Banten

Banten (6942)

Bogor, lensafokus.id - Di Duga belum mengantongi izin resmi dari pemerintah daerah dan tidak ada rekomendasi dari Dinas Tata Ruang dan Dinas Kominfo setempat pemasangan tiang wifi di kp babakan tenjo di henentikan warga.

Ubaidillah yang akrab di sapa kang Ubay kepada Media Kabar Daerah menyampaikan, "Kami dan rekan rekan pertanyakan surat Rekomtek dari Dinas Tata Ruang dan Dinas Kominfo Kabupaten Bogor.

Karena secara atura pihak Provider wajib mengantongi izin, mulai dari tingkat desa/kelurahan (izin dari Kepala Desa), izin lingkungan dari warga sekitar, hingga tingkat kecamatan dan Pemda/Dinas terkait. Tegas Ubay.

Di tambah ada lahan keluarga kami yang kena proyek pemasangan tiang wifi tersebut "ya kami pertanyakan bagai mana konfensasi bukan hanya untuk keluarga saya begitu juga dengan warga lainya.

Dengar info sih uang konfensasi sudah di turunkan kepada seseorang, namun sampai saat ini kami belum menerima dan negoisasi berapanya, makanya proyek pemasangan yang di bantu Karang Taruna untuk sementara waktu kami Stof. Jelas Ubay.

Lebih lanjut ia menyampaikan,
"Padahal ada aturan pemasangan tiang wifi di perkampungan yang ada di desa yaitu ..

Pemasangan tiang WiFi atau internet di perkampungan desa wajib mematuhi UU No. 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi.

Hal tersebut mencakup izin resmi dari pemerintah daerah (Pemda) setempat, persetujuan warga atau pemilik lahan terdampak, serta mematuhi jarak aman dari kabel atau fasilitas umum lainnya.

Aturan dan prosedur pemasangan tiang di Desa, Aturan spesifik biasanya tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) atau Peraturan Bupati/Walikota setempat.

Berikut adalah pedoman utama yang berlaku: Perizinan Berjenjang: Provider wajib mengantongi izin, mulai dari tingkat desa/kelurahan (izin dari Kepala Desa), izin lingkungan dari warga sekitar, hingga tingkat kecamatan dan Pemda/Dinas terkait.

Kesepakatan Warga (Surat Izin): Warga memiliki hak untuk menolak atau menyetujui jika tiang atau bentangan kabel akan melintasi dan dipasang di depan rumah atau pekarangan mereka.

Spesifikasi Tiang: Tiang yang dipasang di ruang publik harus menggunakan bahan yang kokoh (biasanya tiang besi atau beton), memiliki tinggi ideal (standar berkisar antara 7 hingga 11 meter), dan tidak mengganggu estetika maupun saluran air.


Jarak Aman: Pemasangan tiang harus mempertimbangkan keselamatan, seperti jarak aman dari kabel jaringan listrik (PLN) minimal 3 meter untuk mencegah korsleting dan kecelakaan.

Jarak antar tiang juga diatur secara teknis, biasanya maksimal berjarak 50 meter antar tiang agar kabel tidak kendur dan membahayakan pengguna jalan.

Jika ingin berlanjut mereka harus tempuh dulu aturannya jangan warga di jadikan objek (Bisnis) untuk mencari keuntungan semata, harusnya mengedepankan musyawarah jangan mengambil keputusan sepihak, demi menjaga kerukunan dan ketentraman lingkungan. Tutup Ubay. (Tim)

KOTA TANGERANG, lensafokus.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang menyatakan kesiapan penuh untuk memberikan dukungan dalam penanganan kebakaran yang terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, apabila terdapat permohonan bantuan resmi dari BPBD Kabupaten Tangerang.

Pemerintah Kota Tangerang melalui BPBD terus memantau perkembangan situasi kebakaran sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat, meski hingga saat ini belum ada permintaan bantuan maupun koordinasi resmi dari BPBD Kabupaten Tangerang.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiyar, mengatakan pihaknya terus bersiaga dan siap mengerahkan personel maupun armada apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.

