KOTA BOGOR, lensafokus.id — Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor mematangkan seluruh persiapan sebagai salah satu tuan rumah ajang Pekan Olahraga Provinsi XV Jawa Barat (Porprov Jabar 2026).
Kota Hujan siap menyambut kedatangan sekitar 7.800 atlet dan official dari berbagai daerah di Jawa Barat. Tidak hanya sebagai tuan rumah, Kota Bogor juga menerjunkan lebih dari 500 atlet lokal untuk berlaga di ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut.
Kepala Dispora Kota Bogor, Anas S. Rasmana, menyatakan bahwa secara garis besar kesiapan tempat pertandingan (venue) hingga penyusunan anggaran telah berjalan di jalur yang benar.
"Secara umum kami sudah siap menyambut para atlet dan official. Tinggal sentuhan akhir di beberapa titik," kata Anas di sela kegiatan Jumat Sehat di PWI Kota Bogor, Jumat (30/10/2026).
Anas menjelaskan, Kota Bogor bakal mempertandingkan total 28 cabang olahraga (cabor) yang terdiri dari 25 cabor utama dan 3 anak cabor.
Sebagian besar pertandingan akan dipusatkan di GOR Pajajaran, meliputi cabor Petanque, Panahan, Drumband, Panjat Tebing, Tarung Derajat, Judo.
Sementara itu, arena Gymnasium dialokasikan untuk beberapa pertandingan indoor lainnya.
Namun, untuk cabor yang membutuhkan bentang alam atau fasilitas khusus, lokasinya digeser ke luar Kota Bogor seperti gantole di Majalengka, paralayang di kawasan Puncak, menembak di Cimahi, dayung di Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat.
Kesiapan Kota Bogor turut diamini oleh tim Technical Delegate (TD) dari KONI Jawa Barat yang telah melakukan peninjauan langsung ke lapangan.
Selain kesiapan sarana, Kota Bogor juga mencatatkan prestasi dari segi tata kelola administrasi. Kota ini menjadi daerah tercepat yang merampungkan penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) Keolahragaan, SOP Keuangan, rencana anggaran biaya (RAB).
Mengenai aspek pendanaan, Anas mengungkapkan bahwa alokasi anggaran sempat mengalami penyesuaian dari komitmen awal Rp563 miliar menjadi Rp52 miliar. Penyesuaian ini sempat menyisakan kekurangan sebesar Rp8 miliar.
Melalui langkah efisiensi dan kolaborasi dengan berbagai pihak sponsor, kekuarangan tersebut berhasil ditekan secara signifikan hingga tersisa Rp2,8 miliar.
"Kami terus berhemat dan menggandeng sponsor supaya kekurangan ini bisa semakin kecil," ujar Anas.
Di sisi lain, dukungan dana operasional dan hibah tercatat mengalami peningkatan seperti hibah pakaian PBD cabor aik dari Rp500 juta menjadi di atas Rp1 miliar, anggaran kegiatan naik dari Rp1 miliar menjadi Rp3,8 miliar.
Terkait dengan adanya kendala akses di sekitar arena wall climbing (panjat tebing) dan jalur sungai Cisadane, Anas mengarahkan publik untuk tidak khawatir. Hal tersebut dipicu oleh proyek galian pemasangan trotoar yang saat ini masih berjalan.
Dispora memastikan seluruh perbaikan tanah, rumput, dan fasilitas pendukung yang terdampak akan tuntas sebelum peluit pertama pertandingan dibunyikan. (Zulfi kusuma)
TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meninjau langsung pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Aula Kantor Kecamatan Curug, Jumat (30/10/26).
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal mengatakan CKG merupakan program Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kondisi kesehatannya sekaligus mendeteksi penyakit sejak dini.
“Alhamdulillah, di Kecamatan Curug hari ini ada sekitar 300 warga yang hadir dan jumlahnya masih akan bertambah. Semuanya mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara gratis,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.
Ia menyebut hingga saat ini, tercatat sekitar 2,04 juta warga Kabupaten Tangerang telah mengikuti CKG. Dia menyebut capaian CKG Kabupaten Tangerang tersebut telah melampaui target yang ditetapkan. Dari target nasional sekitar 1,6 juta orang dan target provinsi sekitar 1,9 juta orang, Program CKG Kabupaten Tangerang kini tercatat telah mencapai sekitar 2,04 juta orang.
