Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menghadiri peringatan Peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW Majelis Taklim Daarussuruur Kecamatan Legok, Jum'at malam (26/12/25).
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan bahwa peringatan Isra Mi'raj bukan hanya mengingat kembali sejarah perjalan Nabi Muhammad SAW namun juga merupakan momentum bagi umat muslim untuk mengingat kembali sejauh mana perjalanan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.
"Kegiatan ini menjadi momentum kita untuk mengingat kembali perjalanan keimanan dan ketaqwaan kita. Menjalankan salat lima waktu menjadi modal dasar bagi setiap individu untuk meningkatkan ketakwaan dan memperoleh ketenangan batin dengan Allah SWT," ujar Bupati Maesyal Rasyid.
Menurut dia, dalam rangka menyambut kemuliaan bulan Rajab yang penuh rahmat, pihaknya hadir tidak hanya untuk bersilahturahmi namun juga memperkuat sinergi dalam pembangunan keagamaan.
"Alhamdulillah, kami bisa hadir bersilaturahim di bulan yang penuh rahmat ini. Bulan Rajab adalah saat bagi kita untuk mengevaluasi diri sekaligus melanjutkan kegiatan-kegiatan keagamaan yang bermanfaat untuk menyambut bulan-bulan suci berikutnya," imbuhnya
Pihaknya pun mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi Majelis Taklim Daarussuur yang telah dengan konsisten menyelenggarakan pengajian malam sabtu untuk meningkatkan pemahaman agama dan memanjatkan doa kepada Allah SWT.
"Kami berterima kasih atas komitmen Majelis Taklim Daarussuur dalam menyelenggarakan pengajian setiap malam sabtu untuk meningkatkan pemahaman agama para jamaah.
Selain itu, dia juga berharap dengan kehadiran penceramah pada kegiatan tersebut bisa memberikan siraman rohani dan kesejukan bagi seluruh jamaah yang hadir untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah lingkungan.
"Kehadiran penceramah hari ini juga diharapkan dapat memberikan siraman rohani dan kesejukan yang mendalam bagi seluruh jamaah yang hadir, guna memperkuat ukhuwah Islamiyah di lingkungan," pungkasnya. (red)
Tangerang, lensafokus.id - Polresta Tangerang mencatat penurunan angka kriminalitas sepanjang tahun 2025. Sepanjang tahun 2025, jumlah tindak pidana di wilayah hukum Polresta Tangerang tercatat sebanyak 1.362 kasus—turun 16,6 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 1.635 kasus.
“Penurunan angka kriminalitas ini menunjukkan bahwa upaya preventif, patroli, dan penegakan hukum yang kami lakukan mulai memberikan dampak,” ujar Kapolresta Tangerang.
Dari total kasus yang terjadi, Polresta Tangerang bersama jajaran Polsek berhasil mengungkap 207 kasus tindak pidana yang mendapat atensi. Sedangkan untuk kejahatan yang meresahkan masyarakat, tercatat 457 kasus, mengalami penurunan 12,9 persen dibandingkan tahun 2024 sebanyak 525 kasus.
Jenis kejahatan tersebut meliputi pencurian dengan pemberatan 205 kasus, pencurian dengan kekerasan 19 kasus, pencurian kendaraan bermotor 10 kasus, narkotika (187 kasus), penganiayaan berat 32 kasus, serta pembunuhan 4 kasus.
"Sepanjang 2025 juga tercatat 33 kejadian penemuan mayat, yang seluruhnya telah ditangani secara profesional sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku," ujar Indra Waspada.
Sejumlah kasus menonjol yang menjadi perhatian publik sepanjang tahun ini antara lain kasus pembunuhan bos rental mobil, perselisihan viral antara ojek pangkalan dan ojek online di Stasiun Tigaraksa, kasus anak yang membunuh ayah kandungnya di wilayah Mauk, serta penemuan mayat di kebun pisang.
Kemudian untuk penindakan dan pemberantasan narkotika, berhasil diungkap 258 kasus dengan 359 ttersangk, terdiri dari 341 laki-laki dan 18 perempuan.
