Banten

Banten (6674)

Lebak, lensafokus.id – Sikap tertutup diduga ditunjukkan pihak manajemen perusahaan galian pasir kuarsa PT Mitra Jaya Minning (MJM) yang beroperasi di wilayah Desa Ciginggang, Kecamatan Gunungkencana, Kabupaten Lebak. Saat dimintai keterangan terkait legalitas dan dokumen perizinan, pihak perusahaan disebut tidak mampu memperlihatkan sejumlah dokumen penting kepada awak media.

Alih-alih menunjukkan dokumen resmi yang diminta, pihak perusahaan melalui seseorang yang mengaku bernama Koh Joni justru terkesan menyalahkan wartawan dan meminta agar awak media melakukan konfirmasi kepada Kepala Desa Ciginggang.

“Jangan begitulah, coba aja tanya kepala desa, wartawan jangan begitu bikin berita,” ujar Koh Joni melalui sambungan telepon WhatsApp, Kamis (21/5/2026).

Pernyataan tersebut memunculkan tanda tanya besar. Pasalnya, saat ditanya terkait legalitas operasional perusahaan, Koh Joni hanya menyebut seluruh izin telah lengkap, namun tidak dapat membuktikan ataupun memperlihatkan dokumen yang dimaksud kepada wartawan.

IMG 20260522 WA0089

Adapun sejumlah dokumen yang dipertanyakan awak media kepada pihak PT MJM meliputi dokumen resmi IPAL dari Pemerintah Provinsi Banten dan izin galian dari Pemprov Banten, dokumen atau laporan RKAB tahun 2025–2026, serta dokumen penggunaan BBM industri.

Namun hingga berita ini diterbitkan, pihak perusahaan belum juga menunjukkan dokumen-dokumen tersebut secara terbuka.

Sementara itu, Kepala Desa Ciginggang mengaku pihak perusahaan tidak pernah melakukan koordinasi ataupun pengurusan terkait izin IPAL ke pemerintah desa. Bahkan, dirinya mengaku sempat diperlakukan layaknya tamu biasa saat mendatangi area perusahaan.

“Lah saya kan kepala desa di sini, mau masuk ke PT MJM juga harus memperlihatkan KTP. Untuk urusan perizinan IPAL pun mereka belum datang ke desa,” ungkap Kepala Desa Ciginggang kepada wartawan.

Ia juga menyoroti sikap perusahaan yang dinilai tertutup terhadap pemerintah desa, padahal aktivitas pertambangan yang dilakukan berada di wilayah administratif Desa Ciginggang.

IMG 20260522 WA0088

Informasi lain turut mencuat saat awak media kembali meminta dokumen BBM industri, laporan RDKK, serta dokumen izin IPAL. Pihak perusahaan diduga kembali tidak mampu menunjukkan dokumen resmi yang dimaksud.

Ironisnya, dokumen yang justru dikirim oleh pihak perusahaan hanya berupa surat rekomendasi dari pihak Desa Ciginggang yang diketahui merupakan dokumen lama tertanggal tahun 2021.

Kondisi tersebut semakin memunculkan dugaan adanya persoalan administrasi dan legalitas dalam operasional tambang pasir kuarsa PT MJM. Publik pun mempertanyakan transparansi perusahaan terkait kepatuhan terhadap regulasi lingkungan, pertambangan, hingga penggunaan BBM industri.

Hingga saat ini, pihak PT MJM belum memberikan klarifikasi resmi maupun memperlihatkan dokumen legalitas yang diminta awak media sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada publik. (Cecep)

TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Provinsi Banten menunjukkan ketegasannya terhadap maraknya aktivitas galian C yang diduga melanggar aturan dan merusak lingkungan di wilayah Kabupaten Tangerang.

Melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Satpol PP Provinsi Banten, penertiban dilakukan terhadap aktivitas galian C di Kampung Pulo, Desa Gintung, Kecamatan Sukadiri, Kamis (21/05/2026).

Dalam kegiatan tersebut, petugas gabungan dari Pemprov Banten, Satpol PP, aparatur kecamatan, pemerintah desa hingga instansi terkait turun langsung ke lokasi guna melakukan pemeriksaan, penghentian sementara aktivitas operasional serta penyegelan area galian.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Sukadiri, Ahmad Saepul Anwar, Kepala Desa Gintung, Ansori, perwakilan Satpol PP Kabupaten Tangerang, H. Mojahidin, serta Ketua RW 04 Kampung Pulo bersama sejumlah warga.