“Alhamdulillah sudah melampaui. Target nasional kita 1,6 juta, target provinsi 1,9 juta, dan sekarang sudah sekitar 2,04 juta masyarakat Kabupaten Tangerang yang melaksanakan cek kesehatan gratis,” ungkapnya.
Bupati menegaskan Pemkab Tangerang tidak akan berhenti melaksanakan program CKG meskipun telah melampaui target. Program CKG akan terus digencarkan melalui 44 Puskesmas hingga akhir Desember 2026 agar semakin banyak masyarakat memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan.
“Program ini sangat bagus, kita akan terus laksanakan hingga akhir Desember, supaya masyarakat mengetahui kondisi kesehatannya. Pemeriksaannya bukan hanya cek darah dan tekanan darah, tetapi juga ada pemeriksaan rontgen yang dilaksanakan Dinas Kesehatan,” jelasnya.
Bupati berharap tingginya partisipasi masyarakat dalam CKG dapat mendorong budaya pemeriksaan kesehatan secara rutin serta memperkuat upaya pencegahan dan deteksi dini penyakit di Kabupaten Tangerang.
Pada pelaksanaan CKG di Kecamatan Curug tersebut, pemerintah kecamatan juga menyiapkan bantuan paket sembako bagi masyarakat dan ruang bagi para pelaku UMKM untuk menggelar produk-produk unggulannya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang memberikan apresiasi atas penyaluran Corporate Social Responsibility (CSR) dari Ciputra Hospital berupa jaminan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan kepada 1.000 pekerja rentan. Penyerahan simbolis yang mengusung tema "Satu Kepedulian, Seribu Perlindungan" ini diselenggarakan di Auditorium Ciputra Hospital, CitraRaya Tangerang, pada Kamis (29/10/2026).
Mewakili Bupati Tangerang, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tangerang Aziz Gunawan, menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan wujud nyata kepedulian dan panggilan kemanusiaan dari sektor swasta terhadap masyarakat pekerja di lingkungan sekitarnya.
"Kami sangat mengapresiasi kepedulian dari Ciputra Hospital. Mudah-mudahan ini merupakan panggilan kemanusiaan untuk seluruh pekerja yang ada di lingkungan ini, dan ke depannya semoga bisa terus bertambah perlindungannya, bukan hanya untuk 1.000 pekerja," ungkapnya.
Ia mengatakan bahwa kedepannya Pemerintah Kabupaten Tangerang akan terus berkolaborasi bersama para rumah sakit ataupun perusahaan dan bergandengan tangan meniru langkah baik ini dalam memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat.
"Mudah-mudahan dengan optimisme dan komitmen kita bersama, para pekerja rentan ini bisa segera dituntaskan. Bantuan CSR perlindungan ketenagakerjaan dari Ciputra Hospital ini menyasar berbagai profesi pekerja rentan di sektor informal. Para penerima manfaat tersebut mencakup petugas keamanan (sekuriti), pekerja rumah tangga, pengemudi ojek online (ojol), pedagang pasar, sopir, hingga pengurus keagamaan seperti marbot masjid dan pengurus tempat ibadah lainnya," jelasnya
Lebih lanjut, ia menegaskan komitmen Pemkab Tangerang dalam menuntaskan perlindungan bagi pekerja rentan. Meski banyak yang telah terdaftar, saat ini masih tersisa sekitar 20.000 pekerja di sektor informal Kabupaten Tangerang yang belum terlindungi program jaminan sosial.
"Berdasarkan data profil Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Kabupaten Tangerang periode Januari - September 2026, kepesertaan jaminan sosial di Kabupaten Tangerang secara keseluruhan telah mencakup 1.082.363 pekerja, atau setara dengan pencapaian 69,89% dari total potensi peserta. Sebagai bentuk komitmen nyata, Pemkab Tangerang melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) juga telah berhasil mendaftarkan dan melindungi 500.000 masyarakat miskin ekstrem atau pekerja rentan di," ungkapnya.
Langkah sinergis ini disambut dengan sangat antusias oleh masyarakat penerima manfaat. Nurdin, seorang petugas keamanan (security) di kawasan Citra Raya yang mewakili penerima bantuan, menyampaikan rasa syukur yang luar biasa atas kepedulian yang diberikan.
