Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah menghadiri acara Hari Bakti Taruna ke-80 yang digelar oleh keluarga besar Yayasan 25 Januari 1946 di Taman Makam Pahlawan (TMP) Taruna Kota Tangerang, Minggu (25/01/26).
Pada kesempatan tersebut, Wabup Intan menjelaskan bahwa Hari Amal Bakti Taruna juga diperingati sebagai peristiwa Lengkong, dimana Mayor Daan Mogot memimpin para taruna Akmil Tangerang melucuti senjata tentara Jepang dan terjadi pertempuran yang menyebabkan gugurnya Mayor Daan Mogot dan pasukannya untuk mempertahankan kemerdekaan.
"Kami hadir disini bersama Pemerintah Provinsi Banten, Pemerintah Kota Tangerang, Pemerintah Kota Tangerang Selatan menghadiri kegiatan di Taman Makam Pahlawan Taruna Kota Tangerang, dalam rangka memperingati peristiwa Lengkong 25 Januari 1946. Di mana hari tersebut oleh TNI AD dijadikan sebagai Hari Bakti Taruna dan tahun ini yang ke 80," ujar Wabup Intan
Menurut dia, semangat perjuangan, pengorbanan dan keiklasan para pejuang yang gugur pada 25 Januari 1946 dalam Peristiwa Lengkong harus terus diingat dan dijadikan inspirasi serta dorongan bagi para generasi penerus untuk aktif berjuang bersama dalam pembangunan di segala bidang.
"Semoga momen ini bisa terus kita peringati sebagai bagian dari mengingat jasa-jasa para pahlawan dan kemudian mengaplikasikan apa yang dicita-citakan oleh pahlawan yang telah gugur untuk bersama-sama berjuang mengisi dan meneruskan perjuangan dalam pembangunan," ungkapnya
Sementara itu, Danrem 052/Wijayakrama, Brigjen TNI Faisal Rizal mengatakan bahwa peringatan Hari Bhakti Taruna ini bertujuan agar patriotisme taruna-taruna Akademi Militer Tangerang ini bisa berkelanjutan dan dijadikan contoh bagi generasi muda penerus bangsa tanpa melihat perbedaan sosial, suku dan agama
"Kita sebagai generasi penerus dari senior-senior kami yang telah berjuang mengorbankan jiwa dan raganya menjadikan ini sebagai teladan bagi kita semua. Pengorbanan mereka untuk negara dan bangsa tidak pernah melihat suku, ras, dan agama, golongan, tapi semuanya untuk Indonesia," ujar Brigjen Faisal
Lanjut dia, selain ziarah dan tabur bunga di TMP Taruna, pada peringatan Hari Bakti Taruna ke-80 juga digelar bakti sosial berupa pemberian santunan kepada warakawuri se-Garnisun Tangerang Raya ini, dan donor darah.
"Bakti Sosial kepada masyarakat yang kurang mampu kurang lebih ada 200 orang, kemudian ada kegiatan donor darah kurang lebih juga sebanyak 200 orang yang kita lakukan secara bertahap," ungkapnya
Dia menandaskan bahwa selain untuk mengenang dan melestarikan nilai-nilai pengorbanan para pahlawan yang gugur pada peristiwa Lengkong 25 Januari 1946, seluruh jajarannya juga berkomitmen untuk terus menjadikan Hari Bakti Taruna sebagai kegiatan yang dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid bersama Gubernur Banten, Andra Soni mengunjungi dan meninjau beberapa titik lokasi banjir di Perum Vila Tomang dan Situ Gelam, Desa Gelam Jaya Kec. Pasar Kemis, Sabtu (24/01/26).