"Hingga saat ini belum ada komunikasi dari teman-teman BPBD Kabupaten Tangerang. Kami mengetahui perkembangan yang terjadi melalui berbagai informasi yang beredar. Namun pada prinsipnya, dalam kondisi ada maupun tidak ada kejadian, BPBD Kota Tangerang selalu dalam keadaan siaga apabila dibutuhkan," ujar Mahdiyar, Rabu (1/7/2026).

IMG 20260702 WA0000

Menurutnya, jika nantinya ada permohonan bantuan, BPBD Kota Tangerang akan segera melakukan pemetaan kondisi di lokasi untuk menentukan jumlah personel, armada, dan peralatan yang akan diberangkatkan.

"Kami akan meminta informasi terbaru mengenai kondisi di lapangan, termasuk melakukan pemetaan lokasi. Dari situ akan ditentukan berapa personel, unit, dan anggota yang perlu disiapkan agar bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan," jelasnya.

Sebagai bentuk kesiapsiagaan, BPBD Kota Tangerang juga melakukan pemantauan secara mandiri terhadap perkembangan situasi di TPA Jatiwaringin. Langkah tersebut dilakukan agar dukungan dapat diberikan secara cepat, tepat, dan sesuai kebutuhan apabila sewaktu-waktu diminta.

"Prinsipnya kami siap memberikan bantuan sesuai prosedur apabila memang dibutuhkan. Semua yang kami lakukan berdasarkan koordinasi resmi dan sesuai standar operasional yang berlaku," tegas Mahdiyar.

Selain memastikan kesiapan personel, BPBD Kota Tangerang juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di tengah kondisi cuaca panas yang melanda dalam beberapa waktu terakhir.

BPBD Kota Tangerang mengajak seluruh masyarakat untuk terus mengikuti informasi resmi dari instansi berwenang serta segera melaporkan apabila menemukan potensi kebakaran atau keadaan darurat di lingkungan sekitar agar dapat ditangani secepat mungkin. (Sumarna)

Tangerang, lensafokus.id – Terjadi kebakaran disetiap sisi tumpukan sampah yang terpantau hampir kurang krbih 15 hektar titik api di Tempat Penampungan Akhir (TPA) Jati Waringin dan dampaknya 154 warga Desa Gintung Kecamatan Mauk mengalami infeksi pernapasan (Ispa) Rabu, 01/07/2026.

Diduga kebakaran tersebut faktor kesengajaan dibakar untuk mengurangi penumpukan sampah yang kian hari semakin menumpuk dan proses pengelolahannyapun dianggap tidak maksimal dibandingkan volume sampah yang setiap barang mobil truk sampah masuk ke TPA sampai tidak terhitung antriannya, asumsi dugaan ini diperkuat pada saat pernah terjadi hal yang sama di tgl 7 Spril 2022 dan 13 september 2023.

Salah satu warga yang tidak jauh tinggal di TPA Jati Waringin kepada awak Media menyampaikan,” dari kemarin sampai hari ini kobaran api tidak juga dapat ditanggulangi untuk dipadamkan malah semakin melebar.

” Kepulan asapnya buat sesak pak’ blom lagi panas yang ditimbulkan.” ucap KR.
Sementara petugas Damkar merasa kewalahan bahkan menyampaikan sudah berkordinasi dengan Bads Nasional Penanggulang Bencana ( BNPB ) untuk diminta bantuannya mengatasi pemadaman kobaran api lewat udara.” ucap petugas.

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto mengatakan, luas area yang terbakar terus bertambah akibat kondisi cuaca panas dan embusan angin yang cukup kencang sehingga mempercepat penyebaran api.

“Hingga saat ini Tim masih berusaha memadamkan kobaran api yang saat ini sudah melebar ke luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 15 hektare,” ujar Suharyanto.

Untuk mempercepat penanganan, BNPB mengerahkan dua helikopter water bombing jenis MI-8AMT yang masing-masing mampu membawa hingga 4.000 liter air.

Pemadaman melalui jalur udara dinilai lebih efektif karena sebagian titik api berada di timbunan sampah yang sulit dijangkau petugas dari darat.

