Tangerang, lensafokus.id – Sebuah insiden kesurupan massal menggemparkan karyawan PT Matra Berdikari Nusantara, sebuah pabrik sepatu di Kawasan Industri Sumber Rezeki, Kp. Ciakar, RT.03/RW.04, Cileles, Kec. Tigaraksa, pada Jumat, (4/7/2025). Kejadian ini terjadi saat jam operasional pabrik, mengganggu aktivitas produksi dan menimbulkan kepanikan di antara para pekerja.
Peristiwa ini dimulai sekitar pukul 10 pagi. Beberapa pekerja dilaporkan pingsan, menangis histeris, dan berteriak tanpa sadar. Banyak karyawan berhamburan keluar pabrik untuk membantu menenangkan rekan-rekan mereka yang sedang kesurupan. Pihak perusahaan dilaporkan segera memanggil sejumlah paranormal dan ustad untuk meredam insiden tersebut.
Seorang warga yang berdagang di sekitar pabrik membenarkan kejadian ini. "Betul telah terjadi kesurupan massal, namun banyak sekali karyawan yang kesurupan hingga keluar pabrik sampai menggegerkan masyarakat dan karyawan," ujarnya.
Namun, pernyataan ini bertolak belakang dengan keterangan Rio, seorang yang mengaku sebagai karyawan PT Matra Berdikari Nusantara. Rio menepis informasi kesurupan massal yang melibatkan banyak orang.
"Kejadian ini ya kan bukan unsur disengaja tapi faktor alam. Kejadian ini memang benar dimulai jam 10 pagi, tapi hanya sekitar 4-5 orang saja, tidak banyak yang mengalami kesurupan di satu line dan hanya perempuan. Dan sudah dipulangkan ke rumah masing-masing setelah situasi kembali kondusif dalam setengah jam penanganan," jelasnya.
Informasi ini bertentangan dengan kabar yang beredar di luar, yang menyebutkan lebih dari 30-40 orang mengalami kesurupan di dalam pabrik, dengan banyak jeritan terdengar dari dalam maupun luar. Hingga saat ini, belum ada kepastian langsung dari pihak pabrik mengenai jumlah pasti korban dan detail kejadian.
Rio menambahkan bahwa PT Matra Berdikari Nusantara merupakan perusahaan industri sepatu yang belum lama beroperasi. Saat kejadian berlangsung, kepala desa dan sejumlah aparat kepolisian turut hadir membantu, bersama dengan ustad dan ahli spiritual yang menangani karyawan yang kesurupan. Situasi diklaim kembali kondusif setelah penanganan sekitar setengah jam.
Kesimpangsiuran mengenai jumlah orang yang kesurupan menimbulkan dugaan bahwa pihak karyawan dan pabrik seolah-olah menutupi informasi sebenarnya. Hal ini semakin diperkuat ketika seorang wartawan dilarang mengambil foto pabrik di lokasi kejadian oleh pihak sekurity. Larangan ini ditampik oleh wartawan, mengingat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers menyatakan tidak ada larangan bagi wartawan untuk mengambil foto dalam menjalankan tugas jurnalistik. (Rm)
Tangerang, lensafokus.id – Kabar gembira bagi keluarga di Tangerang khususnya warga Tigaraksa, Happy Garden Playground di Triraksa Village 2 kini resmi dibuka hari ini, Jumat (4/7/2025), menghadirkan surga bermain baru dengan 20 jenis permainan seru dan petualangan menyenangkan yang siap memanjakan anak-anak.
Happy Garden Playground, yang dikelola oleh Happy Play Indonesia, salah satu penyedia wahana bermain terbesar dan terlengkap di Indonesia, berkomitmen menyediakan fasilitas hiburan berkualitas tinggi dengan harga yang sangat terjangkau.
"Untuk harga tiket masuk Rp20.000 untuk weekday dan Rp25.000 untuk weekend. Kami ingin membuat tiket yang terjangkau untuk semua kalangan," ujar Erina, Owner Happy Play Indonesia.
Erina mengajak seluruh warga Tangerang untuk datang dan menikmati wahana interaktif yang tidak hanya menyenangkan tetapi juga bermanfaat bagi tumbuh kembang anak.
"Anak-anak maupun orang tua bisa menikmati waktu mereka. Anak bermain dengan gembira, sementara orang tua bisa bersantai atau memantau dari dekat," tambahnya.
Ia menekankan bahwa Happy Garden Playground menawarkan fasilitas bermain yang terjangkau, berkualitas, dan inovatif, memastikan anak-anak merasa lebih bahagia.
