Banten

Banten (6630)

Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid melantik dan mengambil sumpah/janji sebanyak 472 CPNS menjadi PNS, formasi Tahun Anggaran 2024 yang digelar di Lapangan Raden Aria Yudhanegara, Senin (30/03/26)

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid mengungkapkan bahwa 472 ASN yang dilantik tersebut terdiri dari 252 tenaga kesehatan dan 220 orang tenaga teknis.

"Pada hari ini, Pemerintah Kabupaten Tangerang secara resmi melantik sebanyak 472 (empat ratus tujuh puluh dua) orang ASN, yang terdiri dari 252 tenaga kesehatan dan 220 tenaga teknis," ungkap Bupati Maesyal Rasyid

Menurut dia, menjadi seorang ASN bukan hanya soal pekerjaan, tetapi juga panggilan pengabdian untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Untuk itu, dia meminta seluruh ASN agar senantiasa menjaga kedisiplinan integritas dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

"Disiplin dan integritas itu perlu, karena dengan disiplin dan integritas itu bisa membuat optimal hasil kerja-kerja kita. Kalau kita ingin memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat, maka kita harus disiplin, taat aturan, dan menjalankan kewajiban dengan baik," tegasnya

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyoroti pentingnya budaya disiplin, termasuk pelaksanaan apel pagi sebagai salah satu bentuk komitmen dalam membangun etos kerja. Ia bahkan menyampaikan rencana untuk mengevaluasi tingkat kehadiran dan kedisiplinan pegawai dalam satu minggu ke depan, yang berpotensi diikuti dengan kebijakan pelaksanaan apel pagi setiap hari.

“Saya akan evaluasi selama satu minggu. Jika tingkat kehadiran masih belum optimal, maka apel pagi akan dilaksanakan setiap hari. Ini demi meningkatkan kinerja dan semangat pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Selain itu, Bupati juga menginstruksikan kepada Sekretaris Daerah, BKPSDM, serta Inspektorat untuk menegakkan aturan kepegawaian secara konsisten tanpa kompromi dan memberikan sanksi yang tegas kepada mereka yang melanggar

"Pegawai yang tidak memenuhi kewajiban harus diberikan sanksi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan," imbuhnya

Dia pun mengucapkan selamat kepada seluruh PNS yang baru dilantik dan berharap agar amanah yang diberikan senantiasa dapat dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

“Sekali lagi selamat kepada 472 pegawai yang hari ini resmi menjadi PNS. Jalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, pahami kewajiban, dan berikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya. (Red)

Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menghadiri acara Haul ke-74 Abuya Nawawi di Desa Suradita Kec. Cisauk, Minggu malam (29/03/26).

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengatqkan bahwa acara haul tersebut bukan hanya untuk mengenang jasa dan perjuangan Abuya Nawawi tapi juga menjadi momentum bersama untuk terus menguatkan komitmen dalam membina dan meneruskan perjuangannya demi kemaslahatan umat dan masyarakat

"Kegiatan ini bukan hanya untuk mengenang jasa dan perjuangan orang tua kita, sesepuh, guru dan suri teladan kita yaitu Abuya Nawawi tapi juga menjadi momentum kita semua untuk terus membina, melanjutkan dan meneruskan kiprah dan tugas-tugas beliau bagi umat dan masyarakat," ujar Bupati Maesyal Rasyid

Dia menambahkan, Abuya Nawawi adalah seorang tokoh pejuang sekaligus guru bagi para pejuang pada masanya yang tinggal di Desa Suradita, Kec. Cisauk.

"Beliau adalah salah satu pejuang bahkan menjadi tempat bertanya para pejuang Negara Republik Indonesia. Mari kita kumandangkan doa dan tahlil, Abuya Nawawi, insyaAllah mendapatkan tempat yang mulia di surga," imbuhnya

Dia juga mengajak masyarakat untuk meneladani perjuangan dan jasa-jasa Abuya Nawawi untuk terus bersinergi dan berkolaborasi dalam membina umat dan berpatisipasi aktif dalam pembangunan daerah.

"Perjuangan dan jasa-jasa beliau menjadi suri teladan bagi kita semua di sini untuk dapat bersama-sama bersinergi dalam pembinaan umat dan pembangunan sesuai dengan perkembangan jaman," ujarnya

Selain itu, masih dalam momentum bulan Syawal 1447 H, pihaknya secara pribadi dan pemerintah mengucapkan selamat hari raya Idulfitri dan mohon dukungan serta doa dari seluruh masyarakat agar program-program pembangunan yang dilaksanakan dapat berjalan lancar sebagaimana yang telah ditetapkan.