IMG 20260521 WA0042

Penertiban dilakukan menyusul banyaknya aduan masyarakat terkait dampak aktivitas galian yang dinilai mengganggu lingkungan dan kenyamanan warga sekitar.

Warga mengeluhkan debu, kerusakan jalan hingga lalu lalang kendaraan besar yang dianggap membahayakan dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Kepala Desa Gintung, Ansori mengatakan pihaknya sejak awal menerima banyak laporan dari masyarakat terkait aktivitas galian tersebut.

“Kami menerima banyak aduan dari masyarakat terkait aktivitas galian ini, mulai dari jalan rusak sampai debu yang mengganggu warga. Karena itu kami berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan peninjauan langsung,” ujarnya.

Ia berharap pengelola galian dapat bersikap kooperatif dan mematuhi aturan yang berlaku, termasuk memperhatikan dampak lingkungan yang ditimbulkan.

Sementara itu, perwakilan Satpol PP Provinsi Banten, Irlan menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam terhadap setiap laporan masyarakat.

“Kami akan sigap turun ke lapangan apabila ada laporan dari masyarakat dan akan menindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Di lokasi yang sama, perwakilan Dinas ESDM Provinsi Banten, Ibnu Buhori menyampaikan sejumlah poin hasil sidak yang dilakukan di area galian C tersebut.

Di antaranya yakni penghentian sementara seluruh aktivitas operasional, penyegelan lokasi, pemasangan pagar pengaman di sekitar lubang galian serta tindak lanjut hasil temuan kepada instansi terkait.

Selain itu, pihak pengelola juga diminta bertanggung jawab terhadap dampak yang ditimbulkan akibat aktivitas galian, termasuk mengembalikan kondisi lingkungan seperti semula.

“Kami meminta pengelola bertanggung jawab terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan akibat aktivitas operasional galian tersebut,” ungkap Ibnu Buhori.

Sementara itu, Ketua RW 04 Kampung Pulo, Sobari berharap langkah tegas yang dilakukan Pemerintah Provinsi Banten tidak hanya bersifat sementara, namun dilakukan secara berkelanjutan agar aktivitas usaha yang diduga melanggar aturan dapat ditindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (Sumarna/Mala)

Tangerang, lensafokus.id - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, membuka kegiatan Literasi dan Edukasi Keuangan PT BPR Kerta Raharja Gemilang (Perseroda) tentang bahaya judi online, pinjaman online ilegal, dan praktik rentenir di Gedung Serba Guna Kantor Kelurahan Curug Kulon, Kecamatan Curug, Kamis (21/05/26).

Dalam sambutannya, Sekda Soma Atmaja menyampaikan apresiasi kepada PT BPR Kerta Raharja Gemilang (Perseroda) yang dinilai konsisten menghadirkan program edukatif bagi masyarakat. Menurut dia, literasi keuangan menjadi langkah penting untuk melindungi masyarakat dari ancaman kejahatan finansial yang semakin canggih dan marak terjadi.

Ia menjelaskan, perkembangan layanan keuangan digital memang memberikan banyak kemudahan bagi masyarakat dan pelaku usaha. Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga memunculkan berbagai risiko, seperti judi online, pinjaman online ilegal, hingga praktik rentenir yang dapat merusak kondisi ekonomi keluarga dan kehidupan sosial masyarakat.

“Fenomena ini tidak hanya berdampak pada ekonomi keluarga, tetapi juga bisa memicu persoalan sosial, kriminalitas, bahkan menghancurkan masa depan generasi muda,” ujarnya.

Ditegaskan pula oleh Soma, masyarakat perlu memiliki pemahaman dan kesadaran yang baik agar mampu memilih layanan keuangan yang aman, legal, dan bertanggung jawab.

Untuk itu, Soma mengajak para pelaku UMKM untuk terus meningkatkan kapasitas usaha dengan memanfaatkan layanan keuangan resmi dan terpercaya.

"Akses terhadap layanan keuangan yang sehat, resmi dan terpercaya akan membantu pelaku usaha berkembang secara berkelanjutan dan lebih mandiri secara ekonomi," katanya.

