Tangerang, lensafokus.id -- Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid membuka seminar rekomendasi penerapan Jam Balajar Masyarakat (JBM) yang diinisiasi Dewan Pendidikan Kabupaten Tangerang di Hotel Lemo, Kecamatan Kelapa Dua, Jum'at (28/11/25).
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan bahwa membudayakan jam belajar di masyarakat memerlukan dukungan aktif tidak hanya melibatkan pemangku kebijakan, namun juga seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang mendukung kenyamanan dan konsentrasi belajar, khususnya para anak didik sebagai generasi penerus pembangunan.
"Budaya jam belajar perlu dukungan keterlibatan aktif semua masyarakat yang semakin kuat untuk menciptakan lingkungan sosial yang lebih mendukung. Jam belajar ini juga sangat bermakna dalam hal menentukan adanya kenyamanan dan konsentrasi belajar," ujar Bupati Maesyal Rasyid.
Dia berharap melalui seminar tersebut, nantinya menghasilkan berbagai masukan dan rumusan serta komitmen kuat bersama yang bisa menjadi acuan pelaksanaan JBM nantinya.
"Silakan nanti dirumuskan dan ditentukan apa saja yang diperlukan. Inilah wujud nyata kita semua bertanggungjawab agar anak-anak kita ini bisa belajar dengan nyaman dan baik sehingga mereka bisa cerdas, sehat dan pintar, menjadi SDM yang unggul dan berkompeten untuk memajukan daerah," tandasnya.
Dia mengucapkan kepada Dewan Pendidikan Kabupaten Tangerang, Dinas Pendidikan serta semua pihak yang terus aktif berkolaborasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Tangerang.
"Atas nama pribadi dan pemerintah daerah kami ucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Dewan Pendidikan Kabupaten Tangerang atas komitmen dedikasi dan kerja kerasnya dalam mendorong berbagai inovasi untuk memperkuat kualitas pendidikan di daerah Kabupaten Tangerang," pungkasnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id -- Pemerintah Kabupaten Tangerang kembali mengukir prestasi dengan menerima Penghargaan Paritrana Award 2024 terbaik pertama dari BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Banten.
Penghargaan bergengsi diserahkan langsung oleh Hubermur Banten Andra Soni kepada Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid di Hotel Atria, Gading Serpong Kamis malam (27/11/2025).
Diketahui penganugerahan penghargaan jaminan sosial ketenagakerjaan ini sebagai bentuk apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten/ Kota dalam memperluas cakupan jaminan sosial ketenagakerjaan, khususnya bagi para pekerja rentan, pekerja sektor informal, serta aparatur pemerintah daerah.
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya kepada seluruh pihak, pemangku kepentingan serta masyarakat yang telah berkolaborasi dan bersinergi untuk memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial bagi para pekerja
"Alhamdulillah, prestasi ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran Pemkab Tangerang bersama BPJS Ketenagakerjaan wilayah Kabupaten Tangerang, dunia usaha, dan masyarakat," ungkap Bupati Maesyal Rasyid
Menurutnya, perlindungan jaminan sosial bagi pekerja merupakan sebuah instrumen penting dalam meningkatkan kualitas hidup pekerja dan memastikan keberlanjutan ekonomi daerah.
"Program perlindungan ini bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi wujud perhatian Pemda terhadap kesejahteraan dan masa depan masyarakat Kabupaten Tangerang,” imbuhnya.
Pihaknya berharap dengan diraihnya penghargaan tersebut bisa lebih menguatkan komitmen bersama untuk melakukan aksi nyata yang lebih baik lagi dalam hal jaminan sosial ketenagakerjaan, khususnya bagi para pekerja rentan dan pekerja sektor informal
Sementara itu, dalam sambutan, Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan apresiasi tinggi kepada pemerintah daerah yang telah menunjukkan komitmen nyata dalam memastikan cakupan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Paritrana Award bukan sekadar penghargaan, tetapi pengakuan atas upaya kita bersama untuk memastikan setiap pekerja di Banten memperoleh hak perlindungan jaminan sosial. Saya mengapresiasi kepada semua pihak yang terus menjadi teladan dalam inovasi dan perluasan kepesertaan,” tandasnya.
