Index Berita Lensa Fokus

BOGOR, lensafokus.id - Statmen Corporate Communication PT Sentul City Tbk, Febryan yang membantah tudingan melakukan perusakan lahan Palm Boko milik Ozzy Sudiro membuat tetangga Presiden RI Prabowo Subianto itu meradang.

Menurut Ozzy Sudiro, SHGB 2384 yang diterbitkan tanggal 20 Desember 2013 yang diklaim Sentul City berasal dari pecahan HGB No.2.

Bahwa Sertifikat HGB no 2 tersebut sudah dibatalkan melalui SK Menteri Agraria BPN No 28/VIII tahun 1999, seluas 4.087.960 M2 Desa Bojong koneng.

"Saya pegang bukti-buktinya dan sudah konsultasi dengan Kementrian ATR/BPN Dirjen Sengketa. Kedua, sertifikat HGB yang menjadi pegangan pihak Sentul City itu juga banyak memiliki kejanggalan dan ketidaklaziman, seperti ditandatangani oleh seorang Kasubsi atau struktur jabatan eselon V di BPN," ujar Ozzy Sudiro, Rabu (04/11/2026).

Kemudian, lanjut Ozzy, jika dilihat dalam kolam petunjuk terdapat makna is'yarat dan bers'yarat, lanjutnya, keterangan hasil ukur dilakukan melalui satelit citra terdapat bangunan dan kampung.

"Jadi kami bersama 32 KK Warga termasuk sekolah dasar dan mesjid serta lainnya, masuk dalam SHGB 2384, satu hamparan sesuai luas 60.041 M2. Jadi bagaimana mungkin Sentul City belum ada, sekolah, bangunan masyarakat sudah ada.Mari kita buktikan di ranah hukum," tegasnya.

Area Palem Boko Blok 25, jelas Ozzy, jika dilihat dari gambar ukur masuk dalam HGB No 2384 pecahan dari SHGB No.2 yang sudah dibatalkan oleh BPN pada tahun 1999.

"Diterbitkan kembali tahun 2013 dan dibebankan hak tanggungan 2012 oleh PANIN bank. Baru terbit sudah dapat uang, lalu pertanyaannya bagaiman proses BPHTBnya,sementara fisik bangunan kami kuasai sejak lama dan SPPT kami terus bayar," paparnya.

Ozzy juga meminta jajaran PT Sentul City kooperatif pada pelaporan dirinya di Ditkrimum Polda Jabar. "Semua bukti-bukti sudah saya serahkan ke jajaran Ditkrimum Polda Jabar, agar semua jelas, seharusnya mereka hadir saat diundang klarifikasi,".

Sebelumnya, Corporate Communication PT Sentul City Tbk, Febryan mengatakan, isu sengketa lahan dengan Saudara Ozzy Sudiro (Palm Boko) di Desa Bojong Koneng dengan pihaknya.

"Kami menegaskan bahwa PT Sentul City Tbk menguasai dan memiliki bukti kepemilikan surat yang sah secara hukum berupa Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) resmi yang diterbitkan oleh Kantor Pertanahan ATR/BPN Kabupaten Bogor," ujarnya.

Menurutnya, seluruh perolehan lahan perusahaan telah melalui prosedur hukum yang berlaku sejak era 1990-an dan dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA).

Sementara terkait pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) atau kepemilikan surat oper alih garapan bawah tangan, tidak secara otomatis melahirkan atau membuktikan hak kepemilikan atas tanah.

"Sesuai ketentuan hukum pertanahan nasional, SHGB merupakan bukti hak tertinggi dan sah yang diakui oleh negara. Penguasaan fisik tanpa alas hak yang sah di atas lahan SHGB perusahaan merupakan bentuk illegal occupation yang dapat berkonsekuensi hukum," tandasnya. (Zulfi Kusuma)

Published in Banten

Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid meletakan batu pertama pembangunan Masjid Jami Baiturrohim di Desa Rawa Burung Kec. Kosambi, Rabu (04/11/26)