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan bahwa Pemkab Tangerang bersama Pemerintah Provinsi Banten terus melakukan kolaborasi dan koordinasi dalam rangka percepatan penanganan banjir di wilayah Situ Gelam
"Kami bersama Pemerintah Provinsi terus berupaya mempercepat penanganan masalah pengairan di wilayah Situ Gelam. Sebagai langkah nyata, Gubernur telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengerahkan bantuan teknis tambahan ke lokasi terdampak," ungkap Bupati Maesyal Rasyid
Dia menambahkan bahwa kolaborasi dan koordinasi intensif yang telah dilakukan merupakan bentuk tanggung jawab penuh jajaran pemerintah terhadap kondisi wilayah dan kenyamanan warga. Hasil koordinasi lebih lanjut tersebut antara lain dengan mendatangkan unit pompa tambahan
"Saat ini kami sudah berkoordinasi dengan pihak Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane yaitu mendatangkan peralatan unit pompa mobile dengan kapasitas besar yakni 2000 liter per detik untuk mempercepat proses penyedotan air. Saat ini sedang dalam perjalanan," jelasnya
Pihaknya berharap adanya tambahan pompa mobile tersebut dapat mengatasi kendala untuk mempercepat pengurangan volume debit air Situ Gelam.
"Upaya ini diharapkan dapat menjadi solusi cepat dalam mengatasi kendala debit air yang ada di Situ Gelam sehingga aktivitas warga dapat kembali berjalan normal dalam waktu singkat," harapnya
Sementara itu, Gubernur Banten, Andra Soni mengungkapkan salah satu permasalahan yang harus segera diatasi bersama adalah normalisasi Sungai Cirarab yang berada di dua wilayah yaitu Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang. Pihaknya juga akan segera melakukan rapat koordinasi lintas sektor dan wilayah untuk menetapkan kesamaan visi, baik permasalah maupun solusinya secara bersama dan menyeluruh.
"Salah satu permasalahan yang harus segera diatasi bersama adalah normalisasi Sungai Cirarab. Kemudian hari ini juga melibatkan Balai Besar C2 ya, Ciliwung Cisadane. InsyaAllah hari Senin, kita akan melakukan rapat koordinasi membahas hasil dari peninjauan kita ke lapangan untuk menyamakan visi dan solusi terbaik bersama," ungkap Andra Soni
Menanggapi salah satu usul Cost-Sharing dari Bupati Tangerang, pada prinsipnya pihaknya sangat mendukung usulan tersebut agar penanganan banjir dapat dilakukan secara komprehensif dan menyeluruh.
"Salah satu usul Cost-sharing dari Pak Bupati itu, bupati keluar uangnya, walikota keluar uangnya, gubernur keluar uangnya, pusat keluar uangnya. Jadi mengerjakan satu permasalahan secara komprehensif. Sehingga bukan memindahkan air, tapi benar-benar air itu menuju ke jalur yang sebenarnya," jelasnya
Lanjut dia, upaya-upaya lainnya seperti menertibkan bangunan-bangunan yang tidak semestinya ada di bantaran sungai juga harus dilakukan karena dampaknya memperlambat air bergerak ke muara.
"Contoh, tempat ini, itu kan harusnya sempadan itu 20 meter dari sungai, tapi kenyataannya berbatasan langsung dengan tembok. Nah, ini apa yang harus kita selesaikan, apa yang harus kita kerjakan," tandasnya.
TANGERANG, lensafokus.id - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah, meninjau langsung kondisi warga yang terdampak banjir di wilayah Kecamatan Kresek pada Sabtu (24/1/,26).
Dalam kunjungannya tersebut, Wabup Intan meninjau beberapa titik pengungsian dan rumah warga yang masih terendam air akibat intensitas hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir serta menyapa warga dan mendengarkan keluhan terkait kebutuhan mendesak di lapangan yang diperlukan saat ini.
Menurut dia, prioritas utama pemerintah saat ini adalah hadir langsung dan memastikan keselamatan warga dan pemenuhan kebutuhan dasar di posko-posko pengungsian.
“Kami hadir untuk memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan penanganan yang layak. Fokus utama kita adalah keselamatan jiwa dan kesehatan, terutama bagi lansia dan anak-anak,” ujar Wabup Intan.
