Banten

Banten (6285)

Kota Tangerang, lensafokus.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus menggencarkan proyek perbaikan jalan rusak dan berlubang di sejumlah wilayah. Salah satunya, Pemkot Tangerang mulai melakukan penambalan di sepanjang Jalan Raden Saleh, Karang Tengah, Kota Tangerang.

Kepala Bidang Operasional dan Pemeliharaan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang, Iwan Nursyamsu menuturkan, Pemkot Tangerang terus mendorong proyek perbaikan jalan rusak dan berlubang di Jalan Raden Saleh Karang Tengah dapat dituntaskan dalam waktu dekat.

Sejauh ini, Pemkot Tangerang menargetkan proyek perbaikan jalan yang sedang berlangsung menyasar sekitar 20 titik kerusakan di Jalan Raden Saleh Karang Tengah menggunakan material paving block dan cold mix menyesuaikan dengan kondisi di lapangan.

”Kami terus menggencarkan proyek perbaikan jalan secara masif. Hari ini, kami mulai melakukan perbaikan kerusakan Jalan Raden Saleh yang sudah cukup parah. Ada banyak bekas galian yang harus ditambal termasuk puluhan titik jalan berlubang yang menganggu keamanan dan kenyaman para pengguna jalan terutama di musim penghujan seperti sekarang,” ujar Iwan, Kamis (12/2/2026).

Ia melanjutkan, Pemkot Tangerang memastikan proyek perbaikan Jalan Raden Saleh Karang Tengah sudah mencapai 50 persen dari target total yang ditentukan. Proyek perbaikan jalan ini menjadi salah satu priotitas penanganan sementara karena menjadi salah satu ruas jalan terpadat di wilayah timur karena menjadi akses utama dari Karang Tengah menuju Jalan HOS Cokroaminoto Ciledug menuju arah DKI Jakarta via Kebayoran.

”Sampai siang ini proyek perbaikan jalan sedang berlangsung di sejumlah titik, perkembangannya sudah ada 10 titik yang dituntaskan, sisanya ditargetkan bisa tuntas secepatnya sehingga jalanan bisa kembali dilalui dengan aman dan nyaman,” tambahnya.

Selain itu, Pemkot Tangerang juga sedang melakukan proyek perbaikan di sejumlah ruas jalan lainnya seperti di Jalan Pajajaran, Jalan Marsekal Suryadarma Neglasari, Jalan Poris Indah Cipondoh, Jalan Garuda Neglasari, Jalan Pembangunan III Neglasari, Jalan Husein Sastranegera Benda, dan Jalan Villa Tangerang Indah Periuk. (Red)

Kota Serang, lensafokus.id - Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah menghadiri kegiatan bedah buku berjudul Baduy: Masyarakat 1001 Tabu, di Aula Horison TC UPI Serang, Kota Serang, Kamis (12/2/2026).

Ia mengapresiasi terselenggaranya bedah buku yang menghadirkan para akademisi sebagai pembedah.

Hadir sebagai narasumber dalam buku tersebut di antaranya akademisi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof. Dr. Retty Isnendes, akademisi Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten Ade Jaya Suryani, dan penulis buku Uday Suhada.

Menurut Dimyati, buku tersebut memiliki kualitas yang baik dari sisi penulisan, kelengkapan pustaka, maupun hasil kajian empiriknya.

“Alhamdulillah, hari ini ada bedah buku, dan luar biasa yang membedahnya para profesor. Bukunya bagus, dari sisi penulisannya bagus, dari pustakanya juga bagus, dan dari hasil kajian empiriknya juga bagus,” ungkap Dimyati.

Dimyati menilai buku tersebut mampu menjadi referensi bagi kalangan akademisi maupun mahasiswa yang tengah menyusun skripsi, tesis, dan disertasi.

Ia berharap semakin banyak generasi muda yang terdorong untuk menulis karya ilmiah, khususnya yang mengangkat kekayaan budaya lokal Banten.

Keberadaan buku ini juga dapat menjadi bagian dari dokumentasi dan literasi mengenai Baduy. Suku pelestari alam ini merupakan masyarakat adat yang ada di Provinsi Banten yang sejak lama menjaga adat istiadat.

“Baduy ini hanya ada di Banten, di dunia ini hanya ada di Banten. Kita juga harus banyak belajar dari masyarakat Baduy,” katanya.

Dimyati menyampaikan terima kasih kepada penulis atas karya yang dinilainya sebagai bukti nyata kontribusi bagi daerah, bangsa, dan negara.

