KOTA TANGERANG, lensafokus.id — Ribuan pesilat usia dini dari berbagai daerah di Indonesia memadati BaleKota Mall, Kota Tangerang, saat penutupan Silat Benteng Cisadane Championship (SBCC) Kids II Tingkat Nasional, Minggu (18/10/2026). Kejuaraan ini diikuti 2.029 atlet dari 130 kontingen yang mewakili 15 provinsi di Indonesia.
Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono Hasan, yang menutup secara resmi kejuaraan tersebut, mengajak para pesilat muda menjadikan kompetisi bukan sekadar ajang mengejar kemenangan, melainkan juga sarana membentuk karakter, kedisiplinan, sportivitas, dan semangat perjuangan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam sambutannya, Maryono menegaskan bahwa keberhasilan seorang atlet tidak hanya diukur dari posisi di podium, tetapi juga dari ilmu, pengalaman, dan nilai-nilai positif yang diperoleh selama mengikuti pertandingan.
"Teruslah berlatih, anak-anakku sekalian! Kemenangan sejatinya bukan sekadar menjadi juara satu, dua, atau tiga. Itu hanya urutan penilaian. Namun, jika kalian pulang dari sini membawa bekal keilmuan, kedisiplinan, serta nilai-nilai perjuangan yang dikembangkan dalam kehidupan sehari-hari hingga dewasa kelak, itulah kemenangan yang sesungguhnya," pesan Maryono.
Menurutnya, pembinaan olahraga sejak usia dini perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara Pemerintah Kota Tangerang, Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), perguruan pencak silat, dunia pendidikan, orang tua, dan masyarakat.
Maryono menilai, pencak silat tidak hanya berperan dalam melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga menjadi sarana pelestarian budaya bangsa sekaligus membentuk generasi muda yang berkarakter, disiplin, dan memiliki daya juang tinggi.
Pada kesempatan tersebut, Maryono menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara, IPSI, para pelatih, orang tua, dewan juri, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan SBCC Kids II Tingkat Nasional.
Ia berharap kejuaraan tersebut dapat diselenggarakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya memperkuat regenerasi atlet pencak silat di Indonesia.
"Terima kasih kepada panitia, orang tua, pelatih, hingga dewan juri. Kami berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut. Selain mendorong pembinaan atlet, kejuaraan ini juga memberikan dampak ekonomi positif, menumbuhkan kebanggaan terhadap budaya bangsa, serta mempererat silaturahmi antarpeserta dari berbagai daerah," ujarnya.
Maryono juga berharap pembinaan yang dilakukan sejak usia dini dapat melahirkan atlet-atlet tangguh yang tidak hanya mampu bersaing dalam kompetisi, tetapi juga menjunjung tinggi sportivitas dan mengharumkan nama daerah serta bangsa.
"Semoga pembinaan ini terus menghasilkan generasi-generasi yang tangguh untuk Indonesia Emas 2045, yang dapat dibanggakan oleh orang tua, bangsa, dan negara," tambahnya.
SBCC Kids II Tingkat Nasional sebelumnya dibuka oleh Wali Kota Tangerang dan berlangsung sejak Jumat. Ajang ini diikuti sebanyak 2.029 atlet yang tergabung dalam 130 kontingen dari 15 provinsi di Indonesia.
Untuk mendukung kualitas penyelenggaraan pertandingan, kejuaraan tersebut juga melibatkan empat wasit atau juri internasional.
Selain memperhatikan kualitas kompetisi, panitia turut memastikan aspek perlindungan bagi para peserta. Seluruh atlet yang mengikuti kejuaraan didaftarkan dalam program BPJS Ketenagakerjaan.
Berdasarkan laporan panitia, terdapat empat atlet yang mengalami cedera selama pertandingan. Seluruhnya telah mendapatkan penanganan melalui kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan.
Penyelenggaraan SBCC Kids II Tingkat Nasional diharapkan dapat memperkuat pembinaan pencak silat sejak usia dini, memperluas kesempatan bagi atlet muda untuk menambah pengalaman bertanding, serta meningkatkan kecintaan generasi penerus terhadap olahraga dan warisan budaya bangsa.
Melalui kompetisi ini, Kota Tangerang juga diharapkan semakin berperan dalam mendukung perkembangan olahraga pencak silat sekaligus mempererat hubungan antardaerah melalui kegiatan olahraga nasional. (Sumarna)
