Tangerang, lensafokus.id – Sukses dan penuh khidmat, Kecamatan Cisoka merayakan Hari Jadi ke-44 yang digelar di Gedung Serba Guna (GSG) Kecamatan Cisoka pada Rabu, 30 September 2026. Acara tasyakuran ini diisi dengan doa bersama, santunan bagi puluhan anak yatim, dan momen bersejarah berupa peluncuran (launching) Batik Cisoka.
Camat Cisoka, Sumartono, S.STP., M.Si., mengungkapkan rasa syukurnya atas terlaksananya acara yang kental dengan nuansa religius ini. Namun, hal yang paling mencuri perhatian dalam perayaan tahun ini adalah resmi diluncurkannya Batik Cisoka. Camat Sumartono membeberkan bahwa batik tersebut dirancang bersama rekan-rekan KNPI, Karang Taruna, Paskibra, dan Pramuka dengan memadukan sejarah, filosofi, serta kearifan lokal yang kuat melalui 5 unsur utama:
1. Warna Ungu: Melambangkan warna ciri khas dari Kabupaten Tangerang.
2. Bunga Asoka: Diambil dari cerita rakyat tentang asal-usul nama Cisoka, di mana air embun pada bunga Asoka digunakan untuk berwudu pada masa lampau. Selain itu, ada versi cerita perseteruan Ki Daeng dan Ki Laeng yang disatukan oleh Syekh Mubarok hingga meneteskan air mata kebahagiaan (Ci berarti air, Soca/Soka berarti mata).
3. Bunga Cempaka: Berasal dari Desa Cempaka sebagai penyeimbang bunga Asoka. Konon, di sana terdapat makam Nyimas Cempaka, seorang tokoh yang ikut berjuang di wilayah Balaraja, Kabupaten Tangerang, sebelum masa perjuangan Nyimas Melati.
4. Pohon Bambu: Melambangkan kondisi geografis Cisoka, di mana sekitar 27 hingga 30 persen wilayahnya ditumbuhi oleh pohon bambu.
5. Simbol Keagamaan Islam: Berupa relief atau garis-garis simbol yang biasa ditemukan di masjid atau mushala. Unsur ini menonjolkan kearifan lokal Cisoka yang dikenal memiliki banyak kiai, ulama, pondok pesantren, dan santri.

Lebih lanjut, Camat Sumartono juga mengajak masyarakat untuk melakukan kilas balik sejarah. Secara administratif, Cisoka berdiri sendiri terpisah dari Kecamatan Tigaraksa pada tahun 1983, yang mendasari usia Hari Jadi ke-44 saat ini. Namun, nama Cisoka sendiri sebenarnya sudah ada jauh sebelum itu, tepatnya sekitar tahun 1584 saat Syekh Mubarok menyatukan Ki Daeng dan Ki Laeng hingga menjadi mualaf. "Ini nanti kita tinjau lagi, apakah hari jadi Cisoka itu yang ke-44 atau jauh sebelumnya," tambahnya.
Dukungan penuh juga datang dari Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Kadisporabudpar) Kabupaten Tangerang, Asep Suherman, SH, MBA, MM. Beliau berharap kehadiran batik baru ini mampu mendongkrak sektor ekonomi.
"Launching batik ini dapat menggugah para UMKM di Kecamatan Cisoka. Mudah-mudahan Batik Cisoka dapat menjadi kebanggaan batik daerah, dikenal lebih luas lagi ke luar Cisoka hingga luar kabupaten, menjadi ciri khas daerah, serta meningkatkan ekonomi kreatif khususnya warga Cisoka. Semoga di usia yang ke-44 ini, Cisoka makin maju, berkembang, dan masyarakatnya sejahtera," tutur Asep.
Kebanggaan serupa turut dirasakan oleh Kepala KUA Kecamatan Cisoka, H. Saepul Hupad, S.Ag. Ia menilai inovasi ini melambangkan kemajuan daerah yang nyata.
"Di hari jadi ke-44 ini, kami sebagai warga Cisoka sangat bangga sekali, apalagi dengan diterbitkannya Batik Kecamatan Cisoka. Ini mengungkapkan bahwa Tangerang Semakin Gemilang. Semoga berkah dan membawa kebaikan buat semua," pungkasnya hangat. (Mala)