Di tengah derasnya arus informasi digital, Soma Atmaja juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran pinjaman cepat tanpa memahami legalitas dan risikonya. Ia menilai kegiatan edukasi seperti ini menjadi langkah preventif yang sangat penting untuk membangun kewaspadaan dan kesadaran bersama terhadap berbagai modus kejahatan finansial yang terus berkembang.

“Kita harus bersama-sama memperkuat pengawasan dan edukasi di lingkungan masing-masing. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Umum SDM dan Kepatuhan PT BPR Kerta Raharja Gemilang (Perseroda), Deni Setia Wahyudi, mengatakan kegiatan literasi tersebut difokuskan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait bahaya pinjaman online ilegal, khususnya bagi pelaku UMKM serta pengurus RT dan RW di wilayah Kecamatan Curug.

Menurut Deni, edukasi tersebut penting dilakukan karena masih banyak masyarakat yang terjebak pinjaman ilegal maupun praktik bank keliling atau “bank emok”. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pihak BPR dalam menyalurkan kredit produktif kepada masyarakat. Pasalnya, tidak sedikit calon nasabah yang telah memiliki tunggakan atau kredit macet akibat pinjaman online ilegal sehingga mempengaruhi kemampuan mereka untuk mendapatkan akses pembiayaan resmi dari perbankan.

“Kami ingin masyarakat lebih cerdas dalam mengelola keuangan dan memastikan pinjaman yang diambil benar-benar digunakan untuk kebutuhan produktif, khususnya modal usaha,” ujarnya.

Ia menambahkan, edukasi keuangan terus diperkuat agar masyarakat juga semakin memahami risiko pinjaman ilegal dengan bunga tinggi yang dapat memberatkan kondisi ekonomi keluarga.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Operasional PT BPR Kerta Raharja Gemilang (Perseroda), Uus Mustaudie, mengungkapkan pihaknya telah menghadirkan program “Kredit Mikro Raharja” sebagai solusi pembiayaan bagi pelaku UMKM di Kabupaten Tangerang.

"Layanan ini menerapkan sistem jemput bola, mulai dari proses pengajuan hingga pembayaran angsuran yang dapat dipilih secara harian, mingguan, maupun bulanan dengan tenor maksimal satu tahun," ungkap Uus

Saat ini, program Kredit Mikro Raharja telah dimanfaatkan sekitar 600 pelaku UMKM dengan rata-rata pinjaman mencapai Rp5 juta untuk mendukung pengembangan usaha mereka. Ia berharap kehadiran BPR Kerta Raharja sebagai bank milik Pemerintah Kabupaten Tangerang dapat menjadi alternatif pembiayaan yang aman dan terpercaya bagi masyarakat. (Red)

Tangerang, lensafikus.id -- Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah menghadiri sekaligus meresmikan ruang kelas baru SMP Riyadlul Jannah Boarding School Kecamatan Kresek, Kamis (21/05/26)

Dalam sambutannya, Wabup Intan, menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Riyadlul Jannah atas dedikasi dan kontribusinya dalam membangun dunia pendidikan, khususnya pendidikan yang berbasis nilai-nilai keislaman dan pembentukan karakter generasi muda.

“Atas nama pribadi dan pemerintah, kami ucapkan selamat kepada SMP Riyadlul Jannah Boarding School Kresek atas ruang kelas barunya dan apresiasi juga kepada pihak yayasan yang terus peduli menghadirkan ruang kelas yang aman dan nyaman bagi para siswa-siswinya,” ujar Wabup Intan

Menurut dia, peresmian ruang kelas baru tersebut bukan hanya acara seremonial semata, namun juga merupakan simbol semangat dan komitmen bersama dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan. Sarana pendidikan yang memadahi merupakan salah satu pondasi penting untuk menciptakan proses belajar mengajar yang lebih efektif dan nyaman

“Peresmian ruang kelas baru ini bukan sekadar pembangunan fisik semata, melainkan simbol semangat bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Tangerang. Sarana pendidikan yang memadai merupakan salah satu fondasi penting untuk menciptakan proses belajar-mengajar yang nyaman, efektif, dan mampu melahirkan generasi unggul, berakhlakul karimah, serta berdaya saing,” jelasnya.

Lanjut dia, Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen meningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pembangunan sektor pendidikan dan terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak lainnya untuk menciptakan layanan pendidikan yang berkualitas baik formal maupun nonformal.