"Atas nama pribadi dan pemerintah, saya mengucapkan Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir batin. Mohon dukungan dan doanya juga dari seluruh masyarakat agar pembangunan yang merupakan amanah dapat kami laksanakan dengan baik dan memberikan banyak manfaat," pungkasnya. (Red)

Lebak, lensafokus.id - Insiden keributan terjadi antara Bupati Lebak, Moch. Hasbi Jayabaya, dan Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, dalam acara Halal Bihalal pada Senin (30/3/2026). Peristiwa ini menjadi sorotan karena muncul ketegangan di tengah kegiatan yang seharusnya menjadi ajang silaturahmi.

Wakil Bupati Amir Hamzah menyampaikan kekecewaannya atas pernyataan yang dinilai tidak pantas disampaikan di ruang publik. Menurutnya, kritik terkait kesopanan masih dapat dimaklumi, namun penyebutan hal yang bersifat pribadi tidak seharusnya diungkapkan dalam forum resmi.

“Kritik soal kesopanan masih wajar, tetapi ketika disebut Amir mantan napi kok bisa jadi Wakil Bupati, itu menyangkut pribadi. Makanya saya bangkit dan menyampaikan ke Bupati agar tidak berbicara seperti itu,” ujar Amir.

Amir menambahkan, situasi sempat memanas namun berhasil diredam oleh sejumlah pihak, termasuk kerabat dan istrinya, sehingga keributan tidak berlanjut. Ia menilai pernyataan tersebut bukan kali pertama disampaikan, bahkan sebelumnya pernah muncul bahasa yang dianggap kurang layak dalam forum rapat.

Peristiwa ini disayangkan banyak pihak, mengingat Halal Bihalal seharusnya menjadi momentum mempererat silaturahmi dan menjaga keharmonisan antar pimpinan daerah

Ketua Umum Badak Banten Perjuangan (BBP) H.Eli Sahroni,demi kondusifitas Lebak Stop arogansi Bupati Lebak Hasbi Asydiki Jayabaya, Bupati Lebak harus sadar diri menilai seorang pemimpin harus bijak dalam bertutur kata dan tidak menyerang kehormatan orang lain di ruang publik.Kembalikan Lebak Bertauhid.Pungkas King Badak

“Pemimpin itu harus bijak dalam bertutur kata. Kata adalah kasta. Ucapan menunjukkan siapa dirinya. Ketika seseorang merasa harga dirinya dilecehkan, wajar dia murka. Itu reaksi spontan Amir,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Bupati Lebak. Publik berharap kedua belah pihak dapat menyelesaikan persoalan secara bijak demi menjaga kondusivitas pemerintahan dan pelayanan masyarakat. (Cecep)

Kota Tangerang, lensafokus.id - Wakil Wali Kota Tangerang H. Maryono menghadiri Halal Bihalal dan Pemantapan Bekal Manasik Calon Jamaah Haji KBIHU Nurul Hikmah bin Bakri di Aula Grand El Hajj, Cipondoh, Minggu (29/3/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Maryono menyampaikan ucapan selamat Idulfitri 1447 Hijriah sekaligus mengajak para calon jamaah memanfaatkan momentum Syawal untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat niat beribadah ke Tanah Suci.

“Momentum ini sangat tepat untuk kita saling memaafkan dan mempererat silaturahmi, sekaligus memperkuat niat Bapak dan Ibu sekalian dalam menjemput panggilan Allah ke Tanah Suci Mekah Al-Mukaromah,” ujarnya.

Di hadapan 240 calon jamaah haji, Maryono menekankan pentingnya kesiapan fisik dan mental sebagai bekal utama dalam menjalankan ibadah haji. Ia mengingatkan agar para jamaah menjaga kesehatan, memperkuat keimanan, serta memiliki kesabaran selama menjalani rangkaian ibadah.

Selain itu, pemahaman manasik juga dinilai krusial agar pelaksanaan ibadah berjalan lancar dan khusyuk.

“Selain mengandalkan pembimbing, bapak ibu semua diharapkan memiliki pengetahuan manasik yang mumpuni agar dapat beribadah dengan khusyuk saat berada di Mekah maupun Madinah,” pesannya.

Maryono juga memastikan Pemerintah Kota Tangerang akan terus memberikan dukungan dan doa bagi seluruh calon jamaah.

“Pemerintah Kota Tangerang insyaallah senantiasa mendoakan agar seluruh calon jamaah haji diberikan kelancaran, kesehatan, dan perlindungan selama menjalankan rukun Islam kelima ini, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur,” pungkasnya. (Red)

Kota Tangerang, lensafokus.id – Keberadaan Taman Gajah yang terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Tangerang, terus menarik perhatian masyarakat dari berbagai daerah. Taman yang memiliki ikon patung gajah berukuran besar ini kerap dipadati pengunjung, terutama pada sore hingga malam hari dan saat akhir pekan.

Dari pantauan di lokasi, suasana taman terlihat ramai oleh keluarga yang membawa anak-anak untuk bermain dan bersantai.