"Saya berterimakasih karna bisa mendapat kesempatan ini. Manfaatnya sangat besar untuk harapan masyarakat banyak, semoga pemerintah Kabupaten Tangerang serta Ciputra Hospital bisa membantu memberikan BPJS Ketenagakerjaan lebih banyak lagi. Harapannya semakin maju, kompak, dan semakin jaya untuk semuanya," ungkap Nurdin. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Suasana khidmat menyelimuti Gedung Serba Guna (GSG) Kwarcab Kitri Bakti, Curug, Kabupaten Tangerang pada Rabu (28/10/26).
Kwartir Cabang Gerakan Pramuka (Kwarcab) Kabupaten Tangerang secara resmi menggelar Upacara Pelantikan Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Masa Bakti 2025–2030 serta Kwartir Cabang, Lembaga Pemeriksa Keuangan (LPK) dan Badan Kelengkapan Masa Bakti 2026–2031.
Prosesi pengukuhan dan pelantikan berjalan lancar dengan melantik pengurus Mabicab Tangerang dari unsur Forkopimda dan 50 orang pengurus Kwarcab, LPK serta Badan Kelengkapan Kwarcab Tangerang..
Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka (Kwarda) Banten, Suwaib Amiruddin, dalam sambutannya mengapresiasi semangat para pengurus yang baru dilantik. Ia menekankan bahwa menjadi pengurus Pramuka bukan sekadar memegang jabatan formal, melainkan membawa amanah dan tanggung jawab besar untuk kemajuan organisasi.
"Pengurus bukan cuma sekadar datang dan pulang pada saat rapat. Pengurus harus mengurusi apa yang harus kita tuangkan di dalam rantai organisasi dan membuat kejayaan. Pengurus harus memiliki tanggung jawab, kepemimpinan, dan membantu keluarga besar Pramuka agar roda organisasi berjalan dengan baik," ujar Ka Kwarda Banten.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Tangerang sekaligus Ketua Mabicab Grakan Pramuka Kabupaten Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menyampaikan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik, khususnya kepada Ketua Kwarcab Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah Effendi beserta jajaran.
Bupati Maesyal menegaskan pentingnya agenda rapat kerja (raker) untuk menyusun program strategis tahunan maupun jangka panjang demi menjaga konsistensi pembinaan karakter generasi muda di Kabupaten Tangerang.
"Setelah pelantikan ini, agenda utama adalah segera menggelar rapat kerja untuk menyusun program satu tahun ke depan dan lima tahun ke depan. Kegiatan kepramukaan harus menyentuh adik-adik di sekolah, mulai dari tingkat SD, SMP, SMA/K, MI, MTs, MA, hingga perguruan tinggi," tegas Bupati Maesyal.
Bupati Maesyal juga mengapresiasi pencapaian Kwarcab Kabupaten Tangerang yang berhasil mempertahankan predikat sebagai Kwartir Cabang Tergiat di Kwarda Banten selama 20 tahun berturut-turut (4 kali penilaian 5 tahunan). Ia berharap kepengurusan yang baru dilantik dapat terus menjaga tradisi prestasi tersebut melalui kolaborasi erat hingga tingkat Kwartir Ranting (Kwarran) dan Pembimbing Ranting (Mabiran) di kecamatan.
Dengan dilantiknya kepengurusan baru ini, Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Tangerang berkomitmen penuh memperkuat pembinaan karakter, kedisiplinan, dan ketrampilan generasi muda demi mendukung pembangunan daerah. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menghadiri dan membuka acara Gebyar Seni Budaya Reog Ponorogo dan Debus yang digelar di Halaman Kantor Desa Sangiang Kec. Sepatan Timur, (28/10/26)
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal menungkapkan rasa bangga dan syukurnya atas kebersamaan dan kegotong royongan masyarakat Desa Sangiang yang begitu antusias dan bersatu padu dalam kegiatan Gebyar Seni Budaya Reog Ponorogo dan Debus Banten.
