Banten

Banten (6883)

Tangerang, lensafokus.id - Dalam upaya menciptakan generasi muda yang tangguh dan lingkungan pendidikan yang bersih dari narkoba, Pemerintah Kabupaten Tangerang menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika) pada Program Lingkungan Pendidikan Bersinar (Bersih dari Narkoba).

Kegiatan ini diikuti oleh 60 orang peserta yang terdiri dari perwakilan guru (khususnya bidang kesiswaan) serta pelajar jenjang SMA/SMK/Sederajat se-Kabupaten Tangerang. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Parakan, Rabu (17/06/2026).

Kasubid Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, Dan Agama, Risma Nurmalayanti mengatakan bahwa program Sekolah Bersinar merupakan salah satu program BNK yang berada di bawah naungan Kesbangpol Kabupaten Tangerang. Program tersebut bertujuan menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.

Menurut Risma, kegiatan sosialisasi tersebut memiliki peran penting dalam melindungi generasi muda dari ancaman narkoba yang saat ini semakin beragam bentuk dan modus penyebarannya.

“Kehadiran kegiatan ini membawa dampak yang sangat positif, terutama bagi anak-anak maupun remaja saat ini yang rentan terpapar narkoba. Terlebih lagi, kita sering kali tidak mengetahui jenis-jenis narkoba baru yang beredar di luar sana, sehingga edukasi seperti ini menjadi sangat penting untuk meningkatkan kewaspadaan para pelajar,” kata Risma.

Ia menambahkan, ancaman penyalahgunaan zat adiktif tidak hanya berasal dari narkotika konvensional. Beberapa produk yang akrab di kalangan remaja juga perlu diwaspadai karena berpotensi mengandung zat berbahaya yang dapat merusak kesehatan.

“Sebagai contoh sederhana adalah penggunaan vape. Kita banyak yang tidak menyadari bahwa di dalam komponen atau bahan-bahan tertentu terdapat indikasi kandungan zat adiktif yang berbahaya,” ujarnya.

Risma menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Tangerang terus melakukan langkah antisipasi melalui kerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari BNN Provinsi Banten, BNN Kota Tangerang hingga BNN Kota Tangerang Selatan. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanganan penyalahgunaan narkoba di wilayah Kabupaten Tangerang.

Selain itu, Kesbangpol dan BNK secara rutin melaksanakan sosialisasi serta roadshow ke berbagai kampus, SMA, SMK, dan sekolah lainnya. Kegiatan tersebut bertujuan memberikan edukasi serta meningkatkan pemahaman siswa mengenai dampak buruk narkoba terhadap kesehatan dan masa depan mereka.

“Kami juga bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk memetakan beberapa wilayah rawan. Jika ditemukan adanya wilayah atau individu yang sudah terdampak, informasi tersebut akan segera diteruskan kepada pihak kepolisian, khususnya Satresnarkoba untuk ditindaklanjuti,” jelasnya.

Risma berharap para pelajar dapat memahami secara utuh dampak negatif penyalahgunaan narkoba sehingga mampu membentengi diri dari berbagai pengaruh yang dapat merusak masa depan mereka.

“Setelah memiliki pemahaman dan pengetahuan yang cukup, saya berharap para siswa dapat lebih waspada serta mampu menjaga diri mereka sendiri. Mereka harus tahu bahwa narkoba itu sama sekali tidak membawa kebaikan, melainkan memberikan dampak yang sangat buruk bagi kesehatan dan masa depan mereka,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Narkotika Kabupaten Tangerang, H. Dedy Sutardi, SH, menyampaikan bahwa sosialisasi Pendidikan Bersinar yang dilaksanakan saat ini merupakan tahap pertama dari rangkaian kegiatan yang akan digelar di berbagai wilayah Kabupaten Tangerang.

“Hari ini, kegiatan sosialisasi diadakan untuk mewujudkan lingkungan pendidikan Bersinar atau Bersih Narkoba. Pelaksanaan sosialisasi ini baru memasuki tahap pertama karena jumlah peserta yang cukup banyak, sehingga nantinya akan ada sesi lanjutan di wilayah lainnya,” ujar Dedy.

