Pemkab Tangerang Gandeng BRIN Riset Peningkatan Produksi Padi Sawah di Mekar Jaya Sepatan

Tangerang, lensafokus.id — Guna meningkatkan produktivitas padi sawah, Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk inovasi dan riset ilmiah.

Kerja sama tersebut mencakup pelatihan pembuatan pupuk organik, pembaruan data dan informasi status hara P dan K, pH tanah, serta kadar C-organik, hingga uji coba dan validasi teknologi pengelolaan lahan.

Selain itu, kerja sama ini mencakup peningkatan SDM penyuluh dan petani melalui teknologi pengelolaan lahan dan pembuatan pupuk organik hayati, penyusunan rekomendasi teknologi pengelolaan lahan berdasarkan karakteristik tanah, serta perancangan aplikasi seluler (mobile) untuk rekomendasi pengelolaan lahan.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang, Ujang Sudiartono, menyampaikan bahwa pendampingan BRIN untuk kegiatan Peningkatan Produktivitas Lahan Pertanian (Padi) merupakan tindak lanjut program NGEMAS, yaitu kajian berbasis riset terkait peningkatan produktivitas lahan dan tanaman.

Pelatihan pembuatan pupuk organik juga menjadi wujud nyata sinergi strategis Pemkab Tangerang dengan BRIN. Kegiatan ini dirancang bukan hanya untuk memperbaiki kualitas serta kesehatan tanah sawah, melainkan juga membantu petani meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk hingga 15–30 persen, sehingga mampu menekan biaya produksi dan meningkatkan pendapatan petani.

"Kita praktikkan formulasi khusus hasil riset peneliti BRIN. Kita memadukan bahan-bahan pembenah tanah, seperti biochar arang sekam dan kotoran hewan (kohe) matang, yang kaya nutrisi organik dari rumput laut serta limbah organik yang diproses secara tepat dengan bantuan asam fosfat, perekat PPA, dan pengayaan urea terukur," Kata Ujang.

Ia melanjutkan, perpaduan bahan-bahan pembenah tanah tersebut merupakan teknologi sederhana namun tepat guna agar pemanfaatan sumber daya lokal dapat menghasilkan pupuk organik berkualitas tinggi.

Abdul Munir sementara itu Kepala Bidang Ketahanan Pangan DPKP Kabupaten Tangerang, menambahkan bahwa riset dan inovasi peningkatan produktivitas padi sawah bersama BRIN ini dilaksanakan di lokasi Desa Mandiri Pangan (Demapan), Desa Mekar Jaya, Sepatan.

"Lokasi percobaan berada di Kelompok Tani Bina Harapan, Desa Mekar Jaya, Sepatan, dengan luas lahan percobaan 1 hektare pada musim tanam ke-2, periode Oktober sampai dengan Desember 2026," ungkapnya. (Red)

TP PKK Kabupaten Tangerang Gelar Pengajian Rutin, Angkat Tema Fiqih Wanita di Era Modern

TANGERANG, lensafokus.id – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Tangerang menggelar pengajian rutin dengan mengangkat tema *“Fiqih Wanita di Era Modern”* di Pendopo Bupati Tangerang, Kamis (22/10/2026).

Kegiatan berlangsung khidmat dan diikuti oleh pengurus TP PKK Kabupaten Tangerang serta TP PKK tingkat kecamatan. Pengajian tersebut menghadirkan penceramah Prof. Dr. KH. Wawan Wahyudin yang menyampaikan tausiah mengenai pemahaman fiqih wanita dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan di era modern.

Ketua TP PKK Kabupaten Tangerang, Rismawati Maesyal Rasyid, menyampaikan bahwa pengajian rutin ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan, serta pemahaman keagamaan bagi para pengurus TP PKK, khususnya dalam menjalankan peran sebagai perempuan, istri, ibu, dan bagian dari masyarakat.

“Melalui pengajian rutin ini, kami berharap seluruh pengurus TP PKK dapat terus meningkatkan pengetahuan dan pemahaman agama, khususnya mengenai fiqih wanita. Di tengah perkembangan zaman yang semakin modern, perempuan perlu memiliki landasan agama yang kuat agar mampu menjalankan perannya dengan baik, bijaksana, serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam,” ujarnya.