"Alhamdulillah, saya bangga pak lurah dan masyarakatya sangat terbuka dan peduli sama potensi yang ada di desanya. Ini bagus, ada reog Ponorogo, ada tari, silat dan juga seni budaya lainnya disatukan dalam satu tampilan dan terus dilestarikan di Desa Sangiang Kecamatan Sepatan Timur ini," ujar Bupati Maesyal
Menurut dia, upaya pelstarian dan penggalian potensi desa, baik seni budaya maupun potensi desa lainnya harus terus dilakukan. Selain untuk menambah pendapatan dan meningkatkan perputaran perekonomian masyarakat, juga bertujuan untuk melestarikan dan mengenalkan seni budaya kepada para generasi muda akan nilai-nilai luhur dan kearifan lokal yang terkandung di dalamnya
"Ini merupakan potensi yang harus dilestarikan, dipelihara dan dirawat bersama. Kegiatan-kegiatan para pemuda, pelaku seni budaya bisa diwadahi untuk juga bisa mendorong roda perekonomian masyarakat Kecamatan Sepatan Timur, khususnya di Desa Sangiang," ungkapnya.
Pihaknya berharap peran dan partisipasi generasi muda dalam memajukan desa dan masyarakat semakin nyata, sesuai dengan perkambangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai moral, spiritual serta seni budaya lokal.
Sementara itu, Kepala Desa Sangiang Kec.Sepatan Timur, Komarullah mengungkapkan bahwa gebyar seni budaya reog Ponorogo dan Debus Banten tersebut menjadi ajang kebersamaan dan silahturahmi sekaligus mengenalkan serta melestarikan seni budaya yang ada di wilayah Kecamatan Sepatan Timur, khususnya Desa Sangiang.
Kami dari pemerintahan desa, tidak hanya fokus terhadap pembangunan infrastruktur, ekonomi pendidikan dan kesehatan, namun juga terus menguatkan pelestarian seni dan budaya yang membangkitkan gairah pemerintahan desa, serta memelihara cagar budaya maupun seni budaya yang ada," jelasnya.
Setelah membuka acara gebyar seni budaya, Bupati Maesyal juga meninjau langsung jembatan di dekat SMPN 1 Sepatan Timur dan jalan di daerah Tanah Merah. Dia berjanji kepada masyarakat untuk memperbaiki dan membenahi kekurangan yang terjadi di lapangan.
Jembatan ini bermanfaat bagi masyarakat, khususnya adalah anak-anak yang mau sekolah ke SMP Negeri 1 Sepatan Timur. Tadi sudah saya lihat memang ada yang dalam proses pembangunan, ada juga memang ke depan beberapa titik lagi yang harus kita perbaiki. InsyaAllah nanti akan kita programkan untuk bisa dibangun untuk kebutuhan masyarakat," jelasnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid melaksanakan pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan sebanyak 362 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam jabatan Administrator, jabatan Pengawas, dan jabatan Fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang, bertempat di Gedung Serba Guna (GSG), Selasa (27/10/2026).
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan bahwa pelantikan tersebut merupakan bagian dari upaya penguatan tata kelola pemerintahan serta peningkatan kualitas kinerja aparatur sipil negara (ASN) dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik yang optimal bagi masyarakat Kabupaten Tangerang.
"Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan ini adalah bagian dari upaya penguatan tata kelola pemerintahan, sekaligus meningkatkan kualitas kinerja aparatur dalam melayani masyarakat," ungkap Bupati Maesyal Rasyid
Bupati Maesyal, menegaskan kepada semua PNS yang dilantik bahwa jabatan yang diemban merupakan amanah sekaligus tanggung jawab yang harus dilaksanakan dengan penuh integritas, profesionalisme, dan dedikasi. Menurutnya, setiap pejabat harus mampu menunjukkan kinerja terbaik serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah.
“Pelantikan ini bukan sekadar pergantian atau penempatan jabatan, tetapi merupakan bentuk kepercayaan dan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab serta dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat dan kemajuan daerah," tegasnya
Ia juga menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang disiplin, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil. Para pejabat diharapkan mampu menerjemahkan kebijakan pemerintah daerah ke dalam program kerja yang efektif, inovatif, dan tepat sasaran sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing.