Beragam fasilitas permainan disediakan untuk anak-anak, salah satunya trampolin yang menjadi wahana favorit karena mampu memberikan pengalaman bermain yang seru dan aman.

Seorang pengunjung, Yani (29), mengaku senang mengajak anaknya bermain di taman tersebut. “Tempatnya enak buat santai, anak-anak juga banyak pilihan mainannya. Anak saya paling suka trampolin, jadi betah lama di sini,” ujarnya.

Selain wahana permainan, taman ini juga menjadi spot berfoto yang menarik berkat keberadaan patung gajah yang dibuat dari material logam bekas ban dan komponen industri, sehingga terlihat unik dan artistik, terutama saat malam hari dengan pencahayaan lampu taman.

Pengunjung lain yang datang dari luar Kota Tangerang juga menyampaikan kesan positifnya. Mereka menilai taman ini mudah diakses, bersih, dan cocok sebagai tempat rekreasi keluarga tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

Dengan suasana yang nyaman serta fasilitas yang ramah anak, Taman Gajah di Jalan Perintis Kemerdekaan kini menjadi salah satu ruang terbuka hijau yang digemari masyarakat untuk melepas penat sekaligus menghabiskan waktu bersama keluarga. (Sumarna)

Lebak, lensafokus.id – Dugaan pengelolaan wisata tanpa izin di kawasan lahan Perhutani wilayah Penyaungan Timur, Kabupaten Lebak, mencuat dan menuai sorotan tajam dari kalangan aktivis lingkungan. Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH) Penyaungan Timur, Ayi Mahmud, terkesan irit bicara saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp terkait legalitas pengelolaan tersebut, Sabtu (28/03/2026).

Dalam keterangannya yang singkat, Ayi hanya menyebutkan bahwa terdapat tiga lokasi wisata yang berada di lahan Perhutani, yakni Cibobos, Karang Beureum, dan Catangi. Ia menegaskan bahwa pengelolaan wisata tersebut dilakukan langsung oleh pihak Perhutani, termasuk pengelolaan tiket masuk dan parkir.

“Dikelola langsung oleh Perhutani, mulai dari tiket masuk hingga parkiran,” ujar Ayi singkat.

Ia juga mengungkapkan bahwa hasil pendapatan dari lokasi wisata tersebut disetorkan ke kantor Perhutani berdasarkan pendapatan harian. Dalam kondisi ramai, pemasukan disebut bisa mencapai Rp2 juta per hari. Adapun tarif yang dikenakan kepada pengunjung tergolong murah, yakni Rp5.000 per orang untuk tiket masuk, Rp2.000 untuk parkir motor, dan Rp4.000 untuk parkir mobil.

Namun, pernyataan tersebut justru memunculkan tanda tanya besar, terutama terkait aspek perizinan dan kepatuhan terhadap regulasi pengelolaan kawasan hutan untuk kegiatan wisata.

Aktivis Peduli Lingkungan Kabupaten Lebak, Indra Bayu, menilai bahwa pengelolaan wisata di kawasan hutan tidak bisa dilakukan sembarangan dan wajib memenuhi sejumlah ketentuan yang diatur dalam regulasi pemerintah.

“Pemanfaatan lahan Perhutani untuk wisata harus memiliki izin resmi dan tidak boleh mengubah fungsi utama kawasan hutan. Selain itu, pengelola wajib mematuhi prinsip kelestarian lingkungan,” tegas Indra.

Ia menjelaskan, dalam aturan yang berlaku, pemanfaatan kawasan hutan untuk wisata masuk dalam kategori jasa lingkungan, bukan perubahan fungsi lahan. Oleh karena itu, setiap pengelolaan harus melalui proses perizinan berusaha yang sah.

Tak hanya itu, pengelola juga diwajibkan membayar Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar 2,5 persen dari pendapatan kotor sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2024.

“Kalau tidak ada izin, itu jelas pelanggaran. Bahkan bisa berujung pada sanksi administratif, denda, hingga pidana,” ujarnya.

Indra juga menyoroti aspek teknis pembangunan fasilitas wisata di kawasan hutan. Menurutnya, pembangunan harus menggunakan metode ramah lingkungan, seperti pondasi tradisional (umpak, rakit, atau cerucuk) guna meminimalisir kerusakan tanah.

Selain itu, terdapat zona-zona yang tidak boleh dibangun secara permanen, seperti sempadan sungai, area mata air, dan lereng curam yang termasuk dalam kawasan perlindungan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan rinci dari pihak Perhutani terkait status perizinan resmi dari ketiga lokasi wisata tersebut. Minimnya transparansi ini semakin memperkuat dugaan adanya pengelolaan yang belum sepenuhnya sesuai dengan regulasi yang berlaku. (Cecep)

Page 35 of 663
Go to top