Ia juga berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana untuk menambah wawasan keagamaan, tetapi juga mempererat silaturahmi antar-pengurus TP PKK di tingkat kabupaten dan kecamatan.

“Semoga ilmu yang kita peroleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga maupun di lingkungan masyarakat. Dengan demikian, para kader PKK dapat menjadi teladan dalam membangun keluarga yang harmonis, berakhlak mulia, dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan,” tambahnya.

Sementara itu, melalui tausiyah yang disampaikan, Prof. Dr. KH. Wawan Wahyudin diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai fiqih wanita, mulai dari aspek ibadah, kehidupan keluarga, hingga peran perempuan dalam kehidupan sosial di tengah dinamika masyarakat modern.

Pengajian rutin ini menjadi salah satu bentuk komitmen TP PKK Kabupaten Tangerang dalam memperkuat pembinaan mental dan spiritual para kader. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong para pengurus TP PKK untuk terus berkontribusi dalam mewujudkan keluarga yang sejahtera, berkualitas, dan berakhlak mulia.

Melalui kegiatan keagamaan yang dilaksanakan secara berkelanjutan, TP PKK Kabupaten Tangerang berharap dapat memperkuat nilai-nilai religius dalam kehidupan keluarga sekaligus mendukung terwujudnya masyarakat Kabupaten Tangerang yang harmonis dan sejahtera. (Red)

Hari Santri 2026, Bupati Maesyal Siapkan Program Pendidikan Gratis Bagi Santri

TANGERANG, lensafokus.id – Pemerintah Kabupaten Tangerang terus berupaya meningkatkan perhatian terhadap santri dan pendidikan keagamaan. Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengatakan, sejumlah program disiapkan untuk mendukung pendidikan santri, guru madrasah, serta pembangunan sarana pondok pesantren. Hal tersebut disampaikannya usai Upacara Hari Santri 2026 di Lapangan Raden Aria Yudhanegara, Puspemkab Tangerang, Kamis (22/10/26).

Bupati Maesyal mengatakan, Pemkab Tangerang berencana memperluas program pendidikan gratis secara bertahap, tidak hanya bagi siswa SD dan SMP swasta umum, tetapi juga siswa madrasah ibtidaiyah dan tsanawiyah swasta. Selain itu, pemerintah daerah juga akan mengupayakan kuliah gratis bagi guru Madrasah Diniyah Takmiliyah serta santri lulusan SMA atau sederajat melalui proses seleksi.

“Insyaallah, kita akan rumuskan bersama TAPD dan teman-teman dewan, tentunya disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Kita ingin memberikan perhatian lebih kepada santri, termasuk anak-anak yang bersekolah di madrasah swasta,” ujar Maesyal.

Ia menambahkan, di bidang sarana dan prasarana, Pemkab Tangerang juga terus mengalokasikan anggaran untuk pembangunan asrama dan sanitasi pondok pesantren. Pada 2025, pembangunan asrama pesantren mencapai 50 unit, sedangkan pada 2026 jumlahnya meningkat menjadi 150 unit.

"Kita pastikan, perhatian terhadap pondok pesantren akan terus diupayakan setiap tahun, meskipun kondisi keuangan daerah menghadapi keterbatasan," imbuhnya

Selain itu, Pemkab Tangerang tetap mempertahankan dukungan bagi para guru ngaji, marbot masjid, petugas pemulasaraan jenazah, serta sarana ibadah masyarakat. Salah satunya melalui pemberian insentif kepada sekitar 4.000 guru ngaji setiap tahun sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap mereka yang berperan dalam pendidikan dan pelayanan keagamaan.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kerukunan antarumat beragama. Menurutnya, Kabupaten Tangerang merupakan daerah yang dihuni masyarakat dengan latar belakang agama dan keyakinan yang beragam sehingga sikap saling menghormati harus terus dijaga.