“Pemerintah daerah tidak mungkin berjalan sendiri, kami juga terus mendorong pihak lainnya untuk berkolaborasi menciptakan layanan pendidikan yang berkualitas, baik formal dan nonformal agar anak-anak Kabupaten Tangerang bisa menjadi generasi penerus yang tangguh, berkarakter dan mampu bersaing nantinya,” ungkapnya

Pada kesempatan tersebut, Wabup Intan juga memberikan motivasi kepada para siswa agar terus semangat menuntut ilmu, hormat kepada guru dan orang tua serta memanfaatkan kesempatan belajar dengan sebaik-baiknya.

“Kalian adalah generasi penerus bangsa. Gunakan kesempatan belajar ini dengan sungguh-sungguh, hormati orang tua dan guru, serta isi masa muda dengan kegiatan yang positif dan bermanfaat,” pesannya.

Sementara itu, Kepala SMP Riyadlul Jannah Boarding School, Abdul Rojak menyampaikan bahwa sekolah SMP Riyadlul Jannah Boarding School berdiri sejak tahun 2023 dan saat ini telah memiliki ratusan siswa. Pihaknya berharap ruang kelas yang baru bisa memberikan kelancaran dan kenyamanan dalam proses belajar mengajar di sekolah

“Kehadiran ruang kelas baru diharapkan mampu menunjang kebutuhan belajar mengajar serta mendukung pengembangan pendidikan di lingkungan pesantren. Selain itu kualitas pendidikan di SMP Riyadlul Jannah Boarding School semakin meningkat dan mampu mencetak generasi muda yang unggul, religius, dan siap bersaing di masa depan,” ujarnya

Selain peresmian ruang kelas baru, kegiatan juga dirangkaikan dengan peletakan batu pertama pembangunan fasilitas pendukung pendidikan sebagai simbol komitmen bersama dalam memajukan dunia pendidikan di Kabupaten Tangerang. (Red)

Tangerang, lensafokus.id -- Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid membuka acara sosialisasi legalitas usaha dan secara simbolis menyerahkan hibah peralatan usaha berupa gerobak UMKM dan kompor gas kepada warga Kecamatan Pakuhaji, Teluknaga dan Kecamatan Kosambi. Acara tersebut digelar di Aula Kantor Kecamatan Teluknaga, Kamis (21/05/26)

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan bantuan tersebut diberikan kepada para warga yang masuk dalam kategori Desil 1 dan Desil 2 di 3 kecamatan agar mereka bisa membuka usaha untuk meningkatkan perekonomian keluarga

"Kami hadir bersama Dinas Koperasi, Dansatradar, ada juga Camat Pakuhaji, Teluknaga, Camat Kosambi dan Forkpimcamnya memberikan bantuan kepada masyarakat yang masuk kategori Desil 1 dan Desil 2 berupa 50 gerobak plus juga dengan kompor gas, masing-masing desa 10 unit untuk meraka usaha," ungkap Bupati Maesyal Rasyid

Ia menjelaskan bahwa bantuan hibah peralatan usaha tersebut merupakan bagian dari program pemerintah daerah yang ditujukan kepada masyarakat yang berpenghasilan rendah untuk mendorong mereka meningkatkan kesejahteraan sekaligus mendorong laju pertumbuhan perekonomian daerah.

"Alhamdulillah mereka hadir semua. Mereka juga akan berusaha untuk bisa dagang, berjualan untuk kepentingan kebutuhan hidupnya sehari-hari. Ini bagian program Pemerintah Kabupaten Tangerang yang mudah-mudahan juga bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi," ujarnya

Dia juga menambahkan selain memberikan bantuan peralatan usaha, pemerintah daerah juga akan memfasilitasi para penerima manfaat untuk mendapatkan pinjaman lunak permodalan dan memberikan pendampingan serta pelatihan mengembangkan usahanya.

"Kalau memang perlu mendapatkan permodalan, kita akan fasilitaskan dengan bantuan pinjaman lunak nanti dari UPDB. Dinas Koperasi juga membantu mereka agar dibentuk berkelompok sehingga nanti bebannya tidak terlalu berat untuk bisa memenuhi kewajibannya setiap bulan membayar bunganya sekitar 4% masih di bawah bank," imbuhnya

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Rd. Anna Ratna Maemunah mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi dan pemberian hibah bantuan peralatan usaha tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman dan kesadaran pentingnya legalitas usaha dan mendorong produktifitas dan kualitas usaha para pengusaha mikro.