Adapun barang bukti yang diamankan antara lain sabu seberat 1.315,04 gram, ganja 13.951,02 gram, cairan sintetis 46,64 gram, tembakau sintetis (gorilaz) 2.633,89 gram, serta puluhan ribu butir obat-obatan keras dan psikotropika.
Untuk lalu lintas, sepanjang 2025 tercatat 698 kejadian kecelakaan, meningkat 11,1 persen dibandingkan tahun 2024 sebanyak 565 kejadian. Korban meninggal dunia tercatat 169 jiwa, luka berat 116 jiwa, dan luka ringan 663 jiwa, dengan kerugian materiil mencapai Rp. 664.350.000.
Selain itu, penindakan pelanggaran lalu lintas melalui tilang tercatat sebanyak 12.783 perkara, dengan 12.780 perkara telah disidangkan.
Dalam bidang pengawasan internal, sepanjang 2025 terdapat 5 kasus pelanggaran disiplin dan 5 kasus pelanggaran kode etik profesi Polri, yang seluruhnya telah diselesaikan melalui sidang sesuai ketentuan.
Sementara itu, melalui Call Center 110, Polresta Tangerang menerima 11.863 panggilan terjawab, dengan 2.911 panggilan tidak terjawab atau miscall. Polresta juga terus mengembangkan inovasi pelayanan, seperti Command Center, CCTV, dan layanan Halo Kapolresta.
Dalam mendukung program pemerintah, Polresta Tangerang telah mengoperasikan 3 unit SPPG dan menyiapkan 26 unit SPPG lainnya. Pada program ketahanan pangan, terdapat 192 titik lahan seluas 246,96 hektare, dengan hasil panen jagung kuartal ketiga sebanyak 30,28 ton yang telah diserap Bulog.
Melalui Gerakan Pangan Murah, Polresta Tangerang menyalurkan beras SPHP sebanyak 200.500 kilogram, dengan 174.500 kilogram telah didistribusikan kepada masyarakat.
“Polri hadir tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga membantu meringankan beban masyarakat,” ujar Indra Waspada.
Dalam rangkaian Rilis Akhir Tahun, Polresta Tangerang juga melakukan pemusnahan barang bukti berupa 135 dus berisi 1.860 botol minuman keras, 70 bilah senjata tajam, serta 27 knalpot brong hasil Operasi Patuh.
Barang bukti miras dimusnahkan dengan cara dilindas menggunakan mobil steam roller, sedangkan senjata tajam dan knalpot dimusnahkan menggunakan mesin gerinda.
Indra Waspada menegaskan, Polresta Tangerang berkokok untuk terus meningkatkan kinerja, menjaga keamanan, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Asp
Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid bersama Forkopimda melakukan monitoring pelaksanaan ibadah Natal di Gereja Katolik Santo Gregorius Agung, Kec. Pasar Kemis, Kamis (25/12/25)
Pada kesempatan tersebut, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan kunjungannya bersama Kapolresta Tangerang, Dandim 0510/Tigaraksa dan Dansatradar Tanjung Kait, Kapolsek, Danramil Camat Pasar Kemis dan Kepala Dinas serta personil kesehatan tersebut ingin memastikan pelaksanaan ibadah Natal berlangsung aman dan kondusif, sekaligus bersilahturahmi dengan jemaat Gereja Katolik Santo Gregorius.