“Peringatan Hari Santri ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk menjaga persatuan dan keharmonisan. Bukan hanya memberikan perhatian kepada santri, tetapi juga memastikan kerukunan seluruh umat beragama di Kabupaten Tangerang tetap terpelihara,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu santri Pondok Pesantren Fathurrobbaaniy Cisoka, Ahmad Hakunazali, menyambut baik perhatian Pemkab Tangerang terhadap pendidikan santri dan pembangunan pondok pesantren. Menurutnya, program beasiswa sangat membantu santri dan menjadi motivasi untuk lebih giat belajar serta menuntut ilmu.

Ia juga berharap pembangunan asrama pesantren terus berlanjut agar santri memiliki tempat tinggal yang lebih nyaman. Selama ini, kata dia, satu kamar asrama bisa ditempati oleh 10 orang atau lebih, sehingga penambahan fasilitas sangat dibutuhkan untuk menunjang kegiatan sehari-hari para santri.

“Senang sekali dan sangat membantu. Semoga program ini terus berjalan, pembangunan pondok pesantren semakin baik, dan bisa menambah semangat santri untuk belajar, mengaji, serta memperdalam ilmu. Untuk seluruh santri di Indonesia, tetap berjuang dan semangat mencari ilmu demi kemajuan bangsa,” ujar Ahmad. (Red)

Bantu 56 Ribu Nasabah di Kabupaten Tangerang, PNM Komitmen Perkuat UMKM dan Tekan Angka Pengangguran

TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid secara resmi membuka acara Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar 2026 yang diselenggarakan oleh PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Tangerang di Aula Masjid Agung Al-Amjad, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Rabu (21/10/26).

Kegiatan pelatihan dan pemberdayaan ini dihadiri oleh jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang, manajemen PNM Cabang Tangerang, serta ratusan nasabah PNM yang didominasi oleh kaum ibu pelaku UMKM di wilayah Kabupaten Tangerang. Turut hadir mendampingi Bupati antara lain Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tangerang, Kabid Koperasi, Sekcam Tigaraksa, Lurah Tigaraksa, kepala desa setempat, serta unsur TNI dan Polri.

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PNM Cabang Tangerang atas kontribusi nyatanya dalam menyalurkan pembiayaan serta pendampingan usaha bagi masyarakat.

"Terima kasih kepada PNM yang telah memberikan akses permodalan bagi masyarakat kami. Langkah ini menjadi fondasi penting dalam menumbuhkan perekonomian UMKM di Kabupaten Tangerang," ujar Bupati Maesyal.

Bupati Maesyal menegaskan bahwa sektor UMKM memberikan kontribusi yang sangat besar bagi perekonomian daerah maupun nasional. Berdasarkan data, jumlah UMKM di Kabupaten Tangerang yang tercatat sebanyak 61.000 pada tahun 2024 terus mengalami tren positif dengan pertumbuhan rata-rata 19.000 UMKM baru setiap tahunnya.

"Kontribusi dan pergerakan roda perekonomian di Kabupaten Tangerang tidak lepas dari peran penting ibu-ibu. Ketika ibu-ibu mandiri secara ekonomi, keluarga dan daerah pun ikut sejahtera," tegas Bupati Maesyal.

Bupati Maesyal juga berinteraksi dan berdialog langsung dengan para nasabah untuk mendengar manfaat program PNM bagi ekonomi keluarga. Pada kesempatan tersebut, Bupati turut mengingatkan nasabah agar tetap disiplin dalam mengangsur, menyarankan peningkatan kemitraan lapangan antara PNM dan pemda, serta menginformasikan program sekolah gratis dari pemda untuk anak-anak di Kabupaten Tangerang.

Bupati Maesyal secara simbolis menyerahkan hadiah Umroh Gratis dari PNM Cabang Tangerang kepada dua orang nasabah yang beruntung.

Sementara itu, Pemimpin Cabang PNM Tangerang, Edy Prayugo, menjelaskan bahwa kegiatan PKU Akbar ini digelar sebagai bentuk literasi dan pelatihan berkelanjutan agar para pelaku usaha mikro dapat naik kelas.

"Kegiatan PKU Akbar ini merupakan bagian dari literasi dan pelatihan bagi para nasabah. Di sini ibu-ibu dibekali kemampuan pembuatan pembukuan, perbaikan kemasan, hingga strategi pemasaran agar kualitas produk meningkat dan bisa memberikan penghasilan tambahan bagi keluarga," jelas Edy.