Lanjut dia, sebagai bentuk kehadiran dan kepedulian nyata, Pemerintah Kabupaten Tangerang menyerahkan bantuan berupa paket sembako, perlengkapan bayi, serta obat-obatan. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang aktivitas ekonominya terhenti akibat banjir.
“Bantuan sembako ini kami salurkan untuk memenuhi kebutuhan pangan warga selama masa darurat. Saya sudah instruksikan Dinas Sosial dan BPBD untuk terus memantau stok bantuan agar tidak ada warga yang kekurangan,” tandasnya.
Selian memberikan bantuan logistik, dia juga melakukan evaluasi secara singkat terhadap kondisi drainase dan aliran sungai di wilayah Kresek. "Kami akan segera melakukan koordinasi lamjutan dengan dinas terkait untuk mencari solusi jangka panjang guna meminimalisir risiko banjir di masa mendatang," jelasnya
Pihaknya juga menghimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan dan selalu mengikuti arahan dari petugas di lapangan terkait evakuasi jika debit air kembali meningkat.
Turut hadir mendampingi Wakil Bupati antara lain: camat beserta jajaran Forkopimcam Kec. Kresek, anggota DPRD Kabupaten Tangerang dan perwakilan OPD. (Red)
Kota Tangerang, lensafokus.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus menggencarkan penyaluran bantuan bagi warga terdampak bencana banjir, di 12 wilayah terdampak, sejak Kamis (22/1) hingga saat ini Sabtu (24/1/26).
Tercatat, bantuan permakanan yang telah didistribusikan mencapai 10.690 nasi bungkus, disertai berbagai kebutuhan logistik penting lainnya.
"Seperti, air mineral 216 dus, mie instan 120 dus, beras 5kg 103 karung, family kita 46 pcs, kids ware 30 pcs. Kasur lipat 25 pcs, dan selimut 152 pcs," ungkap Acep Wahyudi, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang.
Lanjutnya, bantuan tersebut disalurkan secara bertahap melalui posko-posko pengungsian serta titik-titik terdampak, dengan melibatkan perangkat daerah terkait, relawan, dan unsur kewilayahan.
"Pemkot Tangerang menegaskan bahwa distribusi bantuan akan terus dilakukan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Prioritas utama adalah pemenuhan kebutuhan pangan, air bersih, serta perlengkapan dasar bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil," jelas Acep.
"Untuk penyaluran paling krusial adalah Alamanda Periuk, Ciledug, hingga Cipondoh. Itu menjadi titik-titik penerima bantuan terbanyak," tambahnya.
Dengan penyaluran bantuan yang berkelanjutan ini, Pemkot Tangerang berharap warga terdampak dapat tetap terpenuhi kebutuhan dasarnya selama masa penanganan bencana berlangsung. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Majelis Taklim Al Istiqomah, Perum Griya Islam Kresek, Kabupaten Tangerang, menggelar peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW secara khidmat, Sabtu (24/1/26).
Kegiatan ini menjadi momentum reflektif bagi masyarakat untuk memperkuat keimanan sekaligus mempererat silaturahmi dan kebersamaan umat.
Peringatan tersebut dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah, unsur Forkopimcam Kresek, jajaran pemerintah desa, tokoh agama, serta jamaah yang memadati acar
Dalam sambutannya, Wabup Intan menegaskan bahwa peristiwa Isra Mi'raj tidak hanya dimaknai sebagai perjalanan agung Rasulullah SAW, tetapi juga sebagai pengingat akan kedudukan salat yang sangat istimewa dalam kehidupan umat Islam, karena diterima langsung oleh Rasulullah SAW dari Allah SWT.
“Ini menunjukkan betapa salat memiliki kedudukan yang sangat istimewa. Salat yang baik akan melahirkan akhlak yang baik, serta membentuk pribadi yang jujur, disiplin, dan bertanggung jawab,” ujar Wabup Intan.
Ia mengajak seluruh jamaah menjadikan nilai-nilai salat sebagai fondasi dalam menghadapi tantangan kehidupan modern yang semakin dinamis, sekaligus sebagai pedoman dalam menjaga perilaku dan etika sosial di tengah masyarakat.