Lebih lanjut, Erina memiliki harapan besar agar Happy Garden Playground dapat hadir di berbagai kota di seluruh Indonesia. Ia juga membuka pintu lebar bagi sekolah-sekolah di Kabupaten Tangerang yang ingin menjalin kerja sama dan kolaborasi.
"Kami juga wellcome untuk sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Tangerang untuk kerja sama. Ada paket khusus sampai dengan 40 persen," imbuhnya, menawarkan kesempatan bagi sekolah untuk memberikan pengalaman bermain yang edukatif dan menyenangkan bagi siswa-siswi mereka.
Di lokasi yang sama, Joni selaku pengembang menyatakan kegembiraannya dengan kehadiran Happy Garden Playground di Triraksa Village 2. Ia berharap investasi semacam ini dapat mendorong pertumbuhan properti di kawasan tersebut dan menarik lebih banyak investor untuk membuka fasilitas serupa.
"Hari ini kelihatan yang tertarik adalah Happy Garden untuk investasi di sini. Mereka mempunyai misi dengan permainan tidak terlalu mahal untuk warga Tangerang agar banyak yang menikmati," jelas Joni, mengapresiasi visi Happy Garden yang ingin menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat luas. (asp)
Serang, lensafoku.id - Guna meningkatkan ketahanan fisik tubuh, Komandan Korem 064/MY Brigjen Andrian Susanto, bersama Anggota melaksanakan sepeda sehat gowes (fun bike), Jumat (4/7/25).
Menempuh jarak 30 kilometer berkeliling Kota Serang, Gowes ini diikuti juga oleh Kasrem 064/MY, Para Kasi Korem 064/MY, Dandim 0602/Serang serta Anggota Makorem 064/MY
Olahraga gowes ini bertujuan menjaga kesehatan dan kebugaran serta meningkatkan stamina tubuh, selain itu, gowes juga bisa menikmati suasana alam dan juga udara segar di pagi hari dengan penuh semangat.
"Dengan olah raga, kita juga bisa keluarkan kalori dan menghirup udara segar,” imbuh Danrem
Mengingat pentingnya olah raga bagi kesehatan, Danrem pun mengimbau kepada anggotanya untuk dapat meluangkan waktunya guna berolah raga.
“Setiap ada waktu, kita imbangi hidup dengan olah raga, agar pola hidup kita lebih baik. Karena kesehatan adalah utama. Kita butuh hidup sehat dan bahagia, supaya dalam tugas bisa nyaman,” ujarnya.
“Kita ini semakin lama semakin tua. Mari kita sisipkan waktu yang bermanfaat. Kita selalu sehat juga demi keluarga dan tinggalkan hal hal yang tidak sehat,” pungkasnya. (Red)
TANGERANG, lensafokus.id - Guna menanggulangi masalah banjir yang kerap melanda sejumlah wilayah, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang tengah membangun drainase di 28 titik.
Proyek ini menyasar kawasan-kawasan yang rawan tergenang air, dan ditargetkan rampung pada akhir Juli 2025.
Sejumlah wilayah yang menjadi prioritas pembangunan di antaranya Sukaharja, Pasir Gadung, Cibogo Wetan, Kelapa Dua, Kedaung Barat, hingga kawasan Mpu Tantular.
Seluruh titik pembangunan berada di bawah koordinasi Bidang Drainase DBMSDA Kabupaten Tangerang sebagai leading sektor proyek ini.
Kepala Bidang Drainase DBMSDA Kabupaten Tangerang, Yawan Duriyawan, mengungkapkan bahwa titik-titik drainase yang dibangun merupakan hasil usulan masyarakat yang disampaikan melalui kelurahan dan kecamatan.
“Lokus pembangunan merupakan usul masyarakat yang disampaikan melalui pihak kelurahan dan kecamatan,” jelas Yawan.
Ia juga menambahkan, hingga awal Juli ini progres pembangunan telah mencapai sekitar 80 persen dan dipastikan akan selesai sesuai jadwal.
“Saat ini progres pembangunan drainase telah mencapai 80 persen dan ditargetkan rampung pada akhir Juli mendatang,” tambahnya.
Lebih lanjut, Yawan mengajak masyarakat untuk mendukung pembangunan ini dengan tidak membuang sampah sembarangan, serta tidak menutup saluran drainase dengan beton karena hal tersebut bisa menghambat aliran air ke tempat pembuangan.