Edy memaparkan, hingga saat ini PNM Cabang Tangerang telah menjangkau sebanyak 293.000 nasabah di wilayah Tangerang Raya. Khusus untuk wilayah Kabupaten Tangerang, tercatat lebih dari 56.000 nasabah kelompok yang telah dibiayai.

Terkait persyaratan, PNM memberikan kemudahan akses permodalan tanpa prosedur yang rumit, bahkan bagi masyarakat yang baru ingin memulai usaha.

"Persyaratannya sangat mudah. Ibu-ibu yang baru mau mulai usaha dalam sistem kelompok sudah bisa mengajukan pembiayaan, dimulai dari Rp2 juta. Jika usahanya berkembang dan riwayat pembayarannya lancar, plafon pinjaman dapat ditingkatkan bertahap hingga maksimal Rp15 juta," jelasnya.

Selain skema pembiayaan kelompok, PNM juga menyediakan layanan pembiayaan individual dengan jaminan untuk pengembangan bisnis hingga maksimal Rp200 juta.

Edy juga menegaskan komitmen PNM dalam mendukung kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk menekan angka pengangguran serta membebaskan masyarakat dari jeratan pinjaman online (pinjol) ilegal.

"PNM bertugas membantu program pemerintah dalam mengurangi pengangguran dan memajukan UMKM yang belum berkembang. Selain itu, hadirnya PNM juga menjadi solusi nyata untuk menekan maraknya pinjol ilegal yang memberatkan masyarakat dengan bunga tinggi. Kita bergeser mengarahkan masyarakat ke pembiayaan resmi yang aman dan terdaftar di OJK," pungkas Edy. (Red)

Bunda PAUD Kabupaten Tangerang Dorong Pemenuhan Gizi Anak Melalui Program PMT di Satuan PAUD

TANGERANG, lensafokus.id — Ketua Bunda PAUD Kabupaten Tangerang, Rismawati Maesyal Rasyid, mendorong penguatan pemenuhan gizi anak sejak usia dini melalui program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Program ini diikuti 3.791 peserta didik dari tujuh kecamatan dan 10 desa di Kabupaten Tangerang sebagai upaya mendukung tumbuh kembang anak, mencegah kekurangan gizi, serta menekan angka stunting.

Kegiatan PMT tersebut dimulai pada Rabu (21/10/2026) di TK Negeri Rajawali, Kecamatan Rajeg. Program ini dilaksanakan dalam enam tahap dengan sasaran peserta didik PAUD di Kecamatan Rajeg, Teluknaga, Pakuhaji, Sepatan Timur, Kosambi, Solear, dan Gunung Kaler.

Dalam sambutannya, Rismawati menegaskan bahwa PAUD memiliki peran strategis dalam membentuk fondasi pertumbuhan dan perkembangan anak, terutama pada fase golden age atau masa keemasan. Pada periode ini, anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat sehingga membutuhkan layanan pendidikan berkualitas serta asupan gizi yang cukup sesuai tahapan perkembangannya.

“Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan program intervensi gizi untuk mendukung tumbuh kembang anak, mencegah kekurangan gizi, dan menekan angka stunting,” ujar Rismawati.

Menurutnya, pelaksanaan PMT bukan sekadar kegiatan seremonial makan bersama, melainkan bentuk komitmen dan kepedulian pemerintah, satuan pendidikan, serta masyarakat untuk memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang cukup, sehat, dan aman. Program tersebut juga menjadi langkah strategis dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting sekaligus menyukseskan program PAUD Holistik Integratif.

Rismawati mengajak para orang tua untuk membiasakan pola makan sehat di rumah dan tidak hanya mengandalkan makanan tambahan dari sekolah. Ia menekankan pentingnya pola asuh yang baik serta pemenuhan asupan bergizi setiap hari agar kebutuhan tumbuh kembang anak dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

“Maka pada kesempatan yang berbahagia ini, saya mengajak para orang tua untuk melanjutkan kebiasaan makan sehat di rumah, tidak hanya bergantung pada makanan tambahan dari sekolah, serta lebih peduli pada pola asuh dan asupan harian anak,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para guru, pengurus PAUD, dan pihak penyelenggara yang telah menyiapkan menu bergizi serta mendampingi anak-anak selama kegiatan berlangsung. Rismawati berharap kolaborasi pemerintah, satuan pendidikan, dan keluarga terus diperkuat agar anak-anak Kabupaten Tangerang tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan ceria, sekaligus siap menjadi generasi emas Indonesia, sejalan dengan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia serta visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Tangerang.