Ia menjelaskan, tahap pertama kegiatan difokuskan bagi siswa-siswi di wilayah Tigaraksa dan sekitarnya. Selanjutnya, sosialisasi akan dilaksanakan secara bertahap di wilayah lain, termasuk kawasan Pantura yang memiliki sebaran sekolah cukup luas.

Menurut Dedy, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pencegahan dini yang ditujukan kepada para siswa sebagai generasi penerus bangsa. Melalui penyuluhan yang diberikan, para pelajar diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai bahaya narkoba serta mampu menjauhkan diri dari penyalahgunaannya.

“Harapan kami, materi yang diberikan dapat menjadi input yang efektif bagi para siswa. Dengan pemahaman yang baik, mereka dapat menjauhi narkoba, tumbuh menjadi pelajar yang sehat, dan bersama-sama mewujudkan Kabupaten Tangerang yang semakin gemilang tanpa narkoba,” tutupnya. (Red)

LEBAK, lensafokus.id – Keberadaan puluhan warung remang-remang di kawasan Kampung Pulo Manuk, Desa Darmasari, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, dikeluhkan warga. Warung-warung yang berdiri di sepanjang pesisir pantai tersebut diduga kerap beralih fungsi menjadi tempat hiburan malam yang menyediakan minuman keras dan wanita pendamping.

Tokoh masyarakat Bayah, Dedi Mulyadi, mengungkapkan bahwa aktivitas warung remang-remang tersebut telah berlangsung cukup lama dan dinilai semakin meresahkan masyarakat sekitar.

"Keberadaan warung remang-remang itu sangat meresahkan warga. Apalagi jika malam hari, warung tersebut menyediakan wanita-wanita pendamping dan minuman keras," ujar Dedi kepada wartawan, Rabu (17/6/2026).

Menurutnya, warung-warung tersebut mulai beroperasi sejak sore hingga dini hari. Selain menjadi tempat berkumpul para pengunjung untuk mengonsumsi minuman keras, lokasi tersebut juga kerap dipadati pendatang dari luar daerah.

Dedi menilai, hingga saat ini belum terlihat adanya tindakan tegas dari aparat terkait, sehingga aktivitas di kawasan tersebut terus berlangsung setiap hari.

"Warung-warung itu sudah lama ada, tetapi belum juga ada tindakan. Akibatnya banyak pendatang yang datang ke sana untuk minum-minuman keras yang disediakan di lokasi," katanya.

Ia menambahkan, lokasi warung remang-remang tersebut berada tidak jauh dari jalan utama Bayah-Sawarna, sehingga aktivitasnya mudah terlihat oleh masyarakat umum. Bahkan, suara musik dari lokasi sering terdengar hingga ke badan jalan.

"Kadang terlihat pengunjung dalam kondisi mabuk. Kami meminta aparat dan Forkopimcam Bayah segera mengambil tindakan untuk memberantas warung remang-remang itu karena sangat mengganggu kenyamanan masyarakat," tegasnya.

Senada dengan itu, warga lainnya, Asep, menyebut peredaran minuman keras di kawasan tersebut cukup tinggi. Berbagai merek minuman keras diduga diperjualbelikan secara bebas meskipun tidak dipajang secara terbuka di etalase warung.

"Berbagai merek minuman keras diperjualbelikan di sana," ungkapnya.

Warga mengaku telah beberapa kali memberikan teguran kepada para pemilik warung. Namun, teguran tersebut tidak diindahkan sehingga aktivitas usaha tetap berjalan seperti biasa.

Menanggapi keluhan warga, Kepala Seksi Intelijen Satpol PP dan Damkar Kabupaten Lebak, Wahyudin, mengaku akan menindaklanjuti informasi tersebut dengan melakukan pengecekan langsung ke lapangan.

"Kami akan melakukan pengecekan ke lokasi. Setiap informasi yang disampaikan masyarakat akan kami tindak lanjuti dan laporkan kepada pimpinan," kata Wahyudin. (C2p)

TANGERANG, lensafokus.id – Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah/2026 Masehi, Masjid As-Sakinah bersama Pengajian Silaturahmi Sholat Subuh (Silajambuh) menggelar kegiatan Istighosah dan Tabligh Akbar di Masjid As-Sakinah Blok P8, Perumahan Taman Adiyasa, Desa Cikuya, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Senin (15/6/2026).