“Kami harap masyarakat dapat mendukung pembangunan yang dilaksanakan, yakni dengan tidak membuang sampah sembarangan serta tidak menutup drainase dengan beton yang dapat menghambat masuknya air ke pembuangan,” tandasnya. (Red)
Tangerang, lensafokus.id – Puluhan jurnalis dan perwakilan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) menggeruduk Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang. Aksi ini merupakan bentuk kekecewaan terhadap kinerja penegak peraturan daerah (perda) yang dinilai mandul dan tidak transparan, terutama terkait penanganan bangunan tanpa izin. Kamis (3/7/2025).
Kelompok yang terlibat dalam aksi ini meliputi beberapa media dan LSM, di antaranya Asosiasi Kabar Online (AKRINDO), Pemantau Keadilan dan Negara (PKN), Persatuan Karya Wartawan Indonesia (PKWI), serta Lembaga Pengawas Penyalahgunaan Aset dan Anggaran Negara (BP2A2N) dan LSM Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GRAM). Mereka menyampaikan aspirasi dan menuntut perbaikan kinerja Satpol PP Kota Tangerang.
Sambil membentangkan poster dan spanduk dengan berbagai tulisan, para peserta aksi menyoroti kinerja Satpol PP Kota Tangerang, khususnya Bidang Penegakan Hukum Daerah (Gakumda), yang dianggap tidak transparan dalam memberikan informasi kepada awak media. Hal ini terkait dengan beberapa laporan mengenai bangunan yang berdiri tanpa izin.
Koordinator Aksi, Samsul Bahri, menjelaskan bahwa aksi ini bertujuan untuk menyampaikan beberapa poin penting, terutama terkait kinerja Bidang Gakumda yang dinilai paling lamban dalam menindak proyek dan bangunan yang tidak memiliki izin dari dinas terkait.
Menurut Samsul, selain tidak transparan, Satpol PP yang dipimpin oleh Kasat Irman Pujahendra juga enggan menyampaikan informasi kepada awak media, terutama saat dimintai klarifikasi mengenai penegakan perda di Kota Tangerang. Padahal, kata Samsul, menyampaikan informasi kepada LSM, media, dan masyarakat adalah tugas serta kewajiban Satpol PP.
Samsul Bahri, yang juga Penanggung Jawab dan Koordinator aksi, memastikan rekan-rekan wartawan, LSM, dan tim pengamanan aksi untuk tidak melakukan kekerasan atau tindakan anarkis dalam aksi damai tersebut.
"Sebelumnya kami juga sudah menyampaikan dalam aksi ini, kritikan kami masih sama, mengenai soal sistem pelayanan informasi yang masih bobrok, terutama di Bidang Gakumda yang tidak kooperatif dan tidak transparan," papar Samsul dalam orasinya.
Samsul menambahkan bahwa hal ini sama saja membungkam tugas LSM dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Ia berharap aksi kali ini dapat menjadi masukan bagi Kasatpol PP dan jajarannya untuk memperbaiki sistem pelayanan informasi kepada awak media, LSM, dan masyarakat. Jika tidak ada perubahan, Samsul menegaskan bahwa ia dan rekan-rekan media serta LSM akan terus mengingatkan Kasatpol PP akan pentingnya informasi dan komunikasi di era keterbukaan publik saat ini.
"Sebenarnya kami tidak ada masalah dengan Kasatpol PP, tetapi yang jadi masalah itu adalah sistem pelayanan dan informasi kepada awak media yang tidak kooperatif dan tidak transparan, seakan takut diketahui oleh para awak media maupun LSM," jelas Samsul, yang juga pimpinan redaksi media Fokusflash.

Ia menekankan agar kritikan ini menjadi koreksi untuk perbaikan agar institusi penegak perda dapat menjalankan tugas pokok dan fungsinya (tupoksi) lebih baik lagi.
Adapun enam poin tuntutan utama para awak media dan LSM dalam aksi unjuk rasa tersebut adalah:
* Pencopotan Kasatpol PP: Menuntut pencopotan Kasatpol PP yang dianggap tidak tegas terhadap bawahan dalam menjalankan tugas sebagai penegak perda terkait pelayanan dan pengaduan masyarakat yang dinilai lambat.
* Tindak Tegas Pelaku Usaha Tak Berizin: Mendesak penutupan dan penindakan tegas terhadap seluruh pelaku usaha yang mendirikan bangunan tanpa dasar hukum, seperti izin resmi dari dinas terkait.
* Kepastian Penanganan Pengaduan: Meminta kepastian atas dasar pengaduan masyarakat agar tidak menimbulkan ketidakpercayaan publik pada Satpol PP, serta menumpas oknum petugas yang bermain melanggar aturan dan meminta adanya keterbukaan.