"Kami dengan Pak Kapolres dan Pak Dandim, Pak Dansatradar dan kepala dinas melihat secara langsung pelaksanaan ibadah misa dan memastikan bahwa ibadah misa bagi umat Kristiani dalam perayaan Natal tahun 2025 dalam keadaan aman dan kondusif," ujar Bupati Maesyal Rasyid
Pihaknya juga menandaskan bahwa keamanan dan kondusifitas pelaksaan ibadah hari raya, khususnya Natal 2025 dan tahun baru 2026 merupakan tanggung jawab bersama. Kehadiran pemerintah dan unsur Forkopimda tersebut merupakan bukti nyata kepedulian bersama seluruh pemangku kebijakan dan elemen masyarakat dalam memelihara kerukunan antar umat beragama di Kab. Tangerang
"Kita semua di sini turut bertanggungjawab untuk memelihara keamanan ketertiban dan juga mengikuti perkembangan ibu bapak dan anak-anak yang melaksanakan misa dalam rangka memperingati merayakan Natal dengan tahun 2025. Ini sebagai bentuk nyata kami dari Forkopimda bersama FKUB, kecamatan untuk memelihara kerukunan antar umat beragama di Kabupaten Tangerang," ungkapnya
Menurut dia, Kabupaten Tangerang merupakan wilayah yang sangat hiterogen penduduknya. Tidak ada perlakuan dan pengakuan secara khusus untuk setiap warga, semua mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan pelayanan.
"Para jamaat ini juga warga kami, warga Kabupaten Tangerang. Semua harus mendapatkan pelayanan dan pengakuan yang sama dari pemerintah daerah, kepolisian, TNI dan dari semua pihak di Negara Republik Indonesia ini yang berdasarkan Pancasila," imbuhnya
Lanjut dia, toleransi, kondusifitas dan keharmonis harus terus dijaga dan dikuatkan agar pembangunan, pemberdayaan dan pelayanan kepada masyarakat semakin baik dan berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat.
"Kami atas nama Pemerintah Daerah atas nama masyarakat Kabupaten Tangerang mengucapkan selamat hari Natal tahun 2025. Semoga umat Kristiani, sahabat kami semua dalam keadaan sehat dan juga senantiasa bisa melaksanakan ibadah misa ini dengan aman, lancar dan khitmat," pungkasnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meninjau dan perayaan Malam Natal di sejumlah gereja di wilayah Kabupaten Tangerang, Kamis malam (24/12/25).
Monitoring tersebut dilakukan bersama Wakapolda Banten, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Kapolres Tangerang dan Dandim, Kajari sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memastikan umat Kristiani dapat melaksanakan ibadah malam Natal dengan aman, nyaman, dan khidmat.
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa hasil pemantauan bersama Wakapolda Banten dan Fokopimda menunjukkan seluruh rangkaian ibadah malam Natal berjalan dengan tertib dan kondusif.
“Alhamdulillah, kami bersama Forkopimda turun langsung ke sejumlah tempat ibadah. Kami melihat secara langsung umat Kristiani merayakan malam Natal dalam keadaan aman, tertib dan terkendali,” ujar Bupati di Gereja Santa Odelia Citra Raya Panongan.
Ia menegaskan bahwa monitoring tidak hanya dilakukan pada malam Natal, namun akan terus berlanjut hingga perayaan Natal dan Tahun Baru. Pengamanan dilakukan secara terpadu dengan pembagian tugas yang jelas antara unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, serta instansi terkait lainnya.
“Kami akan terus melaksanakan pengamanan sampai dengan perayaan Tahun Baru. Semua unsur, mulai dari Polres, Kodim, Kejaksaan, hingga perangkat daerah, bersinergi menjaga situasi tetap aman dan tertib,” tambahnya.
Selain itu, pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk mematuhi aturan yang telah ditetapkan pemerintah daerah, khususnya larangan penggunaan petasan, kembang api, dan arak-arakan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas. Tidak menyalakan petasan, tidak melakukan arak-arakan, demi keamanan dan kenyamanan bersama, baik saat Natal maupun malam Tahun Baru,” tegasnya.
Bupati berharap dengan kerja sama seluruh elemen masyarakat, perayaan Natal dan Tahun Baru 2025 di Kabupaten Tangerang dapat berlangsung dengan aman, lancar, dan tertib.
“Saya ucapkan selamat Natal dan tahun baru untuk umat Kristiani khususnya di wilayah kabupaten Tangerang, Pemerintah daerah akan terus hadir di tengah masyarakat untuk memberikan pelayanan terbaik. Mohon doa dan dukungan semua pihak agar Kabupaten Tangerang tetap aman dan kondusif,” pungkasnya.