“Kita datangkan dua helikopter water bombing dan jika diperlukan lakukan operasi modifikasi cuaca,” ujar Suharyanto.

Informasi yang di dapat dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang mencatat sebanyak 154 warga mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat paparan asap kebakaran  TPA Jatiwaringin.

Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi mengatakan, mayoritas warga yang mengalami gangguan kesehatan merupakan balita, ibu hamil, serta kelompok rentan yang tinggal di sekitar lokasi kebakaran.

“Tadi kebetulan ada satu kasus tadi ada ibu hamil yang kita rujuk ke rumah sakit karena selain hamil, ada gangguan pernapasan, jadi kita rujuk ke rumah sakit,” ujar Hendra di lokasi.

Untuk menangani warga terdampak, Dinkes telah mendirikan empat posko kesehatan di sekitar TPA Jatiwaringin. Sebanyak 25 tenaga medis juga diterjunkan dan disiagakan selama 25 jam untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, termasuk warga yang mengungsi.

“Di lapangan itu ada lebih kurang 25 personel, dan itu akan bergantian nanti jaga malam pun kalau ada yang kebetulan ada masyarakat yang mengungsi,” jelas Hendra. (Mala)

Tangerang, lensafokus.id – Polsek Tigaraksa menerima kunjungan silaturahmi dari pengasuh dan pembina Pondok Pesantren (Ponpes) Da'i Preneur Indonesia pada Rabu (1/7/2026). Kunjungan ini dihadiri langsung oleh Kyai Syahdan, Pendakwah Nasional yang biasa tampil di Damai Indonesiaku TV ONE sekaligus Pendiri dan pengasuh Ponpes Da'i Preneur Indonesia, bersama komedian senior sekaligus pembina ponpes Azis Gagap, serta Ketua BPD Desa Tapos Syahrudin.

Kedatangan rombongan tersebut bertujuan untuk menjalin sinergi dan meminta dukungan terkait rencana pembangunan kawasan ponpes berbasis ekonomi kreatif dan wisata di wilayah Kecamatan Tigaraksa. Pertemuan hangat ini disambut langsung oleh Kapolsek Tigaraksa, AKP I Made Artana, S.H., M.H.

Kyai Syahdan menjelaskan bahwa Ponpes Da'i Preneur Indonesia akan dibangun di Kampung Tapos Gardu, Desa Tapos RT 02/01, Kecamatan Tigaraksa. Pesantren ini dirancang khusus untuk mencetak generasi pendakwah yang mandiri secara ekonomi. Rencana besar ini mengusung visi menciptakan da'i yang matang secara spiritual sekaligus mampu menggerakkan ekonomi lokal. Pihak pengelola akan mengintegrasikan pesantren dengan konsep Desa Wisata Religi dan Agro Wisata. Lahan yang akan dibangun saat ini seluas 1 hektar dan kini dalam proses pengembangan hingga mencapai total luas seluruh tanah 1,7 hektar.

Pesantren ini menargetkan untuk membuka jenjang pendidikan tingkat SMP ke atas, dengan memprioritaskan fasilitas pendidikan gratis bagi anak-anak yatim piatu yang memiliki potensi dan prestasi akademik.

Pihak pengelola menjadwalkan prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) pada tanggal 13 September 2026. Proyek mulia ini juga telah mengantongi dukungan resmi dari kepala desa setempat, camat, hingga bupati.

IMG 20260701 WA0011

Pembina Ponpes Da'i Preneur Indonesia, Azis Gagap, menegaskan bahwa kedatangan mereka ke markas kepolisian ini adalah bentuk sowan dan permohonan restu agar pembangunan berjalan kondusif.

"Kedatangan kita ke Polsek Tigaraksa dalam rangka salam silaturahmi, sekaligus meminta support untuk pembangunan pesantren," ujar komedian senior tersebut.

Dukungan Penuh Kapolsek Tigaraksa, AKP I Made Artana, S.H., M.H., menyambut hangat rencana pembangunan tersebut. Pihaknya menyatakan siap mengawal dan mendukung penuh kehadiran ponpes karena membawa dampak positif bagi generasi muda, pengembangan ekonomi lokal dan keamanan wilayah.