* Penegakan Perda Profesional: Meminta agar peraturan daerah (perda) dijalankan oleh Satpol PP secara profesional sesuai kewenangannya dalam melakukan penegakan dan penertiban.
* Pengembalian Tupoksi Satpol PP: Menuntut pengembalian tugas pokok Satpol PP untuk menegakkan peraturan daerah (perda), menyelenggarakan ketertiban umum dan ketenteraman, serta melakukan perlindungan kepada masyarakat.
* Proses Pengaduan Cepat dan Akurat: Meminta proses pengaduan yang tanggap, cepat, dan akurat agar tidak ada anggapan Satpol PP tidak netral dan terkesan adanya permainan yang diduga dilakukan oleh oknum petugas Satpol PP.
Hasil dari aksi tersebut adalah tuntutan pernyataan secara tertulis. Namun, para peserta unjuk rasa kecewa karena mediasi menemui jalan buntu. Pihak Satpol PP tidak menanggapi enam tuntutan yang diajukan.
Merespons hal ini, Koordinator Aksi Samsul Bahri menyatakan akan ada aksi gelombang berikutnya yang akan dilakukan secara besar-besaran di pusat pemerintahan Kota Tangerang atau Kantor Wali Kota. Aksi akan terus berlanjut hingga ada tindakan nyata yang dapat dipegang, sehingga Satpol PP dapat mempertanggungjawabkan kinerjanya selaku penegak peraturan daerah (perda) dan menjadikan pelaku usaha tertib terkait perizinannya. (Sumarna)
TANGERANG, lensafokus.id - Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid melakukan panen semangka bersama dan menyerahkan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) untuk Kelompok Tani Buaran Asem Desa Tanjung Asem Kecamatan Mauk, Kamis (03/7/25).
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid mengungkapkan rasa syukur dan bangganya bahwa penanaman perdana dan penyerahan bantuan sarana produksi budidaya semangka pada bulan April yang lalu telah membuahkan hasil yang sangat menggembirakan.
"Alhamdulillah, hari ini kita dapat menyaksikan hasilnya. Panen semangka bersama yang kita laksanakan di lahan seluas 5.000 meter persegi ini menjadi bukti bahwa semangat, kerja keras, dan sinergi antara pemerintah, petani, serta masyarakat membuahkan hasil yang baik," ujar Bupati Maesyal Rasyid.
Menurut dia, keberhasilan panen semangka tersebut bukan hanya cerminan bagaimana kerja keras kelompok tani dalam mengolah lahannya hingga menghasilkan, namun juga bukti nyata bahwa dengan inovasi, dan kolaborasi, kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok tani dapat terus ditingkatkan.
"Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para petani yang telah bekerja keras, penuh dedikasi, dan tidak kenal lelah dalam mengembangkan pertanian, khususnya budidaya semangka ini," ucapnya.
Dia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang dan para mitra akan terus mendukung dan membantu para petani untuk meningkatkan produktivitas pertanian dalam rangka mewujudkan program ketahanan pangan.
"Bantuan alat dan mesin pertanian berupa traktor roda dua dan traktor roda empat merupakan bentuk komitmen kami untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan mempermudah kerja para petani," tandasnya.
Dia berharap bantuan Alsintan tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik dan dikelola secara gotong royong oleh kelompok tani, sehingga dampaknya dapat dirasakan bersama. Dengan teknologi pertanian yang lebih modern diharapkan juga dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi waktu dan tenaga terjaga, serta kesejahteraan petani semakin membaik.
"Mari terus kita terus jaga semangat kolaborasi, inovasi, dan kerja keras dalam membangun pertanian yang maju, mandiri, dan modern. Semoga panen ini membawa berkah, manfaat, dan semangat baru bagi seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang khususnya masyarakat Desa Tanjung Anom dan Kecamatan Mauk," pungkasnya.
Sementara itu, Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang Asep Jatnika mengungkapkan bahwa penanaman semangka ini selain dilakukan di Kecamatan Mauk juga dilakukan di Kecamatan Kemiri, Kecamatan Teluknaga, dan Kecamatan Kronjo.
"Di Kecamatan Mauk itu ada 5 hektare, Kecamatan Kemiri 3 hektare kemudian di Teluknaga 1 hektare dan di Kecamatan Kronjo juga 1 hektare. Apabila kita analisa untuk hasil buah semangka ini dalam satu hektare itu kurang lebih 56 juta," ungkap Asep. (Red)