Bupati Tangerang juga mengunjungi pos pam terpadu yang berada di seberang Mal Ciputra Citra Raya dan juga memberikan bantuan paket sembako kepada para petugas pengamanan Pospam tersebut. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menghadiri pelantikan Pengurus Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kecamatan se-Kabupaten Tangerang Tahun 2025 sekaligus membuka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) yang diadakan di Kampung Kalapa. Rabu (24/12/25).
Dalam perayaannya, Bupati menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus UPZ Kecamatan yang baru dilantik. Ia menekankan bahwa pelantikan tersebut bukan sekedar kegiatan seremonial, melainkan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan keikhlasan.
“Zakat, infak, dan sedekah bukan hanya kewajiban ibadah, tetapi juga instrumen strategi dalam pembangunan sosial dan pengentasan kemiskinan. Untuk itu pengelolaanya harus amanah dan produktif,” ujar Bupati Maesyal Rasyid
Bupati menekankan peran strategis UPZ Kecamatan sebagai garda terdepan yang paling dekat dengan masyarakat serta memahami kondisi riil muzaki dan mustahik di wilayah masing-masing. Oleh karena itu, beliau menyampaikan beberapa poin penting yang harus menjadi perhatian para pengurus UPZ agar potensi zakat di Kabupaten Tangerang dapat dihimpun dan disalurkan secara optimal,
“Pertama, perkuat sinergi dan koordinasi antara UPZ Kecamatan dengan BAZNAS Kabupaten Tangerang, pemerintah kecamatan, desa, serta seluruh pemangku kepentingan. Kedua, menjaga prinsip amanah, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan zakat guna meningkatkan kepercayaan masyarakat,” tegasnya
Selain itu, dia juga mendorong pendayagunaan zakat secara produktif dan berkelanjutan agar mampu memberdayakan mustahik hingga bertransformasi menjadi muzaki. Inovasi dan inovatif juga harus terus dilakukan melalui pemanfaatan teknologi sehingga lebih memudahkan masyarakat untuk menyalurkan zakatnya
“Keempat, memanfaatkan teknologi dan inovasi dalam penghimpunan zakat agar lebih mudah, cepat, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” imbuhnya
Dirinya berharap melalui pelaksanaan Rakorda UPZ kecamatan ini akan semakin memperkuat kesamaan visi, langkah, dan komitmen dalam pengelolaan zakat di Kabupaten Tangerang. Selanjutnya, pemerintah daerah akan terus mendukung penguatan peran BAZNAS dan UPZ sebagai mitra strategi dalam mewujudkan Kabupaten Tangerang yang religius, sejahtera, dan berkeadilan sosial.
“Saya menyampaikan penghargaan kepada BAZNAS Kabupaten Tangerang atas dedikasi dan kerja nyata dalam pengelolaan zakat, serta kepada seluruh pengurus UPZ yang telah bersedia mengabdikan diri untuk kepentingan umat,”pungkasnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid membuka seminar Model Sekolah Unggulan dan Parenting yang dilaksanakan di Hotel Lemo, Rabu (24/12/25)
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menekankan pentingnya aspek kedisiplinan, kurikulum dan mutu pendidikan dalam melahirkan dan mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) Kabupaten Tangerang yang unggul dan berdaya saing tinggi.
"Hari ini kita hadir dalam rangka memikirkan dan merumuskan dunia pendidikan dari semua aspek. Aspek kedisiplinan, kurikulum dan mutu pendidikan harus terus kita kuatkan dan harus kita jalankan untuk mencetak SDM Kabupaten Tangerang yang unggul dan berdaya saing tinggi nantinya," ujar Bupati Maesyal Rasyid
Lanjut dia, pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan dan Dewan Pendidikan Kab. Tangerang berkomitmen penuh menekan angka putus sekolah. Program sekolah gratis, beasiswa pendidikan, peningkatan sarana dan prasarana pendidikan serta penguatan kompetensi para pendidik terus dilakukan.