Ia berharap buku tersebut dapat diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris agar dapat dibaca masyarakat internasional.

“Saya berharap buku ini diterjemahkan ke bahasa Inggris supaya orang-orang luar bisa membaca dan memahami Baduy. Ini juga bisa mendorong kunjungan wisatawan," imbuhnya.

Lebih lanjut, Dimyati menilai kegiatan bedah buku tersebut sekaligus menjadi seruan untuk meningkatkan daya literasi masyarakat.

Ia mengapresiasi proses akademik yang dilakukan secara terbuka dan ilmiah, sehingga memperkaya wawasan serta pemahaman tentang kehidupan masyarakat Baduy.

“Saya yakin buku ini akan banyak dicari orang. Ini bukan hanya untuk Banten, tetapi untuk bangsa dan negara,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Keuangan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof. Dr. Rudi Susilana menyampaikan kegiatan bedah buku tersebut merupakan bagian dari komitmen UPI untuk membumikan kampus di tengah masyarakat Banten.

UPI tidak hanya hadir sebagai institusi akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan literasi masyarakat.

“UPI hadir di Banten harus menyatu dan membumi. Kegiatan ini bagian dari upaya membumikan UPI sekaligus mengangkat komunitas masyarakat yang patut dijadikan contoh dan dibukukan sebagai bahan literasi bagi masyarakat umum,” ujarnya.

Ia juga menyambut baik gagasan Wagub Dimyati untuk menerjemahkan buku tersebut ke dalam bahasa Inggris.

Menurutnya, hal itu memungkinkan untuk direalisasikan, mengingat tim editor memiliki kompetensi di bidang linguistik bahasa Inggris.

“Kami akan memfasilitasi agar buku ini bisa diterjemahkan dan dicetak dalam edisi bahasa Inggris. Harapannya bukan hanya membumi, tetapi juga mendunia," katanya.

Ditempat yang sama, Uday Suhada, penulis buku Baduy: Masyarakat 1001 Tabu, menuturkan kegiatan bedah buku tersebut juga menghadirkan para pakar di bidangnya guna memastikan objektivitas dan kualitas akademik karyanya.

“Saya ingin subjektivitas saya dieliminir melalui bedah oleh para pakar dan merupakan akademisi yang memiliki kompetensi dan pengalaman riset tentang Baduy,” ujarnya.

Uday berharap kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam meningkatkan budaya literasi di Banten.

Perguruan tinggi juga dapat mendukung dalam meningkatkan budaya literasi termasuk untuk narasi-narasi kedaerahan.

"Sehingga tidak hanya kampusnya yang megah, tapi juga terasa oleh masyarakat Banten manfaat keberadaannya," katanya. (Red)

Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah melakukan monitoring pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di GSG Kec. Sukamulya

Pada kesempatan tersebut, Wabup Intan mengatakan GPM yang dilaksanakan tersebut bertujuan membantu meringankan pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat khususnya menjelang bulan suci Ramadan 1447 H.

"Alhamdulillah hari ini, saya bersama Pak Camat Sukamulya dan jajarannya memonitoring langsung pelaksanaan Gerakan Pangan Murah bagi masyarakat Sukamulya untuk membantu meringankan mereka mendapatkan bahan pokok dengan harga yang sangat terjangkau," ujar Wabup Intan

Lanjut dia, ada sekitar 2.000 paket sembako untuk warga di 8 desa di Kecamatan Sukamulya yang bisa ditebus dengan harga Rp.37 ribu rupiah.

"Paketnya berisi 1 Kg beras, gula pasir, tepung terigu dan 1 liter minyak goreng, masyarakat bisa menubusnya dengan harga cukup terjangkau 37 ribu rupiah," jelasnya

Dia menambahkan Pemkab Tangerang akan menggelar GPM secara serentak di 29 kecamatan sebelum bulan suci Ramadan dengan komoditi pokok diantaranya berupa beras, minyak, gula pasir, terigu dan komoditi lainnya. Untuk itu, dia menandaskan agar seluruh kecamatan bisa benar-benar selektif siapa penerima manfaatnya

"Prinsipnya sekali lagi harus jelas. Penerimanya itu harus benar-benar tepat sasaran, mereka yang benar-benar membutuhkan," tandasnya

Selain melakukan monitoring pelaksanaan GPM, Wabup Intan juga meninjau pelayanan adminstrasi kependudukan di Kec. Sukamulya. Dia secara simbolis menyerahkan KTP kepada warga.