"Saya berharap seluruh pejabat yang dilantik dapat bekerja secara profesional, menjunjung tinggi integritas, serta senantiasa mengedepankan kepentingan masyarakat dalam setiap pelaksanaan tugas,” ujarnya
Bupati Maesyal juga meminta kepada seluruh pejabat agar terus berinovasi dan menguatkan kolaborasi untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan secara sinergi melaksanakan pembangunan yang berdampak bagi seluruh masyarakat
“Saya ingin seluruh pejabat memiliki semangat yang sama untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik. Bekerjalah dengan sungguh-sungguh, bangun koordinasi yang baik, dan pastikan setiap program yang dilaksanakan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id — Sebanyak 12 kelompok pemuda terpilih sebagai penerima hibah Microgrant Youth Climate Action Fund (YCAF) Kabupaten Tangerang Tahun 2026. Penyerahan piagam penghargaan kepada para penerima hibah dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang pada Selasa (27/10/2026) sebagai bentuk dukungan terhadap gagasan inovatif generasi muda dalam menjawab berbagai persoalan lingkungan.
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid mengatakan perubahan iklim dan kerusakan lingkungan merupakan tantangan nyata yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, persoalan sampah, pencemaran air, berkurangnya ruang hijau, serta berbagai risiko bencana akibat perubahan iklim memerlukan langkah nyata, kolaboratif, dan berkelanjutan.
“Program ini bukan sekadar memberikan dukungan pendanaan melalui hibah microgrant, melainkan juga membuka ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas, inovasi, kepemimpinan, dan kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Maesyal dalam sambutannya pada acara pemberian piagam penerima hibah YCAF Kabupaten Tangerang Tahun 2026.
Ia menegaskan, generasi muda memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak perubahan melalui ide-ide segar, semangat kolaborasi, dan pemanfaatan teknologi. Karena itu, para penerima hibah diharapkan mampu menerjemahkan gagasan yang telah diajukan menjadi aksi nyata yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
“Jadikan kesempatan ini sebagai amanah dan motivasi untuk mewujudkan gagasan menjadi aksi nyata. Laksanakan program dengan penuh tanggung jawab, kelola dukungan yang diberikan secara transparan dan tepat sasaran, serta pastikan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat dan lingkungan sekitar,” tegasnya.
Bupati Maesyal juga berharap inisiatif yang dijalankan para penerima hibah tidak berhenti setelah kegiatan atau pendanaan berakhir. Ia mendorong kelompok pemuda untuk terus melibatkan masyarakat, mengajak lebih banyak anak muda berpartisipasi, serta mengembangkan praktik-praktik baik yang dapat direplikasi di wilayah lain di Kabupaten Tangerang.
Pada acara tersebut juga dirangkaikan dengan dilaksanakan penyiraman eco enzyme ke danau serta penanaman bambu di kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang sebagai simbol komitmen bersama terhadap pelestarian lingkungan.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang, Erwin Mawandy, menjelaskan bahwa penetapan 12 penerima hibah dilakukan melalui proses seleksi bertahap. Dari 40 proposal awal, Dewan Juri menyaringnya menjadi 18 proposal sebelum akhirnya menetapkan 12 kelompok sebagai pemenang program YCAF tahun ini.
“Kedua belas pemenang hasil seleksi pada saat proposal awal kan masih 40, terus kemudian oleh Dewan Juri dikurangi sampai 18, terus kemudian dari 18 muncul dua belas pemenang,” jelas Erwin.
Ia menambahkan, Bappeda akan segera melaporkan hasil seleksi tersebut kepada Bloomberg Philanthropies untuk mempercepat proses penyaluran dana hibah. Setelah penyerahan piagam, pihaknya juga akan melakukan kunjungan langsung kepada 12 kelompok penerima untuk mempersiapkan kelengkapan persyaratan administratif dan teknis yang diperlukan.
“Dan kita sih berpikir mudah-mudahan di pertengahan November, dana itu sudah cair kepada masing-masing pemenang, sehingga mereka sudah langsung bisa mengimplementasikan gagasan yang telah dipresentasikan ke kita dan sudah kita loloskan sebagai finalis, sebagai pemenang,” ungkapnya.
Erwin menerangkan, proposal yang terpilih mengangkat beragam persoalan lingkungan yang dihadapi masyarakat. Beberapa gagasan di antaranya pembuatan *eco enzyme*, pengembangan alat pemantau kualitas udara, serta penanaman lubang biopori untuk membantu pengendalian banjir. Seluruh gagasan tersebut diharapkan dapat menjadi solusi yang relevan dengan kebutuhan lingkungan di Kabupaten Tangerang.
“Intinya 12 ini pun, proposalnya itu semua terkait dengan persoalan yang ada di lingkungan hidup,” katanya.
