Banten

Banten (6674)

TANGERANG, lensafokus.id – Komisi I dan Komisi II DPRD Kabupaten Tangerang menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait dugaan pelanggaran izin usaha Tempat Hiburan Malam (THM) di sejumlah tenant kawasan Samanea Kadaton/Suvarna Sutera, Desa Pasir Gadung. Senin (25/05/2026).

Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat DPRD Kabupaten Tangerang itu membahas operasional tenant di bawah naungan PT Pijar Berkreasi Sejahtera, yakni Pusat Bir Suvarna, Si Botol, Hunter Beer and Cafe, serta Hibisa Hotel dan room karaoke.

RDP tersebut dihadiri Kepala Satpol PP Kabupaten Tangerang Ana Supriyatna, Kepala Disperindag Kabupaten Tangerang Resmiati, Kepala DPMPTSP Kabupaten Tangerang Hendra Herawan, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Tangerang Mahfudz Fudianto, anggota Komisi II DPRD Kabupaten Tangerang Yakub, Deden Umardani, Camat Cikupa, Supriyadi, Kuasa Hukum Samanea Reja Alfiandi, serta pihak Operational & Property Management Samanea, Dimas.

Dalam rapat tersebut, DPRD Kabupaten Tangerang menghasilkan tiga poin keputusan utama.

Pertama, Satpol PP Kabupaten Tangerang diminta melakukan penegakan Peraturan Daerah (Perda) secara tegas terhadap tenant yang diduga melanggar izin usaha, yakni Pusat Bir Suvarna, Si Botol, Hunter Beer and Cafe, serta Hibisa Hotel dan karaoke.

Kedua, DPRD meminta pihak pengembang PT Samanea Tangerang Development bersikap kooperatif membantu pemerintah daerah dalam proses penegakan perda. Koordinasi penindakan nantinya akan dipimpin langsung oleh Kepala Satpol PP Kabupaten Tangerang.

Ketiga, DPRD tetap mendukung investasi dan pembangunan yang dilakukan PT Samanea Tangerang Development, termasuk percepatan pembangunan pusat perbelanjaan, hotel, dan wisata kuliner guna mendorong pertumbuhan ekonomi serta membuka lapangan pekerjaan baru di Kabupaten Tangerang.

Kuasa Hukum Samanea, Reja Alfiandi, menyatakan pihaknya menghormati hasil RDP dan siap mendukung langkah pemerintah daerah terkait penegakan aturan.

“RDP hari ini tentu akan kami kaji. Kami juga akan melakukan verifikasi langsung terhadap tenant yang bersangkutan. Pada prinsipnya kami terbuka dan mendukung apa pun hasil RDP tersebut. Kami menunggu surat resmi dari DPRD. Secara legalitas kami mengakui ada kesalahan dan siap mendukung penegakan perda oleh pemerintah daerah,” ujar Reja usai rapat.

Sementara itu, Satpol PP Kabupaten Tangerang disebut akan segera melakukan koordinasi teknis untuk mengeksekusi penindakan terhadap tenant yang dinilai melanggar aturan perizinan usaha tersebut. (Mala)

LEBAK, lensafokus.id – Dugaan pencemaran limbah efluen kelapa sawit di aliran Sungai Ciliman memicu sorotan tajam dari masyarakat dan organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Lebak. Ormas Badak Banten Perjuangan (BBP) DPAC Banjarsari mengecam keras dugaan kelalaian pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) milik PTPN IV Regional I Kertajaya yang dituding menyebabkan air sungai berubah keruh dan tercemar.

Pabrik kelapa sawit yang sebelumnya dikenal sebagai PTPN VIII PKS Kertajaya itu berlokasi di Jalan Raya Saketi–Malingping, Desa Leuwiipuh, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, Banten.

Sorotan muncul setelah warga mendapati kondisi air Sungai Ciliman menghitam diduga akibat limbah efluen sawit yang terbawa aliran air hujan dari saluran pembuangan perusahaan.

Asisten Administrasi (Adsi) sekaligus TU PTPN PKS Kertajaya, Usup Suparman saat dikonfirmasi membenarkan adanya limbah sisa di parit pembuangan yang terdorong air hujan hingga menyebabkan warna air berubah.

“Memang ada limbah yang tersisa di parit pembuangan lalu terdorong air hujan sehingga air menjadi hitam. Biasanya tidak berlangsung lama,” ujarnya melalui sambungan WhatsApp, Minggu (24/05/2026).