"Kita sudah mengalokasikan dari APBD untuk pendidikan melampaui 20 persen sampai dengan 25 persen. Untuk yang putus sekolah, kami juga telah bekerjasama dengan pemerintah desa agar anak-anak dapat terus merampungkan dan menuntaskan supaya lulus sekolahnya dan mendapatkan ijazah," imbuhnya.
Dia berharap melalui seminar tersebut rumusan-rumusan nyata dan terukur untuk dijadikan sebagai dasar pembentukan sekolah-sekolah unggulan di Kabupaten Tangerang.
"Saya harap hasil seminar ini tahun depan ada tindak lanjutnya. Sekolah unggulan harus ada untuk meningkatkan pendidikan di Kabupaten Tangerang. Mungkin bertahap ada beberapa sekolah dulu, SD di mana, SMP di mana, kalau sudah satu atau dua sekolah dan berhasil, kita baru ekspansi ke sekolah-sekolah lainnya," harapnya.
Ketua Dewan Pendidikan Kab Tangerang, Mas Iman Kusnandar mengatakan bahwa Dewan Pendidikan Kab. Tangerang bersama Dinas Pendidikan dan para praktisi pendidikan bertekad menjadikan sekolah maupun madrasah di Kab. Tangerang yang benar-benar bermutu. Hal tersebut akan terus diupayakan dan dikawal bersama sehingga mampu menjadikan Kabupaten Tangerang sebagai kabupaten pendidikan.
"Penguatan ini yang harus kita jalankan. Kami siap mengawal dan bersama-sama bersinergi mengupayakan agar sekolah-sekolah, baik sekolah umum maupun madrasah, semuanya bisa bermutu. Bukan hal yang mustahil Kabupaten Tangerang ini menjadi mempunyai predikat sebagai kabupaten pendidikan nantinya," ujarnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id — Kecamatan Pagedangan secara resmi mengukuhkan Panitia Lokal dalam rangka persiapan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-56 Tingkat Kabupaten Tangerang Tahun 2026, bertempat di GSG Kecamatan Pagedangan, Rabu (24/12/2025).
Panitia lokal sebanyak 142 orang meliputi Unsur Forkopimcam, Organisasi kepemudaan, Organiasi kemasyarakatan. Hal ini Menjadi langkah awal kesiapan Pagedangan sebagai tuan rumah perhelatan MTQ tingkat Kabupaten yang direncanakan digelar pada 8 hingga 14 Januari 2026.
MTQ ke-56 merupakan agenda rutin tahunan yang bertujuan memberikan ruang dan kesempatan bagi para santri dan santriwati untuk menampilkan kemampuan terbaiknya dalam menggemakan Al-Qur’an. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan keimanan dan ketakwaan masyarakat serta menciptakan generasi Qur’ani yang berakhlak mulia.
Camat Pagedangan, H. Ramdani yang di dampingi Sekcam Pagedangan dalam keterangannya menyampaikan bahwa pengukuhan panitia lokal merupakan momentum penting untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan MTQ dapat berjalan dengan sukses, tertib, dan bermartabat.
“Pengukuhan panitia lokal ini menjadi titik awal kesiapan Kecamatan Pagedangan sebagai tuan rumah MTQ ke-56 tingkat Kabupaten Tangerang. Kami berharap seluruh panitia dapat bekerja secara solid, profesional, dan penuh tanggung jawab demi menyukseskan kegiatan ini,” ujar H. Ramdani.
Menurutnya, MTQ bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga sarana syiar Islam dan upaya bersama dalam membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat.
"Kepercayaan yang diberikan oleh pimpinan menjadi tuan rumah, mari kita berikan yang terbaik dari segi fasilitas penginapan, venue acara sehingga MTQ ke 56 tingkat Kabupaten Tangerang berjalan Sukses di Kecamatan Pagedangan," kata Camat Pagedangan.
Selain itu Ketua LPTQ Kecamatan Pagedangan, Bukhori, menyampaikan komitmennya untuk mendukung penuh pelaksanaan MTQ ke-56, khususnya dalam aspek pembinaan dan kualitas peserta.