Selain penguatan spiritual individu, Wabup Intan juga menyoroti peran strategis Majelis Taklim Al Istiqomah sebagai pusat pembinaan umat, wadah menimba ilmu agama, serta sarana mempererat ukhuwah Islamiyah dan membangun keharmonisan sosial di lingkungan masyarakat.
"Majelis Taklim memiliki peran penting dan strategis dalam pembinaan umat dan garda terdepan dalam memperkuat keharmonisan sosial serta kehidupan masyarakat" tandasnya
Lanjut dia, Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan keagamaan sebagai bagian dari pembangunan nonfisik.
“Kami meyakini pembangunan daerah tidak hanya diukur dari infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga dari kualitas iman, akhlak, dan karakter masyarakatnya,” pungkasnya, seraya menyampaikan apresiasi kepada panitia dan pengurus Majelis Taklim Al Istiqomah.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa serta keberkahan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang, khususnya warga Kecamatan Kresek, agar senantiasa hidup rukun, religius, dan sejahtera. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten Tangerang menggelar Rapat Koordinasi Pengumpulan Data Pengarusutamaan Gender (PUG) dalam rangka evaluasi Penganugerahan Parahita Ekapraya (PPE). Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Wareng, Sekretariat Daerah Kabupaten Tangerang, Jumat (23/1/2026).
Rapat koordinasi tersebut menjadi langkah strategis untuk memastikan bahwa proses pembangunan daerah berjalan secara inklusif dan berkeadilan, serta memberikan manfaat yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat.
Kegiatan dibuka oleh Asisten Daerah I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Tangerang, Prima Saras Puspa, yang mewakili Sekretaris Daerah. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa strategi Pengarusutamaan Gender merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030, khususnya dengan prinsip leaving no one behind.
“Prinsip SDGs leaving no one behind membawa konsekuensi bahwa seluruh kelompok masyarakat—baik laki-laki, perempuan, anak, penyandang disabilitas, lanjut usia, maupun kelompok rentan lainnya—harus terlibat dan merasakan manfaat dari pembangunan,” ujar Prima Saras Puspa.
Ia menekankan bahwa keberhasilan pelaksanaan PUG sangat bergantung pada sinergi dan sinkronisasi lintas perangkat daerah. Menurutnya, implementasi PUG di Kabupaten Tangerang membutuhkan komitmen bersama seluruh OPD dengan mengoptimalkan peran OPD yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bappeda, BPKAD, serta Inspektorat Daerah sebagai penggerak utama.
Lebih lanjut, Prima menegaskan bahwa Penganugerahan Parahita Ekapraya tidak semata-mata dipandang sebagai penghargaan administratif. “PPE bukan sekadar sebuah penghargaan, melainkan cerminan nyata dari keberpihakan pemerintah terhadap keadilan dan kesetaraan bagi seluruh manusia tanpa terkecuali,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Tangerang, Asep Suherman, menjelaskan bahwa Pengarusutamaan Gender merupakan strategi pembangunan yang dilaksanakan secara rasional dan sistematis. Strategi ini bertujuan untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender di seluruh aspek kehidupan masyarakat.
“Pengarusutamaan Gender adalah strategi pembangunan yang dilakukan secara terencana dan berkelanjutan guna memastikan bahwa kebutuhan dan kepentingan laki-laki dan perempuan menjadi bagian integral dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi kebijakan pembangunan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa ketersediaan data terpilah menurut jenis kelamin merupakan fondasi utama dalam penyusunan kebijakan yang tepat sasaran. “Kami menyadari bahwa pelaksanaan PUG masih memerlukan penguatan, baik dari aspek regulasi, kelembagaan, kapasitas sumber daya manusia, maupun dukungan data terpilah gender yang akurat dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meresmikan meresmikan Masjid Jami’ Nurul Iman dan menghadiri peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah bertempat di Kampung Pabuaran, Kelurahan Curug Kulon, Kecamatan Curug, Jumat malam (23/1/26).