Ia menyebut pihak perusahaan telah melakukan pemantauan dan tengah memproses sistem aplikasi limbah ke lahan perkebunan sawit agar dapat dimanfaatkan sebagai pupuk cair.

Selain itu, pihak perusahaan juga berencana melakukan pengerukan kolam IPAL dalam waktu dekat sebagai langkah antisipasi.

Namun, pernyataan tersebut menuai kritik keras dari Ketua BBP DPAC Banjarsari, Jais Anggara.

Menurutnya, keterangan pihak perusahaan dinilai tidak konsisten dan terkesan melempar persoalan pencemaran kepada faktor lain seperti hujan maupun aktivitas tambang pasir.

“Keterangan yang disampaikan terkesan menyalahkan faktor cuaca dan memframing limbah efluen bercampur dengan limbah tambang pasir. Ini yang kami kecam,” tegas Jais.

Ia menegaskan, pihaknya siap membawa sampel air Sungai Ciliman untuk diuji laboratorium ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Banten apabila dugaan pencemaran terus terjadi.

“Jika terbukti tercemar, kami meminta PTPN IV Regional I mengevaluasi bahkan mencopot penanggung jawab pengelolaan IPAL yang diduga lalai dan abai terhadap tugasnya,” tandasnya.

BBP menilai persoalan limbah efluen sawit tidak boleh dianggap sepele karena berpotensi merusak ekosistem sungai dan mengancam kesehatan masyarakat sekitar yang bergantung pada aliran Sungai Ciliman.

Hingga kini, polemik dugaan pencemaran limbah tersebut masih menjadi perhatian masyarakat. Warga berharap ada langkah konkret dari pihak perusahaan maupun instansi terkait untuk memastikan kondisi Sungai Ciliman benar-benar aman dan terbebas dari pencemaran limbah industri. (Cecep)

TANGERANG, lensafokus.id - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah mendorong dan menegaskan agar keluarga harus menjadi benteng utama dalam menghadapi potensi resiko laten era digital.

Hal tersebut diungkapkan Wabup Intan saat membuka sekaligus menjadi pembicara pada acara seminar pendidikan yang mengambil tema Keluarga Berdaya, Anak Berkualitas: Sinergi Pendidikan, Pengasuhan, dan Kesehatan di Era Digital”. Acara tersebut diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Tangerang di Aula Kampus Universitas Muhammadiyah A.R. Fachruddin (UNIMAR) Tangerang, Minggu (24/05/26).

"Saat ini potensi risiko laten banyak dihadapi generasi muda, seperti krisis karakter, penurunan interaksi sosial yang sehat, hingga banjir disinformasi. Keluarga sebagai instrumen terkecil masyarakat memegang peranan krusial dan harus jadi benteng utama untuk mengatasinya," tegas Wabup Intan

Menurut dia, era digital telah membawa perubahan besar dalam cara belajar, berkomunikasi, dan bersosialisasi bagi generasi muda, khususnya generasi Z yang tumbuh bersama teknologi, kreatif, dan terbuka terhadap perubahan. Untuk itu, orang tua hari ini tidak hanya dituntut mendampingi pendidikan formal anak, tetapi juga mampu menjadi sahabat, pembimbing, dan teladan dalam penggunaan teknologi secara bijak. Di sini keluarga juga menjadi sekolah pertama dan utama bagi anak.

“Generasi muda tidak boleh berjalan sendiri tanpa arah dan pendampingan. Keluarga adalah sekolah pertama dan utama bagi anak-anak kita. Dukungan keluarga menjadi fondasi utama dalam membentuk generasi yang unggul dan tangguh," tandas ya

Pihaknya menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya kepada segenap pengurus PDNA Kabupaten Tangerang serta seluruh civitas akademika UNIMAR atas inisiasi kolaborasi acara tersebut. Dia juga memberikan pesan kepada seluruh peserta khususnya para mahasiswa agar terus tidak pasif dan terlena dalam romansa dunia maya semata namun peran aktif dan karya nyatanya bagi masyarakat dan pembangunan daerah. Lanjut dia, era digital tidak boleh membuat generasi muda kehilangan nilai-nilai agama, budaya, dan kepedulian sosial

“Mahasiswa hari ini adalah calon pemimpin masa depan. Jangan hanya menjadi generasi yang aktif di media sosial, tetapi juga harus aktif dalam pengembangan diri, organisasi, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Jadilah generasi muda yang kritis namun tetap santun, cerdas namun tetap rendah hati, serta mampu menggunakan teknologi untuk hal-hal yang produktif dan bermanfaat,” pungkasnya.