"Sasaran kegiatan ini adalah pengusaha mikro dari Desa Gaga, Kelurahan Pakuhaji Kecamatan Pakuhaji, Desa Salembaran Jaya, Kecamatan Kosambi, Desa Pangkalan, dan Kebon Cau, Kecamatan Teluknaga. Seluruhnya berjumlah 50 pengusaha mikro dengan kriteria Desil 1 dan Desil 2," ungkap Anna

Kegiatan sosialisasi legalitas usaha ini merupakan salah satu upaya pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran pengusaha mikro terhadap pentingnya legalitas usaha seperti nomor induk berusaha, sertifikasi halal, sertifikasi HAKI dan perizinan lainnya.

Lanjut dia, kegiatan tersebut juga sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah daerah dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran legalitas usaha, meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas produk serta daya saing usaha mikro di wilayah Kabupaten Tangerang.

"Adapun bentuk dukungan yang diberikan dalam kegiatan ini meliputi: sosialisasi dan edukasi terkait legalitas usaha, penyerahan hibah peralatan usaha berupa gerobak UMKM sebanyak 50 unit, kompor gas 2 tungku sebanyak 50 unit dan regulator gas sebanyak 50 unit serta penguatan kapasitas usaha," imbuhnya. (Red)

Tangerang, lensafokus.id -- Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah mengajak para guru Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk terus menguatkan pendidikan karakter dan terus berinovasi menghadapi tantangan moral dan sosial di era digital dan pesatnya perkembangan informasi global saat ini. Hal tersebut diungkapkan Wabup Intan saat menghadiri kegiatan Pembinaan Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Wilayah I yang berasal dari 11 kecamatan. Acara tersebut digelar di GSG Kecamatan Sukamulya, Kamis (21/05/26)

“Saya mengajak seluruh guru PAI, khususnya di wilayah I ini untuk terus menguatkan pendidikan karakter kepada anak didik dan mampu berinovasi menyesuaikan metode pembelajaran dengan perkembangan zaman dan memanfaatkan teknologi digital secara positif dalam proses Pendidikan,” ujar Wabup Intan

Dalam sambutannya, Wabup Intan menegaskan bahwa guru agama memiliki peran yang sangat strategis dalam membentuk karakter generasi muda di tengah tantangan perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital.Para guru agama tidak hanya bertugas menyampaikan dan memberikan ilmu pengetahuan namun juga harus menjadi teladan bagi para anak didiknya

“Guru agama tidak hanya bertugas menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi teladan dalam membangun akhlak, kedisiplinan, dan nilai-nilai moral bagi peserta didik,” tegasnya

Lanjut dia, tantangan moral dan sosial pesatnya pekembangan teknologi dan informasi yang dampaknya banyak dirasakan berupa merosotnya moral, kepedulian sosial, intoleransi, meningkatknya tindak kekerasan dan pelecehan. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius yang harus ditangani bersama, sedini mungkin baik oleh pemerintah, sekolah, keluarga maupun masyarakat

“Keberhasilan pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah semata, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama. Karena itu, sinergi antara guru, orang tua, dan masyarakat harus terus diperkuat,” tandasnya

Dia berharap kegiatan tersebut selain untuk menguatkan silahturahmi juga melahirkan semangat, wawasan, serta memperkuat komitmen bersama untuk meningkatkan mutu pendidikan agama Islam demi menciptakan generasi muda Kabupaten Tangerang yang religius, berkarakter, toleran, dan berintegritas.

“Saya harap kegiatan ini, kita tidak hanya bisa saling bersilahturami, tapi juga melahirkan semangat dan wawasan baru dan meningkatkan kompetensi serta memperkuat komitmen bersama untuk meningkatkan mutu pendidikan agama Islam, karakter dan ahklak para generasi penerus bangsa,” harapnya

Menyoroti masih belum meratanya kebutuhan guru PAI di Kabupaten Tangerang, Wabup Intan menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, termasuk pemerataan guru pendidikan agama Islam di seluruh wilayah Kabupaten Tangerang agar kebutuhan tenaga pendidik dapat terpenuhi secara merata.

“Pemerintah daerah akan terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan, termasuk pemerataan guru pendidikan agama Islam di seluruh wilayah Kabupaten Tangerang agar kebutuhan tenaga pendidik dapat terpenuhi secara merata meskipun bertahap,” pungkasnya. (red)

Page 18 of 668
Go to top