Pada kegiatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid didampingi oleh Plh. Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Iwan Firmansyah, jajaran Forkopimcam Curug, tokoh masyarakat, pengurus DKM, serta para jamaah. Acara juga dihadiri penceramah asal Cilongok, KH. Abuya Entoh Tohari Romli, yang menyampaikan tausiyah kepada jamaah.
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas berdirinya Masjid Jami’ Nurul Iman yang bukan hanya megah dan nyaman secara fisik, namun juga merupakan simbol kebangkitan spiritual dan kebersamaan masyarakat.
“Peresmian Masjid Jami’ Nurul Iman ini bukan hanya peristiwa seremonial, tetapi merupakan tonggak sejarah dan simbol kebangkitan spiritual masyarakat, khususnya di wilayah Curug Kulon,” ujar Bupati Maesyal
Dia juga mengapresiasi dan memberikan penghargaan kepada para wakif dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan masjid tersebut. Secara khusus, Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada H. Ilyas dan Aceng Sukardi yang telah mewakafkan tanahnya untuk pembangunan masjid.
Lebih lanjut, dia menegaskan peran strategis masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, dakwah, serta pembinaan sosial kemasyarakatan. Untuk itu, dia berharap Masjid Jami’ Nurul Iman dapat dimakmurkan dan dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.
“Masjid harus menjadi ruang yang ramah, sejuk, dan terbuka, serta mampu melahirkan generasi yang beriman, berakhlak mulia, dan memiliki kepedulian sosial,” tandasnya.
Pada momentum peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Bupati Maesyal Rasyid juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan nilai-nilai Isra Mi’raj sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga, bermasyarakat, maupun dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing.
"Mari kita jadikan peringatan Isra Mi’raj ini untuk lebih memedomani dan mengimplementasikan nilai-nilai Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan kita, keluarga, masyarakat maupun dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kita masing-masing," pungkasnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maeayal Rasyid mengapresiasi inovasi pelayanan administrasi yang dilakukan Kecamatan Curug dengan membuka layanan hingga malam hari. Apresiasi tersebut disampaikan saat Bupati meninjau langsung pelayanan administrasi kependudukan yang digelar pada Jumat malam, (23/1/26).
Dalam kunjungannya, Bupati Maeayal Rasyid menyampaikan bahwa penambahan jam pelayanan tersebut merupakan langkah responsif terhadap kebutuhan masyarakat Curug yang mayoritas bekerja di kawasan industri dan pabrik pada jam kerja normal.
“Malam ini saya sengaja datang untuk melihat langsung pelayanan kepada masyarakat. Sesuai ketentuan, pelayanan memang dimulai pukul 07.30 sampai 16.00 WIB. Namun khusus di Kecamatan Curug, karena wilayah industri dan perekonomian, masyarakatnya pagi sampai sore bekerja, sehingga perlu waktu pelayanan tambahan,” ujar Bupati Maeayal Rasyid.
Dia mengungkapkan, atas inisiatif Camat Curug, pelayanan administrasi dibuka khusus pada hari Jumat hingga pukul 21.00 WIB. Dia juga sangat terkesan melihat antusiasme masyarakat yang cukup tinggi serta respons positif terhadap kebijakan tersebut.
“Tadi saya tanya langsung ke masyarakat, mereka menyampaikan terima kasih karena sangat terbantu. Mereka bekerja di pabrik dari pagi sampai sore, sehingga malam hari menjadi waktu yang tepat untuk mengurus administrasi,” nya.
Pihaknya juga memastikan bahwa seluruh layanan yang diberikan tidak dipungut biaya. Bahkan, ia meminta agar apabila pelayanan belum dapat diselesaikan pada hari yang sama, dokumen dapat diantarkan ke rumah warga sesuai dengan SOP yang berlaku.
“Saya tanya langsung, ada pungutan atau tidak, dan semuanya gratis. Saya juga minta kepada Pak Camat, jika pelayanan belum selesai hari ini, dalam dua atau tiga hari ke depan bisa diantarkan ke rumah warga. Ini bentuk pelayanan prima,” tegasnya.