Kegiatan yang mengusung tema "Semangat Hijrah Mempererat Ukhuwah dan Meningkatkan Ketakwaan Menuju Pribadi yang Lebih Baik" tersebut dihadiri sejumlah tokoh agama, unsur pemerintahan, serta ratusan jamaah dari berbagai wilayah di Kecamatan Solear.

Tampak hadir dalam acara tersebut Ketua MUI Kecamatan Solear KH Muslihat, perwakilan Kecamatan Solear, perwakilan Polsek Cisoka, perwakilan Koramil Cisoka, Kepala Desa Cikuya Ade Safei, Kepala Dusun III Desa Cikuya Julaeni, SH, Ketua Silajambuh H. Sirli Usin, SE, para pengurus RT/RW, serta tokoh masyarakat setempat.

Sementara itu, tausiyah utama disampaikan oleh KH Abdurrahman Djaelani, S.Sos.I, yang dikenal sebagai salah satu penceramah dalam program Damai Indonesiaku di TV One.

Ketua Panitia, Ustadz Yana Rodiana, S.Pd.I, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga Blok P, khususnya kaum ibu yang telah berpartisipasi aktif sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik dan sukses.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga, para pengurus masjid dan mushola yang tergabung dalam Silajambuh, serta para pemuda dan pemudi yang telah bekerja keras demi suksesnya acara ini. Pemuda merupakan garda terdepan dalam setiap kegiatan dan menjadi harapan bangsa," ujarnya.

Ia juga mengapresiasi seluruh masjid dan mushola yang tergabung dalam Silajambuh atas dukungan dana, tenaga, dan pemikiran demi kelancaran kegiatan tersebut.

Hal senada disampaikan Ketua Silajambuh, H. Sirli Usin, SE. Menurutnya, antusiasme masyarakat sangat tinggi dengan kehadiran ratusan jamaah yang memadati lokasi acara.

"Alhamdulillah, masyarakat sangat antusias mengikuti Istighosah dan Tabligh Akbar ini. Mudah-mudahan tahun depan kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan dengan lebih meriah," katanya.

H. Sirli juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dan pengurus mushola yang tergabung dalam Silajambuh atas kontribusi yang diberikan sehingga acara berjalan lancar dan sukses.

Ia menjelaskan bahwa penyelenggaraan kegiatan Silajambuh dilakukan secara bergiliran. Tahun ini Masjid As-Sakinah mendapat kesempatan menjadi tuan rumah, sedangkan tahun mendatang akan dilaksanakan di masjid lainnya yang tergabung dalam Silajambuh.

Kegiatan Istighosah dipimpin oleh Ketua MUI Kecamatan Solear KH Muslihat bersama Ustadz H. Safarudin Hasibuan. Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiyah oleh KH Abdurrahman Djaelani.

Dalam ceramahnya, KH Abdurrahman menjelaskan bahwa makna hijrah Nabi Muhammad SAW tidak hanya sebatas perpindahan fisik dari Kota Makkah ke Kota Madinah, melainkan juga perubahan sikap dan perbaikan diri menuju kehidupan yang lebih baik.

"Hijrah yang sesungguhnya adalah bagaimana kita memperbaiki hati dan akhlak. Jika tahun ini hubungan kita dengan tetangga kurang baik, maka tahun depan harus lebih baik. Jika tahun ini masih lalai dalam menjalankan sholat, maka ke depan harus lebih disiplin dan lebih baik lagi," ungkapnya.

KH Abdurrahman Djaelani sendiri merupakan pimpinan Pondok Pesantren Daarul Huffazh Walidain yang berlokasi di Cilangkap, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Banten. (War)

Tangerang, lensafokus.id - Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah menghadiri sekaligus secara resmi membuka Pasar Tradisional Sumur Gede Cipari Desa Ciakar, Kecamatan Panongan, Selasa (16/06/26)

Pada kesempatan tersebut, Wabup Intan mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya kepada Pemerintah Desa Ciakar dan seluruh pihak yang telah menghadirkan ruang ekonomi, sosial dan budaya bagi masyarakat Desa Ciakar dan sekitarnya.

"Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Desa Ciakar beserta seluruh elemen masyarakat yang telah berinisiatif dan bekerja keras menghadirkan pasar tradisional ini sebagai ruang ekonomi, sosial, sekaligus budaya bagi masyarakat," ujar Wabup Intan

Menurut dia, pasar tradisional bukan sekadar tempat jual beli, melainkan pusat pergerakan ekonomi rakyat, tempat bertemunya produsen dan konsumen lokal, serta wadah pelestarian budaya dan kuliner nusantara yang menjadi identitas daerah

"Di Pasar Tradisional Sumur Gede Cipari ini, kita melihat semangat gotong royong masyarakat dalam menjaga tradisi sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru dan mengenalkan kekayaan kuliner daerah kepada generasi muda agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman," ujarnya

Dia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang terus berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui penguatan UMKM, pemberdayaan masyarakat desa, serta pengembangan potensi lokal yang dimiliki setiap wilayah.

"Pembangunan yang kuat harus dimulai dari desa, karena desa merupakan fondasi utama kemajuan daerah. Keberadaan Pasar Tradisional Sumur Gede Cipari ini diharapkan menjadi ruang produktif yang dapat meningkatkan pendapatan pelaku usaha, membuka peluang kerja, serta memperkuat kebersamaan dan solidaritas sosial warga," tandasnya

Lanjut dia, keberhasilan pasar tradisional tidak hanya diukur dari ramainya transaksi dan meningkatnya pendapatan pedagang, tetapi juga dari kebersihan, kenyamanan, dan keamanan lingkungan pasar itu sendiri. Untuk itu, dia juga menghimbau para pedagang dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat pasar tersebut agar tetap bersih, aman dan nyaman

"Saya mohon kepada pengelola, pedagang dan masyarakat, rawat dan jaga pasar ini agat tetap bersih, rapi, aman dan nyaman. Jaga kehigienisan produk yang dijual, khususnya makanan dan minuman, sehingga kualitas dan keamanan pangan tetap terjamin," himbaunya

Wabup Intan juga berharap dengan lingkungan yang bersih dan produk yang higienis, Tradisional Sumur Gede Cipari Desa Ciakar akan semakin berkembang dan dipercaya masyarakat serta mampu menjadi contoh pasar tradisional yang sehat, tertib, dan nyaman di Kabupaten Tangerang.

"Saya optimistis bila Pasar Tradisional Sumur Gede Cipari ini bersih, aman, nyaman dan higienis akan berkembang menjadi destinasi ekonomi dan budaya yang membanggakan bagi Masyarakat Desa Ciakar dan Kabupaten Tangerang," pungkasnya. (Red)

TANGERANG, lensafokus.id – Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektor yang digelar di Gedung Serba Guna (GSG) Kecamatan Cisoka pada Selasa (16/06/2026) berlangsung lancar. Pertemuan ini menghasilkan sejumlah poin penting yang berfokus pada kenyamanan, ketertiban, dan kemaslahatan masyarakat.

Rapat strategis ini dihadiri oleh berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi terkait. Di antaranya Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), serta Dinas Perhubungan (Dishub). Turut hadir pula perwakilan Bagian Hukum, Bagian Ekonomi, Dinas Tata Ruang dan Bangunan (DTRB), Polres, Kodim 0510/Trs yang diwakili Danramil, Polsek Cisoka, serta Kepala Desa Cisoka dan Kepala Desa Sukatani.

Camat Cisoka, Sumartono, S.STP., M.Si., menegaskan bahwa agenda utama rakor tidak hanya berfokus pada penanganan eks Tempat Penampungan Pasar Sementara (TPPS), melainkan juga mencakup penataan menyeluruh di kawasan Kecamatan Cisoka.

"Seperti yang kita ketahui, kondisi ini sudah berlangsung lama. Penataan ini menjadi prioritas agar ke depannya Kecamatan Cisoka dapat menjadi pusat tata kota pemerintahan yang rapi," ujar Sumartono kepada awak media pasca rapat.

