Quranic Impact Training (Q-IMPACT) Banten yang ditutup oleh Wakil Gubernur Banten, Dimyati Natakusuma, Minggu (26/7/26).
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan Q-IMPACT yang merupakan ikhtiar positif untuk memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur'an sekaligus membentuk sumber daya manusia yang memiliki akhlak dan karakter yang kuat.
"Kegiatan ini merupakan ikhtiar yang sangat baik dalam memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur'an sekaligus membangun generasi yang tidak hanya berilmu tapi juga berakhlak mulia dan memiliki karakter yang kuat," ujar Bupati Maesyal Rasyid
Ia menegaskan, kecintaan terhadap Al-Qur'an tidak cukup hanya diwujudkan dengan membaca dan menghafalnya, tetapi harus tercermin dalam perilaku sehari-hari. Nilai-nilai seperti kejujuran, amanah, keadilan, kerja keras, kasih sayang, dan kepedulian sosial harus menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.
"Yang jauh lebih penting adalah bagaimana nilai-nilai Al-Qur'an hadir dalam kehidupan sehari-hari, menjadi pedoman dalam bersikap, bekerja, bermasyarakat, dan memberikan manfaat bagi sesama," tandasnya.
Menurutnya, di tengah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan arus informasi, masyarakat membutuhkan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kokoh secara moral dan spiritual. Karena itu, kegiatan seperti Q-IMPACT memiliki peran strategis dalam membangun karakter generasi muda.
"Pembangunan daerah tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kualitas akhlak, integritas, dan karakter masyarakatnya. Hal ini sejalan dengan komitmen kami untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan berdaya saing dengan fondasi nilai-nilai religius, kebersamaan, dan gotong royong," ungkapnya.
Di akhir sambutannya, Bupati berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kegiatan Q-IMPACT sebagai sarana memperdalam pemahaman terhadap Al-Qur'an, memperkuat semangat dakwah yang menyejukkan, serta menjadi teladan di tengah keluarga dan masyarakat.
"Semoga kegiatan ini mampu melahirkan semakin banyak generasi yang mencintai Al-Qur'an, mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan, menjaga persatuan di tengah keberagaman, serta berkontribusi membangun Banten dan Indonesia yang lebih maju, harmonis, dan penuh keberkahan," pungkasnya
Ia juga berharap setelah selesainya kegiatan tersebut, seluruh peserta mampu menjadi teladan dan menginsiprasi lainnya baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat serta berperan aktif dalam pembangunan daerah dimanapun berada. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid bersama Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah menghadiri acara NotaRace 2026 dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Ikatan Notaris Indonesia (INI) ke-118 yang digelar di Eastvara BSD City Kab. Tangerang, Minggu (26/7/26).
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun ke-118 kepada Ikatan Notaris Indonesia. Menurutnya, organisasi profesi tersebut telah memberikan kontribusi besar dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat dan diharapkan terus meningkatkan pengabdian di bidang administrasi hukum.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang kami mengucapkan selamat ulang tahun ke-118 kepada Ikatan Notaris Indonesia. Semoga semangat melayani masyarakat terus meningkat dan semakin memberikan kontribusi dalam bidang administrasi hukum maupun pertanahan," ujar Bupati Maesyal Rasyid
Pihaknya juga mengapresiasi penyelenggaraan NotaRace yang turut menghadirkan pelaku UMKM. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya mendorong masyarakat menerapkan gaya hidup sehat, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perkembangan para pelaku UMKM dan pertumbuhan perekonomian daerah.
"Melalui kegiatan ini kita tidak hanya berolahraga bersama, tetapi juga mendukung perkembangan UMKM di Kabupaten Tangerang. Mudah-mudahan kita semua selalu sehat dan tetap semangat dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat," katanya.