Sementara itu, Plt. Kepala Bidang PAUD dan Kasi Sarpras Bidang SD, Yudi Nursapyudin, mengatakan program PMT bagi peserta didik PAUD dilaksanakan dalam enam tahap. Tahap pertama dimulai pada Rabu (21/10/2026) di TK Negeri Rajawali, Kecamatan Rajeg.

"Kegiatan tersebut bertujuan mendukung kesehatan anak melalui pemeriksaan kesehatan dasar, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), edukasi gizi seimbang, keamanan pangan, kesehatan lingkungan, serta kesehatan orang tua," jelasnya.

Yudi juga menjelaskan, dalam penyediaan makanan, menu PMT diarahkan untuk mengandung protein hewani pada setiap sajian, memanfaatkan pangan lokal yang mudah diperoleh dan aman, serta diolah hingga matang sempurna.

Ia menambahkan, program PMT diharapkan dapat mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak secara optimal pada masa keemasan. Selain itu, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mencegah gangguan pertumbuhan dan mengurangi risiko kekurangan gizi pada anak usia dini.

"Adapun 3.791 peserta didik penerima PMT berasal dari 10 desa di tujuh kecamatan," jelaskan.

Program PMT tersebut didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tangerang Tahun Anggaran 2026. Melalui pelaksanaan program ini, pemenuhan gizi anak diharapkan semakin diperhatikan melalui kolaborasi pemerintah, satuan pendidikan, dan keluarga agar anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. (Red)

Bupati Maesyal Rasyid Dorong UMKM Naik Kelas, Tak Cukup Hanya Modal

TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mendorong para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk terus meningkatkan kapasitas dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar mampu naik kelas dan semakin berdaya saing.

Hal tersebut disampaikan Bupati Maesyal Rasyid saat membuka Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar dan Temu Usaha Nasabah Mekaar PNM Cabang Tangerang yang digelar di aula Masjid Agung Alamjad, Rabu (21/10/26).

"UMKM naik kelas itu tidak cukup hanya dari sisi permodalan, tapi juga ditentukan oleh kompetensi pelaku UMKM-nya, produk yang berkualitas dan mampu bersaing serta jangkauan pasar yang luas," ungkap Bupati Maesyal

Menurut dia, UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian daerah. Untuk itu pengembangan dan dukungan terhadap UMKM harus terus dilakukan agar usahanya dapat tumbuh secara berkelanjutan dan memberikan kontribusi, bukan hanya untuk kesejahteraan para pelaku UMKM dan masyarakat, namun juga perekonomian daerah

“UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian daerah, membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan keluarga, serta memperkuat kesejahteraan masyarakat,” ujarnya

Bupati juga mengajak para nasabah PNM Mekar untuk memanfaatkan teknologi digital, menjaga kualitas produk, memperluas jaringan pemasaran, serta mengelola keuangan usaha secara tertib dan bijak agar usahanya benar mampu bersaing dan berkembang

“Jadikan setiap tantangan sebagai peluang untuk berinovasi dan kebersamaan sebagai kekuatan untuk maju bersama. Kita ingin UMKM Kabupaten Tangerang semakin mandiri, berdaya saing, dan menjadi bagian penting dalam mewujudkan Kabupaten Tangerang yang semakin gemilang,” katanya.

Pihaknya pun mengapresiasi PT. Permodalan Nasional Madani (PNM) yang terus berperan dalam pengembangan UMKM, khususnya melalui pemberdayaan perempuan dan penguatan kapasitas pelaku usaha.