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal mengungkapkan rasa syukurnya dan mengapresiasi kebersamaan seluruh elemen masyarakat Desa Rawa Burung yang kompak bergotong royong membangun Masjid Jami Baiturrohim untuk kepentingan umat dan masyarakat

"Kami bersama anggota DPRD Provinsi Banten, anggota DPRD Kabupaten Tangerang, Pak Camat, para tokoh, para ulama yang hadir di sini di Desa Rawa Burung Kecamatan Kosambi ini. Mudah-mudahan masjid ini bisa rampung sesuai rencana dan bisa digunakan, dimanfaatkan untuk sarana ibadah dan sarana lainnya untuk kepentingan umat dan masyarakat," ujar Bupati Maesyal

Dia menegaskan bahwa Masjid Jami Baiturrohim nantinya bisa dimanfaatkan bukan hanya untuk kegiatan ibadah dan syiar Islam, namun juga bisa dimanfaatkan untuk menunjang berbagai kegiatan sosial lainnya untuk kemajuan Desa Rawa Burung

"Masjid ini bukan hanya untuk sarana kegiatan ibadah saja, kegiatan-kegiatan lainnya seperti kegiatan sosial dan pertemuan untuk kepentingan umum bisa dilakukan di sini untuk kemajuan Desa Rawa Burung," tandasnya

Bupati Maesyal juga mengingatkan seluruh masyarakat untuk bersama-sama merawat dan memakmurkan Masjid Jami Baiturrohim agar keberadaannya bisa menjadi kebanggaan serta semakin bisa memberikan manfaat dan dampak kepada seluruh masyarakat

"Utamanya adalah sarana ibadah ini harus kita pelihara dan rawat bersama untuk kepentingan umat dan kepentingan umum lainnya. Mari kita gotong royong semuanya untuk melaksanakan kebaikan," tegasnya

Ketua Pembangunan Masjid Jami Baiturrohim, Rukyat Idris mengungkapkan bahwa pemugaran masjid tersebut dilakukan mengingat kondisi fisik bangunan sudah tidak laik dan berusia lebih dari 40 tahun

"Bahwa masjid ini harus kita pugar karena umurnya sudah lama umurnya 40 tahun lebih, menurut keterangan baru sekali terjadi pemugaran maka dari itu kondisi fisik bangunannya beresiko," ungkap Idris

Lanjut dia, pembangunan Masjid Jami Baiturrohim diperkirakan menelan biaya sekitar 1 milyar lebih dan proses pembangunannya diharapkan dapat lancar, selesai pada waktu yang telah direncanakan

"Masjid ini mendapat bantuan yang diberikan oleh perusahaan pengelola bantuan dari Saudi Arabia, swadaya masyarakat dan para donatur lainnya," imbuhnya. (Red)

Published in Banten

KOTA TANGERANG, lensafokus.id – Kebakaran hebat melanda gudang penyimpanan sekaligus pengolahan limbah oli bekas di Jalan Kali Sabi 2, Kelurahan Uwung Jaya, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang, Rabu (4/11/2026) dini hari.

Kobaran api yang membumbung tinggi dengan cepat menghanguskan sebagian besar bangunan gudang. Banyaknya material mudah terbakar di lokasi diduga membuat api semakin cepat membesar hingga merembet ke sebagian area pabrik baut yang berada tepat di sebelahnya.

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang bergerak cepat melakukan pemadaman dan mengisolasi titik api. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah kobaran merembet lebih luas, terutama ke area pabrik kimia yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.

Komandan Regu 2 UPT Pemadam Kebakaran Cibodas, Teguh, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 02.00 WIB. Saat petugas tiba di lokasi, api sudah dalam kondisi membesar.

“Kami menerima laporan awal, ini pabrik, pabrik oli. Jadi, kalau kita bilang limbah-limbah oli bekas ya. Sementara untuk kronologis belum diketahui, karena dapat laporan ada kejadian di Jalan Kalisabi 2,” ujar Teguh saat ditemui di lokasi.

Selama proses pemadaman, beberapa kali terdengar suara ledakan dari area gudang. Suara tersebut diduga berasal dari drum-drum berisi oli yang ikut terbakar.