Sementara itu, Rektor UNIMAR Tangerang, Jaka Supriyanta mengungkapkan apresiasinya atas lonjakan keberpihakan anggaran beasiswa Pemkab Tangerang yang disalurkan melalui UNIMAR, khususnya bagi para guru PAUD. Lanjut dia pada tahun 2025 UNIMAR mendapatkan kuota 88 beasiswa dan untuk Tahun 2026 ini, UNIMAR mendapatkan 150 kuota beasiswa dari Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang

"Baru di UNIMAR ada skema beasiswa seprogresif ini dari Kabupaten Tangerang. Luar biasa Pak Bupati, Pak Maesyal dengan Ibu Wakil Bupati Ibu Intan. Beliau berdua betul-betul konsen di dalam mengembangkan pendidikan dan memajukan kualitas SDM di wilayah ini,” ungkapnya. (Red)

Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menghadiri Peringatan World Hemophilia Day atau Hari Hemofilia se-Dunia tahun 2026 di Auditorium RSUD Kab. Tangerang, Minggu (24/05/26)

Pada kesempatan tersebut Bupati Maesyal Rasyid memberikan semangat dan sambutan hangat kepada para oranv tua dan anak-anak penderita Hemofilia yang hadir pada acara tersebut

"Adek adek tetap semangat, semangat melaksanakan ibadah salat lima waktu kalau umat Islam, yang lain sesuai dengan keyakinannya, doakan biar panjang umur orang tuanya. Orang tuanya juga harus semangat, menghantarkan dan mendampingi anak-anaknya," ucap Bupati Maesyal

Dalam sambutannya, ia mengungkapkan bahwa RSUD Kab. Tangerang telah menjadi salah satu rujukan di Provinsi Banten untuk penderita Hemofilia. Dia berjanji akan mengupayakan kepada Pemerintah Provinsi Banten untuk terus mendorong RSUD-RSUD di Kabupaten/kota bisa memberikan pelayanan kepada para penderita Hemofilia di kabupaten, kota masing-masing selain di RSUD Kab. Tangerang

"Saya akan terus usahakan kepada pak gubernur supaya ada usaha agar nanti adik-adik, ibu bapak supaya tidak ke sini karena jaraknya jauh supaya bisa dilayani di kabupaten kota di daerah masing-masing, syukur-syukur harapan bisa dilayani di Puskesmas," ujarnya

Menurut dia, peningkatan pelayanan kepada para penderita Hemofilia tidak mudah dan memerlukan kesiapan matang, mulai dari sarana dan prasarana sampai dengan sumber daya manusianya, dokter dan tenaga medis yang benar kompeten serta pendukung lainnya

"Upaya ini tidak bisa instan karena harus siapkan dokternya, siapkan alat kesehatan dengan dokter yang harus sekolah dulu, kita akan terus dorong dan upayakan meskipun bertahap," jelasnya

Dia juga menandaskan bahwa pemerintah daerah telah menetapkan peningkatan kualitas kesehatan sebagai salah satu program prioritas pembangunan, salah satunya melalui alokasi anggaran melalui APBD serta terus menguatkan sinergi dengan pihak BPJS.

"Inilah bentuk nyata Pemkab Tangerang, atas seijin Pemprov Banten kami akan tetap konsisten mengalokasi anggaran melalui klaim dari BPJS karena kita diminta oleh Pak Gubernur supaya care, peduli terhadap penyakit hemofilia ini untuk bisa ditangani oleh Kabupaten Tangerang," tandasnya

Mengakhiri sambutannya, ia juga memberikan pesan agar semua pihak terus memberikan pelayanan terbaik dan menjaga para penderita Hemofila, khususnya anak-anak dan orang tua agar mereka tetap ceria dan semangat menjalani kehidupannya

"Kita harus terus menjaga anak-anak kita ini jangan sampai terjadi luka. Terus semangat ibu bapak ini adalah amanah dari yang maha kuasa kita harus jalankan kasih sayang kita kepada anak-anak kita," pungkasnya

Sementara itu, Direktur RSUD Kab. Tangerang dr. Endang Widyastiwi menjelaskan bahwa tema Hari Hemofilia sedunia tahun ini adalah "Diagnosis: First Step to Care", Diagnosis, langkah pertama menuju perawatan.