"Sepanjang berkas administrasi pendukungnya lengkap, bikin KTP, KK itu, gak ribet, bisa langsung jadi. Tidak perlu lagi ke Tigaraksa, cukup di kecamatan bisa dilayani," ungkapnya. (Red)

Tangerang, lensafokus.id - Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya strategis untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau menjelang perayaan Tahun Baru Imlek. Kegiatan tersebut digelar di Wihara Arya Dipa, Kosambi, pada Rabu (11/02/2026).

Kepala Disperindag, Resmiati Marningsih menjelaskan, terdapat 1000 paket sembako yang telah disiapkan pada kegiatan tersebut yang berisi beras premium 4 kg, minyak goreng 2 liter, gula pasir 2kg, dan tepung terigu 2 kilogram dengan harga pasar paket tersebut yaitu Rp170.600, namun pemerintah daerah memberi subsidi sehingga masyarakat hanya membayar Rp82.272.

"Untuk masyarakat yang ingin mengikuti program ini masing-masing bisa membawa kupon yang dibagikan oleh pemerintah daerah. Target sasaran utama adalah masyarakat yang akan merayakan Imlek, khususnya di wilayah Kosambi dan sekitarnya," ujarnya.

Ia menungkapkan bahwa Gerakan Pangan Murah (GPM) bertujuan untuk meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok menjelang Tahun Baru Imlek.

"Dengan adanya program ini, masyarakat dapat memperoleh bahan-bahan pokok seperti beras, minyak, gula, dan tepung dengan harga yang lebih terjangkau dan ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama pada momen-momen penting seperti perayaan Imlek," ungkapnya.

Ia berharap kegiatan ini dapat membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga lebih terjangkau, meningkatkan daya beli masyarakat, dan memberikan dukungan sosial dan ekonomi selama periode hari raya.

"Semoga dengan adanya GPM, masyarakat dapat merayakan Imlek dengan lebih meriah dan terbantu dari segi ekonomi, dan semoga kegiatan ini dapat berlangsung secara kontinu untuk meningkatkan daya beli masyarakat dan membantu mereka memenuhi kebutuhan pokok," harapnya.

Pada kesempatan yang sama Cikwa, seorang warga Kosambi, menyampaikan apresiasi atas program GPM yang di laksanakan Pemerintah Kabupaten Tangerang yang dimana Hal ini sangat membantu mengurangi beban ekonomi warga sekitar.

"Kami senang dengan adanya kegiatan ini, Warga yang sebelumnya harus membeli dengan harga lebih mahal, kini bisa mendapatkan barang dengan setengah harga. Semoga program ini rutin diadakan setiap tahun agar bisa terus membantu semua lapisan masyarakat, agar manfaatnya bisa dirasakan semua orang," tutupnya. (Red)

Lebak, lensafokus.id – Pihak SMPN 1 Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten, mengapresiasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah pusat. Program yang menjadi salah satu jargon Presiden Prabowo tersebut dinilai sangat membantu meringankan beban ekonomi keluarga sekaligus meningkatkan asupan gizi siswa.

Kepala SMPN 1 Cikulur, N. Mulyati, M.Pd., mengatakan meski program MBG di sekolahnya baru berjalan beberapa pekan, dampaknya sudah mulai dirasakan secara nyata oleh para siswa.

“Siswa sangat terbantu dengan adanya MBG. Karena hampir sebagian besar siswa di sekolah ini berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi rendah,” ujar Mulyati kepada ChanelBanten.com, Rabu (11/02/2026).

Menurutnya, kondisi geografis sekolah yang berada di wilayah pedesaan membuat sebagian siswa tidak memiliki uang jajan yang cukup, bahkan ada yang sama sekali tidak dibekali uang saku oleh orang tuanya.

“Namanya juga di kampung, banyak siswa yang jarang bawa uang jajan banyak. Bahkan ada juga yang tidak diberi uang jajan sama sekali,” ungkapnya.

Ia menilai program MBG menjadi solusi efektif dalam membantu pemenuhan gizi siswa dari keluarga kurang mampu. Selain membantu ekonomi orang tua, program tersebut juga mendukung konsentrasi belajar siswa karena kebutuhan nutrisi harian lebih terjamin.

Meski demikian, Mulyati berharap pihak pelaksana program, termasuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan para penyedia makanan, dapat bekerja secara profesional dalam menyajikan menu yang sesuai standar gizi.