“LPTQ Kecamatan Pagedangan siap bersinergi dengan seluruh panitia dan pihak terkait. Kami ingin MTQ ini tidak hanya sukses secara penyelenggaraan, tetapi juga melahirkan qari dan qariah, hafiz dan hafizah yang berkualitas dan berprestasi,” ungkap Bukhori.
Dengan pengukuhan panitia lokal ini, Kecamatan Pagedangan menyatakan kesiapan penuh untuk menjadi tuan rumah MTQ ke-56 Tingkat Kabupaten Tangerang Tahun 2026, serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menyukseskan kegiatan tersebut. (Red)
Serang, lensafokus.id — Sinergi lintas wilayah kembali ditunjukkan melalui aksi kemanusiaan berskala besar. Forum Zakat (FOZ) Banten bersama Forum Zakat Jakarta dan Forum Zakat Jawa Barat secara resmi memberangkatkan sebanyak 44,7 ton bantuan kemanusiaan untuk korban bencana alam di wilayah Sumatera.
Prosesi pelepasan bantuan tersebut berlangsung di Halaman Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten, dan disaksikan oleh unsur pemerintah daerah, relawan kemanusiaan, serta perwakilan lembaga zakat, pada Selasa.
Bantuan yang dikirimkan mencakup berbagai kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana, seperti bahan pangan pokok, makanan siap saji, popok bayi, obat-obatan, hingga pakaian baru. Seluruh bantuan tersebut disiapkan untuk menjawab kebutuhan darurat sekaligus mendukung tahap awal pemulihan warga di lokasi terdampak.
Ketua Forum Zakat Wilayah Banten, Bobby Satria, menegaskan bahwa kolaborasi antarwilayah menjadi faktor penting dalam memastikan penyaluran bantuan berjalan optimal dan tepat sasaran.
“Ini adalah ikhtiar bersama agar bantuan dapat tersalurkan secara tepat sasaran, amanah, dan berkelanjutan. Sinergi menjadi kunci agar respons kemanusiaan berjalan efektif,” ujar Bobby.
Ia menambahkan, keterlibatan berbagai forum zakat dari lintas provinsi menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat solidaritas sosial serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana alam.
Aksi kemanusiaan ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antarlembaga dan antarwilayah mampu memperkuat ketahanan sosial bangsa. Diharapkan, bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban para korban serta mempercepat proses pemulihan di wilayah terdampak bencana di Sumatera. (Lingga)
Bogor, lensafokus.id — Pemerintah Kabupaten Bogor menyelenggarakan Gelar Pengawasan Daerah (LARWASDA) Tahun 2025 yang digelar di Hotel Harris Cibinong, Selasa (23/12/2025). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sistem pengawasan internal, meningkatkan tata kelola pemerintahan, serta mendorong akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menyampaikan penghargaan kepada Inspektorat Kabupaten Bogor atas kinerja pengawasan yang telah dilakukan hingga tahun 2025. Ia mengungkapkan bahwa melalui upaya pencegahan dan pengawasan yang konsisten, Inspektorat berhasil mencegah potensi kebocoran keuangan daerah sebesar Rp44,23 miliar.
“Capaian ini patut diapresiasi. Pencegahan kebocoran keuangan daerah bukan pekerjaan mudah dan membutuhkan ketekunan serta integritas tinggi. Ke depan, kami berharap upaya pencegahan ini bisa terus ditingkatkan,” ujar Ajat.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor berkomitmen untuk menyelesaikan seluruh kerugian negara tersebut, meskipun kelemahan pada keterbatasan administrasi dan regulasi yang sudah tidak berlaku.
“Satu rupiah pun kerugian negara harus dikembalikan. Walaupun secara administrasi sulit, namun secara tanggung jawab negara, itu tetap harus diselesaikan,” tegasnya.
Ia juga menyoroti capaian Monitoring Center for Prevention (MCSP) dan Survei Penilaian Integritas (SPI) sebagai indikator penting dalam pencegahan korupsi.