Penghargaan ini diberikan kepada pemerintah daerah yang dinilai berhasil mendorong peningkatan kepesertaan program jaminan sosial ketenagakerjaan, baik bagi pekerja formal maupun informal. (Red)
Tangerang, lensafokus.id -- Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid secara resmi melantik dan mengambil sumpah sebanyak 8.205 Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (P3K) Paruh Waktu di lingkungan Pemkab Tangerang formasi tahun 2025.
Pelantikan yang terdiri terdiri dari 3.809 tenaga guru, 509 tenaga kesehatan dan 3.887 tenaga teknis tersebut dilaksanakan di Lapangan Raden Aria Yudhanegara Puspemkab Tigaraksa, Jum'at (28/11/25).
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid mengungkapkan bahwa pelantikan dan pengambilan sumpah sebanyak 8.205 P3K Paruh Waktu tersebut merupakan terbesar se-Provinsi Banten dan menjadi kekuatan strategi yang memperkuat kinerja pelayanan pemerintah daerah kepada masyarakat.
“Jumlah ini menjadikan Kabupaten Tangerang sebagai daerah dengan PPPK Paruh Waktu terbanyak se-Provinsi Banten, serta merupakan kekuatan strategi yang akan memperkuat kinerja pelayanan pemerintah daerah kepada masyarakat,” ungkap Bupati Maesyal Rasyid.
Menurut dia, pelantikan 8.205 P3K Paruh Waktu tersebut juga menjadi momentum awal bagi para P3K yang dilantik atas pengabdian yang penuh integritas, dedikasi, dan komitmen untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat bersama-sama mendorong terwujudnya pemerintahan daerah yang semakin efektif dan responsif.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang, saya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh PPPK Paruh Waktu yang hari ini resmi memperoleh amanah sebagai bagian dari jajaran aparatur Pemerintah Kabupaten Tangerang,” ujarnya.
Dia juga menandaskan bahwa P3K Paruh Waktu memiliki kewajiban yang sama dengan ASN lainnya, baik itu kinerja maupun tanggungjawabnya.
"Paruh waktu itu tanggung jawab dan kinerjanya jangan setengah hati. Jaga loyalitas dan semangat untuk kepentingan. Bekerjalah dengan baik sesuai dengan peraturan yang berlaku, hormati atasan, hormati pimpinan," tandasnya.
Dia juga meminta seluruh P3K Paruh Waktu agar bijak menggunakan media sosial, sopan dan beretika serta mampu menjaga rahasia pemerintah dan negara untuk kepentingan masyarakat.
"Saya mohon kepada seluruhnya untuk bijak menggunakan media sosial. Jaga rahasia pemerintah dan negara untuk menjaga pesan, etika dan menjaga kata-kata yang menimbulkan ketidaknyamanan," serunya.
Pada kesempatan tersebut, Kantor Regional III BKN memberikan piagam penghargaan kepada Kabupaten Tangerang yang telah melakukan percepatan penandatanganan P3K Paruh Waktu Formasi tahun 2025.
Usai acara pelantikan dan pengambilan sumpah P3K Paruh Waktu, Bupati bersama Wakil Bupati Intan Nurul Hikmah, Ketua DPRD dan unsur Forkopimda lainnya memberikan ucapan langsung kepada para P3K paruh waktu yang disambut kegembiraan.
Salah satu P3K Paruh Waktu, Faqih dari Kecamatan Pasar Kemis mengungkapkan rasa syukur dan kegembiraannya atas penantian panjang selama kurang lebih 22 tahun dia bekerja.
“Alhamdulillah, akhirnya selama 22 tahun sejak 2003, bisa lulus dan resmi diakui sebagai pegawai pemerintah. Terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut memperjuangkan kami semua,” ucapnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Lingga wartawan dari Lensa Fokus menjadi korban pemberhentian paksa oleh Orang Tidak Dikenal (OTK)
Kejadian tersebut terjadi di jalan Pantura. saat wartawan tersebut sedang melakukan perjalanan pulang selesai bekerja.