"Kita sangat mendukung kegiatan ini karena merupakan kegiatan keagamaan, mendorong ekonomi desa dan juga menambah sarana pendidikan di wilayah Tigaraksa, terutama untuk generasi penerus yang akan membidangi ilmu agama Islam," kata AKP I Made Artana.

Beliau juga mengapresiasi kurikulum yang memadukan dakwah dengan kemandirian finansial.

"Konsep dari pendidikan entrepreneur ini menyajikan program ekonomi kreatif yang disisipi keahlian pertanian, peternakan dan desa wisata religi. Harapannya, anak-anak yang melanjutkan jenjang pendidikan di sini bisa menekuni bidang keagamaan sekaligus kemandirian dalam ekonomi," pungkas Kapolsek Tigaraksa. (Mala)

TANGERANG, lensafokus.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, menerima kunjungan delegasi Dinas Pendidikan Kota Gwangmyeong, Korea Selatan, bersama Yayasan Dirgantara di Ruang Rapat Wareng, Gedung Bupati Tangerang, Rabu (1/7/2026).

Dalam sambutannya, Sekda Soma menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh delegasi. Ia menilai kunjungan ini sebagai sebuah kehormatan bagi Pemerintah Kabupaten Tangerang.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang, saya mengucapkan selamat datang kepada seluruh delegasi. Merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi kami dapat menerima kunjungan Bapak dan Ibu sekalian di Kabupaten Tangerang," ujar Sekda Soma.

Ia berharap kunjungan ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk saling mengenal, bertukar pengalaman, dan membangun komunikasi yang lebih erat di bidang pendidikan dan kebudayaan.

Menurutnya, di tengah perkembangan dunia yang begitu cepat, pendidikan menjadi kunci utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul. Tantangan generasi muda saat ini menuntut daerah tidak hanya mencetak peserta didik yang cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter, adaptif terhadap teknologi, mampu berpikir global, namun tetap menjunjung tinggi nilai budaya dan jati diri bangsa.

"Pemerintah Kabupaten Tangerang terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan melalui berbagai upaya, mulai dari peningkatan kompetensi tenaga pendidik, penyediaan sarana prasarana, penguatan literasi dan numerasi, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran," jelasnya.

Lebih lanjut, Sekda Soma menyadari bahwa membangun pendidikan berkualitas juga memerlukan sinergi dan kolaborasi global. Oleh karena itu, ia menyambut baik kunjungan ini sebagai ruang produktif untuk berbagi wawasan mengenai inovasi pembelajaran berbasis teknologi serta pengembangan profesionalisme tenaga pendidik.

Ia pun berharap kunjungan ini dapat membuka peluang kolaborasi nyata, seperti pertukaran pengalaman pendidikan, pembelajaran kolaboratif antar sekolah, pengembangan kapasitas guru, hingga pertukaran budaya yang dapat mempererat hubungan persahabatan antara Indonesia dan Republik Korea.

"Kami percaya pendidikan juga menjadi sarana menanamkan nilai toleransi, saling menghormati, dan kepedulian bagi warga dunia. Saya juga menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Dirghantara yang telah memfasilitasi pertemuan berharga ini," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Kantor Dukungan Pendidikan Gwangmyeong, Mun Sang-myon, menuturkan bahwa Kepala Kantor Pendidikan Gwangmyeong memberikan perhatian dan dukungan penuh terhadap kunjungan ini. Pihaknya menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat Pemerintah Kabupaten Tangerang, khususnya kepada Sekda Soma Atmaja yang mewakili Bupati Tangerang, serta jajaran pejabat terkait.

Apresiasi senada juga disampaikan kepada Yayasan Dirghantara serta Kepala Sekolah SMK Penerbangan Dirgantara, beserta seluruh jajaran yang telah memberikan dukungan penuh. Secara khusus, delegasi merasa terkesan atas penyambutan dari para siswa sejak pagi hari.