"Tema ini mempunyai makna yang sangat mendalam. Diagnosis ini merupakan langkah pertama penanganan hemofilia secara cepat tepat," jelas Endang

Dia juga menandaskan komitmen RSUD Kab. Tangerang, sebagai rumah sakit rujukan Provinsi Banten, untuk terus meningkatkan pelayanan, termasuk dalam deteksi dini Penanganan dan pendampingan pasien Hemofilia melalui pelayanan yang profesional, humanis dan berkesinambungan.

"RSUD Kabupaten Tangerang berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan termasuk dalam deteksi dini Penanganan dan pendampingan pasien Hemofilia melalui pelayanan yang profesional, humanis dan berkesinambungan.

Pihaknya berharap melalui kegiatan tersenut dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya deteksi dini penyakit hemofilia memperkuat Sinergi antara pemerintah, pasien serta seluruh elemen masyarakat dalam mendukung penyandang Hemofilia agar hidup sehat aktif dan produktif. (Red)

TANGERANG, lensafokus.id — Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid didampingi Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah secara resmi melepas kegiatan jalan santai yang digelar Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Kabupaten Tangerang di kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang (Puspem), Minggu (24/5/26).

Selain melepas peserta jalan santai, dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Tangerang dengan Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) dalam bidang Tri Dharma perguruan tinggi.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid yang didampingi oleh Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah menegaskan Pemerintah Kabupaten Tangerang terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan guna meningkatkan kualitas SDM yang mampu bersaing di era digital dan globalisasi.

“Pemerintah daerah terus membuka peluang untuk peningkatan kualitas pendidikan bagi para anak-anak agar mereka bisa terus sekolah dan bisa berkontribusi dalam pembangunan daerah," ujar Bupati Maesyal Rasyid

Ia berharap kerja sama dengan UICI segera bisa diimplemalentasikan lebih lanjut sehingga anak-anak beprestasi namun menghadapi keterbatasan ekonomi dapat melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi melalui program beasiswa

"Kami berharap kerja sama dengan UICI ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam memperluas kesempatan pendidikan dan pengembangan kompetensi generasi muda,” imbuhnya.

Pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan tersebut yang dinilai tidak hanya untuk mempererat silaturahmi, namun juga mendorong kolaborasi strategis di bidang pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia.

“Kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang olahraga dan silaturahmi, tetapi juga momentum memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, dan lembaga pendidikan dalam mencetak generasi unggul Kabupaten Tangerang,” pungkasnya. (Red)

Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menghadiri acara pelepasan siswa SMKS Gema Bangsa Kecamatan Cisoka, Sabtu (23/5/26).

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa kelulusan bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal untuk memasuki kehidupan yang lebih luas dan penuh tantangan. Dunia saat ini membutuhkan lulusan yang benar-benar kreatif, inovatif, tangguh, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.

“Hari ini bukan sekadar acara perpisahan, tetapi menjadi momentum penting yang menandai awal perjalanan baru bagi para siswa. Lulusan SMK ini harus kreatif, inovatif, tangguh agar siap menghadapi dunia kerja dan cepat beradaptasi dengan perkembangan jaman,” ujar Bupati Maesyal Rasyid

Ia berharap para lulusan SMKS Gema Bangsa mampu menjadi generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, etika dan semangat belajar yang tinggi. Bupati juga berpesan kepada para lulusan agar terus menjaga semangat, menghormati orang tua dan guru, serta terus berusaha meraih cita-cita dengan penuh kejujuran dan kerja keras.

“Lulusan SMK ini, memang disiapkan untuk langsung kerja maupun bisa mandiri menciptakan usaha. Namun yang utama adalah jadilah generasi yang membawa manfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan agama,” tandasnya.

Bupati juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia guna menciptakan masyarakat yang sejahtera dan berdaya saing.

Selain itu, ia turut mengapresiasi peran guru dan orang tua yang telah mendampingi para siswa hingga berhasil menyelesaikan pendidikan dengan baik

“Kepada para guru dan orang tua, saya menyampaikan terima kasih atas dedikasi, kesabaran, dan doa yang telah diberikan kepada anak-anak kita,” ungkapnya. (Red)

Page 17 of 668
Go to top