Ia menjelaskan, keberadaan eks TPPS saat ini dinilai tidak sesuai dengan rencana tata ruang wilayah. Oleh karena itu, seluruh lintas sektor sepakat untuk mengambil langkah konkret guna menata kembali para pedagang agar menempati lokasi yang semestinya.

Pihak kecamatan memastikan seluruh Standar Operasional Prosedur (SOP) dan pemaparan regulasi telah dijalankan sesuai prosedur hukum yang berlaku. Langkah penataan fisik rencananya akan mulai dieksekusi dalam dua hari ke depan.

"Ada sekitar 81 pedagang eks TPPS yang terdampak, termasuk mereka yang berada di area lahan pribadi yang tidak sesuai tata ruang. Intinya, para pedagang harus menerima kebijakan ini. Pemerintah daerah sudah menyiapkan tempat pemindahan di dalam pasar resmi dengan berbagai kemudahan dan keringanan biaya," tambah Camat Cisoka.

Di akhir wawancara, Sumartono memberikan apresiasi tinggi kepada para jurnalis yang aktif mengawal isu lokal dan menjalankan fungsi kontrol sosial di wilayahnya. Ia menegaskan bahwa koordinasi penataan ini murni gerakan lintas sektoral yang membutuhkan sinergi semua pihak, termasuk pers.

"Kami di Kecamatan Cisoka tidak pernah tidak melibatkan teman-teman media. Justru kami selalu terbuka dan sangat bersyukur dengan kehadiran rekan-rekan media. Berkat kalian, informasi penataan ini bisa tersampaikan secara akurat, transparan, dan jelas kepada publik serta seluruh warga," pungkas Sumartono. (Mala)

Tangerang, lensagokus.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, secara resmi melepas peserta Pawai Ta’aruf dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram yang digelar di kawasan Citra Raya, Kecamatan Panongan. Selasa, (16/6/26).

Pawai Ta’aruf yang menjadi agenda rutin peringatan Tahun Baru Islam tersebut disambut antusias masyarakat. Beragam atribut bernuansa Islami, lantunan shalawat, serta semangat kebersamaan mewarnai jalannya kegiatan yang berlangsung khidmat dan semarak.

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid mengapresiasi panitia dan seluruh elemen masyarakat yang telah berpartisipasi menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, peringatan Tahun Baru Islam tidak hanya menjadi momentum refleksi diri, tetapi juga sarana mempererat tali silaturahmi dan memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

“Kegiatan seperti ini harus terus dijaga dan dilaksanakan secara rutin karena memiliki nilai yang sangat positif untuk memperkuat silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah. Apalagi kegiatan ini melibatkan seluruh masyarakat dan DKM masjid yang ada di kawasan Citra Raya,” ujar Bupati Maesyal.

Ia menilai, semangat kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat dalam Pawai Ta’aruf tersebut menjadi bukti bahwa nilai-nilai persatuan dan gotong royong masih terjaga dengan baik di Kabupaten Tangerang.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara yang konsisten menggelar kegiatan tersebut setiap tahun dengan pelaksanaan yang semakin baik dan semakin meriah.

“Saya sangat mengapresiasi langkah panitia yang terus menjaga tradisi positif ini. Hampir setiap tahun kegiatan ini dilaksanakan dan saya melihat antusiasme masyarakat semakin tinggi serta pelaksanaannya semakin meriah,” katanya.

Lebih lanjut, ia berharap Pawai Ta’aruf dan peringatan Tahun Baru Islam di masa mendatang dapat terus dikembangkan menjadi kegiatan yang lebih besar dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.

“Semoga setiap tahun acara ini semakin meriah, semakin banyak masyarakat yang terlibat, dan menjadi ajang silaturahmi yang mempererat persaudaraan di antara kita semua,” pungkasnya.

Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram di Citra Raya tersebut menjadi momentum kebersamaan warga untuk menyambut tahun baru Hijriah dengan semangat persatuan, keharmonisan serta memperkuat nilai-nilai spiritual dan sosial yang nyata dan berdampak bagi umat dan masyarakat. (Red)

Page 29 of 689
Go to top