"Terima kasih dan apresiasi kepada pihak PNM yang terus aktif mengembangkan UMKM, khususnya melalui pemberdayaan perempuan dan penguatan kapasitas para pelaku usaha. Semoga ini juga bisa jadi contoh bagi yang lainnya," pungkasnya. (Red)

Kesbangpol Kota Tangerang Dorong Kemandirian Ekonomi dan Aksi Nyata Keorganisasian

Kota Tangerang, lensafokus.id - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tangerang secara resmi membuka kegiatan Penguatan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Kota Tangerang yang berlangsung di GOR Puri Beta, Kecamatan Larangan, Selasa (20/10/26).

Acara yang dihadiri oleh pengurus ormas, akademisi, tokoh masyarakat, serta jajaran pemuda dari berbagai wilayah ini diselenggarakan sebagai upaya memperkuat kapasitas, kemandirian dan peran strategis ormas dalam pembangunan daerah.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tangerang Wawan Fauzi, menekankan pentingnya keberlanjutan dari kegiatan ini agar tidak berhenti sekadar pada penyampaian materi, melainkan terwujud dalam aksi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.

"Kami berharap kegiatan ini tidak sekadar penyampaian materi, melainkan berlanjut menjadi aksi nyata. Mari kita bangun ormas yang kuat kelembagaannya, mandiri secara ekonomi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat," tegas Wawan.

Selain dorongan kemandirian ekonomi, Wawan juga mengingatkan pentingnya menjaga suasana kondusif.

"Kehadiran ormas diharapkan dapat menjadi perekat persatuan dan kesatuan dalam mengawal pesta demokrasi agar berjalan damai dan lancar," pungkasnya.

Kesbangpol Kota Tangerang berharap, seluruh elemen ormas dapat terus bersinergi, produktif dan berdaya saing demi kemajuan serta kesejahteraan masyarakat Kota Tangerang. (Red)

Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak, Pemkot Tangerang Perkuat Layanan Satgas PPA

Kota Tangerang, lensafokus.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) terus berkomitmen menekan serta memutus mata rantai kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah dengan menggelar sosialisasi deteksi dini dan penanganan kasus kekerasan secara berkelanjutan bersama narasumber berskala nasional hingga internasional yang berlangsung di Ruang Al Amanah, Puspem Kota Tangerang, Selasa (20/10/26).

Kepala DP3AP2KB Kota Tangerang Tihar Sopian menyampaikan, sosialisasi ini merupakan agenda rutin Pemkot Tangerang yang menyasar berbagai lapisan masyarakat Mulai dari lingkungan sekolah, universitas, kelompok masyarakat, hingga organisasi mitra seperti PKK, Dharma Wanita Persatuan (DWP) dan Gabungan Organisasi Wanita (GOW).

"Setiap momen dan event selalu kami manfaatkan untuk menyampaikan pentingnya deteksi dini pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Kami ingin memastikan masyarakat Kota Tangerang tahu ke mana harus melapor jika melihat atau mengalami tindakan kekerasan," ujar Tihar.

Masyarakat Kota Tangerang yang ingin melapor dapat langsung datang ke UPTD PPA di Gedung Nyimas Melati atau memanfaatkan aplikasi percepatan pelayanan publik seperti Silacak Perak.

Dalam sosialisasi kali ini, DP3AP2KB menggandeng ECPAT Indonesia (Ending Child Sexual Exploitation), sebuah NGO internasional yang berfokus pada penghapusan eksploitasi seksual anak dan perlindungan perempuan.

Narasumber dari ECPAT Indonesia Maria Yohanista Djou menjelaskan, materi yang dibawakan mencakup dua topik utama, yaitu pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Ia menekankan pentingnya peran masyarakat sebagai penggerak yang tidak menghakimi korban.

"Korban kekerasan sering kali ragu melapor karena takut akan stigma sosial dan rasa malu. Oleh karena itu, masyarakat atau pendamping harus memberikan rasa aman, mendengarkan tanpa memotong, mengapresiasi keberanian korban, serta memberikan pilihan-pilihan langkah hukum maupun psikologis yang transparan," jelas Maria.

Ia juga mengapresiasi inovasi Pemkot Tangerang dalam membentuk kelompok kader di tingkat bawah dan kanal pelaporan yang mudah diakses.