Untuk menjinakkan kobaran api, BPBD Kota Tangerang mengerahkan sekitar 40 personel gabungan dengan dukungan 15 unit mobil pemadam kebakaran.

Namun, upaya pemadaman sempat terkendala keterbatasan sumber air. Petugas harus mencari pasokan air yang memadai agar proses pemadaman dapat berlangsung optimal.

“Untuk personel dalam pemadaman di Jalan Kalisabi 2 ini, saya turunkan sekitar empat puluh personel dan lima belas unit. Kendala paling di sumber air. Alhamdulillah sumber air ketemu, akhirnya untuk pemadaman berjalan normal,” jelas Teguh.

Setelah berjibaku selama lebih dari lima jam, petugas akhirnya berhasil mengendalikan kobaran api. Kesigapan personel di lapangan menjadi faktor penting dalam mencegah kebakaran meluas ke kawasan industri di sekitar gudang.

Hingga informasi ini ditayangkan, penyebab kebakaran maupun kronologi lengkap kejadian belum diketahui. Belum ada keterangan mengenai kemungkinan korban jiwa maupun total kerugian akibat peristiwa tersebut. (Sumarna)

Published in Banten

Tangerang, lensafokus.id - Di tengah gemuruh aktivitas Bandara Internasional Soekarno-Hatta, sebuah harapan baru untuk bumi perlahan hadir. Ruang presentasi Sekarpura menjadi saksi bisu pertemuan yang penuh makna: Rektor Universitas Narotama (UNTARA), Prof. Ir. Mardiyana, MM., Ph.D., bersama penemu konsep Bank Air yang telah terdaftar Hak Kekayaan Intelektual dengan nomor registrasi 001138168, Sudirman Indra (Acin), hadir membawa dua misi yang menyentuh kehidupan banyak orang .

Acara dibuka oleh Prof. Ir. Mardiyana yang menyampaikan pesan sederhana namun menggetarkan hati. Di tengah kenyataan bahwa banyak pekerja hanya menerima penghasilan setara UMR, Universitas Narotama hadir bukan sebagai tembok, melainkan jembatan.

"Kendati gaji belum seberapa, harapan tidak boleh putus. UNTARA membuka pintu selebar-lebarnya bagi siapa saja yang ingin belajar. Masa depan yang cerah adalah hak setiap anak bangsa, tanpa terkecuali."

Sebuah janji: pendidikan layak bisa diraih, tidak hanya bagi yang berpunya, tetapi bagi siapa pun yang berkemauan keras.

IMG 20261104 WA0007

Kemudian, giliran Sudirman Indra memaparkan gagasan yang mengubah cara pandang kita terhadap alam. Dengan suara tenang namun tegas, ia berkata:

"Kita diajarkan rajin menabung uang di bank. Namun lupa, bahwa air pun wajib ditabung. Air adalah sumber kehidupan itu sendiri. Tindakan kecil menampung air hujan, sebenarnya berarti ikut menjaga kelestarian alam semesta."

Sudirman Indra menyoroti ironi yang menyayat hati: di Timur Tengah, air laut dipompa jauh ke daratan, diolah dengan biaya besar untuk pertanian dan kebutuhan minum. Sementara di Indonesia, negeri yang diberkahi curah hujan melimpah, hampir 70 persen air hujan justru terbuang percuma ke laut .

"Semoga konsep Bank Air ini bukan sekadar ide. Semoga ia tumbuh, mekar, dan menyelamatkan bumi kita dari krisis air yang kian nyata."

Pertemuan di Sekarpura ini bukan sekadar pertemuan biasa. Ia adalah titik temu antara pendidikan yang memanusiakan manusia dan gagasan pelestarian alam yang menyelamatkan masa depan. Dua hal yang tampak berbeda, namun pada hakikatnya memiliki satu tujuan yang sama: menjamin hari esok yang lebih baik.

Air adalah kehidupan. Menabung air adalah menabung kehidupan. Semoga langkah kecil ini menginspirasi kita semua, sebelum air yang tersisa hanyalah kenangan. (Lingga)

Published in Banten
Go to top