Pada Jum'at Sore, 28 November 2025. Wartawan tersebut dihampiri sekitar 10 orang dan meminta untuk menghentikan perjalanannya yang tepatnya di depan Indomaret Jl. Raya Serang No.Km 14.5, Desa Cikupa Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang. Dengan wajah kurang bersahabat mereka menanyakan perihal plat kendaraan bermotornya itu asli atau palsu.
Sedangkan kendaraan bermotor miliknya itu bukan motor bermasalah atau motor dalam urusan perbankan, alias motor dibayar lunas.
Wartawan tersebut merasa di intimidasi dan memutuskan untuk menanyakan bahwa Orang-orang tersebut pihak dari mana, belum menjawab pertanyaan tersebut sejumlah OTK tersebut meninggalkan lokasi dengan Tergesa-gesa dari tempat kejadian tanpa ada bahasa permohonan maaf.
"Saya sangat mengecam tindakan ini dan semoga tidak terulang kembali," kata Lingga. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Tangerang menggelar Evaluasi dan Implementasi Dashboard Executive di Yasmin Hotel, Curug, Kamis (26/11/2025). Acara ini bertujuan memperkuat pengambilan keputusan strategis melalui pemanfaatan data yang lebih optimal.
Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dari upaya percepatan transformasi digital daerah. Diskominfo menekankan bahwa kebijakan yang baik harus berbasis evidensi dan data yang terintegrasi.
Kepala Diskominfo Kabupaten Tangerang, Diyan Mayang Sari, membuka kegiatan secara resmi. Acara dihadiri Sekretaris Perangkat Daerah, pengelola data dan aplikasi, serta tenaga ahli atau vendor pengembang sistem.
“Integrasi data lintas perangkat daerah adalah kunci agar Dashboard Executive dapat menyajikan informasi yang akurat. Kami ingin setiap perangkat daerah memiliki komitmen yang sama dalam penguatan tata kelola data,” ujar Mayang.
Sementara itu, Kabid Aplikasi dan Teknologi Informatika (Aptika) pada Diskominfo Kabupaten Tangerang, Cecep Khaerudin memberikan gambaran umum mengenai arah penguatan tata kelola data pemerintah daerah.
“Tata kelola data harus dibangun secara sistematis agar mudah diakses dan dimanfaatkan. Dashboard Executive hanya akan optimal jika seluruh perangkat daerah berpartisipasi aktif,” kata Cecep.
Dalam paparannya, Cecep menjelaskan konsep Smart City Kabupaten Tangerang, ekspos Dashboard Data Smart Center (DSC), serta proses penggalian kebutuhan data dari perangkat daerah.
“DSC dirancang untuk menampilkan indikator strategis yang diperlukan pimpinan daerah,” jelasnya.
Berbagai aplikasi milik OPD turut ditampilkan sebagai contoh hasil kolaborasi dengan Diskominfo. Penampilan aplikasi ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah membangun ekosistem teknologi informasi yang terpadu.
“Inovasi digital harus terus dikembangkan agar pelayanan publik semakin mudah dan cepat,” ujar Cecep.
Melalui kegiatan evaluasi ini, Diskominfo berharap pemanfaatan Dashboard Executive dapat semakin efektif sebagai alat bantu strategis bagi pimpinan daerah. Sistem ini diharapkan mampu mendukung pengambilan keputusan yang cepat, tepat, dan berbasis data. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id - Di tengah laju modernisasi, Kabupaten Tangerang menghadirkan pemandangan inspiratif dengan diwisudanya ratusan lanjut usia (lansia) yang berdiri tegap mengenakan toga, menyambut momen kelulusan mereka dari Sekolah Lansia 2025 yang digelar di Hotel Lemo, Kecamatan Kelapa Dua, Kamis (27/11/25).