"Meningkatnya jumlah laporan bukan berarti Kota Tangerang memburuk, melainkan mengindikasikan tingginya kesadaran masyarakat yang kini berani bersuara dan tahu ke mana harus mencari bantuan," tegasnya.

Di tingkat operasional, Satuan Tugas Perlindungan Perempuan dan Anak (Satgas PPA) Kota Tangerang memastikan kesiapan penuh dalam merespons aduan masyarakat.

Koordinator Satgas PPA Wilayah Timur, Soimah mengungkapkan, pihaknya siap memberikan pendampingan penanganan kasus, baik yang masuk melalui kontak pribadi Satgas, aplikasi Silacak Perak, maupun layanan darurat Laksa 112 dan SAPA 129.

"Dalam satu hari, warga yang datang ke kantor bisa mencapai 4 hingga 5 laporan, belum termasuk aduan via telepon dan kanal darurat. Kami tidak hanya menangani kejadian di Kota Tangerang, tetapi juga membantu warga Kota Tangerang yang mengalami kasus di luar wilayah," tutur Soimah.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melapor, baik melalui Satgas di tingkat kecamatan maupun kader PATBM (Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat) di tingkat kelurahan.

"Semua layanan di UPTD PPA Kota Tangerang mulai dari pendampingan pelaporan ke kepolisian, proses visum, konsultasi dan layanan psikologi, hingga pendampingan hukum seluruhnya disediakan secara gratis tanpa dipungut biaya," tuturnya.

Melalui sinergi antara pemerintah, NGO dan penggerak masyarakat di tingkat tapak, Pemkot Tangerang berharap ruang aman bagi perempuan dan anak dapat terus terwujud secara optimal di seluruh wilayah Kota Tangerang. (Red)

DP3AP2KB Kota Tangerang Torehkan Deretan Prestasi hingga Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat

Kota Tangerang, lensafokus.id - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang mencatatkan berbagai capaian strategis dan sejumlah prestasi.

Langkah masif yang berfokus pada perlindungan, pemberdayaan perempuan, penanganan stunting, hingga bina keluarga lansia terbukti meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Tangerang secara signifikan.

Kepala DP3AP2KB Kota Tangerang Tihar Sopian mengungkapkan, indeks pelayanan dan kualitas hidup masyarakat Kota Tangerang saat ini telah berada di atas rata-rata pencapaian tingkat provinsi maupun nasional.

"Kami mencatatkan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 67, melampaui target provinsi dan nasional yang dipatok pada angka 64. Hal ini membuktikan bahwa tingkat kesehatan, kemandirian dan kesejahteraan masyarakat Kota Tangerang terus mengalami peningkatan nyata," tegasnya.

Dalam dua tahun terakhir, DP3AP2KB Kota Tangerang sukses meraih sejumlah prestasi tingkat provinsi hingga nasional, seperti KLA Kategori Nindya, Juara 1 & 2 Lomba Keluarga Berkualitas Banten, Juara 1 Lomba Rumah Dataku, penghargaan Lomba TAMAS, serta apresiasi indeks pelayanan publik dari KPPPA dan BKKBN.

"Kami bermitra dengan PKK, DWP, dan Gabungan Organisasi Wanita di Kota Tangerang agar perempuan bisa setara gender dengan laki-laki untuk bisa memimpin, mengambil keputusan, serta menyampaikan pendapatnya," kata Tihar.

Melalui program Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan (PKHP) yang diselenggarakan di 13 kecamatan, pembinaan tidak hanya berfokus pada sektor ekonomi, tetapi juga mencakup penguatan kapasitas politik, sosial, dan budaya.

"Kami juga terus berkolaborasi dengan Aparat Penegak Hukum (APH) seperti Kepolisian dan Kejaksaan dalam upaya pencegahan serta advokasi hukum bagi perempuan dan anak," sambungnya.

Selain itu, program Bina Lansia melalui Sekolah Lansia menjadi salah satu inovasi unggulan DP3AP2KB Kota Tangerang yang telah mewisuda dua gelombang lulusan di seluruh kecamatan.

Mengusung kurikulum 7 dimensi kehidupan dan sistem pembelajaran secara bertahap (Standar 1 hingga 3), program ini melibatkan sinergi dari MUI, Kemenag, PKK, hingga relawan masyarakat melalui 12 kali pertemuan per semester.