Sementara itu, Wabup Intan mengatakan NotaRace memberikan dampak positif bagi Kabupaten Tangerang karena mampu menarik ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia sehingga berbagai potensi pariwisata dan perhotelan juga dapat lebih dikenal lebih luas
"Saya melihat acara ini sangat positif dan dampaknya sangat luas. Peserta datang dari seluruh Indonesia sehingga semakin banyak masyarakat yang mengenal Kabupaten Tangerang. Kegiatan ini juga memberikan dampak positif bagi sektor perhotelan dan perekonomian daerah," ujar Wabup Intan.
Dia juga mengaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang mendukung penuh penyelenggaraan kegiatan tersebut yang juga melibatkan koordinasi lintas instansi, penyediaan fasilitas, pelayanan pemeriksaan kesehatan, hingga fasilitasi perizinan agar kegiatan tersebut juga dapat dirasakan manfaatnya secara langsung
"Harapan kami kegiatan seperti ini dapat terus diselenggarakan setiap tahun karena selain memperkenalkan Ikatan Notaris Indonesia kepada masyarakat, juga memperkuat sinergi dengan pemerintah. Semoga Ikatan Notaris Indonesia semakin sukses dan terus mendampingi pemerintah dalam berbagai kegiatan yang positif," pungkasnya.
Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Notaris Indonesia (INI), Dr. Irfan Adiansyah, mengatakan antusiasme peserta yang mengikuti avara NotaRace tahun 2026 sangat tinggi. Dari sekitar 3.700 peserta, sekitar 70 persen merupakan notaris yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.
"Melalui NotaRace ini kita ingin menunjukkan bahwa notaris tidak hanya memberikan pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga harus menjaga kesehatan agar tetap bersemangat dalam menjalankan amanah. Kegiatan ini menjadi wadah mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, dan menumbuhkan semangat hidup sehat bagi keluarga besar Ikatan Notaris Indonesia," ungkapnya. (Red)
Serang, lensafokus.id – Konflik internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Provinsi Banten semakin memanas. Sengketa kepengurusan yang bergulir dari Mahkamah Partai hingga Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, kini merembet pada saling somasi terkait hak penggunaan Kantor DPW PPP Banten.
Sekretaris DPW PPP Banten Ahmad Fauzi atau yang akrab disapa Rully menegaskan, upaya pengambilalihan kantor secara paksa merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan dan berpotensi masuk ranah pidana.
"Jika ada pihak yang ingin mengambil kantor secara paksa, maka itu kami anggap sebagai bentuk premanisme berkedok hukum. Pengambilalihan kantor secara paksa merupakan tindakan kriminal. Kami tidak akan gentar. Untuk menegakkan prinsip keadilan, kami siap menghadapi," tegas Sekjen DPW PPP Banten,Rully, pada Jumat (24/7/2026).
Perselisihan di tubuh PPP bukan hanya terjadi di Banten. Rangkaian gugatan yang muncul di berbagai daerah merupakan bentuk ketidakpuasan sebagian kader terhadap kebijakan DPP PPP yang menerbitkan sejumlah Surat Keputusan (SK) pemberhentian pengurus.
Ratusan pengurus PPP dari berbagai wilayah tercatat terlibat dalam dinamika tersebut, di antaranya berasal dari Maluku, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Kalimantan, Nusa Tenggara Barat, Bali, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga Banten.
Banten menjadi salah satu daerah yang paling disorot karena selama ini dikenal sebagai salah satu basis politik Mardiono yang sebelumnya pernah menjabat Ketua DPW PPP Banten.
Di wilayah ini, konflik tidak hanya berlangsung melalui jalur hukum, tetapi juga berkembang menjadi saling somasi mengenai hak penggunaan Kantor DPW PPP Banten.
Bermula dari SK DPP PPP konflik kepengurusan bermula setelah DPP PPP menerbitkan Surat Keputusan Nomor 0081/SK/DPP/W/I/2026 tentang Penetapan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPW PPP Banten, Baihaki Sulaiman dan Sekretaris Ida Hamidah, pada 30 Januari 2026 yang ditandatangani H. Mardiono dan Waskjen DPP PPP, Jabbar Idris.