"Sambutan luar biasa dari para siswa memberikan kesan hangat dan mendalam bagi kami. Merupakan kehormatan besar dapat bertemu dengan para tokoh dan insan pendidikan yang luar biasa dalam kesempatan ini," ungkap perwakilan delegasi tersebut.

Lebih lanjut, Kantor Dukungan Pendidikan Gwangmyeong menegaskan komitmennya dalam mendorong siswa untuk memperluas wawasan ke tingkat global dan tumbuh sebagai generasi unggul yang berdaya saing internasional melalui penguatan kerja sama.

"Pertemuan hari ini diharapkan menjadi langkah awal berharga dalam membuka peluang pendidikan yang lebih luas bagi generasi muda kedua negara. Meski saat ini para siswa sedang memasuki masa liburan sehingga belum dapat bertemu langsung, kami sangat bersyukur dapat meninjau lingkungan pendidikan yang unggul di sini serta berdiskusi secara mendalam mengenai peluang kerja sama," tambahnya.

Pihaknya berharap kerja sama dan pertukaran pendidikan antara Gwangmyeong dengan Provinsi Banten, khususnya wilayah Kabupaten Tangerang, dapat terus berkembang lebih aktif di masa mendatang serta berkontribusi nyata pada pembangunan pendidikan yang berkelanjutan bagi kedua negara. (Red)

Tangerang, lensafokus.id – Sinergitas tanpa batas ditunjukkan oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) di wilayah hukum Polsek Cisoka. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80, jajaran pimpinan Kecamatan Cisoka, Jayanti, dan Solear menggelar kunjungan kejutan ke Mapolsek Cisoka pada Rabu (1/7/2026).

Suasana hangat langsung terasa saat Camat Cisoka Sumartono, Camat Solear Rizki Nurul Fajar, Sekcam Solear Raka Adiputra, Camat Jayanti Yandri Permana, serta Danramil Cisoka Kapten Inf Triadi beserta jajaran tiba di Mapolsek. Kehadiran mereka yang didampingi oleh Media Center Polsek Cisoka ini mengejutkan personel yang sedang bertugas. Sebagai bentuk perhatian dan kemitraan yang erat, para camat tampak membawa kue ulang tahun khusus untuk merayakan hari jadi Korps Bhayangkara tersebut.

Acara kunjungan ini sekaligus dirangkaikan dengan pemotongan kue dan doa bersama sebagai bentuk syukuran HUT Bhayangkara ke- 80 dan atas  kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi bagi tujuh personel Polsek Cisoka yang diwakili oleh Iman BA Kanit Provost. Adapun jajaran personel Polsek Cisoka yang mendapatkan berkah kenaikan pangkat tersebut meliputi Aiptu Fran, Aiptu Joko Supando, Aiptu Romdhani, Aiptu Wahyudin, Aipda Iman Budiana, Briptu Damas.

IMG 20260701 WA0010

Kapolsek Cisoka, Iptu Aditya Surya Sakti, S.Tr.K., M.M.. menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kejutan dan dukungan materiil maupun moril yang diberikan oleh jajaran Forkopimcam dan media.

"Semoga dengan bertambahnya usia yang ke-80 dalam HUT Bhayangkara ini, Polri ke depannya menjadi institusi yang lebih baik dan transparan. Kami berharap terus dijauhkan dari masalah serta dapat selalu bermitra dan bersinergi dengan baik, baik dengan pemerintah daerah maupun rekan-rekan media," ujar iptu Aditya Surya Sakti.

Kapolsek juga menambahkan bahwa keharmonisan antar-instansi ini menjadi kunci utama dalam menjaga kondusifitas lingkungan. "Sehingga apa yang dicita-citakan oleh wilayah Cisoka, Jayanti, dan Solear bisa tercapai, dijauhkan dari segala permasalahan, serta wilayah kita selalu aman dan adem," pungkasnya.

Acara ditutup dengan foto bersama dan ramah tamah antara personel kepolisian, TNI, jajaran aparatur kecamatan, dan awak media yang hadir, mencerminkan kuatnya pilar sinergitas di wilayah Kabupaten Tangerang tersebut. (Mala)

Page 25 of 695
Go to top