Lanjut dia, pelayanan yang diberikan meliputi administrasi kependudukan seperti KTP, KK, surat keterangan tidak mampu, serta pelayanan administrasi lainnya. Menurut dia, inovasi ini patut menjadi contoh bagi kecamatan lain yang memiliki karakteristik wilayah serupa.
“Ini inovasi yang sangat bagus dan akan kita kaji untuk diterapkan di kecamatan lain. Nanti akan kita bicarakan bersama para camat, tentu dengan melihat situasi dan kondisi masing-masing wilayah. Kecamatan Curug ini layak menjadi percontohan,” imbuhnya.
Salah satu warga Kecamatan Curug, Silvi, mengungkapkan apresiasi dan terima kasihnya terhadap pelayanan malam hari yang dilakukan Kecamatan Curug. Dirinya dan masyarakat yang tidak memiliki waktu di pagi hingga sore hari sangat terbantu.
“Kami sangat mengapresiasi Kecamatan Curug yang mengakomodir masyarakat seperti kami yang pagi sampai sore bekerja. Dengan adanya pelayanan malam hari ini, kami bisa tetap mengurus administrasi kependudukan. Ini inovasi yang sangat baik dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Silvi. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meninjau langsung lokasi terdampak bencana angin puting beliung yang terjadi di Perumahan Taman Adiyasa, Desa Cikuya, Kecamatan Solear, Jumat (23/1/26).
Pada kunjungan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid memastikan percepatan penanganan dan langsung menginstruksikan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk segera melakukan perbaikan rumah warga yang mengalami kerusakan.
Berdasarkan data sementara, bencana angin puting beliung yang terjadi pada Kamis sore (22/1/26) tersebut mengakibatkan sekitar 103 unit rumah warga mengalami kerusakan dengan kategori ringan, sedang, hingga berat.
“Kami hadir langsung bersama jajaran untuk melihat kondisi di lapangan pascakejadian angin puting beliung yang terjadi kemarin sore. Berdasarkan pendataan sementara, terdapat sekitar 103 rumah warga yang terdampak dengan tingkat kerusakan yang bervariasi,” ujar Bupati Maesyal Rasyid
Dia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang akan segera melakukan langkah penanganan secara cepat dan terkoordinasi. Penanganan dilakukan melalui perbaikan langsung oleh pemerintah daerah maupun pemberian bantuan kepada warga agar dapat melakukan perbaikan rumah secara mandiri.
“Pemerintah daerah akan segera menindaklanjuti kerusakan rumah warga. Ada yang ditangani langsung oleh Pemda, dan ada pula yang dibantu agar dapat diperbaiki secara mandiri oleh pemilik rumah. Hal ini harus segera dilakukan mengingat saat ini masih dalam musim hujan,” jelasnya.
Selain kerusakan rumah, Bupati juga menyebut ada sejumlah infrastruktur lingkungan yang turut terdampak dan akan segera ditangani oleh OPD terkait.
“Kami juga mencatat adanya kerusakan pada beberapa ruas jalan dan fasilitas lingkungan. Seluruhnya akan ditindaklanjuti agar aktivitas dan mobilitas masyarakat dapat kembali berjalan normal,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu warga terdampak, Ina Damayanti, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas respons cepat yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang.
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan kehadiran langsung Bapak Bupati serta jajaran. Penanganannya sangat cepat, sejak kejadian kemarin hingga hari ini sudah dilakukan pembersihan dan pendataan. Harapannya perbaikan bisa segera dilakukan agar kami bisa kembali beraktivitas,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Tangerang memastikan penanganan pascabencana angin puting beliung di Perumahan Taman Adiyasa akan terus dilakukan hingga kondisi permukiman warga kembali aman dan layak huni.