Pada kesempatan itu, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid yang diwakili Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Prima Saras Puspa mengatakan bahwa wisuda sekolah lansia tersebut merupakan bukti bahwa usia bukanlah batasan untuk belajar dan berkarya.
"Wisuda lansia ini adalah bukti bahwa usia bukanlah batasan untuk terus belajar dan berkarya. Mereka tetap semangat, produktif dan tentu saja menginspirasi kita semua," ujar Prima
Menurut dia, peningkatan jumlah lansia harus dipandang sebagai peluang, bukan beban. Berdasarkan data, jumlah lansia di Kabupaten Tangerang mencapai 283.846 jiwa dengan angka harapan hidup 75 tahun, lebih tinggi dari rata-rata nasional.
“Pertumbuhan jumlah penduduk lansia menjadi potensi besar bagi pembangunan. Kehadiran lansia akan berdampak positif apabila mereka sehat, aktif, produktif, dan mandiri. Inilah yang ingin kita wujudkan melalui Sekolah Lansia,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa program Sekolah Lansia merupakan bagian dari program prioritas SIDAYA (Lansia Berdaya) yang dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup warga usia lanjut melalui pendekatan edukatif dan sosial di tingkat komunitas.
"Sekolah Lansia merupakan pengembangan dari kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL), wadah pembelajaran non-formal yang memberikan pendidikan sepanjang hayat bagi lansia. Di Kabupaten Tangerang, saat ini telah terbentuk 290 kelompok BKL dan 16 Sekolah Lansia yang tersebar di berbagai kecamatan," jelasnya
Sementara itu, Kepala DPPKB Kabupaten Tangerang, dr. Achmad Muchlis, MARS melaporkan bahwa wisuda saat ini berasal dari 4 Sekolah Lansia, yakni BKL Rembulan di Desa Mekarsari (Kecamatan Jambe), BKL Anggrek di Desa Kemuning (Kecamatan Kresek), BKL Matuga Seroja di Desa Caringin (Kecamatan Legok), dan BKL Hibrida di Kelurahan Kutajaya (Kecamatan Pasar Kemis).
Dia menambahkan saat ini sudah terbentuk 14 Sekolah Lansia di Kabupaten Tangerang dan berharap ke depan dapat bertambah lagi sekolah lansia baru yang terbentuk di desa/ kelurahan dan kecamatan lainnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Banten, Rusman Efendi pun menegaskan bahwa pembangunan lansia tangguh menjadi bagian dari quick win program nasional menuju Indonesia Emas 2045.
“Menjadi lansia adalah fitrah, tetapi menjadi lansia tidak berarti menjadi beban. Lansia memiliki potensi untuk tetap sehat, mandiri, aktif, produktif, dan bermartabat atau SMART melalui tujuh dimensi lansia tangguh,” jelas Rusman.
Tujuh dimensi tersebut mencakup spiritual, fisik, emosional, intelektual, sosial, vokasional, serta lingkungan. Ia menyebut, Sekolah Lansia bukan hanya tempat belajar, tetapi juga ruang membangun harga diri dan makna hidup bagi para lansia.
“Kami meyakini bahwa lansia adalah generasi kaya pengalaman yang tetap dapat memberi kontribusi nyata bagi keluarga dan masyarakat,” seru dia.
Data aplikasi SIDAYA mencatat terdapat 35 Sekolah Lansia di Provinsi Banten dengan 1.040 siswa, di mana 620 di antaranya telah diwisuda. Dengan tambahan 100 wisudawan di Kabupaten Tangerang tahun ini, total mencapai 720 lansia lulusan Sekolah Lansia se-Provinsi Banten hingga 2025.
Rusman menegaskan bahwa wisuda ini bukan sekadar seremoni. “Wisuda ini adalah wujud penghormatan kita kepada lansia. Mereka bukan hanya penerima manfaat, tetapi aktor penting dalam ketahanan keluarga dan pembangunan sosial,” katanya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menghadiri Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) Tingkat Provinsi Banten yang diselenggarakan di Alun-alun Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Kamis (27/11/25).