Dalam proses penilaian, Bappeda melibatkan juri dari kalangan perguruan tinggi, di antaranya Universitas Pelita Harapan (UPH) dan Universitas Multimedia Nusantara (UMN), serta perwakilan Bappeda dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Tangerang. Bloomberg Philanthropies juga turut terlibat dalam proses kurasi secara daring. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk mendukung proses seleksi gagasan yang sesuai dengan persoalan lingkungan dan berpotensi memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Melalui program YCAF, Pemerintah Kabupaten Tangerang berharap semakin banyak generasi muda yang berperan aktif dalam menjaga lingkungan. Dukungan hibah ini diharapkan tidak hanya membantu merealisasikan gagasan para penerima, tetapi juga mendorong tumbuhnya gerakan lingkungan yang berkelanjutan, partisipatif, dan dapat dikembangkan di berbagai wilayah Kabupaten Tangerang. (Red)
JAKARTA, lensafokus.id — Idachi Fitness resmi dibuka di kawasan Jembatan Lima, Jakarta Barat, Minggu (25/10/2026). Peresmian pusat kebugaran tersebut berlangsung meriah, diawali atraksi barongsai dan dilanjutkan dengan prosesi pemotongan pita oleh pemilik Idachi Fitness, Liong Kong Sui.
Acara pembukaan dihadiri sejumlah tokoh dari berbagai kalangan, mulai dari purnawirawan TNI, personel TNI-Polri, tokoh masyarakat, pengurus organisasi, pengusaha, hingga para ketua perkumpulan dari wilayah Jabodetabek.
Atraksi dua barongsai berwarna merah dan emas menjadi pembuka acara. Diiringi tabuhan tambur, pertunjukan tersebut menarik perhatian para tamu undangan sekaligus menjadi simbol harapan akan keberuntungan, kemajuan, dan keberhasilan usaha yang baru diresmikan.
Suasana semakin semarak saat Liong Kong Sui melakukan pemotongan pita sebagai tanda dibukanya Idachi Fitness untuk masyarakat umum. Prosesi tersebut disaksikan para tamu undangan yang hadir dalam kegiatan peresmian.
Beberapa tokoh yang hadir dalam acara tersebut di antaranya Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi, mantan Menteri Agama RI dan mantan Wakil Panglima TNI; Mayjen TNI (Purn) Fachrizal; serta sejumlah perwira TNI dan Polri.
Turut hadir Kolonel Laut Heru Priyantara, Kolonel Laut Iswantono, Kolonel CBA M. Risal, Kolonel Laut Muddan, Kolonel Laut (Purn) Budi Iswantono, Kolonel Laut (Purn) Wawan, Mayor Inf Endik, Mayor Inf Tubagus Abdul Karim yang disebut sebagai Danramil Jakarta Barat, serta Serka Inf Syarif Hidayat yang disebut sebagai Babinsa Jakarta Barat.
Dari unsur kepolisian, hadir AKP Sudargo, Wakapolsek Tambora, beserta jajaran Polsek Tambora.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua Umum PTK Indonesia Yordanus dan Ketua Dewan Pengawas PTK Indonesia Tjhai Leonardi, bersama jajaran pengurus dan anggota organisasi tersebut. Sejumlah ketua perkumpulan se-Jabodetabek, tokoh masyarakat, pengusaha, serta kerabat pemilik Idachi Fitness turut menghadiri acara.
Kehadiran para undangan dari berbagai latar belakang menjadi bagian dari momentum silaturahmi sekaligus dukungan terhadap hadirnya fasilitas kebugaran baru di Jakarta Barat.
Dalam sambutannya, Liong Kong Sui menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang hadir dalam peresmian Idachi Fitness.
Ia menilai dukungan dari keluarga, sahabat, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur organisasi menjadi motivasi bagi pengelola untuk mengembangkan usaha dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Diawali dengan tarian barongsai yang membawa berkah, hari ini dengan penuh rasa syukur saya sendiri melakukan pemotongan pita sebagai tanda resmi dibukanya Idachi Fitness,” ujar Liong Kong Sui.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi, Mayjen TNI (Purn) Fachrizal, jajaran TNI-Polri, pengurus PTK Indonesia, para ketua perkumpulan se-Jabodetabek, serta seluruh tamu undangan yang menghadiri acara tersebut.