“Awal-awal memang menu makanannya sedikit kurang sesuai. Tapi sekarang sudah mulai membaik. Saya harap kualitasnya terus ditingkatkan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa kualitas sajian harus benar-benar memenuhi unsur gizi sesuai ketentuan yang telah ditetapkan. Apabila terdapat penyedia atau suplier besar yang tidak menjaga standar kualitas, maka perlu diberikan sanksi tegas, termasuk kemungkinan suspend.

“Kualitas sajian harus dijaga. Kalau tidak sesuai aturan yang sudah ditentukan, tentu harus ada sanksi,” tegasnya.

Program MBG diharapkan tidak hanya menjadi program seremonial, tetapi benar-benar konsisten dalam menjaga kualitas dan pemerataan manfaat, khususnya bagi siswa di wilayah pedesaan seperti Kabupaten Lebak. (Cecep)

TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid secara resmi meluncurkan Pos Layanan Terpadu (Posyandu) dengan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) se-Kabupaten Tangerang. Inovasi tersebut diluncurkan di Aula Pendopo Bupati Tangerang, Kota Tangerang, Rabu (11/2/26).

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menegaskan bahwa Posyandu kini memiliki peran yang jauh lebih strategis dalam mendukung pembangunan daerah. Ia menyampaikan bahwa Posyandu tidak lagi terbatas pada pelayanan kesehatan dasar, tetapi telah bertransformasi menjadi Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) yang bersifat multifungsi.

"Posyandu kini tidak hanya sekadar tempat pelayanan kesehatan dasar semata, melainkan telah bertransformasi menjadi LKD yang mendukung penerapan 6 Standar Pelayanan Minimal, yakni Pendidikan, Kesehatan, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Ketentraman dan Ketertiban Umum, serta Sosial," ujar Maesyal Rasyid.

Bupati Maesyal juga mengajak seluruh jajaran pemerintahan, baik di tingkat kabupaten maupun wilayah, untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mengimplementasikan enam SPM tersebut. Menurutnya, keberhasilan program sangat bergantung pada kolaborasi dan semangat kebersamaan seluruh elemen terkait.

"Saya mengajak seluruh elemen pemerintahan, baik di tingkat kabupaten maupun wilayah, untuk terus bergandengan tangan dan merapatkan barisan. Mari kita jadikan momentum ini sebagai semangat baru untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Dengan sinergi yang kuat, saya yakin tujuan mulia kita dapat tercapai dengan baik," tuturnya.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada para kader Posyandu yang selama ini menjadi garda terdepan dalam pelayanan masyarakat. Ia menilai dedikasi dan keiklasan para kader merupakan fondasi utama dalam mewujudkan masyarakat Kabupaten Tangerang yang sehat, cerdas, dan sejahtera.

"Saya juga ingin menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para kader Posyandu yang selama ini telah menjadi garda terdepan dalam melayani masyarakat. Dedikasi Bapak/Ibu sekalian adalah fondasi utama bagi terwujudnya masyarakat Kabupaten Tangerang yang sehat, cerdas, dan sejahtera," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Pembina (TP) Posyandu Kabupaten Tangerang Ibu Rismawati Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa pihaknya menargetkan pembentukan dua posyandu pada setiap kecamatan, desa, maupun kelurahan untuk pelaksanaan Posyandu 6 SPM. Ia menjelaskan bahwa sosialisasi telah dilakukan kepada para Ketua Tim Pembina Posyandu di tingkat desa dan kelurahan sebagai langkah awal implementasi program pada tahun 2026.

"Kami menargetkan dua Posyandu di setiap kecamatan, desa, dan kelurahan untuk mulai menjalankan Posyandu 6 SPM. Sosialisasi sudah kami lakukan kepada para Ketua Tim Pembina Posyandu di desa dan kelurahan, dan pada tahun 2026 ini seluruhnya sudah harus mulai menjalankan program Posyandu 6 SPM," jelasnya.

Ia menambahkan, ke depan TP Posyandu Kabupaten Tangerang akan melakukan pembinaan secara intensif kepada tim Posyandu yang belum melaksanakan enam Standar Pelayanan Minimal tersebut, agar seluruh wilayah dapat mengimplementasikannya secara menyeluruh pada tahun ini.

"Ke depan, kami akan melakukan pembinaan bagi tim Posyandu 6 SPM yang belum melaksanakan, sehingga di tahun ini seluruhnya sudah mendapatkan pembinaan dan dapat menjalankan program dengan optimal," tambahnya. (Red)

Page 16 of 629
Go to top