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengapresiasi penyelenggaraan Hakordia tingkat Provinsi Banten di Kabupaten Tangerang dan menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas.
“Pemerintah Kabupaten Tangerang akan terus menjaga integritas dalam pelayanan publik, memastikan setiap program berjalan transparan, akuntabel, dan berpihak kepada masyarakat,” ujar Bupati Maesyal Rasyid
Ia menambahkan bahwa upaya pemberantasan korupsi membutuhkan kolaborasi dan sinergi seluruh pihak, mulai dari aparatur hingga masyarakat. Dia berharap kolaborasi dan sinergi yang telah terjalin semakin kuat untuk mewujudkan Kabupaten Tangerang yang maju, berdaya saing.
“Kami berharap sinergi ini terus terjaga. Dengan integritas sebagai landasan, insyaAllah Kabupaten Tangerang dapat menjadi daerah yang maju, berdaya saing, dan memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh warga,” imbuhnya
Lanjut dia, melalui peringatan Hakordia 2025 ini juga diharapkan menjadi momentum memperkuat komitmen bersama untuk mewujudkan pembangunan, pemberdyaan dan pelayanan yang bersih, bebas dari praktik-praktik korupsi
"Peringatan Hakordia tahun 2025 ini menjadi momentum bagi kita semua untuk makin memperkuat tekad mewujudkan pemerintahan yang bebas dari praktik korupsi," pungkasnya
Dalam sambutannya, Gubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa isu antikorupsi merupakan tema yang tidak pernah lekang oleh waktu, mengingat korupsi merupakan ancaman nyata terhadap kesejahteraan rakyat, kemajuan pembangunan, serta masa depan generasi mendatang.
“Korupsi bukan hanya persoalan hukum, melainkan persoalan moral, budaya, dan tata kelola. Ia merusak kepercayaan publik, menghambat pelayanan, memperlebar kesenjangan sosial, dan menggerogoti kualitas pembangunan,” ujar Andra Soni
Ia menegaskan bahwa korupsi telah merampas hak rakyat terhadap pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan pelayanan publik lainnya. Oleh karena itu, tidak akan ada pemerintahan yang benar-benar berhasil melayani rakyatnya apabila praktik korupsi masih terjadi.
Gubernur juga menyoroti pentingnya dunia pendidikan sebagai ruang strategis membangun ekosistem antikorupsi sejak dini. Untuk itu, nilai-nilai integritas dan keteladanan harus ditanamkan sejak dini di sekolah-sekolah
“Sekolah harus menjadi zona integritas. Tidak boleh ada ruang praktik korupsi, pungutan liar, atau penyalahgunaan wewenang dalam dunia pendidikan. Nilai integritas tidak lahir dari ceramah semata, tetapi dari keteladanan,” tandasnya.
Lebih lanjut, Gubernur menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Banten terus memperkuat integritas dan tata kelola pemerintahan, mulai dari perencanaan, penganggaran, pengadaan barang dan jasa, pelayanan publik, hingga pengawasan dan evaluasi.
“Banten harus maju, adil, merata, dan tidak korupsi. Itu visi yang terus kita dengungkan sebagai pengingat bagi seluruh aparatur,” ungkapnya.
Kegiatan tersebut juga dihadiri unsur Forkopimda, jajaran OPD, pelajar, tenaga pendidik, serta berbagai elemen masyarakat. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Dewan Pimpinan Cabang Komite Wartawan Reformasi Indonesia (DPC KWRI) Kabupaten Tangerang resmi menggelar Pra Musyawarah Cabang (Pra Muscab) di Kafe Taman Ide, Triraksa, Kecamatan Tigaraksa, Rabu (26/11/2025). Kegiatan ini menjadi tahap awal dalam mempersiapkan Muscab yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.
Pra Muscab dipimpin langsung oleh Ketua DPC KWRI Kabupaten Tangerang dan berlangsung dalam suasana hangat serta penuh semangat kebersamaan. Agenda utama pertemuan ini adalah pematangan teknis menuju Muscab, termasuk pembentukan panitia resmi.