“Kehadiran Bapak/Ibu sekalian adalah kehormatan, energi dan motivasi terbesar bagi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi kesehatan masyarakat,” lanjutnya.
Idachi Fitness diperkenalkan sebagai pusat kebugaran dengan konsep modern yang menyediakan peralatan latihan, instruktur, serta lingkungan berolahraga yang dirancang untuk menunjang kenyamanan pengunjung.
Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat memberikan lebih banyak pilihan bagi masyarakat yang ingin menjaga kebugaran tubuh, meningkatkan aktivitas fisik, dan membangun pola hidup sehat.
Selain menjadi tempat berolahraga, Idachi Fitness juga diharapkan dapat menjadi ruang interaksi sosial yang positif bagi para anggotanya melalui kegiatan kebugaran dan komunitas.
Rangkaian acara peresmian ditutup dengan doa bersama, ramah tamah, makan bersama, serta sesi foto dengan para tamu kehormatan. (Red)
Kota Tangerang, lensafokus.id - Mengantisipasi potensi kebakaran selama musim kemarau, Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Rawa Kucing, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, memperkuat kesiapsiagaan melalui patroli selama 24 jam, penempatan pos pemantauan di empat penjuru, hingga pengoperasian alat berat pada shift malam, Senin (26/10/26).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Yudi Pradana menyampaikan, langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan pengawasan di area TPA sekaligus mempercepat respons petugas apabila ditemukan indikasi kebakaran.
“Patroli dilakukan secara terjadwal selama 24 jam dengan memperkuat pengawasan di wilayah utara, selatan, timur, dan barat. Penempatan pos pantau di sejumlah titik strategis ini bertujuan membantu petugas mendeteksi lebih dini potensi munculnya titik api di area TPA,” papar Yudi.
Selain patroli, kesiapan operasional juga diperkuat melalui pengaktifan alat berat pada shift malam. Ekskavator dan buldoser disiapkan untuk mendukung penanganan di lapangan, dengan dua petugas yang ditugaskan untuk mendukung operasional alat berat tersebut.
”Kesiapan alat berat pada malam hari menjadi bagian penting dari upaya mempercepat penanganan apabila muncul kondisi yang berpotensi memicu kebakaran. Dengan dukungan personel dan peralatan yang tersedia, petugas diharapkan dapat segera mengambil langkah sesuai kondisi di lapangan,” jelasnya.
TPA Rawa Kucing juga menyiapkan dukungan armada yang siap mengangkut toren atau tangki air ke lendfill, jika ditemukan terjadi titik api. Dengan toren yang sigap dibawa ke atas, akan mempercepat penanganan dini dan memutus titik api dengan cepat.
Melalui berbagai langkah tersebut, DLH Kota Tangerang terus memperkuat upaya mitigasi kebakaran di TPA Rawa Kucing. Kesiapsiagaan tidak hanya difokuskan pada pengawasan siang hari, tetapi juga mencakup operasional malam hari untuk memastikan pemantauan berjalan secara berkelanjutan.
”Upaya ini diharapkan dapat mendukung keselamatan petugas, menjaga lingkungan sekitar, dan meminimalkan risiko gangguan operasional TPA,” tutupnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) kembali memperkuat pembibitan generasi Qur'ani sejak usia dini melalui penyelenggaraan Seleksi Tilawatil Qur'an (STQ) Tilawah Gemilang Tingkat Kabupaten Tangerang Tahun 2026 di Masjid Agung Al-Amjad, Senin (26/10/2026).
Ajang ini menjadi puncak evaluasi dari proses pembinaan intensif selama 16 kali pertemuan yang diikuti 164 peserta dari 29 kecamatan, sebelum disaring menjadi 76 peserta terbaik untuk berkompetisi pada empat kategori, yakni Tilawah Anak, Tilawah Remaja, Karya Tulis Ilmiah Al-Qur'an (KTIQ), dan Tafsir.
Kegiatan tersebut dibuka secara langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang sekaligus Ketua Umum LPTQ, Soma Atmaja. Pada kesempatan tersebut, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran LPTQ beserta pihak terkait atas suksesnya penyelenggaraan program pembinaan hingga tahap seleksi.
"Pertama-tama saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada LPTQ Kabupaten Tangerang beserta seluruh pihak yang telah menyelenggarakan program Tilawah Gemilang tahun 2026," ujarnya.