"Lulusan dari Sekolah Lansia diharapkan menjadi agent of change di lingkungannya untuk mengajak para lansia lain tetap sehat, bahagia, berdaya guna, dan tidak merasa kesepian," paparnya.

Dalam menjaga kesehatan reproduksi perempuan, DP3AP2KB secara aktif berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI). Layanan kontrasepsi/KB (pil, suntik, dan metode lainnya) dilakukan secara masif melalui program roadshow di 13 kecamatan serta diselipkan pada momentum event resmi Kota Tangerang untuk menjangkau masyarakat secara luas.

"Kami berkomitmen untuk terus melanjutkan program-program strategis ini secara berkelanjutan (sustainable) demi mewujudkan masyarakat Kota Tangerang yang sehat, berdaya, dan sejahtera," tutup Tihar. (Red)

Jelang Musim Hujan, Bupati Tangerang Cek Titik Rawan Banjir di Pasar Kemis

TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid turun langsung mengecek sejumlah titik rawan banjir di Kecamatan Pasar Kemis, Senin (19/10/26).

Bupati Maesyal yang didampingi Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Iwan Firmansyah, Kepala Dinas Perumahan, Permukiman dan Pemakaman (DPPP) Bambang Sapto, Camat Pasar Kemis, serta unsur terkait lainnya mengungkapkan bahwa peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan langkah mitigasi dan penanganan banjir yang dilakukan berjalan dengan baik

Lokasi pertama yang ditinjau adalah Perumahan Taman Walet, Kelurahan Sindangsari. Bupati berdialog langsung dengan warga RW 09, RW 12, dan RW 14 terkait persoalan saluran air yang selama ini menyebabkan banjir.

“Sudah sekitar 15 tahun warga menyampaikan mengalami banjir dan belum ada penanganan maksimal. Makanya kita cek langsung. Ada yang bisa kita lakukan melalui perubahan anggaran, dan penanganan maksimalnya kita siapkan di anggaran 2027,” ujar Bupati Maesyal

Menurut dia, penanganan banjir di Perumahan Taman Walet nantinya akan mencontoh normalisasi yang telah dilakukan di Perumahan Taman Elok. Saluran akan disterilkan, ditertibkan, dikeruk dan dinormalisasi melalui dukungan serta kesepakatan warga.

“Di Taman Elok sudah kita bongkar hambatan di salurannya, kita keruk dan normalisasi. Alhamdulillah sekarang sudah tidak banjir lagi. Kita ingin penanganan seperti itu juga dilakukan di sini. Kami minta warga juga komitmen untuk bantu kesepakatannya,” tegasnya

Bupati kemudian melanjutkan peninjauan ke aliran air di Perum Teluk Jakarta dan Perum Kutabumi 2 Kelurahan Kutabumi, termasuk lokasi saluran dan tanggul yang sebelumnya sempat rusak hingga menyebabkan air merendam sejumlah rumah warga.

“Ini bagian dari antisipasi musim hujan nanti. Salurannya kita normalisasi, kita lebarkan, kemudian dipasang sheet pile dan turap. Mudah-mudahan aliran air semakin lancar dan tidak banjir lagi,” ungkapnya.

Lanjut dia, di lokasi Teluk Jakarta Kelurahan Kutabumi, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) telah melakukan normalisasi, pelebaran saluran dari sekitar 2,5 meter menjadi 10 meter, pembangunan turap serta menyiapkan pemasangan sheet pile untuk memperkuat saluran.

"Mitigasi banjir tidak hanya dilakukan di Pasar Kemis. Penanganan juga dilakukan di sejumlah titik rawan banjir lainnya di Kabupaten Tangerang, antara lain Binong, Kali Sabi dan Sukadiri dengan mempertimbangkan skala prioritas," imbuhnya

Selain itu, Pemkab Tangerang juga terus terus berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Kementerian Pekerjaan Umum, serta Pemerintah Provinsi Banten untuk penanganan secara terpadu untuk penanganan sungai besar seperti Cimanceri dan Cidurian. (Red)

Page 5 of 326
Go to top