Ketua DPC KWRI Kabupaten Tangerang, Mad Sutisna, S.Kom, MM, atau akrab disapa Anoey, menyampaikan rasa syukurnya karena Pra Muscab dapat berlangsung lancar dan menghasilkan keputusan penting.
“Alhamdulillah hari ini kami jajaran pengurus DPC KWRI Kabupaten Tangerang melaksanakan rapat Pra Muscab,” ujar Anoey.
Ia menambahkan bahwa salah satu poin utama dalam pertemuan ini adalah penetapan panitia Muscab.
“Tadi juga sudah dibentuk panitia untuk kegiatan Musyawarah Cabang (Muscab) DPC KWRI Kabupaten Tangerang, dan yang terpilih ada Ketua Steering Committee (SC) Bang Yopi serta Ketua Organizing Committee (OC) Bang Cahyadi,” jelas Anoey.
Anoey berharap Muscab dapat berjalan baik, lancar, dan sesuai harapan seluruh pengurus maupun anggota KWRI.
Melalui Pra Muscab ini, DPC KWRI Kabupaten Tangerang menegaskan komitmennya dalam memperkuat organisasi dan mempersiapkan Muscab secara matang, termasuk melalui pembentukan Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC).
Agenda ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah antar anggota, mempererat hubungan internal menjelang pelaksanaan Muscab 2025. (Red)
Kota Tangerang, lensafokus.id - Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) memperkuat strategi pengendalian inflasi guna menjaga stabilitas harga serta daya beli masyarakat.
Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, menyampaikan bahwa tingkat inflasi daerah hingga Oktober 2025 berada pada posisi terkendali, yakni 2,54% year-on-year, sekaligus menjadi yang terendah di Provinsi Banten. Capaian tersebut, menurutnya, merupakan hasil kerja bersama seluruh pemangku kepentingan.
“Syukur Alhamdulillah, inflasi Kota Tangerang masih yang terendah di Banten. Ini buah dari kerja keras dan sinergi seluruh unsur TPID, Forkopimda, Bank Indonesia, Bulog, BPS, serta perangkat daerah. Namun menjelang Nataru, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan,” ujar Wali Kota saat membuka kegiatan Capacity Building TPID Kota Tangerang 2025 di Ruang Akhlakul Karimah, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Rabu (26/11/2025).
Pada kegiatan bertema Penguatan Koordinasi dan Strategi TPID dalam Menjaga Stabilitas Harga dan Daya Beli Masyarakat tersebut, wali kota, menekankan pentingnya konsistensi pelaksanaan strategi 4K: ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.
“Kita harus memastikan pasokan cukup, harga tetap terjangkau, distribusi barang lancar, dan informasi tersampaikan dengan baik kepada masyarakat. Ini kunci kesiapan kita menghadapi Nataru,” tegasnya.
Sachrudin, juga meminta seluruh jajaran memperkuat langkah antisipatif melalui peningkatan pemantauan harga harian.
“Kita harus memastikan kecukupan stok komoditas strategis, menyiapkan pasar murah apabila terjadi lonjakan harga, menjaga kelancaran distribusi dan keamanan pasar, serta meningkatkan koordinasi dan sistem peringatan dini (early warning system),” jelasnya.
Disampaikan pula, seluruh upaya yang ditempuh Pemkot Tangerang bertujuan menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat di momentum akhir tahun.
“Tujuan kita jelas: menjaga daya beli masyarakat dan memastikan perayaan Nataru berlangsung aman, tertib, dan kondusif bagi seluruh warga,” ungkapnya.
Dengan kesiapan kebijakan dan penguatan koordinasi lintas lembaga, wali kota optimistis stabilitas harga dapat terjaga sekaligus menjaga kenyamanan masyarakat menjelang akhir tahun.