Menurutnya, program ini merupakan langkah positif untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur'an, sekaligus mendorong penguatan pendidikan keagamaan dalam membangun sumber daya manusia yang berakhlak mulia, berkarakter dan berdaya saing.
"Pemerintah Kabupaten Tangerang terus mendorong penguatan pendidikan keagamaan. Melalui pembelajaran di 6 klaster, para peserta diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan pemahaman Al-Qur'an," ungkapnya.
Ia menambahkan, ajang ini bukan sekadar mengejar kemenangan, melainkan menjadi sarana evaluasi agar peserta mengetahui kelebihan dan kekurangannya serta terus melakukan peningkatan pemahaman bacaan sesuai kaidah.
"Melalui pelatihan itulah sebenarnya yang ingin dinilai hari ini pada STQ. Kami sangat menyambut baik ikhtiar tersebut, agar anak-anak terbiasa untuk berkompetisi, mengetahui kekurangannya, mengetahui kelebihannya, sekaligus memperbaiki terus agar mereka bisa lebih baik lagi ke depannya," ucapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Muhidin Abdul Qodir melaporkan bahwa STQ Tilawah Gemilang merupakan puncak dari rangkaian kegiatan Tilawah Gemilang yang telah melalui tahapan seleksi dan pembinaan.
"Jumlah peserta yang mendaftar hasil rekomendasi dari LPTQ Kecamatan berjumlah 164 orang, terdiri dari tilawah remaja dan anak-anak 84 orang, KTIQ 46 orang, dan tafsir 34 orang. Setelah dilakukan seleksi dasar oleh para tutor dari Dewan Hakim LPTQ Kabupaten Tangerang, didapatkan sebanyak 110 peserta yang berhak mengikuti pembinaan," jelasnya.
Ia menambahkan, 110 peserta tersebut dipandu oleh 16 tutor dan 6 fasilitator yang melaksanakan pembelajaran selama 16 kali pertemuan, terhitung sejak 25 Juli 2026 hingga 10 Oktober 2026. Keenam klaster tersebut terdiri dari 4 klaster tilawah yang difasilitasi di Kecamatan Legok, Tigaraksa, Rajeg dan Mauk, serta 2 klaster KTIQ dan Tafsir yang dipusatkan di Kantor LPTQ Kabupaten Tangerang, Islamic Center Citra Raya.
"Berdasarkan hasil rekomendasi para tutor setelah proses pembelajaran, sebanyak 76 peserta dinyatakan berhak berlaga pada STQ Tilawah Gemilang. Rinciannya terdiri dari Tilawah 48 orang (tilawah remaja 25 orang, tilawah anak 23 orang), KTIQ 14 orang, dan Tafsir 14 orang. Kami menyampaikan terima kasih kepada para Camat yang telah memfasilitasi berjalannya pembelajaran di kecamatan masing-masing," paparnya.
Dalam momentum STQ tersebut, turut diluncurkan buku kumpulan tulisan berjudul Ayat-Ayat Semesta yang merupakan hasil karya kolektif 14 peserta KTIQ selama masa pembinaan di bawah bimbingan tutor.
"Buku ini merupakan kumpulan tulisan peserta KTIQ berjumlah 14 orang yang hari ini tampil menjadi peserta STQ Gemilang. Mudah-mudahan buku ini bermanfaat untuk bahan bacaan dan referensi karena kaitannya dengan alam semesta yang luar biasa, sehingga judulnya diberikan Ayat-Ayat Semesta," jelasnya.
Antusiasme juga ditunjukkan oleh para peserta. Perwakilan peserta kategori Tilawah Remaja Putri asal Klaster 2 Kecamatan Tigaraksa, Najwa, Zahra, dan Faira mengaku telah melakukan persiapan rutin selama 16 kali pertemuan. Mereka mengaku senang karena proses latihan yang menyenangkan dan menambah banyak teman baru.
"Kita rutin latihan setiap hari Sabtu dan Minggu selama 16 kali pertemuan, 80 persen kita sudah siap untuk ikut STQ hari ini. Kita berharap Tilawah Gemilang ini bisa berkelanjutan untuk tahun depan agar membawa banyak generasi yang lebih baik dan lebih bagus lagi," ujar ketiganya. (Red)