Menurutnya, capaian tersebut harus dijadikan rambu-rambu untuk memastikan Kabupaten Bogor berada pada jalur tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.
Sekda juga menyampaikan pesan Bupati Bogor agar seluruh perangkat daerah terus menjaga semangat sinergi, memperkuat komunikasi, serta mengoptimalkan pengendalian risiko, proses bisnis, dan pemanfaatan teknologi informasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Dengan pengawasan yang kuat, integritas aparatur, serta komitmen bersama, kita optimis dapat mewujudkan perubahan yang lebih baik dan berkelanjutan bagi Kabupaten Bogor,” tutupnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id -- Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid mendorong Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Tangerang terus menguatkan sinergi untuk meningkatkan mutu pembelajaran dan pengelolaan madrasah.
Hal tersebut diutarakan Bupati Maesyal Rasyid saat menghadiri acara pelantikan dan pengukuhan Pengurus FKDT Takmiliyah Kabupaten Tangerang, masa khidmat 2025-2030 di GSG Puspemkab Tangerang, Selasa (23/12/25).
"FKDT sebagai wadah koordinasi yang menghimpun para pengelola dan pendidik madrasah merupakan mitra pemerintah. Mari tingkatkan sinergi dan kolaborasi untuk bersama-sama meningkatkan mutu pembelajaran dan pengelolaan madrasah," ujar Bupati Maesyal Rasyid.
Menurut dia, Diniyah Takmiliyah adalah lembaga pendidikan keagamaan Islam nonformal yang berfungsi melengkapi pendidikan agama Islam pada jalur pendidikan formal, baik di sekolah dasar hingga menengah. Di sini, anak-anak belajar Al-Quran, akidah, akhlak, fikih, serta nilai-nilai keislaman yang menjadi fondasi pembentukan karakter.
"Diniyah Takmiliyah tidak hanya mengajarkan pengetahuan agama, tetapi juga menanamkan adab, akhlak, dan nilai kehidupan, sehingga melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan moral," jelasnya.
Menurut dia, Pemkab Tangerang terus memberikan perhatian serius kepada pembangunan bidang keagamaan seperti pembangunan dan peningkatan infrastruktur pondok pesantren, bantuan sanitasi pesantren, pembangunan asrama, pemberian hibah keagamaan, serta insentif bagi guru madrasah dan guru ngaji.
“Seluruh program ini merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah daerah dalam mengelola amanah rakyat, agar manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” imbuhnya.
Dia juga menegaskan dalam rangka mewujudkan cita-cita besar bangsa Indonesia menjadi negara maju dan berdaya saing global, Indonesia Emas 2045 tidak cukup hanya didukung oleh SDM yang hanya cakap secara intelektual, namun juga kuat mental dan spritualnya.
"Kemajuan tersebut harus dibangun di atas nilai keimanan, ketakwaan, dan karakter yang kuat, yang salah satunya dibentuk melalui pendidikan diniyah. Bangsa yang maju dan berdaya itu, tidak hanya cakap secara intelektual namun juga harus kuat spritual dan mental SDMnya," tegasnya.
Pihaknya berharap kepengurusan baru nantinya bisa mampu membawa kemajuan bagi pendidikan diniyah serta memperkuat perannya dalam membentuk karakter, keimanan, dan ketakwaan anak-anak sebagai salah satu fondasi penting dan mendasar dalam rangka mewujudkan Indonesia Emas Tahun 2045.
Sementara itu, Ketua DPW FKDT Provinsi Banten, H. Muhsinin menekankan bahwa ketakwaan dan keiklasan merupakan kunci utama dalam kehidupan, baik bagi individu, pendidik maupun pemimpin. Untuk itu para guru Diniyah mempunyai peran besar dan strategis dalam membentuk akhlak dan karakter generasi muda.
“Guru diniyah adalah pejuang pendidikan yang bekerja dengan keikhlasan. Perhatian terhadap mereka merupakan bentuk penghargaan atas jasa besar dalam mencetak generasi yang beriman dan berakhlak mulia,” ujarnya. (Red)