“Kami menargetkan perayaan Nataru dapat berlangsung aman, lancar, serta tidak mengganggu daya beli masyarakat,” tutupnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menyalurkan paket bantuan bagi Keluarga Berisiko Stunting (KRS) seperti Calon Pengantin (Catin), Ibu Hamil dan Balita di bawah 2 tahun (Baduta) di Aula Kecamatan Kelapa Dua, Rabu (26/11/25),
Bupati Maesyal Rasyid didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Tangerang Rismawati Maesyal Rasyid. Pemkab berkomitmen menurunkan angka kasus stunting di wilayah Kabupaten Tangerang.
Dalam sambutannya, dia menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berkomitmen memperkuat intervensi gizi untuk menekan angka stunting. Bantuan bagi KRS merupakan bagian dari rangkaian program percepatan penurunan dan pencegahan stunting.
“Pemberian bantuan berupa makanan bergizi dan sembako ini dilaksanakan dalam rangka percepatan penurunan serta pencegahan stunting di Kabupaten Tangerang. Melalui bantuan ini, kami berharap angka stunting semakin menurun dan tidak muncul kasus baru,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.
Dia juga kembali menyampaikan bahwa Kabupaten Tangerang telah memperoleh apresiasi dari pemerintah pusat dalam bentuk insentif fiskal tahun berjalan, atas keberhasilan pelaksanaan program percepatan penurunan stunting.
“Alhamdulillah, Kabupaten Tangerang mendapatkan apresiasi dari pemerintah pusat berupa insentif fiskal. Ini menunjukkan bahwa upaya penanganan stunting di daerah kita dinilai berhasil. Pencapaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur pemerintah dan masyarakat,” tuturnya.
Menurut dia, paket bantuan yang disalurkan senilai Rp700.000 mencakup bahan pangan bergizi, terdiri dari 9 jenis barang, melalui APBD Kabupaten Tangerang sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap keluarga yang berisiko stunting.
"Ada beras, minyak goreng, telur, abon sapi, tepung terigu, agar-agar powder, abon ayam, bakso ikan dan 1 paket masak natura," imbuhnya.
Dia juga mengimbau para Catin, orang tua, kader, serta jajaran pemerintah di wilayah untuk memastikan upaya pencegahan Stunting dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan di lingkungannya masing-masing sebagai salah bentuk nyata
mendukung penuh agenda nasional dalam percepatan penurunan stunting.
“Kami berharap para orang tua terus menjaga kebersihan lingkungan dan memperhatikan asupan gizi anak-anak. Melalui gerakan bersama dalam program DASHAT–Dapur Sehat Atasi Stunting, Pemerintah Kabupaten Tangerang terus mengokohkan komitmennya untuk mewujudkan Tangerang yang Sejahtera, Sehat, dan Berdaya Saing," pungkasnya.
Kepala Dinas DPPKB Kabupaten Tangerang, dr. Muchlis, dalam laporannya menegaskan bahwa program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) merupakan salah satu strategi penting pemerintah daerah dalam mempercepat penurunan angka stunting.
“Program DASHAT menitikberatkan pada pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga berisiko stunting, seperti ibu hamil, ibu pasca melahirkan, balita, dan calon pengantin. Program ini tidak hanya mengedepankan pelayanan kesehatan, tetapi juga pemberdayaan masyarakat untuk memperkuat ketahanan keluarga,” jelas dr. Muchlis.
Ia memaparkan bahwa sejak digagas pada 2023, program DASHAT telah terbentuk di seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Tangerang. Pada tahun 2025, pelaksanaan program menyasar 3.312 keluarga berisiko yang mencakup edukasi serta pemberian bantuan natura.
Pihaknya juga menyiapkan paket natura tambahan untuk didistribusikan ke seluruh kecamatan, serta menargetkan sekitar 3.500 keluarga menerima bantuan serupa pada tahun anggaran berikutnya.
“Program ini merupakan wujud sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidup keluarga, memperkuat kepedulian sosial, serta mendukung terwujudnya keluarga yang sehat, harmonis, dan berdaya,” imbuhnya. (red)
© 2018 Lensafokus.id. All rights reserved. support by pamulang.net