Kunjungan Bupati Tangerang tersebut didampingi oleh Plh. Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Iwan Firmansyah, Wakapolres Tangerang, Camat Solear, Kepala Desa Cikuya, serta jajaran kepala OPD terkait, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Kesehatan. (Red)
Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meninjau langsung lokasi banjir di Kampung Nyompok Girang, Desa Nyompok Girang, Kecamatan Cisoka, yang mengakibatkan akses warga terputus karena jembatan penghubung terendam luapan anak Sungai Cidurian, Jum'at (23/1/26).
Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi Plh. Sekretaris Daerah Iwan Firmansyah, BPBD, Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, Camat dan Kepala Desa setempat. Selain meninjau kondisi lapangan, rombongan juga menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak.
Bupati Tangerang menjelaskan bahwa intensitas hujan yang tinggi dan berlangsung lama dalam beberapa hari terakhir menyebabkan debit Sungai Cidurian meluap hingga menenggelamkan jembatan yang telah berusia belasan tahun tersebut.
“Hujan ini sejak beberapa hari terakhir intens dan durasinya lama, sehingga menimbulkan luapan air dari Sungai Cidurian. Akibatnya jembatan di Kampung Nyompok Girang ini kondisinya berada di bawah air, sehingga akses masyarakat terputus” ujar Bupati Maesyal Rasyid
Dia menegaskan Pemerintah Kabupaten Tangerang telah menyiapkan langkah penanganan jangka pendek dan jangka panjang. Untuk jangka pendek, Pemkab menyalurkan bantuan kebutuhan pokok karena aktivitas warga lumpuh akibat terputusnya akses dan posko kesehatan
“Tadi saya tanya, masyarakat tidak bisa beraktivitas karena jembatannya terendam air, mau belanja susah. Maka kami bersama BPBD membawa logistik untuk kebutuhan sehari-hari dan posko kesehatan,” ungkapnya.
Lanjut dia, untuk jangka panjang, Pemkab Tangerang berencana membangun kembali jembatan dengan elevasi yang lebih tinggi dan sejajar dengan jalan pemukiman agar lebih aman dilalui saat banjir.
“InsyaAllah jangka panjangnya, jembatan akan kita bangun dengan ketinggian yang sama dengan jalan pemukiman. Supaya walaupun terjadi luapan air, jembatan tetap bisa dilalui. Mudah-mudahan tahun 2026 ini segera kita bangun,” jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga memastikan akan memberikan bantuan bagi petani yang terdampak banjir, khususnya lahan sawah yang terendam hingga mengalami puso
“Dinas Pertanian juga akan membantu masyarakat atau kelompok tani yang sawahnya tertutup air dan mengalami puso,” tambahnya.
Menanggapi kondisi cuaca ekstrem saat ini, Bupati juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan membatasi aktivitas, terutama melintasi jembatan yang terendam banjir.
“Saya minta masyarakat lebih hati-hati. Untuk sementara perahu akan kita siagakan, dan saya sarankan aktivitas dilakukan pagi sampai sore saja, jangan malam hari,” pungkasnya.
Pemkab Tangerang melalui OPD terkait akan terus memantau perkembangan situasi dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi.
Sementara itu, Plh. Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah menegaskan bahwa kondisi jembatan tidak mengalami kerusakan struktural, melainkan akses terputus karena posisi jembatan berada di bawah permukaan air saat terjadi luapan.
“Perlu kami luruskan bahwa yang terputus itu bukan jembatannya, tetapi akses masyarakat karena posisi jembatan berada di bawah permukaan air ketika terjadi luapan sungai. Jadi jembatannya masih ada, hanya terendam,” ungkap Iwan.
Dia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Tangerang telah mengalokasikan anggaran pada tahun 2026 untuk pembangunan kembali jembatan dengan elevasi yang lebih tinggi agar kejadian serupa tidak terulang.
“Di tahun 2026 ini sudah kita anggarkan untuk pembangunan jembatan dan akan ditinggikan. Dengan begitu, ketika air kembali meluap, jembatan tidak lagi terendam dan aksesnya aman, tetap bisa dilalui masyarakat,” jelasnya. (Red)