Menanggapi keputusan tersebut, Subadri Ushuluddin dan Ahmad Fauzi selaku Ketua dan Sekretaris DPW PPP Banten mengajukan gugatan ke Mahkamah Partai pada 31 Januari 2026 sebagai upaya penyelesaian sesuai mekanisme internal partai.
Namun, sebelum terdapat putusan dari Mahkamah Partai, beredar informasi di media sosial mengenai pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) DPW PPP Banten pada Maret 2026. Pelaksanaan Muswil tersebut dinilai kubu Subadri-Ahmad Fauzi sebagai bentuk pengabaian terhadap proses penyelesaian sengketa yang masih berjalan di Mahkamah Partai.
Tidak lama kemudian, DPP PPP kembali menerbitkan Surat Keputusan hasil Muswil yang menetapkan Neng Siti Julaiha sebagai Ketua DPW PPP Banten. SK tersebut ditandatangani Ketua Umum DPP PPP H. Mardiono dan Wakil Sekretaris Jenderal DPP PPP pada 9 April 2026.
Gugatan Berlanjut ke Pengadilan karena selama sekitar empat bulan belum memperoleh tindak lanjut dari Mahkamah Partai, Subadri Ushuluddin dan Ahmad Fauzi melalui kuasa hukum Ari Setiadi & Rekan mengajukan gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) terhadap Mardiono ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Gugatan diajukan pada 3 Juni 2026 dan tercatat dengan Nomor Perkara 423/Pdt.G/2026/PN.Jkt.Pst pada 23 Juni 2026.
Di tengah proses persidangan yang masih berlangsung, Neng Siti Julaiha disebut telah melayangkan dua kali somasi kepada kepengurusan DPW PPP Banten yang dipimpin Subadri Ushuluddin dan Ahmad Fauzi, masing-masing pada 13 Juli dan 20 Juli 2026.
Isi somasi tersebut, menurut Ahmad Fauzi, meminta penyerahan Kantor DPW PPP Banten, bahkan disertai ancaman akan dilakukan pengambilalihan secara paksa.
"Kami sudah menerima dua kali somasi dari Neng Siti Julaiha yang ingin mengambil alih kantor secara paksa. Somasi tersebut juga sudah kami jawab sesuai ketentuan hukum yang berlaku," ujar Ahmad Fauzi.
Rakor DPW dan DPC Sebagai tindak lanjut atas somasi tersebut, DPW PPP Banten di bawah kepemimpinan Subadri Ushuluddin dan Ahmad Fauzi menggelar Rapat Koordinasi bersama DPC PPP se-Provinsi Banten di Kantor DPW PPP Banten pada 23 Juli 2026. Rapat tersebut sekaligus menjadi forum untuk menyikapi somasi kedua yang diterima dari kubu Neng Siti Julaiha.
Menurut Rully, hasil rapat menghasilkan kesepakatan agar seluruh pihak menghormati proses hukum yang masih berjalan, baik di Mahkamah Partai maupun di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
"Kami meminta seluruh pihak menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Perselisihan ini seharusnya diselesaikan melalui mekanisme hukum, bukan dengan tindakan sepihak ataupun upaya pengambilalihan kantor secara paksa," katanya.
Hingga berita ini diturunkan, proses gugatan Perbuatan Melawan Hukum di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat masih berlangsung. Sementara itu, belum diperoleh keterangan atau tanggapan dari pihak Neng Siti Julaiha maupun DPP PPP terkait pernyataan yang disampaikan kubu Subadri Ushuluddin dan Ahmad Fauzi. Sebagai bagian dari prinsip keberimbangan, redaksi akan memuat tanggapan dari pihak terkait apabila telah diterima. (Red)