Alumni SMAN 25 Bermunculan, Aliansi Sepatan Raya Desak Oknum Guru Dipecat

TANGERANG, lensafokus.id - Mediasi kasus dugaan pelecehan seksual terhadap 10 siswi SMAN 25 Kabupaten Tangerang telah dilakukan di sekolah dengan dihadiri Camat Sepatan Timur, Kapolsek Sepatan AKP. Fahyani, Danramil, tim PPA Kecamatan Sepatan Timur, Pihak sekolah, orang tua dan siswa.

Hal tersebut dibenarkan Kapolsek Sepatan AKP.Fahyani,SH,. saat di konfirmasi menyatakan.

"Kami dengan pak camat, dengan tim dari PPA Kec Sepatan Timur melakukan pertemuan dengan sekolah, orang tua dan siswa.

Kapolsek menegaskan pihaknya hanya memfasilitasi mediasi tersebut dan membuka jalur hukum jika ada pihak yang tidak puas, karena korban masih di bawah umur.

"KLO kami hanya memfasilitasi dan bila ada yng tidak puas ada mekanisme hukumnya karena ini Adik di bawah umur, yang berwenang yang nangani. Unit PPA," tegas Kapolsek Fahyani."ucapnya Senin (12/10/2026)

Namun pasca mediasi tersebut, fakta baru mencuat. Korban dan saksi pelecehan seksual dari kalangan alumni SMAN 25 Kabupaten Tangerang terus bermunculan dan mengaku pernah mengalami hal serupa oleh oknum yang sama.

Kondisi ini memicu Aliansi Sepatan Raya (ASR) gabungan ormas, aktivis dan warga untuk melayangkan surat Pemberitahuan Aksi Damai Nomor: 11/Pemberitahuan/ASR/X/2026 kepada Kapolres Metro Tangerang Kota.

Jhonpera menegaskan aksi yang akan dilakukan pada KAMIS, 15 Oktober 2026 JAM 09.00 WIB dengan titik kumpul Halaman Kantor Kec. Sepatan Timur dan titik aksi di SMAN 25 Kab Tangerang, bukan aksi siswa, melainkan aksi kepedulian masyarakat.

"Kalau korban dan saksi terus bermunculan dari alumni, itu berarti pihak sekolah sengaja menutupi sejak lama perbuatan tidak bermoral ini. Kalau pelaku oknum guru tidak dipecat, siapa yang akan menjamin tidak akan ada korban selanjutnya?" tegas salah satu koordinator aksi Jhoni atau yang biasa disapa Jhonpera. (Mala)

Rate this item
(0 votes)
Go to top